Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS DATA

Tabel 1. Analisis Data Keperawatan Komunitas di Banjar Kutri, Desa Buruan, Kecamatan
Blahbatuh Gianyar tanggal 22-24 Februari 2018

Data Diagnosa Keperawatan Komunitas

DS : Perilaku kesehatan cenderung berisiko

 Berdasarkan hasil wawanacara dari

angket. Dari 92 KK, 51 KK (51%)

dibuang ke sungai. Dan 3 KK (3%)

dibuang ke halaman

 Berdasarkan hasil wawancara dari

angket. Dari 92 KK ada 3 KK (4%)

membuang limbah ke kamar mandi

di halaman

 Berdasarkan hasil wawancara

angket. Dari 92 KK ada 52 KK

(57%) mengolah sampah dengan

cara dibuang ke sungai

 Berdasarkan hasil wawancara

angket. Dari 383 jiwa ada 57 jiwa

(16%) mempunayi kebiasaan BAB

dan BAK di sungai

 Berdasarkan hasil wawancara angket

sebanyak 71 jiwa (18%) mempunyai

kebiasaan menggunakan handuk


secara bersama-sama

 Berdasarkan hasil wawancara angket

dari 383 jiwa sebanyak 30%

merokok di luar rumah dan sebanyak

21% merokok di dalam rumah

 Berdasarkan hasil wawancara angket

dari 29 remaja laki-laki di banjar

kutri remaja yang merokok sebanyak

7 jiwa (24%)

 Berdasarkan hasil wawancara angket

dari 29 remaja laki-laki di Banjar

Kutri remaja yang mengkonsumsi

alkohol sebanyak 7 jiwa (24%)

 Berdasarkan hasil wawancara

sebanyak 62 KK (67%) cara

mencuci bahan makanan dengan

cara dipotong lalu dan dicuci

DO

 berdasarkan hasil observasi angket

dari 92KK ditemukan sebanyak

20KK (20%) terdapat jentik nyamuk

 berdasarkan hasil observasi angket

sebanyak 9 KK (10%) memiliki

kondisi rumah tidak bersih

 berdasarkan hasil observasi angket


dari 92KK sebanyak 21 KK (23%)

memiliki SPAL tidak lancar

 berdasarkan hasil survei windshield

terdapat beberapa daerah atau spot di

Banjar Kutri yang mempunyai

lingkungan kotor

 berdasarkan hasil survei windshield

terdapat sampah yang menyangkut

di sungai dan selokan-selokan

DS Defisiensi kesehatan komunitas

 dari hasil wawancara angket dari

157 lansia terdapat 4 lansia (4%)

mengalami rematik

 berdasarkan hasil wawancara angket

dari 157 lansia mengatakan tidak

tersedianya sarana posyandu lansia

 dari 157 lansia sebanyak 4 lansia

(3%) memilih berobat non medis

DO

 berdasarkan hasil angket observasi

dari 92 KK 86 KK (72%) tidak

memiliki TOGA

 berdasarkan hasil angket observasi

dari 157 lansia ada 1 lansia yang

rumahnya memiliki peerangan yang


kurang

A. PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

a. Perilaku kesehatan cenderung berisiko

b. Defisiensi kesehatan komunitas

B. PRIORITAS MASALAH

Setelah teridentifikasi beberapa masalah keperawatan komunitas, selanjutnya

dilakukan pembobotan untuk menentukan prioritas masalah. Pembobotan masalah

dilakukan oleh Mahasiswa Ners, Tokoh-tokoh Masyarakat, dan warga Banjar Kutri

Pembobotan tersebut sebagai berikut :

1. Perilaku kesehatan cenderung berisiko

No. Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran


1. Sifat masalah 3/2×1=1,5 Masyarakat di Banjar kutri masih
 Tidak / kurang sehat 3 ada yang membuang sampah ke
 Ancaman kesehatan 2 sungai. Dan ada beberapa KK
 Keadaan sejahtera 1 1 yang masih mempunyai kebiasan
dan BAB & BAK di sungai.
Membuang sampah ke suangai
dan kebiasaan BAB & BAK di
sungai dapat menyebabkan
masalah kesehatan serius seperti
DB, Diare dan masalah kesehatan
lainnya akibat tercemarnya sungai
dan kebiasaan tidak sehat lainnya
yang dilakukan oleh masyarakat
2 Kemungkinan masalah 2/2×2=2 Kemungkinan masalah dapat
dapat diubah 2 diubah cukup mudah, karena
 Mudah 1 cukup dengan mengumpulkan
 Sebagian 0 2 masyarakat untuk bersama-sama
 Tidak dapat diberikan penyuluhan tentang
pentingnya kesehatan lingkungan
dan diajak bersama untuk
melakukan gotong royong
membersihkan lingkungan.
3 Potensi masalah untuk 3/3×1=1 Potensi masalah untuk dicegah
dicegah cukup tinggi, karena tidak
 Tinggi 3 membutuhkan banyak waktu dan
 Cukup 2 1 tidak memakan biaya lebih
 Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2×1=1 Masalah cukup berat jika tidak
 Masalah berat harus diatasi karena cepat atau lambat
segera ditangani 2 lingkungan yang kotor akan
 Ada masalah tetapi menimbulkan masalah kesehatan
tidak perlu segera 1 yang cukup serius
ditangani 1
 Masalah tidak
dirasakan 0
Total skoring : 5,5

2. Defisiensi kesehatan komunitas

No. Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran


1. Sifat masalah 2/3×1=0,6 Masalah merupakan ancaman
 Tidak / kurang sehat 3 kesehatan yang di peruntukan
 Ancaman kesehatan 2 1 mayoritas lansia, dikarenakan
 Keadaan sejahtera 1 secara umum masyarakat di
Banjar Kutri yang mengalami
gangguan kesehatan adalah lansia
2 Kemungkinan masalah 1/2×2=1 Kemungkinan masalah dapat
dapat diubah diubah sebagian saja, karena
 Mudah 2 2 memerlukan waktu yang cukup
 Sebagian 1 lama dan biaya yang cukup besar
 Tidak dapat 0 karena akan dilakukan kegiatan
pelatihan kader posyandu dan
memerlukan kerjasama lintas
sektor
3 Potensi masalah untuk 2/3×1=0,6 Potensi masalah dicegah cukup,
dicegah yaitu dengan cara menerapkan
 Tinggi 3 1 gaya hidup sehat untuk lansia
 Cukup 2
 Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2×1=1 Masalah ada tetapi tidak perlu
 Masalah berta harus 2 segera diatasi karena penyakit
segera ditangani yang umum dirasakan lansia di
 Ada masalah tetapi 1 Banjar Kutri yaitu Hipertensi dan
tidak perlu segera 1 Reumatik yang merupakan
ditangani penyakit degeneratif
 Masalah tidak
dirasakan 0
Total Skoring : 3,2
Dengan metode sebagai berikut

1. Tentukan skor untuk tiap kriteria


2. Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot
3. Jumlahkan skor untuk semua kriteria
4. Skor tertinggi adalah 5, dan sama untuk seluruh bobot.

Kriteria I (sifat masalah)

 Kurang / tidak sehat


o Keadaan sakit (sesudah atau sebelum didiagnosa)
o Gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sesuai dengan
pertumbuhan normal.
 Ancaman kesehatan
o Penyakit keturunan, seprti asma, DM, dll
o Anggota keluarga ada yang menderita penyakit menular, seperti TBC, gonore,
hepatitis, dll
o Jumlah anggota terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan sumber
daya keluarga
o Keadaan yang menimbulkan sters (hubungan keluarga tidak harmonis,
hubungan orang tua dan anak yang tegang, orang tua yang tidak dewasa)
o Sanitasi lingkungan yang buruk
o Kebiasaan yang merugikan kesehatan (merokok, minuman keras, dll)
o Riwayat persalinan sulit
o Imunisasi anak yang tidak lengkap
 Situasi krisis
o Perkawinan
o Kehamilan
o Persalinan
o Masa nifas
o Penambahan anggota keluarga (bayi)
o Dll

Kriteria II (kemungkinan masalah dapat diubah)

 Pengetahuan yang ada sekarang, teknolog dan tindakan untuk menangani masalah
 Sumber daya keluarga dalam bentuk fisik, keungan dan tenaga.
 Sumber daya perawat dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan waktu
 Sumber daya masyarakat dalam bentuk fasilitas, organisasi dalam masyarakat dan
sokongan masyarakat.

Kriteria III (potensial masalah dapat dicegah)

 Kepelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit/masalah


 Lamanya masalah yang berhubungan dengan jangka waktu masalah itu ada.
 Tindakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang tepat dalam
memperbaiki masalah
 Adanya kelompok “High Risk: atau kelompok yang sangat peka menambah potensi
untuk mencegah masalah.
Kriteria IV (menonjolnya masalah): perawat perlu menilai persepsi atau bagaiamana keluarga
melihat masalah kesehatan tersebut.Dari hasil pembobotan masalah maka didapatkan
prioritas masalah kesehatan sebagai berikut :

1. Perilaku kesehatan cenderung berisiko

2. Defisiensi kesehatan komunitas


Perencanaan
Diagnosa NOC NIC
Perilaku Perilaku Patuh Modifikasi perilaku
kesehatan Kriteria Hasil  Memilah-milah perilaku menjadi bagian-bagian kecil untuk dirubah
cenderung  Masyarakat dapat menggunakan informasi menjadi unit perilaku yang terukur (berhenti merokok, tempat
berisiko kesehatan yang dapat dipercaya untuk merokok)
mengembangkan strategi  Penggunaan periode waktu yang spesifik saat mengukur unit perilaku
 Masyarakat dapat mempertimbangkan (jumlah rokok yang dihisap setiap hari)
resiko/keuntungan dari perilaku sehat  Mengembangkan program perubahan perilaku
 Masyarakat mendapat alasan untuk  Memfasilitasi keterlibatan dari perawatan kesehatan lain, sediakan
melakukan perilaku sehat dalam proses modifikasi dengan cara yang tepat
 Masyarakat dapat menggunakan startegi  Dokumentasikan dan komunikasikan proses modifikasi, untuk
untuk mengeliminasi perilaku tak sehat penanganan tim, sesuai dengan kebutuhan
 Masyarakat dapat menggunakan jasa Pengajaran proses penyakit
pelayanan kesehatan sesuai dengan  Kenali pengetahuan masyarakat mengenai kondisinya
kebutuhan  Jelaskan tanda dan gejala yang umum dari penyakit, sesuai kebutuhan
 Masyarakat dapa melakukan skrining  Jelaskan mengenai proses penyakit, sesuai kebutuhan
sendiri  Indentifikasi kemungkinan penyebab, sesuai kebutuhan
 Masyarakat dapat melakukan monitor  Berikan informasi pada masyarakat tentang kondisi, sesuai dengan
sendiri mengenai status kesehatan secara kebutuhan
mandiri  Berikan informasi mengenai pemeriksaan diagnostik yang tersedia
Kepercayaan mengenai kesehatan : ancaman sesuai kebutuhan
yang dirasakan  Diskusikan perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk mencegah
Kriteria Hasil komplikasi dimasa yang akan datang dan/mengontrol proses penyakit
 Masyarakat dapat merasakan ancaman  Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
ksehatan  Dorong masyarakat untuk menggali pilihan-pilihan atau mendapatkan
 Masyarakat dapat merasakan ancaman pendapat ke 2, sesuai kebutuhan atau sesuai yang diindikasikan
atau ketidaknyamanan dari penyakit atau  Ekplorasi sumber-sumber dukungan yang ada, sesuai kebutuhan
cidera
 Edukasi masyarakat mengenai tanda dan gejala yang harus dilaporkan
 Masyarakat dapat merasakan dampak kepada petugas kesehatan, sesuai kebutuhan
pada gaya hidup saat ini
 Masyarakat dapat merasakan dampak
pada gaya hidup dimasa depan Pendidikan kesehatan
 Masyarakat dapat merasakan dampak  Rumuskan tujuan dalam program pendidikan kesehatan
pada status fungsi  Aplikasikan strategi untuk meningkatkn harga diri masyarakat yang
 Masyarakat dapat merasakan ancaman menjadi sasaran
kematian  Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk menolak perilaku yang
Perilaku promosi kesehatan tidak sehat atau berisiko daripada memberikan saran untuk
Kriteria Hasil menghindari atau mengubah perilaku
 Memonitor lingkungan terkait dengan  Berikan ceramah untuk memberikan infomasi dalam jumlah besar pada
resiko saat yang tepat
 Memonitor perilaku personal terkait  Gunakan instruksi dibantu komputer, tv, video interaktif, dan
dengan resiko teknologi-teknologi lainnya untuk menyampaikan informasi
 Masyarakat dapat melakukan perilaku  Libatkan kelompok dalam perencanaan dan rencana implemantasi gaya
kesehatan secara rutin hidup atau modifikasi perilaku kesehatan
 Masyarakat mampu menggunakan Dukungan kelompok
sumber-sumber finansial untuk  Manfaat kelompok pendukung selama masa transisi untuk membantu
meningkatkan kesehatan masyarakat beradaptasi dengan kondisi
 Masyarakat mendapatkan skrining  Tentukan tujuan dan fungsi kelompok pendukung
kesehatan yang direkomendasikan  Tentukan tempat yang tepat bagi pertemuan kelompok (misalnya
 Masyarakat dapat menghindari sisa asap Banjar)
rokok  Ciptakan suasana menyenangkan
 Masyarakat mampu menhindari  Pilih anggota yang akan berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam
penyalahgunaan alkohol penyuluhan kelompok
 Sampaikan pentingya kehadiran setiap anggota
 Lakukan pertemuan 1-2 jam
 Buat jadwal rutin yang sesuai dengan target dan tujuan kegiatan
 Monitor keaktifan setiap peserta dalam kelompok
 Dorong agar setiap peserta dapat menyapaikan pikiran dan
pengetahuannya
 Dorong agar setiap peserta menyampaikan manfaat yang dapat diambil
dari kelompok
 Bantu kelompok melalui semua tahap dalam proses, mulai dari
orientasi sampai terbangun kedekatan antar anggota kelompok
Defisiensi Status kesehatan komunitas Pengajaran : Kelompok
kesehatan Kriteria Hasil  Sediakan lingkungan yang kondusif untuk belajar
komunitas  Status kesehatan lansia ditingkatkan pada  Tetapkan kebutuhan terhadap program
skala baik-sangat baik  Pertimbangan dukungan administratif
 Adanya peningkatan status kesehatan  Tentutkan biaya
pada populasi minoritas  Koordinasikan sumber daya yang ada dalam fasilitas untuk membentuk
 Adanya peningkatan partisipasi dalam komite perencanaan/penasihat yang bisa berkontribusi positif terhadap
perawatan kesehatan preventif program dan menyediakan forum untuk memastikan komitmen
 Adanya peningkatan partisipasi dalam terhadap program
program kesehatan komunitas  Tentukan target populasi potensial
Kontrol Resiko Komunitas : Penyakit Kronik  Tuliskan tujuan program
Kriteria Hasil  Uraikan konten area pokok
 Penyediaan program pendidikan publik  Tuliskan tujuan pembelajaran
tentang penyakit kronik  Tuliskan deskripsi kerja dari koordinator yang bertanggung jawab
 Ketersediaan layanan kesehatan untuk terhadap edukasi
mengobati penyakit kronik  Buatlah material pendidikan yang baru bila diperlukan
 Pengadaan dan alokasi pendanaan untuk  Latih orang yang terlibat dalam pembelajaran
pencegahan program penyakit kronis  Adaptasikan metode pendidikan/materi terhadap kebutuhan atau
 Adanya bukti upaya advokasi untuk karakteristik pembelajaran grup, sesuai kebutuha.
pencegahan penyakit kronis
 Adanya bukti upaya untuk pengelolaan
penyakit kronis
POA (Plan of Action)

Diagnosa Penanggung
Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Sumber dana Media
keperawatan jawab
Perilaku - Masyarakat Melakukan Seluruh Balai Banjar Mahasiswa dan LCD, leaflet Kelian Dinas
Kesehatan Banjar Kutri penyuluhan tentang masyarakat Kutri Sponsor Banjar Kutri
cendrung Desa Buruan kesehatan lingkungan yang ada di Desa Buruan dan
berisiko mampu dan syarat rumah sehat Banjar Kutri Mahasiswa
menjaga pada masyarakat Desa Buruan.
kebersihan Banjar Kutri Desa
lingkungan di Buruan:
Banjar Kutri - Pengolahan
Desa Buruan sampah
Blahbatuh - PHBS
Gianyar - Cuci tangan Sekitar
- Masyarakat lingkungan
Banjar Kutri - Mengadakan kerja Seluruh Banjar Kutri Mahasiswa dan Ember, sapu, Kelian dinas
Desa Buruan bakti membersihkan masyarakat Desa Buruan Sponsor sabit, sekop, Banjar Kutri
mengikuti lingkungan Banjar yang ada di dan poly bag. Desa Buruan dan
kegiatan kerja Kutri Desa Buruan Banjar Kutri Mahasiswa
bakti yang Desa Buruan
diadakan di
lingkungan
Banjar Kutri
Desa Buruan

Defisiensi - Masyarakat - Memberikan Seluruh Balai Banjar Mahasiswa dan LCD, leaflet Kelian dinas
kesehatan Banjar Kutri Penyuluhan Penyakit masyarakat Kutri Desa Sponsor Banjar Kutri
komunitas Desa Buruan lansia (Rematik dan Lansia yang Buruan Desa Buruan dan
mampu Hipertensi, batuk), ada di Banjar Mahasiswa
memberikan perubahan yang terjadi Kutri Desa
perawatan pada lansia, Buruan
pada lansia - Membentuk Posyandu
- Tidak ada Lansia
posyandu  Bentuk kader
lansia posyandu lansia
di Banjar Kutri dengan
Desa Buruan berkoordinasi
dengan kelian Dinas
Banjar Kutri
 Berikan pelatihan Balai Banjar Mahasiswa dan Nursing Kit Kelian dinas
kader dengan sistem Kutri Desa Sponsor Banjar Kutri
5 meja Buruan Desa Buruan,
 Berikan Pelatihan Puskesmas
kader dalam Blahbatuh II dan
pengisian KMS Mahasiswa

 Melatih kader
untuk senam lansia
- melaksanakan Posyandu
Lansia
- melaksanakan
pemeriksaan fisik pada
lansia

Anda mungkin juga menyukai