Anda di halaman 1dari 8

Sajarah dan Perkembangan BIOKIMIA

Kelas : Kimia 4A 2016


Nama : Ribbialif Wiga Fathullah (11160960000008)
Dosen : La Ode Sumarlin M,Si

Program Studi Kimia

Fakultas Sains danTeknologi

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2017
Sejarah dan Perkembangan BIOKIMIA

Biokimia yang merupakan suatu disiplin ilmu yang membicarakan tentang organisme
hidup dengan proses-proses kimia yang terjadi di dalamnya. Ruang lingkup biokimia antara lain
meliputi studi tentang struktur kimia sel, sifat-sifat senyawanya, senyawa-senyawa yang
membantu aktivitas organisme hidup, dan energi yang diperlukan atau dihasilkan, serta reaksi
kimia yang terjadi di dalam sel yang disebut metabolisme yang merupakan bagian yang penting
dan pusat perhatian dalam ilmu biokimia.

Sejarah Biokimia diterapkan pertama kali barangkali sekitar 5000 tahun yang lalu dalam
pembuatan roti menggunakan khamir. Namun, dalam sejarah biokimia itu dapat dilihat dari
beberapa abad. Abad XVIII Karl Wilhelm Scheele, meneliti susunan kimia serta mengisolasi asam
oksalat, asam laktat, asam sitrat, beberapa ester dan kasein dari bahan alam.

Tahun 1828, Friedrich Wohler menerbitkan sebuah buku tentang sintesis urea, yang
membuktikan bahwa senyawa organic dapat dibuat secara mandiri di laboratorium dengan
memanaskan alkali sianat dengan garam amonium . Hal ini bertolak belakang dengan pemahaman
bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat oleh organism yang diyakini pada waktu itu. Mula-mula
ia memang mengharapkan akan terjadi garam amonium sianat, tetapi akhirnya ia memperoleh
urea.
Meskipun telah ditunjukkan atau dibuktikan bahwa suatu senyawa yang berasal dari dalam
tubuh manusia atau organisme hidup dapat juga dibuat dalam laboratorium dari zat-zat yang
berasal dari benda mati, namun masih ada orang yang percaya bahwa suatu senyawa dalam
organisme hidup tentulah terbentuk dalam sel hidup melalui suatu proses yang melibatkan
"kekuatan hidup". Pendapat demikian ini kemudian dapat dihilangkan oleh adanya penemuan dua
bersaudara Eduard dan Hans Buchner. Mereka menyatakan bahwa ekstrak dari sel-sel ragi yang
telah dirusak atau telah mati, tetap dapat menyebabkan terjadinya proses peragian atau fermentasi
gula menjadi alkohol. Penemuan mereka merupakan pembuka kemungkinan dilakukannya analisis
reaksi-reaksi biokimia dan proses-proses biokimia dengan alat-alat laboratorium (in vitro) dan
bukan dalam sel hidup (in vivo). Selanjutnya metabolisme yang terjadi dalam sel dapat pula
dilakukan dalam laboratorium, termasuk reaksi-reaksi yang menggunakan enzim, yaitu biokatalis
yang mempercepat berlangsungnya reaksi biokimia tersebut.

Perkembangan biokimia diawali dengan penemuan yang dilakukan oleh Anselme Payen
pada tahun 1833 yang menemukan pertama kali molekul enzim, diastase. Sedangkan, Edward dan
Hans Buchner membuktikan bahwa ekstrak dari sel ragi yang rusak atau mati, tetap dapat
menyebabkan terjadi proses peragian yang memungkinkan dilakukannya analisis reaksi biokimia
dan proses–proses biokimia. Kemudian Istilah biokimia pertama kali dikemukakan oleh Karl
Neuber, seorang kimiawan Jerman pada tahun 1903, ahli kimia Jerman dan sekitar pertengahan
abad XVIII Karl Wilhelm Scheele ahli kimia swedia telah melakukan penelitian mengenai susunan
kimia jaringan pada tumbuhan dan hewan. Selain itu ia juga telah dapat mengisolasi asam oksalat,
asam laktat, asam sitrat serta beberapa ester dan kasein dari bahan alam. yang sejak saat itu biokimia
semakin berkembang, terutama sejak pertengahan abad XX, dengan ditemukannya strukrur DNA
& RNA, lemak, protein, vitamin, struktur & sifat protein, serta teknik-teknik baru seperti
kromatografi difraksi sinar X, elektroforesis, pelabelan radio isotop, mikroskop elektron, dan
simulasi dinamika molekular. Abad XX, penemuan , enzim sbg biokatalis, metode analisis,
metabolisme KH , struktur primer/sekunder/tersier/kuarterner,

Pada tahun 1926 J.B. Sumner membuktikan bahwa urease, yakni enzim yang diperoleh
dari biji kara pedang (jack beans) dapat dikristalkan seperti juga senyawa organik lainnya. Hal ini
makin memperkuat kenyataan bahwa enzim dengan struktur kompleksnya, dapat dipelajari dan
diteliti dengan menggunakan metode-metode kimia yang ada.

Perkembangan Biokimia tidak hanya didominasi oleh ahli-ahli kimia semata. Para ahli
Biologi juga menunjukkan perannya. Robert Hooke di awal ke-17 telah melakukan penelitian
terhadap sel menggunakan mikroskop. Hal ini sangat membantu observasi untuk meningkatkan
pemahaman terhadap struktur sel yang sangat kompleks.

Di pertengahan abad ke-20, mikroskop electron telah dikembangkan sebagai salah


satu alat yang paling berpengaruh terhadap pengamatan sel dan strukturnya. Dengan adanya
mikroskop electron, organel-organel yang terdapat di dalam sel seperti mitokondria, retikulum
endoplasma, ribosom, kloroplas dan lainnya dapat teramati dengan jelas. Hal ini sangat
berpengaruh terhadap Biokimia, semakin banyak ilmuwan yang berupaya menguak fungsi
masing-masing organel tersebut. Meski sampai saat ini masih banyak proses kimia kehidupan yang
belum mampu dijelaskan secara ilmiah.

Ahli Biologi lainnya yang menginpirasi para ilmuwan Biokimia adalah Gregor
Mendel. Hal ini tak terlepas atas jasa-jasa Mendel terhadap ilmu genetika. Gregor Mendel-lah yang
pertama kali mengemukakan tentang pewarisan sifat. Di pertengahan abad ke-19. Di awal abad
ke-20 diketahui bahwa pembawa sifat itu adalah gen yang terdapat di dalam kromosom dan
diketahui bahwa kromosom terdiri atas protein dan asam nukleat.

Pada 1869, Friedrich Miescher telah berhasil mengisolasi asam nukelat. Isolasi ini
dilanjutkan oleh James Watson dan Francis Crick (1953) di abad ke-20 yang berhasil membuktikan
bahwa asam deoksiribonukleat (DNA) adalah senyawa pembawa informasi genetika untuk
penurunan sifat makhluk hidup. Mereka berdua juga telah mengungkap struktur DNA yang dobel
heliks. Perkembangan selanjutnya adalah ditemukannya RNA untuk proses replikasi DNA, serta
proses rekayasa genetika tentu membutuhkan sumbangan besar dari Biokimia.
Macam-Macam Biomolekul dalam Biokimia

mempelajari fungsi dan struktur komponen selular biomolekul, seperti protein, lipid, karbohidrat,
dan sebagainya. Biokimia mengenal 4 kelas molekul utama, yakni protein, karbohidrat, lipid, dan
asam nukleat.

1. Karbohidrat

Karbohidrat terdiri dari monomer yang dikenal sebagai monosakarida. Contoh


monosakarida antara lain adalah fruktosa, glukosa, dan deoksiribosa. Saat 2 monosakarida
terproses secara sintesis dehidrasi, air akan terbentuk. Air tersebut terbentuk karena terlepasnya
satu atom oksigen dan 2 atom hidrogen dari 2 gugus hidroksil monosakarida

2.Lipid

Umumnya, lipid terbentuk dari sebuah molekul gliserol yang tergabung bersama molekul
lain. pada trigliserida, terdapat tiga molekul asam lemak dan satu mol gliserol. Asam lemak di sini
bertindak sebagai monomer. Lipid juga digunakan dalam produksi beberapa produk obat, terutama
fosfolipid. Lipid ini berfungsi sebagai bahan pelarut pada obat atau sebagai komponen yang
membawa obat.

3. Protein

Protein adalah molekul yang ukurannya sangat besar (disebut juga makrobiopolimer) yang
tersusun dari sebuah monomer. Monomer tersebut dikenal dengan nama asam amino. Terdapat 20
asam amino standar, masing-masing asam amino standar tersebut terdiri dari sebuah gugu amino,
sebuah gugus karboksil, serta rantai samping. Ketiganya membentuk suatu grup yang disebut grup
"R". Grup ini membentuk asam amino yang berbeda-beda. Ciri-ciri rantai samping ini lantas
memengaruhi suatu protein secara keseluruhan. Saat asam amino bergabung, terbentuk ikatan
khusus yang dinamakan ikatan peptida. Ikatan ini melalui sintesis dehidrasi menjadi Polipeptida
atau protein.<

4. Asam nukleat
Asam nukleat merupakan molekul pembentuk DNA. DNA sendiri merupakan substansi
penting yang ada dalam setiap organisme seluler, yang berguna untuk menyimpan berbagai
informasi genetis. Macam asam nukleat yang paling lazim adalah asam ribonukleat dan asam
deoksiribosa nukleat. Monomer yang terdapat di dalamnya disebut nukleotida. Sementara itu
nukleotida yang paling umum beberapa di antaranya adalah timin, sitosin, adenin, urasil, dan
guanine. Adenin berpasangan dengan urasil dan timin, sedangkan timin sendiri hanya dapat
berpasangan dengan adenin. Sementara itu guanin dan sitosin hanya bisa berpasangan satu sama
lain

Manfaat Biokimia bagi Kehidupan

Apa manfaat kerumitan ilmu biokimia dalam kehidupan manusia? Biokimia bisa berperan
di berbagai bidang. Akan tetapi di bidang pertanian dan bidang kedokteranlah biokimia memiliki
peranan mendalam. Contohnya, biokimia bisa digunakan dalam memecahkan permasalahan
kurang gizi, terutama pada anak-anak

Selain itu biokimia juga bisa digunakan untuk menjelaskan berbagai hal terkait bidang
toksikologi dan farmakologi; karena dua bidang tersebut terkait dengan pengaruh bahan kimia dari
luar tubuh terhadap metabolisme. Obat-obatan bekerja memengaruhi jalur metabolik tertentu di
dalam tubuh. Contohnya, antibiotik penisilin bisa membunuh bakteri dengan cara menghambat
terbentuknya polisakarida pada dinding sel bakteri tersebut. Akibatnya, bakteri tak bisa hidup
karena tak mampu membentuk dinding sel

Dalam bidang pertanian, biokimia memiliki peran terkait pestisida. Pestisida bekerja
menyingkirkan hama dengan menghambat enzim di dalam tubuh hama tersebut. Biokimia, dalam
hal ini, memiliki peranan penting dalam penelitian mekanisme kerja pestisida, agar pestisida lebih
selektif dan efektif. Ini bertujuan agar pemakaian pestisida tepat cepat dan tidak banyak berdampak
buruk pada komponen lingkungan hidup. Biokimia pun berperan dalam meningkatkan kualitas
produk pertanian dan peternakan. Hal ini terkait dengan penelitian di bidang genetika. Rekayasa
genetika bisa dilaksanakan untuk meningkatkan hasil produksi

Selain manfaat-manfaat di atas, ada juga manfaat biokimia yang lain. Dengan mempelajari
ilmu ini dan mengetahui berbagai reaksi kimia menakjubkan di dalam sel. Jika direnungkan lebih
dalam, berarti kita belajar memahami berbagai proses di dalam tubuh. Selain meningkatkan
keimanan karena menyadari betapa sempurnanya tubuh kita diciptakan, hal ini juga
memungkinkan kita menjaga kesehatan tubuh
Sumber :

https://biokim.wordpress.com/2009/01/05/perkembangan-llmu-biokimia/.

http://saidbloggerq.blogspot.co.id/2013/05/sejarah-dan-perkembangan-biokimia.html

http://www.makalahjurnalskripsi.tk/2017/02/perkembangan-biokimia.html

http://www.anneahira.com/biokimia.htm