Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN PRAKTEK KERJA MAGANG

PRAKTEK KERJA MAGANG TENTANG AKSES PASAR DAN PROMOSI


KOMODITAS RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DI KEMENTERIAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Perikanan


di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Brawijaya

Oleh :

RAHMAT WIRA NUGRAHA

NIM. 145080401111044

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2017
i

PRAKTEK KERJA MAGANG

PRAKTEK KERJA MAGANG TENTANG PRAKTEK KERJA MAGANG


TENTANG AKSES PASAR DAN PROMOSI KOMODITAS RUMPUT LAUT
Eucheuma cottonii DI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA

Oleh:

RAHMAT WIRA NUGRAHA


NIM. 145080401111044

telah dipertahankan didepan penguji


pada tanggal Oktober 2017
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
SK Dekan No. :
Tanggal :

Menyetujui,
Dosen Pembimbing, Dosen Penguji,

Mochammad Fattah, S.Pi, MM Mochammad Fattah, S.Pi, MM


NIP. 2015068 60513 1 001 NIP. 2015068 60513 1 001
Tanggal: Tanggal:

Mengetahui,
Ketua Jurusan

Dr. Ir. Nuddin Harahap, MP


NIP. 19610417 199003 1 001
Tanggal:
ii

PERNYATAAN ORISINALITAS

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat,

hidayah dan inayah-NYA penulis dapat menyajikan usulan Praktek Kerja Magang

(PKM) yang berjudul Akses Pasar Dan Promosi Komoditas Rumput Laut

Eucheuma cottonii di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Di dalam tulisan ini, disajikan mengenai rencana Praktek Kerja Magang (PKM)

yang akan dilakukan selama kegiatan disana.

Sangat disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki

penulis, oleh karena itu penulis mengharapkan saran yang membangun agar

tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Malang, Oktober 2017

Penulis,

Rahmat Wira Nugraha

NIM. 145080401111044
iii

RINGKASAN

RAHMAT WIRA NUGRAHA. Praktek Kerja Magang tentang Akses Pasar Dan
Promosi Komoditas Rumput Laut Eucheuma cottonii di Kementerian Kelautan
dan Perikanan Republik Indonesia (dibawah bimbingan Bapak Mochammad
Fattah, S.Pi, MM).

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman


jenis rumput laut dengan potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per
ha. Komoditas rumput laut juga merupakan salah satu komoditas yang masuk
dalam program revitalisasi perikanan di Indonesia. Akan tetapi, sebagai eksportir
rumput laut Indonesia bukan merupakan eksportir rumput laut terbesar di dunia
berdasarkan nilai ekspor produk, produk rumput laut yang diekspor oleh
Indonesia di pasar global mayoritas merupakan produk bahan mentah (raw
material) sebesar 80% dan 20% sisanya merupakan produk bahan olahan.
Kementerian Kelautan Perikanan (disingkat KKP) adalah kementerian dalam
Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan kelautan dan perikanan dengan
Direktorat Pemasaran sebagai salah satu unit kerja yang ada pada KKP,
membidangi masalah akses pasar dan promosi yang salah satu komoditasnya
adalah rumput laut Eucheuma cottonii.
Tujuan Praktek Kerja magang ini adalah untuk mengetahui akses pasar dan
promosi komoditas rumput laut Eucheuma cottonii yang dilkukan Direktorat
Pemasaran - Kementerian Kelautan Perikananan, dalam hal ini Kementerian
Kelautan Perikanan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, sekaligus
fasilitator untuk mempromosikan komoditas rumput laut Eucheuma cottonii ke
dalam maupun luar negeri.
Praktek Kerja Magang ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2017 – 11
Agustus 2017 di Direktorat Pemasaran – Kementerian Kelautan dan Perikanan
RI, Jakarta. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif, obeservasi,
wawancara dan dokumentasi.
Kementerian Kelautan, dan Perikanan Republik Indonesia (disingkat KKP)
adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan
kelautan dan perikanan yang berlokasi di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan
Merdeka Timur, Kec. Gambir, Jakarta Pusat
Indonesia merupakan negara peringkat ke-2 pengekspor rumput laut
terbesar setelah China, ini membuktikan akses pasar komoditas rumput laut
Eucheuma cottonii sangat luas dan memiliki peluang yang sangat besar.
Dibuktikan dengan volume ekspor pada tahun 2015 mencapai 212.245 ton, dan
terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Ditunjang dengan beberapa strategi
promosi, seperti mengikuti pameran internasional diharapkan dapat memperluas
akses pasar dan meningkatkan nilai jual komoditas rumput laut Eucheuma
cottonii.
Faktor utama yang menjadi penghambat adalah tidak memiliki perencanaan
yang memadai, kelemahan ini yang mengharuskan perusahaan untuk
mengidentifikasi secara jelas kebutuhan dan spesifikasi sistem informasi yang
akan diterapkan berikut manfaatnya terhadap perusahaan. Hambatan kedua
yaitu peraturan perundang-undangan, tidak semua produk dapat bebas diperjual
belikan secara internasional. Aturan tersebut dapat berupa larangan untuk
iv

mengekspor produk ke negara lain, atau sebaliknya larangan mengimpor produk


dari negara lain. Peraturan perundangan suatu negara dapat menjadi hambatan
bagi ekspor suatu produk.

Saran yang dapat diberikan dari hasil Praktek Kerja Magang adalah Pada
penelitian selanjutnya, disarankan agar tidak hanya memperhatikan aspek akses
pasar dan promosi saja, melainkan dapat mencakup beberapa variabel lain
seperti kualitas produk, harga, dan kualitas layanan.
v

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat,

hidayah dan inayah-NYA penulis dapat menyajikan Laporan Praktek Kerja

Magang (PKM) yang berjudul Praktek Kerja Magang tentang Manajemen

Pemasaran pada UKM Jaya Utama 2, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Laporan ini disusun berdasarkan hasil Praktek Kerja Magang yang dilaksanakan

mulai tanggal 03 Juni 2017 – 03 Juli 2017 (30 Hari Orang Kerja).

Sangat disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang

dimiliki penulis, oleh karena itu penulis mengharapkan saran yang membangun

agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Malang, Oktober 2017

Penulis,
vi

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam penyusunan laporan ini penulis mendapat berbagai bantuan dan

dukungan dari berbagai pihak demi terselesaikannya laporan ini. Oleh karena itu

dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Keluarga yaitu kedua orang tua saya Ibu Balia Perwitasari, Bapak

Hamim Thohari Majdi, adik saya Charisma Tiara Putri Alfarizki yang

selalu memberikan dukungan dalam bentuk moral, spiritual dan

materiil.

2. Ibu Tiwi Nurjannati, S.Pi, MM selaku dosen pembimbing yang telah

memberikan petunjuk, informasi serta waktu untuk membimbing

sehingga laporan ini dapat terselesaikan.

3. Bapak Farid Sholeh selaku pemilik UKM Jaya Utama 2 yang

memperbolehkan saya menimba ilmu disana serta waktu yang

diberikan kepada saya selama proses magang.

4. Partner magang saya Danny Naufal Fa’iq yang menemani saya

merasakan suka dan duka selama melaksanakan Praktek Kerja

Magang di UKM Jaya Utama 2.

5. Sahabat-sahabat perkuliahan Agrobisnis Perikanan 2014 yang tidak

dapat disebutkan satu persatu.

6. Rekan-rekan seperjuangan bimbingan Magang Ibu Tiwi Nurjannati,

S.Pi, MM.

7. Dan seluruh teman-teman Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang selalu memberi

dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan laporan Praktek Kerja

Magang ini.
vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................. i

PERNYATAAN ORISINALITAS ........................................................................... ii


RINGKASAN .......................................................................................................iii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ v
UCAPAN TERIMA KASIH ................................................................................... vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xi
I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Tujuan ........................................................................................................ 3
1.3 Kegunaan ................................................................................................... 3
1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ................................................................ 4

II. METODE PRAKTIK KERJA MAGANG ............................................................ 5


2.1 Metode Pelaksanaan Praktik Kerja Magang ............................................... 5
2.1.1 Partisipasi Aktif .................................................................................... 5
2.1.2 Observasi............................................................................................. 5
2.1.3 Wawancara .......................................................................................... 6
2.2 Jenis dan Sumber Data .............................................................................. 6
2.2.1 Data Primer.......................................................................................... 6
2.2.2 Data Sekunder ..................................................................................... 7
2.3 Analisis Data .............................................................................................. 8

III. KEADAAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA MAGANG .............................. 10


3.1 Kondisi Umum Kecamatan Mayangan...................................................... 10
3.2 Kondisi Geografis dan Topografi Kecamatan Mayangan .......................... 10

IV. HASIL PRAKTIK KERJA MAGANG .............................................................. 13


4.1 Aspek Teknis............................................................................................ 13
4.1.1 Material Handling ............................................................................... 13
4.1.2 Proses Produksi ................................................................................. 15
4.2 Manajemen pemasaran ............................................................................ 18
viii

4.2.1 Perencanaan ..................................................................................... 18


4.2.2 Pengorganisasian .............................................................................. 19
4.2.3 Pelaksanaan ...................................................................................... 20
4.2.4 Pengawasan ...................................................................................... 20
4.3 Aspek Pemasaran ................................................................................... 21
4.3.1 Daerah Pemasaran ............................................................................ 21
4.3.2 Saluran Pemasaran ........................................................................... 22
4.3.4 STP ................................................................................................... 27
4.4 Faktor Penghambat .................................................................................. 29

V. KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................................... 30


5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 30

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 33
ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 1. Ikan
Punti.........................................................................................................14

Gambar 2. TPI PPI Kota


Probolinggo................................................................................14

Gambar 3. Denah UKM Jaya Utama


2...............................................................................16

Gambar 4. Proses
Penjemuran..........................................................................................17

Gambar 5. Proses
Penggorengan......................................................................................17

Gambar 6. Rambak Ikan


Punti...........................................................................................24

Gambar 7. Outlet
Pemasaran............................................................................................26

Gambar 8. Peta Kecamatan


Mayangan.............................................................................35

Gambar 9. Proses pengadaan


bahan................................................................................36

Gambar 10. Proses penjemuran


kulit.................................................................................36

Gambar 11. Proses penghalusan


kulit...............................................................................36

Gambar 12. Penyamaan


ukuran........................................................................................36

Gambar 13. Proses


penggorengan....................................................................................36

Gambar 14. Proses


pengemasan......................................................................................36

Gambar 15. Proses


penimbangan.....................................................................................37

Gambar 16. Proses


penyegelan.........................................................................................37
x

Gambar 17.
Wawancara....................................................................................................37

Gambar 18. Foto bersama pemilik


UKM............................................................................37
xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Peta Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo................................................36

2. Dokumentasi Kegiatan Praktek Kerja Magang................................................37


1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki 18.306 pulau yang

dipersatukan oleh laut dengan panjang garis pantai 81.000 km terpanjang kedua

di dunia setelah Kanada, dengan bentang Wilayah Indonesia dari ujung barat

(Sabang) sampai timur (Merauke) setara dengan London sampai Bagdad,

bentang ujung utara (Kepulauan Satal) dan selatan (Pulau Rote) setara dengan

jarak Jerman sampai dengan Al – Ajazair, mempunyai potensi yang sangat besar

dang mengandung kurang lebih 7000 species ikan. Potensi sumberdaya tersebut

ada yang dapat diperbaharui (renewable resources) seperti sumberdaya

perikanan (perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan, bioteknologi),

mangrove, golombang energi, pasang surut, angin dan OTEC (Ocean Thermal

Energy Conversion) dan energi yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable

resources) seperti sumberdaya minyak dan gas bumi serta mineral. Selain itu

juga terdapat potensi laut yaitu jasa lingkungan kelautan yang dapat

dikembangkan untuk pembangunan ekonomi nasional seperti pariwisata bahari,

industri maritim dan jasa angkutan (Riyadi, 2004).

Kota Probolinggo merupakan kota Mina politan (kota ikan). Wilayah

Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang 7 km dan wilayah perairan

sepanjang 20 km. Wilayah perairan terletak di selat Madura yang merupakan

daerah penangkapan dominan bagi nelayan di Probolinggo serta berhubungan

langsung dengan Laut Jawa. Produksi perikanan laut Probolinggo tahun 2009

sebesar 42201,00 ton, tahun 2010 sebesar 36087,80 ton dan tahun 2011

sebesar 17341,63 ton (BPS Kota Probolinggo, 2012 dalam Insanu et al., 2013)
2

Produk ikan yang berlimpah telah membuka peluang masyarakat

Probolinggo untuk membuat produk olahan berbahan dasar ikan. Pada tanggal

26 Mei 2017 Dinas Kelautan dan Perikanan Probolingg mengadakan Gelar

Produk Unggulan Pengolahan dan Pemasar Produk Perikanan pada acara

Semarak Gemarikan tahun 2017. Acaraini diisi 16 stan dari beberapa UKM yang

bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Probolinggo. Hal tersebut

membuktikan bahwa ada peluang produk pengolahan ikan di Kabupaten

Probolinggo.

Krupuk kulit adalah salah satu produk olahan pangan. Kerupuk kulit dapat

berbahan baku kulit sapi atau kulit kerbau, tetapi pada umumnya kerupuk kulit

berbahan baku dari kulit kerbau. Kerupuk kulit atau yang dikenal dengan nama

kerupuk rambak adalah kerupuk yang tidak dibuat dari adonan tepung tapioka,

melainkan dari kulit sapi, kerbau, kelinci, ayam atau kulit ikan yang dikeringkan

(Nasution, 2006 dalam Asmi, 2014)

Rambak ikan adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh UKM Jaya

Utama 2. Usaha Kecil Menengah Jaya Utama 2 merupakan salah satu UKM

yang berada di Kabupaten Probolinggo. Lokasinya berada di Kelurahan

Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo. Rambak ikan yang

diproduksi UKM tersebut dibuat dari ikan punti. Rambak, umumnya berbahan

dasar kulit sapi maupun kulit kerbau. Tetapi UKM ini menjadikan ikan punti

sebagai bahan dasar rambak yang diproduksi.

Produk yang berbeda dari produk yang sudah ada tentunya perlu melakukan

sebuah pemasaran yang baik agar bisa diteria oleh masyarakat dan bertujuan

relasi jangka panjang dengan masyarakat. Rambak yang dihasilkan UKM Jaya

Utama 2 ini jelas berbeda dari rambak umumnya jka dilihat dari bahan dasarnya.

Melihat hal tersebut maka penting untuk mengetahui strategi pemasaran apa
3

yang dilakukan UKM Jaya Utama 2 untuk menjual rambak ikan puntinya,

sehingga dalam Praktek Kerja Magang kali ini mengambil judul “Praktek Kerja

Magang tentang Manajemen Pemasaran pada UKM Jaya Utama 2, Kecmatan

Mayangan, Kota Probolinggo”.

1.2 Tujuan

Tujuan dari praktek kerja magang ini adalah untuk dapat mengetahui dan

mempelajari tentang UKM Jaya Utama 2 dan pemasaran rambak ikan puntinya

yang meliputi :

 Profil UKM Jaya Utama 2 di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan,

Kota Probolinggo

 Aspek teknis dalam produksi rambak ikan punti yang dilakukan UKM Jaya

Utama 2

 Aspek manajemen pemasaran terhadap daerah pemasaran, saluran

peasaran, baura pemasaran, dan strategi pemasaran pada UKM Jaya

Utama 2

 Faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan pemasaran rambak

ikan punti pada UKM Jaya Utama 2

1.3 Kegunaan

Hasil praktek kerja magang ini diharapkan dapat berguna bagi :

1. Lembaga Akademis (Mahasiswa)

Sebagai sarana informasi dan untuk menambah pengetahuan dalam bidang

manajemen pemasaran terutama dalam bidang bauran pemasaran yang

dilakukan oleh instansi pemerintah terhadap produk daerahnya, serta menjadi

bahan reverensi untuk penelitian tentang manajemen pemasaran.

2. Perguruan Tinggi
4

Sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan materi tentang peran

pemerintah dalam pemasaran produk daerah dengan menggunakan bauran

pemasaran

3. UKM

Sebagai sarana informasi untuk UKM dalam penerapan manajemen

pemasaran sekaligus memperluas cara pandang, pola pikir dan sikap yang lebih

sesuai agar pemasaran bisa lebih baik.

1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Praktek Kerja Magang akan dilaksanakan pada Usaha Kecil Masyarakat

Jaya Utama 2 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Sedangkan waktu pelaksanaannya selama 30 HOK mulai tanggal 3 Juni

sampai 7 Juli 2017.


5

II. METODE PRAKTIK KERJA MAGANG

2.1 Metode Pelaksanaan Praktik Kerja Magang

Praktek kerja magang ini dilaksanakan di Usaha Kecil Menengah Jaya

Utama 2 yang berlokasi di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayang,

Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang akan dilakukan berupa partisipasi aktif

dengan kegiatan UKM, observasi, dan wawancara.

2.1.1 Partisipasi Aktif

Tahap partisipasi aktif yang akan dilakukan dalam pemasaran yang

dilakukan oleh UKM Jaya Utama 2 adalah dengan cara ikut langsung dalam

kegiatan pemasaran. Kegiatan yang dimaksud antara lain dengan ikut

memasarkan langsung kepada konsumen mengenai produk rambak ikan punti,

membantu sebgai saluran distribusi dan juga penyebaran lewat media sosial

(apabila ada).

Partisipasi aktif juga dilakukan diluar topik yang diambil, yaitu dengan cara

ikut dalam proses produksi. Dengan mengikuti proses produksi diharapkan dapat

mengetahui bahan yang digunakan dan cara memilihnya, proses dan alur

produksi, dan cara pengemasan sehingga akan membantu dalam proses

pemasaran. Selain emmbantu dalam proses pemasaran tentunya ikut dalam

proses produksi akan menambah wawasan dan kemampuan dalam membuat

rambak dari ikan punti.

2.1.2 Observasi

Tahap observai dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan sehari – hari yang

dilakukan oleh UKM Jaya Utama 2 serta mengamati pelaksanaan yang terfokus

pada pemasaran, misalnya saja bagaimana cara menentukan harga termasuk


6

apabila ada konsumen yang memesan dalam jumlah banyak, bagaimana produk

tersebut bisa menarik konsumen, bagaimanana tempat yang digunakan untuk

pemasaran, serta cara promosi apa saja yang digunakan agar rambak ikan punti

bisa diterima oleh konsumen. Dilakukannya observasi ini diharapkan agar dapat

memperoleh data secara langsung dan valid, sehingga akan membantu penulis

dalam penyusunan laporan nanti.

2.1.3 Wawancara

Tahap wawancara dilakukan untuk menunjang data hasil dari observasi.

Dengan adanya wawancara maka akan mempermudah dalam mendapatkan

informasi pada masa – masa sebelumnya mengenai bagaimana pemasaran

yang dilakukan sehingga dapat diketahui apa – apa saja yang dilakukan UKM

dalam memasarkan rambak ikan punti. Wawancara akan dilakukan dengan

pemilik UKM dan karyawan UKM terutama karyawan yang bergerak dalam

bidang pemasaran. Jika memungkinkan, wawancara akan dilakukan kepada

konsumen sehingga dapat diketahui data dari 2 sudut pandang yaitu produsen

dan konsumen.

2.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis data dibedakan menjadi dua macam yaitu data primer dan data

sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung pada saat

melakukan kegiatan PKM berupa hasil dari partisipasi aktif, observasi, dan

wawancara. Sementara data sekunder adalah data pendukung yang berasal dari

literatur maupun laporan sesorang.

2.2.1 Data Primer

Menurut Sugiono (2009) dalam Batubara (2013), data primer adalah adalah

sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dta
7

tersebut merupakan data langsung dari sumber pertama data. Diperoleh melalui

keterangan – keterangan, penjelasaan – penjelasan dari perusahaan secara

langsung yang berhubungan dengan penelitian.

Data primer yang akan diambil dalam praktik kerja magang berasal dari

partisipasi aktif, observasi, dan wawancara yang dilakukan pada UKM Jaya

Utama 2 berupa:

a. Sejarah berdirinya UKM Jaya Utama 2

b. Bauran pemasaran yang dilakukan UKM Jaya Utama 2

c. Manahemen pemasaran yang dibuat UKM Jaya Utama 2

d. Faktor pendukung dan penghambat manajemen pemasaran dariproduk

rambak ikan punti

2.2.2 Data Sekunder

Menurut Sugiono (2009) dalam Batubara (2013), data sekunder adalah

sumber data tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber

data ini bisa didapat melalui literatur dan studi pustaka. Sumber data ini

digunakan untuk menunjang data primer agar data lebih valid.

Data sekunder yang dikumpulkan didapatkan dari jurnla ilmiah, literatur, dan

laporan orang lain yang berkaitan dengan UKM Jaya Utama 2 berupa :

a. Keadaan umum lokasi praktek kerja magang

b. Topografi lokasi praktek kerja magang

c. Geografis lokasi praktek kerja magang

d. Keadaan masyarakat sekitar praktek kerja magang

e. Badan lain yang mendukung UKM Jaya Utama 2

f. Perkembangan UKM Jaya Utama


8

2.3 Analisis Data

Data yang telah didapat dari praktek kerja magang dianalisis menggunakan

analisis deskriptif yaitu dengan menggambarkan kondisi praktek kerja magang

secara rinci. Adapun yang akan dianalisis adalah keadaan umum UKM Jaya

Utama 2 berupa :

a. Sejarah dan perkembangan UKM Jaya Utama 2

b. Lokasi UKM Jaya Utama 2

c. Keadaan sekitar UKM Jaya Utama 2

Manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu memilih taget pasar dan

membangun hubungan yang menguntungkan dengan target pasar tersebut.

Untuk merancang strategi pemasaran yagn unggul, mula – mula perusahaan

harus memutuskan siapa yang akan diliyaninya. Perusahaan melakukan hal ini

dengan membagi pasar menjadi segmen pelanggan da memilih segmen mana

yang akan dituju. Perusahaan kemudian merancang bauran pemasaran yang

terintergrasi untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran.

Bauran pemasaran terdiri atas keputusan produk, harga, tempat, dan promosi.

Untuk menemukan strategi dan bauran terbaik dan menempatkannya menjadi

tindakan, perusahaan perlu terlibat dalam analisis pemasaran, perencanaan,

implementasi, dan kendali (Kotler dan Amstrong, 2008).

Manajemen pemasaran merupakan hal penting yang harus dipelajari dalam

sebuah pemasaran. Dalam praktek kerja magang di UKM Jaya Utama 2 nanti

akan diamati bagaimana UKM tersebut memanajemen pemasarannya mulai dari

perencanaan pemasaran sampai pemasaran tersebut dilakukan dan dievaluasi.

Selain manajemen pemasaran, juga akan dipelajari bauran pemasaran aitu

bagaimana UKM Jaya Utama 2 menjual produknya mulai dari produknya sendiri
9

yatu rambak ikan punti, bagaimana penetapan harganya, dimana tempat

pemasarannya, dan promosi apa yang digunakan.

Dalam strategi pemasaran ada tiga elemen yaitu segmentation, targeting,

dan positioning. Segmentasi adalah suatu strategi yang digunakan untuk

memahami struktur pasar. Targeting adalah persoalan memilih, menyeleksi, dan

menjangkau pasar. Dan positioning adalah suatu strategi untuk memasuki

jendela otak konsumen. Positioning biasanya tidak menjadi masalah dan tidak

dianggap penting selama barang – barang yang tersedia tidak banyak dan

persaingan belum menjadi sesuatu yang penting. Positioning baru akan menjadi

penting bilamana persaingan sudah sangat sengit (Yuliana, 2013).

Data yang diperoleh nantinya akan dipetaan sehingga mengetahui

bagaimana strategi UKM Jaya Utama 2 melalui strategi STP. Dari strategi ini

akan diketahui bagaimana posisi rambak ikan punti milik UKM Jaya Utama 2 di

pasar, siapa target konsumennya, dan bagaimana posisi UKM Jaya Utama 2 di

pasar.
10

III. KEADAAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA MAGANG

3.1 Kondisi Umum Kecamatan Mayangan

Kecamatan Mayangan adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kota

Probolinggo. Kecamatan ini memliki 5 kelurahan sebaga bagian, yaitu Kelurahan

Mayangan, Kelurahan Jati, Kelurahan Sukabumi, Kelurahan Mangunharjo, dan

Kelurahan Wiroborang.Kecamatan Mayangan adalah kecamatan yang secara

langsung berbatasan dengan laut, yaitu selat madura. Banyak masyarakat

sekitar yang berprofesi sebagai nelayan. Kecamatan Mayangan memiliki

pelabuhan perikanan yang berada di Kelurahan Mayangan. Pelabuhan tersebut

ramai dengan kegiatan nelayan setiap harinya.

Secara umum, Kecamatan Mayangan memiliki fasilitas yang lengkap. Untuk

bidang pendidikan banyak sekolah yang berdiri mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Kecamatan Mayangan juga memiliki 6 puskesmas, dimana 2 puskesmas sebagai

puskesmas pusat dan 4 lainnya adalah puskesmas penunjang. Selain itu di

Kelurahan Mayangan juga terdapat tempat wisata yaitu BJBR yang berdekatan

dengan pelabuhan perikanan. Pada tahun 2015 Kecamatan Mayangan terdiri

dari 42 rukun warga dan 258 rukun tetangga.

3.2 Kondisi Geografis dan Topografi Kecamatan Mayangan

Luas Kecamatan Mayangan adalah 8.655 km2, yang terdiri dari Kecamatan

Wiroborang seluas 1.191, Kecamatan Jati seluas 1.246, Kecamatan Sukabumi

seluas 1,487, Kecamatan Manungharjo seluas 3,455, dan Kecamatan Mayangan

seluas 1.276. Letak astronomi Kecamatan Mayangan pad 7o43’ lintang utara dan

113o13’ bujur timur. Bat as batas wilayahnya antara lain :

- Sebelah utara : selat madura


11

- Sebelah timur : Kkecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo

- Sebelah selatan : Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo

- Sebelah barat : Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo

Suhu udara Kecamatan nilainya seperti umumnya daerah pesisir yang

tergolong panas dengan suhu masksimum 32o dan suhu minimum 26o celcius.

Rata, rata ketinggiannya adalah 0 – 4 meter dari permukaan laut. Untuk peta

Kecamatan Mayangan dapat dilihat pada lampiran 1.

3.3 Kondisi Masyarakat Sekitar Kecamatan Mayangan


Kecamatan Mayangan Mayangan memiliki jumlah penduduk 62.162 pada

tahun 2015. Angka tersebut berasal dari warga Kelurahan Sukabumi sebanyak

10.639, Kelurahan Mangunharjo sebanyak 20.112, Kelurahan Wiroborang

sebanyak 6.503, Kelurahan Jati sebanyak 13.317, dan Kelurahan Mayangan

sebanyak 11.591 jiwa. Kepadatan penduduknya mencapai 7.182 jiwa/km2. Sex

ratio perbandingan jumlah penduduk laki – laki terhadap perempuan adalah 96,

artinya dari 100 penduduk perempuan terdapat 96 penduduk lak – laki.

Komposisis penduduk berdasarkan data statistik yang diambil tahun 2015

oleh badan statistik berdasarkan umur didominasi pendududuk usia produktid

yaitu usia 15-64 tahun yang mencapai 69,77 persen. Selbihnya adalah usia

muda yaitu 0-14 tahun sebesar 25,15 persen dan usia tua diatas 64 tahun

sebesar 5,08 persen. Pada tahun 2015/2016 tercatat ada 33 sekolah dasar, 7

sekolah menengah pertama, dan 2 SMA serta 2 SMK sehingga pendidikan

disana tergolong baik. Secara keseluruhan, sebagian besar penduduknya adalah

nelayan dikarenakan 3 kelurahan yaitu Kelurahan Mayangan, Mangunharjo, dan

Sukabumi

.
3.3 Keadaan Umum Perikanan Kabupaten Probolinggo
12

Umumnya produksi ikan di Kabupaten Probolinggo ditangkap dengan

beberapa alat tangkap seperti purse seine, payang, gill net, pancing, bubu dan

cantrang. Sedangkan jenis ikan yang banyak tertangkap di perairan kabupaten

Probolinggo adalah tembang, layang, kembung, peperek, tongkol, layur, dan lain-

lain. Potensi perikanan tangkap yang cukup besar ini tidak lepas dari kondisi

wilayah yang cukup luas diwilayah utara pesisir pulau Jawa, serta dibantu

dengan sarana dan prasarana yang cukup menunjang seperti pelabuhan dan

tempat pelelangan ikan (Primyastanto, 2014).

Triwulan ke 2 tahun 2017 berdasarkan data DKP Probolinggo, hasil

tangkapan ikan laut yang tercatat adalah sebesar 6.726,598 ton atau senilai Rp

143.172.136.950. Jumlah tangkapan tersebut teridir dari 75 jenis spesies ikan

yang kebanyakan ditagnkap di perairan Selat Madura. Sementara untuk

perikanan budidaya tambak produksinya sebesar 56,70 ton atau senilai Rp

1.987.450.000. Penyumbang produksi budidaya terbesar adalah ikan bandeng

yaitu sebesar 30,22 ton.


13

IV. HASIL PRAKTIK KERJA MAGANG

4.1 Aspek Teknis

4.1.1 Material Handling

Proses material handling adalah satu hal penting dalam perencanaan tata

letak fasilitas produksi, karena aktivitas ini akan menentukan hubungan antara

satu fasilitas produksi dengan fasilitas yang lainnya. Berdasarkan perumusan

yang dibuat American Material Handling Society (AMHS), material handling dapat

dinyatakan sebagai seni dan ilmu yang meliputi penanganan (handling),

pemindahan (moving), pembungkusan (packaging), penyimpanan (storing),

sekaligus pengendalian (controlling) dari bahan (Wignjosoebroto, 1996 dalam

Djunaidi et al., 2006).

Masalah aliran muncul dari adanya kebutuhan untuk memindahkan bahan,

komponen, orang dari permulaan proses sampai pada akhir proses untuk

mencapai lintasan yang paling efisien. Hampir setiap orang berpendapat bahwa

dalam meningkatkan produktivitas akan berhasil jika ditunjang oleh aliran elemen

yang bergerak melalui fasilitas yang efisien. Aliran material yang lancar secara

otomatis akan mengurangi biaya aliran, dengan demikian tingkat produktivitas

akan meningkat. Lintasan yang simpang siur menunjukkan kurangnya

perencanaan aliran material (Anthara, 2011).


14

Gambar 1. Ikan Punti

Bahan baku pembuatan rambak kulit ikan punti didapatkan di PPI

Probolinggo. Jarak PPI Probolinggo dengan lokasi produksi sekitar 2 km. Untuk

mendapatkan bahan, pemilik mendatangi langsung PPI untuk membelinya.

Barang kemudian dikirim menggunakan becak motor dengan ongkos Rp 10.000.

Bahan yang dibeli bukan berupa kulit ikan, melainkan ikan yang masih utuh.

Pengadaan bahan dilakukan 2 kali dalam satu minggu dan bisa berubah sesuai

dengan ketersediaan bahan dan juga permintaan konsumen. Ikan punti termasuk

iakn yang tidak selalu ada sehingga apabila ikan ada maka pemilik akan membeli

banyak untuk dijadikan stok bahan.

Gambar 2. TPI PPI Kota Probolinggo


15

Ikan punti yang baru datang dari PPI langsung dibersihkan di ruang tempat

pemrosesan menggunakan air yang mengalir dan dilakukan penyortiran ukuran.

Sortir ikan dibagi menjadi 2 yaitu ikan berukuran besar dan ikan berukuran kecil.

Setelah itu dilakukan proses pengulitan ikan (skinning). Kulit yang sudah terpisa

dibersihkan lagi menggunakan air mengalir dan kemudian direndam dengan air

yang sudah dicampur garam. Garam bertujuan untuk memberikan rasa asin

bukan untuk pengawetan dan dibiarkan beberapa menit agar garam meresap.

Apabila cuaca pada hari itu cerah maka kulit langsung dijemur di tempat

penjemuran menggunakan para – para. Faktor cuaca sangat menentukan proses

penjemuran karena penjemuran menggunakan energi matahari. Kulit yang sudah

kering kemudian disimpan di basket dan diletakkan di tempat penyimpanan dan

untuk kulit yang belum dijemur disimpan di lemari pendingin.

4.1.2 Proses Produksi

Ikan punti di pisah antara ukuran kecil – sedang dan ukuran besar. Ikan

dibersihkan menggunakan air mengalir sampai tidak berlendir. Tujuan dari

memisahkan secara ukuran adalah agar mudah dalam pemanfaatan daging

ikannya. Kemudian ikan dipisahkan antara kulit dan daging dengan memotong

kulit ikan bagian atas dari kepala sampai ekor, dan dikelupas kulitnya

menggunakan tangan. Dalam proses pengulitan harus menggunakan sarung

tangan karena kulit ikan punti kasar dan bergerigi.

Kulit yang sudah terpisah dijemur menggunakan para – para. Cara

menjemurnya adalah dengan meletakkan kulitnya diatas para – para. Kulit yang

dijemur harus terbuka dengan sempurna agar keringnya merata. Keadaan cuaca

sangat mempengaruhi proses penjemuran. Apabila kondisinya cerah maka


16

dibutuhkan sekitar 4 jam agar kulit ikan kering menyeluruh. Dan apabila kondisi

berawan maka dibutuhkan satu hari sampai kulit ikan kering menyeluruh.

SHOW CASE

TEMPAT PEMROSESAN
TEMPAT TEMPAT
PENGEMASAN PENYIMPANAN

TEMPAT

TOILET PENGGORENGAN

TEMPAT PENJEMURAN
Pintu

Gambar 3. Denah UKM Jaya Utama 2

Hasil kulit ikan yang dijemur akan berbentuk menyerupai segitiga. Proses

selanjutnya adalah menghaluskan bagian yang bergerigi. Penghalusan dilakukan

menggunakan palu dan lempengan batu. Kulit ikan kering ditumuk 5 – 10 di atas

lempengan batu dan dipukul menggunakan palu sampai bagian yang bergerigi

halus. Proses ini dilakukan agar tekstur rambak nanti lebih mudah dikonsumsi.
17

Gambar 4. Proses Penjemuran

Kult ikan yang sudah dihaluskan kemudian diptong sesuai ukuran. Kulit yang

dipotong hanya kulit yang berukuran sedang dan besar saja. Kulit yang kecil

langsung digunakan. Kulit sedang dipotong menjadi 2 bagian, dan kulit besar

dipotong menjadi 3 bagian. Dilanjutkan dengan proses penggorenan. Kulit

digoreng menggunakan penggorengan dengan api besar. Minyak yang

digunakan harus banyak sampai klit ikan tenggelam. Dalam satu kali proses

penggorengan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Hanya sekitar 2

menit, maka kerupuk sudah siap makan. Tanda – tanda kulit yang sudah matang

adalah, bentukanya mengecil dan sudah kaku.

Gambar 5. Proses Penggorengan


18

Rambak yang sudah matang didiamkan sapai minyak menghilang.

Kemudian dilakukan proses pengemasan. Kemasan berupa plastik yang diberi

label di bagian atas. Rambak dimasukkan ke plastik dengan bobot 100 gr setiap

plastik kemudian di seal menggunakan sealer plastik. Proses sealer harus

dilakukan dengan baik dan dipastikan selaer terbentuk sempurna agar masa

penyimpanan bisa bertahan lama.

4.2 Manajemen pemasaran

4.2.1 Perencanaan

Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak

dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai

tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin. Perencanaan sering juga disebut

jembatan yang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara keadaan masa

kini dan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang.

Meskipun keadaan masa depan yang tepat itu sukar diperkirakan karena banyak

faktor di luar penguasaan manusia yang berpengaruh terhadap rencana tetapi

tanpa perencanaan kita akan menyerahkan keadaan pada masa yang akan

datang itu kepada kebetulan-kebetulan (Fattah, 2013).

Perencanaan dalam pemasaran rambak ikan punti tidak ada yang khusus.

Pemilik hanya menawarkan satu – satu produk yang dijual kepada konsumen

secara berkeliling awalnya. Sampai sekarang, pembelilah yang datang sendiri ke

UKM ini. Perencanaan yang dilakukan pemilik hanyalah mengenai bahan baku.

Pemilik sudah memiliki beberpa rekanan di PPI sehingga apabila ada bahan

baku yang bahus pemilik langsung membelinya. Untuk bahan lain non ikan

pemilik membelinya seminggu sekali beserta kebutuhan lain seperti kemasan

dan label. Kedepannya pemilik ingin membukai gerai yang letaknya lebih

strategis karena selama ini outlet pemasarannya berada di dalam gang. Pemilik
19

berkeinginan mengembangkan pemasarannya agar produk bisa luas

jangkuannya.

4.2.2 Pengorganisasian

Pengorganisasian menurut Handoko adalah penentuan sumber daya dan

kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, proses

perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang akan dapat membawa

hal-hal tersebut ke arah tujuan, penugasan tanggung jawab tertentu.

Ditambahkan pula pengorganisasian adalah pengaturan kerja bersama sumber

daya dan manusia dalam organisasi. Pengorganisasian merupakan penyusunan

struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang

dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya (Fattah, 2013).

Pengorganisasian yang dilakukan oleh UKM Jaya Utama 2 tergolong kurang

baik. Struktur organisasi yang dimiliki oleh UKM ini tidak berfungsi sesuai dengan

tugasnya atau bisa dikatakan hanya sebuah formalitas saja. Anggota – anggota

yang masuk di dalam struktur organisi UKM ini adalah anggota keluarga dan

kerabat dekat. Secara umum dalam kenyataannya yang berperan aktif adalah

pemilik UKM ini beserta istrinya. Pemilik UKM berperan ganda, selain sebagai

orang yang memproduksi produk juga sebagai yang memasarkannya. Tidak ada

pembagian tugas yang terstruktur.

Pengorganisasian yang kurang terstruktur itu dikarenakan memang sampai

saat ini UKM Jaya Utama 2 belum memerlukan tenaga tambahan. Hal tersebut

dikarenakan ketersediaan bahan baku yang tidak stabil sehingga akan rugi

secara finansial jika mempekerjakan orang. Pemilik hanya mengandalkan tenaga

serabutan apabila stok bahan baku banyak. Tenaga serabutan itu berasal dari

tetangga sekitarnya. Selain tenaga serabutan pemilik juga bisa mengandalkan


20

anak magang karena hampir setiap bulan selalu ada anak magang baik dari

SMA maupun dari universitas.

4.2.3 Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah suatu tindakan yang mengusahakan agar semua

perencanaan dan tujuan bisa tercapai dengan baik seperti pa yang diharapkan.

Jadi, pelaksanaan merupakan suatu upaya yang menggerakkan orang-orang

untuk mau bekerja dengan sendirinya dan dengan kesadaran yang besar demi

mengabulkan cita-cita suatu lembaga. Perencanaan dan pengorganisasian tidak

akan berjalan dengan baik jika tidak disertai dengan pelaksanaan. Oleh karena

itu, sangat dibtuhkan sekali bentuk nyata dari kerja keras, kerjasama dan kerja

nyata didalamnya. Pengoptimalan seluruh sumber daya manusia yang ada juga

sangat penting, terutama ditunjukkan untuk mencapai visi, misi dan planning

yang telah diterapkan (Khusna, 2016).

Secara umum tidak ada pergerakan khusus yang dilakukan pemilik UKM,

karena UKM ini tidak memiliki pekerja tetap. Pergerakan yang sering dilakukan

pemilik adalah memotivasi anak – anak yang magang di UKM tersebut. Pemilik

menyediakan fasilitas makan siang setiap hari untuk anak magang dengan

harapan mereka yang magang bisa bersungguh – sungguh. Fasilitas di tempat

magang juga sudah disediakan untuk menunjang pekerjaan dan menciptakan

suasana kerja yang menyenangkan seperti adanya sound sehingga ada iringan

musik yang menemani saat bekerja. Toilet juga disediakan dan keadaanya

sangat baik.

4.2.4 Pengawasan

Pengawasan adalah proses pengamatan, penentuan standar yang akan

diwujudkan, menilai kinerja pelaksanaan, dan jika diperlukan mengambil tindakan


21

korektif, sehingga pelaksanaan dapat berjalan semaksimal mungkin dalam

mencapai tujuan. Agar pekerjaan berjalan sesuai diharapkan maka akan

dibutuhkan pengontrolan yang optimal, baik itu dalam bentuk supervisi,

pengawasan, inspeksi dan audit (Khusna, 2016).

Pemilik sangat berperan penting dalam hal pengawasan. Baik anggota

keluarga maupun anak magang diawasi langsung oleh pemilik. Pemilik selalu

mengutamakan kualitas dari produknya. Mulai dari pemilihan bahan baku, pemilik

secara langsung yang memilih sehingga bahan baku keadaannya masih bagus

dan produk yang dihasilkan kualitasnya terjaga. Alat – alat produksi setiap hari

diperiksa. Karena tempat pemasaran menjadi satu dengan tempat produksi maka

kebersihan juga selalu dijaga. Sebelum dan sesudah proses produksi selalu

dilakukan pembersihan.

4.3 Aspek Pemasaran

4.3.1 Daerah Pemasaran

Pemasaran rambak ikan punti sudah berskala nasional karena pemasaran

juga dilakukan secara online. Rambak yang dipesan secara online akan dikirim

menggunakan jasa pengiriman sesuai dengan keinginan konsumen. Pengiriman

yang sudah pernah dilakukan adalah pengiriman ke Jakarta, Jogjakarta, dan

Bali. Untuk Jogjakarta dan Bali adalah pengiriman yang paling sering dilakukan

karena konsumen merupakan reseller karena barang yang dibeli dijual kembali.

Karena rambak ikan punti ini merupakan makanan jenis oleh – oleh khas Kota

Probolinggo, maka daerah pemasaran yang paling potensial adalah daerah

Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya seperti Pasuruan, Lumajang, dan

Malang. Pembeli rambak ikan punti ini rata – rata berasal dari Kabupaten

Probolinggo dan Kota Probolinggo. Konsumen yang membeli kebanyakan

menggunakan produk sebagai oleh – oleh apabila mau bepergian keluar kota.
22

Selain itu konsumen juga menjadikan rambak ikan sebagai suguhan apabila ada

tamu atau saudara dari luar kota.

Daerah pemasaran sekarang ini tergolong sudah meluas dibandingkan awal

dilakukannya produksi rambak ikan punti. Pada awal produksi, daerah

pemasaran baru mencakup Kota Probolinggo dan beberapa daerah Kabupaten

Probolinggo. Penyebaran daerah pemasaran ini berlangsung dengan sendirinya.

Sebelum dilakukan pemasaran secara online, penyebaran daerah pemasaran ini

terjadi berkat testimoni pelanggan yang pernah membeli terhadap rekan -

rakannya. Dari penyebaran mulut ke mulut ini akhirnya rambak ikan punti bisa

menyebar ke berbagai kota. Untuk memperluas daerah pemasaran, pemilik

memasarkan produknya secara online. Pemasaran ssecara online tidak

berlangsung begitu lama. Pemilik memutuskan berhenti melakukan pemasaran

online karena beberapa kali mengalami penipuan dengan kass barang sudah

dikirim tetapi uang belum masuk. Tetapi untuk sekarang ini pemasaran online

dilakukan kembali dengan syarat uang harus dikirim

4.3.2 Saluran Pemasaran

Keputusan mengenai saluran distribusi dalam pemasaran adalah merupakan

salah satu keputusan yang paling kritis yang dihadapi manajemen. Saluran yang

dipilih akan mempengaruhi seluruh keputusan pemasaran yang lainnya. Dalam

rangka untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen

maka perusahaan harus benar-benar memilih atau menyeleksi saluran distribusi

yang akan digunakan, sebab kesalahan dalam pemilihan saluran distribusi ini

dapat menghambat bahkan dapat memacetkan usaha menyalurkan barang atau

jasa tersebut (Lubis, 2004).

Saluran pemasaran produk rambak ikan punti telah mengalami banyak

perubahan. Pada saat awal produksi, pemilik sangat mengandalkan warugn dan
23

toko sebagai tempat penjualan dengan cara menitipkan produk. Pada saat itu

pemilik sistemnya menitipkan, jadi uang yang diterima adalah sesuai dengan

titipan yang terjual. Setelah produk laris dan memiliki pelnaggan, pemilik tidak

lagi menitipkan produknya karena barang sudah bisa laku di tempat produksi

bahkan sampai kekurangan stok. Kemudian pada tahun 2010 pernah ada suplier

dari luar kota yang menawarkan diri. Suplier berasal dari jogjakarta dan dari Bali.

Kebetulan kedua reseller tersebut memiliki toko oleh – oleh khas jadi itu

meruapakn saluran yang tepat untuk lebih memperkenalkan produknya. Sampai

tahun ke 2 suplier berhenti karena pemilik di Jogja meninggal duni dan tidak ada

yang meneruskan tokonya padahal terbilang produk tersebut laku disana.

Saluran pemasaran pada saat ini tidak sebanyak dulu. Kini pemilik langsung

menyalurkan produknya kepada konsumen. Jadi saluran yang terjadi hanya

antara produsen dan konsumen tanpa ada perantara didalamnya. Pemilik

membuka outlet di tempat produksinya, sehingga apabila konsumen ingin

membeli bisa datang langsung ke tempat tersebut.

4.3.3.1 Produk

Intensitas kompetisi di pasar memaksa perusahaan untuk mengupayakan

adaptasi produk yang tinggi guna meraih keunggulan yang kompetitif atas

pesaing, karena adaptasi produk dapat memperluas basis pasar lokal dan

ditingkatkan untuk preferensi lokal tertentu. Konsumen semakin banyak memiliki

alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk melakukan

pembelian dengan mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulan

produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk

membeli. Dari faktor-faktor tersebut, keunggulan produk termasuk ke dalam

pertimbangan utama sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk

merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru, dimana
24

kesuksesan produk tersebut diukur dengan parameter jumlah penjualan produk.

(Tjiptono, 2008 dalam Selang, 2013).

UKM Jaya Utama tidak begitu susah dalam menentukan strategi produknya.

Rambak ikan punti milik ukm ini merupakan produk yang belum ada di Kota

Probolinggo. Strategi produk yang dilakukan ukm ini berupa cara pengemasan

produknya karena produk yang dijual sudah berbeda dari produk lainnya. Mulai

awal dilakukan produksi rambak ikan punti, pengemasannya sudah berubah

sebanyak 3 kali. Pada saat awal produksi rambak dikemas menggunakan plastik

ukuran 0,05. Pada saat itu pemlik hanya bertujuan mengetahui apakah

konsumen mau menerima produk yang saat itu tergoling baru.

Gambar 6. Rambak Ikan Punti

Karena produknya diterima oleh masyarakat maka ukm ini memperbarui

kemasannya. Kemasan yang digunakan adalah plastik yang lebih tebal dengan

ukuran 0,08 dan pemberian label dengan menggunakan kertas print.

Penggantian ukuran ini dilakukan untuk mengatasi plastik yang mudah robek
25

sehingga rambak akan mudah ayem. Kemasan yang terakhir yaitu yang

digunakan sampai saat ini adalah menggunakan kemasan plastik yang lebih

tebal dengan ukuran 0,1 dan label yang lebih jelas dan bagus untuk menarik

pelanggan. Perubahan yang terakhir ini berkat adanya bantuan dari dinas

perikanan setempat agar produk tersebut memperoleh sertifikat halal dari

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemasan yang terakhir ini sudah tergolong layak

dan bisa dijadikan produk unggulan Kota Probolinggo.

4.3.3.2 Harga

Definisi harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan

sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Dari definisi di atas dapat

diketahui bahwa harga yang ibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang

diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap

penentuan harga berdasarkan tujuan yang hendak dicapainya. Adapun tujuan

tersebut dapat berupa meningkatkan penjualan, mempertahankan market share,

mempertahankan stabilitas harga, mencapai laba maksimum dan beberapa

lainnya (Engel dan Blackwell, 2004 dalam Selang, 2013).

Harga jual ikan punti adalah Rp 10.000 untuk 1 kemasan berukuran 100 gr.

Harga tersebut telah berubah sebanyak 5 kali dimana dulunya pada saat awal

produksi harga rambak sebesar Rp 5.000. Karena harga ikan punti yang setiap

tahunnya meningkat maka harga jual rambak juga ikut naik. Harga tersebut

tergolong harga yang wajar karena bersaing dengan produk subtitusi lainnya

seperti keripik singkong dan lainnya. Selain itu jumlah pelanggan juga sudah

banyak bahkan stok selalu habis.


26

4.3.3.3 Tempat

Lokasi atau tempat seringkali ikut menentukan kesuksesan perusahaan,

karena lokasi erat kaitannya dengan pasar potensial sebuah perusahaan.

Disamping itu, lokasi juga berpengaruh terhadap dimensi-dimensi strategi seperti

flexibility, competitive, positioning, dan focus. Fleksibelitas suatu lokasi

merupakan ukuran sejauh mana suatu perusahaan dapat bereaksi terhadap

perubahan situasi ekonomi. Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan

komitmen jangka panjang terhadap aspek-aspek yang sifatnya kapital intensif,

maka perusahaan benar-benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi

yang responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan persaingan di

masa mendatang. (Tjiptono, 1996 dalam Selang, 2013).

Lokasi pemasaran rambak ikan punti menjadi satu dengan tempat

produksinya yaitu di jalan ikan tongkol gang susu. Meskipun masuk ke dalam

gang, tetapi lokasi ini masih berada di kota dan berjarak sekitar 500 meter dari

alun – alun. Didepan gang juga sudah ada petunjuk besar untuk menandakan

keberadaan UKM Jaya Utama II. Selain itu Jaya Utama II juga sudah memiliki

nama di masyarakat sehingga tidak susah untuk mencarinya. Sayangnya dengan

kondisi seerti ini akan sullit bagi ukm ini untuk lebih berembang.

Gambar 7. Outlet Pemasaran


27

Lokasi Jaya Utama ini lebih mengarah ke lokasi yang dekat dengan bahan

baku. Karena bahan baku yang diolah mudah busuk maka pemilihan tempat

yang dekat dengan bahan baku. Karena ketersediaan dana yang tidak banyak

dan tidak adanya tempat yang lain maka tempat pemasarannya menjadi satu

dengan tempat produksi. Kedepannya memang pemilik ingin memiliki outlet yang

berada di daerah yang lebih strategis agar masaryarakat lebih mudah

menemukannya.

4.3.3.4 Promosi

Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan

aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,

mempengaruhi/membujuk, dan/atau meningatkan pasar sasaran atas

perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada

produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 2007 dalam

Selang, 2013).

Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Probolinggo ikut berperan dalam

mempromosikan rambak ikan punti. Langkah – langkah yang sering dilakukan

oleh DKP Probolinggo adalah menggelar pameran yang berisikan produk –

produk hasil dari ukm yang dibina dan Jaya Utama II adalah salah satu ukm yang

ikut dibina. Selain dari bantuan DKP setempat, pemilik juga mempromosikan

rambak ikan puntinya dengan berkelilng ke rumah – rumah.

4.3.4 STP

Segmentasi pasar yang dipilih oleh UKM Jaya Utama II adalah pasar oleh –

oleh khas. Daerah Probolinggo memang sudah terkenal dengan pelabuhannya,

dimana pelabuhan tersebut memiliki pasar ikan yang menjual beraneka ragam

ikan laut hasil tangkapan nelayan setempat. Tetapi kebanyakan orang hanya
28

bisa membeli produk ikan segar saja karena hampir tidak ada orang yang

menjual olahan ikan. Pada tahun 2000-an awal, ikan punti atau yang lebih

dikenal dengan ikan buntal merupakan tangkapan yang tidak diinginkan oleh

nelayan. Ikan punti tidak memiliki nilai ekonomis sama sekali mengingat dari

pemerintah juga ada himbauan untuk membuang ikan tersebut karena

mengandung racun yang berbahaya.

Ancaman akan bahaya ikan punti dilihat sebagai peluang oleh pemilik UKM

Jaya Utama II. Di daerah asal pemilik, yaitu Madura ikan punti sudah ada yang

mengolahnya bahkan dagingnya bisa dimakan. Kulit ikan punti yang tebal

akhirnya dicoba untuk dibuat kerupuk rambak. Tidak butuh waktu lama, produk

ini langsung diminati masyarakat, hingga ikan punti yang dulunya tidak memiliki

nilai ekonomis sama sekali akhirnya kini bisa dijual kisaran Rp 5.000 – Rp 8.000 /

kg.

Target pasar yang dituju UKM Ini telah mengalami perubahan. Pada awal

produksi, targetnya adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk

digunakan sebagai camilan. Tetapi setelah memiliki nama, UKM Jaya Utama II

meningkatkan kualitas produknya mulai dari pembenahan kemasan dan juga

labelingnya untuk mencoba menaikkan level pasarnya ke kelas menengah ke

atas. Dengan bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat produk ini

berhasil menembus kelas ekonomi menengah ke atas. Hingga kini rambak ikan

punti sudah berhasil menjadi produk oleh – oleh khas Probolinggo yang dicari

masyarakat.

Posisi dari produk rambak ikan punti milik UKM Jaya Utama 2 bisa terbilang

sebagai market leader. Selain sebagai UKM pertama yang mengolah kulit ikan

punti menjadi kerupuk rambak, jangkauan pemasarannya juga jauh lebih luas

dibandingkan ukm lain yang baru memproduksi rambak dari ikan punti. Harganya

yang relatif murah sangat menunjang eksistensi produk dari UKM Jaya Utama II
29

ini. Dengan demikian strategi yang diterapkan adalah terusmelakukan promosi

untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

4.4 Faktor Penghambat

Faktor penghambat yang paling utama dalam proses produksi adalah bahan

baku. Ikan punti tidak selalu ada di pasar sehingga membuat UKM Jaya Utama 2

sulit mengembangkan usahanya. Ikan punti dalam seminggu biasanya hanya

ada 1 – 3 kali saja. Sedangkan produk yang sudah jadi selalu habis terjual dan

tidak bisa produksi lagi karena menunggu ketersediaan stok bahan baku.

Selain bahan baku ada faktor lain yatu cuaca. Faktor ini sangat berpengaruh

sekali terhadap proses pengeringan kulit ikan. Pernah waktu itu UKM Jaya

Utama 2 mendapatkan bantuan alat pengering, tetapi pada saat dicoba hasilnya

tidak sama dengan dikeringkan menggunakan sinar matahari. Kulit yang

dikeringkan menggunakan alat cenderung keras dan bentuknya menjadi tidak

beraturan.
30

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Pratik kerja magang dilaksanakan pada 3 Juni sampai 3 Juli 2017 di UKM

Jaya Utama 2. UKM Jaya Utama 2 merupakan UKM yang bergerak di bidang

pengolahan hasil perikanan. Produk milik UKM ini antara lain rambak ikan punti,

rempeyek teri, rempeyek jenggelek, rempeyek tulang ikan, rempeyek kapasan,

terasi, dan stik teri. UKM Jaya Utama 2 berlokasi di jalan ikan tongkol, gang susu

1, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Adapun hasil

yang didapat dalam proses praktik kerja magang antara lain :

 UKM Jaya Utama 2 adalah UKM yang bergerak dalam bidang

pengolahan hasil perikanan. Produknya berupa aneka macam kerup yang

salah satunya adalah rambak ikan punti dengan segmentasi berupa pasar

oleh - oleh. UKM ini berada di jalan ikan tongkol gang susu 1, Kecamatan

Mayangan, Kota Probolinggo.

 Pengadaan bahan dilakukuan 2 hari sekali dan sangat tergantung pada

ketersediaan ikan punti yang tidak selalu ada. Rambak ikan punti dibuat

dengan cara memisahkan kulit ikan dari dagingnya (skinning), dengan

cara mengelupasnya mulai dari nagian kepala. Kemudian kulit ikan

dibersihkan dan dijemur di awah terik matahari. Waktu prroses

penjemuran tergantung dengan panas matahari yang berkisar 4 – 12 jam.

Kulit ikan yang sudah kering dihaluskan menggunakan palu. Kemudian

dilakukan pemotongan untuk kulit yang berukuran besar dan digoreng.

Proses penggorengan sekitar 3 menit dengan tanda – tanda rambak yang


31

sudah matang yaitu rambak menciut. Rambak selajutnya dikemasi

menggunakan plastik dan di tutup menggunakan sealer.

 Daerah pemasaran rambak ikan punti terkhusus pada Kota dan

Kabupaten Probolinggo. Rambak ikan punti dikemas menggunakan

plastik tebal berukuran 0,1 dengan diberi laber berwarna. Harga rambak

ikan punti adalah Rp 10.000 untuk setiap kemasan. Tempat pemasaran

menjadi satu bersama tempat produksi dan berlokasi di jalan ikan tongkol,

gang susu 1, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota

Probolinggo. Konsumen yang membeli rambak ikan punti dalam jumlah

banyak akan mendapatkan bonus rambak ikan punti tergantung jumalh

pembeliannya. Segmentasi yang dituju dari produk rambak ikan punti

adalah pasar oleh – oleh khas dengan target konsumen adalah

masyarakat menengah ke atas. Posisi rambak ikan punti saat ini sedang

menjadi market leader karena belum ada produk serupa yang dijual di

Kota Probolinggo.

 Faktor penghambat proses produksi adalah ketersediaan bahan baku

yang jarang dan cuaca yang tidak menentu yang berpengaruh dalam

proses pengeringan kulit ikan.

5.1 Saran

Secara keseuruhan UKM Jaya Utama 2 sudah berjalan dengan baik. Proses

pembuatannya juga sudah tergolong steril. Mateial handling juga sudah ditata

dengan baik sehingga alur proses produksi jelas. Pengemasan juga sudah

sesuai standar yang ditentukan oleh DKP setempat. Harapnnya ke depan UKM

ini sdah mulai berpikir mengenai ketersediaan bahan baku, karena hal ini yang

menentukan sekali apakah UKM Jaya Utama 2 bisa berkembang lagi atau tidak.

UKM Jaya Utama 2 harus mulai berpikir alternatif lain seperti mendatangkan
32

bahan baku dari tempat lain, atau mencari aternatif pengganti misalnya rambak

dari kulit ikan yang lain.


33

DAFTAR PUSTAKA

Anthara, I.M.A. 2011. Usulan Perbaikan Tata Letak Lantai dengan Metode Craft
untuk Meminimasi Ongkos Material Handling (Studi Kasus di CV. Karya
Mekar Bandung). Majalah ilmiah UNIKOM 8(1): 107-118

Asmi, N. 2014. Pengaruh Pemberdaan Bagian Kulit dan pH Larutan Perendam


Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Kuantitas dan Kualitas Kerupuk
Kulit Kerbau. SKRIPSI. Universitas Hasanuddin: Makasar

Batubara, H. 2013. Penentuan Harga Produksi Berdasarkan Metode Full Costing


pada Pembuatan Etalase Kaca dan Alumunium di UD. Istana Alumunium
Manado. Jurnal EMBA 1(3): 217-214

Djunaidi, M., Nugroho M.T., dan Anton, J. 2006. Simulasi Group Technology
System untuk Meminimalkan Bbiaya Material Handling dengan Metode
Heuristic. Jurnal ilmiah teknik industri 4(3): 129-138

Fattah, N. 2013. Landasan Manajemen Pendidikan. Remaja Rosdakarya.


Bandung

Insanu, R.K., Handayani, H.H., Sukojo, B.M. 2013. Analisis Pemetaan Zona
Penangkapan Ikan (Fishing Ground) dengan Menggunakan Citra Satelit
Terra Modis dan Parameter Oseanografi. Prosiding Seminar Nasional
Manajemen Teknologi XVIII tanggal 27 uli 2013: hlm. 1-13

Khusna, L. 2016. Implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan kualitas


pembelajaran mata pelajaran fiqih di ma al-hikmah langkapan srengat.
Skripsi

Kotler, P. dan Amstrong, G. 2008. Prinsip – prinsip Pemasaran. Penerbit


Erlangga: Jakarta

Lubis, A.N. 2004. Peranan Sluran Distribusi dalam Pemasaran Produk dan Jasa.
Jurnal e-USU Reporsitory: 1-14

Primyastanto, M. 2014. Pengembangan model ekonomi rumahtangga nelayan


payang dengan pemberdayaan kearifan lokal di selat madura. Disertasi

Rachmawati, R. 2011. Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap


Peningkatan Penjualan (Sebuah Kajian terhadap Bisnis Restoran). Jurnal
kompetensi teknik 2(2): 143-149

Riyadi, D.M.M. 2004. Kebijakan Pembangunan Sumber Daya Pesisir sebagai


Alternatif Pembangunan Indonesia Masa Depan. Disampaikan pada
Sosialisasi Nasional rogram MFCDP 22
34

Selang, C.A.D. 2013. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya terhadap


Loyalitas Konsumen pada Fresh Mart Bahu Mall Manado. Jurnal EMBA
1(3): 71-80
35

Lampiran 1. Peta Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo

Gambar 8. Peta Kecamatan Mayangan


36

Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan Praktek Kerja Magang

Gambar 9. Proses pengadaan bahan Gambar 10. Proses penjemuran kulit

Gambar 11. Proses penghalusan kulit Gambar 12. Penyamaan ukuran

Gambar 13. Proses penggorengan Gambar 14. Proses pengemasan


37

Gambar 15. Proses penimbangan Gambar 16. Proses penyegelan

Gambar 17. Wawancara Gambar 18. Foto bersama pemilik


UKM