Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIK

Disusun Oleh :

Mega Yasma Adha 2015510005

Ales Surya Yafandi 2015510010

Mardiani Siregar 2015510020

Randi Eka Putra 2015510033

Angga Yayang Putra 2015510036

JURUSAN TEKNIK GEODESI


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu sistem pengolahan data yang sangat popular di beberapa negara
maju, khususnya dalam bidang survei dan pemetaan adalah Sistem Informasi
Geografis (SIG). SIG adalah system manual dan atau komputer yang digunakan
untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menghasilkan informasi baru
yang mempunyai rujukan spasial atau geografis. SIG muncul sebagai jawaban
atas sejumlah keterbatasan yang dihasulkan dengan teknik kartografi manual.
Kebutuhan terhadap informasi spasial baru dengan pengolahan cepat dan dinamis
mendorong para ahli untuk berkreasi menciptakan SIG.

1.2 Tujuan
Adapun dalam praktikum ini memiliki tujuan yaitu:
1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar Sistem Informasi Geografis.
2. Memperkenalkan konsep dan tahap georeferensi.
3. meregistrasi/Georeference peta JPEG ke georeference.
4. Bisa membuat struktur data atribut pada Sistem Informasi Geografi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengenalan Arcgis
SIG adalah sistem computer yang digunakan untuk memasukkan
(capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi,
menganalisa, dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-
posisi di permukaan bumi yang mana subsistem SIG antara lain :
1. Data Input adalah subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan
mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem
ini pula yang bertanggung jawab dalam mengkonversi atau
mentransformasikan format-format yang dapat digunakan oleh SIG.
2. Data output adalah subsistem ini menampilkan atau menghasilkan
keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk sofcopy
maupun bentuk hardcopy seperti : tabel, grafik, peta, dan lain-lain.
3. Data Management adalah subsistem ini mengorganisasikan baik sata
spasial maupun atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa
sehingga mudah sipanggil, di update, dan di edit.
4. Data Manipulation & Analisis adalah subsistem ini menentukan,
informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem
ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan
informasi yang diharapkan.
Didalam sistem informasi geografis (SIG) didifinisikan oleh
Federal Interegency Coodinating Commitee suatu sistem perangkat keras
dan perangkat lunak computer dan prosedur yang dirancang untuk
perolehan, pengolahan, manifulasi, analisis, pengturan, dan penampilan
data bereperensi kekurangann untuk penyelesaian perancangan serta
pengolahan masalah-masalah yang kompleks.

Dalam praktikum kali ini pada acara pertama adalah pengenalan


ArcGis 10.1 ArcGis adalah suatu perangkat lunak yang di desain pada
Graphical User Interface untuk pengolahan data spasial (Sistem Informasi
Geografi) yang terbaru. perangkat lunak ini, dapat melakukan display
(visualisasi data), eksplore, queri, dan analisa data spasial berikut data-data
tabuler yang menyertainya.
Dalam pengenalan ARCGIS 10.1 SIG membutuhkan masukan data
yang bersifat spasial maupun deskriptif.
Fitur-fitur geografi ini merepresentasikan permukaan bumi, seperti
fenomena alam (sungai dan vegetasi), bangunan (seperti jalan, saluran-
saluran, dinding, dan gedung-gedung), higga batas-batas suatu kawasan
atau negara.
a. Point (titik), biasa digunakan untuk merepresentasikan permukaan bumi
yang untuk ukuran sebuah garis atau polygon dinilai terlalu kecil.
Misalnya telepon umum, pom bensin dsb. Titik juga bisa
merepresentasikan lokasi seperti alamat suatu tempat, koordinat GPS, atau
puncak gunung.
b. Lines (garis) digunakan untuk menggambarkan suatu hal yang memiliki
jalur dan panjang, bukan suatu area, misalnya garis kontur, jaringan jalan,
sungai, listrik, kabel telepon, dsb.
c. Polygon (poligon) memperlihatkan suatu feature yang memiliki luas,
misalnya batas suatu Negara, tipe tanah, land system, atau batas-batas
kawasan lainnya.
2.2 Tugas Utama SIG
Berdasarkan desain awalnya tugas utama SIG adalah untuk
melakukan analisis data spasial. Dilihat dari sudut pemrosesan data
geografik, SIG bukanlah penemuan baru. Pemrosesan data geografik
sudah lama dilakukan oleh berbagai macam bidang ilmu, yang
membedakannya dengan pemrosesan lama hanyalah digunakannya data
digital. Adapun tugas utama dalam SIG adalah sebagai berikut :
a. Input Data, sebelum data geografis digunakan dalam SIG, data tersebut
harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam bentuk digital. Proses konversi
data dari peta kertas atau foto ke dalam bentuk digital disebut dengan
digitizing.
b. Pembuatan peta, proses pembuatan peta dalam SIG lebih fleksibel
dibandingkan dengan cara manual atau pendekatan kartografi otomatis.
Prosesnya diawali dengan pembuatan database. Peta kertas dapat
didigitalkan dan informasi digital tersebut dapat diterjemahkan ke dalam
SIG.
c. Manipulasi data, data dalam SIG akan membutuhkan transformasi atau
manipulasi untuk membuat data-data tersebut kompatibel dengan sistem.
Teknologi SIG menyediakan berbagai macam alat bantu untuk
memanipulasi data yang ada dan menghilangkan data-data yang tidak
dibutuhkan.
d. Manajemen file, ketika volume data yang ada semakin besar dan jumlah
data user semakin banyak, maka hal terbaik yang harus dilakukan adalah
menggunakan database management system (DBMS) untuk membantu
menyimpan, mengatur, dan mengelola data.
e. Analisis query, SIG menyediakan kapabilitas untuk menampilkan query
dan alat bantu untuk menganalisis informasi yang ada. Teknologi SIG
digunakan untuk menganalisis data geografis untuk melihat pola dan tren.
f. Memvisualisasikan hasil, untuk berbagai macam tipe operasi geografis,
hasil akhirnya divisualisasikan dalam bentuk peta atau graf. Peta sangat
efisien untuk menyimpan dan mengkomunikasikan informasi geografis.
Namun saat ini SIG juga sudah mengintegrasikan tampilan peta dengan
menambahkan laporan, tampilan tiga dimensi, dan multimedia.

2.3 Georeferencing Peta


Georeferensi adalah memberi nilai koordinat pada peta anolog atau
peta yang belum terkoreksi geometrik. Proses ini adalah tahapan sebelum
kita ingin melakukan proses analisi geografis lebih lanjut seperti digitasi
peta. Data Raster adalah salah satu data yang biasa dipakai pada
lingkungan Sistem Informasi Geografi.

Adapun yang menjadi langkah-langkah Georeferensi atau


Registrasi Peta adalah sebagai berikut :
1. Jalankan Aplikasi Arcgis 10.1.

Jika berhasil akan muncul tampilan seperti gambar dibawah


2. Klik customize , pilih toolbars, kemudian centang georefencing.
3. Lakukan Add data (Pilih Peta yang ingin kita registrasi) untuk
memanggil peta ke Arcgis 10.1.

Setelah dilakukan Add data,maka peta akan masuk ke dalam aplikasi


Arcgis 10.1

4. Pada Catalog,cari peta yang tadi sudah kita add di arcgis 10.1  Pilih
Peta tersebut  Klik Kanan pada peta tersebut  Pilih Properties.

5. Akan muncul tampilan seperti gambar dibawah.


6. Setelah muncul kotak Raster dataset properties, pilih spatial reference
lalu klik edit. Setelah itu pilih Geographic Coordinate System,Pilih
World,dan Pilih WGS 1984. Lalu klik OK.
7. Pilih Add control point pada toolbar,lalu pilih sudut peta yang ingin di
ikat.Jika sudah,Klik kanan dan input nilai DMS Longitude dan
Latitude nya.
8. Masukkan nilai DMS nya. Nanti hasilnya akan seperti gambar
dibawah.

9. Hasil dari input DMS harus dengan koreksi maksimal 0,5 bisa di cek
di view link table.
10. Lalu pilih rectify di Georeferencing,setelah itu save di folder yang kita
inginkan.

2.4 Digitasi Peta


Setelah melakukan Registrasi peta,selanjutnya dalam praktikum
kali ini kami melakukan digitasi peta.
Berikut langkah-langkah digitasi pada peta yang kami lakukan:
1. Pilih peta yang sudah diregistrasi yang sebelumnya telah di save.
2. Lalu,pada file peta tersebut buat folder Data Spasial. Caranya klik
kanan,pilih new,lalu new folder.

3. Pada folder data spasial buat folder baru (Sungai,Jalan,Tinggi


Titik,Kontur)
4. Lalu pada setiap folder di dalam data spasial buat file Shp nya. Pilih
folder yang ingin dibuat shp,lalu klik kanan New  Shapefile

5. Setelah kotak create new shape file muncul,isi nama shp dan tipe shp
nya.

6. Untuk memulai digitasi, pilih start editing  klik data yang ingin di
digit (misal : sungai). Lalu pilih Sungai,setelah itu pilih tabel create
features pilih sungai dan pilih line untuk constuction tool nya.
7. Mulai lakukan pendigitasian, tarik titik sepanjang garis sungai yang
ada. Jika sudah save,lalu stop editing. Digotasi selesai dilakukan.
2.5 Hasil Digitasi
1. Hasil Digitasi Keseluruhan
2. Hasil Digitasi Sungai
3. Hasil Digitasi Jalan

4. Hasil Digitasi Tinggi Titik


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
SIG sebagai metode dan teknologi mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan
pemetaan yang semula sangat sulit untuk dilakukan secara manual. Informasi
baru yang diperoleh dari hasil analisis SIG sangat akurat dan dapat dilihat pola
keruangannya, sehingga memudahkan proses perencanaan, pemantauan, dan
evaluasi pembangunan dan dapat menjadi pedoman untuk pengambilan
keputusan.

3.2 Saran