Anda di halaman 1dari 7

Esensi dan Urgensi Identitas Nasional

(etnisitas dan identitas Indonesia)

Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

Tim Penyusun:
Kelompok 2
Alif Syamsuddlucha (141710201031)
Firmansya (141710201033)
Rachmad Aji M (141710201068)
Widy Prasetyo R (141910301057)

UNIVERSITAS JEMBER
2015
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Kata Pengantar

Indonesia kita ini terdiri dari banyak suku bangsa atau etnis, dari etnis inilah kita
bersama-sama bertekad untuk membangun Indonesia. Jadi, dasar dari Meng-
Indonesia itu adalah Etnisitas yang dikembangkan dalam Bhinneka Tunggal
Ika. Masyarakat Indonesia memiliki kualitas atau kekuatan yang apabila dipupuk dan
dikembangkan dapat mengantarnya kepada kemajuan.Pada masa perjuangan
kemerdekaan, rasa persatuan atau kohesivitas bangsa sangat kuat karena ketika itu
musuh bersama rakyat Indonesia sangat jelas yaitu penjajah Belanda. Di samping itu,
persatuan menjadi makin kuat karena cita-cita yang hendak dicapai bersama juga
sangat jelas yaitu Indonesia Merdeka.

Hakikatnya, sebagai warga negara yang baik seharusnya kita mengerti dan
memahami arti serta tujuan dan apa saj yang terkandung dalam identitas
nasional.identitas nasional merupakan pengertian dari jati diri suatu bangsa dan
negara, selain itu pembentukan identitas nasional sendiri yang telah menjadi
ketentuan yang telah di sepakati bersama. Menjunjung tinggi dan mempertahanakan
apa yang telah ada dan berusaha memperbaiki segala kesalahan dan kekeliruan di
dalam diri suatu bangsa dan negarasudah tidak perlu ditanyakan lagi, terutama dalam
bidang hukum.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh etnisitas terhadap pembentukan Indonesia?

2. Apa yang menjadi identitas nasional Indonesia


1.3 Tujuan

1. untuk mengetahui pengertian etnisitas

2. untuk mengetahui pengertian identitas nasional

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Etnisitas

Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan istilah etnis atau etnik berarti kelompok
sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan
tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota
suatu kelompok etnik memiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik
yang digunakan ataupun tidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.Menurut
Frederich Barth (1988) istilah etnik menunjuk pada suatu kelompok tertentu yang
karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa, ataupun kombinasi dari kategori
tersebut terikat pada sistem nilai budayanya. Kelompok etnik adalah kelompok orang-
orang sebagai suatu populasi yang mampu melestarikan kelangsungan kelompok
dengan berkembang biak. Mempunyai nila-nilai budaya yang sama, dan sadar akan
rasa kebersamaannya dalam suatu bentuk budaya. Membentuk jaringan komunikasi
dan interaksi sendiri.

Menentukan ciri kelompoknya sendiri yang diterima oleh kelompok lain dan

dapat dibedakan dari kelompok populasi lain. Schemerhon dalam Purwanto (2007)

mendefinisikan etnik sebagai kolektiva yang memiliki persamaan asal nenek moyang,

baik secara nyata maupun semu, memiliki pengalaman sejarah yang sama, dan suatu

kesamaan fokus budaya yang terpusat pada unsur-unsur simbolik yang

melambangkan persamaan ciri-ciri fenotipe, religi, bahasa, pola kekerabatan, dan


gabungan unsur-unsur itu.Etnisitas adalah suku bangsa, yakni berkaitan dengan

kesadaran akan kesamaan tradisi budaya, biologis, dan jati diri sebagai suatu

kelompok dalam suatu masyarakat yang lebih luas.

2.2 Identitas
Identitas nasional, Indonesia sendiri memiliki arti sebagai cirri yang dimiliki setiap
pihak yang dimaksud sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang
lain. Sedangkan nasional atau nasionalisme memiliki arti suatu paham, yang
berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara
kebangsaan. Faktor persamaan turunan, kesatuan, politik, adat istiadat dan tradisi,
atau persamaan agama. Akan tetapi teranglah bahwa tiada satupun diantara faktor-
faktor ini bersifat hakiki untuk menentukan ada-tidaknya atau untuk merumuskan
bahwa mereka harus seketurunan untuk merupakan suatu bangsa. Faktor-faktor
obyektif itu penting, namun unsur yang terpenting adalah kemauan bersama yang
hidup nyata.
Kemauan inilah yang kita namakan nasionalisme, yakni suatu paham yang
member ilham kepada sebagian terbesar penduduk yang mewajibkan dirinya untuk
mengilhami segenap anggotanya. Nasionalisme menyatakan bahwa negara
kebangsaan adalah cita dan satu-satunya bentuk sah dari organisasi politik dan bahwa
bangsa adalah sumber dari pada semua tenaga kebudayaan kreatif dan kesejahteraan
ekonomi. Arti menyeluruh dari identitas nasional adalah suatu cirri yang memiliki
oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa
lain.
Arti dari menyeluruh dari identitas nasional adalah suatu cirri yang dimiliki
oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebutdengan bangsa
lain. Berdasarkan pengertian di atas maka tiap bangsa memiliki identitas masing-
masing, antara bangsa satu dengan yang lain memiliki cirri khas yang berbeda-beda,
untuk menjadi pandangan tentang jati diri yang sebenarnya yang dimiliki di dalam
bangsa tersebut. H.A.R. Tilaar (2007) dalam bukunya berjudul “Mengindonesia
Etnisitas dan Identitas Bangsa”, menguraikan hubungan antara identitas individu,
identitas etnis terbentuk menjadi identitas bangsa. Menguraikan bahwa setidaknya
terdapat empat konsep yang dapat berkembang:

1) identitas berarti indentik dengan yang lain. Mengarah pada adanya


kesamaan antara individu dengan individu lainnya;
2) identitas berarti menjadi diri sendiri, dilahirkan sebagai suatu individu
yang memiliki jiwa sendiri yang terhubung dengan proses pemerdekaan;
3) indentitas berarti menjadi identik dengan suatu ide. Ide yang melepaskan
kekuasaan
individu, dan ide dalam konteks ini adalah suatu yang transendental;

4) identitas berarti individu yang realistis yang hidup bersama individu


lainnya.

2.3 Pengaruh Globalisasi Terhadap Etnisitas dan Identitas Nasional

Pengaruh globalisasi terhadap masyarakat yang ditransformasikan ke dalam


budaya Indonesia yang akhirnya akan mensinergikan budaya-budaya “Timur”
Indonesia terhadap budaya “Barat” yang cenderung kepada Liberalisme dalam usaha
pencapaian Glokalisasi yang meminimalisasi bahkan menghilangkan budaya-budaya
Indonesia yang terkenal dengan keramahtamahan dan kesopanan.
BAB 3

KESIMPULAN

1. Esensi dan Urgensi Identitas Nasional (etnisitas dan identitas Indonesia) adalah
suatu dorongan dalam hakikat pancasila sebagai identitas nasional dalam menjaga
etnisitas dan identitas Indonesia.

2. etnisitas yang ada di Indonesia membentuk berbagai identitas etnis dan dari
identitas etnis itu itu terbentuklah identitas bangsa.
DAFTAR PUSTAKA

M.S, H. Kaelan, 2010, PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK


PERGURUAN TINGGI, PARADIGMA, Yogyakarta.

Blog.ub.ac.id/makalah-pendidikan-kewarganegaraan-identitas-nasional.

Kohn, Prof. Hans,1984, NASIONALISME ARTI DAN SEJARAHNYA,


ERLANGGA, Jakarta.