Anda di halaman 1dari 2

Apa itu penyadapan?

Intersepsi atau penyadapan adalah kegiatan untuk mendengarkan, merekam, membelokkan,


mengubah, menghambat, dan/atau mencatat transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang tidak bersifat publik, baik menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun jaringan
nirkabel, seperti pancaran elektromagnetis atau radio frekuensi(penjelasan Pasal 31 Ayat (1) UU
No.19/2016)

Larangan penyadapan

-Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau
penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau
Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain( Pasal 31 Ayat (1) UU No.19/2016)

-Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas transmisi
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu
Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan
perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau
penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.( Pasal 31
Ayat (2) UU No.19/2016)

Sanksi

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)(pasal 47 UU No.19/2016)
Justice collaborator is a person who serves a criminal sentence or is a defendant in criminal proceedings,
with regard to crimes committed in complicity, and who is in a situation of danger, because of his
collaboration with justice, declarations or testimony about facts and circumstances that constitute
evidence in the same criminal proceedings or in related proceedings.

Dalam kamus Bahasa Indonesia “tawuran” dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi
banyak orang.Sedangkan “Pelajar” adalah seorang manusia yang belajar.Sehingga Pengertian
Tawuran Pelajar adalah Perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian
tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar.

Jadi Tawuran secara luas adalah tindakan agresi (perkelahian) yang dilakukan oleh suatu kelompok
terhadap kelompok lainnya yang dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan/menyakiti orang lain
bahkan merusak.

Perkelahian antar pelajar yang melibatkan banyak orang dengan berbagai bentuk dan jenis alat yang
dipergunakan dapat dikategorikan sebagai perkelahian massal yang masuk dalam jenis kejahatan. Bunyi,
delik dan unsure pada Pasal 170 KUHP Moeljatno (1999:147) adalah:

“Barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang
atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.

Yang bersalah diancam:

1. Dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun, jika dengan sengaja menghacurkan barang dan
jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka;

2. Dengan pidana penjara paling lama 9 (Sembilan) tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat;

3. Dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.

Beberapa Pasal dalam Kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dapat terkait dan dapat
dikenakan sanksi pidana pada pelaku perkelahian pelajar adalah Pasal 170, 353, 358.