Anda di halaman 1dari 1

RUMAH SAKIT UMUM PENINGKATAN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN

BALI ROYAL TEKNIK SBAR


No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
PT I.6 -
Ditetapkan oleh :
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Bali Royal
Tanggal terbit :
Standar Prosedur
Operasional KPRS dr. I Gede Wiryana Patra Jaya,M.,Kes
Pengertian Peningkatan komunikasi efektif dengan teknik SBAR adalah teknik
komunikasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan pada saat
menyampaikan kondisi pasien, saat pelaporan kembali hasil
pemeriksaan kritis atau saat serah terima pasien di dalam unit yang
sama atau berbeda.
Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah teknik komunikasi
efektif pada saat melaporkan pasien kritis, pertukaran jaga dan
perpindahan pasien antar ruang untuk mencegah terjadinya
kesalahan komunikasi, kesalahan pemahaman informasi dan
kesalahan tindakan.
Kebijakan
Prosedur 1. Perawat memperkenalkan diri saat melaporkan kondisi pasien
atau pun saat serah terima pasien.
2. Menyampaikan laporan situasi (S : Situation) : nama pasien,
diagnosa dan keadaan pasien saat ini.
3. Menyampaikan laporan (B : Background) : data pendukung dan
riwayat pendukung berkaitan dengan kondisi pasien saat ini
termasuk tindakan yang sudah dilakukan.
4. Menyampaikan laporan (A : Assessment) : penilaian terhadap
kondisi pasien saat itu dan kemungkinan masalah yang sedang
terjadi pada pasien.
5. Mengusulkan alternatif tindakan (R : Recommendation) :
alternative/usulan tindakan atau pemeriksaan yang mungkin
dilakukan (contoh: dokter segera datang untuk memeriksa
kondisi pasien; usul agar diberikan terapi medikasi tertentu, dll).
6. Dokumentasikan hasil pelaporan dan serah terima pasien.

Unit Terkait Seluruh unit pelayanan di rumah sakit Dharma Yadnya