Anda di halaman 1dari 9

Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014

ANALISIS FAKTOR RESIKO PENYEBAB TERJADINYA DIABETES


MELITUS TIPE 2 PADA WANITA USIA PRODUKTIF
DIPUSKESMAS WAWONASA

1
Richardo Betteng
2
Damayanti Pangemanan
3
Nelly Mayulu

1
Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
2
Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
3
Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Abstract: Diabetes mellitus type 2 is the most common form of diabetes. Approximately 9.7
million women in the United States were diagnosed with diabetes. Indonesia placed the sixth
biggest diabetics rank in the world. Diabetes mellitus type 2 often called as lifestyle diabetes
because besides hereditary factors, environmental factors such as age, obesity, insulin
resistance, diet, physical activity, and lifestyle may cause diabetes. This study aimed to analyze
the causes of type 2 diabetes mellitus in productive aged women. This research was conducted
using qualitative methods, which produce descriptive data in the form of writings based on
informant interviews. There were 10 informants in this study consist of women aged 20-65
years who live around the Wawonasa health centers area. Conclusion: The results of this study
were in the form of data from interviews about the risk factors of diabetes mellitus.
Keywords: diabetes mellitus type 2, productive aged women.

Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum di temukan.
Sekitar 9.7 juta wanita di Amerika terkena diabetes. Indonesia, masuk ke dalam peringkat 6
angka kejadian diabetes melitus terbanyak di dunia. Diabetes melitus tipe 2 sering juga di sebut
diabetes life style karena penyebabnya selain faktor keturunan, faktor lingkungan meliputi usia,
obesitas, resistensi insulin, makanan, aktifitas fisik, dan gaya hidup juga menjadi penyebab
diabetes melitus. Untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada
wanita usia produktif. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif, yang
menghasilkan data deskriptif berupa tulisan hasil wawancara pada informan. Informan dalam
penelitian ini adalah wanita berusia 20 – 65 tahun yang berdomisi di daerah kerja puskesmas
wawonasa berjumlah 10 orang. Simpulan: Hasil dari penelitian ini berupa data dari wawancara
tentang faktor faktor resiko diabetes melitus.
Kata kunci: diabetes melitus, wanita usia produktif.

Prevalensi diabetes melitus meningkat merujuk kepada kematian dari 7 orang dari
secara global teristimewa menjadi perhatian setiap 10 orang di negara berkembang.2
di negara Asia. Perkiraan secara global 366 Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe
juta individu yang diabetes melitus.1 diabetes yang paling umum di temukan pada
Penyakit tidak menular (PTM) terus pasien di bandingkan dengan diabetes
berlangsung dan menjadi masalah besar melitus tipe 1,diabetes gestasional dan,
kesehatan masyarakat di dunia yang diabetes tipe lain. Mayoritas pasien diabetes
bertanggung jawab terhadap kematian dan melitus tipe 2 tidak bergantung pada
kesakitan. PTM menjadi kematian dan insulin. Kelompok diabetes melitus ini
kecatatan di seluruh penjuru dunia. merupakan akibat dari kurang beresponnya
Perkiraan di tahun 2020 penyakit ini jaringan sasaran (otot, jaringan adiposa dan

404
Betteng, Pangemanan, Mayulu; Analisis faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes... 405

hepar) terhadap insulin.3 kali membuat gejala dan tanda-tandanya


Sekitar 16 juta orang di Amerika tidak jelas.3,8 Melihat dari permasalahan
terdiagnosis diabetes. Prevalensinya adalah yang terjadi di atas, peneliti tertarik untuk
6% sampai 7% pada orang usia 45 sampai meneliti tentang “Analisis Faktor Resiko
65 tahun dan sekitar 10% sampai 12% pada Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2 Pada
orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Wanita Usia Produktif di Puskesmas
Sekitar 90% diantaranya menderita diabetes Wawonasa”
tipe 2.4 Sekitar 9.7 juta wanita di Amerika
terkena diabetes. Diabetes tipe 2 berkem- METODE PENELITIAN
bang pada semua umur bahkan pada masa
anak maupun remaja.5 Rancangan penelitian ini mengunakan
Indonesia, masuk ke dalam peringkat 6 metode kualitatif, yang menghasilkan data
angka kejadian diabetes melitus terbanyak deskriptif berupa tulisan hasil dari
di dunia.Dalam Diabetes Atlas 2000 wawancara pada informan. Penetapan
(International Diabetes Federation) informan dengan cara consecutive sampling
tercantum perkiraan penduduk Indonesia dengan kriteria wanita usia produktif > 20
diatas 20 tahun sebesar 125 juta dan dengan tahun dan > 65 tahun, terdiagnosis diabetes
asumsi prevalensi DM 4,6%, diperkirakan melitus tipe 2 dan bersedia menjadi
pada tahun 2000 berjumlah 5,6 juta. informan. Informan yang terlibat dalam
Berdasarkan pola perambahan penduduk penelitian ini berjumlah 10 orang
seperti ini, diperkirakan pada tahun 2020
nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk HASIL PENELITIAN
berusia diatas 20 tahun da dengan asumsi
prevalensi DM sebesar 4,6% akan Gambaran umum penelitian
didapatkan 8,2% juta pasien diabetes. Letak Geografis
Temuan kasus diabetes melitus lebih banyak
di daerah perkotaan dari pada di desa. Dari Kedudukan Puskesmas Wawonasa
hasil penelitian Waspdji menyebutkan Kecamatan Singkil Kota Manado memiliki
kejadian diabetes di Jakarta dari tahun 1982 wilayah kerja sebagian dari wilayah
sampai 1992 mengingkat dari 1,7% menjadi pemerintahan Kecamatan Singkil dengna
5,7%. Demikian pula di Depok, di temukan wilayah terdiri dari empat kelurahan dan dua
6,2% penderita diabetes melitus. Selain di puluh empat lingkungan.
Depok, Manado juga masuk sebagai kota Batas-batas wilayah kerja Puskesmas
dengan jumlah penderita diabetes melitus Wawonasa Kecamatan Singkl Kota Manado
terbanyak di indonesia.6,7 adalah sebagai berikut:
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit 1. Sebelah Utara : Kelurahan Islam
multifaktorial dengan komponen genetik 2. Sebelah Selatan : Kelurahan Istqlal
dan linkungan yang sama kuat dalam proses dan Kel. Komo Luar
timbulnya penyakit tersebut.Pengaruh faktor 3. Sebelah Timur : Kelurahan Singkil
genetik terhadap penyakit ini dapat terlihat II dan Kel. Ternate Baru
jelas dengan tingginya penderita diabetes 4. Sebelah Barat : Kelurahan
yang berasal dari orang tua yang memiliki Sindulang
riwayat diabetes melitus sebelumnya.1
Keempat kelurahan di wilayah kerja
Diabetes melitus tipe 2 sering juga di sebut
Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil
diabetes life style karena penyebabnya
Kota Manado dengan luas wilayah ±105,5
selain faktor keturunan, faktor lingkungan
Ha masing-masing sebagai berikut:
meliputi usia, obesitas, resistensi insulin,
makanan, aktifitas fisik, dan gaya hidup 1. Kelurahan Ketang Baru : 8 Ha
penderita yang tidak sehat juga bereperan 2. Kelurahan Karame : 12,3 Ha
dalam terjadinya diabetes ini.Perkembangan 3. Kelurahan Wawonasa : 21 Ha
diabetes melitus tipe 2 yang lambat, sering 4. Kelurahan Singkil I : 64,2 Ha
406 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014, hlm. 404-412

Kependudukan Kesepuluh informan tersebut berasal dari


keempat Kelurahan yang berada di wilayah
Jumlah penduduk di wilayah kerja
kerja Puskesmas Wawonasa Kecamatan
UPTD Puskesmas Wawonasa Kecamatan
Singkil Kota Manado. Keempat Kelurahan
Singkil Kota Manado akhir tahun 2008
tersebut ialah Kelurahan Ketang Baru,
berjumlah 20.716 orang terdiri dari 10.386
Kelurahan Karame, Kelurahan Wonasa, dan
orang pria dan 10.330 orang wanita.
Kelurahan Singkil.

Tabel 2. Data jumlah penduduk perkelurahan Tabel 3. Karakteristik informan berdasarkan


bulan Juni 2011 tempat tinggal

Kelurahan
Luas Jumlah Jumlah Kelurahan n
Wilayah Lingkungan Penduduk
(Km2) Katang Baru 2
Pria Wanita Jumlah
Ketang Karame 2
8,0 5 1.671 1.740 3.411
Baru
Karame 12,3 6 2.456 2.219 4.675
Wonasa 4
Wawonasa 21,0 6 1.886 1.966 3.852 Singkil 2
Singkil I 64,2 7 4.373 4.405 8.778
Total 10
Jumlah 105,5 24 10.386 10.330 20.716
Data sekunder

Karateristik informan berdasarkan


Pendidikan pendidikan dan pekerjaan
Tingkat pendidikan masyarakat di Wawancara yang dilakukan pada
wilayah kerja Puskesmas Wawonasa kesepuluh informan di daerah kerja
Kecamatan Singkil Kota Manado terdiri dari Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil
SD 18,94%, SMP 27,85%, SMA/SMK Kota Manado didapatkan data tentang
28,31% dan PTN/PTS 2,74%. pendidikan dan pekerjaan. Untuk
pendidikan, 5 orang informan merupakan
Sosial ekonomi lulusan SMA/SLTA, 1 orang merupakan
Di wilayah kerjaPuskesmas Wawonasa lulusan SMK, dan 3 orang merupakan
Kecamatan Singkil Kota Manado masya- lulusan SD. Untuk Pekerjaan yang terdata
rakatnya memiliki mata pencaharian yang didapatkan 7 orang informan adalah ibu
beragam yang terdiri dari PNS, TNI/POLRI, rumah tangga,2 orang PNS, dan 1 orang
dan pensiunan dengan persentasi sebanyak penjaga warung makan. Secara singkatnya
35% dan 64% penduduk di wilayah tersebut kedua data tentang pendidikan dan
bermata pencaharian sebagai buruh, pekerjaan kesepuluh informan tersebut dapat
nelayan, tukang dan petani dilihat dalam tabel.

Karateristik informan Tabel 4. Karakteristik informan berdasarkan


Karateristik informan berdasarkan tempat pendidikan
tinggal Pendidikan n
Berdasarkan penelitian yang dilakukan SMA/SLTA 5
di Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil
Kota Manado selama bulan November SMK 1
sampai Desember, diambil 10 wanita SD 3
dengan riwayat diabetes melitus tipe 2 untuk
Total 10
menjadi Informan dalam penelitian.
Betteng, Pangemanan, Mayulu; Analisis faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes... 407

Tabel 5. Karakteristik informan berdasarkan Tabel 7. Karakteristik informan berdasarkan


pekerjaan IMT
Pekerjaan n Klasifikasi IMT n
Normal 18,5-22,9 3
Ibu Rumah Tangga 7
Berat Badan >23.,0 1
PNS 2 Berlebih
Beresiko 23,0-24,9 2
Penjaga Warung 1 Obese I 25,0-29,0 2
Total 10 Obese >30,0 1
II
Total 10

HASIL
Ketika ditanyakan mengenai sejak
Gambaran faktor resiko diabetes melitus kapan / umur berapa informan mengalami
tipe 2 obesitas, sebagian besar dari informan
Usia menjawab setelah mempunyai anak atau
berkeluarga. “waktu nona nona nyanda
Dalam penelitian ini, dari identitas bagini kita, kita pe brat waktu nona nona
informan didapatkan berusiausia termuda Cuma 45. Itu waktu kita 17 taong, sampe
dari informan adalah 36 tahun dan usia kita so kaweng tetap bagitu kita pe brat.
tertua adalah 61 tahun. Nanti abis kaweng baru nae tu brat”. ada
pula yang menjawab, “ waktu nona nona
badan kacili, nanti so berkeluarga kong ada
Tabel 6. Karateristik informan berdasarkan usia
ade baru nae. kira kira umur 25”. Dari
Informan Usia (Tahun) informan lain juga menjawab,”kita nanti pas
1 52 kaweng kong jadi basar, mulai melahirkan
2 55 anak pertama kong mulai nae badan”.
3 61 Makanan
4 39
Kepada kesepuluh Informan diajukan
5 43 pertanyaan berapa kali informan makan
6 53 dalam 1 hari, mayoritas dari informan
7 41 menjawab hanya 2 kali sehari. “kalo
8 36 makang kadang 2 kali, kadang 3 kali. Tu
smokol kwa cuma mo lia apa yang ada di
9 51
meja. Kalo ada kita smokol, kalo nyanda,
10 56 nyanda noh”. Jawaban lain juga di
ungkapkan informan lain, “kalo pagi so nda
ja smokol kita, lantaran so nd ja riki. Masih
Obesitas ja rasa kenyang, abis ja ba rasa rasa
makanan dang tu ja beking, nanti makang
Salah satu faktor resiko DM tipe 2 siang jam 12, deng nanti makang malam jam
adalah berat badan yang berlebih. Pada stenga 4, kalo nd riki makang sore makang
peneitian ini, faktor resiko DM tipe 2 malam noh jam 6”.
didapatkandengan menghitung indeks massa Ketika di tanyai mengenai berapa porsi
tubuh (IMT) informan. Berdasarkan kriteria yang anda habiskan sekali makan, jawaban
WHO (2000) berat badan seseorang dapat bervariasi pun muncul dari kesepuluh
diklasifikasikan berdasarkan indeks massa informan. Ada yang menjawab, “so nda
tubuh.(17) banya. Cuma sadiki sadiki komang.
408 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014, hlm. 404-412

Pokoknya 1 sondo mar nda foll”. Ada juga diberikan oleh kesepuluh informan ketika
yang menjawab, “kadang stegah porsi, ditanya mengenai apakah dalam berkativitas
kadang satu porsi, kalo skarang yang informan duduk dan berapa lama, ada yang
penting so makang so nda talalu doyan skali menjawab,”tergantung noh, tergantung baju
komang”. Informan lain juga menjawab, mo cuci”. Ada juga,”yah, kalo kita bobaso
“makang skarang Cuma ja 1 falo falo, so ja mulai jam 8 klar jam 10”, ada juga yang
tako makang banya”. menjawab “kalo ja momasa qt ja dudu 1-2
Ketika pertanyaan apa apa saja jenis jam ada. apalagi kalo beking kukis, 3-4 jam
makan yang dikonsumsi oleh informan, ada itu”. Ada pula informan yang
mayoritas informan menjawab, nasi, menjawab,”3 jam lebe ada. Cuma banya
lauknya ikan laut, dan sayur. Seperti deng ba ketik kw”.
jawaban salah satu informan,”hari hari Kepada informan ditanyakan apakah
makang nasi, kalo disini banya ubi, cm dalam beraktivitas informan berdiri, Berapa
jarang ja makang, bagitu le deng mie deng lama informan melakukan aktivitas,
roti. Kalo depe ikang ja pake ikang laut, jawaban yang berbeda beda pun muncul.
kalo sayor, sayor tumis dang, kangkong, Ada yang menjawab,”ada, ja ba strik dang, 3
wortel, gedi, kalo daong ubi ada. ja santang jam ada. kadang le lebe. Cuma kalo kita pe
dang”. Ada juga informan yang menjawab,” kaki so manucu baru kita dudu”. Ada juga
nasi tetap musti ada biar Cuma sadiki, tetap yang menjawab,”kalo badiri cuma ja ba
musti ada, mo maag kalo nda makang nasi. jemur dang, tarolah satu stenga jam”.
Kong ja makang pake ikang laut deng sayor Infoman lain juga ada yang menjawab,
ja tumis noh, kangkong, yah daun daun”. ”sementara momasa kita ja badiri, kira kira
Untuk pertanyaan buah apa saja yang satu jam”. Dengan singkat seorang informan
dikonsumsi informan, jenis apa dan berapa menjawab, “yah, Cuma nda lama noh.
banyak, respon dari informan pun kebanyak Tarulah satu jam, stenga jam. Cuma mo
menjawab setiap hari mereka mengonsumsi beking ikang deng sayor kwa”.
buah, yaitu pisang dan pepaya. Ungkap Respon terhadap pertanyaan, apakah
salah satu informan,”kalo buah banya kali, informan berolahraga teratur, jenis olahraga
pisang deng popaya”, Ada juga, “kalo buah apa, seberapa sering, dan berapa jam per
ja makang, ja ambe di kobong, ja ambe minggu. Jawab seorang informan, “yadoe,so
pisang deng popaya”. nda ada waktu for mo olahraga. cuam tu ja
bajalang dari pasar noh yang ja kita beking”.
Aktivitas fisik Ada yang menjawab,”so nyanda ada
waktu”. Jawab informan lain,”nyanda
Data yang didapat untuk aktivitas fisik
sering, cuma ada. laengkali cuma bajalang”.
dari kesepuluh informan, didominasi dengan
Ungkap innforman lainnya, “ada, 1 minggu
aktivitas memasak dan mencuci baju. 8
1 kali Ba bajalang, ada kalanya kalo kita
orang dari 10 informan menjawab demikian.
mulai jam 6 ja abis jam 8”. Namum ada pula
Aktivitas tersebut sehubungan dengan
yang menjawab,”ada, setiap hari. Berjalan,
pekerjaan dari kesepuluh informan yaitu ibu
paling paling tiap hari 1-2 jam ja bajalang”.
rumah tangga. 2 informan lainnya menjawab
Ada juga jawaban lain dari informan,”tiap
memiliki aktivitas bekerja kantoran setiap
hari kita, pas bangun pagi perenggangan 30
hari.
menit dulu baru ba angka dari koi”.

Tabel 8. Karateristik informan berdasarkan Gaya hidup


aktivitas fisik Gaya hidup yang dimaksud dalam
Informan n penelitian ini meliputi kebiasaan konsumsi
Memasak dan Mencuci 8 makanan beresiko, merokok, konsumsi alko-
Bekerja Kantoran 2 hol. Untuk konsumsi makanan beresiko
Total 10 dalam penelitian ini antara lain: jeroan, ma-
Jawaban yang berbeda beda juga kanan yang asam, dan minuman berkafein.
Betteng, Pangemanan, Mayulu; Analisis faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes... 409

Informansi yang didapatkan ketika ada 1 orang informan yang mengonsumsi


pertanyaan apakah informan mengonsumsi alkohol hanya untuk memanas
jeroan, tetelan, seberapa sering, dan berapa tubuh,jawaban yang diberikan,”kita ja
banyak ketika di tanyakan ke kesepuluh minum Cuma 1 sloki kwa, Cuma mo
informan, ada yang menjawab,”tetelan ada sepanas kwa”. Dan ada 1 orang informan
ja makang, kalo ja makang mie, ja bage ditemukan dengan riwayat mengonsumsi
tetelan. Kalo pun nyanda ada, nyanda ja rokok. ‘Apakah anda memiliki kebiasaan
paksa cari”. Jawaban yang berbeda pun di merokok? qt ini dlu perokok berat. Nanti 7
berikan informan yang lain, dan jawaban ini bulan terakhir ini baru brenti. Sejak kapan
menjadi jawaban yang paling banyak di anda mulai merokok? dari SMA. Berapa
berikan para informan,”nda ja makang banyak batang rokok yang anda habiskan
tetelan kita. Kalo makang bakso Cuma mie sehari? ohh, laeng kali sampe 3 bungkus,
deng depe bakso”. Ada yang menjawab,”so djisamsoe lagi. Bila sudah berhenti, sejak
tako makang daging kita”, jawaban kapan anda berhenti? nanti 7 bulan terakhir
informan lain juga,”nyanda, kalo ja makang ini baru qt brenti’.
bakso nda ja pake tetelan kita”.
Dari hasil wawancara kepada informan
BAHASAN
mengenai pertanyaan apakah informan
mengonsumsi makanan yang asam, seberapa Berdasarkan hasil penelitian yang
sering dan berapa banyak, 6 orang dari 10 dilakukan dengan teknik depth interview
informan menjawab bahwa kebanyakan pada 10 wanita usia produktif di Puskesmas
dalam mengonsumsi makanan yang asam Wawonasa Kecamatan Singkil Kota
mereka mengonsumsi “gohu” (terdiri dari Manado di jumpai kelima faktor faktor
potongan pepaya dan diberi air kuah dari resiko yang di teliti, di yakini sebagai
campuran asam jawa, gula merah/gula pasir, penyebab dari diabetes yang diderita
cuka, dan terasi) beberapa jawaban dari kesepuluh wanita usia produktif di
informan,”makang gohu. Raja kita. Mar Puskesmas Wawonasa tersebut.
kadang kadang, Cuma kalo so makang 2
sampe 3 kali makang”, ungkap informan Usia
lain juga,”biasa tu asam asam gohu. Kalo Diabetes Melitus dapat menyerang
gohu kita sekali makang 3 cup. Tu biasa ja warga penduduk dari berbagai lapisan, baik
jual jual dang. Cuma nda satu kali makang”, dari segi ekonomi rendah, menengah, atas,
jawaban lain dari informan,”ada noh, ja ada pula dari segi usia. Tua maupun muda
bage yang gula merah, nimbole bage yang dapat menjadi penderita DM. Umumnya
gula putih”. manusia mengalami perubahan fisiologi
Untuk pertanyaan apakah informan yang secara drastis menurun dengan cepat
mengonsumsi minuman berkafein, seberapa setelah usia 40 tahun. Diabetes sering
sering, dan seberapa banyak dari hasil muncul setelah seseorang memasuki usia
wawancara didapatkan bahwa 3 dari 10 rawan, terutama setelah usia 45 tahun pada
informan mengonsumsi teh, 4 dari 10 mereka yang berat badannya berlebih,
informan mengonsumsi kopi, 1 orang sehingga tubuhnya tidak peka lagi terhadap
mengonsumsi keduanya dan sisanya tidak insulin. Teori yang ada mengatakan bahwa
mengonsumsi keduanya. Jawaban yang seseorang ≥45 tahun memiliki peningkatan
diterima pun dari informan,”nah, kopi hari resiko terhadap terjadinya DM dan
hari. 1 hari boleh 2 mug basar, yang kopi intoleransi glukosa yang di sebabkan oleh
brown dang”, ada juga jawaban yang faktor degeneratif yaitu menurunya fungsi
didapatkan dari informan, “dulu kalo kita ja tubuh, khususnya kemampuan dari sel β
makang, kopi kita ja bage 1 mug basar”. dalam memproduksi insulin.18 untuk
Untuk pertanyaan mengenai konsumsi memetabolisme glukosa.
rokok dan alkohol, mayoritas menjawab Berdasarkan hasil penelitian yang di
tidak mengonsumsi kedua duanya. Namun lakukan pada kesepuluh wanita usia
410 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014, hlm. 404-412

produktif di Puskesmas Wawonasa, usia hormonal. Informan kesatu dan kedua


termuda ditemukan pada informan memberikan jawaban bahwa kegemukan
kedelapan, sedangkan usai tertua ditemukan yang diderita berasal dari asupan makanan
pada informan ketiga. Hasil penelitian ini yang berlebihan. Informan ketiga
juga sejalan dengan penelitian yang memangapi pertanyaan tersebut menjawab
dilakukan sebelelumnya oleh Ayu dan apabila kegemukan yang dialami diwariskan
Indirawati yang mengemukakan bahwa, oleh kedua orang tua. informan keempat
prevalensi DM di Indonesia pada penduduk menjawab akibat kurangnnya aktivitas fisik,
usia > 15 tahun meningkat dari 1,5-2,3% sedangkan informan kelima, keenam, dan
menjadi 5,6% pada tahun 1993.(19) Hasil informan kesembilan memilik riwayat
studi epidemiologi tentang DM di Manado obesitas namum karena penyakit yang di
juga menunjukan angka yang lebih tinggi derita sekarang, IMTnya turun menjadi
yaitu 6,1%.7 sejalan dengan apa yang di normal.
kemukakan oleh Ayu dan Indirawati pada Indeks masa tubuh secara bersama
penelitiannya, sama dengna variabel lainya mempunyai
hubungan yang signifikan dengan diabetes
Obesitas melitus. Penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Sunjaya, menemukan bahwa
Obesitas bukan hanya mengundang
individu yang mengalami obesitas
penyakit jantung koroner dan hipertensi,
mempunyai resiko 2,7 kali lebih besar untuk
tetapi juga diabetes melitus tipe 2. Obesitas
terkena diabetes melitus dibandingkan
merupakan faktor utama dari insiden DM
dengan individu yang tidak mengalami
tipe 2.22 Obesitas dapat terjadi karna banyak
masalah obesitas.18
faktor. Faktor utama adalah
Adanya pengaruh indeks masa tubuh
ketidakseimbangan asupan energi dan
terhadap diabetes melitus ini disebabkan
keluarnya energi. Obesitas juga melibatkan
oleh tingginya konsumsi karbohidrat, lemak
beberapa faktor, antara lain: genetik,
dan protein sertaa kurangnya aktivitas
lingkungan psikis, perkembangan, lifestyle,
merupakan faktor faktor resiko dari obesitas.
kerentanan terhadap obesitas temasuk
Pengingkatan FFA ini akan menurunkan
program diet, usia, jenis kelamin, status
translokasi transpoter glukosa ke membrane
ekonomi, dang penggunaan kontrasepsi
plasma,dan menyebabkan terjadinya
khususnya kontrasepsi hormonal.23-27
resistensi insulin pada jaringan otot dan
Dari hasil wawancara didapatkan nilai
adipose.28
dari berat badan dan tinggi badan informan
Insulin merupakan hormon yang
sehingga di dapatkan indeks massa tubuh
diproduksi oleh sel-sel beta yang
informan. Dari kesepuluh informan
membentuk pulau sehingga disebut pulau
didapatkan informan kelima, keenam, dan
langerhans di kelenjar pangkreas. Pada
informan kesembilan dengan IMT normal,
awalnya terbentuk proinsulin yang
informan kedelapan dengan berat badan
mlekulnya lebih besar daripada insulin.
berlebih. Informan keempat dan informan
Proinsulin tersimpan di pankreas hingga
kesepuluh dengan IMT yang beresiko,
dibutuhkan tubuh. Ketika proinsulin keluar
informan kesatu dan kedua dengan IMT
ke peredaran darah, proinsulin diuraikan
obesitas 1, sedangkan informan ketiga
menjadi 2 bagian: peptida penghubung dan
dengan obesitas 2.
hormon insulin aktif. Fungis utama hormon
Obesitas yang dialami kesepuluh
insulin adalah menurunkan kadar glukosa di
informan di karenakan oleh beberapa faktor,
dalam sel.33
seperti faktor keturunan, faktor asupan,
faktor kurang beraktivitas fisik, dan faktor
hormonal. Dalam wawancara, informan Makanan
kedelapan dan kesepuluh mengungkapkan Teori menyebutkan bahwa seringnya
bahwa obesitas atau kegemukan yang mengonsumsi makanan/minuman manis
dialami berasal dari peyuntikan KB akan meningkatkan resiko kejadian DM tipe
Betteng, Pangemanan, Mayulu; Analisis faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes... 411

2 karena meningkatkan konsentrasi glukosa dan aktivitas Berat.30 Pada Penelitian yang
dalam darah. Riwayat pola makan yang dilakukan, kesepuluh informan memiliki
kurang baik juga menjadi faktor resiko aktifitas fisik yang beragam.
penyebab terjadinya DM pada wanita usia Dari penelitian, data yang dapat
produktif yang sering di ungkapkan oleh dikumpulkan dari informan, memiliki
informan. Makanan yang di konsumsi aktivitas utama memasak, mencuci, dan
diyakini menjadi penyebab meningkatnya bekerja sebagai pegawai negeri swasta
gula darah. Perubahan diet, seperti dimana berdasarkan tingkatan dari The
mengkonsumsi makanan tinggi lemak Netherland Nutrition Council, yang dikutip
menjadi penyebab terjadinya diabetes, dari Baecke, kedua aktivitas tersebut
terutama di daerah daerah.27 termasuk kedalam aktivitas ringan.31
Dari hasil wawancara, kesadaran akan
penyakit diabetes melitus tipe 2 yang Gaya hidup
diderita oleh informan dapat dilihat dari pola Saat ini, naiknya jumlah penderita
makannya yang berubah, dimana mayoritas obesitas dan perubahan gaya hidup
dari informan telah mengurangi waktu untuk menyebabkan semakin banyak orang yang
makan, maupun mengurangi porsi makan itu menderita diabetes tipe 2 ini, di usia yang
sendiri. Penambahan variasi sayur yang
masih muda. Bahkan,bisa terkena diabetes
dikonsumsi dan konsumsi buah setiap hari melitus tipe 2 di usia 25 tahun. Tetapi,
juga merupakan modifikasi pola makan
diabetes melitus tipe 2 ini bisa dicegah.
yang diterapkan para informan setelah
Pertama kali yang harus dilakukan untuk
terdiangnosis DM tipe 2.
mencegahnya adalah, menjaga makanan
Semua penderita diabetes harus yang dikonsumsi dan menjaga kesehatan
melakukan diet dengan pembatasan kalori,
fisik tubuh.
terlebih untuk penderita yang obesitas. Pakar penyakit DM Sidartawan
Pemilihan makanan harus dilakukan secara Soegondo berpendapat bahwa peningkatan
bijak dengan melaksanakan pembatasan jumlah penderita diabetes yang cukup tinggi
kalori, terutama pembatasan lemak total dan ini dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat
lemak jenuh untuk mencapai kadar glukosa yakni gerak fisik yang dilakukan. Gaya
dan lipid darah yang normal. Secara umum hidup seperti ini mudah menimbulkan
komposisi menu yang di rekomendasikan kegemukan. Dengan berat badan berlebih,
oleh WHO tahun 1990 terdiri 50-65% resiko seorang terkena diabetes juga
karbohidrat, 25-30% lemak, dan 10-20% semakin meningkat.32
protein.28 Selain kurangnya aktivitas fisik yang
dilakukan, konsumsi makanan beresiko,
Aktifitas fisik konsumsi alkohol dan rokok menjadi resiko
Aktifitas fisik dapat mengontrol gula diabetes melitus. Dari data hasil wawancara,
darah. Glukosa akan diubah menjadi energi didapatkan mayoritas dari informan tidak
pada saat berkatifitas fisik. Aktifitas fisik mengonsumsi alkohol dan merokok. Namun
mengakibatkan insulin semakin meningkat ada 1 orang yang mengonsumsi alkohol
sehingga kadar gula dalam darah akan dengan intensitas waktu jarang, dan 1 orang
berkurang. Pada orang yang jarang ber- dengan riwayat merokok
olahraga, zat makanan yang masuk kedalam
tubuh tidak dibakar tetapi ditimbun dalam
SIMPULAN
tubuh sebagai lemak dan gula. Jika insulin
tidak mencukupi untuk mengubah glukosa Dari hasil penelitian tentang faktor
menjadi energi maka akan timbul DM.29 resiko penyebab terjadinya diabetes melitus
Rata-rata semua informan memiliki yang dilakukan pada wanita usia produktif
aktivitasnya masing-masing. Secara umum di Puskesmas Wawonasa periode 1
aktifitas fisik di bagi dalam tiga kategori, November – 29 Desember 2013 dapat
yaitu aktivitas Ringan, Aktivitas Sedang, disimpulkan sebagai berikut :
412 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014, hlm. 404-412

1. Usia termuda informan dalam penelitian diabetes melitus pada kehamilan,


ini adalah 36 tahun dan yang tertua Dislipidemia (HDL < 35 mg/dl atau
adalah 61 tahun. Trigliserida >250mg/dl), Pernah
2. Dari kesepuluh informan didapatkan 3 toleransi glukosa terganggu atau
orang informan dengan IMT normal, 1 Glukosa puasa terganggu yang
orang informan dengan berat badan bertujuan untuk mengidentifikasi
berlebih. 2 orang informan dengan IMT mereka yang tidak bergejala.
yang beresiko, 2 orang informan dengan 2. Bagi Masyarakat
IMT obesitas 1, sedangkan 1 orang a. Meningkatkan kesadaran dan
informan dengan obesitas 2. kewaspadaan terhadap kondisi
3. Hampir dari kesepuluh informan kesehatannya dengan melakukan
mengonsumsi nasi, lauk (ikan),dan sayur pemeriksaan diabetes.
setiap hari, dengan rata rata makan 2 kali b. Meningkatkan intensitas aktivitas
sehari. fisik terutama bagi masyarakat yang
4. Dominasi aktivitas fisik kesepuluh aktivitas fisiknya rendah.
informan adalah memasak dan mencuci, c. Menerapkan pola makan sehat dan
dimana menurut The Netherland bergizi seimbang.
Nutrition Council kedua aktivitas d. Bagi masyarakat yang sudah DM
tersebut tergolong dalam aktivitas agar berobat secara teratur dan selalu
ringan. berkonsultasi ke poli gizi serta
5. Gaya hidup terdiri dari makanan menerapkan cara hidup yang sehat.
beresiko, merokok, dan alkohol, dimana 3. Bagi Peneliti lain
terdapat 1 informan yang mengonsumsi Dapat melanjukan studi kualitatif ini
alkohol, dan 1 informan dengan riwayat dengan mencari hubungan faktor psikis
merokok. terhadap terjadinya diabetes melitus.
6. Kelima faktor resiko yang diteliti
memiliki hubungan dengan kejadian
diabetes melitus tipe 2 pada wanita usia
produktif di puskesmas wawonasa.

SARAN
1. Bagi Pihak Puskesmas
a. Diharapkan dapat memberi
penyuluhan dan pembinaan tentang
penyakit diabetes melitus kepada
masyarakat akan bahaya dan dampak
akibat penyakit diabetes melitus dan
arti pentingnya pola hidup sehat,
makanan yang bergizi agar terhindar
dengan penyakit diabetes melitus.
b. Diharapkan melakukan pemeriksaan
penyaringan dengan kriteria
Kelompok usia dewasa ( > 40
tahun), Kegemukan berat badan (kg)
>120% , Berat badan idaman atau
Indeks massa tubuh > 27(kg/m2),
Tekanan darah tinggi ( >140/90
mmHg), Riwayat keluarga DM,
Riwayar kehamilan dengan berat
badan bayi >4000 gram, Riwayat