Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Abortus adalah suatu ancaman atsu pengeluaran hasil konsepsi
sebelum janin dapat hidup di luar kandungan , dan sebagai batasan digunakan
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat bay kurang dari 500 garm, semetra
aborsi adalah suatu tindakan melakukan abortus

Ada beberapa teori atau pendapat dari para ahli tentang teknik aborsi
.salah satu di antaranya adalah Dokter bayke . Bbeliau membagi teknik aborsi
kedalam beberapa bagian , antyara lain :

o Teknik adilatasi atsu kuret


o Teknik suction
o Teknik salt pasined
o Teknik histeritomi
o Teknik prostaglandin

Kehidupan manusia harus di hormati dan di lindungi secara absolut


sejak sa’at pembuahannya Sudah sajak sa’at pertama keberadaannya ,satu mahluk
manusia harus di hargai karena dia mempunyai hak-hak pribadi .
Keterlibatan aktif dalam suata abortus adalah suatu pelanggaran berat
.Gereja menghukum menghukum pelanggaran melawan kehidupan manusia ini
dengan hukumaqn gereja ialah ekskomunikasi .

Pada sa’at hukum positif merampas dari satu kelompok manusia


perlindungan ,yang harus di berikan kepada mereka oleh undang – undang Negara
,Negara mmmmmmenyangkal kesamaan semua orang di depan hokum .Kalau
kekuasaan Negara tidak melayani setiap hak setiap warga Negara ,dan terutama
yang paling lemah ,maka dasar negara hokum di guncangkan .Sebagai akibat dari
penghormatan dan perlindungan ,yang harus di berikan anak yang belum lahir
sejak sa’at pembuahannya ,hokum harus di lengkapi sanksi – sanksi yang
memadai bagi bagi setiap pelanggaran yan di kehendaki bagi hak – hak seorang
anak “(DnV 3) .O leh karena embrio sesjak pembuahan harus diperlakukan
sebagai pribadi ,maka ia sebagaimana manusia yang lain ,sejauh mungkin harus di
pertahankan secara utuh ,dirawat dan di sembuhkan.

B. Rumusan Masalah
 Apa itu aborsi ankanapa aborsi itu terjadi ?
 Bagaimana proses aborsi terjadi ?
 Bagaimna pandangan agama Kristen (GEREJA)terhadap aborsi tersebut ?
C. Tujuan Penulisan
 Merupakan salah satu bahan masukan bagi instansi yang terkait untuk
menentukan langkah – langkah yang tepat dalam rangka
penanggulangan danpecegahan masalah aborsi;
 Sumber informasi dan bahan bacaan yang bermanfa’at bagi penulisan
selanjutnya;
 Sebagai bahan masukan bagi remaja dari bahaya aborsi ;
 Bagi penulis merupakan sebagai penggalaman yang berharga dan wadah
latihan untuk memperluas wawasan dalam rangka penerapan ilmu
pengetahuan yang telah di peroleh.
D. Manfa’at Penulisan
 Merupakan salah satu bahan masukan bagi instansi yang yang terkait untuk
menentukan langkah – langkah yang tepat dalam rangka pennaggulangan
dan pencegahan masalah aborsi
 Sebagai sumber informasi dan bahan bacan yang bermanfa’at bagi
penulisan selanjutnya
 Sebagai masukan bagi remaja dari bahaya aborsi .
 Bagi peneliti merupakan pengalaman yang berharga dan wadah latihn
untuk memperluas wawasan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan
yang telah diperoleh.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Aborsi
Dari buku kapita selekta kedokteran disebutkan bahwa abortus adalah
suatu ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin apat hidup di luar
kandungan ,dan sebagai batasan di gunakan kehamilan kurang dari 20 minggu
atau berat anak kurang dari 500 gram ,sesmentara aborsi adalah suatu tindakan
melakukan abortus .

Secara umum ,abortus ada 2 yaitu ,abortus spontan abortus buatan atau abortus
provocatus .

Abortus spontan

Abortus spontan adalah mekanisme almiah yang menyebabkanterhentinya


prosess kehamilan sebelum berumur 20 minggu .Penyebabnya dapat juga
disebabkan oleh karena adanya penyakit yang di derita si ibu ataupun
sebaba – sebab lain yang pada umumnya berhubungan dengan kelainan pada
system reproduksi .

Abortus buatan

Abortus buatan adalah suatu upaya yang sengaja untuk menghentikan


proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu ,dimana janin ( hasil
konsepsi ) yang dikeluarkan tidak bias bertahan hidup di dunia luar .Abortus
provocatus di bagi menjadi 2yaitu abortus profocatus medicinalis dan
abortus profocatus criminalis .

Pembagian lain abortus menurut keaaan janin yang sudah di keluarkan


berupa abortus komplit , abortus kompleit , abortus insipiens , abortus iminens
dan misset abortion .
Bagaimana proses aborsi terjadi?

Menurut dokter Boyke praktik aborsi dilakukan dengan beberapa macam teknik.

 Teknik adilitasi dan kuret .sebuah alat di masukan untuk memperlebar


lubang leher rahim kemudian ,janin yang hidup itu di lepaskan dari
dinding rahim ,di cabik kecil-kecil mengunakan alat yang tajam ,dan di
buang ke luar.
 Teknik sunction .teknik ini di lakukan dengan memasukan sebuah tabung
ke dalam rahim yang menyedot janin ke luar .janin tercabik menjadi
potongan kecil dan di masukan ke dalam sebuah botol.
 Teknik salt poisoned cara ini di lakukan pada janin berusia lebih dari 16
minggu, ketika sudah cukup banyak cairan terkumpul di sekitar bayi
dalam kantong anak sehingga sulit memasukan alat karena ruang gerak
bayi semakin menyempit.
 Teknik histerotomi, penguguran bayi di lakukan ketika kandungan
berumur lebih dari enam bulan .cara ini mengunakan sebuah alat bedah
yang di masukan melalui dinding perut .bayi kecil itu kadang langsung di
bunuh dengan mengunakan teknik pil bunuh (pil Roussell-uclaf /RU-486).
 Teknik prostaglandin,yang merupakan cara terbaru.teknik ini mengunakan
bahan-bahan kimia yang mengakibatkan rahim itu mengerut sehingga
bayi yang hidup itu mati dan terdorong keluar.
B. Dasar Hukum Aborsi

Dalam KUHP Bab XIX Pasal 346 s / d 350 dinyatakan sebagai berikut:

Pasal 346;”Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan


kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu ,di ancam dengan pidana
penjara paling lama empat tahun.

Pasal 348:
Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorng wanita tanpa persetujuannya , diancam dengan pidana penjara
paling lama dua belas tahun.
Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut , diancam
dengan pidana penjara paling lama lima belas tahu.

Pasal 349:”Jika seorang dokter ,bidan atau juru obat membantu


malakukan kejahatan berdasarkan pasal 346 ,ataupun membantu melakukan salah
satu kejahatan dalam pasal 347 da 348 , maka pidana yang ditentukan dalam pasal
itu dapat di tambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan
pencharian dalam mata kejahatan dilakukan.

Dari rumusan pasal – pasal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:

 Seorang wanita hamil yang sengaja melakukan abortus atau ia menyuruh


orang lain, diancam hokum empat tahun penjara.
 Seorang yang sesngaja melakukan abortus terhadap ibu hamil
,dengantanpa persetujuan ibu hamil tersesbut , diancam hokum penjara
dua belas tahun , dan jika ibu hamil tersebut mati ,dincam 15 tahun
penjara.
 Jika dengan persetujuan ibu hamil, maka diancam hukuman 5,5 tahun
penjaara dan bila ibu hamilnya mati diancam hukuman 7 tahun penjara.
 Jika yang melakukan atau membantu melakukan abortus tersebut seorang
dokter, bidan atau juru obat (tenaga kesehatan) ancaman hkumannya
ditambah sepertiganya dan hak untuk berpraktek dapat di cabut.
Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2) dipidana penjara paling lama 15 (lima
belas) tahun dan pidana paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Abortus buatan legal, yaitu abortus yang sesuai dengan ketentuan – ketentuan
sesbagaimana diatur dalam pasal 15 UUNO. 23 tahun 1992 tentang kesehatan,
yakni harus memenuhi anasir sebagai berikut:

 Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan


tersebut;
 Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan;
 Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau
keluarganya;
 Padasarana kesehatan tertentu.
C. Aborsi Dalam Pandangan Agama Kristen (Katolik)

Kehidupan manusisa harus di hormati dan dilindungi secara absolud


sejak sa’at pembuahannya.Sudah sejak sa’at pertama keberadaannya, satu mahluk
manusia harus di hargai karena ia mempuyai hak – hak pribadi, diantaranya hak
atas kehidupan dari mahluk yang tidak bersalah ynag tidak dapat di ganggu gugat.

Sebelum aku membentuk engkau dalam rahimu,aku telah mengenal


engkau ,dan ebelum engkau keluar dari kandungan, Aku teleh mengenal engkau .
Tulang –tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku di jadikan di tempat yang
tersembunyi dan aku direkam di bagian – bagian bumi yang paling bawah .Sejak
abat pertama gereja telah menyatakan abortus sebagai kejahatan moral .Ajaran itu
belum berubah dan tidak akan berubah. Abortus langsung , artinya abortus yang di
kehendaki baik sebagai tujuan maupun sebagai sarana , merupakan pelanggaran
berat melawan hokum moral.

Engkau tidak boleh melakukan aboertus dan juga tidak boleh


membunuh anak yang baaru di lahirkan. Allah, Tuhan merupakan, teleh
mempercayakan pelayanan mulia melestarikan hidup kepada manusia, untuk di
jalankan dengan cara yang layak baginya. Maka kehidupan sejak sa’at pembuahan
harus di lindungi dengan cara cermat. Pengguguran dan pembunuhan anak
merupakan tindakan kejahatan yang durhaka, keterlibatan aktif dalam suata
abortus adalah suatu pelangaran berat .Gereja menghukum pelangaran melawan
kehidupan manusia ini dengan hukuman Gereja ialah ekskomonikasi ‘’.Barang
siapa yang melakukan penguguran kandungan dan berhasil terkena ekskomonikasi
itu terjadi dengan sendirinya ,kalau pelangaran di laksanakan ‘’menurut syarat
syarat yang ditentukan di dalam hukum .dengan itu ,gereja tidak bermaksud
membatasi belas kasihan ‘’tetapi ia menujukan dengan bobot kejahatan yang di
lakukan ,dan kerugian yang tidak dapat di perbaiki lagi ,yang terjadi bagi anak
yang di bunuh tanpa kesalahan ,bai orang tuanya dan seluruh masyarakat.hak yang
tidak dapat di cabut atas kehidupan dari tiap manusia yang tidak bersalah
merupakan satu unsur mendasar bagi masyarakat dan bagi perundang-
undangannya.

Hak-hak pribadi yang tidak boleh dicabut harus di akui dan di hormati
oleh masyarakat Negara dan oleh kekuasaan Negara.hak-hak manusia tidak
bergantung pada individu masing-masing ,juga tidak pada orang tua dan juga tidak
merupakan satu karunia masyarakat dan Negara.Mereka termasuk dalam kodrat
manusia dan berakar dalam pribadi berkat tindakan penciptaan, dari mereka
berasal.Di antara hak-hak fundamental ini orang harus menjabarkan dalam
hubungan ini:Hak atas kehidupan dan keutuhan badani tiap manusia sejak saat
pembuahan sampai kepada kematian.

Pada saat hukum positif merampas dari satu kelompok manusia


perlindungan, yang harus diberikan kepada mereka oleh Undang-Undang Negara,
Negara menyangkal kesamaansemua orang di depan hukum.kalau kekuasaan
Negara tidak melayani hak setiap warga, dan terutama mereka yang paling lemah
,maka dasar Negara hukum diguncangkn sebagai akibat dari penghormatan dan
perlindungan yang harus di berikan kepada anak yang belum lahir sejak saat
pembuahannya, hukum harus di lengkapi dengan sangsi yang memadai bagi setiap
pelangaran yang di kehendaki terhadap hak-hak seorang anak .oleh karena embrio
sejak pembuahan harus di perlakukan sebagai pribadi maka ia sebagaimana setiap
manusia yang lain,sejauh mungkin harus di pertahankan secara utuh,dirawat dan di
sembuhkan.

Diagnosis pranatal perbolehkan secara moral, apabila menghormati


kehidupan dan keutuhan embrio dan janin manusiawi dan diarahkan kepada
perlindungan dan perawatan embrio sebagai pribadi tetapi ia bertentangan berat
dengan hukum moral ,kalau ini tergantung bagaimana hasilnya dilakukan dengan
pikiran kemungkinan abortus dengan demikian diagnosis tidak boleh praktis
merupakan hukuman mati.pembedahan embrio manusia harus di lihat sebagai
sesuatu yang di perbolehkan dengan syarat bahwa ia menghormati kehidupan dan
keutuhan embrio dan tidak membawa risiko-resiko yang tidak sebanding, tetapi
bertujuan demi penyembuhannya, perbaikan keadaan kesehatannya ,atau
kelanjutan kehidupan pribadinya.

Adalah tidak bermoral mengadakan embrio manusia dengan tujuan


untuk memakainya sebagai “bahan biologis” yang siap dipakai secara bebas.
Beberapa percobaan untuk memanipulasi kromosom dan pembawaan genetic,tidak
bersifat terapeutis ,tetapi bertujuan mengadakan mahluk manusia ,yang di pilih
menurut jenis kelamin atau sifat-sifat lain yang di tentukan lebih
dahulu.manipulasi ini bertentangan dengan martabat pribadi manusia ,integritasnya
dan identitasnya.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab 2tersebut,dapat di ambil kesimpulan
bahwa aborsi merupakan perbuatan yang di larang oleh agama dan hukum .karena
dalam agama tuhan menciptakan manusia untuk hidup dan berkembang biak
,sedangkan dalam hukum manusia mempunyai hak untuk hidup .pengguuguran
dan pembunuhan anak merupakan tindakan kejahatan yang durhaka”keterli batan
aktif dalam suatu abortus adalah suatu pelangaran berat.gereja menghukum
pelangaran melawan kehidupan manusia ini dengan hukuman Gereja adalah
ekskomunikasi .

B. Saran
1. Bagi pemerintah

Agar pemerintah lebih tegas menindaki dan memberikan hukuman


yang setimpal atas perbuatan menggugurkan kandungan.karena itu merupakan
perbuatan durhaka yang membunuh anak kandung sendiri.

2. Bagi masyarakat luas dan bagi masyarakatsendiri pada khususnya.

Agar menyadari bahwa perbuatan aborsi merupakan perbuatan yang di


larang oleh agama dan hukum.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa bahwa penyusunan makalah

yang berjudul “ABORSI” telah selesai disusun. Adapun maksud dan tujuan dari

penyusunan makalah ini adalah sebagai persyaratan ujian akir semester dari dasen

pengasuh mata kuliah.

Selain sebagai tugas, makalah ini juga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran.

Penulis menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, oleh

karena itu penulis akan menerima dengan rendah hati segala kritikan dan saran yang

bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.

Akir kata kami ucapkan limpah terima kasih kepada teman-teman ataupu

pihak lain yang telah mmbantu dalam proses penyelesaian makalah ini.

Makassar 25 Januari 2011

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................................

Kata Pengantar ......................................................................................................................

Daftar Isi................................................................................................................................

BAB I

A. Latar Belakang ..........................................................................................................


B. Rumusan Masalah .....................................................................................................
C. Tujuan Penulisan .......................................................................................................
D. Manfaat Penulisan .....................................................................................................

BAB II

A. Pengertian Aborsi ......................................................................................................


B. Dasar Hukum Aborsi.................................................................................................
C. Aborsi Dalam Pandangan Agama Kristen ................................................................

BAB III

A. Kesimpulan ...............................................................................................................
B. Saran ..........................................................................................................................

DATAR PUSTAKA .............................................................................................................


DAFTAR PUSTAKA

Angsar, M.D.,1999, Perlukaan Alat-Alat Genital Dalam Ilmu Kandungan, Jakarta:


yayasan bina pustaka sarwono prawiroharjo

Apuranto, H dan Hoediyanto. 2006. Bag. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Fakultas Kedokteran UNAIR.
Tugas Bahasa Indonesia

ABORSI

Oleh

NAMA : FERDINANDUS PANTAS


NIM : 10.1015
TINGKAT :1A
PROGRAM : D III KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN GUNUNG SARI


MAKSSAR
2011