Anda di halaman 1dari 7

Jln. Kalisahak no.

28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222


www.akprind.ac.id

SAMBUNGAN PAKU KELING


1.1 PENGERTIAN
Paku keling / rivet adalah salah satu metode penyambungan yang
sederhana. sambungan keling umumnya diterapkan pada jembatan,
bangunan, ketel, tangki, kapal Dan pesawat terbang. Penggunaan metode
penyambungan dengan paku keling ini juga sangat baik digunakan untuk
penyambungan pelat-pelat alumnium. Pengembangan Penggunaan rivet
dewasa ini umumnya digunakan untuk pelat-pelat yang sukar dilas dan
dipatri dengan ukuran yang relatif kecil. Setiap bentuk kepala rivet ini
mempunyai kegunaan tersendiri, masing masing jenis mempunyai
kekhususan dalam penggunaannya.
Sambungan dengan paku keling ini umumnya bersifat permanent
dan sulit untuk melepaskannya karena pada bagian ujung pangkalnya lebih
besar daripada batang paku kelingnya.

 Bagian utama paku keling adalah :


1. Kepala
2. Badan
3. Ekor
4. Kepala lepas

 Bahan paku keling


Yang biasa digunakan antara lain adalah baja, brass, aluminium,
dan tembaga tergantung jenis sambungan/ beban yang diterima oleh
sambungan.
Penggunaan umum bidang mesin : ductile (low carbor), steel, wrought
iron.
Penggunaan khusus : weight, corrosion, or material constraints apply :
copper (+alloys) aluminium (+alloys), monel, dll

1.2 PENGGUNAAN PAKU KELING


Pemakaian paku keling ini digunakan untuk :
 Sambungan kuat dan rapat, pada konstruksi boiler ( boiler, tangki
dan pipa-pipa tekanan tinggi ).
 Sambungan kuat, pada konstruksi baja (bangunan, jembatan dan
crane ).
 Sambungan rapat, pada tabung dan tangki ( tabung pendek,
cerobong, pipa-pipa tekanan).
 Sambungan pengikat, untuk penutup chasis ( misalnya ; pesawat
terbang, kapal).

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com
Jln. Kalisahak no.28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222
www.akprind.ac.id

1.3 KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN


a. Keuntungan
Sambungan paku keling ini dibandingkan dengan sambungan las
mempunyai keuntungan yaitu :
 Bahwa tidak ada perubahan struktur dari logam disambung. Oleh
karena itu banyak dipakai pada pembebanan-pembebanan dinamis.
 Sambungan keling lebih sederhana dan murah untuk dibuat.
 Pemeriksaannya lebih mudah
 Sambungan keling dapat dibuka dengan memotong kepala dari
paku keling tersebut

b. Kelemahan
 Hanya satu kelemahan bahwa ada pekerjaan mula berupa
pengeboran lubang paku kelingnya di samping kemungkinan
terjadi karat di sekeliling lubang tadi selama paku keling dipasang.
Adapun pemasangan paku keling bisa dilakukan dengan tenaga
manusia, tenaga mesin dan bisa dengan peledak (dinamit)
khususnya untuk jenis-jenis yang besar.
 Paku keling dalam ukuran yang kecil dapat digunakan untuk
menyambung dua komponen yang tidak membutuhkan kekuatan
yang besar, misalnya peralatan rumah tangga, furnitur, alat-alat
elektronika, dll

1.4 JENIS PEMBEBANAN DALAM PAKU KELING


Bila dilihat dari bentuk pembebanannya, sambungan paku keling ini
dibedakan yaitu :
Pembebanan tangensial dan Pembebanan eksentrik.

 PEMBEBANAN TANGENSIAL
Pada jenis pembebanan tangensial ini, gaya yang bekerja
terletak pada garis kerja resultannya, sehingga pembebanannya
terdistribusi secara merata kesetiap paku keling yang digunakan.

 PEMBEBANAN EKSENTRIK

1.5 JENIS KERUSAKAN


 Tearing of the plate at ende : robek pada bagian pinggir dari plat yang
dapat terjadi jika margin (m) kurang dari 1.5 d, dengan d ialah
diameter paku keling.

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com
Jln. Kalisahak no.28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222
www.akprind.ac.id

 Tearing of the plate a cross a row of rivets : robek pada garis sumbu
lubang paku keling dan bersilangan dengan garis gaya.

 Shearing of the rivets : kerusakan sambungan paku keling karena


beban geser.

1.6 TIPE SAMBUNGAN PAKU KELING


A. Berdasarkan Penyambungan Plat
 Lap joint (Sambungan Berimpit) : sambungan yang menempatkan
pelat yang akan disambung saling berimpitan dan kedua pelat tersebut
disambung dengan paku keling .
Pemasangan tipe lap joint biasanya digunakan pada plat yang overlaps
satu dengan yang lainnya..
 Butt joint (Sambungan Bilah): sambungan yang menempatkan
kedua ujung pelat yang akan disambung saling berdekatan, lalu kedua

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com
Jln. Kalisahak no.28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222
www.akprind.ac.id
pelat tersebut ditutup dengan
bilah (strap), kemudian masing-masing pelat disambungkan dengan
bilah menggunakan paku keling
Digunakan untuk menyambung dua plat utama, dengan menjepit
menggunakan 2 plat lain, sebagai penahan (cover), dimana plat
penahan ikut dikeling dengan plat utama. Tipe ini meliputi single strap
butt joint dan double strap butt joint

B. Berdasarkan Jumlah Baris


 Sambungan baris tunggal (single riveted joint)
Pada sambungan berimpit, sambungan baris tunggal adalah sambungan
yang menggunakan satu baris paku keeling pada sistem sambungan.
Sedangkan pada sambungan bilah, sambungan baris tunggal adalah
sambungan yang menggunakan satu baris paku pada masing-masing
sisi sambungan.

 Sambungan baris ganda (double riveted lap joint)

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com
Jln. Kalisahak no.28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222
www.akprind.ac.id
Pada sambungan berimpit,
sambungan baris ganda adalah sambungan yang menggunakan dua
baris paku keling pada sistem sambungan. Sedangkan pada
sambungan bilah, sambungan baris ganda adalah sambungan yang
menggunakan dua baris paku pada masing-masing sisi sambungan

C. Berdasarkan Susunan Paku


 Sambungan Rantai
 Sambungan Zig - Zag

1.7 DESAIN TEKNIS KELING


Pitch: Jarak dari pusat satu keling ke pusat keling lainnya yang sejajar,
dinotasikan dengan p.
Diagonal Pitch: Jarak antara pusat keling pada baris berikutnya dari
sambungan keling zig-zag

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com
Jln. Kalisahak no.28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222
www.akprind.ac.id
Back Pitch: Jarak tegak lurus
diantara garis pusat dari baris berikutnya, donotasikan dengan ps.
Margin: Merupakan jarak antara pusat dari lubang keling dengan tepi dari
pelat, notasi m.
1.8 PERHITUNGAN DALAM PAKU KELING
 Perhitungan Kekuatan
- Area Sobekan per Panjang Pitch
( )
- Ketahanan sobek per panjang pitch

Dimana :
p = pitch dari keling
d = diameter keling
t = ketebalan plat
ft = tegangan tarik yg diijinkan dari bahan plat

 Pergeseran Pada Keling


- Area geser per keling / Luas Penampang

- Tegangan Geser


Sehingga

- Diameter paku Keling

- Ketahanan geser keling per panjang pitch

 Patah (Crush) Pada Keling


- Area patah per rivet

- Total area patah

- Ketahanan patah keling per panjang pitch

Dimana :

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com
Jln. Kalisahak no.28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222
www.akprind.ac.id
n : jumlah keling per
panjang pitch
fc : tegangan patah yg diijinkan bahan keeling

 Efisiensi Sambungan Keling


- Strength of The Riveted Joint ( Pt, Ps, Pc )
- Strength of Plate, P = p x t x ft
- Efisiensi Sambungan

EFISIENSI SAMBUNGAN
Lap Joint Effisiensi But joint (D strap) Effisiensi

Single 45 – 60 Single 55 – 60
Double 63 – 70 Double 70 – 83
Triple 72 - 80 Triple 80 – 90
Quadruple 85 – 94

By. Indar Luh Sepdyanuri


www.indarluhsepdyanuri.esy.es
www.indarluhsepdyanuri.wordpress.com
www.indarluhsepdyanuri.blogspot.com