Anda di halaman 1dari 11

MATERI AUDITING I

Timbul dan Berkembangnya Profesi Akuntan Publik


Pada masa di mana jumlah informasi yang tersedia untuk pengambilan keputusan melalui basis
data elektronik, internet, dan sumber-sumber lainnya berkembang dengan cepat, ada kebutuhan
atas informasi agar lebih diandalkan, terpercaya, relevan, dan tepat waktu. Informasi yang
andal dangat dibutuhkan jika manager, investor, kreditor, dan badan pembuat peraturan
pembuat keputusan. Jasa audit dan assurance dapat membantu memastikan bahwa informasi
dapat diandalkan, terpercaya, relevan, dan tepat waktu. Bahkan audit menyediakan kerangka
kerja yang bermanfaat atau “toolbox” untuk meningkatkan keandalan informasi yang
digunakan oleh pembuat keputusan. Mempelajari kerangka ini membuat pelajaran audit
bernilai bagi akuntan masa depan dan pembuat keputusan bisnis.

 Berikut contoh yang menampilkan situasi dimana audit memasuki transaksi ekonomi serta
meningkatkan keandalan dan kredibilitas dari laporan keuangan suatu entitas :
 Conway Computer Company merupakan penjual grosir perlengkapan komputer seperti
disk drive dan sistem tape backup yang sukses. Perusahaan tersebut didirikan oleh george
dan jimmy steinbuker lima tahun yang lalu. Dua tahun yang lalu, sebuah perusahaan modal
ventura menyediakan modal yang dibutuhkan untuk pengembangan dengan membeli 40%
saham perusahaan. Conway computer berkembang dengan baik, dengan pendapatan dan
keuntungan meningkat sebesar 25% pertahun selama dua tahun terakhir. Steinbuker
bersaudara dan perusahaan modal ventura tersebut berencana menjual saham ke publik.
Mereka telah menghubungi beberapa perusahaan penjamin mengenai penawaran publik
ini. Perusahaan penjamin menginformasikan bahwa laporan keuangan perusahaan harus
diaudit terlebih dahulu oleh akuntan publik besar sebelum pernyataan pendaftaran dapat
diajukan kepada Badan Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat. Perusahaan menyewa
akuntan publik besar. Selanjutnya perusahaan berhasil menjual sahamnya ke publik.
 Situasi ini menunjukkan pentingnya audit bagi perusahaan pribadi maupun perusahaan
publik. Dengan menambahkan fungsi audit kepada tiap situasi, pengguna laporan
keuangan mendapatkan keyakinan memadai bahwa dalam laporan keuangan tidak
terkandung salah saji ataupun penghilangan yang material. Auditor dapat juga
memberikan keyakinan yang bernilai mengenai informasi operasi., keandalan dan
keamanan sistem informasi, serta pengendalian internal suatu entitas.

Jasa yang Dihasilkan Oleh Akuntan Publik


1. Jasa atestasi
Atestasi adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan seseorang yang independen
dan kompeten mengenai kesesuaian, dalam segala hal yang signifikan, asersi suatu entitas
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Auditor memberikan jasa atestasi dengan memberikan
pendapat tertulis yang berisi kesimpulan tentang keandalan asersi tertulis yang menjadi
tanggung jawab pihak lain.
 Audit
 Pemeriksaan (examination)
 Review
 Prosedur yang disepakati bersama (agreed upon procedures)

1
2. Jasa Non Atestasi
Jasa non atestasi adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak
memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain
keyakinan. Jenis jasa non atestasi yang dihasilkan oleh akuntan publik adalah jasa
kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen.
 Jasa akuntansi
 Jasa perpajakan
 Jasa konsultasi manajemen

Pengertian Audit
“Auditing adalah Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak
yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta
catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat
memberikan pendapat mengenai keawajaran laporan keuangan tersebut.” (Sukrisno Agoes)
“Auditing adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai suatuinformasi untuk
menetapkan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriterianya.
Auditing hendaknya dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen.” (Arens)

Definisi Auditing secara umum tersebut memiliki unsur-unsur penting sebagai berikut :
1. Suatu Proses yang sistematik.
2. Untuk memperoleh dan mengealuasi bukti secara objektif.
3. Pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi
4. Menetapkan tingkat kesesuaian
5. Kriteria yang ditetapkan
6. Penyampaian hasil
7. Pemakai yang berkepentingan

2
Jenis Audit dan Auditor
a. Audit Laporan Keuangan Audit Laporan Keuangan adalah audit yang dilakukan oleh
auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk
menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.
b. Audit Kepatuhan Audit kepatuhan adalah audit yang tujuaannya untuk menentukan
apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Hasil audit kepatuhan
umumnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang membuat kriteria. Audit kepatuhan
banyak dijumpai dalam pemerin tahan.
c. Audit Operasional Audit Operasional merupakan review secara sistematik kegiatan
organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu.

1. Auditor Independen Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan


jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan
yang dibuat oleh kliennya.
2. Auditor Pemerintah Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di
instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban
keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi atau entitas pemerintahan atau
pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah.

3
3. Auditor Internal Auditor Internal adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan
(perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan
apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi,
menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan
efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan
informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.

Laporan Audit
Laporan Audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan
masyarakat lingkungannya. Dalam laporan tersebut auditor menyatakan pendapatnya
mengenai kewajaran laporan keuangan auditan. Pendapat auditor tersebut disajikan dalan suatu
laporan tertulis yang umumnya berupa laporan audit baku.
Laporan Audit Baku
A. Paragraf pengantar dicantumkan sebagai paragraf pertama laporan audit baku. Terdapat
3 fakta yang diungkapkan oleh auditor dalam paragraf pengantar ;
1. Tipe jasa yang diberikan auditor
2. Objek yang diaudit
3. Pengungkapan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dan tanggung
jawab auditor atas pendapat yang diberikan atas laporan keuangan berdasarkan hasil
auditnya.
B. Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan
auditor.
C. Paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang
kewajaran laporan keuangan auditan.

5 (lima) Tipe Pokok Laporan Audit yang Diterbitkan oleh Auditor:


1. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian. (Unqualified Opinion)
2. Laporan yang berisi pendapat wajar dengan pengecualian. (Qualified Opinion)
3. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan.
(Unqualified Opinion with explanatory language)
4. Laporan yang berisi pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)
5. Laporan yang didalamnya auditor tidak menyatakan pendapat. (Disclamer Opinion)

Standar Auditing
A. Standar Umum
1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan
teknis yang cukup sebagai auditor.
2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental
harus dipertahankan oleh auditor.
3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan
kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
B. Standar Pekerjaan
1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus
disupervisi dengan semestinya.
2. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan
audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.

4
3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan,
permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan
pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
C. Standar Pelaporan
1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
2. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan
penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan
dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali
dinyatakan lain dalam laporan auditor.
4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan
secara keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.
Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus
dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan
auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang
dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

Laporan Auditor Independen


 [pihak yang dituju]
 Kami telah mengaudit neraca perusahaan XYZ tanggal 31 Desember 2xx1 serta laporan
laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan.
Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan
berdasarkan audit kami.
 Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Iondonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan
melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar
pengujian. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian
laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar
yang memadai untuk menyatakan pendapat.
 Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut diatas menyajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perushaan XYZ tanggal 31
Desember 2xx1, dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
 [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, no izin KAP)
 [tanggal]

Manfaat Audit Laporan Keuangan


Keterlibatan audit yang independen akan memberikan manfaat-manfaat antara lain, menambah
kredibilitas laporan keuangan, mengurangi kecurangan perusahaan, dan memberikan dasar
yang lebih dipercaya untuk pelaporan pajak dan laporan keuangan lain yang harus diserahkan
kepada pemerintah.

5
Kondisi yang menyebabkan perlunya auditing:
a. Ada potensi konflik antara penyedia informasi dan pemakai informasi.
b. Informasi kemungkinan mempunyai konsekuensi ekonomi yang substansial bagi
pengambil keputusan.
c. Para ahli sering diminta untuk menyiapkan dan mengklarifikasi informasi.
d. Para pengguna informasi sering mempertanyakan kualitas informasi.

Batasan Suatu Audit


1. Beberapa kesimpulan audit dibuat atas pemeriksaan atas contoh dari bukti yang ada.
Biasanya laporan keuangan didukung oleh ribuan bahkan jutaan dokumen. Proses audit
biasanya terbentur dengan biaya dan waktu dan membutuhkan sebuah pemeriksaan yang
mendukung pengungkapan laporan keuangan. Beberapa contoh dapat memberikan
keterbatasan untuk dipertimbangkan, meskipun demikian, kesimpulan dapat ditarik dari
pemeriksaan contoh bukti yang ada sebagai subjek ketidakpastian.
2. Beberapa bukti yang mendukung laporan keuangan harus didapatkan dari perwakilan
manajemen meskipun auditor dapat memperoleh bukti yang menguatkan atau bahkan
tidak menguatkan. Oleh sebab itu dibutuhkan kepercayaan penuh kepada perwakilan
manajemen. Jika integritas manajemen kurang, maka auditor dapat memberikan pendapat
yang tidak benar atas laporan keuangan
Kelemahan manusia seperti halnya kelelahan & kecerobohan dapat menyebabkan
auditor tidak melihat bukti-bukti yang berhubungan, memeriksa jenis bukti yang salah
atau menarik kesimpulan yang salah atas laporan keuangan yang diaudit.

ETIKA PROFESIONAL
Etika dan Moralitas
Ethos (Yunani) = Karakter
Mores (Latin) = Kebiasaan
Seperangkat prinsip-prinsip atau nilai-nilai yang berhubungan bagaimana seseorang bertindak
terhadap orang lain. Fokus kepada perilaku yang “benar dan salah”.

Perlunya Etika Profesional


Kebutuhan Etika dalam Profesi :
1. Kepentingan terhadap kepercayaan masyarakat
2. Eksistensi profesi sangat bergantung kepada kepercayaan publik terhadap mutu
pekerjaan profesi Akuntan Publik
3. Persaingan yang sangat ketat dapat mendorong seorang profesional berperilaku tidak etis
dan tidak profesional.

AKUNTAN PUBLIK DAN AUDITOR INDEPENDEN


Akuntan Publik
Akuntan yang berpraktik di KAP, yang menyediakan berbagai jasa yang diatur dalam SPAP
(auditing,atestasi ,akuntansi dan review , dan jasa konsultasi).
Auditor Independen
Akuntan publik yang menerima penugasan audit atas lap. Keuangan historis, yang
menyediakan jasa audit atas dasar Standar auditing yang tercantum dalam SPAP.

6
Kerangka Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia
1. Prinsip Etika
2. Aturan Etika
3. Interpretasi aturan etika
4. Tanya dan jawab

 Prinsip etika mengikat seluruh anggota IAI, dan merupakan produk kongres.
 Aturan etika mengikat kepada anggota kompatemen dan merupakan produk rapat
anggota kompartemen. Aturan Etika tidak boleh bertentangan dengan prinsip etika.
 Interpretasi aturan etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh badan yang
dibentuk oleh kompartemen setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-
pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa
dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.
 Pernyataan etika profesi yang berlaku saat itu dapat dipakai sebagai interpretasi dan atau
aturan etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

7
Kode Etik Akuntan
PRINSIP ETIKA
a. Tanggung jawab profesi
b. Kepentingan umum (Publik)
c. Integritas
d. Objektifitas
e. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
f. Kerahasiaan
g. Perilaku profesional
h. Standar teknis
Tanggung jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang
dilakukannya.
Anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.
Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk
mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan
tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.
Kepentingan umum (Publik)
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada
publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa
jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang
diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya
untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya,
anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai
profesionalisme yang tinggi.
Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional.
Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan
(benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus
terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik
tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang
tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau
peniadaan prinsip.
Objektivitas
Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan
anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur
secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau
dibawah pengaruh pihak lain.
Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas
mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi,
perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan
sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan
dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih

8
orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus
melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
Kompetensi dan kehati-hatian profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan
ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan
profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja
memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman
dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan
kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota
atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak
lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi
masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan
memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.
Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan
jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa
persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk
mengungkapkannya.
Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan
kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban
kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama
melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. Anggota mempunyai kewajiban
untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh
melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah
hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir
Perilaku profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan
menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi
oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga,
anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
Standar teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan
standar profesional yang relevan.
Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk
melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip
integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota
adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of
Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

ATURAN ETIKA
1. Independensi, Integritas, Objektivitas
2. Standar Umum Prinsip Akuntansi
3. Tanggung Jawab Kepada Klien
4. Tanggung Jawab Kepada Rekan

9
5. Tanggung Jawab dan Praktik Lain
 Independensi : cara pandang tidak memihak dalam pelaksanaan pengujian evaluasi hasil
dan penyusunan laporan audit , meliputi : independent in fact (dalam fakta) , independent
in appearance (dalam penampilan).
 Integritas : bersikap jujur dan terbuka
 Objektivitas : bebas dari conflict of interest
 Standar Umum : Kompetensi Profesional, Kecermatan dan keseksamaan Propfesional,
Perencanaan dan Supervisi, Data relevan yang memadai.
 Kapatuhan terhadap standar : Wajib mematuhi standar standar yang telah ditetapkan.
 Prinsip-Prinsip Akuntansi : Tidak diperkenankan menyatakan pendapat atau memberikan
penegasan bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau menyatakan bahwa tidak ditemukan
perlunya modifikasi material terhadap laporan tersebut agar sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku, apabila laporan tersebut memuat penyimpangan material dari
prinsip akuntansi.
 Tanggung Jawab Kepada klien : Kerahasiaan Informasi Klien ; tidak diperkenankan
mengungkapkan rahasia klien, kecuali atas ijin klien untuk mematuhi pereturan dan
keperluan review mutu atau penyidikan/penegakan disiplin oleh anggota IAI. Fee
Profesional : Besaran fee, ditentukan berdasarkan tingkat risiko,kompleksitas jasa,tingkat
keahlian, struktur biaya KAP dan lainnya serta tidak diperkenankanmendapatkan klien
dengan cara menawarkan fee yang dapat merusak citra profesi. Fee Kontinjen (yang
ditetapkan): tidak diperkenankan bila dapat mengganggu independensi.
 Tanggung Jawab Kepada Rekan : Tanggung Jawab Kepada Rekan Seprofesi;
memelihara citra Profesi, Tidak merusak reputasi rekan seprofesi. Komunikasi Antar
Akuntan Publik ; wajib komunikasi dengan profesi dan auditor, Profesi wajib menanggapi
secara tertulis perikatan (penugasan) atestasi. Perikatan Atestasi ; tidak diperkenankan
mengadakan perikatan atestasi yang atestasi dan periodenya sama dengan perikatan yang
dilakukan oleh akuntan yang lebih dahulu ditunjuk oleh klien, kecuali karena peraturan.
 Tanggung Jawab dan Praktik Lain : Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan
sesama profesi. Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran Lainnya.Komisi dan Fee Refeal.
Bentuk Organisasi dan KAP.

TANGGUNG JAWAB HUKUM AUDITOR

A. Pelaporan Pelanggaran Kode Etik Sangsi yang diberikan atas pelanggaran kode etik oleh
Akuntan, berupa :
1. Peringatan tertulis
2. Teguran tertulis
3. Skorsing sementara waktu
4. Pemecatan.

B. Kegiatan Melanggar Hukum


1. Penyuapan kepada pejabat kantor Pajak
2. Dengan sengaja tidak menyerahkan SPT
3. Penentuan besarnya honorarium berdasarkan pada hasil audit (Contingent fee).

10
C. Publisitas dan Advertensi
Akuntan publik tidak diperkenankan dalam menjalankan profesisamengusahakan reklame atau
sengaja membiarkan reklame diusahakan untuk kepentingannya. Publisitas individual bisa
diterima selama tidak menyesatkan,disajikan dengan wajar, menjungjung tinggi nilai
profesinalisme, dan tidak dilakukan berulang-ulang.

D. Honorarium dan Renumerasi


Honorarium profesi harus mencerminkan nilai yang wajar, yang mencakup :
1. Keahlian dan pengetahuan
2. Pendidikan dan pengalaman
3. Waktu yang dibutuhkan
4. Tanggung jawab yang dipikul masing-masing anggota

11