Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN ANALISA LAGTIME

ONCOM RICHOCO

Disusun Oleh :

Nur Fadhilah R
111.140.079
PLUG 13

LABORATORIUM GEOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2017
DAFTAR ISI

LAPORAN ANALISA LAGTIME ..........................................................................................i

ONCOM RICHOCO .................................................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii

BAB I .......................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

I.1 Latar Belakang .................................................................................................................... 1

1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian ....................................................................................... 2

Maksud dari penelitian adalah mengetahui waktu yang dibutuhkan cutting untuk sampai ke
permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui/ menghitung lamanya lumpur
pemboran masuk dan keluar lagi ke permukaan (Lagtime), mengetahui bagian-bagian bor.2

I.3 Alat dan Bahan ................................................................................................................ 2

BAB II ........................................................................................................................................ 3

LANGKAH KERJA ................................................................................................................. 3

II. 1 Langkah Kerja .............................................................................................................. 3

BAB III....................................................................................................................................... 5

PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 5

Perhitungan Lag Time .......................................................................................................... 5

BAB IV ....................................................................................................................................... 7

KESIMPULAN ......................................................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Petroleum System adalah konsep yang menyatukan elemen berbeda dan proses
geologi minyak bumi. Aplikasi praktis dari sistem minyak bumi dapat digunakan dalam
eksplorasi, evaluasi sumber daya, dan penelitian. Sebuah sistem petroleum meliputi lapisan
batuan induk aktif dan semua minyak dan akumulasi gas. Ini mencakup semua elemen
geologi dan proses yang penting jika akumulasi minyak dan gas adalah untuk eksis.

Source Rock adalah sedimen yang kaya akan material organik yang mungkin telah
terdeposit dalam berbagai lingkungan termasuk deep water marine, lacustrine dan delta.
Dalam Petroleum geology, batuan induk mengacu pada batuan dimana hidrokarbon telah atau
mampu dihasilkan. Mereka membentuk salah satu elemen penting dari sebuah sistem
petroleum.

Semua minyak yang dihasilkan oleh source rock tidak akan berguna kecuali
bermigrasi sampai tersimpan dalam wadah yang mudah diakses, sebuah batu yang memiliki
ruang untuk "menyedot” hidrokarbon. Reservoir rock adalah tempat minyak bermigrasi dan
berada dibawah tanah. Sebuah batu pasir memiliki banyak ruang di dalam dirinya sendiri
untuk menjebak minyak, seperti spons memiliki ruang dalam dirinya sendiri untuk menyerap
air. Karena alasan inilah batupasir menjadi batuan reservoir yang paling umum. Batu
gamping dan dolostones, beberapa di antaranya adalah sisa-sisa kerangka terumbu karang
kuno, adalah contoh lain dari batuan reservoir.

Untuk menjaga hidrokarbon di dalam reservoir diperlukan adanya sealing rock atau
batuan tudung di atasnya. Batuan yang mampu berperan menjadi tudung adalah batuan yang
memiliki sifat impermeable. Shale bertindak sebagai sealing rock yang bagus. Dengan sifat
batuan yang impermeable maka akan mampu menahan hidrokarbon keluar/berpindah ke
tempat lain.

Migrasi adalah Pergerakan hidrokarbon dari sumber mereka ke batuan reservoir. Pergerakan
hidrokarbon baru yang dihasilkan keluar dari batuan induk mereka adalah migrasi utama,
disebut juga expulsion.
1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari penelitian adalah mengetahui waktu yang dibutuhkan cutting untuk sampai ke
permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui/ menghitung lamanya lumpur
pemboran masuk dan keluar lagi ke permukaan (Lagtime), mengetahui bagian-bagian bor.

I.3 Alat dan Bahan

1. Soal lag time

2. Alat Tulis

3. Kalkulator

4 Pensil Warna
BAB II
LANGKAH KERJA

II. 1 Langkah Kerja

1. Download soal lagtime dengan kode masing – masing (savage).


2. Tentukan bagian – bagian dari pipa dalam lubang pemboran.
3. Tentukan nilai masing-masing bagian seperti diameter casing, diameter pipa, diameter
collar, dan panjang pipa.
4. Hitung pump capacity dengan rumus:
𝑃𝑢𝑚𝑝 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 = 0,000243 𝑥 𝐷2 𝑥 𝐿 𝑥 𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑝𝑜𝑚𝑝𝑎
5. Hitung lag down dengan rumus:
𝐼𝐷𝐷𝑃2
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑖𝑝𝑎 = 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑖𝑝𝑎
1029,4
𝐼𝐷𝐷𝐶 2
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑐𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟 = 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑐𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟
1029,4
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑖𝑝𝑎 + 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑐𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟
𝐿𝑎𝑔 𝑑𝑜𝑤𝑛 =
𝑝𝑢𝑚𝑝 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑆𝑃𝑀
6. Hitung lag up dengan rumus:
𝐷𝐻 2 − 𝑂𝐷𝐷𝐶 2
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝐷𝐶 = 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑟𝑖𝑙𝑙 𝑐𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟
1029,4
𝐼𝐷𝐶𝑆𝐺 2 − 𝑂𝐷𝐷𝑃2
𝑉 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝐷𝑃 (𝑐𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔) = 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑖𝑝𝑎
1029,4
𝐷𝐻 2 − 𝑂𝐷𝐷𝑃2
𝑉 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝐷𝑃 (𝑛𝑜 𝑐𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔) = 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑖𝑝𝑎
1029,4
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝐿𝑎𝑔 𝑈𝑝 =
𝑝𝑢𝑚𝑝 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑆𝑃𝑀
7. Hitung lag total dengan rumus:
𝐿𝑎𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 = 𝐿𝑎𝑔 𝐷𝑜𝑤𝑛 + 𝐿𝑎𝑔 𝑈𝑝
Keterangan :
 D = diameter liner (dalam inchi)
 L = panjang stroke (dalam inchi)
 IDDp = diameter dalam pipe/drill collar (dalam inchi)
 Panjang colar = panjang/kedalaman pipe/drill collar (dalam inchi)
 IDDh = diameter dalam casing/drill hole (dalam inchi)
 ODDp = diameter luar pipe/drill collar (dalam inchi)
 Panjang pipa = panjang/kedalaman drill pipe/casing (dalam inchi)
 Volume inner pipe = dalam bbl (volume lumpur awal dari mud pump)
 Volume annulus = dalam bbl (annulus volume)
 Pump capacity = dalam bbl/stk
 SPM = dalam stroke/menit
BAB III
PEMBAHASAN
Soal

Dari soal SAVAGE ditanyakan pukul 10.00 operasi pengeboran dimulai dan
ditanyakan kapan sample akan diterima?

Dengan data sebagai berikut:


ODDCasing = 12” IDDCasing = 10” Panjang Casing 6500 ft

ODDPipe = 6” IDDPipe = 5” Panjang Open Hole 4000 ft

ODDCollar = 4.8” IDDCollar = 2.5” Panjang Drill Collar = 600 ft

d. Drill hole = 7” bit = 5’’ d. linner mud pump =4

p. stroke = 15 SPM = 65 stroke/menit efisiensi = 80%

Perhitungan Lag Time


 Pump Capacity = 0,000243𝑥 𝐷2 𝑥 𝐿 𝑥 𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑝𝑜𝑚𝑝𝑎
= 0,000243𝑥(4”)2 𝑥15”𝑥0,8
= 0,046656 bbl/stk
 Lag Down
o Volume bagian dalam pipa
𝐼𝐷𝐷𝑃2
Volume Pipa = 1029,4 𝑥𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑐𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟

(5”)2
= 1029,4 𝑥 (6500 + 4000)𝑓𝑡

= 255, 00291 bbl

o Volume bagian dalam collar


𝐼𝐷𝐷𝐶 2
Volume Collar = 1029,4 𝑥𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑐𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟

(2,5”)2
= 1029,4 𝑥 600 𝑓𝑡

= 3, 6428987 bbl
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑖𝑝𝑎+𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝐶𝑜𝑙𝑙𝑎𝑟
o Lag Down = 𝑃𝑢𝑚𝑝 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦𝑥𝑆𝑃𝑀

255,00291 𝑏𝑏𝑙+3,6428987 bbl


= 0,046656 ×65

= 85,287343 menit
 Lag Time (Lag Up)
o Volume annulus drill pipe dan casing
𝐷𝐻 2 −𝑂𝐷𝐷𝐶 2
Volume annulus DC = 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑟𝑖𝑙𝑙 𝑝𝑖𝑝𝑒 𝑑𝑎𝑛 𝑐𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔
1029,4

(10”)2 −(6”)2
= 𝑥 6500 𝑓𝑡
1029,4

= 404,1189 bbl

o Volume annulus pipa


𝐼𝐷𝐶𝑆𝐺 2 −𝑂𝐷𝐷𝑃 2
Volume annulus open hole & drill pipe = 𝑥 𝑝𝑗𝑔 𝑝𝑖𝑝𝑎
1029,4

(7”)2 −(6”)2
= 𝑥4000 𝑓𝑡
1029,4

= 50,5149 bbl
𝐷𝐻 2 −𝑂𝐷𝐷𝑃2
Volume annulus open hole & drill collar = 𝑥 𝑝𝑗𝑔 𝑝𝑖𝑝𝑎
1029,4

(7”)2 −(4,8”)2
= 𝑥 600 𝑓𝑡
1029,4

= 15,13114 bbl

o Lag Time

Lag up
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
= 𝑝𝑢𝑚𝑝 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑆𝑃𝑀

𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝐷𝐶+𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝐷𝑃 𝑑𝑔𝑛 𝑐𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔+𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑙𝑢𝑠 𝐷𝑃 𝑡𝑝𝑎 𝑐𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔


= 𝑝𝑢𝑚𝑝 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑆𝑃𝑀

404,1189 bbl+ 50,5149+15,13114


= 0,046656 ×65

= 154, 902969 menit

a. Lag Total = Lag down + Lag up

= 85,287343 menit + 154, 902969 menit

= 240,1903122 menit

= 4 jam 19 detik
BAB IV
KESIMPULAN

1. Bagian-bagian dari pipa dalam lubang pemboran adalah Drill Pipe, Drill Collar,
Casing, Bore Hole, Drill Hole, dan Bit
2. Lagtime adalah waktu yang dibutuhkan lumpur pengeboran untuk melakukan
perjalanan masuk atau injeksi, atau lagdown sampai perjalanan keluar membawa
serbuk pemboran atau lagup.
3. Setelah perhitungan Lag Time pada Sumur MILEA-1, didapatkan Lag time selama
4 jam 19 detik. Pengeboran dimulai pukul 10.00 WIB dan hasil data cutting
muncul ke permukaan pada pukul 14.00 lebih 19 detik.