Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Sekolah : SMA Negeri 1 Sukoharjo


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : XI / Satu
Materi Pokok : Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (3 kali pertemuan)

A. Kompetensi Inti
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif, dan proaktif; sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KI 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Indikator
3.5. Menganalisis kebijakan Pertemuan ke 15
moneter dan kebijakan fiskal 3.5.1. Menjelaskan pengertian kebijakan moneter
3.5.2. Mengidentifikasi tujuan dan peran kebijakan
moneter
3.5.3. Mengidentifikasi instrument kebijakan
moneter

Pertemuan ke 16
3.5.4. Menghitung besarnya jumlah uang yang
beredar
3.5.5. Menjelaskan Kebijakan Moneter sebagai salah
satu Kebijakan Ekonomi Makro
3.5.6. Menjelaskan Pengaruh Kebijakan Moneter
dalam Perekonomian

110
Pertemuan ke 17
3.5.7. Menjelaskan pengertian kebijakan fiskal
3.5.8. Mengidentifikasi tujuan dan peran kebijakan
fiskal
3.5.9. Mengidentifikasi instrument kebijakan fiskal
3.5.10. Mendeskripsikan kebijakan moneter dan
kebijakan fiskal
4.5. Menyajikan hasil analisis 4.5.1 Mengevaluasi peran dan fungsi kebijakan
kebijakan moneter dan moneter dan kebijakan fiskal
kebijakan fiscal

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dengan
menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik dapat
menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, dan menyajikan hasil analisis hasil
analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dengan dengan penuh tanggung jawab,
bekerja keras dan bekerja sama.

D. Materi Pembelajaran :
Pengetahuan Faktual
Perlu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Pemerataan pembangunan, Perluasan
kesempatan kerja, Pemerataan distribusi pendapatan, Kestabilan harga dan Keseimbangan
neraca pembayaran yang mantap
Pengetahuan Konseptual
Kebijakan Moneter
1. Pengertian kebijakan moneter
2. Tujuan kebijakan moneter
3. Instrumen kebijakan moneter
Kebijakan kebijakan fiskal
1. Tujuan kebijakan fiskal
2. Instrumen kebijakan fiskal
Prosedural :
Menganalisis kebijakan monetern dan fiskal, kebijakan non monetern dan non fiskal dalam
peningkatan pertumbuhan ekonomi
Metakognitif :
Menduga kekurangan dan merekomendasi cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi

E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran


a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : PBL
c. Metode : Ceramah, Diskusi, tanya jawab dan penugasan

F. Media Pembelajaran
Media/Alat : Laptop, LCD, Peta Konsep dan Power point

111
G. Sumber Belajar
Ismawanto. 2017. Buku Ekonomi untuk Kelas XI SMA Kurikulum 2013.
Ismawanto. 2017. Panduan Materi Sukses Olimpiade Sains Ekonomi Jilid 1 (Makro dan
Mikro). Jakarta: Bina Prestasi Insani.
Buku ekonomi lain yang relevan dan ber-isbn, internet dan nara sumber

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Pertemuan Minggu XV
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
Pendahuluan a) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses 15 menit
belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,
berdoa, presensi (absensi, kebersihan kelas, menyiapkan
media dan alat serta buku yang diperlukan).
b) Peserta didik ditegaskan kembali tentang topic dan
menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
c) Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya topik
pembelajaran ini.
d) Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang
harus dikuasai para peserta didik.Guru
memperingatkan kepada peserta didik bahwa
pembelajaran ini lebih ditekankan pemaknaan dan
pencapaian kompetensi.
e) Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok
(kelompokI,II,III,IV,V,danVI) dan diberikan waktu untuk
diskusi 60 menit.
( Caracter : bertaqwa, disiplin, tanggung jawab,
kerjasama)

Inti a) Sebelum peserta didik mempelajari pengertian 150 menit


kebijakan moneter, tujuan dan peran kebijakan
moneter, dan instrument kebijakan moneter,
peserta didik dapat diberikan apersepsi dengan
menanyakan tentang inflasi dan kebijakan untuk
mengatasi inflasi berdasarkan hal yang mereka
ketahui.
( Critical thingking : , menanyakan)
b) KelompokI, II dan III ditugaskan untuk melakukan
kajian tentang Pengertian kebijakan moneter, tujuan
dan peran kebijakan moneter melalui buku-buku yang
tersedia termasuk keperpustakaan.
c) Kelompok IV, V dan VI ditugaskan untuk melakukan
kajian tentang instrument kebijakan moneter melalui
buku-buku yang tersedia termasuk keperpustakaan.
( kegiatan literasi : melakukan kajian, melalui buku-
buku yang tersedia termasuk keperpustakaan )

112
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
d) Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai
dengan masalah yang dikaji. Hasil kajian itu sebaiknya
didukung dengangambar-gambar yang relevan.
e) Kelompok I, II, IV dan V ditunjuk oleh guru untuk
mempresentasikan kajiannya kemudian kelompok III
dan VI yang tidak presentasi dapat mengajukan
pertanyaan.
f) Peserta didik diminta menuliskan hasil diskusi pada
lembar kertas kerja.
g) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada
guru.
( Creatifity, comunication, and critical
Tingking:membuatlaporanmempresentasikan)
Penutup a) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami 15 menit
materi tersebut.
b) Peserta didik diminta untuk mengumpulkan kertas
kerja.
c) Guru menutup pembelajaran dengan memberikan
ringkasan tentang makna k e b i j a k a n m o n e t e r .
Dan mengajak berdoa semoga pembelajaran hari ini
bermanfaat untuk kita semua.
d) Peserta didik diberikan uji pemahaman materi dan
tugas mandiri atau tugas kelompok

b. Pertemuan Minggu XVI


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
Pendahuluan a) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses 15 menit
belajar mengajar;kerapiandankebersihanruangkelas,
berdoa, presensi (absensi, kebersihan kelas,menyiapkan
media dan alatserta buku yang diperlukan).
b) Peserta didik ditegaskan kembali tentang topic dan
menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
c) Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya topik
pembelajaran ini.
d) Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang
harus dikuasai para peserta didik.Guru
memperingatkan kepada peserta didik bahwa
pembelajaran ini lebih ditekankan pemaknaan dan
pencapaian kompetensi.
e) Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok
(kelompokI,II,III,IV,V,danVI) dan diberikan waktu untuk
diskusi 60 menit.
( Caracter : bertaqwa, disiplin, tanggung jawab,
113
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
kerjasama)

Inti a) Sebelum peserta didik mempelajari Kebijakan Moneter 150 menit


sebagai salah satu Kebijakan Ekonomi Makro dan
Pengaruh Kebijakan Moneter dalam Perekonomian,
peserta didikdapat diberikan apersepsi dengan
menanyakan tentang instrument kebijakan
moneter untuk mengatasi inflasi dan deflasi
berdasarkan hal yang mereka ketahui.
( Critical thingking : , mempelajari)
b) KelompokI, II dan III
ditugaskanuntukmelakukankajiantentang Kebijakan
Moneter sebagai salah satu Kebijakan Ekonomi Makro,
tujuan dan peran kebijakan monetermelaluibuku-
buku yangtersediatermasukkeperpustakaan.
c) KelompokIV, V dan VI ditugaskanuntuk melakukan
kajiantentang Pengaruh Kebijakan Moneter dalam
Perekonomian melalui buku-buku yang tersedia
termasuk keperpustakaan.
kegiatan literasi : melakukan kajian, melalui buku-
buku yang tersedia termasuk keperpustakaan )
d) Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai
dengan masalah yang dikaji. Hasil kajian itu sebaiknya
didukung dengan gambar-gambar yang relevan.
e) Kelompok III, IV, V dan VI ditunjuk oleh guru untuk
mempresentasikan kajiannya kemudian kelompok I
dan II yang tidak presentasi dapat mengajukan
pertanyaan.
f) Peserta didik diminta menuliskan hasil diskusi pada
lembar kertas kerja.
g) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada
guru.
( Creatifity, comunication, and critical
Tingking:membuatlaporanmempresentasikan)
Penutup a) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami 15 menit
materi tersebut.
b) Peserta didik diminta untuk mengumpulkan kertas
kerja.
c) Guru menutup pembelajaran dengan memberikan
ringkasan tentang makna Kebijakan Moneter sebagai
salah satu Kebijakan Ekonomi Makro dan Pengaruh
Kebijakan Moneter dalam Perekonomian. Dan mengajak
berdoa semoga pembelajaran hari ini bermanfaat
untuk kita semua.
d) Peserta didik diberikan uji pemahaman materi dan
114
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
tugas mandiri atau tugas kelompok

c. Pertemuan Minggu XVII


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
Pendahuluan a) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses 15 menit
belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,
berdoa, presensi (absensi, kebersihan kelas,menyiapkan
media dan alatserta buku yang diperlukan).
b) Peserta didik ditegaskan kembali tentang topic dan
menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
c) Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya topik
pembelajaran ini.
d) Gurum menyampaikan tujuan dan kompetensi yang
harus dikuasai para peserta didik.Guru
memperingatkan kepada peserta didik bahwa
pembelajaran ini lebih ditekankan pemaknaan dan
pencapaian kompetensi.
e) Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok
(kelompokI,II,III,IV,V,danVI) dan diberikan waktu untuk
diskusi 60 menit.
Caracter : bertaqwa, disiplin, tanggung jawab,
kerjasama
Inti a) Sebelum peserta didik mempelajari Kebijakan fiskal, 150 menit
peserta didik dapat diberikan apersepsi dengan
menanyakan tentang pendapatan dan belanja
negara dan hal-hal yang telah mereka ketahui.
( Critical thingking : , menanyakan)
b) KelompokI, II dan III ditugaskan untuk melakukan
kajian tentang pengertian kebijakan fiskal, Tujuan dan
peran kebijakan fiscal melalui buku-buku yang tersedia
termasuk keperpustakaan.
c) Kelompok IV, V dan VI ditugaskanuntuk melakukan
kajian tentang instrument kebijakan fiskal melalui buku-
buku yang tersedia termasuk keperpustakaan.
( kegiatan literasi : melakukan kajian, melalui buku-
buku yang tersedia termasuk keperpustakaan )
d) Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai
dengan masalah yang dikaji.Hasil kajian itu sebaiknya
didukung dengangambar-gambar yang relevan.
e) Kelompok I, II, III dan VI ditunjuk oleh guru untuk
mempresentasikan kajiannya kemudian kelompok IV
dan V yang tidak presentasi dapat mengajukan
pertanyaan.
115
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
f) Peserta didik diminta menuliskan hasildiskusi pada
lembar kertas kerja.
g) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada
guru.
( Creatifity, comunication, and critical
Tingking:membuat laporan mempresentasikan )

Penutup a) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami 15 menit


materi tersebut.
b) Peserta didik diminta untuk mengumpulkan kertas
kerja.
c) Guru menutup pembelajaran dengan memberikan
ringkasan tentangmakna K e b i j a k a n f i s k a l . Dan
mengajak berdoa semoga pembelajaran hari ini
bermanfaat untuk kita semua.
d) Peserta didik diberikan uji pemahaman materi dan
tugas mandiri atau tugas kelompok

I. Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran


1. Teknik Penilaian:
A. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
B. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik dan Portofolio
2. Bentuk Penilaian :
A. Tes tertulis : Pilihan ganda dan Uraian beserta pedoman penilaian
B. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi dan pedoman penilaian
C. Portofolio : Pengumpulan tugas mandiri
3. Instrumen penilaian : terlampir
4. Alat Penilaian : Soal terlampir

Sukoharjo, 18 Juli 2017


Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA Negeri 1 Sukoharjo Ekonomi

SRI SOEWARSIH, SPd. MPd. RETNO INDAH, SE


NIP. 19691114 199412 2001 NIP. 19700104 199203 2 004

116
Lampiran Materi Pembelajaran
Materi Pertemuan XV

KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL

A. KEBIJAKAN MONETER

4. Pengertian kebijakan moneter


Kebijakan moneter atau politik moneter adalah kebijakan yang meliputi langkah-langkah
pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi
(merubah) penawaran uang dalam perekonomian atau merubah tingkat bunga, dengan
maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.
Kebijakan moneter dibedakan menjadi dua macam bentuk yaitu :
a. Kebijakan Moneter Ekspansif (Easy Money Policy / politik uang longgar) adalah
kebijakan untuk meningkatkan permintaan agregat sehingga dapat menaikkan
pendapatan nasional atau produksi nasional dan berakibat terjadi kenaikan harga-
harga (inflasi). Permintaan Agregat (Aggregate Demand : AD) adalah permintaan
keseluruhan dalam perekonomian pada berbagai tingkat harga.
b. Kebijakan Moneter Kontraktif (Tight Money Policy / Politik uang ketat)adalah
kebijakan untuk meningkatkan penawaran agregat sehingga dapat menambah
produksi barang/jasa nasional dan berakibat terjadi penurunan harga-harga
(deflasi). Penawaran Agregat (Aggregate Supply : AS) adalah pendapatan nasional
riil (nilai barang dan jasa) yang akan diproduksikan/diciptakan oleh perusahaan pada
berbagai tingkat harga.

5. Tujuan dan peran kebijakan moneter


Tujuan pemerintah melakukan kebijakan moneter antara lain :
a. Menyelenggarakan dan mengatur peredaran uang.
b. Menjaga dan memelihara kestabilan nilai uang rupiah, baik untuk dalam negeri
maupun untuk lalu lintas pembayaran luar negeri
c. Memperluas, memperlancar dan mengatur lalu lintas pembayaran uang giral
d. Mencegah terjadinya inflasi (kenaikan harga barang secara umum)
Peran kebijakan moneter diantaranya
a. Menjaga Stabilitas Ekonomi
b. Menjaga Kestabilan Harga
c. Meningkatkan Kesempatan Kerja
d. Memperbaiki Nereca Perdagangan dan Neraca Pembayaran

6. Instrumen Kebijakan Moneter


Instrumen kebijakan moneter atau jenis kebijakan moneter, diantaranya :
a. Kebijakan Moneter Kuantitatif
Kebijakan moneter dalam rangka untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar
yang bersifat kuantitatif antara lain :
1) Discount Policy (Politik diskonto) artinya kebijakan untuk menaikkan atau
menuruntak suku bunga bank dalam rangka untuk memperlancar likuiditas
sehari-hari.

117
2) Open Market Policy (Politik pasar terbuka atau operasi pasar terbuka) artinya
Kebijakan untuk memperjualbelikan surat-surat berharga oleh Bank Indonesia di
pasar uang.
3) Cash Receive Ratio (Politik Cadangan Kas atau Giro wajib minimum) artinya
kebijakan untuk menaikan atau menurunkan cadangan kas yang harus ada di
bank-bank umum.

Jumlah uang yang beredar dapat dirumuskan sebagai berikut :


Alat likuid atau uang tunai
Jumlah uang yang beredar =
Cadangan wajib minimum

Contoh : Jika bank Indonesia menetapkan cadangan wajib minimum yang harus
ditaati oleh bank umum sebesar 12,5%, dan bank umum memiliki alat likuid sebesar
Rp 400 milyar, maka Jumlah uang yang beredar adalah :

Rp 400.000.000.000,00
Jumlah uang yang beredar = = Rp 3.200.000.000.000,00
12,5%

b. Kebijakan Moneter Kualitatif


1) Plafon Credit Policy (Politik Pagu kredit) artinya kebijakan untuk mmperketat
atau mempermudah dalam pembelian pinjaman kepada masyarakat.
2) Moral Suation Policy (Politik Pembujukan Moral) artinya Bank Indonesia
menghimbau kepada bank-bank umum untuk mempertimbangkan kondisi
ekonomi secara makro agar arus uang dapat berjalan dengan lancar.

INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN XXII

Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!


1. Jelaskan perbedaan antara Kebijakan Moneter!
2. Identifikasikan bentuk kebiajakn moneter!
3. Identifikasikan tujuan kebijakan Moneter!
4. Bagaimana peran kebijakan moneter? Jelaskan!
5. Identifikasikan instrument kebijakan moneter!

Score : Setiap soal memiliki nilai 5


Nilai akhir : JUmlah Score x 4

TUGAS MANDIRI
Isilah perhitungan jumlah uang yang beredar terait dengan politik cash ratio !
Jumlah uang yang Kredit yang dapat
No. Cadangan kas Alat likuid
beredar diberikan
1. 40% Rp 100.000.000,00 Rp …………………. Rp ………………….
2. 15% Rp 265.000.000,00 Rp …………………. Rp ………………….
3. 10% Rp 800.000.000,00 Rp …………………. Rp ………………….
4. 30% Rp 275.000.000,00 Rp …………………. Rp ………………….
5. 25% Rp 400.000.000,00 Rp …………………. Rp ………………….

118
Materi Pertemuan XVI

7. Kebijakan Moneter sebagai salah satu Kebijakan Ekonomi Makro


Kebijakan moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan makro ekonomi,
sehingga kebijakan moneter tersebut ditujukan untuk mendukung sasaran ekonomi
makro. Ban Indonesia sebagai bank sentral mempunyai otoritas moneter yang
mengatur peredaran uang di masyarakat dan mengatur alokasi uang yang beredar serta
mempengaruhi tingkat bunga dalam rangka untuk mencapai sasaran ekonomi makro
seperti yang telah disebutkan di muka, yaitu : pertumbuhan ekonomi yang tinggi,
Pemerataan pembangunan, Perluasan kesempatan kerja, Pemerataan distribusi
pendapatan, Kestabilan harga dan Keseimbangan neraca pembayaran yang semakin
mantap. Sasaran tersebut sedapat mungkin diusahakan untuk tercapai secara maksimal
dan serentak.
Ada beberapa pilihan atau alternatif yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam
memantapkan kebijakan moneter dalam rangka mencapai sasaran tersebut, yaitu :
1.Memilih tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan mengabaikan tingkat
inflasi dan keseimbangan neraca pembayaran
2. Memilih tingkat inflasi yang rendah dan keseimbangan neraca pembayaran dengan
mengabaikan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja
3. Menetapkan semua sasaran yang akan dicapai secara serentak, tetapi tidak satupun
sasaran dapat dicapai secara maksimal
Kebijakan moneter pada dasarnya dapat pula dibedakan antara Kebijakan Moneter
Longgar (Easy Monetery Policy) dan Kebijakan Moneter Ketat (Tight Monetery Policy).
Kebijakan Moneter Longgar pada umumnya ditempuh untuk mengatasi kelesuan
ekonomi dlam negeri, dengan penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga
pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, namun terjadi inflasi dan dapat menekan
keseimbangan neraca pembayaran.Kebijakan Moneter Ketat dilakukan untuk menjaga
kestabilan harga dan dapat membantu keseimbangan neraca pembayaran dengan cara
mengurangi jumlah uang yang beredar, akan tetapi dapat memperkecil pertumbuhan
ekonomi suatu negara

8. Pengaruh Kebijakan Moneter dalam Perekonomian


Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa Kebijakan moneter di suatu negara sangat
terbatas operasinya, terlebih di negara-negara yang sedang berkembang. Beberapa alasan
dikemukakan untuk menjelaskan keterbatasan operasi kebijakan moneter, antara lain :
1. Sempitnya ruang lingkup pasar uang
2. Berkembangnya lembaga-lembaga keuangan non bank di negara sedang berkembang
3. Banyaknya bank-bank umum yang mempunyai kelebihan dana
4. Banyaknya bank-bank asing yang mendapatkan kemudahan serta prioritas untuk
terhindar dari kebijakan moneter

INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN XXIII


Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!
1. Mengapa kebijakan moneter sebagai salah satu kebijakan ekonomi makro? Jelaskan!
2. Identifikasikan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi makro!

119
3. Apa yang dimaksud politik uang ketat dan politik uang longgar? Jelaskan!
4. Bagaimana pengaruh kebijakan moneter terhadap Kegiatan Perekonomian !
5. Siapa yang mengatur dan melaksanakan kebijakan moneter? Jelaskan!

Score : Setiap soal memiliki nilai 5


Nilai akhir : Jumlah Score x 4

TUGAS KELOMPOK
1. Carilah informasi melalui internet tentang berbagai kebijakan moneter yang dilakukan oleh
Bank Indonesia!
2. Diskusikan dengan kelompokmu untuk membahas dan menganalisis berbagai kebijakan
moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia!
3. Buatlah laporan hasil diskusi dan sampaikan kepada gurumu!

120
Materi Pertemuan XVII

B. KEBIJAKAN FISKAL

3. Pengertian kebijakan fiskal


Kebijakan Fiskal atau Kebijakan Anggaran adalah kebijakan pemerintah yang
berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran Negara atau APBN, agar sesuai
dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dan pada gilirannya akan meningkatkan
penciptaan lapangan kerja.
Kebijakan Fiskal dapat dibedakan menjadi dua macam bentuk, yaitu :
a. Kebijakan Fiskal Ekspansif adalah kebijakan pemerintah untuk menambah
pengeluaran negara sehingga meningkatkan investasi dan menciptakan suatu
kegiatan ekonomi dengan penggunaan tenaga kerja yang tinggi/penuh tanpa inflasi
dan selalu mengalami pertumbuhan yang memuaskan.
b. Kebijakan Fiskal Kontraktif adalah kebijakan pemerintah untuk menambah
penerimaan negara dengan peningkatan pajak / mengefektifkan pajak atau
mengurangi pengeluaran negara sehingga inflasi dapat teratasi.

4. Tujuan dan peran kebijakan fiskal


Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam bidang anggaran dan belanja negara
yang bertujuan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Kebijakan fiskal bukan
semata‐mata kebijakan dibidang perpajakan, akan tetapi menyangkut bagaimana
mengelola pemasukan dan pengeluaran negara untuk mempengaruhi perekonomian.
Kebijakan fiskal dilakukan pemerintah disebabkan :
a. Semakin diperlukannya peran pemerintah dalam perekonomian
b. Kegagalan kebijakan Moneter menangani ketidakstabilan ekonomi terutama yang
berhubungan dengan ketenagakerjaan (pengangguran terbuka semakin meningkat)
c. Pembagian dan distribusi pendapatan sebagian besar terkonsentrasi pada kelompok
tertentu tertentu yang mendominasi perekonomian
Sedangkan Tujuan kebijakan Fiskal
– Mencegah pengangguran atau meningkatkan kesempatan kerja
– Stabilitas harga atau menanggulangi inflasi
– Untuk mendorong investasi sosial secara optimal
– Meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidakstabilan internasional
– Untuk meningkatkan dan meredistribusikan Pendapatan Nasional

5. Instrumen kebijakan fiskal


Jenis Kebijakan fiskal :
a. Kebijakan fiskal deskresioner, menyangkut kebijakan anggaran belanja –surplus atau
defisit
Kebijakan Fiskal Diskresi Adalah tindakan strategis di bidang fiskal yang mandatoris
sudah melekat dan yang bersifat aktif menjadi wewenang serta tanggung jawab dari
pejabat pembuat kebijakan sebagaimana yang sudah diatur oleh undang‐undang.
(Karena melaksanakan undang‐undang, berarti sudah mendapat ijin dari DPR). Ketika
tindakan strategis yang akan diambil belum diatur / tidak menjadi kewenangannya,
maka presiden bisa membuat peraturan pemerintah pengganti undang‐undang untuk
itu. Perubahan kebijakan fiscal yang diajukan oleh presiden (diusulkan oleh ekonom
121
penasehat presiden) dimana tindakantindakan yang harus diambil misalnya dalam
perubahan tingkat pajak, dan dalam program pemberian subsidi, memerlukan
persetujuan dari DPR dan jika akhirnya DPR bisa menyetuji, maka perubahan ini
merupakan diskresi dari pejabat atau institusi terkait
b. Kebijakan fiskal Penstabil Otomatik (built in stability) berupa pajak, asuransi
pengangguran dan kebijakan harga minimum
Penyeimbang otomatis adalah sebuah mekanisme yang dapat menaikkan atau
menurunkan penerimaan pajak (T) maupun belanja pemerintah (G) secara otomatis
tanpa secara khusus menetapkan kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan T
dan G. Jadi penyeimbang otomatis adalah mekanisme yang dapat menaikkan deficit
anggaran belanja pemerintah (menurunkan surplus anggaran pemerintah) selama
kurun waktu resesi dan menaikkan surplus anggaran pemerintah (atau menurunkan
deficit anggaran pemerintah) selama periode ekspansi tanpa memerlukan tindakan
yang nyata / spesifik dari pembuat kebijakan.

Sedangkan Instrumen Kebijakan fiskal, diantaranya :


a. Pembiayaan Fungsional
b. Pengelolaan anggaran
c. Stabilisasi anggaran otomatis
d. Anggaran belanja seimbang (kebijakan anggaran belanja defisit untuk mengatasi
depresi dan pengangguran. Bila terjadi inflasi maka kebijakan anggaran surplus
dilakukan)

INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN XXIV


Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!
1. Jelaskan pengertian kebijakan fiscal!
2. Jelaskan bentuk-bentuk kebijakan fiscal!
3. Identifikasikan tujuan dan peran kebijakan fiscal!
4. Identifikasikan instrument kebijakan fiscal!
5. Siapa yang berwenang mengambil kebijakan fiscal di Indonesia? Jelaskan!

Score : Setiap soal memiliki nilai 5


Nilai akhir : Jumlah Score x 4

TUGAS KELOMPOK
1. Carilah informasi melalui internet tentang berbagai kebijakan fiskal yang dilakukan oleh
Pemerintah Indonesia!
2. Diskusikan dengan kelompokmu untuk membahas dan menganalisis berbagai kebijakan
fiskal yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia!
3. Buatlah laporan hasil diskusi dan sampaikan kepada gurumu!

TUGAS MANDIRI
Bagaimana caranya pemerintah untuk dapat mengefektifkan kebijakan fiscal, sehingga dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat serta pendapatan nasional?

122
PENILAIAN LAPORAN
Penilaian kompetensi ketrampilan :Penilaian Proyek
KD IPK
4.7. Menyajikan hasil analisis 4.7.1. Mengevaluasi peran dan fungsi kebijakan
kebijakan moneter dan moneter dan kebijakan fiskal
kebijakan fiscal

Rubrik Penilaian :
Keakuratan
Kuantitas
Nama Sistematika Sumber Analisis Simpulan
No Sumber
Siswa/Kelompok Penulisan Data / Data laporan
Data
Informasi
1.
2.
3.
dst

Jumlah perolehan
Score : 5,0

Keterangan :
Skala penilaian laporan dibuat dengan rentang antara 0 s.d 100.
Predikat :
86 – 100 : Sangat Baik
71 – 85 : Baik
56 – 70 : Cukup
≤ 55 : Kurang

123
SOAL ULANGAN HARIAN

1. Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter….


A. ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio
B. ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio
C. kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio
D. kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio
E. ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto

2. Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka....
A. menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang)
naik dari kiri bawah ke kanan atas
B. menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang)
naik dari kiri bawah ke kanan atas
C. tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran
uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas
D. tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang)
naik dari kiri bawah ke kanan atas
E. tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang)
vertikal

3. Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara….


A. menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan
meningkatkan pemungutan pajak (Tx)
B. menurunkan G. mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx
C. menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx
D. meningkatkan G. mengurangi Tr. dan menurunkan Tx
E. meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx

4. Dilakukan dengan cara apakah kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam
melakukan kebijakan moneter?
A. Mengatur jumlah pemberian kredit
B. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang
C. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio)
D. Mengatur tingkat bunga tabungan
E. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum

5. Keadaan dalam masyarakat terjadi harga yang selalu naik, banyak terjadi PHK,
pengangguran bertambah, inflasi semakin tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut
pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :
1. menaikkan tariff pajak
2. diversifikasi pajak
3. menaikkan suku bunga
4. politik pasar terbuka
5. mengadakan diskriminasi harga
Yang termasuk kebijakan fiskal adalah ….
A. 1 dan 2

124
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 3 dan 5
E. 4 dan 5

6. Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap
mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah
adalah....
A. menaikkan suku bunga bank
B. membeli surat berharga
C. memberikan subsidi kepada masyarakat
D. membatasi pengeluaran negara
E. menaikkan pajak penghasilan

7. Apa akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan
kebijakan moneter yang ekspansif?
A. Output bertambah, suku bunga tetap
B. Output bertambah, suku bunga turun
C. Output bertambah, suku bunga naik
D. Output turun, suku bunga naik
E. Output turun, suku bunga turun

8. Di bawah ini adalah jenis kebijakan moneter yang berhubungan dengan pengaturan jumlah
uang yang beredar di masyarakat, kecuali ... .
A. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy)
B. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)
C. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy) / Tight Money Policy
D. Fasilitas diskonto (Discount Rate)
E. Meningkatkan jumlah barang di pasar output

9. Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp 10.500,00 menjadi
Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan.
Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah ... .
A. memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang
B. meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat
C. membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal
D. menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan
E. menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman

10. Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka
pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal.
Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah ... .
A. menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya
B. menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal
C. memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai
D. meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi
E. membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri

125
11. Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat
dilakukan dengan cara ... .
A. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah
B. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat
berharga pemerintah
C. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga
pemerintah
D. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga
pemerintah
E. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat
bunga Bank Sentral pada bank umum

12. Cara pemerintah mengatasi inflasi yang dilakukan dengan menerapkan kebijakan moneter
dan kebijakan fiskal adalah:
1. politik diskonto
2. menaikkan pajak
3. politik pasar terbuka
4. menaikkan cash ratio
5. meningkatkan impor
6. meningkatkan pinjaman
Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah
….
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 4
C. 2, 4, dan 5
D. 3, 4 dan 5
E. 4, 5 dan 6

13. Pada kondisi apakah pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun
kebijakan moneter?
A. Ekonomi mengalami deflasi.
B. Perekonomian berada dibawah output potensialnya.
C. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat
pengangguran.
D. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran.
E. Ekonomi mengalami inflasi.

14. Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp 10 trilyun Pada saat
yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses
penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar... .
A. Rp 10,2 trilyun
B. Rp 12 trilyun
C. Rp 50 trilyun
D. Rp 102 trilyun
E. Rp 500 trilyun

126
15. Bank X menerima tambahan deposit Rp. 500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada
nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan
pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan
menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah ….
A. 50 juta
B. 500 juta
C. 1.000 juta
D. 5.000 juta
E. 50.000 juta

16. Kalau GWM atau reserve requirement bank – bank umum sebesar 5 %, maka multiplier
deposit adalah sebesar :
A. 5 c. 15 e. 25
B. 10 d. 20

17. Kalau GWM di naikkan dari 5% menjadi 10 % maka :


A. multiplier naik menjadi 10 kali
B. multiplier turun menjadi 10 kali
C. multiplier tetap
D. multiplier naik menjadi 50 kali
E. multiplier turun menjadi 5 kali

18. Jika defisit riil senilai Rp. 100 Milyar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal
senilai Rp. 400 Milyar, maka total hutang akan sebesar:
A. Rp. 1 Triliun. D. Rp. 4 triliun
B. Rp. 2 Triliun. E. Rp. 5 triliun
C. Rp. 3 Triliun.

19. Misalkan sistem perbankan memiliki Rp. 100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp.
35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20%
dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum
yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar:
A. Rp. 15.000.000,-
B. Rp. 75.000.000,-
C. Rp. 175.000.000,-
D. Rp.500.000.000,-
E. Rp.675.000.000,-

20. Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat
menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu
kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah
cadangan/persediaan kas (cash ratio policy).
Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah … .
A. jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami
penurunan
B. harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar
berkurang

127
C. penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak
beredar
D. jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah
uang
E. penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan
semakinbertambah

21. Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit)
sebesar Rp. 400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp. 360 Triliun, dan total
hutang Indonesia mencapai Rp. 2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai:
A. 0,5%
B. 1,0%
C. 1,5%
D. 2,0%
E. 2,5%

22. Jika defisit riil senilai Rp. 200 Milyar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal
senilai Rp. 800 Milyar, maka total hutang akan sebesar:
A. Rp. 3 Triliun.
B. Rp. 4 Triliun.
C. Rp. 5 Triliun.
D. Rp. 6 Triliun.
E. Rp. 8 Triliun.

23. Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia
sebagai bank sentral, kecuali....
A. operasi pasar terbuka
B. menetapkan giro wajib minimum
C. menjual saham
D. kebijakan tingkat diskonto
E. pengawasan kredit secara selektif

24. Apabila tingkat inflasi pada 2010 adalah 10 persen dan kemudian pada 2011 menjadi 7
persen, manakah dari pemyataan berikut yang paling tepat?
A. tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun
B. tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik
C. tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap
D. tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik
E. tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun

25. Misalkan sistem perbankan memiliki Rp. 100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp.
35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20%
dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum
yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar:
A. Rp. 15.000.000,- D. Rp.500.000.000,-
B. Rp. 75.000.000,- E. Rp.675.000.000,-
C. Rp. 175.000.000,-

128
KUNCI JAWABAN :
1C 16 D
2E 17 B
3B 18 D
4D 19 B
5A 20 B
6B
7A 21 D
8E 22 D
9D 23 C
10 C 24 B
11 C 25 B
12 B
13 C
14 D
15 E

129