Anda di halaman 1dari 3

A.

Fungsi Blood Bank Refrigerator

Blood bank refrigerator merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan
darah sebelum darah disalurkan kepasien. Penyimpanan dilakukan untuk menjaga
temperature darah sehingga darah akan tetap aman saat diberikan kepada pasien tanpa
adanya perubahan atau kerusakan. Suhu dalam kulkas atau lemari es juga diataur. Suhu
yang tepat untuk menyimpan darah berada pada antara 2 hingga 6 derajat celcius.

B. Komponen- komponen blood bank refrigerator

Keterangan

1. Door
Pintu bagian luar Terbuat dari baja, yang berfungsi sebagai pelindung kulkas dari
gangguan eksternal.
2. Door Hedle
Sebagai peganggan untuk membuka pintu alat.
3. Ventilasi Udara
Sebagai sirkulasi udara pada alat.
4. Lampu Indikator
Menyala ketika alat Blood Bank ON.
5. Display
Sebagai tampilan temperature.
6. Temperature Control
 Tombol SET
Mengedit temperature.
 Tombol UP/DOWN
Menaikkan dan menurunkan suhu ketika diatur.
 Tombol ENT
Menyimpan suhu yang telah diatur.
7. Lamp
Berfungsi sebagai penyinar pada alat.
8. Inner Glass Door
Pintu kaca bagian dalam yang berfungsi menjaga kestabilan suhu.
9. Rak Stainless
Tempat untuk menyimpan kantong darah.

C. Blok diagram
D. Prinsip kerja dan pengoprasian
Adapun proses kerjanya adalah “penguapan”. Untuk mendapatkan penguapan
diperlukan gas (udara) yang mencapai temperature tertentu (panas). Setelah udara
tersebut panas diubah agar kehilangan panas, sehingga terjadi penguapan. Disaat adanya
penguapan, maka timbullah suhu di dalam temperature rendah (dingin). Mesin pendingin
bisa bekerja dengan baik jika memiliki komponen berikut.

 Kompresor (Pipa Hisap‐Tekan)

Kompresor adalah suatu alat dalam mesin pendingin yang cara kerjanya
dinamis atau bergerak, yakni menghisap sekaligus memompa udara sehingga
terjadilahsirkulasi (perputaran) udara yang mengalir dari pipa‐pipa mesin
pendingin.

 Kondensor (Pipa Pengembun)

Kondensor merupakan suatu jaringan pipa yang berfungsi sebagai


pengembun. Udara yang dipompakan dari kompresor akan mengalami
penekanan sehingga mengalir ke pipa kondensor. Udara yang berada dalam
pipa kondensor akan mengalami pengembunan. Dari sini, udara yang sudah
mengembun dan menjadi zat cair akan mengalir menuju pipa evaporator.

 Evaporator (Pipa Penguap)

Evaporator adalah pipa yang berfungsi sebagai penguapan. Zat cair yang
berasal dari pipa kondensor masuk ke evaporator lalu berubah wujud menjadi
gas dingin karena mengalami penguapan. Selanjutnya udara tersebut mampu
menyerap kondisi panas yang ada dalam ruangan mesin pendingin.
Selanjutnya gas yang ada dalam evaporator akan mengalir menujukompresor
karena terkena tenaga hisapan. Demikian terus menerus sirkulasi udara dan
perubahannya dalam rangkaian mesin pendingin.

E. Kalibrasi
 Catat suhu setiap hari dengan thermometer atau suhu yang terlihat pada digital
display pada freezer, thermometer yang digunakan harus sesuai dengan suhu
yang dikalibrasi. Misalnya 2-8˚C, - 20˚C atau -76˚C.
 Secara berkala periksa dengan menggunakan thermometer standar.
 Cocokan hasil yang didapat antara suhu yang ditunjukkan oleh thermometer
digital display dengan thermometer standar.