Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

Sistem kardiovaskuler merupakan sistem sirkulasi untuk pertukaran zat dalam


tubuh manusia yang terdiri dari jantung sebagai pompa dan pembuluh darah sebagai
pipa yang mengedarkan darah ke dan dari seluruh tubuh (1). Jantung adalah sebuah
organ berotot dengan empat ruang yang terletak di rongga dada dibawah
perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri sternum (2). Jantung memiliki empat
ruang yaitu, atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri (3). Atrium
dan ventrikel sebelah kanan dipisahkan oleh katup trikuspid dan yang sebelah kiri
dipisahkan oleh katup biskupid atau yang lebih dikenal dengan katup mitral. Katup
trikuspid dan katup mitral berfungsi mencegah darah yang telah dipompakan atrium
ke ventrikel kembali lagi ke atrium ketika ventrikel berkontraksi (4).

1
2

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Awad (5), katup jantung yang
tersering mengalami kerusakan adalah mitral dan diikuti dengan aorta dimana
awalnya berupa regurgitasi dan akhirnya setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun
berpotensi menjadi stenosis. Mitral regurgitasi (MR) adalah penyakit katup jantung
yang secara klinis paling umum ditemui baik dalam studi populasi dan studi berbasis
masyarakat di Amerika Serikat (6). Pada Euro heart survey terhadap penyakit jantung
katup, MR merupakan penyakit katup asli tunggal nomor dua paling sering dan
menyumbang sebanyak 31,6% dari pasien penyakit jantung katup dengan etiologi
degeneratif sebanyak 61,3%, rematik 14,2%, endokarditis 3,5%, inflamasi 0,8%,
kongenital 4,8%, iskemik 7,3%, lain-lain 8,1% (7). Di Indonesia penyebab terbanyak
Regurgitasi Mitral adalah demam rematik yang meninggalkan kerusakan yang
menetap, tetapi sekitar 30%-nya tidak mempunyai riwayat demam rematik yang jelas
(8).Mitral regurgitasi adalah kondisi dimana terjadi aliran darah balik dari ventrikel
kiri ke atrium kiri pada saat sistolik. Mitral regurgitasi terjadi akibat abnormalitas
berbagai komponen katup mitral, seperti daun katup, anulus, chorda tendinae dan
muskulus papilaris.3 Penyebab utama dari MR termasuk mitral valve prolapse
(MVP), penyakit jantung rematik, endokarditis infektif, kalsifikasi annulus,
kardiomiopati, dan penyakit jantung iskemik (9).
Pada MR sekitar 50% isi sekuncup ventrikel kiri masuk kedalam atrium kiri
sebelum katup aorta membuka. Besaran volume regurgitan tergantung dari ukuran
mulut katup yang mengalami abnormalitas dan perbedaan tekanan antara ventrikel
dan atrium kiri saat sistolik (9). Pada penderita MR terjadi beban volume (preload)
dan juga beban tekanan/resistensi (afterload) yang berlebihan, sehingga amat
membebani ventrikel kiri. Kondisi ini dikompensasi dengan menambah massa
otot/hipertrofi ventrikel kiri. Lambat laun ventrikel kiri akan mengalami dilatasi dan
annulus mitral juga melebar. Kondisi ini tentu akan memperberat derajat MR. Oleh
karena itu, penatalaksanaan keadaan MR menjadi sangat penting terkait dengan
tatalaksana dan prognosis dari penyakit tersebut (10). Adapun penyebab paling umum
mitral regurgitasi adalah karena bersifat degeneratif, baik karena degeneratif
3

myxomatous atau defisiensi fibroelastis pada jaringan katup yang menyebabkan


prolapse katup mitral, sedangkan penyebab MR yang jarang ditemukan adalah karena
penyakit jantung rematik yang banyak terjadi dinegara berkembang (11).
Tujuan dari penatalaksanaan terapi pasien MR adalah untuk mengurangi
morbiditas dan mencegah komplikasi, dimana dalam melakukan penatalaksanaan
tersebut harus sesuai dengan kondisi atau gejala yang dialami pasien, oleh sebab itu
pelayanan farmasi rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem
pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien,
penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang
bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi
klinik. Dalam melakukan pelayanan kefarmasian, harus mengikuti standar yang
ditetapkan oleh PerMenKes no. 72 Tahun 2016 (12) tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit, meliputi standar pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dan standar pelayanan farmasi klinik.
Pelayanan farmasi klini yang dimaksud meliputi pengkajian dan pelayanan Resep,
penelusuran riwayat penggunaan Obat, rekonsiliasi Obat, Pelayanan Informasi Obat
(PIO), konseling, visite, Pemantauan Terapi Obat (PTO), Monitoring Efek Samping
Obat (MESO), Evaluasi, Penggunaan Obat (EPO), dispensing sediaan steril dan
Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD).
Pada laporan ini akan dibahas kasus mengenai mital regurgitasi (MR) berdasarkan
informasi-informasi yang diperoleh dari catatan rekam medik yang menyangkut profil
pasien, data klinik, data laboratorium, dan profil pengobatan menyangkut rasionalitas
penggunaan obat berdasarkan standar yang berlaku.BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Jantung
II.1.1 Anatomi Jantung
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem sirkulasi untuk pertukaran zat dalam
tubuh manusia yang terdiri dari jantung sebagai pompa dan pembuluh darah sebagai
pipa yang mengedarkan darah ke dan dari seluruh tubuh (1). Organ jantung terletak
dalam ruang toraks, dengan arah oblik (45º dari garis sagital) tepat di tengah daerah
mediastinum, dan di atas diafragma. Mediastinum adalah daerah di antara kedua
paru-paru (13).

Gambar II.1 Letak jantung dalam rongga toraks dan tempat mendengarkan suara katup jantung,
A = Aorta, P = Pulmonal, M = Mitral, T = Triskupid (14).

4
5

Jantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang terletak di rongga
dada dibawah perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri sternum. Ukuran
jantung lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kira-kira 250-
300 gram (Syaifuddin, 2006). Jantung orang dewasa memiliki panjang 12 cm dari
basis ke apeks. Diameter transversal jantung yang paling luas adalah 8-9 cm dan
diameter anterior ke posteriornya adalah 6 cm. Jantung memiliki berat yang
bervariasi rata-rata 300 gram untuk pria dan rata-rata 250 gram untuk wanita. Berat
dewasa tersebut dicapai ketika berumur 17 sampai 20 tahun (14).