Anda di halaman 1dari 1

Masa SMA masa dimana penuh warna, cerita, cinta dan kasih sayang.

Waktu kelas 1 SMA ada kakak kelas yang naksir wihh udah seneng banget. Tanpa basa basi lagi,
saat dia nembak langsung maen terima-terima aja tuh tanpa mikir dulu kedepannya kaya gimana.
Ehh ternyata sesuatu yang tidak dipikirkan secara matang terlebih dahulu semuanya juga tidak
akan baik, yang pada akhirnya tidak lama kemuadian putus dengan alasan yang sudah biasa yaitu
“pengen fokus belajar”. Oke aku terima dengan hati yang sakit sih, tapi tak apalah itu pelajaran
buatku. Dari situ aku mulai buka lembaran yang baru lagi, oke mulai sekarang aku harus rajin
belajar dan hanya fokus sama sekolah.

Setelah beberapa bulan, ada temen sekelasku nih yang mulai deketin aku dan waktu itu juga aku
lagi dideketin sama kakak kelas, tapi mungkin takdir berkehendak lain yang pada akhirnya aku
jadian deh sama temen sekelasku itu.

Hari-hariku jadi berwarna, ada penyemangat gitu lah yang buat aku makin giat ke sekolah
(meskipun tanpa dia juga udah giat kesekolah sih hehe), giat belajar, pokoknya belajar di kelas
tuh jadi nyaman, jadi seru, menyenangkan, dan tidak bosan

Saat kita sedang menikmati semua kebersamaan, tiba-tiba ada suatu masalah dan kesalah
pahaman di antara kita yang pada akhirnya membuat hubungan kita berakhir. Waktu itu aku
sangat terpuruk, benar-benar terpuruk dan sakit hati (cerita lebih detailnya sih aku gak akan
ceritain). Dan tidak lama dari itu si dia itu punya pacar dan yang kalian harus tahu pacarnya tuh
kelasnya tetanggan sama kelas aku. Siapa yang gak risih coba saat si dia lagi nungguin pacarnya
pulang, atau sebaliknya. Sampai-sampai sering ngobrol berdua di depan kelas aku, itu manusia
atau apaan ya enggak menghargai banget perasaan aku sebagai mantannya. Oke aku terima
meski itu sangat menyakitkan.

Hingga suatu hari aku dapat kabar dari temen-temen kalau si dia tuh udah putus sama pacarnya,
tapi itu berita yang sama sekali tidak penting buatku. Yang pada akhirnya dia ingin dekat lagi
sama aku dan ingin memulai semuanya dari awal. Tapi maaf, sekarang aku sudah menemukan
kehidupanku yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dan telah menemukan seseorang yang
menurutku orang yang sangat aku cari dari sosoknya selama ini. Orang yang sangat aku cintai,
orang yang sangat aku hargai dan hormati, orang yang sangat mengerti kepadaku. Terimakasih
Ya Allah atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku.. Aku sangat bersyukur.

Itulah kisahku yang pada akhirnya aku tidak menerima kembali cintanya meskipun jujur masih
ada cinta untuknya, tapi semua itu terhalang kembali oleh semua apa yang sudah dia lakukan
kepadaku yang menyadarkanku bahwa dia tidak baik untukku. Aku sudah memaafkannya meski
dia tidak bicara, dia minta maaf pun aku sudah ingin melupakan semua itu dan sudah
memaafkannya terlebih dahulu.

Terimakasih sudah membuat kenangan yang pernah indah bersamaku, maafkan aku tapi aku
tidak bisa kembali bersamamu.