Anda di halaman 1dari 7

LANGGAM ARSITEKTUR KLASIK

Didalam arsitektur, sejarah memegang peranan penting dalam menentukan bentukan atau
langgam, disamping budaya masyarakatnya. Karena arsitektur adalah suatu hal yang berkembang
dan kadangkala mengalami suatu siklus.

Di dalam membahas arsitektur dimasa era klasik, tentu tidak terlepas dan menjadi suatu keharusan
untuk mempelajari pula kebudayaan dunia klasik tersebut pada masanya. Kebudayaan Yunani
adalah kebudayaan klasik dunia yang amat menonjol.

Arsitektur Klasik merupakan ungkapan dan gambaran perjalanan sejarah arsitektur di Eropa yang
secara khusus menunjuk pada karya-karya arsitektur yang bernilai tinggi dan
“first class”.

Teori arsitektur Klasik dengan demikian merupakan suatu perwujudan karya arsitektur yang
dilandasi dan dijiwai oleh gagasan danidealisme Teori Vitruvius khususnya pada suatu
kurunwaktu sesudah Vitruvius sendiri meninggal dunia.

SEJARAH ARSITEKTUR YUNANI KUNO


Arsitektur Yunani Kuno adalah karya arsitektur yang dihasilkan oleh orang berbahasa Yunani
(orang Helenik) yang budayanya berkembang di daratan Yunani dan Peloponnesos, Kepulauan
Aegea, serta koloni-koloninya di Anatolia dan Italia sepanjang suatu periode
dari 900 SM sampai abad ke-1 M, yang mana karya-karya arsitektural paling awal yang masih
terlestarikan berasal dari sekitar tahun 600 SM.

Bangunan tertua yang dibangun di Yunani, tepatnya pada Zaman Batu Baru, adalah rumah atau
gubuk kecil, dan dinding kayu di sekelilingnya untuk perlindungan. Kemudian, dibangun rumah yang
lebih besar, dan dinding batu di sekeliling desa.
Pada Zaman Perunggu Awal, di tengah-tengah suatu desa dibangun satu rumah yang paling besar,
dan dinding batunya juga lebih besar.
Pada Zaman Perunggu Akhir, dengan dipengaruhi Asia Barat, dan juga Minos di Kreta, ada istana
dan makam batu besar, selain juga jalan berubin, jembatan, bendungan, dan lebih banyak dinding
batu.
Pada Zaman Kegelapan Yunani, istana-istana dibakar, sedangkan jalan dan jembatan dihancurkan.
Namun pada akhir Zaman Kegelapan, dengan dimulainya Zaman Besi dan periode Arkaik di Yunani,
bangunan jenis baru pun mulai dibuat, di antaranya kuil para dewa. Kuil jenis awal ini dibangun
dengan gaya Doria.
Pada periode Klasik, dibangun lebih banyak lagi kuil, dengan ukuran yang lebih besar dan
rancangan yang baru. Orang Athena membangun Parthenon pada tahun 440-an SM. Pada masa ini
kuil dibangun dengan gaya Ionia. Demokrasi mencegah orang Yunani membangun istana atau
makam besar, karena menurut demokrasi, setiap orang dianggap setara, jadi memiliki istana
bukanlah hal yang dianggap baik. Alih-alih, orang Yunani membangun tempat umum, misalnya
gimnasium dan stoa, dimana orang-orang dapat berkumpul dan berdiskusi.
Pada tahun 300-an SM, yang disebut periode Hellenistik, ada banyak jenis arsitektur baru. Kuil
mulai kurang diperhatikan. Orang Yunani lebih banyak membangun teater di seluruh dunia Yunani.
Selain itu, perencanaan kota juga menjadi lebih matang, jalanan dirancang terlebih dahulu untuk
dibuat lurus, berbeda dengan dulu ketika jalanan dibuat tanpa perencanaan dan dibuat begitu saja
sesuai dengan lokasi.
Melalui penaklukan Aleksander Agung, arsitektur menjadi cara yang penting untuk menyebarkan
kebudayaan Yunani dan menunjukkan kekuasaan Yunani di daerah taklukan.
Hal yang sama terjadi ketika Romawi menakluakn Yunani, sekitar tahun 200-100 SM.

Arsitektur Yunani Kuno merupakan pondasi dari berbagai gaya berikutnya yang berkembang di
berbagai belahan dunia dan juga menyumbangkan pemikiran yang paling pintar dan penampilan
yang sempurna di dalam tradisi Eropa Barat. Oleh karena itu, monumen utamanya begitu penting
sebagai bentuk pemahaman tentang Arsitektur Eropa itu sendiri.

Peradaban pertama sejarah Yunani Kuno bermula dari Crete (3000-1400 SM) dan berkembang
hingga ke puncaknya yakni pada masa Istana Knossos. Kemudian digantikan dengan budaya
Mycenae dan Tiryns pada daratan utama. Kemunduranterjadi pada 1100 SM dimana merupakan
masa kegelapan dengan beberapa peninggalan yang masih bertahan.Masa keemasan terjadi pada
periode Hellenic (800-323SM) dimana memperlihatkan perkembangan dari kota besarsebagai
pusat komunitas, penemuan kota yang baru dimana munculnya Athens sebagai kekuasaan tertinggi
setelah penentuan kemenangan melawan Persia serta perkembangan dalam hal demokrasi.

Zenith merupakan peraturan Pericles (444-429 SM) dengan fantasi bunga dalam filosofi,
seni,literatur, ilmu, matematika dan drama. Budaya ini berkembangdan direfleksikan ke dalam
prestasi-prestasi arsitektur termasukdi dalamnya Parthenon.

Pertumbuhan yang luar biasa pada bangunan sangatdipengaruhi oleh iklim dimana kecerahan serta
sinar matahariyang begitu indah memperkuat bayangan dan membersihkan pandangan sehingga
terciptanya suatu bentuk landscape yang begitu kuat. Batu gamping dan marmer lokal pun tak
kalah memberikan nilai yang berkualitas.

Pada periode Hellenistic (323-30 SM), diikuti dengan kematian Alexander Agung yang
mempersatukan Yunani dan memperluas wilayah kekuasaan hingga ke Timur, bentuk-bentuk
bangunan besar (great styles) tetap berlanjut walaupun dengan kekuatan yang lebih sedikit dan
adanya pengalihan kekuasaan oleh Roma. Arsitektur menampilkan suatu perpaduan Orde yang
meluas hingga ke Spanyol dengan penggunaan elemen-elemen tapak dan kubah. Bangunan-
bangunan kecil tetap terlihat elegan dengan hiasan yang begitu terperinci namun tidak kehilangan
struktur monumentalnya yang merupakan superhuman scale. Arsitektur Yunani yang masih tetap
ada pada dasarny amerupakan bangunan-bangunan publik terutama kuil dan teater.Namun,
beberapa rumah biasa juga tetap bertahan. (Istiqomah,dkk, 2014).

Peninggalan Arsitektur Yunani yang paling banyak adalah kuil. Bahan konstruksi utama batu,
dipahat dan dibentuk rnenjadi kolom dan baloki Oleh karena itu bentangannya sangat terbatas
sehingga di dalam ruang terdapat banyak kolom. Bagian depan terdiri dari tangga masuk dan
langsung pada deretan melintang, kolom, menyangga ujung terdepan dari atap yang berbentuk segi-
tiga disebut pediment. Ancient Greek architecture.

Pediment terdiri dari cornice yaitu semacam bingkai keliling segi tiga dari molding mengikuti
bentuknya. Bagian tengah di dalam bingkai tersebut terdapat tympanum, yang biasanya pada bidang
di dalamnya dibuat dekorasi, dapat berupa relief maupun patung-patung.

Arsitektur Yunani Kuno terkenal karena kuil-kuilnya, banyak diantaranya yang ditemukan di seluruh
wilayah tersebut, kebanyakan berupa reruntuhan tetapi banyak yang pada dasarnya utuh. Jenis
bangunan penting kedua yang bertahan sepanjang dunia Helenik adalah teater ruang terbuka,
dengan tarikh tertua sekitar tahun 350 SM. Bentuk-bentuk arsitektural lainnya yang dapat menjadi
bukti adalah gerbang prosesional (propylaea), alun-alun publik (agora) yang dikelilingi deretan pilar
bertingkat (stoa), gedung dewan kota (bouleuterion), monumen publik, makam monumental
(mausoleum), dan stadium.
Arsitektur Yunani Kuno dapat dibedakan dari karakteristiknya yang sangat formal, baik struktur
maupun dekorasi. Hal ini khususnya terjadi dalam kasus kuil-kuil di mana masing-masing bangunan
tampaknya dipahami sebagai suatu entitas pahatan di dalam lanskapnya, kebanyakan dibangun di
dataran tinggi sehingga keanggunan proporsinya dan efek cahaya pada permukaannya dapat
terlihat dari semua sudut.

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR YUNANI

Perkembangan Arsitektur Yunani


Perkembangan arsitektur di Yunani dimulai dari sejarah peradaban bangsa – bangsa yang
mendiami pulau Kreta, Mikena dan wilayah dataran Yunani, yaitu
Bangsa Minos (Minoan) 1600 SM
Bangsa Mikena (Mycenaean) 1100 SM
Bangsa Yunani (Greece) 800 SM
Ketiga bangsa tersebut memiliki ciri khas antara lain kehidupan yang damai (Minoan);
masyarakat yang ahli dalam bangunan, seni, administrasi, perang ( Mikena); politik bebas dan
kesamaan pola budaya (Greek).
Pada perkembangannya terdapat 3 kebudayaan yang berpengaruh, yaitu :

1. Kebudayaan Creta (1500 – 1100SM)


Penduduknya berasal dari Asia Kecil yang berimigrasi ke pulau Kreta dan sekitarnya serta
membawa budaya asalnya. Namun pada tahun 1400 SM dikuasai bangsa Mikena dan mencapai
masa kejayaan pada tahun 1200 SM.
Bangunan rumah tinggal menggunakan atap datar yang merupakan typical daerah timur,
sedangkan cahaya dimasukkan melalui celah-celah lubang atap. Ruang menggunakan “Cella”,
yaitu ruang yang keempat sisinya tertutup (massif dengan satu sisi sebagai bukaan (pintu).
Pada masa ini orientasi bangunan menghadap dari utara – selatan, dengan fasad bangunan yang
simetris dan dinding dalamnya biasanya terdapat lukisan dinding yang disebut FRESKA.
Bahan bangunan pada masa ini adalah :
Memakai batu pecah atau batu gamping /gips yang dikeraskan untuk lapisan lantai
Dinding menggunakan bata yang dikeringkan
Dan atap menggunakan kayu

2. Kebudayaan Cycladic
Arsitekturnya hampir sama dengan dengan kebudayaan bangsa Creta, namun pada istana
terdapat rumah – rumah kecil yang disebut Megaron.
Megaron, adalah unit rumah tinggal dengan fasilitas :
Berbentuk cella yagn dilengkapi dengan lobby/vestibulle.
Entrance dan serambi depan yang mengarah kedalam.
Thelamus (ruang tidur) yang diletakkan di bagian paling belakang.
Pada periode geometris (1100 – 700 SM), bangsa Mikena dikalahkan oleh bangsa Dorian yang
disiplin , kesukuan dan berjiwa militan. Pada masa ini muncul dasar – dasr perencanaan dalam
arsitektur ;yaitu ORDER, PRODUKSI, KESEIMBANGAN , dan KEBIJAKSANAAN.
Pada periode Archaic (700 – 500 SM), masyarakat mengenal bahan Stuco (campuran kapur dan
marmer bubuk) juga bentuk bangunan 4 persegi panjang dengan dinding tanpa lubang jendela
dan dikelilingi oleh kolom – kolom ( PERISTYLE ). Order Doric dan Ionic diperkenalkan
melalui kolom – kolom bangunan. Konsep dari struktur yaitu POST dan LINTEL.

3. Arsitektur Yunani daratan


Ada dua phase peradaban Yunani Daratan, yaitu Hellenic dan Hellenistik.
Phase Hellenic (650 – 323 SM)
Karakter masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kepercayaan dan seni, sehingga kuil menjadi
bagian yang terpenting. Pada mulanya kuil mengambil bentuk dasar dari Megaron selanjutnya
dikembangkan.
Konstruksi utama memakai system kolom (tiang) dan balok (gelagar).
Bentuk-bentuk dari konstruksi kayu ditiru pada bahan yang lain yaitu marmer “Carpentry in
marble” mulai tahun 600 BC.
Dinding memakai bata yang dikeringkan atau dengan terakota.
Penyelesaian eksterior lebih dipentingkan karena masyarakat Yunani berkosentrasi pada elemen
yang cocok dengan iklim serta masyarakat pemakainya (masyarakat Yunani senang dengan
udara terbuka) terutama Kuil dan Agora.
Hubungan dengan dewanya terjadi di udara terbuka dengan angin yang berhembus sepoi melalui
“Collonade” yaitu barisan tiang yang menopang atap pada serambi memanjang serta “Portico”
yaitu barisan tiang penopang atap pada serambi depan (memendek), sebagai ucapan selamat
datang dengan permainan bayangan gelap terang oleh tiang (kolom) gaya Doric yang tertimpa
sinar matahari.
Disempurnakannya order Dorie, Ionic, Corinthian.
Dan bermunculan bangunan – bangunan baru seperti STOA, Theatre, dan Balai Pertemuan
Phase Hellenistik (323 – 30 SM)
Pada tahun 480 BC Persia menghancurkan Yunani, Akropolis kota diatas bukit sebagai
kompleks bangunan suci juga ikut hancur. Oleh Perikles pemimpin Yunani, Athena dibangun
kembali.
Pada phase ini banyak dibangun public building (bangunan umum) yang berkembang sangat
pesat, bervariasi dan berkesan megah.
Banyak dibangun “Stoa” yaitu teras memanjang bertiang banyak yang menghubungkan antara
bangunan yang satu dengan yang lainnya serta berfungsi sebagai tempat untuk diskusi yang
beratap agar terhindar dari hujan dan terik matahari. Stoa merupakan pasangan dari “Agora”
yaitu tempat untuk pertemuan umum di luar juga sekaligus sebagai pasar bagi masyarakat
Yunani (terutama di Athena).
Ciri – ciri Arsitektur Yunani yaitu :
Simplicity ( Kesederhanaan )
NARCICISME yaitu mencinyai kesederhanaan pribadi.
Clarity ( Kejelasan )
Bentuk struktur yang sederhana terdiri dari tiang dan balok
Adaptif (dapat diterapkan dimana saja)
Exterior intention (mengutamakan ruang luar)
Kegiatan lebih banyak diluar gedung.
Dan terdapatnya order

Tiga order Arsitektur Kuil Yunani


Orang – orang Yunani mengembangkan 3 sistem arsitektur yang masing – masing dengan
proporsi mereka sendiri yang khas dan detil, yaitu
IONIC, gaya ionic yang tipis dan lebih elegan. Pada bagian puncaknya dihiasi dengan desai
scroll, gaya ini ditemukan di Yunani Timur.
Kolom ionik biasanya berdiri di atas dasar yang memisahkan batang kolom dari stylobate atau
platform. Puncak kolom memiliki karakteristik volutes bergulir berpasangan yang diletakkan di
tutup di bentuk (echinus) dari kolom, atau mata air didalamnya.
Doric gaya ini terlihat kokoh dengan puncak yang biasa atau tidak berornamen. Gaya ini
digunakan di daratan Yunani dan koloni di Itali selatan dan bagian sisilia. Kolom ini berdiri
langsung di trotoar datar (stylobate)dari kuil, poros vertikal mereka bergalur pararel dengan alur
cekung.

korintus, gaya ini terlihat lembut, langsing dan rumit. Pada bagian puncaknyadihiasi dengan
daun Acanthus. Dalam hal proporsi, kolom ini mirip dengan kolom ionik yang mungkin dibut
lebih ramping, namun berdiri terpisah oleh modal yang khas yang di pahat.

Peninggalan arsitektur di Yunani, adalah bukit ACROPOLIS, yaitu tempat bekas pertahanan
yang berada di tempat yang strategis namun tidak terorganisir (sesuai dengan tapaknya yang
berkontur). Di bukit inilah banyak terdapat peninggalan-peninggalan arsitektur, yaitu :
Propilae, yang merupakan gerbang ke tempat-tempat suci dan juga sekaligus sebagai tempat
melakukan pagelaran seni dan pertemuan umum. Order yang ada pada bangunan ini adalah Doric
dan Ionic yang terbut dari batu pualam dan jika terkena sinar matahari akan
https://atpic.wordpress.com/2010/07/22/yunani-1050-sm-31-sm-laut-ionia-laut-kreta-p-kreta/
file:///Users/Fkhaulia/Downloads/5.%20Arsitektur%20Yunani.pdf
http://f-pelamonia.blogspot.co.id/2010/06/perkembangan-arsitektur-yunani.html
http://rizqisyahrulmuharram.blogspot.co.id/2010/06/perkembangan-arsitektur-yunani_24.html

Romawi

https://atpic.wordpress.com/2010/07/24/romawi/
http://archiephrodite.blogspot.co.id/2011/06/sejarah-arsitektur-romawi.html
Konsep Ruang
http://sejarahars.blogspot.co.id/2011/08/romawi-kuno.html
Ciri
http://aivizstudio.com/?p=1117
Konstruksi
http://tipskiatberbagi.com/jenis-pilar-rumah-klasik-bergaya-romawi/
Tuscan Kolom