Anda di halaman 1dari 20

PERCOBAAN 2

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I


PENENTUAN KALOR PEMBAKARAN ZAT
RABU, 8 MARET 2017

Dosen Pembina :
1. Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.Si
2. Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si

Disusun oleh :
KELOMPOK 8

1. Nurmalia Dinita Sari (150332604271)*


2. Rohima Nostia (150332600815)*
3. Yuastutik (150332602236)*

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
LABORATOTIUM KIMIA
Maret 2017
A. JUDUL PERCOBAAN
“Penentuan Kalor Pembakaran Zat”

B. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat menentukan kalor pembakaran zat dengan menggunakan Parr Adiabatic
Bomb Kalorimeter.

C. DASAR TEORI
Proses yang terjadi di dalam kalorimeter bomb bekerja secara adiabatic. Kalor yang
dilepaskan pada proses pembakaran dalam kalorimeter bom akan menaikkan suhu
kalorimeter dan dapat dijadikan sebagai dasar penentuan kalor pembakaran.

Hasil reaksi pada


Pereaksi pada ΔUC suhu T2
suhu T1

ΔU = C (T2 – T1)
ΔUT
Hasil reaksi pada
suhu T1
Keterangan:
C = kapasitas kalor (kal/°C) kalorimeter (ember + air + bom)
ΔUT = perubahan energi dalam sistem
ΔUC = perubahan energi dalam kalorimeter
T1 = suhu awal pereaksi
T2 = suhu akhir hasil reaksi
Yang ditentukan dalam percobaan ini adalah , yaitu perubahan energi dalam
bagi proses dengan pereaksi dan hasil reaksi berada pada suhu yang sama. Berdasrkan
Hukum Hess dapat dirumuskan:

0=
persamaan (1)
Langkah pertama dalam percobaan ini adalah menentukan kapasitas kalor
kalorimeter bom, dengan cara membakar sejumlah zat standar yang telah diketahui kalor
pemabakarannya. Nilai kapasitas kalor ini selanjutnya digunakan untuk menetukan kalor
pembakaran zat sampel.
Sampel yang akan ditentukan kalor pembakarnnya dibakar dengan kondisi yang
sama dengan pembakaran zat standar. Dengan cara mengukur kenaikan suhu (T 2 - T1) yang
dihasilkan pada proses pembakaran, dan dengan menggunakan harga C yang telah
ditentukan pada pembakaran zat standar, setiap sampel dapat ditentukan.
Pada penentuan kalor pembakaran dengan cara ini perlu dilakukan koreksi, karena
terdapat kalor yang dilepaskan akibat terjadi pembentukan asam nitrat dan pembakaran
kawat pemanasnya. Jika adalah koreksi terhadap pembentukan asam nitrat dan
adalah koreksi terhadap kalor pembakaran kawat pemanas, persamman (1) harus diubah
menjadi.
persamaan (2)
Keterangan :
= volume (mL) larutan Na2CO3 0,0725 N yang diperlukan untuk menetralkan asam
nitrat x (-1 kal/mL)
= panjang kawat yang terbakar (cm) x (-2,3 kal/cm)
Jika dalam percobaan m gram zat terbakar dan menimbulkan kenaikan suhu sebesar
maka kalor pembakaran zat ini dihitung dengan rumus:

(dalam kal/gram) persamaan (3)

Jika dalam percobaan n mol zat terbakar dan menimbulkan kenaikan suhu sebesar ,
maka kalor pembakaran zat ini dihitung denagn rumus:

(dalam kal/mol) persamaan (4)

Hasil pengukuran dapat juga dinyatakan dalam perubahan entalpi , dengan


menggunakan hasil perhitungan persamaan (4), dimasukkan pada persamaan

(dalam kal/mol) persamaan (5)


Dengan (n2 – n1) adalah perbedaan jumlah mol produk dan mol pereaksi yang berwujud
gas pada suhu T.
D. ALAT DAN BAHAN
Alat-Alat:
1. Parr Adiabatic Bomb Calorimeter 1 buah
2. Neraca Analitik 1 buah
3. Stop Watch 1 buah
4. Botol Semprot 1 buah
5. Termometer 1 buah
6. Erlenmeyer 2 buah
7. Buret 1 buah
8. Gelas Ukur 1 buah

Bahan-Bahan:
1. Air
2. Breket 1 gram
3. Naftalena 1 gram
4. Gas Oksigen 1 tabung
5. Larutan Standar Na2CO3 0,0725 N
6. Indikator metal merah
7. Aquades
E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Penentuan Kapasitas kalor Bomb Calorimeter
No Langkah kerja Foto/Gambar
1  1 tablet naftalena diambil dan ditimbang
dengan teliti menggunakan neraca digital

2  Naftalena dimasukkan ke dalam


mangkuk sampel dalam bom
 Dipasang kawat pemanas pada kedua
elektroda. Kawat harus tepat menyentuh
permukaan naftalena.

3  Bom ditutup dengan rapat


 Bom diisi dengan perlahan-lahan dengan
gas oksigen sampai tekanan pada
manometer menunjukkan 20 atm

4  Ember kalorimeter diisi dengan air


sebanyak 2 L
 Suhu didalam ember diatur
dibawah suhu kamar
5  Ember dimasukkan ke dalam kalorimeter
 Bom diletakkan bom ke dalam ember
 Termometer dipasang

6  Kalorimeter dibiarkan 4 menit agar


pengatur otomatis mengatur suhu mantel,
supaya seimbang dengan suhu air dalam
ember
 Suhu air dalam ember dibaca tiap menit
selama 4 menit hingga konstan sebagai
T1
7  Arus listrik dijalankan untuk membakar
cuplikan
#jangan ditekan lebih dari 5 detik
8  Suhu air dicatat tiap menit hingga tercapai
harga maksimum yang konstan sebagai T2
9  Kalorimeter dibuka
 Bom dikeluarkan dari dalam ember
 Gas - gas hasil reaksi dikeluarkan melalui
lubang diatas bom dengan memutar drei
dengan perlahan-lahan

10  Pada bagian dalam bom dicuci dengan


botol semprot Ditampung hasil cucian
denagn Erlenmeyer
 Hasil cucian dititrasi dengan Na2CO3
0,0725 N dengan indikator metal merah

11  kawat pemanas dilepaskan yang tidak


terbakar dari elektroda dan diukur
panjangnya

12  Kapasitas kalorimeter dihitung dengan


persamaan 3
2. Penentuan Kalor Pembakaran Zat
No Langkah kerja Foto/Gambar
1  1 bongkah briket diambil, dipres
menyerupai tablet dan ditimbang dengan
teliti menggunakan neraca digital

2  Briket dimasukkan ke dalam mangkuk


sampel dalam bom
 Dipasang kawat pemanas pada kedua
elektroda. Kawat harus tepat menyentuh
permukaan briket.

3  Bom ditutup dengan rapat


 Bom diisi dengan perlahan-lahan dengan
gas oksigen sampai tekanan pada
manometer menunjukkan 20 atm

4  Ember kalorimeter diisi dengan air


sebanyak 2 L
 Suhu didalam ember diatur
dibawah suhu kamar
5  Ember dimasukkan ke dalam kalorimeter
 Bom diletakkan bom ke dalam ember
 Termometer dipasang

6  Kalorimeter dibiarkan 4 menit agar


pengatur otomatis mengatur suhu mantel,
supaya seimbang dengan suhu air dalam
ember
 Suhu air dalam ember dibaca tiap menit
selama 4 menit hingga konstan sebagai
T1
7  Arus listrik dijalankan untuk membakar
cuplikan
#jangan ditekan lebih dari 5 detik
8  Suhu air dicatat tiap menit hingga tercapai
harga maksimum yang konstan sebagai T2
9  Kalorimeter dibuka
 Bom dikeluarkan dari dalam ember
 Gas - gas hasil reaksi dikeluarkan melalui
lubang diatas bom dengan memutar drei
dengan perlahan-lahan

10  Pada bagian dalam bom dicuci dengan


botol semprot ditampung hasil cucian
denagn Erlenmeyer
 Hasil cucian dititrasi dengan Na2CO3
0,0725 N dengan indikator metal merah

11  Kawat pemanas dilepaskan yang tidak


terbakar dari elektroda dan diukur
panjangnya

12  Kapasitas kalorimeter dihitung dengan


persamaan 3
F. ANALISIS PROSEDUR
Prosedur Percobaan Analisis Prosedur
1 gram bricket dan naftalena diambil dan Untuk menentukan kalor pembakaran
dimasukkan ke mangkuk sampel dalam kalorimeter bom
bom
Kawat pemanas dipasang pada kedua Agar kawat bisa terbakar oleh karena itu
elektroda, kawat harus menyentuh kawat harus menyentuh permukaan
permukaan zat Naftalena dan Briket
Bom ditutup dengan rapat Agar udara dari luar tidak masuk ke dalam
bom
Bom diisi perlahan-lahan dengan gas Agar reaksi pembakaran dapat berlangsung
oksigen sampai tekanan pada monometer sempurna
menunjukkan 20 atmosfer
Ember kalorimeter diisi dengan air Untuk menyerap kalor yang dihasilkan dari
sebanyak 2000 ± 0,5 gram reaksi pembakaran sampel
Ember dimasukkan ke dalam kalorimeter, Untuk mengukur suhu dalam kalorimeter
lalu bom diletakkan ke dalam ember,
kemudian termometer dipasang
Kalorimeter dibiarkan selama 4-5 menit Untuk mengetahui suhu awal kalorimeter
sementara pengatur otomatis mengatur
suhu mantel supaya seimbang dengan suhu
air dalam ember (jika ada). Suhu air dalam
ember dibaca (T1)
Arus listrik dijalankan untuk membakar Untuk membakar zat dalam kalorimeter
cuplikan
Suhu air tiap menit dicatat hingga tercapai Untuk mengetahui suhu pembakaran zat
harga maksimum yang konstan selama 2 dalam kalorimeter
menit. Suhu akhir dicatat (T2).
Kalorimeter dibuka, bom dikeluarkan dari Untuk mengeluarkan gas oksigen yang ada
dalam ember. Sebelum membuka bom di dalam bom
dikeluarkan terlebih dahulu gas-gas hasil
reaksi melalui lubang di atas bom dengan
memutar drei. Pengerjaan terakhir ini
hendaknya dilakukan perlahan-lahan.
Bagian dalam bom dicuci dengan botol Untuk bahan titrasi
semprot dan hasil cucian ditampung dalam
labu Erlenmeyer
Larutan dititrasi dengan Na2CO3 0,0725 N Untuk menetralkan HNO3 yang terbentuk
dengan indikator metil merah. dari reaksi pembakaran sampel dan volume
Na2CO3 0,0725 N yang dibutuhan untuk
titrasi digunakan untuk menghitung faktor
koreksi (ΔU1)
Kawat pemanas yang tidak terbakar Data panjang kawat yang terbakar
dilepaskan dari elektroda dan ukur digunakan untuk menghitung faktor koreksi
panjangnya (ΔU2)
G. DATA PENGAMATAN
1. Naftalena
Data Pengamatan Hasil Pengamatan
Massa naftalena 0,9739 g
Panjang kawat mula-mula 10 cm
Panjang kawat setelah pembakaran 1,4 cm
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-1 26,6
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-2 26,7
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-3 26,7
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-4 26,7
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-1 28,4
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-2 29,9
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-3 30,4
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-4 30,4
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-5 30,5
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-6 30,5
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-7 30,5
Volume awal titrasi 0 mL
Volume akhir titrasi 3,4 mL
Volume naftalena 46 mL
2. Briket

Data Pengamatan Hasil Pengamatan


Massa Briket 0,9645 gram
Panjang kawat mula-mula 10 cm
Panjang kawat setelah pembakaran 5 cm
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-1 27°C
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-2 27°C
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-3 27°C
Suhu sebelum pembakaran selama menit ke-4 27°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-1 28°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-2 28,8°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-3 29°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-4 29,1°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-5 29,1°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-6 29,1°C
Suhu ketika dialiri arus listrik menit ke-7 29,1°C
Volume awal titrasi 0 mL
Volume akhir titrasi 4,5 mL
Volume briket 34,5 mL
H. ANALISIS DATA
1. Menentukan Kapasitas Kalor
Diketahui : Massa naftalena = 0,9735 g
= 2.429.500 kal/g
= (30,5⁰C – 26,7⁰C) = 3,8⁰C
= 3,4 mL x (-1) kal/mL = -3,4 kal
= 8,6 cm x (-2,3 kal/cm) = -19,78 kal
Ditanya :C?
Jawab :

Jadi, kapasitas kalor pembakaran dari Parr Adiabatic Bomb Calorimeter adalah
2. Menentukan Kalor Pembakaran
Diketahui: Massa Briket = 0,9645 gram

C =

= (29,1°C - 27°C) = 2,1°C


= 4,5 mL x (-1 kal/mL) = -4,5 kal
= 5 cm x (-2,3 kal/cm) = -11,5 kal
Normalitas Na2CO3 = 0,0725 N
Ditanya: ?
Jawab:

( )

Jadi, kalor pembakaran dari Parr Adiabatic Bomb Calorimeter adalah


I. PEMBAHASAN
Pada percobaan 2 yaitu penentuan kalor pembakaran zat dengan menggunakan
Parr Adiabatic Bomb Calorimeter yang bertujuan untuk menentukan kalor pembakaran
zat menggunakan Parr Adiabatic Bomb Calorimeter. Pada percobaan ini menggunakan
Briket dan Naftalena sebagai sampel. Langkah pertama yaitu menghitung kapasitas kalor
kalorimeter bom, dengan cara membakar sejumlah zat standar naftalena yang telah
diketahui kalor pembakarannya yaitu 2429,5 kkal/g nilai kalor pembakaran ini selanjutnya
digunakan untuk menentukan kalor pembakaran zat sampel Briket. penambahan oksigen
sampai pada tekanan 20 atm agar reaksi pembakaran dapat berlangsung sempurna. Air
dalam kalorimeter berfungsi untuk menyerap kalor yang dihasilkan dari reaksi pembakaran
sampel. Untuk menentukan suhu awal, dilakukan pengukuran suhu sebelum arus listrik
dialirkan ke dalam kalorimeter. Sebelum pembakaran dimulai, termometer kalorimeter
harus disesuaikan dengan air untuk meminimalisir hilang atau masuknya kalor dari
lingkungan. Dalam percobaan ini, terjadi reaksi oksidasi nitrogen yang mengakibatkan
terbentuknya NO2 kemudian bereaksi dengan air membentuk HNO3. Suhu akhir ditentukan
dengan mengukur suhu saat arus listrik dialirkan ke dalam kalorimeter. Suhu konstan
diperoleh dengan mengukur suhu tiap menit dan bila didapatkan suhu konstan selama 3
menit maka suhu tersebut yang digunakan. Suhu awal dituliskan sebagai T1 dan suhu akhir
dituliskan sebagai T2 karena pada saat itu telah terjadi pembakaran zat dalam bom
kalorimeter. Perubahan suhu awal dan akhir digunakan dalam perhitungan sebagai ΔT.
Panas yang dilepaskan akan diserap oleh air dan bagian-bagian lain dari kalorimeter,
sehingga akan terlihat kenaikan suhu sistem, karena tidak ada kalor yang dilepaskan ke
lingkungan. Untuk menetralkan HNO3 yang terbentuk dari reaksi pembakaran sampel dari
bom kalorimeter menggunakan titrasi Na 2CO3 0,0725 N dengan indikator metil merah.
Volume Na2CO3 yang digunakan untuk menitrasi larutan tersebut digunakan untuk
perhitungan sebagai ΔU1. Dalam percobaan ini juga digunakan kawat pemanas yang
dipasang pada elektroda dan kawat harus menyentuh permukaan zat yang diletakkan dalam
mangkuk sampel agar kawat bisa terbakar. Pemasangan kawat bertujuan untuk
mengalirkan listrik sehingga sampel akan terbakar. Panjang kawat awal sebelum dipasang
di elektroda diukur karena digunakan untuk menentukan panjang kawat yang terbakar
setelah percobaan selesai dilakukan. Panjang kawat yang terbakar digunakan untuk
perhitungan sebagai ΔU2.
Setelah percobaan selesai dilakukan, dapat ditentukan kalor pembakaran zat
menggunakan data yang diperoleh dari percobaan. Data tersebut antara lain massa
Naftalena dan Briket yang digunakan, suhu awal dan akhir Naftalena dan Briket, volume
Na2CO3 0,0725 N yang digunakan untuk titrasi, ΔUT Naftalena yang diperoleh dari

litelatur. Diperoleh nilai kapasitas kalor pembakaran Naftalena .

Setelah diperoleh kapasitas kalor pembakaran sampel dihitung kalor pembakaran Briket
menggunakan kapasitas kalor pembakaran Naftalena yang sudah dihitung sebelumnya.
Perhitungan dilakukan menggunakan rumus:

Maka diperoleh kalor pembakaran Briket dari percobaan sebesar .

J. KESIMPULAN
Dari percobaan penentuan kalor pembakaran zat yang bertujuan dapat menentukan kalor
pembakaran zat dengan menggunakan Parr Adiabatic Bomb Calorimeter dapat
disimpulkan bahwa:
1. Untuk memperoleh suhu yang akurat dilakukan pengukuran suhu tiap menit dan
apabila didapatkan suhu yang sama selama 3 menit maka suhu tersebut adalah suhu
konstan.

2. Kapasitas kalor pembakaran Bomb Kalorimeter adalah .

3. Kalor pembakaran Briket dari percobaan adalah .


K. DAFTAR PUSTAKA
Daniels et al. 1970. Experimental Physical Chemistry 7thEd. New York : Mc Graw Hill.
Rizkia, Nisrina.2013.(online) https://www.scribd.com/doc/139414666/Laporan-Kimia
Fisik-Perc-1. diakses pada tanggal 12 Maret 2017.
Sumari,Yahmin, Ida Bagus Suryadharma.2016.Petunjuk Praktikum Kimia
Fisika.Malang:Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang.
Tony bird. 1987. Penuntun Praktikum untuk Universitas. Jakarta : PT. Gramedia.
L. JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah perbedaan antara ?
 adalah energi dalam yang dihasilkan pada suhu tetap yang besarnya sama
dengan kalor yang dihasilkan pada volume tetap.
Karena volume tetap, maka
 adalah entalpi pada suhu tetap yang nilainya sama dengan kalor yang
dilepaskan pada tekanan tetap, dP=0
2. Mengapa pada persamaan (1) sama dengan nol?
Karena pada bom kalorimeter menggunakan sistem adiabatik dimana tidak ada kalor
yang dilepas ke lingkungan
3. Hitunglah kalor pembakaran naftalena dari data lain yang diperoleh dari literature
(misal berdasarkan data )
Data entalpi pembakaran dari naftalena adalah -5157 kJ/mol
Diketahui: ∆HT naftalena = -5157 kJ/mol
n1 = 0 mol
n2 =
R = 8,314 J/molK
T = 3,8 ℃ + 273 = 276,8 K
Ditanya: ∆UT ?
Jawab:

n1 = mol Na2CO3 awal =

n2 = mol Na2CO3 akhir =

* + * +

Jadi, untuk kalor pembakaran 1 mol zat Naftalena.