Anda di halaman 1dari 18

2.2.1.B.

Model Pelat

Ciri² :
•Konstruksi :
– Dibangun dari
pelat - pelat tipis,
disusun seri
membentuk kanal-
kanal
•Permukaan plat : Gb 1.32.
– Bisa halus atau Plate Type

bergelombang
•Tekanan kerja :
– Lebih rendah dari
tipe tubular
1
2.2.1.B. Model Pelat

Model Pelat

1. Gasketed Plate HE 2. Spiral Plate HE

2
Gasketed Plate HE

Ciri² : • Mudah dipisah², cocok


• Plat metal tipis – disusun seri untuk kebutuhan
– diklem bersama ² pembersihan permukaan
membentuk sejumlah kanal secara reguler
aliran fluida.
• Perapat (Gasket) sebagai
perapat mencegah
kebocoran fluida cair
keluar/ke dlm kanal fluida
satu sama lain
• Jarak antar plat (umum) = 5
mm
• Luas per-pan : 100 – 600
m²/m³ Gb. 1.34. Gasketed Plate HE

3
Gasketed Plate HE

Ciri² : • Keterbatasan :
• Luas per-pan dpt. disesuaikan • Dari konstruksi plat, P fluida < 2 MPa
kebutuhan, dgn. menambah / • Dari material gasket, T fluida < 150 °C
mengurangi jumlah pelat,
• Dgn mengatur arah aliran
berlawanan secara benar,
temp. keluar bisa saling
mendekati sekurang² nya 1 °C.
• Material : SS atau Titanium
(aplikasi tertentu)
• Aplikasi : industri susu,
minuman, alkohol, pengolahan
makanan & obat-obatan Gb. 1.35. Gasketed Plate HE

4
Welded Plate HE
• Pelat² dirapatkan dengan dilas
sekeliling plat satu sama lain
• Standard Performance Limits :
– P operasi max = 30 bar
– T operasi max = 225 °C
– T operasi min = -195 °C
– Debit max = 140 m3/h
– Koeff. Per-pan. = 5000-
7500 W/m2 °C
– Luas per-pan = 60 m2
– Sambungan max = 100 mm
Gb. 1.36. Welded/Brazed
Plate HE

5
Spiral Plate HE
Ciri² :
• Dua pelat tipis – panjang dililit
helikoidal membentuk pasangan
kanal² sempit
• Dua fluida yg bertukar panasd dalam
kanal² mengalir berlawanan arah
• Keuntungan :
– Karena one through, laju fouling
rendah cukup dibersihkan dgn
Chemical cleaning
Gb. 1.37.
• Kerugian : Spiral Plate
– Tidak dpt. untuk dimensi besar
HE
– P & T operasi < 1 MPa 200 °C

6
Spiral Plate HE

Gb.1.38. Spiral Plate HE;


Tipe 1: Aliran murni spiral berlawanan, Tipe II: a. Sebagai Kondensor, b. Sebagai
Evaporator, Tipe III : Aliran Kombinasi kebawah-spiral, Tipe G : untuk kondensasi di
puncak

7
Spiral Plate HE
Contoh Penggunaan :

Industri Kimia

Industri Petrolium
Industri Pengolahan Limbah
Gb.1.39. Contoh Penggunaan Spiral Plate HE

8
2.2.1.C. Extended Surface

Ciri² :
• Mempunyai sirip-sirip pada
permukaan perpindahan panas
primer uuntuk meningkatkan luas
perpindahan panas,
• Digunakan untuk Gas/Gas atau
Gas/Liquid, di mana koefisien
perpindahan panas salah satu atau
dua²nya rendah,
• Digunakan bila dibutuhkan HE
dimensi kecil, efektifitas lebih tinggi,
• Luas perpindahan panas per satuan
volume > tipe tubular/plate
• Sering dikategorikan sebagai
Compact HE

9
2.2.1.C. Extended Surface

Extended Surface

1. Plate Fin 2. Tubular Fin

Individual Longitudinal

Transversal

Helical

10
Plate Fin HE
Ciri² :
• Kanal² tertutup - dipisahkan pelat –
paralel dgn sirip ² diantaranya
• Pelat² membagi 2 fluida dlm laluan²,
mengalir secara selang-seling dlm.
kanal antar pelat
• Sirip disambung dengan pelat dengan
cara dilas/dibrazing
• Gas/Gas HE, sirip² pd. kedua sisi aliran
• Gas/Liquid HE, sirip² hanya pd. sisi
fluida gas saja
• Dlm design, diperlukan kekakuan
mekanik dari sirip²
Gb.1.40. Plate-Fin HE

11
Plate Fin HE
• Plain Fin
– Laluan lurus sepanjang aliran
– Ada kecenderungan lapisan batas menjadi tebal,
koefisien per-pan berkurang
• Interrupted Fin
– Agar koefisien per-pan tetap tinggi, dipakai tipe Gb. 1.41. Plain-straight fin
interrupted fins, untuk mematahkan pertumbuhan
lapisan batas agar tidak menjadi tebal
• Aplikasi : bid. HVAC & Sistem Dehumidifikasi
• Optimasi kerapatan sirip berdasarkan :
– Penambahan laju perpindahan panas,
– Bertambahnya energi penggerak fan karena
kenaikan hambatan aliran.
Gb. 1.42. Interrupted fin

12
Tubular Fins HE

Ciri² :
• Jajaran tube² dgn sirip yang
tersambung di permukaan luar
• Susunan fin :
– Individual ( Transversal atau GB. 1.43. Fin
Helical ) pada tube
– Longitudinal individual
• Bentuk alternatif lain :
– Continuous plate yang dipasang
pada jajaran tube²
Gb. 1.44.
Continuous Fin

13
Tubular Fins HE
Longitudinal Fins
• Digunakan pada Double Pipe HE atau
Shell & Tube HE tanpa baffle, dimana
alirannya axial dan bilangan Reynold
nya rendah
• Fluida berupa Gas atau fluida viskos
• Sirip longitudinal : digunakan metal
bisa dlm bentuk pelat / kanal yg
ditempelkan di luar / dalam tube dgn
dilas, solder atau brazing
• Bisa juga merupakan bagian
terintegrasi dgn tube Gb. 1.45.
Longitudinal Fin

14
Tubular Fins HE

Helical Fins
• Memakai Continous Fin Ribbon,
disambung secara permanen di Gb. 1.46.
luar tube, membentuk helix di Sirip baja
permukaan luar tube karbon,
tube SS

Gb. 1.47. Sirip tembaga, tube tembaga

15
Tubular Fins HE
Transversal Fins
• Bentuk : piringan, bujur
sangkar, atau bintang
• Untuk Laluan Crossflow dgn
fluida berupa gas

Gb. 1.48. Transversal Fin

16
Tubular Fins HE
Stud, Peg atau Spine Fins
• Berbentuk silinder atau kerucut
• Baik untuk aplikasi Cross-flow atau
Axial-flow
• Ketahanan erosi yg cukup tinggi
dibanding Sirip pelat / helic

Gb. 1.49. Stud Fin

• Extended surface di sisi luar tube sangat sering digunakan di


dalam kondensor dimana kondensasi terjadi di sisi shell.

17
Internal Extended Surface
¾ Dlm beberapa aplikasi, diinginkan penambahan
luas perpindahan panas di sisi dalam tube
(proses pendidihan & evaporasi di dlm tube)
ƒ Bisa digunakan longitudinal fin atau dengan meng-
insert plate berpilin (twisted) sebagai pembangkit
turbulensi,

Gb. 1.50. Evaporator Freon

Gb. 1.51. Dryer


superheater tube

18