Anda di halaman 1dari 3

14.

MANAJER SISTEM

Sistem Manajemen adalah hal yang penting untuk keberhasilan implementasi data warehaouse.
Manajer sistem yang paling penting adalah:
1. Manajer sistem konfigurasi
2. Manajer sistem penjadwalan
3. Manager sistem event
4. Manajer sistem dan database
5. Manajer sistem pemulihan backup

1. Manajer Sistem Konfigurasi


 Manajer sistem konfigurasi bertanggung jawab untuk pengelolaan setup dan konfigurasi
data warehouse.
 Struktur dari manajer konfigurasi bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi
yang lainnya.
 Dalam konfigurasi struktur Unix, manajer bervariasi dari vendor ke vendor.
 Manajer konfigurasi memiliki user interface tunggal.
 Interface manajer konfigurasi memungkinkan kita untuk mengontrol semua aspek dari
sistem.

2. Manajer Sistem Penjadwalan


Manajer sistem penjadwalan bertanggung jawab untuk keberhasilan pelaksanaan data
warehouse. Tujuannya adalah untuk menjadwalkan kueri ad hoc. Setiap sistem operasi
memiliki scheduler sendiri dengan beberapa bentuk mekanisme kontrol batch. Daftar fitur
manajer sistem penjadwalan harus memiliki sebagai berikut:
 Bekerja di cluster atau batasan-batasan MPP
 Berurusan dengan perbedaan waktu internasional
 Menangani kegagalan pekerjaan
 Menangani beberapa kueri
 Mendukung prioritas pekerjaan
 Mengulang kembali atau mengantrikan kembali pekerjaan yang gagal
 Memberitahu pengguna atau sebuah proses ketika pekerjaan selesai
 Mempertahankan jadwal pekerjaan di sistem padam
 Mengantrikan pekerjaan untuk antrian lainnya
 Mendukung antrian mulai dan antrian berhenti
 Log antrian pekerjaan
 Berurusan dengan pengolahan antar-antrian

Beberapa pekerjaan penting yang harus mampu ditangani scheduler adalah sebagai berikut:
 Penjadwalan kueri ad hoc harian
 Pelaksanaan laporan persyaratan rutin
 Muatan data
 Pengolahan data
 Pembuatan indeks
 Backup
 Pembuatan agregasi
 Transformasi data

3. Manajer Sistem Event


Manajer event mengelola event yang didefinisikan pada sistem data warehouse. Kita tidak
bisa mengelola data warehouse secara manual karena struktur data warehouse sangat
kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat yang secara otomatis menangani semua
event tanpa intervensi dari pengguna.

Events
Event adalah tindakan yang dihasilkan oleh pengguna atau sistem itu sendiri. Event bersifat
terukur, dapat diamati, kejadian yang sudah ditetapkan.
Daftar peristiwa umum yang perlu untuk direkam:
 Kegagalan hardware
 Kehabisan ruang pada key disk tertentu
 Proses yang akan berhenti
 Proses yang mengembalikan kesalahan
 Penggunaan CPU melebihi ambang batas 805
 Pertentangan internal pada poin basis data serialisasi
 Cache buffer melebihi rasio atau kegagalan di bawah ambang batas
 Sebuah tabel mencapai batas maksimumnya
 Memori swapping berlebihan
 Sebuah tabel gagal untuk meluas karena kurangnya space
 Disk menunjukkan antrian I / O
 Penggunaan wilayah sementara mencapai batas tertentu
 Database lainnya berbagi penggunaan memori bersama

Hal yang paling penting dari Event adalah mereka harus mampu mengeksekusi dengan
caranya sendiri. Paket event mendefinisikan prosedur-prosedur untuk event yang telah
ditetapkan. Kode yang terkait dengan setiap event dikenal sebagai event handler. Kode ini
dijalankan setiap kali event terjadi.

4. Manajer Sistem dan Database


Manajer sistem dan database merupakan dua bagian yang terpisah dari perangkat lunak,
tetapi meelakukan pekerjaan yang sama. Tujuan dari alat ini adalah untuk mengotomatisasi
proses tertentu dan untuk menyederhanakan pelaksanaan lainnya. Kriteria untuk memilih
manajer sistem dan database adalah sebagai berikut:
 Peningkatan kuota pengguna
 Menetapkan dan tidak menetapkan peran kepada pengguna
 Menetapkan dan tidak menetapkan profil kepada pengguna
 Melakukan manajemen space database
 Memantau dan melaporkan space yang terpakai
 Merapikan space yang terfragmentasi dan tidak terpakai
 Menambah dan memperluas space
 Menambah dan menghapus pengguna
 Mengelola password pengguna
 Mengelola ringkasan atau tabel sementara
 Menetapkan atau tidak menetapkan ruang sementara dari dan untuk pengguna
 Memperoleh kembali space dari tabel lama atau tabel yang sudah tidak update
 Mengelola kesalahan dan melacak log
 Untuk menelusuri log dan melacak file
 Mengarahkan kesalahan atau melacak informasi
 Menyalakan dan mematikan kesalahan dan melacak logging
 Melakukan manajemen sistem space
 Memantau dan melaporkan penggunaan space
 Membersihkan direktori file lama dan tidak terpakai

5. Manajer Sistem Pemulihan Bacup


Tool Backup dan pemulihan memudahkan untuk operasi dan staf manajemen untuk
membuat cadangan data. Perhatikan bahwa manajer sistem cadangan harus terintegrasi
dengan software jadwal yang digunakan manajer. Fitur penting yang diperlukan untuk
pengelolaan backup adalah sebagai berikut:
 Penjadwalan
 Pelacakan data backup
 Kesadaran database

Backup diambil hanya untuk melindungi terhadap kehilangan data. Berikut adalah poin
penting untuk diingat:
 Software backup akan menyimpan beberapa bentuk database di mana dan kapan data
dibackup.
 Manajer pemulihan backup harus memiliki pengetahuan yang baik untuk database
tersebut.
 Software pemulihan backup harus database yang benar.
 Database benar, kemudian software dapat dialamatkan dalam database, dan tidak akan
melakukan backup yang tidak layak.