Anda di halaman 1dari 10

MODUL 5

METODE-METODE ANALISIS RANGKAIAN

5.1 Pendahuluan
Pada dasarnya terdapat 4 metode analisis rangkaian yaitu :
1. Analisis Simpul atau Node
2. Analisis Mesh
3. Teorema Superposisi
4. Teorema Thevenin dan Norton

5.2 Analisis Simpul


Simpul : sebuah titik di mana dua atau lebih elemen mempunyai hubungan
bersama.
Cabang : jalan tunggal dalam sebuah jaringan, yang dibentuk dari sebuah elemen
sederhana dan simpul pada tiap ujung elemen tersebut.

Langkah-langkah penyelesaian dengan menggunakan analisis simpul atau node:


1 Memisalkan tegangan (1 , 2 , 3 , ) pada setiap titik simpul, kecuali pada
sebuah titik simpul yang dipilih sebagai titik referensi (acuan  titik referensi
dipilih pada titik simpul yang memiliki pertemuan elemen yang terbanyak).
2 Pergunakan KCL pada setiap titik simpul kecuali pada titik simpul referensi.
3 Jika diantara dua titik referensi terdapat sebuah sumber tegangan maka
pergunakanlah sifat sumber tegangan (mendefinisikan besar tegangan tersebut)
dan gunakan simpul super.
4 Dari langkah 1, 2 dan 3 diatas maka haruslah didapat (N-1) persamaan dengan

variabel (1 , 2 , 3 ,  , N 1 )

Contoh 1:

(a)
(b)

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 1 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
1 0,2 mho 2 v1 0,2 mho v2
v1 v2 +
+
0,5 mho 1 mho 0,5 mho 1 mho

3A
-2 A 3A
-2 A
- -

Simpul acuan Acuan


(c) (d)

Gambar 1: (a) Sebuah rangkaian bersimpul tiga yang diketahui.


(b) Rangkaian tersebut digambarkan kembali untuk
menegaskan ketiga simpul, dan setiap simpul dinomori. (c)
Sebuah tegangan referensi kekutuban, ditetapkan diantara
setiap simpul dan simpul referensi. (d) Penunjukan tegangan
disederhanakan dengan mengeliminasi referensi kekutuban; di
sini diartikan bahwa setiap tegangan diarahkan positif relatif
terhadap simpul referensi.

Pada Gambar 1 kita pilih simpul 3 sebagai simpul referensi kemudian kita definisikan
tegangan pada simpul 1 dan 2.
Dengan mempergunakan KCL pada simpul 1 :
0,5v1  0,2(v1  v 2 )  3

atau 0,7v1  0,2v 2  3


sedangkan KCL pada simpul 2 didapat :
1v 2  0,2(v 2  v1 )  2
 0,2v1  1,2v 2  2
Sehingga didapat
1 = 5 V
2 = 2,5 V

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 2 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
Contoh 2 (Analisis Simpul Super) :

4 mho
-3 A
22 V
v1 v2 - + v3

3 mho
5 mho
1
mho
-8 A -25 A

Acuan

Gambar 2: Hukum arus Kirchoff digunakan pada simpul-super yang


dicakup oleh garis putus-putus, dan tegangan sumber diambil sama
dengan v3 – v2.

Simpul super ditunjukkan oleh daerah lebih gelap yang dibatasi oleh garis
putus-putus pada Gambar 2, dan kita buat jumlah keenam arus yang meninggalkan
simpul super sama dengan nol. Dimulai dengan cabang konduktansi 3 mho dan
bekerja menurut arah jarum jam, didapat
3(v 2  v1 )  3  4(v3  v1 )  25  5v3  1v 2  0

 7v1  4v 2  9v3  28

Persamaan hukum arus Kirchoff pada simpul 1 didapat


3(v1  v 2 )  4(v1  v3 )  (8)  (3)  0

7v1  3v 2  4v3  11

Kita memerlukan satu persamaan tambahan karena kita mempunyai tiga besaran
yang tidak diketahui, dan persamaan tersebut harus menggunakan kenyataan bahwa
sebenarnya terdapat sebuah sumber 22-V di antara simpul 2 dan 3,
v3  v 2  22

Dengan menuliskan kembali ketiga persamaan yang terakhir ini,


 7v1  4v 2  9v3  28

7v1  3v 2  4v3  11

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 3 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
v3  v 2  22

maka penyelesaian determinan untuk 1 adalah

1  3  4
28 4 9
2 1 1 189
v1    4,5 V

7  3  4 42
7 4 9
0 1 1
Contoh 3
Gunakan analisis simpul untuk mencari υx di dalam rangkaian yang diperlihatkan
pada Gambar 3 jika elemen A adalah: (a) sebuah sumber arus 2 A, dengan panah
menuju ke kanan; (b) sebuah tahanan 8 Ω; (c) sebuah sumber arus 10 V, dengan
referensi positif sebelah kanan.

9A 6Ω υx 4Ω 17 A 2Ω

_
Gambar 3: Lihat Contoh Soal 3.
Jawab
(a) Jika elemen A adalah sebuah sumber arus 2 A,
υ1 υ2

9A 6Ω υx 4Ω 17 A 2Ω

_
Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar
‘11 4 Dian Widiastuti
Acuan
Universitas Mercu Buana
Gambar 4a: Gambar 3 dengan mengganti elemen A
dengan sebuah sumber arus 2 A.
N
Dengan mempergunakan KCL pada simpul υ1, i
n 1
n 0

1
9 20
6
54  1  12  0
 x  1  42 V

(b) Jika elemen A adalah sebuah tahanan 8 Ω

υ1 8Ω υ2

9A 6Ω υx 4Ω 17 A 2Ω

_
Acuan

Gambar 4b: Gambar 3 dengan mengganti elemen A


dengan sebuah tahanan 8 Ω.

N
Dengan mempergunakan KCL pada simpul υ1, i
n 1
n 0

1 1   2
9  0
6 8  24
216  41  3(1   2 )  0
216  71  3 2  0
 71  3 2  216  (i )

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 5 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
N
Dengan mempergunakan KCL pada simpul υ2, i
n 1
n 0

1   2  2 
  17  2  0
8 4 2 8
1   2  2 2  136  4 2  0
1  7 2  136  (ii )

Untuk mendapatkan variabel υ1, kita dapat mempergunakan metode eliminasi pada
persamaan i dan ii,
 71  3 2  216  7  491  21 2  1512
1  7 2  136 3 31  21 2  408 
 461  1104
1  24 V

(c) Jika elemen A adalah sebuah sumber tegangan 10 V

10 V
υ1 υ2
− +
+

9A 6Ω υx 4Ω 17 A 2Ω

_
Acuan
Gambar 4c: Gambar 3 dengan mengganti elemen A
Dengan sebuah sumber tegangan 10 V

N
Dengan mempergunakan KCL pada simpul super υ1 dan υ2, i
n
n 0

1  2 
9   17  2  0
6 4 2  12
108  21  3 2  204  6 2  0
 21  9 2  96  (i )

Kemudian kita lihat sifat sumber tegangan 10 V, yaitu


 2  1  10
 2  10  1  (ii )

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 6 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
Untuk mendapatkan nilai υ1, kita bisa mensubstitusikan persamaan ii ke persamaan
i,
 21  9 2  96
 21  9(10  1 )  96
 21  90  91  96
 111  186
1  16,9091 V
Contoh 4:
Pakailah analisis simpul untuk mencari vp dalam rangkaian yang terlihat pada
Gambar 5 : (Hal. 87 No. 2 Rangkaian Listrik jilid 1 William H. Hyat, Jr)

4A

20  25 Ω 5

+
10 A
20 A 10  vp 50 
100 
- 5A

Gambar 5: Lihat Contoh Soal 2.


Dengan menggunakan analisis simpul dapat digambarkan sebagai berikut :

4A

20  25 Ω 5
v1 v2 v3 v4

+
10 A
20 A 10  vp 50 
100 
- 5A

Referensi

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 7 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
Gambar 6: Penjelasan Gambar 5.

Selanjutnya kita jumlahkan arus-arus yang datang dan meninggalkan simpul


v1,
v1 v1  v 2
20   0
10 20  20
400  2v1  v1  v 2  0
 3v1  v 2  400
v 2  3v1  400  (i )

Pada simpul v2,


v1  v 2 v 2 v 2  v3
  0
20 50 25  100
5(v1  v 2 )  2v 2  4(v 2  v3 )  0
5v1  5v 2  2v 2  4v 2  4v3  0
5v1  11v 2  4v3  0  (ii )

Kita substitusikan persamaan i ke ii, menjadi :


5v1  11v 2  4v3  0
5v1  11(3v1  400)  4v3  0
5v1  33v1  4400  4v3  0
 28v1  4v3  4400
28v1  4400
v3   7v1  1100  (iii )
4

Pada simpul v3, dengan mempergunakan hukum arus Kirchhoff :


v 2  v3 v v
4 3 4 5  0
25 5  25
v 2  v3  100  5(v3  v 4 )  125  0
v 2  v3  100  5v3  5v 4  125  0
v 2  6v3  5v 4  25  (iv )

Dengan mengganti nilai v2, dan v3 pada persamaan iv dengan sesuai dengan
persamaan i dan iii :

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 8 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
v 2  6v3  5v 4  25
3v1  400  6(7v1  1100)  5v 4  25
3v1  42v1  6600  5v 4  425
 39v1  5v 4  6175
5v 4  39v1  6175
39  6175
v4   ( v)
5

Dan terakhir pada simpul v4,


v3  v 4 v
 10  4  4  0
5 100  100
20(v3  v 4 )  600  v 4  0
20v3  20v 4  v 4  600
20v3  21v 4  600  ( vi)

Kita substitusikan nilai dari v3 dan v4 dari persamaan iii dan v ke persamaan
vi untuk mendapatkan nilai v1,
20v3  21v 4  600
39  6175
20(7v1  1100 )  21  600
5
140v1  22000  163,8v1  25935  600
 23,8v1  4535
v1  190,546 Volt

Dengan didapatnya nilai v1 maka kita dapat menghitung dinilai vp atau v2,
melalui persamaan i :
v p  v 2  3v1  400
 3(190,546)  400
 171,64 Volt

Soal Latihan :

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 9 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana
Buatlah analisis rangkaian pada Gambar 7 dengan menggunakan tegagnan simpul
dan tentukan daya yang diberikan oleh sumber 6 A.

− +

20 V

6Ω 30 Ω

4A 3Ω 2A 15 Ω 9Ω 6A

Gambar 7: Lihat soal latihan.

Referensi :
H. Hyatt William, Rangkaian Listrik jilid 1 edisi ke-4 dan 6 (2005), Erlangga.

Rangkaian Listrik I Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 10 Dian Widiastuti Universitas Mercu Buana