Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kurang dari 1 persen jumlah air di Bumi yang dapat dikonsumsi makhluk
hidup. Jumlah sumber daya alam yang terbatas ini pun kian tertekan oleh
pertumbuhan jumlah penduduk dan industri di dunia.
Sebanyak 99 persen lebih jumlah air di Bumi adalah air asin atau beku yang
tak bisa digunakan untuk minum, mandi, atau menyirami tanaman. Forum
Ekonomi Dunia menempatkan isu krisis air pada posisi nomor satu sebagai
tantangan global yang akan dihadapi dalam satu dekade mendatang.
Saat ini, 1 dari 10 penduduk dunia tidak memiliki akses ke air bersih. Dan 1
dari 3 penduduk dunia tidak mendapat akses toilet. Padahal, akses air bersih dan
sanitasi menjadi mata rantai utama untuk mendapatkan kesehatan yang baik.
Kesehatan menjadi cikal bakal bagi seseorang untuk dapat memperoleh
pendidikan, perbaikan ekonomi dan kesejahteraan hidup.
Persaingan antara sumber daya air dan kehidupan terus berlanjut. Lahan hijau
yang berguna sebagai konservator air bersih sebagai lahan permukiman. Demi
nama pembangunan dan kemajuan industri, berbagai lahan hijau pun tersapu
bersih. Oleh karena itu, hati pun waswas akan banjir ketika hujan turun deras
hampir setiap hari. Kala musim kemarau tiba, hati waswas karena kesulitan air.
Fenomena ini juga terjadi di depan mata.
Warga di Desa Mekargalih RW 3 RT 2 mengalami kesulitan dalam
memenuhi kebutuhan air bersih yang cukup. Di RT ini, air mengalir dengan
volume yang kceil sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan air untuk seluruh
warga. Walaupun RT ini dekat dengan sungai yang dimana seharusnya sungai
bisa dijadikan salah satu sumber pengairan, tetapi kondisi sungainya kotor dan
terdapat banyak sampah, sehingga airnya tidak layak untuk digunakan untuk
kebutuhan warga sehari-hari. Oleh karena itu, kami membuat sebuah gagasan
untuk meminimalisir kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih
yang cukup. Gagasan yang kami cetus adalah RUPIAH (Rumah Penampung
Air Hujan), yaitu sebuah alat penampung air hujan yang di design berbentuk
rumah kecil, dimana alat ini akan digunakan untuk dijadikan salah satu sumber
air bersih alternatif. Kami mengharapkan gagasan RUPIAH kami ini dapat
berguna dalam meminimalisir kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air
bersih yang cukup di Desa Mekargalih RW 3 RT 2.

2. Tujuan
Tujuan dibuatnya gagasan ini adalah sebagai salah satu solusi untuk
menyelesaikan permasalahan kesulitan warga dalam mendapatkan air bersih
yang cukup di Desa Mekargalih RW 3 RT 2.
3. Manfaat
Manfaat untuk warga dari dibuatnya gagasan ini adalah terciptanya suatu
fasilitas umum yang menjadi salah satu sumber air bersih alternatif yang dapat
memenuhi kebutuhan air bersih yang cukup untuk aktivitas sehari-hari seluruh
warga di ruang lingkup RT. Sehingga, aktivitas atau kegiatan warga yang
menyangkut dengan air bersih akan berjalan dengan optimal dan dapat
meningkatkan tingkat kesejahteraan warga.
Manfaat untuk kami sebagai penulis yaitu dapat menambah pengalaman dalam
menyalurkan ide dan menulis serta pengaplikasiannya. Selain itu, penulis juga
dapat berinteraksi dengan warga saat penelitian ke Desa Mekargalih, dimana hal
tersebut melatih softskill penulis dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan
masyarakat luar.
GAGASAN

Secara geografis, Desa Mekargalih terletak di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten


Sumedang, Jawa Barat. Menurut data yang diperoleh, Desa Mekargalih terdiri dari 3
Dusun, 13 RW, dan 38 RT. Jumlah total penduduk Desa Mekargalih berjumlah
berkisar 7227. Desa Mekargalih RW 3 RT 2 memiliki jumlah penduduk berkisar 230
jiwa dan 95 kepala keluarga. Desa Mekargalih RW 3 RT 2 memiliki wilayah/lahan
pemukiman yang padat dan sempit. Batas wilayah antar RT dalam RW 3 tidak jelas.
Kemudian jarak antara balai desa dengan wilayah RW 3 relatif jauh sehingga dapat
memungkinkan terjadinya . Mata pencaharian warga rata-rata adalah buruh pabrik dan
wirausaha. Warga yang menetap di RW 3 RT 2 rata-rata adalah masyarakat dengan
tingkat perekonomian menengah kebawah. Sungai yang ada di RW ini kotor. Dalam
kesehariannya, warga sangat
Hasil wawancara dengan beberapa warga dan ketua rukun tetangga (RT) masalah
utama yang sering dihadapi oleh seluruh warga desa Mekargalih RW 3 RT 2 adalah
sulitnya untuk mendapatkan air bersih yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Karena
air yang didapat tidak mengalir banyak. Menurut ketua RT, sebenarnya sebelumnya
sudah ada program yang mengatasi permasalan air bersih di RW 3 ini yaitu program
PNPM. Namun ternyata program ini masih memiliki kekurangan yaitu air yang
mengalir hanya sedikit yang keluar, dan warga kebingungan bagaimana mengatasinya.
Melihat keadaan yang ada di Desa Mekargalih RW 3 RT 2 yang kesulitan untuk
mendapatkan air bersih yang cukup, kami menggagas sebuah ide membuat penampung
air hujan yang berbentuk seperti rumah. Rumah penampung air bersih atau kami singkat
menjadi RUPIAH ini merupakan gagasan solusi kami untuk meminimalisir masalah
warga dalam kesulitan dan kekurangan air bersih yang ada di RW 3 RT 2 Desa
Mekargalih. Selama musim hujan, rumah ini bisa dijadikan sebagai penampung air
hujan yang nantinya akan berguna sebagai sumber air bersih alternatif jika warga
mengalami kesulitan dan kekurangan air.
Prinsip kerja alat ini yaitu akan menampung dan menyaring air hujan yang turun
dan disimpan disalam penampung besar yang terletak dibawah tanah, kemudian
nantinya akan berfungsi sebagai sumber air alternatif. Alat ini akan berfungsi optimal
jika saat musim hujan tiba. Karena pada saat musim hujan, volume air yang turun sangat
besar sehingga semakin banyak air yang tersaring dan tertampung untuk digunakan
warga nantinya. Sehingga, dengan terealisasikannya alat ini, warga menjadi mudah
mendapatkan kebutuhan air bersih yang cukup.
Untuk terealisasinya gagasan ini tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, kami mengaharapkan kontribusi besar antara pemerintah desa dan
warga desa. Peran pemerintah desa diharapkan bisa mengalokasikan dananya untuk
merealisasikan gagasan ini. Selain itu, dibutuhkan juga sumber daya manusia yaitu
masyarakat yang ada di RT ini untuk ikut serta membantu mempercepat proses
pembangunan rumah penampung air hujan tersebut.
Selain itu, adapun beberapa langkah yang dibutuhkan untuk merealisasikan
gagasan ini, yaitu diantaranya adalah :
1. Menyiapkan anggaran untuk membangun rumah penampung air hujan, dana ini
berasal dari pemerintah dan berbagai pihak yang ingin ikut menyumbang.
2. Mengajak masyarakat setempat untuk ikut serta membantu membangun rumah
penampung air hujan.

Berikut adalah design yang kami buat :


KESIMPULAN

Berhasil tidaknya gagasan rumah penampung air hujan ini tentu bergantung kepada
partisipasi dan antusiasme masyarakatnya sendiri, maka dari itu kami berharap
program ini sekaligus berperan menjadi sebuah usaha untuk meningkatkan kesadaran
warga sekitar Mekargalih terhadap pentingnya peranan pendidikan dalam kehidupan
sehari-hari dan juga dengan besar harapan dapat meningkatkan keingintahuan serta
keinginan untuk menuntut ilmu yang akhirnya dapat berdampak pada kehidupan
warga sekitar setelah mengunjungi taman bacaan ini.

Tentunya program ini tidak mungkin berhasil dan terealisasi tanpa adanya kerjasama
dari berbagai pihak, terutama warga sekitar agar program dapat berjalan dengan baik
dan sesuai dengan harapan.
Kami berharap bahwa program ini dapat meminimalisir kesulitan warga dalam
kebutuhan air bahkan berharap sampai bisa mengatasinya. Sehingga, warga menjadi
lebih sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA

Aziz, Abdul. (2017). Indonesia darurat Kekeringan dan Krisis Air Bersih. Diakses
pada 3 November 2017 dari https://tirto.id/indonesia-darurat-kekeringan-dan-krisis-air-
bersih-cwtr.

Ketika Krisis Air di Depan Mata. (2016). Diakses pada 3 November dari
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/03/ketika-krisis-air-di-depan-mata.