Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING DI DINAS SOSIAL


REHABILITASI USIA LANJUT DAN ANAK
(Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Bimbingan Konseling)
Dosen Pengampu : Dede Lukman, S.Sos.I, M.Ag

Disusun Oleh:
Abdul Muhaimin (1154010001)
Abdul Rohman (1154010002)
Aditya Faturrohman (1154010005)
Ai Otong Badrujaman (1154010009)
Anisah (1154010018)
Devi Rezkia (1154010037)
BKI 5 A

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat Rahmat dan Karunia-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan “Manajemen Bimbingan Konseling
di Dinas Sosisal Rehabilitasi Usia Lanjut dan Anak” dengan baik.

Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kehadirat Nabi Muhamad SAW,
beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan
menuju jalan yang Islami.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis mendapat banyak sekali bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak Dede
Lukman, S.Sos.I, M.Ag, selaku dosen mata kuliah Manajemen Bimbingan Konseling.
Kepada kedua orang tua, kerabat dan rekan-rekan sekalian yang telah memberikan
dukungan moril, dan kepercayaan yang sangat berarti.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna,
untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua
pihak agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

Bandung, 12 Desember 2017

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................

DAFTAR ISI ...................................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................

A. Latar Belakang ....................................................................................................


BAB II KAJIAN TEORITIS ...........................................................................................

A. Visi Misi ..............................................................................................................


B. Struktur Organisasi .............................................................................................
C. Rehabilitasi Anak dan Lanjut Usia .....................................................................
1. Pengertian Anak dan Lanjut Usia .................................................................
2. Sasaran ..........................................................................................................
3. Tujuan ...........................................................................................................
BAB III LAPORAN HASIL OBSERVASI ....................................................................

A. Perencanaan Program ..........................................................................................


B. Pelaksanaan Program ..........................................................................................
C. Hambatan dan Dukungan Program .....................................................................
D. Evaluasi Program ................................................................................................
E. Tindak Lanjut ......................................................................................................
BAB IV PENUTUP ........................................................................................................

A. Kesimpulan .........................................................................................................
B. Saran ....................................................................................................................
LAMPIRAN ....................................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penduduk lanjut usia di Indonesia masih dipercayai sebagai sosok
seseorang yang memiliki pengetahuan tentang agama dan norma-norma yang
baik yang terkadang menjadi sumber nasihat yang dibutuhkan oleh masyarakat
luas. Budaya Indonesia yang masih menghormati lanjut usia, sehingga lansia
dihormati dan dikasihi. Namun seiring dengan berjalannya waktu tentu
mengalami perbedaan, terjadinya degradasi nilai-nilai norma terhadap
penanganan lansia. Masalah yang dihadapi oleh lansia secara alami adanya
perubahan pada kesehatan, banyaknya jumlah lansia yang berada dalam garis
kemiskinan cukup besar dan adanya kecenderungan melemahnya nilai
kekerabatan, sehingga lansia kurang diperhatikan secara materi maupun non-
materi. Orang lanjut usia adanya keterlantaran karena miskin tanpa keluarga
atau memiliki keluarga tetapi tak mampu memberikan perawatan Menurut
Kepala Subdirektor Advokasi dan Pelayanan Sosial Kedaruratan Lanjut Usia.
Ketika penghasilan keluarga tidak mencukupi, lansia tidak hanya terlantar,
tetapi juga rentan dieksploitasi sehingga turun ke jalanan menjadi pengemis.
Namun ada juga lansia potensial, namun perlu juga pengawasan dan pembinaan
agar kehidupannya lebih produktif.
Dengan semua permasalahan pada lansia diatas, maka penulis di sini
memfokuskan pada penanganan lansia. Dengan melakukan observasi ke Dinas
Sosial bidang Rehabilitasi Anak dan Usia Lanjut. Dengan tujuan sejauh mana
peran dan tanggung jawab pemerintah atas penanganan usia lanjut dengan
menganalisis program-program yang ada di Dinas Sosial Kabupaten Bandung
khususnya pada bidang Rehabilitasi Anak dan Usia Lanjut.
BAB II

KAJIAN TEORITIS
BAB III
HASIL OBSERVASI
A. PERENCANAAN PROGRAM
Program kerja Dinas Sosial Kabupaten Bandung bagian Rehabilitasi Usia
Lanjut dan Anak telah disusun oleh pemerintah, kemudian Dinas Sosial
menjalankan program tersebut, dari berbagai macam program yang sudah
disiapkan pemerintah. Hanya beberapa program yang dijelaskan oleh narasumber
diantaranya :
1. Program bagi lansia yang sudah tidak potensial
Lansia yang tidak potensial adalah seseorang yang telah mencapai usia 60
(enam puluh) tahun ke atas, hidupnya tidak layak, tidak memiliki tempat
tinggal, makan sehari-hari susah, hidup sebatang kara, tidak memiliki keluarga,
atau pun lansia yang memiliki keluarga namun keluarganya tidak mampu untuk
memberikan kesejahteraan bagi lansia tersebut.
Untuk perencanaan program dari bidang rehabilitasi lanjut usia dan anak,
khususnya pada lansia yang sudah tidak potensial. Program dari pemerintah
telah disusun, kemudian Dinas Sosial dari bidang perencanaan akan
memberikan informasi dan arahan kepada setiap kecamatan, berupa surat untuk
melakukan pendataan disetiap kelurahan, kemudian kelurahan memberikan
instruksi kepada RW ataupun RT untuk mendata masyarakat yang lanjut usia
tidak potensial.
Dan kemudian ada program rehabilitasi berbasis masyarakat. Pada
perencanaan program ini, dari bidang rehabilitasi menekankan adanya
kesadaran dari masyarakat untuk menolong dan memberikan bantuan secara
langsung kepada lansia yang tidak potensial. Karena cara ini lebih efektif,
dibandingkan dari bidang perencanaan terjun langsung kelapangan dikarenakan
ada beberapa kendala berupa sumber daya manusia dan anggaran biaya. Dari
bidang rehabilitasi juga melakukan mediasi dengan departemen lain, seperti
depatemen kesehatan. Agar masyarakat lansia mendapatkan layanan kesehatan
secara intens.
Untuk program bantuan yang diberikan selain kesehatan, bantuan yang
diberikan pu berupa bantuan langsung dengan materi ataupun non materi.
Objek yang diberikan bantuan, Dinas Sosial melihat dari data yang ada,
sehingga memudahkan untuk melaksanakan program bantuan dan tindakan
selanjutnya.
Jadi, dari program yang telah dicanangkan pemerintah, bidang rehabilitasi
tidak bekerja sendiri, namun melibatkan banyak pihak, karena bidang
rehabilitasi, hanya untuk mengeksekusi lansia mana sajakah yang akan
diberikan bantuan dan selebihnya untuk menotering dan orang-orang yang
langsung terjun ke lapangan ada bidangnya masing-masing
2. Program bagi lansia potensial
Lansia yang potensial adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam
puluh) tahun ke atas, yang masih memiliki kemampuan untuk bekerja, dan
memiliki usaha, namun masih membutuhkan bimbingan agar kehidupannya
lebih sejahtera.
Program bimbingan dan layanan sosial bagian lansia potensial dilakukan di
kecamatan dengan prosedur Dinas Sosial dari bidang perencanaan, memberikan
arahan berupa surat kepada kecamatan untuk melakukan pendataan disetiap
kelurahan, kemudian kelurahan memberikan instruksi kepada RW atau RT
untuk mendata masyarakat yang lanjut usia potensial.
Dinas Sosial

Kecamatan

Kelurahan

RW

Usia Lanjut

Setelah adanya pendataan dari Dinas Sosial, kemudian Dinas Sosial melakukan
bimbingan melalui pelatihan-pelatihan yang bisa dilakukan di usia lanjut,
pelatihan ini bekerja sama dengan berbagai departemen diantaranya :
a. Departemen Agama
Memberikan bimbingan keagamaan tentang pemberdayaan melalaui
zakat, shadaqah, wakaf.
b. Departemen Kesehatan
Secara klinis memberikan informasi tentang pelayanan kesehatan, agar
masyarakat usia lanjut memahami tantang pentingnya kesehatan.
c. Departemen Pertenakan
Memberikan pelatihan dan pemahaman kepada mereka supaya
mengetahui tata cara bertenak sehingga mereka mampu
mengaplikasikannya sebagai suatu usaha yang memiliki penghasilan.
d. Departemen Koperasi
Memberikan pelatihan dan bimbingan sehingga mereka mampu
mengembangkan wirausaha yang sesuai dengan keinginan mereka.

B. PELAKSANAAN PROGRAM
Untuk pelaksanaan program, bantuan yang diberikan kepada lanjut usia yang tidak
potensial dan yang potensial berbeda.
1. Bantuan kepada lansia yang tidak potensial:
Setelah adanya data yang diberikan pihak kecamatan setempat, maka dari
bidang rehabilitasi akan mengeksekusi lansia yang tidak potensial disesuaikan
dengan anggaran yang diberikan oleh pemerintah. Bantuan yang akan diberikan
itu dengan proses, adanya pendataan setahun sebelumnya dan setelah data
keluar maka program langsung di jalankan.
Untuk pelaksanaan bantuannya, seperti layanan kesehatan, turun langsung
ke lapangan kepada lansia yang tidak potensial, apalagi kepada lansia yang
tidak mampu untuk pergi ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Bantuan
sandang pangan, akan diberikan secara langsung kepada lansia yang tidak
potensial melalui orang-orang teknisi di lapangan.
2. Bimbingan dan bantuan kepada lansia yang potensial
Setelah adanya data yang diberikan pihak kecamatan setempat, maka dari
bidang rehabilitasi akan mengeksekusi lansia yang tidak potensial disesuaikan
dengan anggaran yang diberikan oleh pemerintah.
Rehabilitasi program diberikan kepada lansia potensial, dengan bimbingan
sosial. Akan ada penyuluh untuk memberikan informasi dan bimbingan seputar
kegiatan para lansia khususnya di bidang kewirausahaan. Penyuluh ini sebagai
pendamping masyarakat lansia yang sebelumnya sudah memiliki pekerjaan,
namun masih harus adanya saluran bantuan agar lansia tersebut lebih produktif,
secara ekonomi lebih maju dan mampu hidup lebih sejahtera. Dan adanya
penyuluh ini agar memudahkan bantuan dari pemerintah tersampaikan dan
penyambung lidah masyarakat.
Pelaksanaan programnya yaitu penyuluh akan memberikan bimbingan
tentang usaha masyarakat lansia agar lebih maju, misalkan: lansia memiliki
warung sembako, maka akan diberikan arahan Sembilan pokok salah satunya
seperti beras, beras yang bagus yang seperti apa. Kemudian, lansia yang
berternak domba, bagaimana jenis domba yang bagus, dan bagaimana caranya
agar ternak domba menghasilkan uang dan sebagainya. Maka masyarakat lansia
yang potensial akan diberikan informasi mengenai itu, sampai ke proses
pelelangan.
C. HAMBATAN DAN DUKUNGAN PROGRAM
Dari bidang rehabilitasi lanjut usia dan anak, hambatan yang ditemui antaranya
adalah pertama, jeda waktu yang terlalu lama untuk menjalankan program karena
pendataan dilakukan di awal tahun dan pelaksanaan program harus menunggu
anggaran biaya yang biasanya, menurut narasumber dana cair di suku ke empat
setiap tahunnya. Kedua, dari anggaran yang tidak tentu dengan sasaran setiap dinas
disamaratakan sehingga pada waktu tertentu ada anggaran yang dipindahkan ke
dinas lain sesuai dengan prioritasnyam, misalnya : Terjadi bencana alam sehingga
membutuhkan biaya untuk kesehatan yang lebih besar diambil dari porsi dari
anggaran dinas yang lain. Selain itu hambatan yang ketiga, penyalahgunaan uang
untuk kepentingan sendiri, contohnya: dana yang sudah cair dan akan diberikan
kepada lanjut usia disalah gunakan seperti membeli rokok, biaya administari dan
lain-lain.
Dukungan untuk program rehabilitasi lanjut usia adalah pertama, pemerintah
bertanggung jawab atas dana yang diberikan, agar lanjut usia mendapatkan
kesejahteraan di masa depan. Kedua, adanya dukungan daripada setiap bidang
sehingga program yang dijalankan berjalan sesuai dengan harapan. Contohnya:
Membantu dalam proses pendataan atau bimbingan di lapangan. Ketiga, dukungan
dari masyarakat, dengan memberikan kerjasama apabila dibutuhkan oleh dinas.
Terakhir, dukungan sosial dari masyarakat, contohnya: tetangga yang memberikan
bantuan materi ataupun non material kepada lanjut usia yang tidak potensial.

D. EVALUASI PROGRAM
Untuk evaluasi program, program yang telah disiapkan oleh pemerintah, bidang
rehabilitasi hanya mengeksekusi mana saja kah lanjut usia yang akan diberikan
bantuan dengan melihat data yang ada. Setelah program bimbingan, bantuan yang
diberikan kepada lanjut usia telah tersalurkan, maka yang akan mengevaluasi
program yang telah terlaksana adalah bidang perencanaa. Bidang rehabibitasi
hanya mendapatkan informasi berupa berita acara, bahwa bimbingan dan bantuan
telah tersalurkan kepada lansia yang tidak potensial maupun lansia yang potensial.
Tidak di pungkiri oleh narasumber, bahwa di lapangan banyak terjadi kesalahan
mulai dari pemberian bantuan yang tidak sesuai dengan data, penyalahgunaan uang
untuk kepentingan sendiri. Namun, hemat narasumber kesalahan tersebut tidak
begitu banyak
E. TINDAK LANJUT
Memastikan kebertindaklanjutan program yang sudah untuk terus berjalan
setiap tahunnya. Kedua, menyampaikan aspirasi dan fakta di lapangan yang
disalurkan oleh masyarakat supaya program yang dijalankan lebih produktif dan
bermanfaat bagi masyarakat lanjut usia. Ketiga, Melakukan perbaikan dari masa ke
masa, agar masyarakat lanjut usia lebih terjamin kesejahteraan masa depannya.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
LAMPIRAN