Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN PADA ABORTUS

RS. KELUARGA HUSADA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/4

Ditetapkan
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
drg. Tengku Rizki Lanera, M.M.R.S

ABORTUS Adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat
hidup diluar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20
minggu atau berat badan anak kurang dari 1000 gram.
 Abortus komplit: Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum
uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
 Abortus inkomplit: Adalah sebagian konsepsi telah keluar dari vakum
uteri, sebagian lagi masih tertinggal.
 Abortus insipiens: Adalah abortus yang sedang mengancam dimana
serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil
konsepsi masih di dalam kavum uteri.
PENGERTIAN
 Abortus imminens: Adalah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi
pendarahan per vaginam ostium masih tertutup dan hasil konsepsi masih
baik dalam kandungan.
 Missed Abortion : Adalah abortus dimana embrio atau fetus telah
meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 0 minggu, akan hasil
konsep seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 8 minggu
atau lebih.
 Abortus habitualis: Adalah keadaan dimana terjadinya abortus tiga kali
berturut-turut atau lebih.
 Abortus Infeksiosus: Abortus yang mengalami infeksi

TUJUAN Melayani Masien sesuai kebutuhan

KEBIJAKAN

PROSEDUR
1. petugas melakukan anamnesa
2. petugas melakukan pemeriksaan fisik
3. penatalaksanaan :
a. Abortus imminens terdiri atas :
 Istirahat tirah baring.
 Tablet penambah darah
 Vitamin ibu hamil diteruskan
b. Abortus insipiens
 Observasi tanda vital
 Bila kondisi stabil rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap untuk rencana
pengeluran hasil konsepsi
 Pengeluaran hasil konsepsi dapat dilaksanakan dengan kuret vakum atau dengan cunam
abortus, disusul dengan kerokan
c. Abortus inkomplit
 Observasi tanda vital (tensi, nadi, suhu, respirasi)
 Evaluasi tanda-tanda syok, bila terjadi syok karena perdarahan, pasang IV line (bila perlu 2
jalur) segera berikan infus cairan NaCl fisiologis atau cairan ringer laktat disusul dengan
darah.
 Setelah syok teratasi rujuk ke fasilitas selnjutnya untuk dilakukan kerokan (D/C). Pasca
tindakan berikan ergometrin IM.
d. Abortus komplit
Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya apabila menderita anemia perlu diberikan sulfas
ferosus dan dianjurkan supaya makanannya mengandung banyak protein, vitamin dan mineral.
a. Inspekulo
b. Laboratorium sederhana untuk pemeriksan tes
kehamilan .

SARANA DAN PRASARANA c. Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah


rutin.
d. Alat kontrasepsi
e. USG .
a. Poli Kandungan

UNIT TERKAIT b. VK