Anda di halaman 1dari 17

Lingkungan fisik adalah lingkungan tempat tinggal manusia.

Lingkungan senantiasa berubah


sesuai dengan bergulirnya waktu. Perubahan lingkungan fisik berdampak baik bagi kelestarian
alam beserta makhluk hidup yang menempatinya. Akan tetapi, perubahan lingkungan fisik dapat
juga mengganggu keseimbangan ekosistem.
Faktor yang mempengaruhi perubahan lingkungan fisik antara lain :
1. Hujan
Hujan terjadi karena uap air di awan sudah terlalu banyak sehingga jatuh ke bumi dalam
bentuk tetesan-tetesan air.
Manfaat Hujan :

menyediakan air untuk kebutuhan makhluk hidup


mengairi sawah milik petani

Kerugian Hujan :

menyebabkan terjadinya erosi, yaitu pengikisan tanah oleh air hujan


menyebabkan denudasi, yaitu semakin rendahanya permukaan buki karena sering terkikis air
banjir
Sebenarnya hujan tidak akan merugikan manusia jika manusia bisa menjaga lingkungan. Erosi,
banjir dan denudasi bisa dicegah dengan cara :
menanam pohon-pohon dilingkungan sekitar kita (reboisasi).
membersihkan selokan/saluran air agar tidak tersumbat, dan
tidak membuang sampah sembarangan

Alam selalu mengalami perubahan karena pengaruh cuaca. Perubahan cuaca dapat
mengakibatkan lingkungan bertambah baik atau buruk. Cuaca adalah keadaan alam yang meliputi
hujan, panas, dan angin yang mudah berubah dari waktu ke waktu.

B. Hujan
Hujan memberi banyak keuntungan bagi kehidupan antara lain bagi tanaman pertanian dan
membuat udara menjadi segar. Namun, hujan dapat menjadi bencana jika deras dan terus
menerus.

Bencana akibat hujan antara lain banjir, tanah longsor, dan erosi. Akan tetapi, bencana alam
tersebut tidak sepenuhnya disebabkan faktor hujan tapi juga karena perbuatan manusia seperti
menebang hutan dan membuang sampah sembarangan. Erosi adalah pengikisan tanah akibat
terjangan air. Erosi mudah terjadi pada tanah yang gundul dan miring seperti di lereng
perbukitan. Erosi tanah di lereng-lereng dapat di tahan dengan membuat teras-teras.

Hujan adalah peristiwa turunnya butir-butir air yang berasal dari


langit ke permukaan bumi. Banyaknya air hujan yang turun di suatu
tempat dalam waktu tertentu dinamakan curah hujan. Air hujan yang
turun, sebagian akan meresap ke dalam tanah. Air tersebut kemudian
diikat oleh akar tumbuhan. Sebagian lainnya mengalir melalui sungaisungai
dan akhirnya kembali ke laut.
Jika tidak ada ada tanaman yang tumbuh dipermukaan tanah, air
hujan yang turun akan langsung mengalir ke sungai. Akibatnya air yang
masuk ke dalam sungai melebihi batas kemampuannya untuk
menampung air. Apabila hal ini terjadi di banyak tempat, maka dapat
menyebabkan banjir. Banjir dapat menerjang rumah-rumah penduduk
sehingga sangatlah merugikan baik dari segi kesehatan maupun harta
benda bahkan jiwa. Salah satu cara mencegah banjir adalah dengan
tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon di tanah
yang gundul.

Perubahan lingkungan fisik baik secara cepat maupun perlahanlahan


seringkali membawa dampak terhadap daratan. Akibat tersebut
antara lain : (Sulistyanto, 2008: 164)
1) Erosi
Erosi merupakan pengikisan tanah yang pada umumnya
disebabkan oleh aliran air atau tipan angin. Tanah yang gundul
sangat mudah terkena erosi, sedangkan tanah yang ditumbuhi
tanaman akan lebih tahan terhadap erosi. Bila tidak ada tanaman,
maka aliran air hujan yang turun di daerah gundul tidak ada yang
menahannya. Akibatnya, tanah lapisan atas langsung terbawa oleh
ailiran air.
Erosi harus dicegah, karena erosi yang terjadi secara terus
menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi tandus dan gersang
sehingga tidak subur lagi ketika ditanami. Cara yang dapat ditempuh
untuk menanggulangi erosi, antara lain :
a) Membuat terasering/sengkedan pada tanah yang miring.
b) Tidak menebang pohon-pohon di hutan secara liar.
c) Mengaadakan reboisasi di tanah-tanah yang gundul.
d) Mengadakan hutan lindung di lereng-lereng gunung.
2) Abrasi
Pengikisan tanah yang disebabkan oleh gelombang air laut
disebut abrasi. Abrasi banyak disebabkan oleh kegiatan yang
dilakukan oleh manusia. Contohnya pembangunan gedung-gedung di
tepi pantai yang menyebabkan pohon-pohon pelindung ditebang. Hal
ini diperparah dengan adanya perusakan batu karang secara besarbesaran.
Maka dari itu pelu adanya pencegahan abrasi.
Cara mencegah dan menanggulangi abrasi antara lain:
a) Tidak membangun gedung-gedung di daerah pantai.
b) Mengadakan reboisasi pohon-pohon yang dapat tumbuh di
daerah pantai.
c) Tidak merusak batu-batu karang yang berada di sekitar pantai.
Faktor Penyebab Rerubahan Lingkungan Fisik

1. Faktor Hujan Apabila hujan turun dengan lebat dapat menimbulkan banjir yang sangat
merugikan bagi makhluk hidup. Rumah – rumahterendam, sawah yang tidak bisa dipanen karena
terendam banjir, jalanan yang macet dan lain lain. Selain itu banjira dapat merusak lapisan tanah,
tanah yang gundul tidak mampu menahan aliran air, sehingga terjadilah erosi atau pengikisan
tanah, tanah yang terkikis hterbawa oleh airan air dan diendapkan pada suatu tempat, peristiwa
itu dinamakan sedimentasi. Daerah pinggir sungai yang tidak ditumbuhi tanaman lebih lebih
mudah terkikis walaupun ditanami tumbuhan juga hanya pengikisannya terjadi lebih sedikit.

B. Pencegahan Banjir dan Erosi

1. Pencegahan Banjir dan Erosi Dengan menanamkan kembali hutan – huataun yang gundul
yang disebut dengan reboisasi, kerusakan hutan juga dapat dicegah dengan tidak melakukan
penebangan hutan secara semena – mena, dengan membuat tanah sengkedan atau terasering pada
lahan perkebunan dan pertanian yang miring.

2. Pencegahan terjadinya Abrasi Dengan menanam hutan bakau di daerah pinggiran pantai
karena pohon bakau memiiki akar yang kuat yang dapat memecah ombak dan gelombang aut
yang dtang kepantai. Dpat juga dengan membuat pemecah omba berupa tembok beton yang
sengaja dibuat di sepanjang pantai.
Teman-teman, kita sekarang belajar tentang Faktor Penyebab Perubahan Lingkungan Fisik.
Apakah kalian tahu apa arti lingkungan fisik? Kalau tidak mari kita belajar apa yang dimaksud
lingkungan fisik. Lingkungan fisik adalah lingkungan tempat dimana manusia hidup, dalam hal
ini adalah alam semesta. Alam semesta dapat berubah setiap saat. Apa kalian tahu kenapa bisa
terjadi perubahan setiap saat? Karena ada faktor-faktor yang menyebabkan lingkungan fisik
berubah. Ada dua macam faktor yang menyebabkan perubahan lingkungan, yaitu faktor buatan
dan faktor alami. Pasti kalian bertanya kan, kenapa bisa faktor buatan merubah lingkungan fisik?
perubahan itu karena disebabkan oleh ulah manusia, seperti menebang hutan sembarangan,
membuang sampah di sungai, dan limbah pabrik yang dibuang tidak pada tempatnya. Untuk itu,
jangan menebang hutan sembarangan dan jangan membuang sampah di sungai ya?
Sekarang kita belajar faktor alami. Apa sih yang dimaksud faktor alami itu? Faktor alami adalah
faktor yang disebabkan oleh alam berupa hujan, angin, gelombang laut, sinar matahari, dll.

Nah kalian sudah tahukan apa itu faktor buatan dan faktor alami? Sekarang kita belajar tentang
kedua faktor tersebut secara lebih rinci. Mari kita mulai dari faktor buatan terlebih dahulu.
Faktor Buatan
1. Menebang hutan sembarangan
Ketika kita menebang hutan sembarangan, akan terjadi tanah longsor. Teman-teman kenapa bisa
terjadi tanah longsor? Karena akar pohon tidak lagi bisa menahan tanah dari tekanan air hujan
yang sangat deras, sehingga tanah yang remah itu terkikis dan akhirnya longsor.
2. Membuang sampah di sungai
Ketika kita membuang sampah di sungai akan terjadi banjir. Kalian tahu kenapa membuang
sampah di sungai bisa menyebabkan banjir? Karena kalau kita membuang sampah di sungai,
maka sampah yang menumpuk akan menyumbat air yang mengalir di sungai sehingga
menyebabkan banjir.
3. Limbah pabrik yang dibuang tidak pada tempatnya
Ketika limbah pabrik dibuang sembarangan maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan,
misalnya jika limbah pabrik dibuang di sungai, pastinya sungai akan menjadi kotor dan berbau.
Secara fisik terjadi perubahan warna pada air sungai.
Faktor Alami
Sekarang mari kita bahas tentang faktor alami yang menyebabkan perubahan lingkungan fisik
1. Hujan
Hujan yang bagaimana yang bisa menyebabkan lingkungan berubah? Ya, hujan sangat deraslah
yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor.
2. Angin
Angin sepoi-sepoi dapat membuat suasana nyaman, apalagi jika udara sangat panas. Sedangkan
angin yang bertiup sangat kencang justru dapat merubah lingkungan fisik, seperti angin puting
beliung, tornado, dll.
3. Gelombang laut
Dalam hal ini disebut dengan abrasi. Abrasi adalah terkikisnya pantai yang disebabkan
gelombang laut atau ombak sehingga permukaan tanah di tepi pantai berubah bentuk.
4. Sinar matahari
Sinar matahari yang sangat panas akan merontokkan dedaunan, tanah menjadi kering, dan
kekurangan air. Sinar matahari yang sangat panas itu biasanya terjadi di musim kemarau.

Teman-teman sekarang sudah tahu kan faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya perubahan
lingkungan fisik itu... Sampai di sini dulu ya... Nantikan pelajaran selanjutnya... Sampai jumpa
lagi..
Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
Proses
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai faktor penyebab perubahan lingkungan
fisik
2. Peserta didik mampu mendemonstrasikan proses terjadinya erosi pada permukaan tanah.

Produk
1. Dengan tampa membuka buku, peserta didik mampu menjelaskan pengaruh faktor
penyebab perubahan lingkungan terhadap daratan (angin, hujan, cahaya matahari dan
gelombang laut).
Masih ingatkah bagaimana keadaan lingkungan di sekitar Anda sewaktu masih kecil? Pernahkah
Anda mendengar cerita dari orang tua mengenai keadaan lingkungan waktu mereka masih kecil?
Apakah lingkungan Anda pada waktu yang lalu masih sama dengan lingkungan yang ada
sekarang atau sudah berubah? Dapat dipastikan bahwa dari waktu ke waktu hampir semua
lingkungan telah mengalami perubahan. Perubahan lingkungan memengaruhi berbagai aspek
kehidupan.

Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia dapat menyebabkan gangguan terhadap
keseimbangan lingkungan. Gangguan itu timbul karena sebagian komponen lingkungan menjadi
berkurang fungsinya.

Apa yang menyebabkan Perubahan Lingkungan? Apa pula yang terjadi jika lingkungan berubah?
Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh banyak hal yang secara garis besar dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu karena faktor kesengajaan manusia dan karena faktor alami. Baik perubahan
lingkungan karena faktor manusia maupun karena faktor alam sama-sama menimbulkan dampak
yang harus ditanggung manusia.

1. Perubahan Lingkungan Karena Faktor Manusia

Aktivitas manusia untuk selalu memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya
telah memberikan kontribusi bagi terjadinya berbagai perubahan lingkungan. Banyak sekali
aktivitas atau kegiatan manusia yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan, misalnya
penebangan hutan, penambangan, pembangunan perumahan, dan penerapan intensifikasi
pertanian. Sering kali, manusia tidak menyadari bahwa kegiatan-kegiatannya yang bermaksud
baik dan tidak mengganggu lingkungan pada akhirnya dapat merusak lingkungan. Contohnya,
penggunaan pupuk buatan dan penyemprotan pestisida untuk meningkatkan produksi pertanian
pada akhirnya malah mencemari lingkungan.

A. Penebangan Hutan

Penebangan atau penggundulan hutan, apalagi yang dilakukan secara liar, akan merusak
ekosistem hutan dan mengurangi fungsi hutan sebagai penahan dan penyimpan air serta
pemelihara tanah (Gambar di bawah). Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang.
Penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah dan banjir di musim hujan,
sedangkan di musim kemarau akan menyebabkan kekurangan air. Penebangan hutan
memunculkan akibat lain, yaitu makin sempitnya habitat berbagai jenis satwa hutan seperti gajah,
harimau, babi hutan, dan ular sehingga mereka mencari makanan ke permukiman manusia. Hal
itu tentu saja mengganggu kehidupan manusia. Selain itu, musnahnya hutan juga menyebabkan
hilangnya berbagai plasma nutfah yang sangat berharga.

Penebangan hutan menimbulkan masalah yang kompleks


B. Penambangan Liar

Kegiatan penambangan, apalagi dilakukan secara liar, dapat menyebabkan rusaknya ekosistem
asal, khususnya yang terletak di atas lokasi tambang. Penambangan biasanya menyisakan lubang-
lubang bekas galian atau limbah (tailing). Perubahan topografi ini dapat menyebabkan banjir atau
tanah longsor. Selain itu, lahan bekas tempat penambangan liar sering kali menjadi tandus dan
tidak dapat ditanami karena lapisan humusnya terkikis serta terkadang mengandung zat-zat kimia
yang berbahaya.

C. Pembangunan Perumahan

Makin banyaknya jumlah populasi manusia men untut tersedianya tempat tinggal yang makin
banyak pula. Itu berarti makin banyak lahan yang digunakan untuk membangun perumahan.
Sekarang ini di mana-mana dibangun perumahan baru. Tidak jarang, lahan yang dijadikan
perumahan merupakan daerah-daerah subur yang seharusnya digunakan sebagai lahan pertanian
untuk mencukupi kebutuhan pangan. Dengan makin padatnya populasi manusia, lahan yang
semula produktif menjadi makin langka. Tanah terbuka makin jarang karena banyak yang ditutup
oleh aspal, semen beton, ataupun rumah. Jalan-jalan dan halaman di kampung banyak yang
ditutup dengan semen sehingga air hujan sulit meresap ke dalam tanah. Jumlah pohon pun
berkurang. Akibatnya, ketika musim hujan sering terjadi banjir dan pada siang hari udara menjadi
sangat panas.

D. Penerapan Intensifikasi Pertanian


Penerapan intensifikasi pertanian memang diakui dapat meningkatkan produksi pangan, tetapi
juga memiliki dampak yang merugikan. Sebagai contoh, penggunaan pupuk dan pestisida yang
tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Vegetasi alami. Di lahan yang belum digarap, tumbuh bermacam-macam jenis tumbuhan.
Pembukaan lahan pertanian pada dasarnya menghilangkan banyak tumbuhan liar (Gambar di
atas) dan menggantikannya dengan hanya suatu jenis tanaman, misalnya padi, gandum, atau
jagung (Gambar di bawah). Penanaman satu jenis tanaman unggul tertentu dalam satu lahan,
dikenal dengan nama pertanian monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman makhluk hidup
sehingga keseimbangan ekosistem menjadi sangat rentan atau tidak stabil. Hal itu dapat
menyebabkan terjadinya ledakan hama.

Pertanian mono kultur. Lahan ini hanya ditumbuhi oleh satu jenis tanaman, tanaman lainnya
dihilangkan.
Tekanan yang berlebihan terhadap lahan, misalnya intensifikasi pertanian, penggembalaan
berlebihan (overgrassing), penggundulan hutan, dan penambangan, dapat menyebabkan
meluasnya lahan kritis. Dalam jangka panjang, lahan-lahan kritis dapat mengarah ke proses
terbentuknya gurun (penggurunan atau desertification) .

2. Perubahan Lingkungan Karena Faktor Alam

Lingkungan di bumi yang kita tempati ini sebenarnya selalu berubah. Pada awal
pembentukannya, lingkungan di bumi sangat panas sehingga tidak ada satu pun bentuk kehidupan
yang mampu hidup. Namun, dalam jangka waktu yang sangat lama dan secara berangsur-angsur
lingkungan bumi berubah menjadi lingkungan yang memungkinkan adanya bentuk-bentuk
kehidupan. [baca: teori asal usul kehidupan] Perubahan lingkungan itu terjadi karena adanya
faktor-faktor alam. Beberapa faktor alam yang diketahui dapat mengubah lingkungan, antara lain
bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, gelombang tsunami, tanah longsor, banjir,
angin ribut, ataupun kebakaran hutan. Manusia tidak akan mampu mencegah faktorfaktor alam
tersebut.

Bencana alam, seperti kebakaran hutan, selain menyebabkan kerusakan hutan dan mengganggu
fungsi hutan, juga menyebabkan matinya berbagai organisme di hutan tersebut. Letusan gunung
api menyebabkan kerusakan lingkungan atau bahkan memusnahkan ekosistem seperti yang
terjadi pada waktu Gunung Krakatau meletus.

Dampak perubahan lingkungan dapat dirasakan baik secara lokal maupun global. Secara lokal,
misalnya dampak pencemaran Kali Ciliwung mungkin hanya dirasakan oleh warga Jakarta dan
sekitarnya. Sementara itu, dampak penebangan ataupun pembakaran hutan tropis, yang
menyebabkan perubahan iklim global, dirasakan oleh seluruh dunia. Anda tentu dapat
memberikan contoh lainnya.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan seperti
erosi, abrasi, banjir dan longsor
2. Siswa dapat mendeskripsikan bagaimana cara pencegahan kerusakan lingkungan
3. Siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan tentang bagaimana agar tidak terjadi
kerusakan dan bagaimana cara pencegahan kerusakan lingkungan tersebut
4. Siswa dapat melakukan percobaan sesuai dengan prosedur yang ada mengenai ketahanan
beberapa kondisi tanah terhadap bahaya erosi
5. Siswa dapat menjelaskan makna dari percobaan tersebut
6. Siswa dapat menyimpulkan sendiri materi yang diberikan

PENGARUH PERUBAHAN FISIK TERHADAP DARATAN (EROSI, ABRASI, BANJIR,


DAN LONGSOR)

Sumber: e. explore, Earth


Lingkungan tidak selamanya tetap. Setiap waktu tentu mengalami perubahan. Antara makhluk
hidup dan lingkungannya senantiasa berinteraksi. Akibat kegiatan manusia dan proses alam
secara langsung atau tidak langsung akan mempunyai dampak terhadap lingkungan di daerah
tertentu. Pengaruh perubahan lingkungan terhadap makhluk hidup bervariasi. Perubahan
lingkungan dapat dipengaruhi oleh angin, hujan, matahari, dan gelombang air laut. Bagian alam
atau lingkungan yang paling terpengaruh adalah permukaan bumi. Permukaan bumi meliputi
daratan dan wilayah sebaran air, serta makhluk hidup yang tinggal di sana. Tanah yang gundul
mudah terkikis oleh air. Hal ini karena air hujan yang meresap ke dalam tanah sangat sedikit.
Akibatnya, tanah menjadi longsor. Bagaimanakah cara mencegah terjadinya pengikisan tanah ?
1. Erosi

Sumber: Encarta Encyclopedia

Perhatikan gambar di atas! Pada gambar tersebut, tanahnya dibuat berundak undak. Tahukah
kamu apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk mencegah erosi. Erosi perlu dicegah karena erosi
dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Erosi merupakan salah satu penyebab
berkurangnya kesuburan tanah. Dengan terjadinya erosi, lapisan tanah yang subur hanyut terbawa
arus air. Lama kelamaan, tanah menjadi tandus. Tanaman tidak dapat tumbuh di tanah yang
dilanda erosi, karena di lahan ini, tidak cukup tersedia zat hara yang dibutuhkan tanaman. Erosi
tanah paling mudah terjadi di lereng-lereng bukit. Air hujan mengalir menuruni lereng-lereng
dengan deras dan menghanyutkan banyak tanah. Erosi dapat pula terjadi di tanah terbuka yang
datar. Hujan lebat dapat menghayutkan dengan cepat lapisan tanah paling atas yang subur dari
dataran terbuka.

2. Abrasi

Adanya hutan bakau dapat mencegah abrasi


Sumber: Encarta Encyclopedia

Apakah abrasi itu? Abrasi merupakanpengikisan pantai akibat gelombang air Laut. Abrasi dapat
merusak ekosistem pantai. Abrasi dapat merusak karang dan menghanyutkan pasir, sehingga
hewan seperti kepiting, kerang, atau pohon kelapa tidak dapat bertahan di sana. Apakah abrasi
dapat dicegah? Abrasi dapat dicegah dengan pemasangan beton berbentuk balok atau tabung
yang amat berat. Beton ini digunakan untuk memecah ombak atau gelombang air laut. Abrasi
pantai juga dapat dicegah dengan melakukan penanaman pohon bakau. Akar tunjang pada pohon
bakau yang besar dan banyak dapat berfungsi untuk memecah ombak.

3. Banjir
Sumber: donnaisrafileswordpress.com
Apa penyebab terjadinya banjir? Hujan yang terus menerus tanpa diimbangi sistem drainase yang
baik dapat menimbulkan bahaya banjir. Hujan membuat air sungai meluap. Luapan air sungai
mengakibatkan banjir di daerah sekitar aliran sungai. Luapan air sungai sanggup memutuskan
jembatan dan mengikis jalan aspal. Jalan aspal menjadi berlubang jika terlalu lama terendam
banjir. Banjir dapat menimbulkan kerugian seperti tanaman menjadi rusak, panen gagal,
merusakkan setiap barang yang terendam, mengotori lingkungan, menimbulkan bibit penyakit,
dan banyak lagi kerugian banjir lainnya. Banjir menimbulkan banyak kerugian, sehingga banjir
perlu dicegah agar tidak terjadi. Pencegahan banjir dapat dilakukan dengan cara tidak membuang
sampah di sungai atau selokan, membuat drainase yang baik, tidak menyemen semua tanah
karena bisa mengurangi resapan air, menanam banyak tumbuhan karena tumbuhan dapat
menyimpan air hujan.

4. Longsor

Sumber: Encarta Encyclopedia


Tanah longsor terjadi di daerah yang miring. Pembangunan di daerah perbukitan dapat
menyebabkan longsor. Banyaknya pohon-pohon yang ditebangi membuat longsor semakin cepat
terjadi. Hal ini dikarenakan pohon-pohon dapat mencegah angin yang bisa menimbulkan longsor.
Pohon juga dapat menahan longsor karena pohon dapat mencegah erosi. Perhatikan gambar di
bawah, tampak lerengnya ditumbuhi beberapa tanaman yang jumlahnya banyak. Terlihat juga
sawah yang dibuat terasering. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi terjadinya erosi.