Anda di halaman 1dari 5

NAMA : NISRINA LUTHFIYAH

NIM : PO.71.31.1.15.019

PRODI : DIV - GIZI

EKONOMI PANGAN DAN GIZI

1. Defenisikan elastisitas permintaan, faktor-faktor apakah yg


mempengaruhi elastisitas permintaan, tunjukkan beberapa barang
yang elastisitas permintaannya tidak elastis. Barang-barang apakah
yang elastisitasnya bersifat elastis ?

Jawab :Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan


harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat
kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan
harga barang.

Faktor yang mempengaruhi :

a. Jenis Barang
Bila suatu barang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok
(primer) maka sifat permintaannya adalah inelastis (harga banyak berubah,
tapi permintaan sedikit berubah). Mengapa demikian? Karena, walaupun
harga melambung naik orang tetap akan membelinya demi kelangsungan
hidup. Contoh barang ini adalah beras. Akan tetapi, bila suatu barang
digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier (mewah) maka
sifat permintaannya adalah elastis (harga sedikit berubah, tapi permintaan
sangat banyak berubah). Mengapa demikian? Karena dengan melihat
harga yang berubah misalnya naik, orang akan menunda dulu
permintaannya dan menunggu harga turun kembali.

b. Ada Tidaknya Barang Substitusi/Pengganti


Bila suatu barang (X) memiliki barang substitusi (Y) maka bila
harga barang (X) naik orang akan beralih membeli barang substitusi (Y).
Ini berarti kenaikan harga barang “X” akan mengurangi permintaan
terhadap barang “X” dalam jumlah yang banyak, sehingga sifat permintaan
barang “X” adalah elastis. Semakin tinggi kemampuan barang lain untuk
mengganti barang tersebut maka permintaan terhadap barang X semakin
elastis. Sebaliknya, bila suatu barang tidak memiliki barang substitusi,
maka sifat permintaan barang tersebut adalah inelastis.

c. Harga Barang
Bila harga suatu barang sangat murah maka kenaikan harga barang
tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap permintaan. Misalnya,
harga satu ikat bayam Rp150, bila naik menjadi Rp250 permintaan tidak
akan berkurang banyak karena setiap orang mampu membayarnya.
Dengan demikian, permintaan terhadap bayam bersifat inelastis.

d. Keyakinan dan Tradisi


Ada sejumlah barang yang harus dipergunakan untuk mengikuti
keyakinan dan tradisi/kebiasaan tertentu. Walaupun harga barang-barang
tersebut naik, orang tetap akan membelinya. Dengan demikian, sifat
permintaannya adalah inelastis.

e. Frekuensi Pembelian Barang


Bila suatu barang cukup dibeli satu kali setahun (seperti payung)
atau satu kali dalam dua tahun (seperti bantal, guling) dan harga barang-
barang tersebut tidak terlalu mahal, maka bila terjadi kenaikan harga tidak
akan begitu memengaruhi permintaan. Mengapa? Karena orang berpikir:
barang itu hanya dibeli satu kali dalam setahun atau satu kali dalam dua
tahun. Sehingga sifat permintaannya adalah inelastis.
f. Selera
Bila selera masyarakat sedang meningkat pada suatu barang maka
sifat permintaannya adalah inelastis. Akan tetapi bila selera turun maka
sifat permintaannya menjadi elastis.

Contoh barang yang tidak elastis :

Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan


konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat
dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga ya
ngterjadi.Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menamba
h konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki
keterbatasan (misalnya rasa kenyang).

Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat
penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini
karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika
harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi
menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini
mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.

Contoh barang yang elastis :

Misalnya saja pakaian, makanan ringan, barang mewah dan lain


sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan
barang penggantinya.

2. Terangkan mengapa kita tidak dapat menyatakan secara tegas


elastisitas permintaan dan penawaran dengan hanya melihat bentuk
kurva nya di atas suatu grafik?

Jawab : Elastisitas yang diambil dengan melihat kurva tidak akan menunjukkan
nilai yang tepat atas perubahan harga. Perubahan pada kurva hanya
menunjukkan besarnya perubahan kuantitas dibagi perubahan harga
menggunakan satuan masing-masing. Sehingga dibutuhkan perhitungan
elastisitas untuk dapat menyatakan perubahan tersebut dalam persentase.

3. Dalam Hukum Permintaan dijelaskan bahwa semakin rendah tingkat


harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang
diminta, dan sebaliknya. Mengapa pada saat hari raya harga-harga
barang semakin naik tetapi permintaan juga semakin bertambah.
Jelaskan mengapa !

Jawab : Karena di hari Raya semuanya sangat di butuhkan apapun itu . Semakin
banyak yang dibutuhkan maka akan semakin tinggi permintaan dan jika
permintaan semakin tinggi maka harga barang itu pun akan mengalami
kenaikan (melonjak) karena sangat dibutuhkan.

4. Sebutkan momen-momen / peristiwa-peristiwa di sekitarmu yang


tidak sesuai atau tidak mengikuti hukum permintaan atau
penawaran !

Jawab : Pada saat hari raya, adanya pasar malam tradisional, saat adanya upacara
adat, saat ada hajatan berlangsung dan lain-lain.

5. Apakah adanya kemajuan teknologi juga berpengaruh terhadap


hukum permintaan dan penawaran ? Jelaskan !

Jawab : Adanya kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap hukum


permintaan/penawaran, karena setiap kegiatan ekonomi sekarang
berkaitan erat dengan teknologi. Misalnya dalam hal pemesanan
barang, dapat mempercepat proses pemesanan karena adanya internet.
Dengan teknologi maka dapat mendistribusikan barang dengan cepat,
mengontrol bagaimana proses pendistribusian berlangsung. Selain itu,
barang yang dipesan dengan mendesak pun dapat teratasi dengan
adanya teknologi (computer/internet).namun juga sebaliknya teknologi
dapat memberikan dampak negative dalam kegiatan ekonomi yaitu
timbulnya keinginan rumah tangga konsumen yang tidak mempunyai
batas untuk memperoleh barang yang di inginkan. Jadi teknologi dapat
membuat keharmonisan rumah tangga pudar. Contoh : pendapatan sama
dengan tuntutan tidak seimbang, yang artinya adalah tingkat pendapatan
lebih kecil daripada tingkat pengeluaran yang tinggi. Sehingga hal ini
dapat memyebabkan timbulnya masalah dalam ekonomi keluarga
konsumen.

6. Berikan contoh keadaan surplus konsumen dan produsen !

Jawab :

Contoh surplus konsumen :

Seorang konsumen pergi ke pasar membeli mangga dan


bertekad membeli satu buah yang cukup besar apabila harganya
Rp.1500. Sesampainya dipasar ia mendapati bahwa mangga yang
diinginkannya hanya berharga Rp.1000. jadi, ia dapat memperoleh
mangga yang diinginkannya dengan harga Rp.500 lebih murah daripada
harga yang bersedia dibayarkannya. Nilai Rp.500 ini dinamakan
Surplus Konsumen.

Contoh surplus produsen:

Misalnya Andi adalah produsen jaket kulit. Dalam memproduksi


satu jaket kulit, Andi menghabiskan biaya sebesar Rp800.000,00. Andi
menjual jaket kulit tersebut dengan harga Rp900.000,00/jaket.
Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa:
 Biaya produksi satu jaket kulit adalah Rp800.000,00
 Harga jual satu jaket kulit adalah Rp900.000,00
Surplus produsen atau keuntungan Andi adalah Rp900.000,00 -
Rp800.000,00 = Rp100.000,00.