Anda di halaman 1dari 46

ARTIKEL PARIWISATA INDONESIA

Pariwisata Indonesia
Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Pada tahun
2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah
komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berdasarkan data tahun 2014,
jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 9,4 juta lebih atau tumbuh
sebesar 7.05% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di
Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di
antaranya tidak dihuni, serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni
Eropa. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di
dunia. Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, dan
berbagai taman nasional di Sumatera merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia.
Tempat-tempat wisata itu didukung dengan warisan budaya yang kaya yang
mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia yang dinamis dengan 719 bahasa
daerah yang dituturkan di seluruh kepulauan
tersebut. Candi Prambanan dan Borobudur, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, dan Bali
merupakan contoh tujuan wisata budaya di Indonesia. Hingga 2010, terdapat 7 lokasi di
Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO yang masuk dalam daftar Situs Warisan
Dunia. Sementara itu, empat wakil lain juga ditetapkan UNESCO dalam Daftar Representatif
Budaya Takbenda Warisan Manusia yaitu wayang, keris, batik danangklung.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sebelas provinsi yang paling sering
dikunjungi oleh para turis adalah Bali sekitar lebih dari 3,7 juta disusul, DKI Jakarta, Daerah
Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi
Selatan, Sumatera Selatan, Banten dan Sumatera Barat Sekitar 59% turis berkunjung ke
Indonesia untuk tujuan liburan, sementara 38% untuk tujuan
bisnis Singapura dan Malaysia adalah dua negara dengan catatan jumlah wisatawan
terbanyak yang datang ke Indonesia dari wilayah ASEAN Sementara dari
kawasan Asia (tidak termasuk ASEAN) wisatawan RRC berada di urutan pertama
disusul Jepang, Korea Selatan, Taiwandan India Jumlah pendatang terbanyak dari
kawasan Eropa berasal dari negara Britania Raya disusul oleh Belanda, Jerman dan Perancis.
Pengelolaan kepariwisataan, kebijakan nasional, urusan pemerintahan di bidang
kebudayaan dan kepariwisataan di Indonesia diatur oleh Kementerian Kebudayaan dan
Pariwisata Indonesia.
SEJARAH
Bidang jasa pelayanan yang berkaitan dengan pariwisata mungkin sudah berkembang
sejak zaman Indonesia purba, khususnya Jawa kuno abad ke-8; beberapa panel relief
di Borobudur menggambarkan adegan penjual minuman, semacam warung, kedai, atau
rumah makan, serta ada bangunan yang didalamnya ada orang tengah minum-minum dan
bersenang-senang, mungkin menggambarkan rumah minum atau penginapan. Indonesia
memiliki catatan sejarah kebudayaan pariwisata sejak abad sejak abad ke-14. Kakawin
Nagarakretagama mencatat bahwa Raja Hayam Wuruk telah mengelilingi Kerajaan
Majapahit yang kini menjadi daerah Jawa Timur menggunakan pedati dengan iring-iringan
pejabat negara. Catatan Perjalanan Bujangga Manik, seorang resi pengelana Hindu
dari Pakuan Pajajaran yang ditulis pada abad ke-15 menceritakan perjalanannya keliling
pulau Jawa dan Bali. Meskipun perjalannya bersifat ziarah, namun kadang-kadang ia
menghabiskan waktu seperti seorang pelancong zaman modern: duduk, mengipasi badannya
dan menikmati pemandangan di daerah Puncak, khususnya Gunung Gede yang dia sebut
sebagai titik tertinggi dari kawasan Pakuan.
Setelah masuknya Bangsa Belanda ke Indonesia pada awal abad ke-19, daerah Hindia
Belanda mulai berkembang menjadi daya tarik bagi para pendatang yang berasal
dariBelanda. Gubernur jenderal pada saat itu memutuskan pembentukan biro wisata yang
disebut Vereeeging Toeristen Verkeer yang gedung kantornya juga digunakan untuk
maskapai penerbangan Koninklijke Nederlansch Indische Luchtfahrt Maatschapijj (kini
disebut dengan KLM). Hotel-hotel mulai bermunculan seperti Hotel des
Indes di Batavia,Hotel Oranje di Surabaya dan Hotel De Boer di Medan. Tahun
1913, Vereeneging Touristen Verkeer membuat buku panduan mengenai objek wisata di
Indonesia. Sejak saat itu, Bali mulai dikenal oleh wisatawan mancanegara dan jumlah
kedatangan wisman meningkat hingga lebih dari 100% pada tahun 1927. Pada 1 Juli 1947,
pemerintah Indonesia berusaha menghidupkan sektor pariwisata Indonesia dengan
membentuk badan yang dinamakan HONET (Hotel National & Tourism) yang diketuai oleh
R. Tjitpo Ruslan. Badan ini segera mengambil alih hotel - hotel yang terdapat di daerah
sekitar Jawa dan seluruhnya dinamai Hotel Merdeka. Setelah Konferensi Meja Bundar, badan
ini berganti nama menjadi NV HORNET. Tahun 1952 sesuai dengan keputusan presiden RI,
dibentuk Panitia InterDepartemental Urusan Turisme yang bertugas menjajaki kemungkinan
terbukanya kembali Indonesia sebagai tujuan wisata.

Pada masa Orde Baru, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bertumbuh secara
perlahan. Pemerintah pernah mengadakan program untuk meningkatkan jumlah kedatangan
wisatawan asing ke Indonesia yang disebut dengan Tahun Kunjungan Indonesia. Program ini
meningkatkan kunjungan turis internasional hingga 400.000 orang. Selain itu pada tahun
1992, pemerintah mencanangkan Dekade Kunjungan Indonesia, yaitu tema tahunan
pariwisata sampai dengan tahun 2000.
Kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia mulai mengalami
penurunan pada insiden pengeboman Bali tahun 2002 yang menyebabkan penurunan
wisatawan yang datang ke Bali sebesar 32%.Aksi teror lainnya seperti Bom JW Marriott
2003, Pengeboman Kedutaan Besar Australia, Bom Bali 2005 dan Bom Jakarta 2009juga
memengaruhi jumlah kedatangan wisman ke Indonesia. Aksi terorisme di Indonesia ini
mengakibatkan dikeluarkannya peringatan perjalanan oleh beberapa negara
sepertiAustralia dan Britania Raya pada tahun 2006
Pada tahun 2008, pemerintah Indonesia mengadakan program Tahun Kunjungan
Indonesia 2008 untuk meningkatkan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan asing ke
Indonesia, selain itu program ini sekaligus untuk memperingati 100 tahun kebangkitan
nasional Indonesia. Dana yang dikeluarkan untuk program ini sebesar 15 juta dolar Amerika
Serikat yang sebagian besar digunakan untuk program pengiklanan dalam maupun luar
negeri. Hasil dari program ini adalah peningkatan jumlah wisatawan asing yang mencapai 6,2
juta wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,5 juta wisatawan.

Sebagai upaya dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, Kementerian


Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia melanjutkan program "Tahun Kunjungan Indonesia"
pada tahun 2009 dengan target 6,4 juta wisatawan dan perolehan devisa sebesar 6,4 miliar
dolar Amerika Serikat, sedangkan pergerakan wisatawan nusantara ditargetkan 229,95 juta
perjalanan dengan total pengeluaran lebih dari 128,77 triliun rupiah. Program ini difokuskan
ke "pertemuan, insentif, konvensi dan pertunjukan serta wisata laut" Pada tahun 2010,
pemerintah Indonesia mencanangkan kembali "Tahun Kunjungan Indonesia serta Tahun
Kunjung Museum 2010". Program ini dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat
terhadap museum dan meningkatkan jumlah pengunjung museum. Pada tahun 2011,
pemerintah Indonesia menetapkan Wonderful Indonesia sebagai manajemen merek baru
pariwisata Indonesia, sementara untuk tema pariwisata dipilih "Eco, Culture, and MICE".
Logo pariwisata tetap menggunakan logo "Tahun Kunjungan Indonesia" yang dipergunakan
sejak tahun 2008.

OBJEK WISATA

WISATA ALAM
Pemandangan koral dan ikan diRaja AmpatPapua Barat
Indonesia memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18%
terumbu karang dunia, serta lebih dari 3.000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2.500
jenismoluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Kekayaan biota laut tersebut menciptakan
sekitar 600 titik selam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Raja Ampat di
Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang memiliki beraneka ragam
biota laut dan dikenal sebagai lokasi selam scuba yang baik karena memiliki daya pandang
yang mencapai hingga 30 meter pada siang hari. Hasil riset lembaga Konservasi
Internasional pada tahun 2001 dan 2002 menemukan setidaknya 1.300 spesies ikan, 600 jenis
terumbu karang dan 700 jenis kerang di kawasan Raja Ampat. Bunaken yang terletak
di Sulawesi Utara memiliki 25 titik selam dengan kedalaman hingga 1.556 meter. Hampir
70% spesies ikan di Pasifik Barat dapat ditemukan di Taman Nasional ini. Terumbu karang di
taman nasional ini disebut tujuh kali lebih bervariasi dibandingkan dengan Hawaii.

Beberapa lokasi lain yang terkenal untuk penyelaman antara lain: Wakatobi, Nusa
Penida, Karimunjawa, Derawan dan Kepulauan Seribu.

Taman Nasional Kelimutu.


Terdapat 50 taman nasional di Indonesia, 6 di antaranya termasuk dalam Situs
Warisan Dunia UNESCO. Taman Nasional Lorentz di Papua memiliki sekitar 42 spesies
mamalia yang sebagian besar hewan langka. Mamalia yang ada di kawasan ini antara lain:
kangguru pohon, landak irian, tikus air, walabi, dan kuskus. Taman nasional ini memiliki
lebih dari 1.000 spesies ikan, di antaranya adalah ikan koloso. Di taman ini terdapat salju
abadi yang berada di puncak Gunung Jayawijaya. Taman Nasional Ujung Kulon merupakan
taman nasional tertua di Indonesia yang dikenal karena hewan Badak jawa bercula satu yang
populasinya semakin menipis. Pengamatan satwa endemikkomodo serta satwa lainnya
seperti rusa, babi hutan dan burung dapat dilakukan di Taman Nasional Komodo Taman
Nasional Kelimutu yang berada di Flores memiliki danau kawah dengan tiga warna yang
berbeda.

Ngarai Sianok di kota Bukittinggi, Sumatera Barat.


Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk
gunung berapi aktif. Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai lokasi wisata
pegunungan untuk melihat matahari terbit maupun penunggangan kuda.[37] Pada bulan-bulan
tertentu, terdapat upacara kebudayaan Yadnya Kasada yang dilakukan oleh masyarakat
Gunung Bromo. Lokasi wisata lain yang terkenal di daerah Jawa Barat adalah Gunung
Tangkuban Parahu yang terletak di Subang. Gunung aktif ini menghasilkan mata air panas
yang terletak di kaki gunung yang dikenal dengan nama Ciater dan sering dimanfaatkan
untuk spa serta terapi pengobatan.
Keanekaragaman flora dan fauna yang ada di seluruh nusantara menjadikan Indonesia
cocok untuk pengembangan agrowisata. Kebun Raya Bogor yang terletak
diBogor merupakan lokasi agrowisata populer yang telah berdiri sejak abad 19 dan
merupakan yang tertua di Asia dengan koleksi tumbuhan tropis terlengkap di dunia. Hingga
Maret 2010, Kebun Raya Bogor memiliki koleksi 3.397 spesies jenis koleksi umum, 550
spesies tumbuhan anggrek, serta 350 tumbuhan non-anggrek yang berada di rumah
kaca. Taman Wisata Mekarsari merupakan taman buah tropis terbesar dan terlengkap di
dunia. Koleksi taman ini mencapai 100.000 tanaman buah yang terdiri dari 78 famili, 400
spesies, dan 1.438 varietas.

Wisata belanja

Pusat perbelanjaan Grand Indonesia yang terletak di Jakarta Pusat.


Wisata belanja di Indonesia dibagi menjadi dua jenis: pusat perbelanjaan tradisional
dengan proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual dan pusat perbelanjaan modern.
Pasar tradisional umumnya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari yang berlokasi
dalam satu gedung atau jalan tertentu. Beberapa daerah dengan relief sungai-sungai panjang
memiliki pasar terapung seperti Pasar Terapung Muara Kuin di Sungai
Barito, Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Banjar, namun adapula yang khusus
menjual barang - barang seni atau benda khas setempat seperti Pasar
Sukawati di Gianyar yang menjual berbagai kerajinan tangan dan barang seni khas
Bali, Pasar Klewerdi Solo yang menjual kain - kain batik, Kotagede dengan hasil
kerajinan perak, dan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang menjajakan kerajinan khas
Yogya.

Pusat perbelanjaan modern dapat ditemukan di kota-kota metropolitan terutama yang


terletak di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Semarang. Kebanyakan pusat
perbelanjaan modern dapat ditemukan di kota Jakarta yang memiliki lebih dari 170 pusat
perbelanjaan. Jakarta merupakan kota dengan jumlah pusat perbelanjaan terbanyak di
dunia. Pusat perbelanjaan tertua yang pernah dibangun di Jakarta yaitu Pasar Baru yang
dibangun pada tahun 1820. Pusat perbelanjaan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya umumnya
mengadakan diskon besar pada masa ulang tahun kota untuk meningkatkan daya tarik wisata
belanja. Jakarta secara rutin mengadakan pesta diskon Festival Jakarta Great Sale, Semarang
dengan nama Semarang Great Sale, sementara Surabaya mengadakan Surabaya Shopping
Festival.

Wisata belanja

Pusat perbelanjaan Grand Indonesia yang terletak di Jakarta Pusat.


Wisata belanja di Indonesia dibagi menjadi dua jenis: pusat perbelanjaan tradisional
dengan proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual dan pusat perbelanjaan modern.
Pasar tradisional umumnya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari yang berlokasi
dalam satu gedung atau jalan tertentu. Beberapa daerah dengan relief sungai-sungai panjang
memiliki pasar terapung seperti Pasar Terapung Muara Kuin di Sungai
Barito, Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Banjar, namun adapula yang khusus
menjual barang - barang seni atau benda khas setempat seperti Pasar
Sukawati di Gianyar yang menjual berbagai kerajinan tangan dan barang seni khas
Bali, Pasar Klewerdi Solo yang menjual kain - kain batik, Kotagede dengan hasil
kerajinan perak, dan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang menjajakan kerajinan khas
Yogya.

Pusat perbelanjaan modern dapat ditemukan di kota-kota metropolitan terutama yang


terletak di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Semarang. Kebanyakan pusat
perbelanjaan modern dapat ditemukan di kota Jakarta yang memiliki lebih dari 170 pusat
perbelanjaan. Jakarta merupakan kota dengan jumlah pusat perbelanjaan terbanyak di
dunia. Pusat perbelanjaan tertua yang pernah dibangun di Jakarta yaitu Pasar Baru yang
dibangun pada tahun 1820. Pusat perbelanjaan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya umumnya
mengadakan diskon besar pada masa ulang tahun kota untuk meningkatkan daya tarik wisata
belanja. Jakarta secara rutin mengadakan pesta diskon Festival Jakarta Great Sale, Semarang
dengan nama Semarang Great Sale, sementara Surabaya mengadakan Surabaya Shopping
Festival.

Wisata budaya

Berdasarkan data sensus 2010, Indonesia terdiri dari 1.128 suku


bangsa. Keberagaman suku bangsa tersebut mengakibatkan keberagaman hasil budaya seperti
jenis tarian, alat musik, dan adat istiadat di Indonesia. Beberapa pagelaran tari yang terkenal
di dunia internasional misalnya Sendratari Ramayana yang menceritakan tentang perjalanan
Rama dan dipentaskan di kompleks Candi Prambanan. Desa Wisata Batubulan yang terletak
di Sukawati, Gianyar merupakan desa yang sering dikunjungi untuk pentas Tari
Barongan, Tari Kecak dan Tari Legong.
Beberapa tahun belakangan ini beberapa kota di Pulau Jawa mulai mengembangkan
konsep karnaval fesyen. Jember Fashion Carnaval secara rutin diadakan sejak tahun 2001
di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Karnaval fesyen lainnya namun memfokuskan tema pada
batik adalah Karnaval Batik Solo yang pertama kali diadakan pada tahun 2008. Selain
karnaval fesyen, adapula karnaval yang diadakan untuk memperingati hari jadi kota seperti
yang diadakan di kota Yogyakarta dengan nama Jogja Java Carnaval dan di kota Jakarta
dengan nama Jak Karnaval yang diadakan secara rutin setiap bulan Juni.

Sejarah kebudayaan Indonesia dari zaman prasejarah hingga


periode kemerdekaan dapat ditemukan di seluruh museum yang ada di Indonesia. Total
jumlah museum di Indonesia berjumlah 80 museum yang tersebar dari Aceh hingga Maluku.
Sejumlah museum terletak dalam satu kawasan seperti Kota Tua Jakarta yang memiliki enam
museum merupakan daerah yang dikenal sebagai pusat perdagangan pada
Zaman Batavia dan Taman Mini Indonesia Indah yang menjadi pusat rekreasi dengan jumlah
taman dan museum terbanyak dalam satu kawasan di Indonesia.

Wisata keagamaan

Sejarah mencatat bahwa agama Hindu dan Buddha pernah masuk dan memengaruhi
kehidupan spiritual di Indonesia dengan adanya peninggalan sejarah
seperti candi dan prasasti di beberapa lokasi. Jejak-jejak peninggalan agama Buddha yang
terbesar adalah Candi Borobudur yang terletak di Magelang dan merupakan candi Buddha
terbesar di dunia dan masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1991.
Pada abad ke-13 hingga ke-16 Islam masuk ke nusantara menggantikan era kerajaan Hindu-
Buddha. Pada masa ini, banyak ditemukan masjid yang merupakan akulturasi kebudayaan
antara Hindu-Buddha-Jawa dengan agama Islam seperti terlihat pada Masjid Agung
Demak dan Masjid Menara Kudus.

SUMBER :

WIKIPEDIA
Contoh Artikel Tentang Pariwisata Indonesia Terbaik

Contoh Artikel Tentang Pariwisata Indonesia Terbaik - Artikel adalah karya tulis faktual dan
menarik yang ditulis dengan panjang tertentu dan untuk dipublikasikan di media cetak, seperti koran,
majalah, maupun media elektronik, seperti internet.

Di bawah ini adalah contoh artikel tentang pariwisata di Indonesia yang mengulas tempat wisata yang
baru terkenal di Lampung, yaitu Teluk Kiluan.

Melihat Si Cantik Lumba – Lumba di Teluk Kiluan

Bagi para pecinta wisata bahari di Lampung tidak perlu lagi ke tempat yang jauh untuk melihat
keindahan alam ini. Karena ternyata, di Lampung sendiri kini telah ditemukan tempat wisata yang
telah tertidur sangat lama. Tempat itu dinamai dengan Teluk Kiluan.

Air laut yang menjorok ke daratan ini merupakan surga tersembunyi di pekon Kiluan Negeri,
Kecamatan Kelumbayan, Kabuapaten Tanggamus. Pada mulanya tempat ini tidak terkenal seperti
Pantai Pangandaran, di pulau Jawa, ataupun pantai Kuta di Bali. Bahkan penduduk lampung sendiri
pun belum mengetahui tempat ini. Baru pada sekitar awal tahun 2010, nama Teluk Kiluan
mengguncang para pecinta keindahan alam di lampung dan sekitar pertengahan 2011 teluk ini
bahkan sudah terkenal hingga sampai ke luar daerah Lampung.

Tempat ini sangat terkenal akan keindahan alamnya yang sangat menyejukkan mata. Suasananya
yang masih alami dan airnya yang sangat jernih ditambah lagi dengan tidak ada satupun sampah
yang ditemukan di pasir pantai yang halus membuat Teluk Kiluan menjadi primadona bagi para
pencinta keindahan.

Tidak hanya memiliki keindahan alam, Teluk Kiluan juga menyimpan sejuta potensi yang sangat luar
bisa jika dikembangkan, di antaranya adalah perairannya yang kaya akan ikan, dapat dijadikan
tempat wisata pancing, dan alamnya yang indah dapat dijadikan resort.

Daya tarik utama dari Teluk Kiluan adalah melihat atraksi lumba – lumba liar yang berenang bebas di
lautan, tentunya, melihat mereka berenang bebas di lautan lebih mengasyikkan daripada
menyaksikan atraksi mereka di Gelanggang Samudera Ancol. Ditambah lagi dengan melihat si Cantik
ini yang jumlahnya mencapai ratusan melompat – lompat dengan mengiringi kapal yang seolah –
olah menyambut kedatangan pengunjung sungguh merupakan sebuah pengalaman yang sangat
menakjubkan.

Advertisement
Di teluk ini memang masih banyak dijumpai hewan lucu ini karena perairannya yang masih sangat
asri, sehingga mereka masih bisa hidup dan berkembang biak di daerah ini. Ada dua jenis lumba –
lumba yang dapat dijumpai di daerah ini, yaitu lumba – lumba hidung botol (Tursiops truncatus), dan
lumba – lumba mulut panjang (Stenella longirostris). Konon, jumlah lumba – lumba yang ditemukan di
Teluk Kiluan merupakan jumlah yang terbesar di seluruh dunia.

Untuk melihat atraksi ini pengunjung bisa menyewa kapal cadik, yaitu kapal tradisional dengan biaya
sekitar Rp. 250.000,- hingga Rp. 300.000,-. Dengan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit
menuju lautan Kiluan, pengunjung tidak memerlukan waktu lama lagi untuk menyaksikan mereka
karena lumba – lumba akan segera melompat – lompat dan menari – nari di sekitar kapal. Bahkan
mereka akan mendekati kapal sehingga bisa disentuh oleh pengunjung.

Menurut sebagian orang, wisata atraksi lumba – lumba di Teluk Kiluan masih lebih bagus daripada
atraksi yang ada di Pantai Lovina, Bali. Hal ini dikarenakan jumlah lumba – lumba di Pantai Lovina
hanya memiliki satu jenis lumba – lumba dan jumlahnya lebih sedikit dari jumlah lumba – lumba di
Teluk Kiluan.

Untuk mencapai tempat wisata ini, membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Bandar
Lampung. Karena jalannya yang masih belum memadai, maka tidak disarankan untuk mengendarai
mobil sedan apalagi di musim penghujan. Oleh karena itu pengunjung di anjurkan untuk membawa
mobil yang memadai di jalanan rusak dan melakukan perjalanan di musim kemarau.

Meskipun, tempat ini terletak cukup jauh dan jalan akses menuju lokasinya yang belum memadai,
dijamin setelah tiba di sana, semua kepenatan dan rasa lelah itu akan segera terbayar dengan
keindahan Teluk Kiluan dan alam sekitarnya yang menyejukkan hati. Oleh karena itu, jangan segan –
segan untuk mampir ke tempat wisata ini dan menyaksikan indahnya atraksi lumba – lumba liar di
lautan lepas.

http://www.kelasindonesia.com/2015/06/contoh-artikel-tentang-pariwisata-indonesia-terbaik.html

MAKALAH TENTANG PARIWISATA


BY ANITA COMEL

TUESDAY, 9 AUGUST 2016

Share :

Tweet

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan
karuniaNyalah, karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya,Adapun
tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas dengan judul Pengembangan
Pariwisata Berwawasan Lingkungan Budaya.Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu
untuk lebih mengenal tentang Kepariwisataan dan kebudayaan yang berkembang sebagai kota
wisata budaya, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia dan seringkali luput dari
pengamatan kita sebagai masyarakat Indonesia.

Dalam penyelesaian karya ilmiah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama
disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan
bantuan dari berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik.

Harapan kami, semoga karya ilmiah yang sederhana ini, dapat memberi kesadaran tersendiri
bagi generasi muda bahwa kita juga harus mengetahui adat dan kebudayaan khususnya dalam
pariwisata indonesia dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, karena kita adalah bagian dari
keluarga besar Indonesia tercinta.

Sigli, 03 Agustus, 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................ i

DAFTAR ISI........................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah................................................................................. 2

C. Pembatasan Masalah................................................................................ 2

D. Perumusan Masalah................................................................................. 2

E. Tujuan...................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

1. Pentingnya Pengembangan Sektor Pariwisata.............................................. 3

2. Kedudukan Lingkungan Budaya dalam Pariwisata..................................... 4

3.Solusi Pengembangan Pariwisata Berwawasan Lingkungan......................... 5

4. Pembangunan dan Nilai Budaya.................................................................. 7

5. Pariwisata Budaya........................................................................................ 8

6.Peluang Alternatif lewat menghormati Keragaman dan Komunitas Budaya 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan............................................................................................. 10

B. Saran....................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan sektor pariwisata ini di satu sisi memberikan keuntungan ekonomis yang
cukup tinggi. Keuntungan ekonomis ini membawa pengaruh pada pendapatan negara secara umum
dan kesejahteraan masyarakat sekitar secara khusus. Kehadiran wisatawan dapat diartikan sebagai
kehadiran rezeki bagi sejumlah orang mulai para pemandu wisata, tukang becak, sampai dengan
para pedagang. Dengan demikian, sektor pariwisata bukan sekedar memberikan keuntungan bagi
pelaku-pelaku bidang pariwisata melainkan juga memberikan keuntungan sektor-sektor lain di luar
pariwisata.

Namun, karena tuntutan untuk mencari keuntungan ekonomi semata, ada sejumlah hal yang
pada akhirnya terkorbankan atau tidak diperhatikan. Misalnya saja, karena tuntutan penyediaan
penginapan bagi para wisatawan, sejumlah tempat dibongkar untuk mendirikan hotel. Karena
tuntutan pengembangan pariwisata terjadi pembebasan tanah besar-besaran.

Dalam arti yang sangat luas, kebudayaan dapat dinyatakan sebagai keseluruhan masalah-
masalah sepiritual, material, segi-segi intelektual dan emosional yang beragam,dan memberi watak
kepada suatu masyarakat atau kelompok sosial.Kebudayaan juga dapat pula diartikan sebagai
segenap perwujudan dan keseluruhan hasil pikiran (logika), kemauan (etika), serta perasaan
(estetika) manusia dalam rangka perkembangan pribadi manusia; hubungan manusia dengan
manusia,hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan Tuhan (Bandem, 1995). Para
ahli kebudayaan menekankan pentingnya aspek kebudayaan diperhitungkan dalam pencapaian
tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1990), adalah
kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dirinya dengan belajar. Selanjutnya menurut
Koentjaraningrat, ada tujuh unsur kebudayaan secara universal, yaitu; (1). Bahasa, (2). Sistem
teknologi, (3). Sitem mata pencaharian atau ekonomi, (4). Organisasi sosial, (5). Sitem pengetahuan,
(6). Religi, dan (7). Kesenian.

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan
kecil, dan pendukungnya terdiri dari kelompok-kelompok suku bangsa yang sangat beragam
wujudnya. Jika dipandang dari sudut budaya, di Indonesia terdapat budaya-budaya yang sangat
beragam (pluralistik), mulai dari adanya budaya lokal, suatu kebudayaan yang berlaku dalam
lingkungan keluarga; kebudayaan daerah, suatu kebudayaan yang disepakati oleh daerah atau suku
bangsa tertentu seperti kebudayaan Jawa, Bali, Minang, Sunda, Bugis, Sasak, Dayak, Papua, Madura,
dan sebagainya. Wawasan aneka budaya (multikultural) dalam dasawarsa terakhir ini banyak sekali
ditampilkan dan dianjurkan dalam berbagai forum (Edi Sedyawati 2002), namun sebenarnya perlu
disadari bahwa situasi aneka budaya itu tidak sama di semua negara, meskipun sama-sama
mempunyai keanekaragaman budaya.

B. Identifikasi Masalah

Melihat semua hal yang melatar belakangi Kebudayaan pariwisata maka, kami menarik
beberapa masalah dengan berdasarkan kepada :

- Kurangya perhatian dari masyarakat kebanyakan pada lingkungan kebudayaan. Sehingga kurangya
pengetahuan masyarakat tentang kepariwisataan lingkungan budaya.

C. Pembatasan Masalah

Karena cangkupan kebudayaan yang begitu luas dan meliputi berbagai aspek kehidupan,
maka kami hanya membataskan penelitian hanya dari segi Unsur dan aspek Kebudayaan dan
kepariwisataan dari masyarakat bali. Serta perkembangnnya sampai dengan sekarag ini.

D. Perumusan Masalah

Atas dasar penentuan latar belakang dan identiikasi masalah diatas, maka kami dapat
mengambil perumusan masalah sebagai berikut:

”Bagaimana dengan diterapkannya Pariwisata dengan Berwawasan Lingkungan Budaya serta


Perkembangannya sekarang ini?”

E. Tujuan

Tujuan penulisan karya ilmiah ini, yaitu untuk memberikan informasi mengenai
Perkembangan pariwisata berwawasan lingkungan budaya yang meliputi beberapa aspek-aspek
dalam meningkatkan kepariwisataan indonesia yang mendorong pengembangan sektor-sektor lain
baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

BAB II

PEMBAHASAN

PENGEMBANGAN PARIWISATA BERWAWASAN LINGKUNGAN BUDAYA

1. Pentingnya Pengembangan Sektor Pariwisata

Dalam kehidupan masyarakat modern, rekreasi merupakan kebutuhan hidup manusia yang
tidak dapat dihilangkan lagi. Hal ini berkaitan erat dengan kesibukan hidup sehari-hari yang pada
akhirnya membutuhkan penyeimbang berupa kesantaian dan refresing. Kebutuhan akan kesantaian
dan refresing ini perlu mendapat jawaban berupa bisnis rekreasi dan hiburan. Dalam hal ini sektor
pariwisatalah yang berkepentingan.

Dari sisi lain, pengembangan sektor pariwisata mampu mendorong pengembangan sektor-
sektor lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung.Pengembangan kawasan pantai
misalnya,akan mendorong pengembangan bidang transportasi baik berupa perbaikan jalan maupun
route angkutan kendaraan umum. Perbaikan sarana jalan dan angkutan kendaraan umum
mengakibatkan daerah di sekitarnya terbebas dari isolasi, yang pada akhirnya membawa pengaruh
pada dinamika kehidupan penduduknya. Di samping itu, pengembangan sektor pariwisata membuka
peluang bagi penduduk sekitarnya untuk meningkatkan taraf perekonomian melalui bisnis rumah
makan maupun penginapan.

Dalam skala yang lebih besar, kesejahteraan dunia membawa pengaruh pada orang-orang
dari berbagai penjuru dunia untuk mengenal kebudayaan dari negara lain. Salahsatu caranya adalah
dengan mengadakan perjalanan wisata. Keingintahuan ini menghasilkan keuntungan ekonimis
berupa masuknya devisa pada keungan negara. Pada akhirnya, bisnis pariwisata memberikan
keuntungan yang cukup besar dari berlapis bagi bangsa dan masyarakat.

Melihat sejumlah indikator di atas, pengembangan sektor pariwisata tampaknya menjadi


sesuatu yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Karena jika sektor
ini tidak mendapat perhatian khusus, mata rantai pencarian nafkat mulai dari para tukang becak,
pemandu wisata, pengelola perjalanan wisata, sampai keuangan negara akan terpengaruh.
Sebaliknya jika sektor ini pendapat perhatian khusus dan pada akhirnya sektor ini menjadi maju,
banyak pihak yang diuntungkan.
2. Kedudukan Lingkungan Budaya dalam Pariwisata

Pengembangan pariwisata meliputi berbagai bidang. Di antaranya adalah pengembangan


wisata alam (pantai, gunung, gua) dan pengembangan wisata budaya (upacara tradisional, pakaian
tradisional, tari). Kedua bidang tersebut sama-sama memiliki daya tarik khusus bagi para wisatawan.
Namun, jika kita mau mencoba mencermati kecenderungan para wisatawan khususnya wisatawan
mancanegara, bidang yang menjadi daya tarik utama adalah bidang kebudayaan. Pariwisata alam
tampaknya hanya menjadi “tempat beristirahat” bagi para wisatawan.

Ketertarikan wisatawan pada bidang budaya dapat diketahui dari berbagai indikator.
Pertama, banyaknya wisatawan yang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Keingintahuan wisatawan
terhadap Kraton Yogyakarta dilandasi oleh keingintahuan akan pusat kebudayaan Jawa. Kedua,
banyaknya wisatawan yang tertarik membeli benda-benda tradisional khas. Ketiga, banyaknya
wisatawan yang tertarik mempelajari budaya khas seperti menari dan membatik. Keempat,
banyaknya wisatawan yang tertarik dengan keramahtamahan kita dalam menanggapi mereka.

Dalam jangka panjang, bidang kebudayaan tampaknya akan lebih mendominasi motivasi
wisatawan. Hal ini berkaitan erat dengan semakin langkanya nuansa tradisional di negara-negara
maju.Karena kelangkaan tersebut, banyak orang ingin mengetahui bentuk-bentuk budaya asli nenek
moyang mereka.

Jika sektor pariwisata budaya ini benar-benar dikelola oleh pemerintah, Yogyakarta akan
mampu bersaing dengan negara-negara lain yang maju dan mempunyai komitmen untuk
mengembangkan priwisata budaya seperti Korea dan Jepang. Namun, jika sektor ini justru tidak
terperhatikan, dan fokus pengembangan hanya pada pariwisata alam, lama kelamaan para
wisatawan akan bosan karena pada dasarnya pariwisata alam bersifat statis dan sekali datang.

Namun demikian, jika pengembangan pariwisata budaya ini dikembangkan dengan


sembarangan, pengembangan pariwisata ini bisa menjadi bumerang atas kebudayaan itu sendiri.
Eksploitasi besar-besaran terhadap pariwisata budaya akan mengakibatkan budaya tersebut
kehilangan kualitasnya. Akibatnya, kebudayaan hanya sekedar simbol-simbol mati, tanpa
makna.Pembisnisan budaya yang berlebihan juga akan mengaburkan hakikat dari kebudayaan itu
sendiri. Pada akhirnya, kebudayaan tercabut dari asal-usulnya, yaitu masyarakat.

Pada sektor lain, pengembangan kebudayaan yang hanya diorientasikan pada pariwisata
juga akan mengakibatkan para pelakunya terlalu “bisnis oriented”. Bisnis oriented dalam bidang
budaya atau komersialisasi budaya sebenarnya merupakan efek samping terjadinya transformasi
budaya dalam proses pembangunan suatu negara. Menurut Suyatno Kartodirdjo (1992:145), ada
empat masalah yang timbul sebagai akibat tranformasi budaya, yaitu masalah ketahanan budaya
dan konflik nilai, masalah komersialisasi budaya, masalah materialisme dan konsumerisme, dan
masalah konflik sosial.

Akibatnya, motivasi utamanya bukan lagi menunjukkan keluhuran budaya yang dimilikinya
melainkan pada pertimbangan bisnis semata. Jika hal itu terjadi, kebudayaan bisa dimanipulasi demi
kepentingan bisnis. Bahkan jika tidak diperhatikan secara sungguh-sungguh hal itu akan
mengakibatkan munculnya budaya baru yang tidak berakar pada kepribadian dan identitas bangsa.
Transoformasi yang tidak berakar pada kedua hal tersebut akan menghasilkan budaya modern yang
pada gilirannya akan menelan jenis budaya-budaya (tradisional) yang mempunyai nilai-nilai
pencerminan kepribadian bangsa dan identitas bangsa (Kartodirdjo, 1992:146).

Dalam hubungannya dengan transformasi kebudayaan sebagai akibat pengembangan sektor


pariwisata, ada baiknya disimak pendapat dari Sutan Takdir Alisahbana(Rahmanto, 1992:141). Beliau
mengatakan bahwa transformasi budaya yang disebabkan oleh penerapan teknologi maju yang
terlepas dari perspektif budaya bangsa akan mengakibatkan manusia dikuasai teknologi, dan bukan
sebaliknya.

3. Solusi Pengembangan Pariwisata Berwawasan Lingkungan

Permasalahan pokok yang kiranya perlu dicari jalan keluarnya adalah bagaimana kita mampu
mengembangkan pariwisata yang berwawasan lingkungan budaya. Dalam hal ini ada beberapa hal
yang sekiranya dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pengembangan pariwisata berwawasan
lingkungan kebudayaan.

Pertama, pembangunan fisik yang memperhatikan kekhasan Yogyakarta. Sebagai bagian dari
kebudayaan Jawa, masyarakat Yogyakarta mengenal berbagai bentuk bangunan fisik. Dalam rangka
menciptakan lingkungan budaya, fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel, rumah makan,
dan rumah penduduk sebaiknya mencerminkan bentuk bangunan khas Yogyakarta. Gedung-gedung
bertingkat, rumah dengan bentuk atau corak barat, dan fasilitas perkantoran bergaya Barat
sebaiknya dibatasi secara sungguh-sungguh. Dominasi gedung bertingkat dan rumah bergaya Barat
mengakibatkan bentuk-bentuk fisik khas Yogyakarta menjadi pudar dan lama kelamaan hilang
dengan alasan ekonomis (penghematan tempat).

Dalam kaitannya dengan mempertahankan kekhasan budaya Yogyakarta, ada baiknya kit
simak pendapat dari P.J. Suwarno (1992). Beliau mengatakan bahwa Sultan yang memegang
kekuasaan kharismatik, tradisional, dan legal-rasional menggunakan kekuasaan itu secara bijaksana
untuk mentransformasikan Yogyakarta dari tradisional ke modern tanpa menghancurkan tradisi,
tetapi menyeleksinya untuk dimanfaatkan dalam modernisasi Yogyakarta. Jika pendapat itu kita
hubungkan dengan upaya mempertahankan bentuk fisik khas Yogyakarta, dapat dikatakan bahwa
boleh jadi bentuk luarnya adalah bentuk khas Yogyakarta tetapi fasilitas dalamnya dikemas dalam
nuansa modern.

Kedua, menghidupkan wisata budaya tradisional. Wisata tradisional yang dimaksudkan di


sini adalah penyajian berbagai bentuk kebudayaan tradisional kepada para wisatawan. Bentuk-
bentuk kebudayaan tradisional yang dimaksudkan antara lain jathilan, kirab pusaka, sekaten,
dolanan bocah, dan upacara adat. Bentuk-bentuk kebudayaan ini sebenarnya memiliki daya tarik
tinggi tetapi karena jarang dipertunjukkan secara rutin, para wisatawan kadang-kadang kesulitan
menyaksikannya.

Ketiga, memberikan pendidikan budaya pada generasi muda. Sumber kemerosotan budaya
sebenarnya bermula dari ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya pemeliharaan kebudayaan
bagi kelangsungan hidup sektor pariwisata. Akibat ketidaktahuan ini, banyak generasi muda justru
mengikuti kebudayaan asing daripada memelihara kebudayaan sendiri. Sehingga, ketika mereka
berhadapan dengan para wisatawan, yang dikedepankan adalah sikap dan perilaku yang meniru
mereka, seperti berbicara dengan bahasa asing, berpakaian dengan gaya asing, dan bahkan
berperilaku yang tidak sesuai dengan kebudayaan sendiri.

Slamet Sutrisna ( 1992:147) mengatakan bahwa perubahan kebudayaan tidak hanya


melibatkan sistem normatif tetapi juga melibatkan sistem kognitif. Dalam hubungannya dengam
masyarakat Indonesia yang sedang membangun, budaya keilmuan harus dikembangkan
sebagaimana mestinya. Dengan demikian, pengembangan dan pelestarian lingkungan budaya perlu
dihubungkan dengan proses pendidikan bagi generasi penerusnya.

Keempat, penghargaan terhadap warisan nenek moyang. Warisan nenek moyang kita
berupa tosan aji, gebyog, perabot tradisional, dan barang antik lainnya tampaknya semakin merosot
seiring dengan maraknya bisnis barang antik. Banyak sekali perabot tradisional yang diperjualbelikan
dan diekspor ke luar negeri. Keuntungan ekonimisnya memang cukup besar, namun kita kehilangan
barang-barang warisan nenek moyang. Padahal barang-barang seperti itu juga memiliki nilai sejarah
dan memiliki daya tarik pariwisata. Jika pada akhirnya benda-benda seperti itu habis berpindah ke
luar negeri, pariwisata kita akan kehilangan obyek yang bisa dipromosikan.

Kelima, pengalokasian dana untuk pengembangan kebudayaan. Dalam hubungannya dengan


anggaran pembangunan, anggaran pembangunan sarana fisik tampaknya masih menjadi perhatian
utama dan menyerap banyak sekali dana. Padahal, pengembangan sarana fisik inilah yang secara
langsung menghancurkan lingkungan budaya masyarakat tertentu. Munculnya hotel megah di
antara rumah penduduk membawa akibat berubahnya budaya masyarakat sekitarnya. Alangkah
baiknya jika dalam waktu mendatang pengalokasian dana untuk pengembangan kebudayaan
ditambah atau diperbesar. Masyarakat tradisional sebenarnya masih ingin memainkan jathilan,
tayub ataupun slawatan. Namun karena terbentur pada masalah anggaran mereka tidak mampu
mengembangkan kebudayaan itu. Jika tersedia anggaran, niscaya mereka akan dengan senang hati
mengadakan pertunjukan jathilan secara rutin, mereka akan senang hati mengadakan pertunjukan
tayub secara rutin. Apalagi jika para pelaku budaya tersebut mendapat insentif berupa uang lelah
atas pentas mereka.

4. Pembangunan dan nilai budaya

Persoalan kompleks disekitar pembangunan bangsa dapat kita pahami bersama yaitu
persoalan daya guna, keadilan, dan kesejahteraan yang belum merata. Ada kelemahan yang
mewarnai konsep pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan konsep
tricking down effect (Tjatra, 2004), dan muncullah berbagai konsep pembangunan alternatif, seperti
ecodevelopment dan sustainable development. Pendekatan ekologi – ecodevelopment memandang
keberlanjutan pembangunan dari sudut sejarah kebudayaan masyarakat tertentu, keterampilan
yang dimiliki oleh masyarakat biasa, ethno-ecology, dan keadaan alam yang mewarnai ecosistem
setempat dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia yang tinggal dalam lingkungannnya.

Budaya modern membedakan dan menyepakati berbagai hubungan politik,ekonomi, budaya


antara saat ini dan masa depan (Tian Feng, 1999), untung dan rugi lewat perubahan hari ini dan
besok dari strategi berlawanan. Oleh sebab itu, uji coba penting saat ini adalah, memberikan
masyarakat mempelajari dan menganalisa “modern dan tradisional”, “seni dan teknologi”, “jiwa dan
tubuh”, “materi dan ruh”, dari sisi positif dan negatif sains dan teknologi modern. Karena lewat jalan
berlawanan kita akan melihat dengan jelas keindahan dan keburukan, kebaikan dan kejelekan, tinggi
dan rendah, puas dan serakah, jauh dan dekat, untung dan rugi, dan lain-lain, untuk mengetahui
segalanya. Manifesto kebudayaan pluralistik juga merupakan salah satu dari kebudayaan tradisional,
demikian juga manifesto ekonomi dan politik pluralistik. Dengan demikian persentuhan antar
budaya tidak saja melampaui batas-batas geografis, tetapi juga bersilangan dalam dimensi waktu –
bergerak kemasa lampau dan masa depan.

5. Pariwisata Budaya

Banyak pakar budaya yang menganggap bahwa industri pariwisata berdampak kurang baik,
bahkan merusak perkembangan seni pertunjukan di negara berkembang(Soedarsono,1999).Industri
pariwisata dikatakan merusak, mendesakralisasikan, mengkomersialisasikan seni pertunjukan
tradisional, dan sebagainya. Lebih lanjut Soedarsono dalam hasil penelitiannya, bahwa dalam
menilai kemasn seni pertunjukan wisata digunakan teori serta konsep yang benar dan cocok, jelas
industri pariwisata memperkaya perkembangan seni pertunjukan Indonesia Kebudayaan ekspresif,
seperti tarian, musik, dan teater, sekarang ini menjadi bentuk-bentuk hiburan dan komoditi
komersial.

6. Peluang alternatif lewat menghormati keragaman dan komunitas budaya.

Secara umum, tradisi-tradisi budaya di Indonesia mengutamakan keselarasan hubungan-


hubungan orang-perorang dalam masyarakat yang dilandasi prinsip-prinsip rukun dan hormat
(Soehardi, 2001:3-26). Artikulasi keselarasan itu berbeda dari masyarakat suku bangsa satu dengan
lainnya, tetapi prinsip-prinsip kerukunan yang diwujudka dalam aktivitas gotong-royong dapat
dijumpai di semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Perjalanan perkembangan suatu kebudayaan
dan masyarakat dalam sejarahnya tidak pernah tertutup dari persinggungan budaya-budaya lain.
Dimana kontak-kontak budaya regional, atau antar benua sudah berlangsung dari zaman awal
sejarah samapi sekarang (melalui perkembangan komunikasi global seolah-olah antar budaya kini
menjadi tanpa batas). Kalau dilihat dari teori evolusi, maka perubahan-perubahan yang terjadi
tersebut dapat dipandang sebgai suatu „progress‟ yang sejalan dengan proses evolusi dari
masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Dengan demikian proses perubahan semacam ini
dapat dialami hampir semuan bangsa-bangsa di dunia, termasuk suku-suku bangsa di Indonesia;
Jawa, Bali, Sunda, Minang, Batak, dan yang lainnya.

Kontak masyarakat Bali dengan budaya luar bukan sesuatu hal baru, karena telah terjadi
ribuan tahun yang lalu. Hal ini dapat dilihat dari adanya berbagai „pengaruh luar‟ dalam adat budaya
Bali, seperti pengaruh India, Cina, Arab dan – tentu saja – Jawa (MPLA, 1991; Mantra, 1993; Barth,
1993, dalam Pitana, 1994:156-157). Selanjutnya intensitas kontak kebudayaan Bali dengan
kebudayan luar meningkat secara dramatik pada paruh kedua abad ini, yang terkait erat dengan
adanya perkembangan teknologi yang pesat dibidang komunikasi dan transportasi, serta
keberhasilah Bali menjadikan dirinya sebagai daerah tujuan wisata yang terkenal di dunia (ibid, 157).
Dari prespektif sejarah, kebudayaan Bali memiliki keterbukaan dengan kebudayaan luar dan
memperlihatkan sifat fleksibel dan adaptif. Potensi ini penting artinya untuk menghindari
perbenturan antar budaya. Jika dilihat dari tatanan sejarah nasionalisme Indonesia, juga dapat
dipahami bahwa konsep wawasan kebangsaan adalah “persatuan dan kesatuan”. Seperti dari
pernyataan Presiden Soeharto, pada Dharma Santi Penyepian 1997, dalam Dewa Atmaja (2002),
“bahwa dari kenyataan keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat dan budaya di Indonesia yang
penting bukan masing-masing suku, bahasa, atau budayanya, akan tetapi keseluruhan suku bangsa,
adat-istiadat, budaya,

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gagasan tentang warisan cultural dipandang sebagai aspek penting yang harus dilindungi
dalam rangka mencari identitas nasional dilandasi oleh hasrat sederhana untuk mengabdikan
kegemilangan masa silam. Sebagaimana disebutkan di muka, pluraristik (keragaman) budaya
khususnya seni pertunjukkan yang dimilikinya dapat sebagai sumber daya dalam pembangunan
pariwisata berwawasan budaya.

Selama ini berbagai paguyuban etnis Nusantara yang terdapat di Bali khususnya Denpasar
memiliki potensi budaya asalnya namun keberadaannya antara hak dan kewajiban sebagai warga
masyarakat belum bisa dirasakan, sehingga keragaman budaya khususnya seni pertunjukan
daerahnya belum terjamah dan dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung pembangunan
pariwisata berwawasan budaya.

Dengan demikian perlu adanya interaksi dan dialog-dialog yang intensif antara paguyuban
etnis nusantara dengan lembaga formal khususnya pemerintah daerah dan organisasi-organisasi
sosial lainnya seperti sanggar seni, sekaa-sekaa guna mendukung visi dan misi pembangunan daerah
yang berwawasan budaya.

B. Saran

Solusi yang sekiranya paling bijaksana adalah membangun simbiosis mutualisma antara
pariwisata dan budaya. Artinya, sambil mengembangkan sektor pariwisata, kita juga turut serta
melestarikan lingkungan budaya kita. Sambil melestarikan kebudayaan kita, kita mengemas
pelestarian tersebut dengan berorientasi pada pariwisata. Jika hal itu dapat teruwujud, semaju
apapun negara kita, kebudayaan tradisional akan tetap terpelihara tanpa mengabaikan
pengembangan pariwisata.

DAFTAR PUSTAKA

Desky, M.A. 2001. Manajemen Perjalanan Wisata. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

Kartodirdjo, Suyatno. 1992. “Tranformasi Budaya dalam Pembangun” dalam Tantangan Kemanusian
Universal. Yogyakarta : Kanisius

Roem, Mohamad, dkk. 1982. Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengkubuwono
IX. Jakarta : PT. Gramedia.

Sutrisna, Slamet. 1992. “Budaya Keilmuan dan Situasinya di Indonesia” dalam Tantangan
Kemanusiaan Universal. Yogyakarta : Kanisius.

Suwarno, P.J. 1992. “Belajar dari Sejarah Yogyakarta untuk Memasuki Era Globalisasi” dalam
Tantangan Kemanusiaan Universal. Yogyakarta : Kanisius.
Tnunay, Tontje. 1991. Yogyakarta Potensi Wisata. Klaten :CV. Sahabat.

http://yakinchanel.blogspot.co.id/2016/08/makalah-tentang-pariwisata.html

makalah Pariwisata
Thursday, 6 August 2015
Pengantar Pariwisata

MAKALAH

PENGANTAR KEPARIWISATAAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas segala karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Tugas Pengantar Kepariwisataan” dengan baik dan tepat
pada waktunya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait yang telah memberi
bantuannya dalam penulisan makalah ini.

Akhirnya, kami sebagai penyusun menyadari bahwasanya makalah ini masih terdapat
banyak kekurangan, baik dalam penulisan maupun isi. Oleh sebab itu, kami meminta maaf kepada
pembaca atas kekurangan-kekurangan tersebut, dan kami sangat mengharapkan saran, tanggapan,
dan kritik dari pembaca guna sebagai pedoman dan perbaikan ke masa yang akan datang. Kami
mengharapkan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.Semoga Tuhan senantiasa
memberikan petunjuk dan membimbing kita.
Pancasari, Oktober 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………. i

DAFTAR ISI………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang…………….…………………………….. 1


1.2 Rumusan Masalah……….………………………………. 1
1.3 Tujuan dan Manfaat…………….……………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN MATERI

2.1 Pengertian Pariwisata…………….……………………… 2


2.2 Jenis-Jenis Pariwisata…………….……………………… 4
2.3 Objek Wisata di Bali…………………………………….. 7
2.4 Istilah-Istilah di Dunia Pariwisata……………………….. 13
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………… 19

3.2 Saran………………………………………………….… 19

DAFTAR PUSTAKA…….…………………………………………. 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat,
sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya. Bahkan
pariwisata dikatakan mempunyai energi dobrak yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat
setempat mengalami metamorphose dalam berbagai aspeknya.Pariwisata mempunyai banyak
manfaat bagi masyarakat bahkan bagi Negara sekalipun,m anfaat pariwisata dapat dilihat dari
berbagai aspek/segi yaitu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup,
nilai pergaulan dan ilmu pengetahuan, serta peluang dan kesempatan kerja.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun beberapa masalah yang dapat dirumuskan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai
berikut.
1. Apakah pengertian dari Pariwisata?
2. Apa saja jenis-jenis pariwisata?
3. Apa saja objek wisata yang ada di Bali ?
4. Apa saja istilah-istilah yang sering muncul dalam dunia Pariwisata?

1.3 Tujuan dan Manfaat


Tujuan dan manfaat dibuatnya makalah ini adalah agar para pembaca :
1. Dapat mengerti dan lebih memahami tentang pengertian Pariwisata.
2. Dapat mengerti dan lebih memahami tentang jenis-jenis pariwisata.
3. Dapat mengerti dan lebih memahami tentang objek wisata yang ada di Bali.
4. Dapat mengerti dan lebih memahami tentang istilah-istilah yang sering muncul dalam dunia
Pariwisata.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pariwisata


1. Menurut Para Ahli
 Menurut UU No.10/2009 tentang kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan
masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.
 Koen Meyers (2009), pariwisata adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan oleh semntara waktu dari
tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah
melainkan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau libur serta
tujuan-tujuan lainnya.
 Suwantoro (1997) , pariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih
menuju tempat lai dari luar tempat tinggalnya karena suatu alasan dan bukan untuk melakukan
kegiatan yang menghasilkan uang.
 James J. Spillane, pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan untuk
mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetaui dsesuatu, memperbaiki kesehatan,
menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, dan berziarah.
 Soekadijo (1996), pariwisata adalah gejalayang komples dalam masyarakat, di dalamnya terdapat
hotel, objek wisata, souvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan wisata, rumah makan
dan banyak lainnya.
 Drs. E.A.Chalik, pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling.
 Prof. Kurt Morgenroth, kepariwisataan dalam arti sempit, adalah lalu lintas orang-orang yang
meninggalkan tempat kediamannya untuk sementara waktu, untuk berpesiar di tempat lain, semata-
mata sebagai konsumen dari sebagai konsumen dari buah hasil perekonomian dan kebudayaan guna
memenuhi kebutuhan hidup dan budayanya atau keinginan yang beraneka ragam dari pribadinya.
 Prof. Hans. Buchli, kepariwisataan adalah setiap peralihan tempat yang bersifat sementara dari
seseorang atau beberapa orang, dengan maksud memperoleh pelayanan yang diperuntuhkan bagi
kepariwisataan itu oleh lembaga-lembaga yang digunakan untuk maksud tertentu.
 Prof. Salah Wahab, pariwisata merupakan suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang
mendapat pelayanan secara bergantian di antara orang-orang dalam suatu negara itu sendiri(di luar
negeri), meliputi pendiaman orang-orang di daerah lain (daerah tertentu), suatu negara atau benua
untuk sementara waktu dalam mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa
yang dialaminya dimana ia memperoleh pekerjaan.
 Prof. K. Krapt (1942), kepariwisataan adalah keseluruhan daripada gejala-gejala yang ditimbulkan
oleh perjalanan dan pendiaman orang-orang asing serta penyediaan tempat tinggal sementara,
asalkan pendiaman itu tidak tinggal menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari proses yang
bersifat sementara itu.
 E. Guyer Freuler, pariwisata dalam arti modern merupakan fenomena dari jaman sekarang yang
didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan
menumbuhkan kecintaan yang disebabkan oleh pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat.
 Herman V. Schularard (1910), kepariwisataan merupakan sejumlah kegiatan, terutama yang ada
kaiannya dengan masuknya, ada pendiaman dan bergeraknya orang-orang asing keluar masuk kota,
daerah atau negara.
Dari semua definisi diatas, ada suatu hal yang sangat menonjol dari batasan-batasan yang
dikemukakan tentang pariwisata ialah :

a. Perjalanan itu dilakukan untuk sementara waktu

b. Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat lain

c. Perjalanan itu harus dikaitkan dengan pertamasyaan atau rekreasi

d. Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak mencari nafkah di tempat yang
dikunjunginya dan semata-mata sebagai konsumen di tempat tersebut.

2.2 Jenis-Jenis Pariwisata

1. Wisata budaya
Ini dimaksudkan agar perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan, untuk memperluas pandangan
hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar
negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat, cara hidup, budaya dan seni pada
masyarakat daerah yang bersangkutan. Seringnya perjalanan serupa ini disatukan dengan
kesempatan-kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan budaya, seperti eksposisi seni
(seni tari, seni drama, seni musik dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan
sebagainya.
Jenis wisata budaya ini jenis yang populer di Indonesia.Jenis wisata ini adalah jenis wisata yang
paling utama bagi wisatawan luar negeri yang datang ke negeri ini dimana mereka ingin mengetahui
kebudayaan kita, kesenian dan segala sesuatu yang dihubungkan dengan adat istiadat dan
kehidupan seni budaya kita.
2. Wisata kesehatan
Hal ini dimaksudkan perjalanan seorang wisatawan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan
lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat alam arti jasmani an
rohani, dengan mengunjungi tempat peristirahatan seperti mata air panas yang mengandung
mineral yang dapat menyembuhkan, tempat yang mempunyai iklim udara yang mneyehatkan atau
tempat-tempat yang menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya.
3. Wisata olahraga
Ini dimasudkan wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau memang
sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olah raga di suatu tempat atau negara
seperti Asean Games, Olympiade, Thomas dan Uber Cup, Wimbeldon, Tour de Fance, F1, World Cup
dan jenis olahraga lainnya. Macam cabang olahraga yang termasuk dalam jenis wisata olahraga yang
bukan tergolong dalam pesta olahraga atau games, misalnya berburu, memancing, berenang, dan
berbagai cabang olahraga dalam air atau diatas pegunungan.
4. Wisata komersial
Jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat
komersil, seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya.Pada mulanya banyak orang
berpendapat bahwa hal ini tidak dapat digolongkan kedalam jenis pariwisata karena bersifat
komersial, hanya dilakukan oleh orang-orang yang khusus mempunyai tujuan tertentu untuk
bisnis.Tetapi kenyataannnya, dewasa ini pameran-pameran atau pekan raya yang diadakan banyak
sekali dikunjungi oleh orang yang hanya sekedar melihat-lihat.Maka tak jarang pameran atau pekan
raya dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan pertunjukan kesenian.
5. Wisata industri
Erat kaitannya dengan wisata komersial.Perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau
mahasiswa, atau orang-orang biasa ke suatu kompleks atau daerah perindustrian yang banyak
terdapat pabrik-pabrik atau bengkel-bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan
peninjauan atau penelitian.Hal ini banyak dilakukan di negara-negara yang telah maju
perindustriannya dimana masyarakat berkesempatan mengadakan kunjungan ke daerah atau
kompleks-kompleks pabrik industri berbagai jenis barang yang dihasilkan secara massal di negara
tersebut.
6. Wisata politik
Jenis ini meliputi pejalanan yang dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian secara aktif
dalam peristiwa kegiatan politik seperti peringatan ulang tahun suatu negara/perayaan hari
kemerdekaan dimana fasilitas akomodasi, sarana angkutan dan berbagai atraksi diadakan secara
megah dan meriah bagi para pengunjung.Selain itu peristiwa-peristiwa penting seperti konferensi,
musyawarah, kongres atau konvensi politik yang selalu disertai dengan darmawisata termasuk
dalam jenis ini.
7. Wisata konvensi
Termasuk dalam jenis wisata politik.Berbagai negara dewasa ini membangun wisata konvensi
dengan menyediakan fasilitas bangunan beserta ruangan-ruangan tempat bersidang bagi para
peserta konferensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya, baik yang bersifat nasional
maupun internasional.Contoh, Jakarta dengan JCC-nya (Jakarta Convention Center).
8. Wisata sosial
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah pengorganisasian suatu perjalanan murah serta
mudah untuk memberi kesempatan kepada golongan masyarakat ekonomi lemah (mereka yang
tidak mampu membayar segala sesuatu yang bersifat luks) untuk mengadakan perjalanan.
9. Wisata pertanian
Jenis wisata ini adalah pengorganisasia perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian,
perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan
kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi ataupun hanya sekedar melihat-lihat.
10. Wisata maritim (marina) atau bahari
Jenis wisata ini banyak kaitannya dengan kegiatan di air seperti di danau, sungai, pantai, teluk atau
laut lepas seperti memancing, berlayar, menyelam, berselancar dan lain-lain.Jenis wisata ini dapat
juga disebut Wisata Tirta. Indonesia yang merupakan daerah kepulauan kaya akan wisata jenis ini.
11. Wisata cagar alam
Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di
pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh-tumbuhan yang
jarang terdapat di tempat lain.
12. Wisata buru
Jenis wisata ini banyak dilakukan di negara-negara yang memiliki daerah atau hutan tempat berburu
yang dibenarkan oleh pemerintah (memliki izin). Pemerintah yang bijaksana mengatur wisata buru
ini demi keseimbangan hidup satwa yang diburu agar tidak punah, dengan memperhitungkan
perkembangbiakannya, antara yang lahir dan yang diburu tetap seimbang.
13. Wisata pilgrim/wisata religi
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama, adat istiadat dan kepercyaan umat atau kelompok
masyarakat.Bisa dilakukan perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, makam-makam
orang besar atau yang diagungkan.
14. Wisata bulan madu
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan
suami istri, pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan
tersendiri demi kenikmatan perjalanan dan kunjungan mereka.
15. Wisata petualangan
Dikenal dengan istilah adventure tourism.Jenis wisata ini dilakukan oleh mereka yang ingin
melakukan petualangan atau hal-hal yang menantang, seperti memasuki hutan belantara, mendaki
tebing terjal, bungy jumping, arung jeram, wisata kutub, wisata ruang angkasa dan lain sebagainya.
Selain jenis-jenis wisata tersebut, masih banyak lagi jenis wisata yang lain, tergantung kepada kondisi
dan situasi perkembangan dunia kepariwisataan di suatu daerah atau negara yang ingin
mengembangkan industri pariwisatanya.Hal ini tergantung pada selera atau daya kreativitas para
profesional yang berkepentingan dalam industri pariwisata ini.Semakin kreatif dan banyak gagasan
yang dimiliki, semakin bertambah pula bentuk dan jenis wisata yang dapat diciptakan.

2.3 Objek Wisata Di Bali

1. Lokasi Dreamland Bali, Tempat Wisata Pantai Pasir Putih

Lokasi Dreamland Bali terletak di bukit Unggasan, satu jalur menuju Garuda Wisnu
Kencana.Pantai dreamland Bali, letaknya sangat terpencil, dan sebaiknya bertanya kepada orang
lokal disana, setelah anda melewati GWK (Garuda Wisnu Kencana).

Karena berada di tempat terpencil, maka pantai ini jauh lebih bersih dari pada pantai
Kuta.Di pantai Dreamland Bali, terdapat lebih banyak wisatawan asing dari pada wisatawan
lokal.Mungkin karena ombaknya yang besar, sangat cocok buat penyuka olahraga surfing, dan
pantainya yang bersih, yang memberikan kesan nyaman, pada saat anda duduk atau berbaring di
pantai Dreamland Bali.

Untuk masuk ke lokasi Dreamland Bali, anda tidak di pungut biaya apapun, hanya biaya
parkir sebesar Rp 15.000, untuk parkir mobil.Jadi tiket masuk dreamland Bali hanya Rp 15.000 per
mobil. Jika anda bukan orang yang suka berenang di pantai, sebaiknya saya sarankan tidak ke
pantai ini, karena lokasi Dreamland Bali yang sangat jauh, dan untuk kembali dari pantai ini ke
lokasi wisata yang lain, anda akan terkena kemacetan yang cukup parah di jalan by pass Ngurah
Rai.

Tapi bagi anda yang suka dengan pantai Dreamland Bali dan menginginkan pantai dengan
pasir putih yang bersih, maka tempat wisata Dreamland Bali, objek wisata pilihan yang harus anda
kunjungi selama liburan di pulau dewata Bali. Saya sarankan, bagi anda yang pertama kali ke pantai
dreamland ini, sebaiknya dengan orang yang sebelumnya pernah ke pantai ini, ataupun
dengan orang yang telah mengenal dan tahu tentang lokasi Dreamland Bali. Karena bagi orang yang
pertama kali datang ke dreamland Bali, akan sedikit susah untuk menemukan lokasi pantai ini.

2. Jimbaran Tempat Wisata Di Bali Yang Wajib Dikunjungi


Disaat anda liburan ke Bali, pastilah ingin wisata pantai di Bali.Salah satu pantai yang wajib
anda kunjungi saat liburan ke Bali adalah objek wisata Jimbaran. Jimbaran tempat wisata di Bali
adalah nama desa di Kabupaten Badung, Bali, Indonesia. Berlokasi di daerah selatan pulau Bali,
kurang lebih 15 menit dari bandara internasional Ngurah Rai.Di pantai Jimbaran terdapat cafe-cafe
yang menghidangkan makanan laut (seafood).Selain itu kawasan Jimbaran tempat wisata di Bali,
juga sangat terkenal dengan terdapatnya hotel-hotel mewah.Sebelum berkembang menjadi tempat
wisata, Jimbaran dulunya adalah desa para nelayan.Sebagian besar penduduknya mencari nafkah
dengan menjadi nelayan.Saat ini sudah berubah, hampir sebagian besar dalam mencari nafkah,
penduduk Jimbaran bergerak dalam bidang pariwisata.Jimbaran tempat wisata di Bali, terletak
diantara kawasan pariwisata Nusa Dua dan international airport Ngurah Rai.Kawasan ini juga
memiliki pantai dengan pasir putih, dan sangat terkenal dengan warung makanan laut atau seafood
cafe, sambil menikmati suasana pantai dan sunset.

Jika anda ingin menikmati pemandangan sunset dan hidangan makanan laut yang di bakar,
tempat wisata Jimbaran salah satu yang terbaik, yang bisa anda dapatkan di pulau dewata. Begitu
banyak tersedia seafood cafe di daerah ini, menawarkan beraneka ragam menu dengan harga yang
bervariasi. Waktu terbaik untuk berkujung ke Jimbaran tempat wisata di Bali adalah sebelum
matahari terbenam atau sekitar jam 17:00. Jika anda datang pada jam 17:00, pantai sudah tidak
panas lagi dan pemandangan sunset belum di mulai. Di saat anda berlibur ke Bali, kami sarankan
kepada anda, agar jangan sampai anda melewatkan moment indah ini, selama anda di pulau
dewata bersama teman atau keluarga anda.

3. Nusa Dua Tempat Wisata Bali

Nusa Dua tempat wisata Bali, banyak orang yang sudah mengenal objek wisata ini.Karena
Nusa Dua sangat sering digunakan atau sebagai tempat diadakannya konfrensi berskala besar dan di
kunjungi pemimpin negara-negara di dunia.Pemberitaan media masa sangat membantu Nusa Dua,
mencapai kepopulerannya sampai sekarang.Tanggal 1 Oktober sampai dengan 8 Oktober, tempat
wisata Nusa Dua Bali digunakan sebagai pusat dari penyelengaraan KTT APEC 2013.

Nusa Dua tempat wisata Bali, terletak di paling ujung bagian tenggara pulau Bali, dan
berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Denpasar. Jika dari dari Bandara Internasional Ngurah Rai
jaraknya kurang lebih 8 kilometer, atau sekitar tiga puluh menit perjalanan dengan menggunakan
mobil.

Taman yang terdapat di kawasan Nusa Dua, kalau boleh saya katakan adalah
taman terindah di Bali. Apabila anda mengunjungi Nusa Dua, tidak akan terlihat oleh anda bahwa di
balik taman terdapat hotel-hotel berbintang lima berstandar internasional yang memperkerjakan
ribuan karyawan.
Di Nusa Dua terdapat banyak hotel berbintang lima, yang sering di gunakan sebagai tempat
konfrensi bersekala international maupun nasional. Selain itu, Nusa Dua terkenal dengan pantai
yang memiliki pasir putih dan air laut yang tenang.Sangatlah cocok bagi anda yang menginginkan
wisata pantai pasir putih yang bersih dan tidak terlalu ramai seperti pantai Kuta.Kawasan wisata
Nusa Dua dikelola oleh sebuah perusahaan yang bernama BTDC.

Nusa Dua sebagai salah satu tempat wisata di Bali, sangat terkesan akan kemewahan dan
sangat tertata rapi. Kebersihan sangat terjaga dan pepohonan terpelihara.Bagi anda yang
menginginkan untuk menginap di hotel resort, maka lokasi wisata di Bali ini, adalah tempat yang
tepat buat anda pilih untuk menginap.

4. New Kuta Green Park Pecatu

New Kuta Green Park Pecatu Bali, wahana baru untuk rekreasi air sangat cocok jika anda
ingin mengajak anak untuk liburan di pulau dewata.

Bagi masyarakat Bali, tempat wisata ini memberikan warna dan pilihan baru untuk rekreasi
keluarga selama liburan di Bali dengan anak-anak anda.Memiliki konsep dan beberapa fasilitas,
yang sebelumnya belum terdapat di Bali.Kami sebagai penyedia layanan sewa mobil di Bali, selalu
siap mengantarkan anda, ke tempat wisata di Bali untuk anak.

Tempat wisata ini, termasuk didalam objek wisata Bali Pecatu Graha (BPG), yang berlokasi di
Desa Pecatu, wilayah Kuta Selatan. Bali Pecatu Graha, luas areal 400 hektar, selain tempat wisata air,
juga terdapat hotel dan kondominium serta lapangan golf.

Fasilitas Yang Tersedia

 Kolam anak
 Kolam yang memiliki arus
 Tempat luncur air (water slide). Terdapat 3 tipe yaitu: Rajawali & Rangkong Slide (tinggi 10
meter) dan Merak Slide (tinggi 8 meter)
 Kolam bergelombang (Wave Pool)
 bermain papan selancar di kolam bergelombang (Flow Rider)
 Bungee Trampoline
 Fliying fox
 Paint ball
 Lazy river
 Bird Park / Sanggar Burung
 War game
 Kolam Apung – walaupn anda tidak bisa berenang dan tidak memekai pelampung, anda
tetap akan terapung.
 Lounge / Gazebo
 Locker room (tempat ganti pakaian)
 Penyewaan pelampung, food court dan bar

5. Sanur

Awal perkembangan pariwisata di Bali selatan adalah objek wisata Sanur.Sanur


murpakan tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi, Karena sangat disukai bagi wisatawan yang
menginginkan tempat wisata yang lebih tenang dan tidak ramai. Sanur juga menawarkan pantai
pasir putih, tetapi anda tidak akan dapat melihat matahari terbenam di objek wisata sanur.
Melainkan matahari terbit yang akan anda dapat lihat disini. Air laut yang tenang, dan
pemandangan bawah laut yang masih alami, membuat pantai ini favorit wisatawan untuk
melakukan aktivitas yang disebut dengan namaseawalker Sanur.

Baca disini untuk lebih detail tentang, Sanur.

6. Tanjung Benoa

Tanjung Benoa salah satu kawasan wisata favorit wisatawan domestik. Penyebabnya, objek
wisata Tanjung Benoa merupakan pusat wisata bahari di Bali atau lebih dikenal dengan
namawatersport Tanjung Benoa dan memiliki pasir putih dengan air laut yang tenang. Selain itu, di
kawasan wisata Tajung Benoa juga tersedia banyak hotel dan restoran standar internasional dan
tempat makan murah.

7. Bali Safari Marine Park


Kawasan Bali Safari Marine Park, yang dibangun diatas areal seluas 40 hektar.Merupakan
salah satu dari 3 kebun Binatang yang ada di Indonesia.Terletak di tiga desa di Kabupaten Gianyar
Bali. Yaitu Desa Lebih, Desa Serongga dan Desa Medahan. Jaraknya 17 km ke arah timur kota
Denpasar atau sekitar 1 jam dari bandara Ngurah Rai, dengan melintasi jalan By Pass Ngurah Rai
dan By Pass Prof Ida Bagus Mantra.

Menyediakan tempat bagi satwa liar di habitat aslinya, yang dibangun dengan perpaduan
kebudayaan masyarakat Bali.Ada berbagai jenis satwa langka yang berasal dari 3 negara yaitu
Indonesia, India dan Afrika. Terdiri dari 80 species dan 400 ekor satwa langka yang berasal dari
Indonesia misalnya Jalak Putih, Burung Hantu, Tapir, Buaya, Babi Rusa,dan Harimau Sumatra. Dari
Negara India antara lain Rusa Tutul, Beruang Himalaya, Nilgai dan Black Buck.Satwa langka dari
Afrika juga tidak ketinggalan seperti Kuda Nil, Burung Unta, Singa, Babbon, Zebra dan Blue
Wildebeest.

Saat berkunjung wisatawan juga dapat menikmati beberapa pertunjukan antara lain, pertunjukan
satwa dan pengetahuan tentang satwa di panggung Hanuman, atraksi gajah di kampung gajah yang
terdapat museum gajah, wisata naik gajah, dan warung gajah. Ada juga atraksi mandi gajah di
taman Ganesha yang memiiki patung Ganesha setinggi 9 meter merupakan pintu masuk menuju Bali
Teater. Tempat permandian air suci juga terdapat disini yang disebut Tirta Sulasih. Berbagai barang
kerajinan khas Bali dan aksesoris berbentuk binatang banyak dijual di areal pertokoan yang dikenal
dengan nama Peken Bali. Setiap hari diadakan kelas menari Bali dan memainkan alat musik
gambelan Bali di Bale Banjar.

2.4 Istilah Istilah Dalam Dunia Pariwisata

 Aisle seat: Kursi di sebelah lorong pesawat atau kereta api


 Akomodosi: Hotel atau tempat menginap wisatawan dalam perjalanan wisatanya
 Arrival: Jadwal kedatangan
 Arunk (Arrival Unknown): Seseorang yang melakukan penerbangan terusan dari suatu kota
ke kota berikutnya, tetapi jadwal kedatangannya sebelum penerbangan terusan ini tidak
diketahui, contohnya, seseorang dari kota A akan melakukan penerbangan dari kota B ke
kota C, tetapi jadwal kedatangannya dari kota A ke kota B tidak diketahui.
B

 BB (Bed and Breakfast): Suatu hotel yang menyediakan kamar termasuk makan pagi di hotel
tersebut.
C

 Caddy: Tukang angkat-angkat atau pesuruh dalam permainan golf yang membawa tas golf
berisikan beberapa stick golf
 Cancel: Pembatalan suatu produk yang telah di pesan oleh konsumen sebelumnya.
 Cancellation Fee: Biaya atas pembatalan penggunaan jasa yang telah dipesan sebelumnya
seperti, pembatalan pemesanan hotel, tiket pesawat, paket tour dan lain-lain.
 Check In: Melaporkan diri untuk pemakaian jasa yang telah dipesan sebelumnya seperti
pada hotel atau pada suatu penerbangan
 Check out: Melaporkan diri atas telah berakhirnya pemakaian jasa atau produk wisata yang
digunakan
 Confidential tariff: Harga yang berlaku antara pihak-pihak tertentu sesuai dengan harga yang
telah disepakati dalam perjanjian yang telah dibuat.
 Confirmed: Pemesanan suatu produk atau jasa telah disetujui
 Contract Rate: Harga perjanjian antara dua penyedia jasa pelayanan pariwisata
 Conveyor belt: Ban berjalan di bandara tempat kita mengambil barang/bagasi
D

 Delay: Penundaan jadwal yang telah ditetapkan seperti jadwal keberangkatan pesawat
 Departure: Jadwal keberangkatan
 Destination: Destinasi, Daerah yang menjadi tujuan dalam perjalanan wisata.
 Direct Flight: Penerbangan langsung tanpa transit
 Double bed: Satu buah tempat tidur buat dua orang
 Due Date: Tanggal jatuh tempo suatu pembayaran atau bisa juga digunakan sebagai tanggal
jatuh tempo atas reservasi atau pemesanan.
E

 Entertain: Menjamu dimana maksudnya menjamu partner kerja untuk mempererat


hubungan kerja
 ETA (Estimate Time Arrival): Perkiraan waktu kedatangan suatu penerbangan.
 ETD (Estimate Time Departure): Perkiraan waktu keberangkatan suatu penerbangan
 Extra bed: tempat tidur tambahan
F

 Fam Trip: Suatu perjalanan untuk lebih mengenal produk-produk wisata atau destinasi
wisata
 Free Flow: Secara harfiah diartikan kedalam Bahasa Indonesia berarti mengalir secara bebas,
maksudnya adalah semacam tawaran dari perusahaan jasa untuk memberikan pelayanan
secara gratis kepada konsumen. Misal pada suatu hotel yang mengadakan suatu acara
memberikan free flow soft drink yang berarti konsumen bisa menikmati soft drink sepuas-
puasnya dalam acara tersebut.
 Full board: Suatu hotel yang menyediakan penginapan termasuk didalamnya memberi
konsumsi (Makan Pagi, Siang dan makan malam) kepada tamunya selama menginap di hotel
tersebut.
 Full Day Tour: Suatu tour yang berlangsung dalam satu hari penuh.
G

 Go Show: Istilah ini lebih sering di artikan sebagai seseorang yang datang langsung ke
Bandara untuk mendapatkan tiket penerbangan tanpa pemesanan sebelumnya
 Group rates: Harga kamar suatu hotel yang diperuntukkan bagi suatu rombongan yang
datang secara bersama-sama dalam suatu kelompok.
 Guest: Tamu/wisatawan
 Guide: Dalam bahasa Indonesia lebih familiar di sebut dengan Pramuwisata atau pemandu
wisata yang menemani dan memberi informasi kepada wisatawan tentang hal-hal yang
dikunjunginya termasuk juga tentang adat-istiadat masyarakat setempat.
H

 Half Day Tour : Lebih sering digunakan dalam suatu paket tour yang maksudnya suatu tour
hanya berlangsung setengah hari.
 Host: Tuan Rumah
I

 In House Guest: Tamu/wisatawan yang sedang tinggal/menginap di suatu hotel


 Infant: Berarti bayi yang di dalam penerbangan biasanya di pendekkan menjadi INF yakni
bayi masih berusia di bawah 24 bulan
 Itinerary: Jadwal perjalanan secara detail termasuk jadwal kedatangan dan keberangkatan
seorang wisatawan
J

 Jet lag: Merupakan suatu perasaan yang sangat lelah sewaktu melakukan penerbangan yang
sangat lama
L

 Landing: Posisi pesawat udara menuju tempat pendaratannya hingga sampai berhenti
mendara di Bandara yang ditujunya
 Length of Stay: Jangka waktu berapa lama wisatawan tinggal di suatu hotel
 LO (Liaison Officer): Petugas Penghubung/perantara yang membantu pengunjung atau tamu
untuk mengantar ketempat-tempat tujuannya
 Lost and Found (LF): Tempat melaporkan diri jika barang/bagasi tertinggal selama
penerbangan
M

 Meeting: Rapat atau pertemuan


N

 No Show: Seseorang yang telah memesan suatu produk tapi tidak datang pada tanggal
pemesanannya tersebut.
O

 Occupancy: Tingkat Hunian Kamar suatu hotel


 Origin: Daerah asal wisatawan
 Over Flow Rates: Harga kamar yang sifatnya khusus terutama pada tamu yang dikirim oleh
hotel lain, karena hotel yang bersangkutan sedang penuh.
P

 Pick Up Time: Waktu penjemputan wisatawan


 Porter: Petugas resmi di bandara/pelabuhan yang di menawarkan jasa untuk mengangkat
barang/bagasi
 Porter fee: Uang/biaya untuk jasa porter
 Published rate: Harga kamar suatu hotel yang dijual sesuai dengan yang dipublikasikan
kepada masyarakat umum.
R

 Refund: Pengembalian atas pembayaran konsumen yang telah membayar suatu produk
seperti, paket tour, tiket pesawat, akomodasi dll, karena suatu hal konsumen tersebut
membatalkan rencana perjalanannya.
 Reservasi: Pemesanan suatu produk atau jasa yang akan digunakan.
 Reserved: Suatu produk atau jasa telah dipesan sebelumnya dan telah disetujui.
 Rooming List: Daftar jumlah kamar yang akan digunakan oleh suatu grup yang akan
menginap di suatu hotel.
 Runway: Landasan Pacu Pesawat
S
 Sightseeing: Perjalanan wisata singkat untuk melihat-lihat sekitarnya
 Single bed: Tempat tidur buat satu orang
 Sunrise: Matahari terbit
 Sunset: Matahari terbenam
T

 Take off : Posisi pesawat udara ketika mulai terbang ke angkasa hingga sudah tidak
menyentuh daratan lagi.
 Tee: Tempat permulaan atau awal dalam permainan golf
 Tee off: Mulai memukul bola dalam permainan golf
 Tansfer In: Penjemputan Wisatawan yang baru datang untuk berwisata dari pelabuhan kapal
atau dari bandar udara untuk diantar ke tempat penginapannya.
 Transfer Out: Pengantaran tamu dari tempat penginapannya ke pelabuhan kapal atau ke
bandar udara karena tamu tersebut sudah mau pulang ke negara kediamannya
 Travel Agent Rates : Harga kamar berdasarkan perjanjian antara pihak Travel Agent (Biro
Perjalanan) dengan pihak hotel.
 Transit: Berhenti sebentar di suatu kota untuk pindah ke penerbangan lain.
 Twin bed: dua buah tempat tidur terpisah yang masing-masing diperuntukkan buat satu
orang
U

 Upgrade: Meningkatkan/Menaikkan, misal ketika menginap di standard room di upgrade ke


superior room
V

 VIP (Very Importan person) : Orang Penting yang ikut dalam suatu paket wisata seperti
seorang komisaris perusahaan atau seorang pejabat pemerintahan dan lain-lain
 Voucher: Tanda bukti yang digunakan oleh konsumen untuk mengklaim jasa yang telah
dipesannya atau didapatnya kepada perusahaan yang menyediakan jasa sesuai yang tertera
di dalam voucher tersebut, dan perusahaan yang bersangkutan akan menagih pembayaran
kepada pihak yang menerbitkan/issued voucher
W

 Walk In Guest: Tamu yang datang sendiri ke hotel tanpa melalui penyedia jasa seperti Travel
Agent ataupun melalui jasa seseorang
 Weekend rates: Harga kamar yang berlaku untuk akhir pekan seperti pada hari sabtu dan
hari minggu
 Window seat: Tempat duduk yang letaknya tepat dekat jendela
 Window shopping: Pergi ke pusat-pusat perbelanjaan hanya sekedar melihat-lihat

BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Dari uraian diatas, mulai dari pembahasan pertama sampai dengan pembahasan terakhir
kami dapat menyimpulkan bahwa pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang
lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari
keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial,
budaya, alam dan ilmu.

Bahwa pariwisata itu adalah asset Negara yang penting. Pariwisata bisa menjadi industry
yang memajukan Indonesia , membuat lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat,
menciptakan usaha baru yang di kelola oleh suasta dan juga memberikan sebuah industry yang bisa
menhasilkan omsed yang sangat menjanjikan.

3.2 Saran
Pariwisata di Indonesia masih sangat kurang direalisasikan dengan baik khususnya kota-
kota kecil dan menjaga kebersihan lingkungan wisata sering kali tidak di perhatikan dengan baik.
Pentingnya tenaga kerja yang professional dalam menunjang pariwisata, selain itu infrastruktur juga
menjadi hal yang tidak kalah pentingnya dalam pengembangan pariwisata, karena dengan adanya
fasilitas-fasilitas yang tersedia akan membuat wisatawan tertarik untuk mengunjungi tempat wisata
tersebut.

Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat agar
terwujudnya iklim pariwisata yang baik di Indonesia. Sebagai wisatawan yang baik, seharusnya kita
dapat menjaga lingkungan khususnya untuk wisatawan domestic (masyarakat Indonesia)

DAFTAR PUSTAKA

Sarasanti, Anggun. (2012). Pengertian Pariwisata, [Online]. Tersedia:


http://anggunsarasanti.blogspot.com/2012/10/pengertian-pariwisata-softskill-anggun.html. [17
September 2013]

Wikipedia.(2013). Pariwisata, [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata. [17


September 2013]

Munavizt, Setzer. (2012). Manfaat Pariwista dari Berbagai Segi, [Online]. Tersedia:
http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/04/manfaat-pariwisata-dari-berbagai-segi.html.
[17 September 2013]

Najmi, Nur. (2011). Dampak Positif dan Negatif Pariwisata, [Online]. Tersedia:
http://shesagitarius.blogspot.com/2011/11/dampak-positif-dan-negatif-pariwisata.html. [17
September 2011]
Rahayu, Sripanca. (2012). Aspek-aspek Ekonomi Pariwisata, [Online]. Tersedia:
http://sripancarahayu.blogspot.com/2012/12/aspek-aspek-ekonomi-pariwisata.html. [17 September
2013]

http://dee-jieta.blogspot.com/2013/06/jenis-pariwisata.html

http://pariwisatablogku.blogspot.co.id/2015/08/pengantar-pariwisata.html

Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang


Tersesat di Tengah Samudra”
13.19

Shagrath

Rasanya hanya sebagian kecil dari pembaca yang


mengenal kedua pulau ini, oleh karena itu tak ada
salahnya jika saya memperkenalkannya kepada anda
yang belum tahu. Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah
dua pulau kecil yang merupakan wilayah dari
pemerintahan Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa
Tenggara Timur. Kabupaten ini dimekarkan dari
Kabupaten Kupang pada Tahun 2009 lalu. Terdiri dari 6
kecamatan yaitu Kecamatan Sabu Barat, Sabu Tengah,
Sabu Timur, Hawu LiaE, Hawu Mehara, dan Kecamatan
Raijua.
Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) memiliki jumlah
penduduk sekitar kurang lebih 75.000 orang dengan
luas wilayah sekitar 467 Km2 Pulau Sabu dan Raijua
memiliki satu Bahasa daerah (Bahasa Sabu) dan
memiliki 5 dialek berbeda. Untuk komunikasi sehari-
hari, orang di pulau ini biasanya menggunakan bahasa
Melayu Kupang dan daerah Sabu dengan dialeknya
masing-masing.

Letak Pulau Sabu dan Raijua yang jauh dari Kota dan
Pulau-pulau besar di NTT, seakan membuat keduanya
tersesat dalam kesendirian di tengah samudra.
Meskipun di kedua pulau ini sudah ada 3 dermaga dan 1
lapangan udara kecil untuk pesawat merpati kecil, tapi
tetap saja keduanya terisolir pada bulan-bulan tertentu,
yaitu sekitar bulan November-Januari. Pada bulan-
bulan itu biasanya cuaca tidak bersahabat dan
gelombang laut bisa mencapai 3-4 meter sehingga
membuat Kapal Fery yang merupakan alat transportasi
utama warga pulau ini tidak beroperasi seperti biasa.
Alternatifnya yaitu dengan menggunakan pesawat, tapi
karena pesawat yang beroperasi ke pulau Sabu hanya
pesawat kecil berkapasitas sekitar 20 orang. Maka
otomatis orang-orang yang ingin masuk ataupun keluar
dari kedua pulau ini menjadi tersendat. Sungguh ironis
memang.

Waktu yang ideal untuk mengunjungi Pulau Sabu dan


Pulau Raijua adalah pada bulan February-Oktober.
Untuk ke Pulau Sabu yang merupakan pulau terbesar di
kabupaten ini, bisa ditempuh Dengan menggunakan
kapal Fery anda akan menempuh perjalanan sekitar 13
jam dari dermaga Bolog di Kota Kupang, atau sekitar 12
jam dari Kota Waingapu (Kabupaten Sumba Barat)
dan sekitar 13 jam dari Kota Ende (Kabupaten Ende).
Sedangkan dengan menggunakan pesawat, memakan
waktu perjalanan sekitar 30 menit yang hanya bisa
ditempuh dari Bandara El-Tari Kota Kupang menuju
Lapangan Udara Terdamu di Kecamatan Sabu Barat.
Untuk ke Pulau Raijua sendiri hanya bisa ditempuh dari
dermaga seba di pulau sabu menggunakan kapal kayu
dan memakan waktu sekitar 1,5-2 jam.
Terlepas dari segala kesusahannya, Pulau Sabu dan
Raijua ternyata masih menyimpan pesona keindahan
yang tidak mudah anda temukan di tempat lain.
Meskipun kondisi tanah di kedua pulau ini tergolong
tandus, tapi Air lautnya yang jernih dan pasir putih yang
mengintari hampir seluruh bibir pantai kedua pulau ini
seolah menjadi pesona tersendiri dari keduanya. Anda
tidak usah pergi mencari-cari tempat lagi untuk
menikmati keindahan pantai di kedua pulau ini, karena
anda hanya cukup pergi ke pantai mana saja maka disitu
anda akan disajikan dengan keindahan pantai pasir
putih yang benar-benar masih “Perawan”. Satu lagi,
semuanya masih gratisss…
Bisa dibilang pantai di Pulau Sabu dan Pulau Raijua tak
kalah indah dibandingkan dengan Pantai Kuta dan
Pantai Senggigi yang sangat tersohor itu, hanya saja
keduanya kalah telak dalam hal fasilitas. Semoga saja
dengan dimekarkannya Sabu dan Raijua menjadi daerah
otonom sendiri, fasilitas penunjang pariwisata kedua
pulau ini menjadi lebih diperhatikan.

Selain menikmati pesona keindahan pantainya, anda


juga bisa menikmati wisata budaya seperti tarian
daerah, jalan-jalan melihat situs adat, kegiatan upacara
adat serta membeli berbagai souvenir tradisional khas
Pulau Sabu dan Raijua untuk dijadikan kenang-
kenangan. Bagi anda yang suka berpetualang melihat
pesona keindahan alam dan budaya Indonesia yang
masih “Perawan” dan tersembunyi, maka berlibur ke
Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah sebuah pilihan
yang tepat.
http://indoexland.blogspot.co.id/2012/10/pulau-sabu-dan-raijua-surga-kecil-yang.html

Anda mungkin juga menyukai