Anda di halaman 1dari 3

SOP Pemeriksaan Tonometri Schiotz

Definisi:
Pemeriksaan ini digunakan untuk mengethui tekanan bola mata (tekanan intraocular)
meningkat atau rendah. Alat ini diberi beban dan diletakkan pada permukaan korne
dan akan menekan bola mata ke dalam. Adanya tekanan tonometri ii akan
mendapatkan perlawanan tekanan yang ada dalam bola mata. Pemeriksaan ini
dilakukan pada pederita yang dicurigai menderita glaucoma, klien pra dan pasca
bedah mata. Pemeriksaan ini tidak dilakukan ada klien yangmengalami luka pada
kornea.
Tonometri yang akan digunakan pada klien harus steril untuk mencegah terjadinya
infeksi. Beban yang digunakan pada tonometri schiotz adalah 5,5 gr, 7,5 gr, 10 gr, dan
15 gr. Gunakan beban terkecil dahulu mulai dari 5,5 gr. Jika hasil skala pengukuran
dengan beban 5,5 gr adaah 1-3, ganti beban dengan 7,5 dan seterusnya.
Alat:

1. Tonometri schiotz
2. Analgesic tetes mata
3. Kapas bersih dalam kom

Persiapan klien :

1. Menjelaskan maksud dan tujuan pada klien


2. Penderita diminta untuk berbaring
Persiapan lingkungan
Persiapkan sketsel dan atur pencahayaan
Prosedur :

1. Bersihkan mata klien dengan kapas bersih


2. Teteskan pantocaine 2-3 tetes, tunggu 5menit (sampai klien tidak
merasakan pedas di mata)
3. Atur kalibrasi tonometri
4. Minta klien melihat satu titik diatas (lngit-langit ruangan) ata u minta
klien meletakkan ibu jari di atas mata (letakkan jarak ibu jari sejauhnya dari
mata)
5. Letakkan tonometridiatas permukaaan kornea, jangan ditekan lalu
perhatikan skala yang tertera pada alat (0-5)
6. Konfersikan hasil nilai dari skala dengan table untuk mengetahui TIO
(tekanan intraocular), bila hasil lebih tinggi dari 20 mmHg, klien dicurigai
menderita glaucoma dan bila lebih dari 25 mmHg, klien sudah menderita
gloukoma.

Contoh pembacaan:
Bila hasil pengukuran tertera pada angka 5 denagn beban yang digunakan 5,5 gram,
ini berarti TIO adalah 5/5,5. Perhatikan table konversi hasil 5 dengan beban 5,5 adalah
17
Standard Prosedur Pemeriksaan Tonometri Schiotz
Operasional
Tanggal terbit Ditetapkan di Semarang Direktur Utama

Pengertian Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui tekanan bola mata


(tekanan intraocular) meningkat atau rendah.
Tujuan Alat ini diberi beban dan diletakkan pada permukaan korne dan akan
menekan bola mata ke dalam. Adanya tekanan tonometri ii akan
mendapatkan perlawanan tekanan yang ada dalam bola mata.
Kebijakan Tidakan dapat dilakukan oleh dokter ahli mata/ residen mata serta
perawat yang dianggap mampu dibawah supervise dokter ahli mata.
Prosedur Tonometri yang akan digunakan pada klien harus steril untuk
mencegah terjadinya infeksi. Beban yang digunakan pada tonometri
schiotz adalah 5,5 gr, 7,5 gr, 10 gr, dan 15 gr. Gunakan beban terkecil
dahulu mulai dari 5,5 gr. Jika hasil skala pengukuran dengan beban
5,5 gr adaah 1-3, ganti beban dengan 7,5 dan seterusnya.
Alat:
1. Tonometri schiotz
2. Analgesic tetes mata
3. Kapas bersih/ kassa steril dalam kom
Persiapan klien :
1. Menjelaskan maksud dan tujuan pada klien
2. Penderita diminta untuk berbaring
Persiapan lingkungan
Persiapkan sketsel dan atur pencahayaan
Prosedur :
1. Bersihkan mata klien dengan kapas bersih
2. Teteskan pantocaine 2-3 tetes, tunggu 5menit (sampai klien
tidak merasakan pedas di mata)
3. Atur kalibrasi tonometri
4. Minta klien melihat satu titik diatas (lngit-langit ruangan)
atau minta klien meletakkan ibu jari di atas mata (letakkan
jarak ibu jari sejauhnya dari mata)
5. Letakkan tonometridiatas permukaaan kornea, jangan ditekan
lalu perhatikan skala yang tertera pada alat (0-5)
6. Konfersikan hasil nilai dari skala dengan table untuk
mengetahui TIO (tekanan intraocular), bila hasil lebih tinggi
dari 20 mmHg, klien dicurigai menderita glaucoma dan bila
lebih dari 25 mmHg, klien sudah menderita gloukoma.

Unit terkait - Semua instansi rawat jalan


- Semua instansi rawat inap
Standard Prosedur Pemeriksaan Non Kontak Tonometri (NCT)
Operasional
Tanggal terbit Ditetapkan di Semarang Direktur Utama

Pengertian Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui tekanan bola mata


(tekanan intraocular) meningkat atau rendah.
Tujuan Alat ini diberi beban dan diletakkan pada permukaan korne dan akan
menekan bola mata ke dalam. Adanya tekanan tonometri ii akan
mendapatkan perlawanan tekanan yang ada dalam bola mata.
Kebijakan Tidakan dapat dilakukan oleh dokter ahli mata/ residen mata serta
perawat yang dianggap mampu dibawah supervise dokter ahli mata.
Prosedur Tonometri yang akan digunakan pada klien harus steril untuk
mencegah terjadinya infeksi. Beban yang digunakan pada tonometri
schiotz adalah 5,5 gr, 7,5 gr, 10 gr, dan 15 gr. Gunakan beban terkecil
dahulu mulai dari 5,5 gr. Jika hasil skala pengukuran dengan beban
5,5 gr adaah 1-3, ganti beban dengan 7,5 dan seterusnya.
Alat:
4. Tonometri schiotz
5. Analgesic tetes mata
6. Kapas bersih/ kassa steril dalam kom
Persiapan klien :
3. Menjelaskan maksud dan tujuan pada klien
4. Penderita diminta untuk berbaring
Persiapan lingkungan
Persiapkan sketsel dan atur pencahayaan
Prosedur :
7. Bersihkan mata klien dengan kapas bersih
8. Teteskan pantocaine 2-3 tetes, tunggu 5menit (sampai klien
tidak merasakan pedas di mata)
9. Atur kalibrasi tonometri
10. Minta klien melihat satu titik diatas (lngit-langit ruangan)
atau minta klien meletakkan ibu jari di atas mata (letakkan
jarak ibu jari sejauhnya dari mata)
11. Letakkan tonometridiatas permukaaan kornea, jangan ditekan
lalu perhatikan skala yang tertera pada alat (0-5)
12. Konfersikan hasil nilai dari skala dengan table untuk
mengetahui TIO (tekanan intraocular), bila hasil lebih tinggi
dari 20 mmHg, klien dicurigai menderita glaucoma dan bila
lebih dari 25 mmHg, klien sudah menderita gloukoma.

Unit terkait - Semua instansi rawat jalan


- Semua instansi rawat inap

Anda mungkin juga menyukai