Anda di halaman 1dari 11

2/26/2018

Bab 2
Teori Baik-buruk Etis

Objektif
• Memahami berbagai konsep baik-buruk etes

1
2/26/2018

2.1 Konsep Baik Buruk


• Pertanyaan yang timbul sejak awal orang
belajar etika adalah pakah baik dan buruk
bersifat mutlak atau ditetapkan oleh
seseorang/oknum/sekelompok orang?
• Terdapat dua aliran mengenai hal ini:
– 1. Ditetapkan (Konvensi/I’tibari)
– 2. Realitas Objektif

2.1.1 Konsep Baik-Buruk Konvensi

• Bila baik-buruk adalah suatu yang ditetapkan oleh


oknum, maka baik buruk perbuatan akan bersifat
subyektif dan relatif.
• Pandangan ini didukung oleh Ashiphorus dan
Asyariyah.
• Alasan-alasan:
– Pada kenyataannya nilai baik-buruk berbeda-bada
pada waktu dan tempat (masyarakat) yang berbeda.
– .................

2
2/26/2018

2.1.2 Konsep Baik-buruk Realitas Objektif

• Bila baik buruk adalah realitas, maka baik buruk bersifat obyektif, dan
mutlak.
• Pandangan ini didukung: Nelson, F. Copleston, GE Moore, Betrand Russel,
dan kaum Adliyah.
• Pandangan ini lebih kuat dari pandangan sebelumnya dengan alasan-
alasan berikut:
– Bahwa nilai baik buruk pastilah sudah ada sebelum ketetapan apapun
diberlakukan.
– Baik buruk ada pada semua masyarakat, dan bersifat objektif, khususnya pada
hal yang bersifat umum.
– Orang dari berbagai latar belakang bisa berbicara mengenai baik-buruk, dan
berusaha mencari titik temu, dari perbedaan yang ada.
– Baik-buruk etis adalah salah satu ukuran kesempurnaan manusia, yang
bersifat objektif, dengan belajar etika dan mengamalkannya maka manusia
akan mencapai peningkatan kesempurnaan yang objektif dan hakiki, bukan
kesempurnaan yang dibuat-buat.
– Dll.

Teori Baik-buruk Etis


• Pada dasarnya teori baik-buruk bisa dibagi
menjadi dua:
– Bedasarkan nilai perbuatan itu sendiri
– Berdasarkan akibatnya
• Berbagai teori baik-buruk:
1. Utilitarian Theory
2. Duty Ethics
3. Rights Theory
4. The Virtue Theory
5. Self-realisation Ethics
6. Justice (Fairness) Theory

3
2/26/2018

• Strike & Soltis (1985), mengemukakan dua tipe


teori tentang etika, yaitu:
– teori Konsekuen (Consequentia list Theory) dan
– Teori Nir-konsekuen (Nonconsequentia list Theory).
• Teori Konsekuen (Inggris Jeremy Bentham , 1748-
1832 dan John Stuart Mill 1806-1873,
menyatakan bahwa masalah bermoral atau tidak,
ditentukan berdasarkan konsekuensi tindakan
tersebut atau yang konsekuens i yang terbaik.

• Kosekuen:
– Utilitarian Theory
• Nir Konsekuen:
– Duty Ethics
– Rights Theory
• The Virtue Theory
• Self-realisation Ethics
• Justice (Fairness) Theory

4
2/26/2018

Teori Utilitarian
• Diajukan pada abad ke 19 oleh Jeremy Bentham
dan John Stuart Mill untuk membantu legislator
menentukan hukum yang secara moral terbaik.
• Menyatakan bahwa tindakan yang benar adalah
maksimalisasi konsekuensi ang baik (Good
consequences), yaitu bermanfaat atau
‘menimbang kebaikan atas keburukan’.
• Menimbang the costs and benefits.
• Tindakan yang benar adalah yang paling
menghasilkan kepuasan terbesar terhadap orang
yang terdampak.

Teori Utilitarian
• Dalam menganalisis masalah dalam
pendekatan ini, kita harus:
– Mengidentifikasi berbagai pilihan tindakan yang
tersedia bagi kita.
– Pertimbangkan pengaruh., manfaat atau
merugikan, dari setiap pilihan tindakan.
– Memilih tindakan yang akan menghasilkan
manfaat terbesar dan paling sedikit mudharatnya.
– Tindakan etis adalah salah satu yang memberikan
kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar.

5
2/26/2018

Teori Etika Kewajiban (The duty ethics theory)


• Dikemukakan oleh Immanuel Kant (1724-1804),
menyatakan bahwa :
• Tindakan merupakan konsekuensi dari pelaksanaan
kewajiban seseorang seperti, 'jujur', 'tidak menyebabkan
penderitaan pada orang lain', 'adil kepada orang lain,
termasuk kepada yang lemah dan tidak beruntung,
bersyukur dan berterimakasih, 'menepati janji' dll
• John Rawl, menekankan pentingnya tindakan tulus dan
sukarela disepakati oleh semua orang yang bersangkutan,
dengan asumsi tidak memihak. Rawl mengusulkan dua
prinsip moral dasar:
– setiap orang berhak atas fasilitas dan kebebasan yang sesuai
dan sama bagi orang lain, dan
– perbedaan dalam kekuatan sosial dan ekonomi bisa dibenarkan
hanya jika menguntungkan setiap orang, termasuk anggota
kelompok yang paling kurang beruntung.

Teori Hak (Right Theory)


• Oleh Immanuel Kant,
– Hak untuk akses terhadap kebenaran
– Hak atas privasi
– Hak untuk tidak terluka
– Hak untuk membuat persetujuan

• Locke memberi pendasaran pada teori hak milik. Hak milik ini
diperoleh manusia sejak lahir, muncullah paham tentang hak azasi
manusia. Sejak kelahirannya, manusia mempunyai hak atas segala
sesuatu yang diberikan oleh Allah dalam alam. Alam menjadi milik
bersama yang bisa dinikmati oleh semua demi kesejahteraan
manusia.

• HAM: Human rights are explained in two forms, namely liberty


rights and welfare rights.

6
2/26/2018

Teori Kebijaksanaan (Virtue Theory)


• Teori kebijaksanaan ini menekankan pada karakter daripada hak atau
kewajiban. Karakter adalah pola kebajikan (moral fitur-diinginkan).
• Teori yang dikemukakan oleh Aristoteles, menekankan pada anjuran untuk
bertindak pada keseimbangan antara perilaku- perilaku, emosi, keinginan,
sikap ekstrem dan memilih pertengahan antara ekstrem 'kelebihan' atau
'kekurangan'.
• Teori ini juga dikemukanan pemikir akhlak klasik muslim, seperti An-
Naraqi. Teori ini mengatakan bahwa fakultas-fakultas terpenting yang
dimiliki oleh jiwa manusia adalah:
– Potensi akal (al-quwwah al-aqliyyah) -malakuti.
– Potensi amarah (al-quwwah al-ghadabiyyah) -agresivitas.
– Potensi syahwati (al-quwwah al-shahwiyyah) - hewani .
– Potensi waham (al-quwwah al-wahmiyyah) -syaitani.
• Jika fakultas akal bisa mengkontrol dari fakultas lain, akan membuat
manusia berada pada posisi yang tepat dan menghidarkan dari sikap dan
perbuatan yang berlebin-lebihan; dan menjadikan manusia sejahtera dan
akan akan menjadi manusia yang berguna, jika tidak, akan menjadi
manusia jahat dan tidak berguna..

Teori Kebijaksanaan (Lanjutan)


• Yang terkuat dan paling murni kesenangan adalah kesenangan yang
dialami oleh fakultas akal. Ini adalah bentuk kesenangan yang baik
melekat dan alami untuk manusia. Ini adalah kenikmatan yang konstan,
tidak tunduk pada pengalaman berubah dalam kehidupan sehari-hari.

• Sebagai contoh: sedikit-sedikit marah, menunjukkan potensi amarah yang


terlalu besar, akan tetapi tidak bisa marah sekalipun dihina, juga tidak baik
dan menunjukkan potensi amarah yang terlalu lemah; moral yang baik
adalah marah pada saat dan kondisi yang tepat

Berlebihan Jalan Tengah Kurang


Keberanian Ceroboh, tanpa Bersikap berani takut
menghadapi resiko perhitungan sewajarnya
Munakahat Bebas, tanpa ikatan Nikah Larangan pernikahan
Bekerja Bekerja terlalu keras Seimbang Malas
Memberi/belanja Tanpa perhitungan, Hemat, sesuai Pelit, kikir
menuruti keinginan kebutuhan

7
2/26/2018

• Pengendalian diri:
– It is a virtue of maintaining personal discipline.
– It means a strong will and motivation and
avoidance of fear, hatred, lack of efforts,
temptation, self-deception, and emotional
response.
– It encompasses courage and good judgment also.
– Self-respect promotes self-control.

Teori Keadilan Justice (Fairness) Theory


• Berakar pada ajaran Aristoteles,
• Manyatakan bahwa: “equals should be treated equally
and unequals unequally.”
• The basic moral question in this approach is: How fair is
an action? Does it treat everyone in the same way, or
does it show favoritism and discrimination?
• Issues create controversies simply because we do not
bother to check the fairness or justice.
• Favoritism gives benefits to some people without a
justifiable reason for singling them out; discrimination
imposes burdens on people who are no different from
those on whom burdens are not imposed. Both
favoritism and discrimination are unjust and wrong.

8
2/26/2018

Self-realisation Ethics
• Right action consists in seeking self-fulfillment.
• In one version of this theory, the self to be
realized is defined by caring relationships with
other individuals and society.
• In another version called ethical egoism, the right
action consists in always promoting what is good
for oneself.
• No caring and society relationships are assumed.

RELIGION
• Religions have played major roles in shaping moral views and moral
values, over geographical regions.
• Christianity has influenced the Western countries, Islam in the
Middle-East countries, Buddhism and Hinduism in Asia, and
Confucianism in China.
• Further, there is a strong psychological link between the moral and
religious beliefs of people following various religions and faiths.
Religions support moral responsibility. They have set high moral
standards.
• Faith in the religions provides trust and this trust inspires people to
be moral. The religions insist on tolerance and moral concern for
others.
• Many professionals who possess religious beliefs are motivated to
be morally responsible.

9
2/26/2018

RELIGION (Lanjutan)
• Each religion lays stress on certain high moral standards.
• For example:
– Hinduism holds polytheistic (many gods) view, and virtues of devotion and
surrender to high order.
– Christianity believes in one deity and emphasizes on virtues of Love, Faith, and
Hope.
– Buddhism is non-theistic and focuses on compassion and
– Islam on one deity and adherence of ishan (piety or pursuit of excellence) and
prayer.
– Judaism stresses the virtue of ‘tsedakah’ (righteousness).
– But many religious sects have adopted poor moral standards, e.g., many
religious sects do not recognize equal rights for women.
• The right to worship is denied for some people. People are killed in the
name of or to promote religion. Thus, conflicts exist between the ‘secular’
and religious people and between one religion and another.
• Hence, religious views have to be morally scrutinized (harus diteliti).

Ringkasan Teori Etika


Aliran Penulis Tindakan BENAR secara moral, JIKA:
Utilitarianisme Mill Tindakan yang dilakukan menghasilkan kebaikan bagi
jumlah orang terbanyak
Brandt Tindakan yang dilakukan mengikuti aturan yang bila
dilaksanakan akan menghasilkan kebaikan bagi jumlah
orang terbanyak
Teori Kewajiban Kant Tindakan yang dilakukan mengikuti prinsip-prinsip yang
menghormati otonomi dan rasionalitas orang, atau
sebagai kewajiban yang dirasakan secara universal.
Rawls Tindakan yang dilakukan mengikuti prinsip-prinsip yang
akan disetujui oleh semua pelaku yang rasional dalam
situas ikontrak hipotetis yang menjamin sikap tidak
berpihak.
Teori Hak Locke, Melden Tindakan yang dilakukan merupakan cara terbaik untuk
menghormati hak-hak asasi manusia dari setiap orang
yang terkena pengaruh tindakan itu
Teori Aris toteles Tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan
Kebijaksanaan MacIntyre atau mendukung keutamaan-keutamaan yang relevan
yang dimengerti menjadi ciri-ciri karakter yang
memungkinkan untuk mencapai kebaikan-kebaikan
sosial
An-Naraqi fakultas akal bisa mengkontrol dari fakultas lain,
akan membuat manusia berada pada posisi yang
tepat dan menghidarkan dari sikap dan perbuatan
yang berlebin-lebihan

10
2/26/2018

• Apabila digabungkan dari berbagai teori diatas, bisa


disimpulkan bahwa suatu perbuatan merupakan baik bila
memenuhi keempat teori baik buruk tersebut. Bila tidak,
tidak meanggar salah satu dari teori tersebut. Dalam
banyak kasus engineering, hal ini tidak mudah dilakukan.

• Di antara berbagai teori etika di atas, teori kebijaksanaan


merupakan teori yang paling layak disebut teori etika,
karena memang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
etika atau akhlaq. Adapun ketiga teori yang lain, lebih
mengarah pada aspek hukum atau legal kemasyarakatan,
walaupun hukum juga bisa dikatakan merupakan bagian
dari etika.

Tugas
1. Sekarang ini terdapat berbagai bentuk multi
level marketing (MLM) yang berkembang di
masyarakat. Sebutkan dan jelaskan bentuk-
bentuk MLM tersebut.

2. Berikan penilaian anda terhadap berbagai


bentuk MLM tersebut, apakah baik atau
buruk. Berikan alasan berdasarkan teori baik-
buruk etis yang sudah dijelaskan.

11