Anda di halaman 1dari 2

Program inovasi TB Paru

1. P2k3 (Pemberdayaan Perawat, Kader, Keluarga, dan Klien)


Latar belakang : Selama proses pengobatan, seharusnya perawat dapat berperan lebih
dalam meningkatkan kemandirian klien. Namun, hal ini sulit dilakukan karena terbatasnya
jumlah perawat. Hal ini menyebabkan perawat tidak dapat melakukan kunjungan rumah dan
memberdayakan keluarga untuk dapat memberikan dukungan perawatan bagi klien TB

Tujuan : tujuan untuk mengetahui efektivitas model P2K3 terhadap tingkat kemandirian
klien dalam perawatan TB paru di kota Depok. Model P2K3 adalah sebuah model intervensi
keperawatan langsung pada pasien TB paru di rumah

Landasan teori : Model P2K3 dikembangkan berdasarkan integrasi model perawatan diri,
model perawatan berbasis komunitas, dan pendekatan perawatan yang berpusat pada
pasien

Langkah-langkah :
1. Kader dan keluarga mengamati proses perawatan yang diberikan tersebut
2. Selanjutnya, perawat akan mendampingi pasien dan melakukan supervisi kader ketika
melakukan perawatan pada pasien
3. Kader juga mendampingi keluarga saat memberikan perawatan pada pasien

Hasil Penelitian :

Hasil penelitian Yuni menunjukkan bahwa model P2K3 efektif untuk meningkatkan
kemandirian klien TB paru sebesar 40,2%.

Manfaat inovasi p2k3 : Model P2K3 dan modulnya direkomendasikan digunakan oleh
perawat di komunitas sebagai acuan pemberdayaan kader, keluarga, dan klien TB paru

Referensi : http://www.ui.ac.id/berita/meningkatkan-kemandirian-pasien-tb-paru-dengan-model-
p2k3.html

2. Program menukar ongkos dengan beras untuk pasien TB


Langkah : Setiap pasien yang datang mengambil obat mendapat 5 kilogram beras per bulan.
Artinya, jika dalam satu keluarga ada tiga pasien TB, mereka akan menerima 15 kilogram
beras.
Manfaat : Suatu inovasi yang berdampak ganda, menyembuhkan TB sekaligus memperbaiki
gizi keluarga yang pada gilirannya akan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit pada
keluarga miskin

Referensi : Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Inovasi Atasi Tuberkulosis",
https://lifestyle.kompas.com/read/2013/03/27/08104353/inovasi.atasi.tuberkulosis.

3. Posyandu paru sehat


Latar belakang : Terbatasnya kemampuan penjaringan dan penemuan kasus TB paru di
masyarakat disebabkan oleh karena beberapa hal seperti kunjungan dalam gedung kurang.
Perlu adanya kegiatan yang bersifat kontinyu dan minim biaya. Program yang paling
mungkin adalah dengan mengintegrasikan program penanggulangan penyakit TB-Paru ke
posyandu.
Tujuan : Meningkatkan penemuan kasus TB Paru
Kegiatan :
- Pengukuran BB, TB, Tekanan darah
- Pengambilan sputum BTA
- Pemberian OAT pada PMO oleh petugas
- Penyuluhan dan konseling penyakit TB Paru
- Melaksanankan rujukan ke puskesmas
- Memberikan PMT/suplemen vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh
- Memberikan obat skintomatik

4. Program Keripek Paru (Kita perangi Penyakit Paru).


Program ini merupakan upaya merubah stigma masyarakat tentang penyakit TBC sehingga
masyarakat tidak malu lagi untuk melakukan pemeriksaan TBC dan mengikuti program
penyembuhan TB.

5. SELFIE (Sistem Informasi Laboratorium Terintegrasi untuk Deteksi Dini (Pencegahan Demam
Berdarah Dengue dan Tuberculosis)

Tujuan : Mendukung program penanggulangan DBD & Tuberculosis (Integrasi Upaya


Kesehatan Perorangan & Upaya Kesehatan Masyarakat)

Bentuk : Penyajian data dalam bentuk tabular & peta suspect Demam Berdarah Dengue &
Tuberculosis

Pencarian Suspect TB yang tidak melakukan pemeriksaan mikroskopis BTA dan screening
bagi daerah sekitar pasien terdiagnosis TB.

Menyediakan data yang digunakan dalam penetuan prioritas program Pemberantasan


Sarang Nyamuk (PSN)