Anda di halaman 1dari 5

MODUL PKKT

VULVA HYGIENE

Oleh : Koordinator Maternitas

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN

BANJARMASIN

2018
A. KONSEP TEORI

Masa Nifas dimulai sejak setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-
kira 6 minggu. Wanita yang melalui periode peurperium di sebut puerpura. Puerperium
( nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan
untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.
Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan
anus. Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutahan untuk menyehatkan daerah
antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran
placenta sampai dengan kembalinya organ genetic seperti pada waktu sebelum hamil.
Vulva Hygiene adalah memberishkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita
yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Postpartum dimulai “birth to
pre-pregnant condition” dalam waktu 6 minggu. Sangat penting informasi untuk
dibagikan kepada ibu dengan waktu yang teramat singkat, sehingga para ibu dapat
membuat perencanaan dengan baik dan mengetahui permasalahan yang akan dihadapi.
Focus perawat dalam askep postpartum adalah proses penyembuhan fisik,
pyschologic well-being, kemampuan untuk merawat dirinya dan bayinya. Periode
postpartum sering disebut “The fourth Stage of Labor”. 1-2 jam setelah persalinan adalah
waktu yang gawat dan kritis bagi ibu dan bayi. Perawat perlu memonitor proses
penyembuhan ibu dan infant dan mengidentifikasi adanya ketidaknormalan yang
mungkin akan terjadi.
1. Perubahan fisik
Pengkajian postpartum dilakukan dengan mereviev kembali catatan pada
prenatal, melahirkan dan jumlah kehamilan. Penting mengetahui factor
predisposisi, seperti perdarahan, partus premature, bayi besar, grand multipara dan
lain-lain.
a. Tanda- Tanda Vital
Semua tanda-tanda vital( Nadi, pernafasan, suhu, tekanan darah) harus
dimonitor dengan hati sehingg dapat melihat status kesehatan klien.
b. Uterus
Dengan penegluaran fetus dan placenta, maka uterus akan terjadi
perubahan secara drastic kembali kedalam keadaan nonpregnant. Perubahan
terjadi pada myometrium dan endometrium.
c. Lochea
Lochea adalah eksresi cairan Rahim selama masa nifas. Lochea
mengandung darah dan sisa jaringan desidua yang nekrotik dari dalam uterus.
Lochea mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisme
berkembang lebih cepat dari pada kondisi asam yang ada seperti darah
menstruasi, meskipun tidak terlalu menyengat dan volumenya berbeda-beda
pada setiap wanita. Lochea yang berbau tidak sedap menandakan adanya
infeksi.
Ada 3 tahap pengeluaran lochea, yang dinilai adalah sebagai berikut.
1) Lochea rubra(1-3 hari) warna merah terang.
2) Lochea Serosa (3-4 hari) warna pink atau coklat.
3) Lochea Alba (hari ke-10, setelah melahirkan) warna kuning sampai
dengan putih.
d. Perineal healing
Luka episiotomi, harus dikaji tanda-tanda : REEDA
R: Readness E: Edema D: Discharge
A: Approximation E: Ecchymosis
e. Bladder
Kaji distensi bladder sehingga menyebabkan perubahan posisi dari uterus
di atas umbilicus, bledder distensi akan terlihat menonjol, mengelilingi supra
pubic
f. Vagina
Akan terjadi edema akibat episiotomy ataupun tidak. Pada keadaan
postpartum, mengalami perubahan menjadi atropi atau rapuh pada minggu ke
3-4 akibat dari peningkatan hormone estrogen.

PROSEDUR PERAWATAN VULVA HYGIENE

Pengertian :

Memberikan tindakan pada vulva untuk menjaga kebersihannya

Tujuan :

1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva, perineum maupun uterus


2. Untuk penyembuhan luka perineum/jahitan pada daerah perineum
3. Untuk kebersihan perineum dan vulva
4. Memberikan rasa nyaman pasien

Peralatan :

1. Perlak atau pengalas


2. Selimut mandi
3. Handuk
4. Handskun/gloves steril dan bersih
5. Bengkok/piala ginjal
6. Kom berisi kapas basah
7. Ceris atau kapas
8. Pembalut
9. Bedpan
10. External duch
11. Korentang
12. Betadine
13. Kassa

No Prosedur Pelaksanaanya
1. Tahap Prainteraksi
a. Melakukan verifikasi pengobatan klien
b. Mencuci tangan
c. Menyiapkan alat
2. Tahap Orientasi
a. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada pasien
c. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3. Tahap Kerja
a. Memasanag sampiran/ menjaga privacy
b. Memasang selimut mandi
c. Mengatur posisi pasien (dorsal Recumbent)
d. Memasang alas dan perlak dibawah pantat
e. Gurita dibuka,celana dan pembalut dilepas bersamaan dengan pemasangan pispot,
sambil memperlihatkan lochea. Celana dalam dan pembalut dimasukkan dalam tas
plastic yang berbeda
f. Pasien disuruh bak/bab
g. Perawat memakai sarung tangan kiri
h. Mengguyur vulva dengan air matang
i. Pispot diambil
j. Mendekatkan bengkok kedekat pasien
k. Memakai sarung tangan kanan, kemudian mengambil kapas basah, membuka
vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk kiri
l. Membersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri , labia mora kanan, labia minora
kiri, labia minora kanan, vestibulum, perineum. Arah dari atas ke bawah dengan
kapas basah ( 1 kapas 1 kali usap)
m. Perhatikan keadaan perineum. Bila ada jahitan, perhatikan apakah lepas/ longgar,
bengkak iritasi. Membersihkan luka jahitan dengan kapas basah
n. Menutup luka dengan kassa yang telah diolesi salep/betadine
o. Memasang celana dalam dan pembalut
p. Mengambil alas, perlak dan bengkok
q. Merapikan pasien, mengambil selimut mandi dan memakaikan selimut pasien
4. Tahap Terminasi
a. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan
b. Berpamitan dengan pasien
c. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
d. Mencuci tangan
e. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati.R. Eny & Wulandari Diah.2010. Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta : Mitra
Cendikia Press
Novita Regina VT, dkk. 2010. Prosedur Keterampilan Klinik Keperawatan Maternitas. STIK
Sint Carolus