Anda di halaman 1dari 13

a.

Bentuk dan Substansi Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)

Pemberian Hak Tanggungan dilakukan dalam bentuk Akta Pemberian Hak


Tanggungan. Akta ini dibuat dimuka dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah
(PPAT) Pasal 10 ayat (2). Sedangkan isi Akta Pemberian Hak Tanggungan
dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu yang sifatnya wajib dan fakultatif. Yang
dimaksud dengan isi yang sifatnya wajib adalah bahwa di dalam Akta itu harus
memuat substansi yang harus ada di dalam APHT.
Menurut H. Salim HS, S.H.M.S., hlm. 162 hal-hal yang wajib dimuat dalam APHT
meliputi :
1. Nama dan identitas pemegang dan pemberi Hak Tanggungan;
2. Domisili para pihak, apabila diantara mereka ada yang berdomisili di luar
Indonesia, baginya harus pula dicantumkan suatu domisili pilihan di Indonesia.
Apabila domisilimitu tidak dicantumkan, Kantor PPAT tempat pembuatan APHT
dianggap sebagai domisili yang dipilih;
3. Nilai tanggungan dan;
4. Uraian yang jelas mengenai Objek Hak Tanggungan.
Tidak dicantumkannya secara lengkap hal-hal tersebut dalam APHT
mengakibatkan Akta yang bersangkutan batal demi hukum.
Isi APHT yang sifatnya fakultatif adalah isi yang dicantumkan dalam akta itu tidak
diwajibkan atau bersifat pilihan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap sahnya
akta. Pihak-pihak bebas menentukan untuk menyebutkan atau tidak menyebutkan
janji-janji itu didalam APHT.
Dengan dimuatnya janji tersebut dalam APHT yang kemudian didaftar pada Kantor
Pertanahan, janji-janji tersebut juga mempunyai kekuatan mengikat terhadap
pihak ketiga.
Janji yang tidak diperkenankan dicantumkan dalam APHT adalah janji yang
memberikan kewenangan kepada pemegang Hak Tanggungan untuk memiliki
Objek hak Tanggungan apabila debitur cedera janji; janji semacam ini batal demi
hukum.

b. pendaftaran hak tanggungan


Pendaftaran Hak Tanggungan diatur di dalam ketentuan Pasal 13 sampai dengan
Pasal 14 Undang-undang Hak Tanggungan. Akta pemberian Hak Tanggungan
yang dibuat oleh PPAT wajib didaftarkan. Secara sistematis, tata cara pendaftaran
hak tanggungan sebagai berikut :
(1) Pendaftaran dilakukan di Kantor Pertanahan.
(2) PPAT di dalam waktu 7 hari setelah ditandatangani pemberian Hak
Tanggungan wajib mengirimkan akta PHT dan warkah lainnya kepada kantor BPN.
(3) Kantor pertanahan membuatkan buku tanah Hak Tanggungan dan
mencatatnya di dalam buku hak atas tanah dan menyalinnya di dalam sertifikat
hak atas tanah yang bersangkutan. Yang memuat antara lain : (a) tanggal buku
tanah adalah tanggal hari ke tujuh setelah penerimaan secara lengkap surat-surat
yang diperlukan bagi pendaftaran; (b) hak tanggungan lahir pada anggal buku
tanah hak tanggungan dibuatkan (dalam pasal 13 UUHT); dan (c) kantor
pertanahan menerbitkan sertifikat hak tanggungan.

c. PERALIHAN HAK TANGGUNGAN

Pada dasarnya Hak Tanggungan dapat dialihkan pada pihak lainnya. Peralihan
Hak Tanggungan diatur di dalam ketentuan Pasal 1 sampai dengan Pasal 17
UUHT (Undang-Undang Hak Tanggungan). Peralihan Hak Tanggungan dapat
dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
(1) Cessi yaitu perbuatan hukum yang mengalihkan piutang oleh kreditur
pemegang Hak Tanggungan pada pihak lainnya. Cessi harus dilakukan dengan
akta autentik dan akta bawah tangan. Secara lisan tidak sah.
(2) Subrogasi, yaitu penggantian kreditur oleh pihak ketiga yang melunasi utang
debitur. Terdapat 2 (dua) cara terjadinya subrogasi, yaitu karena : (a) perjanjian
(kontraktual); dan (b) undang-undang.

Supaya subrogasi ini dianggap sah, maka harus diikuti dengan tata cara sebagai
berikut :
(a) pinjaman uang harus ditetapkan dengan akta autentik.
(b) dalam akta autentik harus dijelaskan besarnya jumlah pinjaman dan
diperuntukkan melunasi utang debitur.
(c) tanda pelunasan, berisi pernyataan bahwa uang utang yang diserahkan pada
kreditur yaitu uang yang berasal dari pihak ketiga.
Akibat adanya subrogasi ini yaitu beralihnya hak tuntutan dari kreditur pada pihak
ke tiga. Peralihan hak itu meliputi hak dan tuntutan (Dalam Pasal 140 KUH
Perdata).
(1) Pewarisan, yaitu pengalihan Hak Tanggungan pada ahli warisnya sesuai
dengan ketentuan di dalam Hukum waris yang dianut pemegang Hak
Tanggungan.
(2) Sebab-sebab lain, yaitu hal-hal lain selain yang telah disebutkan di dalam UU
Hak Tanggungan. Contohnya di dalam hal terjadinya pengambilalihan atau
penggabungan perusahaan, sehingga menyebabkan beralihnya piutang dari
perusahaan semula kepada perusahaan baru.

Peralihan Hak Tanggungan wajib didaftarkan oleh kreditur yang baru pada
Kantor Pertanahan. Hal-hal yang dilakukan oleh kantor pertanahan berkaitan
dengan pendaftaran peralihak Hak Tanggungan yaitu dengan melakukan :
(a) pencatatan pada buku tanah Hak Tanggungan.
(b) buku-buku hak atas tanah yang menjadi objek Hak Tanggungan.
(c) menyalin catatan tersebut pada sertifikat Hak Tanggungan dan sertifikat hak
atas tanah yang bersangkutan.

d. HAPUSNYA HAK TANGGUNGAN

Menurut Ketentuan Pasal 18 UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria), sebagai hak


jaminan, maka Hak Tanggungan atas tanah dapat terhapus karena beberapa
hal yang antara lain sebagai berikut :
(a) hapusnya piutang yang dijamin dengan Hak Tanggungan.
(b) dilepaskannya Hak Tanggungan oleh kreditur pemegang Hak Tanggungan.
(c) pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua
Pengadilan Negeri.
(d) hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan.

Pembahasan mengenai terhapusnya hak tanggungan di atas, sebagai berikut.


a. Hapusnya piutang yang dijamin tersebut merupakan konsekuensi sifat accesoir
Hak Tanggungan. Dalam perjanjian yang accesoir, maka adanya tergantung pada
perjanjian pokok, dan akan terhapus dengan hapusnya perjanjian pokok.
b. Pelepasan Hak Tanggungan oleh pemegang hak tanggungan dinyatakan
dengan akta, yang diberikan kepada pemberi hak tanggungan.
c. Penetapan yang dikeluarkan oleh Ketua Pengadilan Negeri atas permohonan
pemberi objek hak tanggungan, jika hasil penjualan objek hak tanggungan tidak
cukup untuk melunasi semua utang debitur. Jika tidak diadakan pembersihan, Hak
Tanggungan yang bersangkutan akan tetap membebani objek yang dibeli.
d. Hapusnya hak tanggungan yang dibebani tidak menyebabkan hapusnya piutang
yang dijamin. Piutang kreditur masih tetap ada dan debitur tetap berkewajiban
untuk membayar hutangnya, akan tetapi bukan lagi piutang yang dijamin secara
khusus berdasarkan kedudukan istimewa kreditur.

e. Eksekusi hak tanggungan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan eksekusi adalah
pelaksanaan putusan hakim; pelaksanaan hukuman badan peradilan atau
penjualan harta orang karena berdasarkan penyitaan.

3 (tiga) macam Eksekusi Hak Tanggungan menurut UUHT adalah :

1. Titel Eksekutorial

Yaitu eksekusi berdasarkan irah- irah “Demi Keadilan berdasarkan Ketuhanan


Yang Maha Esa” yang dilakukan melalui tata cara dengan menggunakan lembaga
parate executie sesuai dengan Hukum Acara Perdata. Jenis eksekusi ini
mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang
sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

2. Eksekusi atas Kekuasaan Sendiri

Eksekusi atas kekuasaan sendiri ini harus diperjanjikan dalam perjanjian


sebelumnya. Menurut Pasal 20 ayat (1) huruf (a) jo. Pasal 6 UUHT, apabila debitur
wanprestasi, maka kreditor pemegang hak tanggungan pertama mempunyai hak
untuk menjual obyek hak tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan
umum dan mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan itu.

3. Eksekusi Dibawah Tangan

Eksekusi penjualan di bawah tangan obyek hak tanggungan diatur dalam Pasal
20 (2) dan (3) UUHT. Inti dasar dari pasal ini adalah adanya kesepakatan antara
pemberi dan pemegang hak tanggungan bahwa penjualan di bawah tangan obyek
hak tanggungan akan memperoleh harga tertinggi yang akan menguntungkan
semua pihak. Penjualan di bawah tangan hanya dapat dilakukan setelah lewat 1
(satu) bulan sejak diberitahukan secara tertulis oleh pemegang hak tanggungan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan diumumkan sedikit-dikitnya dalam 2
(dua) surat kabar yang beredar pada daerah yang bersangkutan serta tidak ada
pihak yang menyatakan keberatan. (Titik Triwulan Tutik, 2006. Pengantar Hukum
Perdata. Yang Menerbitkan Prestasi Pustaka : Jakarta.)

f. Pencoretan (roya) hak tanggungan


Menurut Ketentuan dalam Pasal 22 UU No. 4 Tahun 1996 dinyatakan bahwa jika
Hak Tanggungan terhapus, maka Kantor Pertanahan melakukan roya
(pencoretan) catatan Hak Tanggungan pada buku tanah hak atas tanah dan
sertifikatnya. Permohonan pencoretan dilakukan oleh pihak yang berkepentingan
dengan melampirkan persyaratan-persyaratan, yang antara lain :
(a) Sertifikat Hak Tanggungan yang telah diberi catatan oleh kreditur bahwa Hak
Tanggungan hapus karena piutangnya telah lunas.
(b) Pernyataan tertulis dari kreditur bahwa Hak Tanggungan telah terhapus karena
piutang yang dijamin dengan Hak Tanggungan telah lunas atau kreditur
melepaskan Hak Tanggungan yang bersangkutan.

Jika oleh suatu sebab, kreditur tidak bersedia memberikan pernyataan, maka
pihak yang berkepentingan dapat mengajukan permohonan perintah pencoretan
kepada Ketua Pengadilan Negeri di daerah hukumnya.

g. Sanksi administratif hak tanggungan


NOMOR 4 TAHUN 1996
TENTANG
HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG
BERKAITAN DENGAN TANAH

BAB VII
SANKSI ADMINISTRATIF

Pasal 23

(1) Pejabat yang melanggar atau lalai dalam memenuhi ketentuansebagaimana


dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1), Pasal 13 ayat (2), dan Pasal 15ayat (1)
Undang-undang ini dan/atau peraturan pelaksanaannya dapat dikenaisanksi
administratif, berupa:

a. tegoran lisan;
b. tegoran tertulis;
c. pemberhentian sementara dari jabatan;
d. pemberhentian dari jabatan.

(2) Pejabat yang melanggar atau lalai dalam memenuhi ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 13 ayat (4), Pasal 16 ayat (4), dan Pasal 22ayat (8)
Undang-Undang ini dan/atau peraturan pelaksanaannya dapat dikenaisanksi
administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yangberlaku.

(3) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat(2) tidak
mengurangi sanksi yang dapat dikenakan menurut peraturanperundang-
undangan lain yang berlaku.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai sanksi administratifsebagaimana dimaksud


pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Contoh akta pemberian hak tanggungan

PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH


(PPAT)
---------------------------------------------------------
DAERAH KERJA KOTA SEMARANG
SK. Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor: 10---------
Tanggal 21---------------
Jalanh--------------------------------------------), Telepon/Fax (024) 7474203

AKTA PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN


Nomor : ........
Lembar Pertama/Kedua
Pada hari ini, ........, tanggal .....................................................). ---------------------
hadir di hadapan saya ------------------------------, Sarjana Hukum, Magister Hukum,
yang berdasar Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional tanggal 21-
03-2011 nomor : 105/KEP-17.3/III/2011 diangkat sebagai Pejabat Pembuat Akta
Tanah, yang selanjutnya disebut PPAT, yang dimaksud dalam Pasal 7 Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dengan daerah
kerja Kota Semarang dan berkantor di Jalan --------------------------), Kota Semarang
dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya kenal dan akan disebut pada bagian
akhir akta ini: ------------------------------------
I. Nyonya -------------------------------------, Ahli Madya, lahir di Semarang, tanggal dua
puluh Juli seribu sembilan ratus delapan puluh empat (20-07-1984), Karyawan
Swasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Semarang,
Kecamatan Banyumanik, Kelurahan
Gedawang, Rukun Tetangga 006/Rukun Warga 005, pemegang Kartu Tanda
Penduduk Nomor : 3374116007840001.
- menurut keterangannya dalam melakukan perbuatan hukum dalam akta ini telah
mendapat persetujuan dari suaminya yang turut hadir dan menandatangani akta
ini dihadapan saya, Pejabat, yaitu : -----------------
- TuanTN------------------A, lahir di Semarang, tanggal dua puluh tiga Januari seribu
sembilan ratus tujuh puluh lima (23-01-1975), Karyawan Swasta, Warga Negara
Indonesia, bertempat tinggal sama dengan isterinya Nyonya ----------------tersebut,
pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor : 3374152301750001. ----------------------
-------------------------------
selaku Pemberi Hak Tanggungan untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama. -------
------------------------------------------------------------------------
II. Tuan ------------------, selaku Pj. Consumer Loans Manager Area gigigyigfijgjh
guifgjhghj dari PT. Bank ----------------k, selanjutnya disingkat BANK, lahir di
Cilacap, pada tanggal dua puluh dua September seribu sembilan ratus tujuh puluh
lima (22-09-1975), bertempat tinggal di Kota Palembang, Jalan Swadaya II
No.3027, Rukun Tetangga 050, Rukun Warga 014, Kelurahan Srijaya, Kecamatan
Alang-alang Lebar, pemegang Kartu tanda Penduduk Nomor :
16.7107.220975.0006. ----------
- Untuk sementara berada di Kota Semarang. ----------------
- Menurut Keterangannya dalam hal ini bertindak dalam jabatannya berdasarkan; --
----------------------------------------
Surat Kuasa yang di buat dibawah tangan dengan bermeterai cukup tertanggal 26
Februari 2015, Nomor : 7.Ar.SPW/779/2015 yang dalam jabatannya tersebut
berdasarkan surat mutasi No.DBS.RO7/Hdasarkan Surat Keputusan Direksi
terC.0017/2015 tertanggal 26 Februari 2015, dan sebagai Kuasa dari Tuan
4634641i, selaku Pj. Area Head hgfhgoljhgPT.gjhfjhfjfjfj) Tbk, yang bertanggal 12
Desember 2014 Nomor : KEP/SEVP/338/2014 dan Surat Kuasa Direksi tertanggal
02 Januari 2015 Nomor : 066/2015 berdasarkan ketentuan pasal 16 ayat 7 juncto
ayat 11 Anggaran Dasar perseroan, dan sebagai demikian penghadap berwenang
mewakili dan sah bertindak untuk dan atas nama PT. ------------(PERSERO) Tbk,
berkedudukan di Jakarta dengan alamat ---------------------------------broto Kaveling
-----------, Jakarta, yang Anggaran Dasarnya beserta perubahannya telah
diumumkan berturut turut dalam : -----------------------
1. Lembaran Berita Negara Republik Indonesia tanggal 04 Desember 1998 Nomor
97 Tambahan Nomor 6859; ------
2. Lembaran Berita Negara Republik Indonesia tanggal 24 September 1999 Nomor
77 Tambahan Nomor 252; ------
Angaran dasar mana telah mengalami beberapa perubahan serta telah
disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas sebagaimana tertuang dalam akta tanggal 25 Juni 2008 Nomor : 48
dibuat dihadapan Doktor Amrul Partomuan Pohan, Sarjana Hukum, Lex Legibus
Magister, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 8 Juli 2008 Nomor
AHU.39432.AH.01.02 Tahun 2008, terakhir diubah dengan akta tanggal 17 April
2013 Nomor : 21 dibuat
hadapan Ashoya Ratam, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di
Jakarta, dan telah diperlihatkan(Selanjutnya cukup disebut sebagai : BANK). ----
-------------
-Selaku Penerima Hak Tanggungan, yang setelah Hak Tanggungan yang
bersangkutan didaftar pada Kantor Pertanahan setempat akan bertindak sebagai
pemegang Hak Tanggungan, untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua. ---------------
Para penghadap dikenal oleh saya Pejabat Pembuat Akta Tanah. --------------------
--
Para Pihak menerangkan: ---------------------------------------------------------------------
• bahwa oleh Pihak Kedua dan Pihak Pertama tersebut, selaku Debitor, telah
dibuat dan ditandatangani perjanjian hutang piutang yang dibuktikan dengan : ---
- Akta di bawah tangan bermeterai cukup berupa Perjanjian Kredit nomor:
4343643644KPR/2015 tanggal 4454354534 2015 dan telah ditandatangani oleh
para pihak di hadapan Saya Notaris. ------------------------------------------------------
• bahwa untuk menjamin pelunasan hutang Debitor sejumlah Rp. 000.000.000,00
(seratus tujuh belas juta rupiah) /sejumlah uang yang dapat ditentukan di
kemudian hari berdasarkan perjanjian hutang - piutang tersebut di atas dan
penambahan, perubahan, perpanjangan serta pembaruannya (selanjutnya disebut
perjanjian hutang - piutang) sampai sejumlah Nilai Tanggungan Peringkat Kedua
(II) sebesar Rp. 000.000.000,00 (seratus empat puluh tujuh juta rupiah), oleh
pihak Pertama diberikan dengan akta ini kepada dan untuk kepentingan Pihak
Kedua, yang dengan ini menyatakan menerimanya, Hak Tanggungan yang diatur
dalam Undang-Undang Hak Tanggungan dan peraturan-peraturan
pelaksanaannya atas Objek berupa 1 ( satu ) hak atas tanah yang diuraikan di
bawah ini : ------------------------
• Hak Milik Nomor : 0000/Srondol Wetan atas sebidang tanah sebagaimana
diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 26 413546456 1995 Nomor : 14354445 seluas
458m² (del543545t meter persegi) dengan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB)
: ----------------------- dan Surat Pemberitahuan Pajak dan Surat Pemberitahuan
Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPTPBB) Nomor Objek Pajak
(NOP) : 33.74.060.007.009.00000. -----------------------------
terletak di : --------------------------------
- Provinsi : Jawa Tengah; -----------------
- Kabupaten/Kota : Semarang; ---------------------
- Kecamatan : Banyumanik; -----------------
- Desa/Kelurahan : Srondol Wetan; ---------------
- Jalan : Jalan Jati Utara 85246; ----
Berdasarkan alat- alat bukti berupa : --------------------
- Sertipikat Hak Milik Nomor : 0000/ Srondol Wetan, Tertanggal 08 Januari 1996.
Sertipikat dan bukti pemilikan yang disebutkan di atas diserahkan kepada saya,
selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah, untuk keperluan pendaftaran hak,
pendaftaran peralihan hak, dan pendaftaran Hak Tanggungan yang diberikan
dengan akta ini; Pemberian Hak Tanggungan tersebut di atas meliputi juga : ------
-
- Segala sesuatu yang tumbuh dan tertanam di atas tanah tersebut (termasuk
bangunan) yang menurut sifat, guna dan peruntukannya atau menurut ketentuan
Undang-Undang dapat disebut barang tetap atau benda tidak bergerak. ------------
--------------------------------------------------
Untuk selanjutnya hak atas tanah dan benda–benda lain tersebut di atas disebut
sebagai Objek Hak Tanggungan yang oleh Pihak Pertama dinyatakan sebagai
miliknya. ----------------------------------
Para pihak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan,
bahwa pemberian Hak Tanggungan tersebut disetujui dan diperjanjikan dengan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut : ----------- --------------------------------------------
Pasal 1 ----------------------------------
Pihak Pertama menjamin bahwa semua objek Hak Tanggungan tersebut di atas,
betul milik Pertama, tidak tersangkut dalam suatu sengketa, bebas dari sitaan dan
bebas pula dari beban-beban apapun yang tidak tercatat. -------------------------------
------------ Pasal 2 -----------------------------------
Hak Tanggungan tersebut di atas diberikan oleh Pihak Pertama dan diterima oleh
Pihak Kedua dengan janji–janji yang disepakati oleh kedua belah pihak
sebagaimana diuraikan di bawah ini : -----
● Pihak Pertama tidak akan menyewakan kepada pihak lain Objek Hak Tanggungan
tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Kedua, termasuk menentukan
atau mengubah jangka waktu sewa dan/atau menerima uang sewa di muka jika
disetujui disewakan atau sudah disewakan;
● Pihak pertama tidak akan mengubah atau merombak semua bentuk atau tata
susunan Objek Hak Tanggungan, termasuk mengubah sifat dan tujuan
kegunaannya baik seluruhnya maupun sebagian, tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari Pihak Kedua; ----------------
● Dalam hal Debitor sungguh-sungguh cidera janji, Pihak Kedua oleh Pihak Pertama
dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu
kuasa, untuk mengelola Objek Hak Tanggungan berdasarkan Penetapan Ketua
Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi letak objek Hak Tanggungan
yang bersangkutan; --------------------------------
● Jika Debitor tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi hutangnya, berdasarkan
perjanjian hutang piutang tersebut di atas, oleh Pihak Pertama, Pihak Kedua
selaku Pemegang Hak Tanggungan peringkat pertama dengan akta ini diberi dan
menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk tanpa persetujuan
terlebih dahulu dari Pihak Pertama:---
a Menjual Objek Hak Tanggungan di hadapan umum secara maupun lelang
Objek Hak Tanggungan baik seluruhnya maupun sebagian-sebagian;----
---------------------------------

b Mengatur dan menetapkan waktu, tempat, cara dan syarat- syarat


penjualan;-----------------------------------------
c. Menerima uang penjualan, menandatangani dan menyerahkan kuitansi; -
-----------------------------------------
d Menyerahkan apa yang dijual itu kepada pembeli yang bersangkutan; ---
-------------------------------------------------
e. Mengambil dari uang hasil penjualan itu seluruhnya atau sebagian untuk
melunasi hutang Debitor tersebut di atas; dan
f. Melakukan hal-hal lain yang menurut undang-undang dan peraturan
hukum yang berlaku diharuskan atau menurut pendapat Pihak Kedua
perlu dilakukan dalam rangka melaksanakan kuasa tersebut. ---------------
-------
● Pihak Kedua sebagai pemegang Hak Tanggungan Kedua atas Objek Hak
Tanggungan tidak akan membersihkan Hak Tanggungan tersebut kecuali dengan
persetujuan dari Pemegang Hak Tanggungan Ketiga dan seterusnya, walaupun
sudah dieksekusi untuk pelunasan piutang Pemegang Hak Tanggungan Kedua ; -
-------
● Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Kedua, Pihak Pertama tidak
akan melepaskan haknya atas Objek Hak Tanggungan atau mengalihkannya
secara apapun untuk kepentingan Pihak Ketiga;--------
● Dalam hal Objek Hak Tanggungan dilepaskan haknya oleh Pihak Pertama atau
dicabut haknya untuk kepentingan umum, sehingga hak Pihak Pertama atas Objek
Hak Tanggungan berakhir, Pihak Kedua dengan akta ini oleh Pihak Pertama diberi
dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk menuntut
atau menagih dan menerima uang ganti rugi dan/atau segala sesuatu yang karena
itu dapat ditagih dari Pemerintah dan/atau Pihak ketiga lainnya, untuk itu
menandatangani dan menyerahkan tanda penerimaan uang dan melakukan
tindakan-tindakan yang perlu dan berguna serta dipandang baik oleh Pihak Kedua
serta selanjutnya mengambil seluruh atau sebagian uang ganti rugi dan lain-
lainnya tersebut guna pelunasan piutangnya ;
● Pihak Pertama akan mengasuransikan Objek Hak Tanggungan terhadap bahaya-
bahaya kebakaran dan malapetaka lain yang dianggap perlu oleh Pihak Kedua
dengan syarat- syarat untuk suatu jumlah pertanggungan yang dipandang cukup
oleh Pihak Kedua pada perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh Pihak Kedua,
dengan ketentuan surat polis asuransi yang bersangkutan akan disimpan oleh
Pihak Kedua dan Pihak Pertama akan membayar premi pada waktu dan
sebagaimana mestinya; Dalam hal terjadi kerugian karena kebakaran atau
malapetaka lain atas Objek Hak Tanggungan Pihak Kedua dengan akta ini diberi
dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk menerima
seluruh atau sebagian uang ganti kerugian asuransi yang bersangkutan sebagai
pelunasan hutang Debitor;
● Pihak Kedua dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan
untuk itu diberi kuasa, untuk, atas biaya Pihak Pertama, melakukan tindakan yang
diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan serta menyelamatkan Objek Hak
Tanggungan, jika hal itu diperlukan untuk pelaksanaan eksekusi atau untuk
mencegah menjadi hapusnya atau dibatalkannya hak atas Objek Hak Tanggungan
karena tidak dipenuhinya atau dilanggarnya ketentuan undang-undang serta jika
diperlukan mengurus perpanjangan waktu dan pembaruan hak atas tanah yang
menjadi Objek Hak Tanggungan ; --
● Jika Pihak Kedua mempergunakan kekuasaannya untuk menjual Objek Hak
Tanggungan, Pihak Pertama akan memberikan kesempatan kepada yang
berkepentingan untuk melihat Objek Hak Tanggungan yang bersangkutan pada
waktu yang ditentukan oleh Pihak kedua dan segera mengosongkan atau suruh
mengosongkan dan menyerahkan Objek Hak Tanggungan tersebut kepada Pihak
Kedua atau Pihak yang ditunjuk oleh Pihak Kedua agar selanjutnya dapat
menggunakan dalam arti kata yang seluas-luasnya; ----------------------------------
● Sertipikat tanda bukti hak atas tanah yang menjadi Objek Hak Tanggungan akan
diserahkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua untuk disimpan dan
dipergunakan oleh Pihak Kedua dalam melaksanakan hak-haknya sebagai
pemegang Hak Tanggungan dan untuk itu Pihak Pertama dengan akta ini
memberikan kuasa kepada Pihak Kedua untuk menerima sertipikat tersebut dari
Kantor Pertanahan setelah Hak Tanggungan ini didaftar;
● Pemberi Hak Tanggungan berjanji dan oleh karena itu mengikatkan diri serta
sanggup atas biaya sendiri mengosongkan objek Hak Tanggungan tersebut
sewaktu-waktu bila penerima Hak Tanggungan perlu untuk menjual objek Hak
Tanggungan dalam rangka penyelesaian pinjaman.
------------------------------------------ Pasal 3 -------------------------------------
Untuk melaksanakan janji-janji dan ketentuan-ketentuan sebagaimana diuraikan
dalam pasal 2, Pihak pertama dengan akta ini memberi kuasa kepada Pihak
Kedua, yang menyatakan menerimanya untuk menghadap di hadapan pejabat-
pejabat pada instansi yang berwenang, memberikan keterangan, menandatangani
formulir/surat, menerima segala surat berharga dan lain surat serta membayar
semua biaya dan menerima hak segala uang pembayaran serta melakukan segala
tindakan yang perlu dan berguna untuk melaksanakan janji-janji dan ketentuan-
ketentuan tersebut. ----------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------ Pasal 4 -----------------------------------
Para pihak dalam hal-hal mengenai Hak Tanggungan tersebut diatas dengan
segala akibatnya memilih domisili pada Panitera Pengadilan Negeri di Semarang.-
----------
------------------------------------------ Pasal 5 -----------------------------------
Biaya pembuatan akta ini, uang saksi dan segala biaya mengenai pembebanan
Hak Tanggungan tersebut di atas dibayar oleh Pihak Pertama. ------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------
Demikian akta ini dibuat di hadapan para pihak dan : -----
1. Nona AMALIA PUTRI PRIMA ERDYAN, lahir di Wonosobo, tanggal tujuh belas
Juni seribu sembilan ratus delapan puluh delapan (17-06-1988), Karyawan
Swasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Temanggung,
Kecamatan Ngadirejo, Kelurahan Ngadirejo (Demangan), Rukun Tetangga
001/Rukun Warga 005, pemegang Kartu Tanda Penduduk nomor :
3323095706880001; dan -
2. Nona NURHAYATI, Lahir di Kabupaten Semarang, tanggal dua puluh dua Juli
seribu sembilan ratus delapan puluh lima (22-07-1985), Karyawan Swasta, Warga
Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Semarang, Kecamatan Bawen,
Kelurahan Lemahireng (Dusun Krajan), Rukun Tetangga 004/Rukun Warga 003,
pemegang Kartu Tanda Penduduk nomor : 3322116207850001. -
Keduanya pegawai saya, Pejabat Pembuat Akta Tanah, bertempat tinggal di
Semarang.---------------------------------------------------------------------
sebagai saksi- saksi, dan setelah dibacakan serta dijelaskan, maka sebagai bukti
kebenaran pernyataan yang dikemukakan oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua
tersebut di atas, akta ini ditandatangani/ cap ibu jari oleh Pihak Pertama, Pihak
Kedua, para saksi dan saya, PPAT, sebanyak 2 (dua) rangkap asli, yaitu 1 (satu)
rangkap lembar pertama disimpan di kantor saya, dan 1 (satu) rangkap lembar
kedua disampaikan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang.----
Untuk keperluan pendaftaran Hak Tanggungan yang diberikan dengan akta ini. --
-------
------------------------------------------------------------------------------------//

Pihak Pertama Pihak Kedua

Ny. Joice Noor Sandra Tn. JOKO KUSWANTO


qq. PT. Bank fhgfhfjjgjfjfj Tbk.

Persetujuan Suami
Tn. Donny Suryana

Saksi Saksi

AMALIA PUTRI PRIMA ERDYAN NURHAYATI

Pejabat Pembuat Akta Tanah

gfhfgklhlkllhklgjkgjfjhfhjf, SH,. MH.