Anda di halaman 1dari 18

Kas dan Setara Kas

Makalah
diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Perpajakan
dengan dosen pengampu Elia Rossa, S.E., M.Si, Ak., C.A.

FILDA ISNAENI 201510315- 139

GLEDYS JATITESIH GITASMARA 201510315- 121

LINGGANIS MARASELA 201510315- 087

ILHAM ATHO SHOBBAH 201510315- 123

REISA OSWALDO

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat


dan hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul Kas dan Setara Kas ini
dapat diselesaikan.
Penyusunan makalah ini diajukan untuk memenuhi Tugas kelompok
Presentasi Akuntansi Perpajakan pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
Universitas Bhayangkara.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga terselesaikannya makalah ini. Penulis menyadari bahwa
poposal ini tidak serta merta hadir tanpa bantuan dan dukungan dari semua
pihak. Mudah-mudahan segala sesuatu yang telah diberikan menjadi
bermanfaat dan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.
Penulis memahami sepenuhnya bahwa makalah ini tak luput dari
kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat
memberikan inspirasi bagi para pembaca untuk melalukan hal yang lebih
baik lagi.

Bekasi,27 Februari 2017


Penulis,

Kelompok 1

2
DAFTAR ISI

COVER..........................................................................................................1
KATA PENGANTAR................................................................................... 2
DAFTAR ISI................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah........................................................................4-5
1.2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kas Dan Setara Kas.................................................................6-8
2.2 Peraturan Perpajakan Mengenai Bunga Bank.....................................8-10
2.3 Kas dan Bank.....................................................................................10-11
2.4 Dana Kas Kecil .................................................................................11-13
2.5 Rekonsiliasi Saldo Kas......................................................................13-16

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan.............................................................................................17
3.2 Saran.......................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Sebagaimana telah kita ketahui bahwa pengertian dari Akuntansi
Perpajakan ialah Akuntansi yang diterapkan sesuai dengan peraturan
perpajakan. Dan di dalam mata kuliah ini terdapat salah satu bab yang
membahas tentang Kas dan Setara Kas. Maka dari itu semua disini tim akan
menyajikan pembahasan yang lebih mendalam tentang Kas da Setara Kas.
Kas merupakan alat pembayaran dan bagian dari Aktiva yang liquid,
yang dapat dipergunakan segera untuk memenuhi kewajiban finansial
perusahaan, Kas dapat berupa uang tunai atau simpanan pada Bank yang
dapat digunakan dengan segera dan diterima sebagai alat pembayaran
sebesar nilai nominalnya,seperti uang kertas dan logam, check dan bilyet
giro, simpanan di Bank dalam bentuk giro dan lain-lain.
Kas dan bank meliputi uang tunai dan simpanan-simpanan di bank
yang langsung dapat diuangkan pada setiap saat tanpa mengurangi nilai
simpanan tersebut. Kas dapat terdiri dari kas kecil atau dana-dana kas
lainnya seperti penerimaan uang tunai dan cek-cek (yang bukan mundur)
untuk disetor ke bank keesokan harinya
Setara Kas adalah Investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka
pendek dan yang dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa
menghadapi resiko perubahan nilai yang sangat signifikan.
Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya
kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas
kecil dicatat pada buku kas kecil dan hanya diposting ke buku besar sekali
saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Dana yang ditentukan dalam kas
kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh

4
melebihi ketentuan tersebut. Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat
dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat
yang berwenang.

Fungsi kas dalam suatu perusahaan sangat penting, karena hampir


setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berkaitan dengan
kas.Maka tanpa kas perusahaan tidak akan berjalan dengan lancar. Kas yang
diperlukan perusahaan baik digunakan untuk membiayai perusahaan sehari-
hari ataupun untuk pembelian aktiva tetap,memiliki sifat continue maupun
tidak continue. Sifat Continue, Untuk pembelian bahan baku, pembayaran
gaji dan upah, membeli suplies kantor habis pakai dll. Sedangkan Sifat
Tidak Continue, Untuk pembayaran pajak, Dividen, Angsuran, Hutang dll.

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kas Dan Setara Kas


Kas adalah uang tunai yang paling likuid sehingga pos ini biasanya
ditempatkan pada urutan teratas dari aset. Yang termasuk dalam kas adalah
seluruh alat pembayaran yang dapat digunakan dengan segera seperti uang
kertas, uang logam, dan saldo rekening giro di bank.
Menurut PSAK No 2, setara kas adalah investasi yang sifatnya likuid,
berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah
tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Pada
umumnya, hanya investasi dengan jatuh tempo asli tiga bulan atau kurang
yang memenhi syarat sebagai setara kas. Deposito yang jatuh temponya
kurang atau sama dengan tiga bulan dan tidak diperpanjang terus-menerus
(rollover) dapat dikategorikan sebagai setara kas.
Bank adalah saldo rekening giro yang dapat digunakan secara bebas
untuk membiayai kegiatan usaha. Yang tidak termasuk dalam pengertian kas,
baik menurut akuntansi maupun perpajakan adalah:

1. Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau rollover
Saldo rekening berupa deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan
atau rollover tidak termasuk dalam pengertian kas karena tidak dapat
digunakan sewaktu-waktu.

2. Prangko dan Materai Biasanya perusahaan mempunyai persediaan


prangko dan materai yang dapat dipakai sewaktu-waktu. Persediaan ini
tidak termasuk dalam pengertian kas, sekalipun persediaan ini sering
disimpan oleh kasir perusahaan. Apabila jumlahnya cukup besar, persediaan

6
ini dapat digolongkan ke dalam persediaan perlengkapan alat-alat kantor
(supplies)

3. Kas bon atau uang muka

Kas bon merupakan bukti penerimaan uang muka dari pegawai tidak dapat
digolongkan ke dalam kas. Kertas-kertas tersebut tidak dapat digunakan
sewaktu-waktu, sehingga tidak dapat dianggap uang tunai.

4. Cek mundur dan cek kosong Cek mundur tidak dapat diuangkan sampai
jatuh temponya sehingga tidak memenuhi syarat sebagai kas. Cek mundur
yang diterima untuk melunasi piutang belum mengurangi saldo piutang.
Apabila dapat diuangkan karena tidak cukup dananyadi bank, cek tersebut
disebut kosong. Cek kosong sama sekali tidak memiliki harga, sehingga
tidak dapat dianggap sebagai aset perusahaan.

Untuk keperluan penyusunan neraca komersial dan neraca fiskal, kas


dan bank dilaporkan sebesar nilai nominal. Perlakuan terhadap kas dan bank
dalam perpajakan dan akuntansi pada umumnya tidak jauh berbeda.
Ketentuan perpajakan tidak mengatur secara rinci mengenai teknik dan
metode pembukuan kas dan bank. Oleh karena itu, praktik akuntansi
komersial yang mengatur tentang teknik dan metode pembukuan kas dan
bank dapat diikuti sepenuhnya.

Untuk tujuan pengendalian kas dan bank, perusahaan pada umumnya,


melakukan pemisahan dana antar kas kecil (petty cash) dan kas besar(cash
on hand). Kas kecil umumnya dipakai untuk pengeluaran harian perusahaan
yang sifatnya rutin dan tidak besar jumlahnya. Kas besar umumnya dipakai
oleh perusahaan untuk pengeluaran tertentu dan disimpan oleh perusahaan
di dalam brankas. Dalam kas kecil dikenal dua sistem, yaitu :

7
1. Imprest fund system (sistem dana tetap dengan pencatatan transaksi dan
mutasi dana kas kecil dilakukan pada saat penggantian dana).
2. Fluctuating fund system (sistem dana berfluktuasi dengan pencatatan
transaksi dan mutasi dana setiap saat).

Wajib pajak (WP) dapat memilih salah satu dari kedua sistem di atas
dan semua itu diserahkan sepenuhnya pada praktik pembukuan WP.

2.2 Peraturan Perpajakan Mengenai Bunga Bank


Berdasarkan PP Nomor 131 Tahun 2000 dan KMK Nomor
51/KMK.04/2001, penghasilan dalam bentuk bunga yang didapat dari
deposito/tabungan, diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan jasa giro
(dengan pengecualian yang disebutkan di bagian selanjutnya) dikenakan
Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 Undang-undang PPh. Pengenaan pajak atas
penghasilan tersebut adalah: (a) sebesar 20 persen dari jumlah bruto dan
bersifat final apabila penerima penghasilan adalah WP dalam negeri dan
Bentuk Usaha Tetap, dan (b) sebesar 20 persen dari jumlah bruto atau
dengan tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B)
dan bersifat final apabila penerima penghasilan adalah WP luar negeri.
Penghasilan atas bunga deposito/tabungan, diskonto SBI, dan jasa giro
dipotong langsung oleh bank pembayar pada saat pembayaran atau
pembebanan biaya; pihak bank tersebut yang akan membayar atau menyetor
PPh 4 ayat 2 tersebut ke Kas Negara menggunakan Surat Setoran Pajak dan
melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak menggunakan Surat
Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 4 ayat 2.
Pemotongan pajak tidak dilakukan terhadap :

1. Bunga dari deposito dan tabungan serta diskonto SBI sepanjang jumlah
deposito dan tabungan serta SBI tersebut tidak melebihi Rp. 7.500.000
(tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang
dipecah-pecah.

8
2. Bunga data diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di
Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.

3. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau
diperoleh Dan Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri
Keuangan sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang
Dana Pensiun.

4. Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka


pemilikan rumah sederhana dan sangat sedehana, kaveling siap bangun
untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau rumah susun sederhana
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk dihuni sendiri.

Sehubungan dengan pajak final tersebut, pencatatan atas pendapatan bunga


secar fiskal disajikan pada jumlah neto pendapatan bunga yang diterima,
yaitu pendapatan bunga dikurangi PPh 4 ayat 2 atas bunga.
Contoh :
Pada tanggal 1 Januari 2012 PT. Kaya mendapatkan bunga tabungan
sebesar Rp.1.000.000. Atas pendapatan tersebut dipotong PPh Final sebesar
Rp.200.000 oleh pihak bank yang memberikan penghasilan.

1. Metode bruto (gross method)

Tanggal Keterangan Debit Kredit


1-Jan-12 Bank 800.000
PPh Pasal 4 Ayat (2) 200.000
Pendapatan Bunga 1.000.000

PPh Pasal 4 Ayat (2) diperlukan sebagai beban dan termasuk dalam beban
operasional beban umum dan administrasi.

9
2. Metode neto (nett method)

Tanggal Keterangan Debit Kredit


1-Jan-12 Bank 800.000
Pendapatan Bunga 800.000

Menurut transaksi tersebut pada dasarnya pelaporan atas pendapatan


bunga secara fiskal disajikan pada jumlah neto pendapatan bunga yang
diterima, yaitu pendapatan bunga dikurangi PPh 4 ayat 2 atas bunga dengan
jumlah Rp. 800.000. Hal tersebut sesuai dengan Buku Petunjuk Pengisian
SPT Tahunan PPh Badan.
Untuk jasa giro dan bunga deposito, perlakuan akuntansi
perpajakannya sama seperti perlakuan akuntansi perpajakan untuk bunga
tabungan. Karena penghasilan ini terkena PPh Final, maka harus dikoreksi
negatif dalam rekonsiliasi fiskal pada akhir tahun.

2.3 Kas dan Bank


Istilah “kas” menunjuk kepada alat pembayaran yang siap dan bebas
dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan, sedangkan
“bank” menunjuk kepada sisa rekening giro perusahaan di bank yang dapat
dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Dalam pengertian kas dan bank tidak termasuk dana yang disisihkan untuk
tujuan tertentu, persediaan prangko, cek mundur, cek kosong dari pihak
ketiga, dan rekening giro pada bank di lar negri yang tidak dapat segera
dipakai. Dalam peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1994, rekening giro
dimasukkan dalam kelompok tabungan. Kepada penabung, tabungan,
termasuk rekening giro, memberikan penghasilan berkala berupa bunga.
Dalam akutansi komersial, penghasilan bunga itu bukan merupakan
motivasi utama pembukaan rekening giro di bank, karena barangkali

10
jumlahnya tidak begitu berarti. Kalau terdapat bunga dari rekening giro,
akuntansi komersial akan mencatatnya sebagai penghasilan. Sesuai dengan
ketentuan perpajakan, bunga itu dikenakan pajak penghasilan dengan tarif
final 15% dan tidak boleh digabung dengan penghasilan yang lain(yang
dikenakan tarif umum). Oleh karena itu, untuk tujuan akuntansi perpajakan
penghasilan itu tidak perlu dicantumkan dalam kelompok penghasilan(kena
pajak) pada akhir tahun.
Bagaimana teknik dan metode pembukuan kas dan bank
diselenggarakan, ketentuan perpajakan tidak mengatur secara rinci. Jadi,
praktek akuntansi komersial dapat diikuti sepenuhnya. Untuk tujuan
pengendalian kas dan bank perusahaan melakukan pemisahan dana antara
kas kecil(dipakai untuk pengeluaran harian) dan kas besar (dipakai untuk
pengeluaran tertentu). Biasanya wajib pajak mengoperasikan kas kecil(petty
cash) dengan variasi antara (a) metode imprest (metode dana tetap dengan
pencatatan transaksi dan mutasi dana kas kecil dilakukan pada saat
penggantian dana) atau (b) metode dana berfluktuasi (dengan pencatatan
transaksi dan mutasi dana setiap saat). Semua itu diserahkan sepenuhnya
kepada praktek pembukuan wajib pajak. Demikian juga dengan
penyelenggaraan rekonsiliasi antara saldo kas dan saldo bank. Pada akhir
tahun buku, adanya akrualisasi biaya pada sistem kas kecil dengan metode
dana tetap dan sebagai akibat penyesuaian (biaya dan penghasilan) karena
rekonsiliasi saldo kas dengan saldo bank, dalam penyelenggaraan
pembukuan untuk keperluan perpajakan adanya biaya dan penghasilan dari
akrualisasi. Penyesuaian itu harus disesuaikan dengak ketentuan perpajakan
yang berlaku.

2.4 Dana Kas Kecil


Dana Kas Kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar
pengeluaran kecil. Terdapat dua metode pencatatan atas dana kas kecil yaitu:

1. Metode Imprest Fund (Metode Saldo Tetap)

11
Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar
disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil.
Saldo rekening ini tetap jumlahnya. Oleh karena itu jika ada pengeluaran
kas kecil pengeluaran ini tidak dibuat jurnal. Jurnal pengeluaran dilakukan
pada saat pengisian kembali (replenishment) yang biasanya dilakukan
dengan menerbitkan cek sesuai bukti-bukti pengeluaran dari petugas kas
kecil.Jika pada akhir tahun ada pengeluaran kas kecil yang belum diisi
kembali, dengan sistem ini pengeluaran ini tentu belum dicatat, maka pada
akhir tahun dibuat jurnal penyesuaian dengan men-debet biaya atau aset dan
meng-kredit rekening ”Kas Kecil”. Selanjutnya pada awal tahun berikutnya
jurnal penyesuaian ini dijurnal balik (direverse), agar pembukuan waktu
pengisian kembali atas pengeluaran tersebut konsisten dengan pembukuan
pada waktu yang lain.
Akuntansi untuk dana kas kecil meliputi akuntansi saat pembentukan,
pengisian kembali, dan ayat jurnal penyesuian jika pada akhir tahun ada
pengeluaran yang belum diisi kembali.

2. Metode Saldo Berfluktuasi


Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar
disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil.
Petugas kas kecil membuat catatan atas kas kecil. Untuk membuat jurnal
dianalisis dengan seksama transaksi yang berkaitan dengan kas kecil. Pada
hakikatnya hanya ada dua transaksi yaitu: (1) transaksi yang menambah Kas
Kecil, dan (2) transaksi yang mengurangi Kas Kecil.
Transaksi yang menambah kas kecil adalah transaksi pengisian kas kecil
atau replenishment. Transaksi yang mengurangi kas kecil umumnya adalah
untuk pembayaran biaya tertentu atau pembelian harta tertentu.
Karena metode saldo berfluktuasi tidak dipakai oleh pemerintah, maka
modul ini tidak memberikan ilustrasi rinci mengenai metode saldo
berfluktuasi.

12
Jurnal untuk membukukan transaksi kas kecil adalah sebagai berikut:
Transkasi Imprest Fund System Fluctuating Fund System
Pembentukan kas kecil Kas Kecil xxx Kas Kecil xxx
Kas xxx Kas xxx
Bensin xxx
Kas Kecil xxx
Pengeluaran dengan Tidak ada jurnal. Tol&Parkir xxx
dana kas kecil Kas Kecil xxx
Hanya menyimpan Alat Tulis xxx
bukti dari pengeluaran Kas Kecil xxx
tersebut Perangko xxx
Kas Kecil xxx
Pengisian kembali kas Bensin xxx
kecil Tol&Parkir xxx
Alat Tulis xxx Kas Kecil xxx
Perangko xxx Kas xxx
Kas xxx

2.5 Rekonsiliasi Saldo Kas


Untuk pengendalian, kas dapat disimpan di bank dalam bentuk
simpanan giro. Jika hal ini terjadi maka masing-masing fihak yaitu
perusahaan (nasabah) dan bank akan melakukan pencatatan atas saldo dan
perubahan dari saldo kas tersebut. Perusahaan melakukan pencatatan atas
uang yang disimpan di bank di perkiraan (akun) cash atau cash in bank.
Selanjutnya berdasarkan catatan bank, secara berkala bank biasanya
mengirimkan laporan ke nasabah yang lazim disebut rekening koran (bank

13
statement). Dengan demikian dapat dilakukan perbandingan antara data
menurut perusahaan dengan informasi yang dilaporkan bank.
Rekonsiliasi adalah tindakan membandingkan dua data untuk mencari
kesesuaiannya. Jika rekening koran bank tersebut dibandingkan dengan
catatan perusahaan, kemungkinan ada perbedaan yang dapat disebabkan
oleh hal-hal sebagai berikut:

1. Transaksi sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dilaporkan oleh


bank, seperti:
- setoran dalam perjalanan (deposit in transit), yaitu setoran yang dilakukan
oleh perusahaan (biasanya pada akhir suatu periode yang dicakup oleh
rekening koran) dan uang setoran tersebut telah diterima oleh bank tetapi
belum masuk dalam rekening koran bank karena rekening koran bank dibuat
mendahului setoran tersebut.
- Cek yang masih beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah dibuat
dan diserahkan oleh perusahaan kepada penerima tetapi sampai akhir
periode cek tersebut belum diuangkan di bank. Akibatnya perusahaan telah
mencatat pengeluaran tetapi bank belum.

2. Transaksi sudah dilaporkan di rekening koran bank, tetapi belum dicatat


oleh perusahaan, seperti:
- Biaya bank, yang dibebankan kepada nasabah dengan cara langsung
mengurangi saldo simpanan nasabah. Nasabah biasanya baru mengetahui
hal itu pada saat menerima rekening koran.
- Penerimaan tagihan oleh bank, jika bank telah menerima uang dari
pelanggan perusahaan , kadangkala bank memberi tahu hal tersebut
bersamaan dengan rekening koran.

3. Kesalahan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh bank,


misalnya cek untuk membayar gaji sebesar Rp 192.000.000,00 oleh petugas
akuntansi perusahaan dicatat sebesar Rp 129.000.000,00.

14
Berikut adalah ikhtisar tindakan dalam proses rekonsiliasi:

(a) Transaksi sudah dicatat oleh salah satu pihak tetapi belum dicatat oleh
pihak lain.
1. Setoran dalam perjalanan

Perusahaan sudah mencatat penambahan kas tetapi bank belum melaporkan


dalam rekening koran Saldo bank ditambah

2. Cek yang sedang beredar

Perusahaan telah mencatat sebagai pengeluaran kas tetapi bank belum


mencatat Saldo bank dikurangi

3. Biaya bank

Bank telah mengurangi saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum


mencatat
Saldo kas menurut perusahaan dikurangi

4. Bunga/jasa giro

Bank telah menambah saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum


mencatat Saldo kas menurut perusahaan ditambah

5. Debitur perusahaan menyetor ke rekening perusahaan di bank


Bank telah menambah saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum
mencatat Saldo kas menurut perusahaan ditambah

(b) Adanya kesalahan oleh bank atau oleh perusahaan.

1. Penerimaan kas terlalu besar dicatat oleh perusahaan Saldo kas menurut

15
perusahaan terlalu besar Saldo kas menurut perusahaan dikurangi

2. Penerimaan kas terlalu besar dicatat oleh bank Saldo kas menurut bank
terlalu besar Saldo bank dikurangi
3. Pengeluaran kas terlalu besar dicatat oleh perusahaan Saldo kas menurut
perusahaan terlalu kecil Saldo kas menurut perusahaan ditambah

4. Pengeluaran kas terlalu besar dicatat oleh bank Saldo kas menurut
rekening koran terlalu kecil Saldo kas menurut RK ditambah

5. Debitur perusahaan menyetor ke rekening perusahaan di bank Bank telah


menambah saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatat Saldo
kas menurut perusahaan ditambah

16
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kas adalah uang tunai yang paling likuid sehingga pos ini biasanya
ditempatkan pada urutan teratas dari aset. Sedangkan setara kas adalah
investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat
dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko
perubahan nilai yang signifikan.
Yang tidak termasuk dalam pengertian kas, baik menurut akuntansi
maupun perpajakan adalah:
1. Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau rollover
2. Prangko dan Materai
3. Kas bon atau uang muka
4. Cek mundur dan cek kosong
Kas Kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran
kecil. Terdapat dua metode pencatatan atas dana kas kecil yaitu:

- Metode Imprest Fund (Metode Saldo Tetap)

- Metode Saldo Berfluktuasi

3.2 Saran
Penulis tidak membatasi kritikan maupun saran yang ingin masuk.
Karena Tak ada gading yang tak retak, maka dari itu, penulis sendiri merasa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan sangat mengharapkan sekali
kritikan dari para pembaca.

17
DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno.dan Trisnawati Estralita. 2013. Akuntansi Perpajakan.


Jakarta. Salemba 4.
http: // radenbintang. Blogspot.com/

18