Anda di halaman 1dari 4

Tugas Kiper (penjaga gawang) Dalam

Sepak Bola
November 29, 2017
Dalam sepak bola ada beberapa posisi pemain, salah satu posisi yang paling vital adalah kiper
atau lebih sering kita sebut dengan istilah penjaga gawang. Penjaga gawang menjadi satu-
satunya orang yang diperbolehkan memegang bola (dalam area gawang), sebuah tim yang
hebat biasanya memiliki kiper yang hebat pula, sebut saja, Buffon di Juventus, Courtois di
MU, Neur di Bayer Munchen. Semua kiper tersebut adalah bagian penting dari suksesnya tim
mereka menjadi kampiun liga masing-masing.

Tahukah kalian apa saja tugas kiper dalam sepak bola ? apa syarat untuk menjadi kiper yang
hebat ? bagaimana bentuk latihan untuk kiper ?. Semua pertanyaan mengenai kiper diatas
akan kami jawab pada tulisan berikut ini, cekidot..

1. Tugas Utama Kiper


1. Menangkap bola yang ditendang ke gawang.
2. Menyambut pemain lawan yang sedang berlari membawa bola kedepan gawang.
3. Memimpin pemain belakang lainnya.
4. Menjadi penyerang pertama dengan memberikan umpan yang baik pada pemain
lapangan.
5. Penuh konsentrasi dan turut aktif bermain selama pertandingan berlangsung 2x45
menit.

2. Syarat-Syarat yang diperlukan kiper


1. Bentuk fisik yang ideal, seperti tinggi badan 1,70-1,75 meter, kuat melompat, badan
atletis serta memiliki berat dan otot yang baik
2. Memiliki reaksi dan kecepatan dan start yang baik. Di dalam latihan harus banyak
sprint jarak 20 meter.
3. Dapat membaca situasi/keinginan lawan berbuat sesuatu.
4. Memiliki pandangan yang luas, meliputi: pengetahuan ilmu jiwa, memiliki
kepercayaan pada diri sendiri, menyadari tugasnya yang vital dalam tim, Menyadari
bahwa jika ia membuat kesalahan, gol akan terjadi.

3. Prinsip-prinsip Teknik Penjaga Gawang


1. Persiapan start meliputi berat badan pada ujung kaki, kaki ditekukkan dan badan agak
sedikit bungkuk.
2. Menangkap bola bawah: a.) Menangkap bola dengan berdiri kaki rapat dan berada di
belakang kepala. b.) Menangkap bola dengan kaki terbuka, tangan berada diantara
kedua kaki (cara stradle). c.) Bola bawah yang datang dari samping, lutut diletakkan
ke kanan menuju ke depan atau kesamping dengan membentuk sudut 90 derajat pada
kaki tumpu dan kaki yang lain sejajar dengan kaki tumpu.
3. Menangkap bola atas setinggi perut, dada dan diatas kepala, setelah bola ditangkap,
kedua tangan ditarik ke dada.
4. Untuk meninju bola, dilakukan dengan dua tangan dengan menyatukan kedua tinji.
Juga jika perlu meninju bola dilakukan dengan satu tangan. Meninju bola ke tengah
lapangan sangat berbahaya jika diterima oleh lawan. Tidak dibenarkan meninju bola
ke bawah.
5. Memukul bola dengan telapak tangan.
6. Menjatuhkan badan dan untuk mengangkap bola pada sudut atas gawang, penjaga
gawang hanya dapat melakukan dengan menjatuhkan badan. Gerakan dimulai dari
kaki, pinggul kemudian melompat menangkap bola. Sedangkan pada saat jatuh di
tanah dimulai dengan tangan, bahu, pinggul dan kemudian kaki.
7. Melempar bola: a.)melempar bola melalui atas kepala, b.) melempar bola melalui
samping, dilakukan apabila kawan berada pada jarak yang jauh dan harus dilihat
posisi lawan pada waktu itu,c.) melalui bawah, bola digelindingkan dengan
mengayunkan tangan, dilakukan dari dekat garis tendangan hukuman.

4. Taktik Penjaga Gawang (kiper)


Posisi

1. Membantu pemain belakang


2. Mengganti posisi pada setiap situasi yang berlainan.
3. Penjaga gawang harus selalu berdiri ditengah-tengah sudut tembakan (kurang lebih 3
meter du depan garis gawang) pada saat ada tembakan dari pihak lawan.
4. Penjaga gawang biasanya salah antisipasi jika terjadi dari daerah/tembakan yang
datangnya dari samping melalui sudut yang terdekat dari kiper, karena itu prinsip
penjaga gawang harus selalu mempersempit sudut tembakan untuk melihat posisi
penjaga gawang pada saat ada tembakan bebas, tendangan sudut, penalty.

 Waktu tendangan bebas. Pada waktu tendangan bebas di depan gawang, pemain
pertahanan harus membuat pagar sesuai permintaan kiper.
 Tendangan sudut. Jika menurut penjaga gawang bola yang datangnya melambung
melewati (tidak dapat ditangkap), maka sebaiknya penjaga gawang jangan keluar dari
gawang. Jika bola yang melayang menurut perhitungan dapat ditangkap, penjaga
gawang dibenarkan keluar meninggalkan sampai 10 meter didepan garis gawang.
 Waktu tendangan penalty. Pada waktu tendangan penalty penjaga gawang harus
berdiri diatas garis gawang dengan ujungkaki, lutut sedikit ditekuk, badan agak
bungkuk, kedua tangan direntangkan untuk mempersempit gawang. Pada waktu
tendangan penalty, penjaga gawang dapat melakukan gerak tipu dengan badan bagian
atas (tidak boleh meninggalkan tempat sebelum bola ditendang).

Lari/keluar Gawang

Adapun prinsip yang harus diperhatikan ketika akan keluar gawang adalah:

1. Mempersempit daerah kosong yang ada didepan.


2. Lari kedepan dengan timing yang tepat. Ini dapat dilakukan jika konsentrasi penjaga
gawang ada dalam permainan.
3. Jika telah keluar dari gawang (tidak boleh mundur kembali, tidak boleh ragu/ragu),
sekali keluar terus keluar.
4. Pada waktu keluar dari gawang, kedua tangan direntangkan agar pemain lawan
menjadi ragu-ragu.
5. Jika lawan lebih dahulu menguasai bola, maka penjaga gawang hatus berhenti dan
mengambil posisi pertahanan dengan cara apapun kiper harus mendapat bola.
6. Jika pemain belakang sudah menguasai bola, penjaga gawang jangan keluar lagi dari
gawangnya.

Taktik Menyerang Bagi Kiper

Kiper dapat menentukan taktik penyerangan apabila ia menguasai bola, dengan cara seperti
berikut:

1. Penjaga gawang dapat melakukan serangan dengan memberikan bola dekat atau jauh
(short or long passing). Memberikan bola pada kawan tim tergantung pada situasi.
2. Merubah lapangan permainan dengan prinsip jika bola datang dari kiri, kiper
memberikan bola kekanan dan sebaliknya.
3. Menahan bola dalam penguasaan dengan tujuan: a.) memberi istirahat pada teman
agar dapat menyusun serangan dengan baik, b.) Memperlambat permainan
(membuang-buang waktu jika sudah menang).

5. Bentuk Latihan Kiper


1. Latihan khusus dua kali seminggu; artinya latihan menangkap tembakan keras
dibawah mistar gawang.
2. Latihan senam dilakukan tiap hari untuk flexibility, dapat dilakukan di rumah 10-15
menit setiap harinya.
3. Disamping itu penjaga gawang harus berlatih yang dilakukan tanpa bola/dengan bola.

Kemampuan Skill

1. Untuk latihan skill dilakukan dengan senam, senam lantai (roll skating), senam
dengan alat melompat dengan spring box.
2. Latihan dengan menggiring bola.
3. Kombinasi teknik dengan skill setelah roll harus menangkap bola.
Melompat

1. Untuk latihan skill dilakukan dengan senam, senam lantai (roll skating), senam
dengan alat melompat dengan spring box.
2. Melompat dengan hanya satu kaki setelah melangkah 5-6 langkah.
3. Setiap lompatan harus dengan kekuatan maksimum dengan konsentrasi penuh.
4. Istirahat 40-60 detik setelah melakukan lompatan kira-kira 10 menit.

6. Contoh Latihan Untuk Kiper


1. Start 5,50-10,10-16,50 meter. Untuk latihan kondisi setalah lari 66 meter, istirahat 60-
90 detik.
2. Pelatih menendang bola menuju titik penalty, penjaga gawang lari untuk menangkap
bola atau meninju bola.
3. Menembak bola ke gawang, setelah menangkap bola A, kiper lari untuk menangkap
atau meninju bola B.
4. Penjaga gawang lari -+ 1 meter untuk menangkap bola atas dari A, kemudian kembali
ke gwang untuk menerima tembakan B.