Anda di halaman 1dari 24

SA 600

1. Tujuan

Tujuan auditor adalah:


a) Untuk menentukan apakah bertindak sebagai auditor laporan keuangan grup
b) Jika bertindak sebagai auditor laporan keuangan grup:
i. Untuk berkomunikasi secara jelas dengan auditor komponen mengenai ruang
lingkup dan waktu pekerjaan mereka atas informasi keuangan yang berkaitan
dengan komponen serta temuan-temuan mereka
ii. Untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai informasi
keuangan komponen dan proses konsolidasi untuk menyatakan suatu opini
apakah laporan keuangan grup telah disajikan, dalam semua hal yang material,
sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

2. Definisi

a) Komponen : suatu entitas atau aktivitas bisnis yang untuk itu


manajemen grup atau komponen menyusun informasi keuangan yang harus disajikan
bagian dalam laporan keuangan grup.
b) Auditor komponen : Seorang auditor berdasarkan permintaan tim perikatan

grup, melaksanakan pekerjaan atas informasi keuangan yang berkaitan dengan suatu
komponen untuk tujuan audit grup.

c) Manajemen komponen : Manajemen yang bertanggung jawab atas penyusunan


informasi keuangan suatu komponen.
d) Materialitas komponen: Materialitas bagi suatu komponen yang ditentukan

oleh tim perikatan grup.


e) Grup : semua komponen yang informasi keuangannya
dimasukkan ke dalam laporan keuangan grup. Suatu grup selalu memiliki lebih dari
satu komponen.
f) Audit grup : Audit atas laporan keuangan grup.
g) Opini audit grup : Opini audit atas laporan keuangan grup.
h) Rekan perikatan grup : Rekan atau personel lain dalam firm yang bertanggung jawab
atas perikatan audit grup dan pelaksanaannya, serta laporan auditor atas laporan
keuangan grup yang diterbitkan atas nama firm tersebut. Ketika dua atau lebih auditor
dari firm yang berbeda melaksanakan audit grup tersebut, maka rekan perikatan dan
tim perikatan dari firm-firm tersebut masing-masing secara kolektif merupakan rekan
perikatan grup dan tim perikatan grup. Namun, SA ini tidak berkaitan dengan
hubungan antar auditor bersama atau pekerjaan yang dilakukan satu auditor bersama

dalam hubungannya dengan pekerjaan auditor bersama yang lain.


i) Laporan keuangan grup : Laporan keuangan yang mencakup informasi
keuangan lebih dari satu komponen. Istilah “laporan keuangan grup” juga mencakup
laporan keuangan gabungan yang mengagregasi informasi keuangan yang disusun
oleh komponen yang tidak memiliki induk namun berada dalam pengendalian
bersama.

j) Manajemen grup : Manajemen yang bertanggung jawab atas

penyusunan laporan keuangan grup.

k) Pengendalian grup secara keseluruhan: Pengendalian yang didesain,


diimplementasikan, dan dipertahankan oleh manajemen grup terhadap pelaporan
keuangan grup.
: Suatu komponen yang diidentifikasi oleh tim
l) Komponen signifikan

perikatan grup

i. bahwa secara keuangan dan individual adalah signifikan bagi grup, atau

ii. bahwa, karena secara sifat dan kondisi spesifiknya, kemungkinan mengandung
risiko kesalahan penyajian material yang signifikan dalam laporan keuangan
grup.

3. Ketentuan

A. Tanggung Jawab
Rekan perikatan grup bertanggung jawab atas pengarahan, penyupervisian,
dan pelaksanaan perikatan audit grup sesuai dengan standar profesional dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan apakah laporan auditor yang
diterbitkan telah sesuai dengan kondisinya.
Sebagai akibatnya, laporan auditor atas laporan keuangan grup tidak boleh
mengacu ke auditor komponen, kecuali jika diharuskan oleh peraturan perundang-
undangan untukmemasukkan pengacuan tersebut. Jika pengacuan tersebut diharuskan
oleh peraturan perundang-undangan, laporan auditor harus menunjukkan bahwa
pengacuan tersebut tidak menghilangkan tanggung jawab rekan perikatan grup atau
firm dari rekan perikatan grup atas opini audit grup.

B. Strategi Audit Keseluruhan dan Rencana Audit


Tim perikatan grup harus menetapkan strategi audit grup keseluruhan dan
harus mengembangkan rencana audit grup berdasarkan SA 300.6

C. Pemahaman atas Grup, Komponen, dan Lingkungannya


Auditor diharuskan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan
penyajian material melalui pemerolehan pemahaman tentang entitas dan
lingkungannya. Tim perikatan grup harus:
a) Memperluas pemahamannya tentang grup dan komponen serta
lingkungannya, termasuk pengendalian grup secara keseluruhan, yang
diperoleh selama tahap penerimaan dan keberlanjutan; dan
b) Memperoleh pemahaman tentang proses konsolidasi, termasuk instruksi
yang dikeluarkan oleh manajemen grup kepada komponen.)

Tim perikatan grup harus memperoleh pemahaman yangcukup untuk:

a) Mengonfirmasi atau merevisi identifikasi awal tentang komponen yang


kemungkinan signifikan
b) Menilai risiko kesalahan penyajian material laporan keuangan grup, baik
yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan

Pemahaman Auditor Komponen

Jika tim perikatan grup merencanakan untuk meminta auditor komponen


untuk melaksanakan pekerjaan atas informasi keuangan komponen, tim perikatan
grup harus memperoleh pemahaman tentang hal berikut ini:

a) Apakah auditor komponen memahami dan akan mematuhi ketentuan etika


yang relevan dengan audit grup dan, terutama apakah auditor komponen
independen.
b) Kompetensi profesional auditor komponen
c) Apakah tim perikatan grup dapat terlibat dalam pekerjaan auditor komponen
sepanjang diperlukan untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat.
d) Apakah auditor komponen beroperasi dalam suatu lingkungan yang aktif
mengawasi auditor.

D. Materialitas

Tim perikatan grup harus menentukan berikut ini :

a) Materialitas bagi laporan keuangan grup sebagai keseluruhan pada waktu


menetapkan strategi audit grup secara keseluruhan.
b) Jika, dalam kondisi spesifik grup, terdapat golongan transaksi, saldo akun,
atau pengungkapan tertentu dalam laporan keuangan grup di mana kesalahan
penyajian dalam jumlah yang lebih rendah dari materialitas untuk laporan
keuangan grup secara keseluruhan dapat secara masuk akal diharapkan akan
memengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil berdasarkan laporan
keuangan grup, tingkat materialitas atau beberapa tingkat materialitas yang
lebih rendah daripada materialitas untuk laporan keuangan grup secara
keseluruhan harus diterapkan atas golongan transaksi saldo akun, atau
pengungkapan tertentu tersebut.
c) Materialitas komponen untuk komponen yang di dalamnya auditor komponen
akan melaksanakan suatu audit atau suatu reviu untuk tujuan audit grup.
Untuk mengurangi ke tingkat rendah yang tepat atas probabilitas bahwa
kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi dan tidak dideteksi agregat dalam
laporan keuangan grup melebihi materialitas untuk laporan keuangan grup
sebagai keseluruhan, materialitas komponen harus lebih rendah daripada
materialitas laporan keuangan grup secara keseluruhan.

d) Ambang batas di mana kesalahan penyajian di atas ambang batas tersebut


tidak boleh dianggap tidak penting bagi laporan keuangan grup.

E. Respons terhadap Risiko yang Telah Dinilai

Auditor diharuskan untuk merancang dan mengimplementasikan respons tepat


yang ditujukan ke risiko yang telah dinilai atas kesalahan penyajian material laporan
keuangan.9 Tim perikatan grup harus menentukan tipe pekerjaan yang dilaksanakan
oleh tim perikatan grup, atau auditor komponen atas nama tim perikatan grup,
terhadap informasi keuangan komponen (lihat paragraf 26–29). Tim perikatan grup
harus juga menentukan sifat, saat, dan luas keterlibatan mereka dalam pekerjaan
auditor komponen (lihat paragraf 30–31).

Jika sifat, saat, dan luas pekerjaan yang dilaksanakan atas proses konsolidasi
atau informasi keuangan komponen didasarkan pada suatu harapan bahwa
pengendalian grup secara keseluruhan beroperasi secara efektif, atau jika prosedur
substantif sendiri tidak dapat memberikan bukti audit yang cukup dan tepat, tim
perikatan grup harus menguji, atau meminta auditor komponen untuk menguji,
efektivitas operasi pengendalian tersebut.

F. Proses Konsolidasi
Berdasarkan pada paragraf 17, tim perikatan grup memperoleh pemahaman
tentang pengendalian grup secara keseluruhan dan proses konsolidasi, termasuk
instruksi yang dikeluarkan oleh manajemen grup kepada komponen. Berdasarkan
paragraf 25, tim perikatan grup, atau auditor komponen, sesuai dengan permintaan tim
perikatan grup, menguji efektivitas operasi pengendalian grup secara keseluruhan jika
sifat, saat, dan luas pekerjaan yang harus dilaksanakan atas proses konsolidasi
didasarkan pada ekspektasi bahwa pengendalian grup secara keseluruhan beroperasi
secara efektif, atau jika prosedur substantif saja tidak dapat menyediakan bukti audit
yang cukup dan tepat pada tingkat asersi.
Tim perikatan grup harus merancang dan melaksanakan prosedur audit lebih
lanjut atas proses konsolidasi untuk merespons risiko yang telah dinilai tentang
kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan grup yang timbul dari proses
konsolidasi. Hal ini harus mencakup pengevaluasian apakah semua komponen telah
dimasukkan ke dalam laporan keuangan grup.
Tim perikatan grup harus mengevaluasi ketepatan, kelengkapan, dan akurasi
penyesuaian dan reklasifikasi konsolidasi, dan harus mengevaluasi apakah terdapat
faktor-faktor risiko kecurangan atau kemungkinan bias manajemen.

G. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

Jika tim perikatan grup atau auditor komponen melaksanakan audit atas
informasi keuangan komponen, tim perikatan grup atau auditor komponen harus
melaksanakan prosedur yang dirancang untuk mengidentifikasi peristiwa di
komponenkomponen tersebut yang terjadi antara tanggal informasi keuangan
komponen dengan tanggal laporan auditor atas laporan keuangan grup, dan yang
mungkin memerlukan penyesuaian terhadap atau pengungkapan dalam laporan
keuangan grup.

Jika auditor komponen melaksanakan pekerjaan selain pekerjaan audit atas


informasi keuangan komponen, tim perikatan grup harus meminta auditor komponen
untuk memberitahu tim perikatan grup ketika mereka telah mengetahui peristiwa
setelah periode pelaporan yang mungkin memerlukan penyesuaian terhadap atau
pengungkapan dalam laporan keuangan grup.

H. Komunikasi dengan Auditor Komponen

Tim perikatan grup harus mengomunikasikan ketentuanketentuannya kepada


auditor komponen. Komunikasi ini harus menegaskan pekerjaan yang harus
dilaksanakan, pemanfaatan pekerjaan tersebut, dan bentuk dan isi komunikasi auditor
komponen kepada tim perikatan grup. Di samping itu komunikasi tersebut juga
mencakup berikut ini:
a) Suatu permintaan bahwa auditor komponen, dengan mengetahui konteks tim
perikatan grup akan menggunakan pekerjaan auditor komponen,
mengonfirmasi bahwa auditor komponen akan bekerja sama dengan tim
perikatan grup.
b) Ketentuan etik yang relevan dengan audit grup dan, khususnya, ketentuan
c) Dalam hal suatu audit atau reviu atas informasi keuangan komponen,
materialitas komponen (dan, jika berlaku, tingkat materialitas untuk golongan
transaksi, saldo akun, atau pengungkapan tertentu) dan ambang batas di mana
kesalahan penyajian di atas ambang batas tersebut tidak boleh dianggap tidak
penting bagi laporan keuangan grup.
d) Risiko kesalahan penyajian material yang signifikan yang teridentifikasi
dalam laporan keuangan grup, karena kecurangan atau kesalahan, yang
relevan dengan pekerjaan auditor komponen. Tim perikatan grup harus
meminta auditor komponen untuk mengomunikasikan secara tepat waktu
risiko kesalahan penyajian material yang signifikan yang teridentifikasi dalam
laporan keuangan grup, karena kecurangan atau kesalahan, dalam komponen,
dan respons auditor komponen terhadap risiko tersebut.
e) Suatu daftar pihak berelasi yang dibuat oleh manajemen grup, dan pihak
berelasi lain yang diketahui oleh tim perikatan grup. Tim perikatan grup harus
meminta kepada auditor komponen secara tepat waktu tentang pihak berelasi
yang sebelumnya tidak teridentifikasi oleh manajemen grup atau tim perikatan
grup. Tim perikatan grup harus menentukan apakah perlu mengidentifikasi
pihak berelasi tambahan ke auditor komponen yang lain.

Tim perikatan grup harus meminta auditor komponen untuk mengomunikasikan hal-
hal yang relevan dengan kesimpulan tim perikatan grup yang berkaitan dengan audit grup.
Komunikasi tersebut harus mencakup :
a) Apakah auditor komponen telah mematuhi ketentuan etika yang relevan
dengan audit grup, termasuk independensi dan kompetensi profesional;
b) Apakah auditor komponen telah mematuhi ketentuan tim perikatan grup;
c) Identifikasi informasi keuangan komponen yang dilaporkan oleh auditor
komponen;
d) Informasi tentang ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
yang dapat mengakibatkan kesalahan penyajian material dalam laporan
keuangan grup;
e) Suatu daftar kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi dalam informasi
keuangan komponen (daftar ini tidak perlu berisi kesalahan penyajian yang
berada di bawah batas kesalahan penyajian yang secara jelas tidak signifikan
untuk dikomunikasikan oleh tim perikatan grup ;
f) Indikator tentang kemungkinan bias manajemen;
g) Penjelasan adanya defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang
teridentifikasi di tingkat komponen;
h) Hal-hal signifikan lain yang dikomunikasikan oleh auditor komponen atau
diharapkan akan dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas
tata kelola komponen, termasuk kecurangan atau dugaan kecurangan yang
melibatkan manajemen komponen, karyawan yang memiliki peran signifikan
dalam pengendalian internal di tingkat komponen atau pihak lain, jika
kecurangan mengakibatkan kesalahan penyajian material dalam laporan
keuangan komponen
i) Hal-hal lain yang mungkin relevan terhadap audit grup, atau hal-hal yang
auditor komponen inginkan untuk dijadikan perhatian bagi tim perikatan grup
termasuk penyimpangan yang dimasukkan (exceptions noted) ke dalam
representasi tertulis yang komponen auditor ingin dapatkan dari manajemen
komponen
j) Temuan, kesimpulan, atau opini keseluruhan auditor komponen
I.Pengevaluasian atas Kecukupan dan Ketepatan Bukti Audit yang Diperoleh

Pengevaluasian atas Komunikasi dan Kecukupan Pekerjaan


Auditor Komponen

Tim perikatan grup harus mengevaluasi komunikasi auditor komponen


(lihat paragraf 41). Tim perikatan grup harus:
a) Mendiskusikan hal-hal signifikan yang timbul dari pengevaluasian
dengan auditor komponen, manajemen komponen, atau manajemen
grup, sebagaimana mestinya; dan
b) Menentukan apakah diperlukan untuk menelaah bagian relevan lain
dokumentasi audit auditor komponen. (Ref: Para. A61)

Jika tim perikatan grup menyimpulkan bahwa pekerjaan auditor


komponen tidak cukup, Tim perikatan grup harus menentukan prosedur audit
tambahan yang harus dilaksanakan, dan apakah prosedur tersebut harus
dilaksanakan oleh auditor komponen atau oleh tim perikatan grup.

Kecukupan dan Ketepatan Bukti Audit

Auditor diharuskan untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
mengurangi risiko audit ke tingkat rendah yang dapat diterima sehingga
memungkinkan auditor untuk menarik kesimpulan masuk akal yang dipakai
sebagai basis opini auditor. Tim perikatan grup harus mengevaluasi apakah bukti
audit yang cukup dan tepat telah diperoleh dari prosedur audit yang dilaksanakan
dalam proses konsolidasi dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh tim perikatan
grup serta auditor komponen atas informasi keuangan komponen, yang menjadi
basis bagi opini audit grup

J. Komunikasi dengan Manajemen Grup dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata
Kelola Grup

Komunikasi dengan Manajemen Grup

Tim perikatan grup harus menentukan defisiensi teridentifikasi dalam


pengendalian internal untuk dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab
atas tata kelola dan manajemen grup berdasarkan SA 265.Dalam penentuan ini, tim
perikatan grup harus mempertimbangkan:
a) Defisiensi dalam pengendalian internal grup secara keseluruhan yang telah
diidentifikasi oleh tim perikatan grup;
b) Defisiensi dalam pengendalian internal yang telah ditemukan oleh auditor
grup di komponen; dan
c) Defisiensi dalam pengendalian internal yang dilaporkan oleh auditor

komponen kepada tim perikatan grup.


Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola Grup

Tim perikatan grup harus mengomunikasikan hal-hal berikut ini dengan pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola grup, sebagai tambahan atas hal-hal yang
diharuskan oleh SA 260 dan SA-SA lain:
a) Ringkasan tipe pekerjaan yang harus dilaksanakan atas informasi keuangan
komponen.
b) Ringkasan sifat keterlibatan tim perikatan grup yang direncanakan dalam
pekerjaan yang dilaksanakan oleh auditor komponen atas informasi keuangan
komponen signifikan.
c) Hal-hal yang dihasilkan dari pengevaluasian tim perikatan grup atas pekerjaan
auditor komponen yang berkaitan dengan mutu pekerjaan auditor tersebut.
d) Keterbatasan dalam audit grup, sebagai contoh, jika akses tim perikatan grup
terhadap informasi dibatasi.
e) Kecurangan atau dugaan kecurangan yang melibatkan manajemen grup,
manajemen komponen, karyawan yang berperan signifikan dalam
pengendalian grup secara keseluruhan atau pihak lain yang kecurangannya
mengakibatkan kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan grup.

K. Dokumentasi
Tim perikatan grup harus memasukkan hal-hal berikut ini ke dalam dokumentasi
auditnya:13

a) Suatu analisis atas komponen, yang menunjukkan bahwa komponen tersebut


signifikan, dan tipe pekerjaan yang telah dilaksanakan atas informasi keuangan
komponen.
b) Sifat, saat, dan luas keterlibatan tim perikatan grup dalam pekerjaan yang
dilaksanakan oleh auditor komponen atas komponen signifikan, termasuk, jika
relevan, penelaahan tim perikatan grup tentang bagian relevan dokumentasi auditor
komponen dan kesimpulannya.
c) Komunikasi tertulis antara tim perikatan grup dengan auditor komponen tentang
ketentuan tim perikatan grup.
SA 610
1. Tujuan

Dalam hal entitas memiliki suatu fungsi audit internal dan auditor eksternal
telah menentukan bahwa pekerjaan auditor internal tersebut kemungkinan relevan
dengan audit yang dilakukannya, tujuan auditor eksternal adalah sebagai berikut:
1. Untuk menentukan apakah akan menggunakan pekerjaan tertentu auditor internal,
dan seberapa luas penggunaan pekerjaan auditor internal tersebut; dan
2. Jika menggunakan pekerjaan tertentu auditor internal, menentukan apakah
pekerjaan tersebut cukup untuk tujuan audit
2. Definisi

Untuk tujuan SA, istilah di bawah ini memiliki makna sebagai berikut:
← Fungsi audit internal: Suatu aktivitas penilaian yang ditetapkan atau disediakan
sebagai suatu jasa bagi entitas. Fungsi audit internal mencakup antara lain
pemeriksaan, pengevaluasian, dan pemantauan kecukupan dan keefektivitasan
pengendalian internal.
← Auditor internal: individu-individu yang melaksanakan aktivitas fungsi audit
internal. Auditor internal dapat berada dalam departemen audit internal atau fungsi
setara lainnya.

3. Ketentuan

Penentuan Apakah akan Menggunakan Pekerjaan Auditor Internal dan


Seberapa Luas Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal Tersebut
a. Auditor eksternal harus menentukan:
 Apakah pekerjaan auditor internal kemungkinan cukup untuk tujuan
audit; dan
 Jika cukup, dampak yang direncanakan dari pekerjaan auditor internal
terhadap sifat, saat, atau luas prosedur auditor eksternal.
b. Dalam menentukan apakah pekerjaan auditor internal kemungkinan cukup
untuk tujuan audit, auditor eksternal harus mengevaluasi:
 Objektivitas fungsi audit internal;
 Kompetensi teknis auditor internal SA
 Apakah pekerjaan auditor internal akan dilaksanakan dengan
kecermatan dan kehati-hatian profesional; dan
 Apakah komunikasi antara auditor internal dengan auditor eksternal
akan efektif. (Ref: Para. A4)
Dalam menentukan pengaruh yang direncanakan dari pekerjaaan auditor internal
terhadap sifat, saat, atau luas prosedur auditor eksternal, auditor eksternal harus
mempertimbangkan:
1. Sifat dan ruang lingkup pekerjaan tertentu yang dilaksanakan, atau yang
akan dilaksanakan, oleh auditor internal;
2. Risiko kesalahan penyajian material yang dinilai pada tingkat asersi untuk
golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan tertentu; dan
3. Tingkat subjektivitas yang terlibat dalam pengevaluasian bukti audit yang
dikumpulkan oleh auditor internal untuk mendukung asersi yang relevan.
(Ref: Para. A5)

4. Penggunaan Pekerjaan Tertentu Auditor Internal


Agar auditor eksternal dapat menggunakan pekerjaan tertentu auditor internal, auditor
eksternal harus mengevaluasi dan melaksanakan prosedur audit atas pekerjaan tersebut
untuk menentukan kecukupan pekerjaan tersebut untuk tujuan auditor eksternal. (Ref:
Para. A6)
Untuk menentukan kecukupan pekerjaan tertentu yang dilakukan oleh auditor internal
untuk tujuan auditor eksternal, maka auditor eksternal harus mengevaluasi apakah:
 Pekerjaan tersebut dilakukan oleh auditor internal yang memiliki pelatihan teknis
dan kecakapan yang cukup;
 Pekerjaan tersebut disupervisi, direviu, dan didokumentasikan dengan baik;
 Bukti audit yang cukup telah diperoleh untuk memungkinkan auditor internal
untuk menarik kesimpulan yang wajar;
 Kesimpulan yang ditarik adalah tepat sesuai dengan kondisinya dan laporan yang
dibuat oleh auditor internal konsisten dengan hasil pekerjaan yang dilakukan; dan
 Setiap pengecualian atau hal-hal yang tidak biasa yang diungkapkan oleh auditor
internal telah diselesaikan dengan baik.

5. Dokumentasi
Jika auditor eksternal menggunakan pekerjaan tertentu auditor internal, maka
auditor eksternal harus mencantumkan dalam dokumentasi audit kesimpulan yang ditarik
atas pengevaluasian kecukupan pekerjaan auditor internal, dan prosedur audit yang
dilakukan oleh auditor eksternal atas pekerjaan tersebut.

STANDAR AUDIT 620


PENGGUNAAN PEKERJAAN PAKAR AUDITOR
PENDAHULUAN

Ruang Lingkup

SA ini berhubungan dengan tanggung jawab auditor atas pekerjaan individu atau organisasi di
bidang keahlian selain akuntansi atau audit, ketika pekerjaan tersebut digunakan untuk
membantu auditor dalam mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Opini Audit

Auditor bertanggung jawab tunggal terhadap opini audit yang dinyatakan, dan tanggung
jawab tersebut tidak berkurang dengan penggunaan pekerjaan seorang pakar auditor.

Tanggal Efektif

SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau
setelah tanggal : (i) 1 Januari 2013 (untuk emiten), atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain
Emiten).
TUJUAN :

Tujuan auditor adalah :

c) Untuk menentukan apakah perlu menggunakan pekerjaan seorang pakar auditor

d) Jika menggunakan pekerjaan pakar auditor, untuk menentukan apakah


pekerjaan tersebut memadai untuk tujuan auditor
DEFINISI :

Untuk tujuan SA, istilah di bawah ini memiliki makna yang dijelaskan sebagai berikut :

e) Pakar auditor : Individu atau organisasi yang bukan merupakan auditor namun dapat
membantu auditor dalam mendapatkan bukti yang layak dan dapat membantu
pekerjaan auditor.
f) Keahlian : keterampilan, pengetahuan dan pengalaman dalam suatu bidang tertentu.
g) Pakar manajemen : Individu atau organisasi yang memiliki keahlian diluar akuntansi
dan auditing namun pekerjaannya dapat membantu entitas dalam penyusunan laporan
keuangan.
KETENTUAN

Penentuan Kebutuhan Seorang Pakar Auditor

Jika keahlian di suatu bidang selain akuntansi atau audit diperlukan untuk
mendapatkan bukti audit kompeten yang cukup dan tepat, auditor harus menentukan
apakah ia perlu menggunakan pekerjaan seorang pakar auditor.
Sifat, Saat dan Luas Prosedur Audit

Dalam menentukan sifat, saat dan luas prosedur auditor yang berkaitan dengan pakar
auditor harus mempertimbangkan berbagai hal :
i) Sifat dari hal yang berkaitan dengan pekerjaan pakar
j) Risiko kesalahan penyajian material dalam hal yang berkaitan dengan
pekerjaan pakar
k) Signifikansi pekerjaan pakar dalam konteks audit
l) Pengetahuan dan pengalaman auditor tentang pekerjaan sebelumnya yang
dilakukan oleh pakar
m) Apakah pakar tersebut menjadi subjek kebijakan dan prosedur pengendalian mutu
KAP auditor
Kompetensi, Kapabilitas dan Objektivitas Pakar Auditor

Auditor perlu mengevaluasi objektivitas pakar auditor berkaitan dengan hubungan pakar
auditor dengan kepentingan dan hubungan yang dimilikinya.
Pemerolehan Suatu Pemahaman tentang Bidang Keahlian Pakar Auditor Auditor harus

mendapatkan pemahaman yang penting terhadap :

l) Menentukan sifat, ruang lingkup dan objektivitas pekerjaan pakar untuk tujuan
auditor
m) Mengevaluasi kecukupan pekerjaan tersebut untuk tujuan auditor

Perjanjian dengan Pakar Auditor

Auditor harus menyetujui, secara tertulis berkaitan dengan pakar auditor :

2 Sifat, ruang lingkup dan objektivitas pekerjaan pakar


3 Peran dan tanggung jawab auditor dan pakar
4 Sifat, saat dan luas komunikasi antara auditor dan pakar, termasuk bentuk laporan
bentuk apapun yang akan disediakan oleh pakar
5 Kebutuhan pakar tersebut untuk mengobservasi ketentuan kerahasiaan

Evaluasi Kecukupan Pekerjaan Pakar Auditor

Auditor harus mengevaluasi kecukupan pekerjaan pakar auditor untuk tujuan auditor
yang mencakup :
6. Relevansi dan kelayakan dari temuan atau kesimpulan pakar dan konsistensi hal – hal
tersebut dengan bukti audit
7. Mengevaluasi penggunaan asumsi dan metode signifikan, dan relevansi
kelayakan asumsi dengan metodenya pada kondisi yang sebenarnya
8. Melihat akurasi sumber data yang digunakan oleh pakar jika ada

Jika auditor memutuskan bahwa pekerjaan auditor tidak memadai untuk tujuan auditor
maka auditor harus :
C. Setuju dengan pakar tersebut atas sifat dan luas pekerjaan selanjutnya yang akan
dilakukan oleh pakar tersebut
D. Melakukan prosedur audit tambahan yang tepat atas kondisi tersebut

Pengacuan Pakar Auditor dalam Laporan Auditor

Jika auditor membuat acuan ke pekerjaan pakar auditor, auditor harus menunjukkan dalam
laporan auditor bahwa pengacuan tersebut tidak mengurangi tanggung jawab auditor.

MATERI PENERAPAN DAN PENJELASAN LAIN


Definisi Pakar Auditor
Keahlian di suatu bidang selain akuntansi atau audit mungkin mencakup keahlian seperti
berikut :
- Penilaian atas instrument keuangan yang kompleks, tanah dan bangunan, mesin
dan pabrik, perhiasan, karya seni, barang antik, asset tak berwujud, asset yang
diperoleh dan liabilitas yang mungkin telah mengalami
penurunan.
- Perhitungan aktuaris atas liabilitas yang berkaitan dengan kontrak asuransi
atau program manfaat bagi karyawan.
- Estimasi cadangan minyak dan gas.
- Penilaian atas liabilitas lingkungan, dan biaya pembersihan lingkungan. -
Interpretasi atas kontrak, peraturan perundang – undangan
- Analisis atas isu kepatuhan pajak yang kompleks atau tidak biasa

Penentuan Kebutuhan Seorang Pakar Auditor

Seorang pakar auditor mungkin diperlukan untuk membantu auditor dalam satu
atau lebih hal, seperti :
- Memperoleh suatu pemahaman tentang entitas dan lingkungannya, termasuk
pengendalian internalnya.
- Mengidentifikasi dan menilai risiko – risiko kesalahan penyajian material. -
Menentukan dan menerapkan respons menyeluruh untuk menilai risiko di
tingkat laporan keuangan
- Merancang dan melaksanakan prosedur audit lebih lanjut untuk merespons risiko
yang telah ditentukan pada tingkat asersi, yang terdiri dari pengujian
pengendalian atau prosedur substantive
- Mengevaluasi kecukupan dan ketepatan bukti audit yang diperoleh dalam
pembentukan suatu opini atas laporan keuangan
Ketika manajemen menggunakan seorang pakar manajemen dalam penyusunan laporan
keuangan, keputusan auditor apakah menggunakan seorang pakar auditor juga dapat
dipengaruhi oleh :
- Sifat, ruang lingkup, dan tujuan pekerjaan pakar manajemen.
- Apakah pakar manajemen dipekerjakan oleh entitas, atau oleh pihak yang
diikat dengan kontrak oleh entitas untuk menyediakan jasa yang relevan. - Luas
bidang pengendalian yang dapat dijangkau oleh pekerjaan pakar
manajemen.
- Kompetensi dan kapabilitas pakar manajemen.
- Apakah pakar manajemen terikat dengan standar kinerja teknis atau standar
professional lain atau ketentuan industry.
- Pengendalian apapun dalam entitas atas pekerjaan pakar.

Kebijakan dan Prosedur Pengendalian Mutu Firm Auditor

Seorang pakar internal mengikuti seorang rekan atau staf, termasuk staf sementara KAP
auditor dan oleh kerena itu menjadi subjek kebijakan dan prosedur pengendalian mutu KAP
tersebut sesuai dengan SPM 1 atau ketentuan nasional yang sama.

Seorang pakar eksternal yang ditunjuk auditor bukan merupakan anggota tim
perikatan dan tidak menjadi subjek kebijakan dan prosedur pengendalian mutu
berdasarkan SPM 1.
Tim perikatan dapat mengandalkan sistem pengendalian mutu KAP yang bersangkutan,
kecuali jika informasi yang disediakan oleh KAP atas pihak lainnya menyarankan
sebaliknya.

Anda mungkin juga menyukai