Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karna atas berkat dan
rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Perkembangan Peserta
Didik ini yang berjudul ‘’Mini Research’’. Kami berterima kasih kepada ibu dosen yang
bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Tugas ini memiliki banyak kekurangan oleh karena itu kami minta maaf jika ada
kesalahan dalam penulisan kami dan kami juga mengharapkan kritik dan saran dalam tugas
ini agar di lain waktu kami bisa membuat tugas dengan lebih baik lagi.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih semoga apa yang saya kerjakan bisa bermanfaat
bagi orang lain.

Medan, 7 november 2017

Penulis,

Predi M. Sinaga
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Penulisan

C. Rumusan Masalah

BAB II METODE PENELITIAN,HASIL, DAN PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

kesimpulan

Saran
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi saat ini, setiap
individu sering melupakan bahkan mempertanyakan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila
serta bagaimana pengamalan nilai-nilai Pancasila tersebut. Pada proses pelaksanaan
pembelajaran Pancasila disekolah dan dunia pendidikan Indonesia belakangan ini, dapat
dikatakan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila mengalami degradasi yang mempengaruhi
sikap Nasionalisme peserta didik. Indikasi sikap nasionalisme peserta didik dalam kehidupan
sekolah yakni peserta didik seharusnya menjaga nama baik sekolah, mengharumkan nama
baik sekolah, misalnya menjadi juara dalam lomba di berbagai bidang, belajar tekun untuk
mendapatkan prestasi yang membanggakan bagi sekolah atau bagi diri sendiri, melaksanakan
hak dan kewajiban sebagai peserta didik sesuai dengan tata tertib sekolah, sumbangan dari
para peserta didik untuk korban bencana alam merupakan partisipasi peserta didik yang
menunjukkan keluhuran budi pekertinya.

Tujuan

1. Untuk mengetahui dan mempelajari implementasi butir butir pancasila di Yayasan


Budi Satrya .

2. Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh butir butir pancasila terhadap


perkemangan peserta didik di Yayasan Budi Satrya.

3. Untuk mengembangkan sebuah ide dari hasil penelitian yang diperoleh.

Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah proses implementasi butir butir pancasila di Yayasan Budi Satrya ?

2. Bagaimankah pengaruh butir butir pancasila terhadap perkemangan peserta didik di


Yayasan Budi Satrya?

3. Terobosan apakah yang akan di dapat dari hasil penelitian ini?


BAB II

METODE PENELITIAN,HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Metode Penelitian

Adapun metode yang kami gunakan dalam pengumpulan data adalah dengan
berwawancara dengan guru dan melakukan obserasi langsung dengan objek penelitian.

B. Hasil Penelitian

Saat melakukan observasi di yayasan Budi Satrya, selain mengamati langsung tentang
sikap-sikap peserta didik, kami juga meminta informasi kepada guru PPL yang berasal dari
Universitas Negeri Medan.Setelah melakukan observasi di yayasan Budi Satrya, berikut akan
kami paparkan sikap-sikap peserta didik berdasarkan butir-butir sila pancasila:

1. Ketuhanan yang Maha Esa


Yayasan Budi Satrya adalah yayasan yang terdapat beragam agama antara lain
islam, kristen, dan hindu. Minoritasnya adalah agama islam. Setiap pembelajaran
selalu diawali dan diakhiri dengan doa, setiap siswa diunjuk bergiliran untuk
memimpin doa. Dan setiap dua kali seminggu dilakukan pengumpulan infaq/sedekah
untuk keperluan keagamaan yang dikutip pada hari selasa dan jumat.
Yayasan ini juga menyediakan mushola bagi muslim untuk melaksanakan
sholat yang dipergunakan oleh semua pihak, baik SD, SMP, SMA, dan SMK. Tiap
tiap kelas memiliki jadwal masing-masing untuk melaksankan sholat.Namun masih
ada siswa yang mengganggu tema nya saat sedang menunaikan ibadah sholat.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Yayasan Budi Satrya adalah yayasan dengan siswa-siswa teladan, hal ini
dibuktikan dengan kedisiplinan siswa dan gurunya.Pembelajaran dimulai pukul
08.50 – 17.00 WIB.
Setiap siswa yang berjumpa dengan guru menerapkan sistem 3S (Senyum, Sapa, dan
Salam).
Siswa dilarang melanggar aturan, meskipun tidak ada poin bagi anak yang
melanggar peraturan, karena setiap pelanggaran yang berlebihan akan di Drop Out
dari sekolah. Yayasan ini juga memperbolehkan siswanya membawa telepon
gengam hanya saja saat mulai pelajaran handphone dikumpulkan di ruang khusus
(Pks 3) untuk menghindari penggunaan hal-hal yang tidak diinginkan.Dan saat
pulang sekolah siswa diperbolehkan mengambil handphonenya kembali.
Kebanyakan siswa masih membuang sampah disembarang tempat padahal
tempat sampah hamper tersedia disetiap sisi yayasan. Tempat parker juga sangat
sempit, sehingga guru dan siswa parkir disepanjang jalan sekitar yayasan.
3. Persatuaan Indonesia

Tidak ada yang membedakan antara guru dan siswa jika ditinjau dari segi
kedisiplinan, setiap warga yayasan membangun hubungan baik antar sesama. Guru
memberikan pembinaan kepada siswa, dan menerapkan jiwa persatuaan mereka
dengan membagi kelompok pada saat kegiataan belajar mengajar.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam


permusyawaratan perwakilan

Yayasan ini memiliki empat jenjang, yaitu SD, SMP, SMA dan SMK.
Keempat jenjang memiliki pemimpin (kepalasekolah) yang berbeda-beda tiap jenjang.
Dan otomatis memiliki empat system organisasi yang berbeda-beda.
Setiap jenjang dipimpin oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru,
dan juga tata usaha.

5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia


Guru dan siswa akan diberi sanksi jika terlambat, artinya tidak ada perbedaan
antar guru dan siswa. Setiap senin juga semua warga yayasan diwajibkan mengikuti
upacara bendera, walaupun masih ada beberapa siswa yang tidak mengikuti upara
dengan khidmat. Setiap siswa diwajibkan memakai seragam yang telah ditentukan
oleh pihak yayasan, yaitu :

Kelas Senin selasa rabu kamis Jumat Sabtu


SD Putih- Seragam Putih- Seragam pramuka pramuka
merah oranye merah oranye
SMP Putih- Seragam Putih- Seragam pramuka pramuka
biru ungu biru ungu
SMA Putih- Seragam Putih- Seragam pramuka pramuka
abu hijau abu hijau
SMK Putih- Seragam Putih- Seragam pramuka pramuka
biru biru biru biru
muda muda

C. Pembahasan

Pancasila dalam perjalanan bangsa Indonesia bukan sesuatu yang baru, melainkan
sudah lama dikenal sebagai bagian dalam nilai-nilai budaya kehidupan bangsa Indonesia.
Kemudian nilai-nilai tersebut dirumuskan sebagai dasar Negara Indonesia. Artinya, Pancasila
digali dan berasal dari nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai
dasar negara berfungsi sebagai pokok pangkal bagi warga negara Indonesia dalam
menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Terdapat lima sila dalam
Pancasila, setiap silanya memiliki nilai-nilai tersendiri. Nilai-nilai tersebut sekaligus sebagai
jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Nilai Pancasila berkembang sebagai nilai dasar dan
puncak budaya bangsa yang dirumuskan dan ditetapkan melalui pemikiran para tokoh bangsa
sebagai dasar negara dan pandangan hidup. Pancasila sebagai dasar negara menjadi perjanjian
luhur bangsa yang perlu dijunjung tinggi. Bangsa Indonesia bertekad untuk menjalankan dan
mengatur negara berdasarkan Pancasila. Sebagai dasar negara maka Pancasila sekaligus
sebagai sumber hukum, dalam arti semua hukum yang disusun harus berdasarkan Pancasila,
termasuk aturan hukum penyelenggar
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari mini research ini adalah

1. Implementasi Butir Butir Pancasila sudah maksial di Yayasan Budi Satrya, dibuktikan
dengan perilaku dan tindakan siwa saat berada diligkungan sekolah sangat baik.

2. Butir Butir Pancasila sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan peserta didik, baik
perkembangan moral atau mentalnya.

3. Dengan adanya penelitian ini dapat dibuat gambaran untuk mebuat sebuah rekayasa ide
dala menelaah proses perkembagan peserta didik yang berasarkan pancasila.

Saran

Dalam pembuktian suatu permasalahan, sebaiknya menggunakan referensi-referensi


yang akurat serta menggunakan bahan-bahan pembuktian yang umum agar pembaca dapat
mengerti dan menerima kebenaran dari pembuktian tersebut. Selain itu , perlu diperhatikan
bahwa dalam penelitian itu yang dibutukan paling utama adalah relitas dan objektivitas.