Anda di halaman 1dari 62

CONTOH

L A P O R A N
RBBPRK-0101-R-A-20181231-601025-01.pdf

RENCANA BISNIS TAHUN ANGGARAN 2017/2018


PT BANK PERKREDITAN RAKYAT
“ARTOS SADAYA MAKMUR“
B A N D U N G

Kepercayaan dan Kepuasan Merupakan


Tujuan Utama Kami

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 1


DATA UMUM

1. Nama BPR :
2. Alamat Lengkap ;
3. Telepon dan Fax :
4. NPWP :

5. Pemegang Saham :
Nama Pemilik Jumlah Persentase

6. Komisais :
Nama Jabatan

7. Direksi :
Nama Jabatan

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 2


DAFTAR FORM

DATA UMUM BPR ...................................................................................

FORM 1 RINGKASAN EKSEKUTIF


FORM 2 STRATEGI BISNIS DAN KEBIJAKAN .............................................
A. Visi dan Misi BPR .....................................................................
B. Arah Kebijakan BPR .................................................................
C. Kebijakan Tata Kelola dan Manajemen Risiko ..........................
D. Analisis Posisi BPR dalam Kelompok Usaha Yang Sama
Berdasarkan Asset dan / atau Lokasi .......................................
E. Realisasi Pemberian Kredit Kepada Debitur Menurut Jenis
Usaha Yang Mencakup Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ....
F. Strategi Pengembangan Bisnis ................................................

FORM 3 PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN ...............................................


FORM 4 A. Proyeksi Neraca ......................................................................
B. Proyeksi Laba Rugi ..................................................................

FORM 5 TARGET RASIO-RASIO DAN POS-POS TERTENTU LAINNYA....


A. Target Rasio Keuangan Pokok .................................................
B. Target Rasio-Rasio Tertentu Lainnya .......................................

FORM 6 RENCANA PENGHIMPUNAN DANA .............................................


FORM 7 A. Rencana Penghimpunan Dana Pihak Ketiga ...........................
B. Rencana Pendanaan Lainnya..................................................

FORM 8 RENCANA PENYALURAN DANA ..................................................


A. Rencana Penyaluran Kredit Kepada Pihak Terkait .................
B. Rencana Penempatan Dna Pada Bank Lain.............................
C. Rencana Penyaluran Kredit Kepada Debitur Inti .......................
D. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor ekonomi
Yang Menjadi Prioritas Dalam Pemberian Kredit ....................
E. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan ...
F. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha Debitur.

FORM 9 RENCANA PERMODALAN ............................................................


A. Proyeksi Pemenuhan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) dan Rasio Modal Inti Minimum ...................
B. Rencana Pemenuhan Modal Inti Minimum ...............................
C. Rencana Perubahan Modal ......................................................

FORM 10 RENCANA PENGEMBANGAN ORGANISASI, TEKNOLOGI


FORM 11 INFORMASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA ................................
FORM 12 A. Rencana Pengembangan Organisasi .......................................
FORM 13 B. Rencana Pengembangan Teknologi Informasi .........................
C. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) .........
D. Rencana Pemanfaatan Tenaga Ahli Daya (Outsourcing) ..........

FORM 14 RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA BARU ................

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 3


FORM 15 RENCANA PENGEMBANGAN DAN / ATAU PERUBAHAN
JARINGAN KANTOR......................................................................

FORM 16 INFORMASI LAINNYA ....................................................................

FORM 17 LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN KOMISARIS ............................

LAMPIRAN - LAMPIRAN .................................................................................

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 4


FORM I

RINGKASAN EKSEKUTIF
Ringkasan eksekutif paling sedikit meliputi rencana dan langkah- langkah strategis
yang akan ditempuh oleh BPR, indikator keuangan utama, serta target jangka
pendek dan jangka menengah, sebagai berikut:

1.1. Rencana dan Langkah-Langkah Strategi - 0101 PDF


RBBPRK-0101-R-A-20181231-601025-01.pdf

Rencana dan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh oleh BPR


dijelaskan dalam jangka pendek untuk periode 1 (satu) tahun, jangka
menengah untuk periode 3 (tiga) tahun, dan rencana strategis jangka panjang
untuk periode 5 (lima) tahun.

No Keterarangan Rencana dan Langkah-Langkah Strategis

1 Jangka Pendek (periode 1 th)

Jangka Menengah (periode 3


2
th)

3 Jangka Panjang (periode 5 th)*

*) Hanya disampaikan bila ada perubahan

1.2 Indikator Keuangan Utama - 0102 TXT


RBBPRK-0102-R-A-20181231-601025-01.txt

Indikator keuangan utama paling sedikit meliputi kinerja BPR dan proyeksi dari
faktor permodalan, kualitas aset, rentabilitas, dan likuiditas sesuai dengan
penilaian tingkat kesehatan BPR, sebagai berikut:

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,00 (lima


puluh miliar rupiah) harus menyampaikan kinerja BPR posisi akhir bulan
Oktober pada tahun penyusunan Rencana Bisnis dan proyeksi jangka
pendek dari faktor permodalan, rentabilitas, kualitas aset, dan likuiditas
sesuai dengan penilaian tingkat kesehatan BPR.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 5


Contoh tabel indikator keuangan utama Rencana Bisnis BPR tahun 2017
untuk BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah) adalah sebagai berikut :

Aktual Proyeksi
Indikator Okt Des Tahun 2018
2017 2017 Juni Des.
Rasio KPMM (%)
Rasio Modal Inti terhadap ATMR (%)
Rasio Return On Assets (%)
Net Interest Margin (%)
Rasio Biaya Operasional terhadap
Pendapatan Operasional (%)
Rasio Aset Produktif yang
Diklasifikasikan terhadap PPAP yang
Wajib Dibentuk (%)
Rasio PPAP terhadap Aset Produktif
(%)
Rasio NPL (%)
a. Gross
b. Netto
Cash Ratio (%)
Loan to Deposit Ratio (%)
Rasio Kredit terhadap Total Aset
Produktif (%)
Rasio Kredit Produktif (UMKM)
terhadap Total Kredit (%)

b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah) wajib menyampaikan kinerja BPR posisi akhir bulan Oktober pada
tahun penyusunan Rencana Bisnis dan proyeksi jangka menengah dari faktor
permodalan, rentabilitas, kualitas aset, dan likuiditas sesuai dengan penilaian
tingkat kesehatan BPR.
Contoh tabel indikator keuangan utama Rencana Bisnis BPR tahun 2017 untuk
BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar
rupiah) adalah

Aktual Proyeksi
Indikator Okt Des Tahun 2018 Des Des
2017 2017 Juni Des. 2019 2020
Rasio KPMM (%)
Rasio Modal Inti terhadap ATMR (%)
Rasio Return On Assets (%)
Net Interest Margin (%)
Rasio Biaya Operasional terhadap
Pendapatan Operasional (%)
Rasio Aset Produktif yang
Diklasifikasikan terhadap PPAP yang

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 6


Aktual Proyeksi
Indikator Okt Des Tahun 2018 Des Des
2017 2017 Juni Des. 2019 2020
Wajib Dibentuk (%)
Rasio PPAP terhadap Aset Produktif
(%)
Rasio NPL (%)
1.1 Gross
1.2 Netto
Cash Ratio (%)
Loan to Deposit Ratio (%)
Rasio Kredit terhadap Total Aset
Produktif (%)
Rasio Kredit Produktif (UMKM)
terhadap Total Kredit (%)

1.3 Target Jangka Pendek dan Jangka Menengah - 0103 PDF


RBBPRK-0103-R-A-20181231-601025-01.pdf
Target jangka pendek adalah target kegiatan usaha BPR selama 1 (satu)
tahun ke depan, paling sedikit meliputi penurunan Non Performing Loan
(NPL), peningkatan fungsi intermediasi, dan peningkatan efisiensi.
Target jangka menengah adalah target kegiatan usaha BPR selama 3 (tiga)
tahun ke depan, paling sedikit meliputi upaya penguatan permodalan, serta
penerapan tata kelola dan manajemen risiko BPR yang mengacu pada
peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai tata kelola dan manajemen
risiko bagi BPR.

No Keterarangan Rencana dan Langkah-Langkah Strategis

1 Jangka Pendek (periode 1 th)

2 Jangka Menengah (periode 3 th)

3 Jangka Panjang (periode 5 th)*

*) Hanya disampaikan bila ada perubahan

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 7


FORM II
STRATEGI BISNIS DAN KEBIJAKAN

Bagian ini berisi penjelasan mengenai strategi bisnis dan kebijakan yang
paling kurang memuat visi dan misi BPR, arah kebijakan BPR, kebijakan tata kelola
dan manajemen risiko, analisis posisi BPR dalam kelompok usaha yang
sama berdasarkan aset, dan/atau lokasi, realisasi pemberian kredit atau
pembiayaan kepada debitur menurut jenis usaha yang mencakup usaha mikro,
kecil dan menengah, dan strategi pengembangan bisnis, sebagai berikut:

2.1 Visi dan Misi BPR -0201 PDF


RBBPRK-0201-R-A-20181231-601025-01.pdf
Visi adalah tujuan yang ingin dicapai BPR dalam jangka menengah atau
jangka panjang.
Misi adalah pernyataan yang digunakan untuk menggambarkan tujuan dari
BPR.
Visi dan misi BPR disusun untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan
disampaikan oleh BPR setiap tahun. Visi dan misi BPR tahun 2018 sampai
dengan tahun 2023 disampaikan pertama kali pada 15 Desember 2017 dalam
Rencana Bisnis BPR tahun 2018.

2.2 Arah Kebijakan BPR -0202 PDF


RBBPRK-0202-R-A-20181231-601025-01.pdf
Arah kebijakan BPR dijelaskan dalam jangka pendek untuk periode 1 (satu)
tahun, jangka menengah untuk periode 3 (tiga) tahun, dan rencana strategis
jangka panjang untuk periode 5 (lima) tahun meliputi informasi umum
kebijakan BPR yang ditetapkan oleh manajemen dalam pengembangan usaha
BPR di waktu yang akan datang.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 8


2.3 Kebijakan Tata Kelola & Manajemen Risiko -0203 PDF
RBBPRK-0203-R-A-20181231-601025-01.pdf
Uraian mengenai kebijakan tata kelola dan manajemen risiko BPR meliputi
informasi mengenai langkah-langkah dalam menerapkan manajemen risiko dan
kebijakan dalam melaksanakan tata kelola, termasuk kebijakan
remunerasi yang meliputi pemberian gaji, bonus dan fasilitas lain kepada
Direksi dan Dewan Komisaris

2.4 Analisis posisi BPR dalam kelompok usaha yang sama berdasarkan
aset, dan/atau lokasi - 0204 PDF
RBBPRK-0204-R-A-20181231-601025-01.pdf
Untuk melakukan analisis posisi, BPR dapat menggunakan analisis SWOT yaitu
Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan
Threat (Ancaman) dalam menghadapi persaingan usaha dengan BPR dan/atau
lembaga keuangan lain.
Untuk melakukan analisis posisi dalam persaingan usaha berdasarkan lokasi,
BPR dapat menggunakan batasan wilayah kabupaten, kota dan/atau provinsi.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 9


2.5 Realisasi Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha 0205 PDF
RBBPRK-0205-R-A-20181231-601025-01.pdf

Strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit dikelompokan


berdasarkan jenis usaha yaitu strategi penyaluran kredit kepada usaha mikro,
usaha kecil, dan usaha menengah yang mengacu pada kriteria usaha
berdasarkan undang-undang mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah.

2.6 Strategi Pengembangan Bisnis - 0206 PDF


RBBPRK-0206-R-A-20181231-601025-01.pdf

Uraian mengenai strategi pengembangan bisnis antara lain membuat


informasi langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan usaha BPR
yang telah ditetapkan, termasuk penjelasan mengenai strategi pengembangan
organisasi dan teknologi informasi, dan strategi untuk mengantisipasi
perubahan kondisi eksternal.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Dioleh Kembali Page 10


FORM III
PROYEKSI NERACA

Proyeksi Necara - 0301 txt


RBBPRK-0301-R-A-20181231-601025-01.txt

Proyeksi neraca yang mencakup informasi mengenai kondisi dan proyeksi neraca
BPR, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam
penyusunan proyeksi, sebagai berikut:

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah)
Proyeksi neraca yang dijelaskan untuk posisi aktual pada akhir bulan Oktober
pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, proyeksi akhir bulan Desember
pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, dan proyeksi 1 (satu) tahun ke
depan yang disajikan secara semesteran.
Proyeksi laporan neraca ini disajikan dengan mengacu pada: Lampiran 3(1) :
Proyeksi Neraca

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 11


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 12
Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 13


b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah)
Proyeksi neraca yang dijelaskan untuk posisi aktual pada akhir bulan
Oktober pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, proyeksi akhir
bulan Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, proyeksi 1
tahun ke depan yang disajikan secara semesteran, dan proyeksi akhir
tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.
Proyeksi laporan keuangan ini disajikan dengan mengacu pada :Lampiran 3
(2) : Proyeksi Neraca

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 14


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 15
Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 16


FORM IV
PROYEKSI LABA RUGI

Proyeksi Laba Rugi - 0401 txt


RBBPRK-0401-R-A-20181231-601025-01.txt

Proyeksi Laba Rugi yang mencakup informasi mengenai kondisi dan proyeksi
neraca BPR, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam
penyusunan proyeksi, sebagai berikut:

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah)
Proyeksi laba rugi yang dijelaskan untuk posisi aktual pada akhir bulan
Oktober pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, proyeksi akhir bulan
Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, dan proyeksi 1 (satu)
tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.
Proyeksi laporan neraca ini disajikan dengan mengacu pada: Lampiran 3(1) :
Proyeksi aba Rugi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 17


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 18
Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 19


b. BPR yang memiliki modal inti diatas dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah)
Proyeksi laba rugi yang dijelaskan untuk posisi aktual pada akhir bulan
Oktober pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, proyeksi akhir bulan
Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, dan proyeksi 1
(satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.
Proyeksi laporan neraca ini disajikan dengan mengacu pada: Lampiran 3(2) :
Proyeksi aba Rugi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 20


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 21
DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 22
Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 23


FORM V
RASIO-RASIO DAN POS-POS KEUANGAN

Target rasio-rasio dan pos-pos keuangan paling sedikit meliputi target rasio
keuangan pokok dan target rasio pos-pos tertentu lainnya, serta alasan
atau pertimbangan mengenai penetapan target. Target rasio keuangan pokok
meliputi rasio-rasio yang paling sedikit dapat memberikan informasi untuk
penilaian kondisi permodalan, kualitas aset, rentabilitas dan likuiditas yang
mengacu pada ketentuan mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR.

Target rasio pos-pos tertentu lainnya paling sedikit meliputi target beberapa
rasio terkait kredit usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah terhadap total
kredit, rasio dana pendidikan dan pelatihan terhadap total beban tenaga kerja
tahun sebelumnya, rasio realisasi dana pendidikan dan pelatihan terhadap total
dana pendidikan dan pelatihan yang dianggarkan, dan rasio agunan yang
diambil alih terhadap total kredit.

5.1 Target Rasio Keuangan dan Pos Keuangan -0501 txt


RBBPRK-0501-R-A-20181231-601025-01.txt

Target rasio keuangan pokok meliputi rasio-rasio yang paling kurang dapat
memberikan informasi untuk penilaian kondisi permodalan, kualitas aset,
rentabilitas dan likuiditas yang mengacu pada ketentuan mengenai Penilaian
Tingkat Kesehatan BPR.

Target pos-pos tertentu lainnya meliputi target beberapa rasio terkait kredit atau
pembiayaan kepada debitur usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah, rasio
realisasi dana pendidikan dan pelatihan terhadap dana yang dianggarkan, dan rasio
agunan yang diambil alih terhadap total kredit.

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp. 50.000.000.000,00 (lima puluh
milyar rupiah)
Target rasio keuangan pokok yang disajikan untuk posisi aktual pada akhir
bulan Oktober pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, target akhir bulan
Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR dan target 1 tahun ke
depan yang disajikan secara semesteran.
Target rasio-rasio dan pos-pos tertentu lainnya disajikan dengan
mengacu pada Lampiran 5(1).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 24


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 25
Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp. 50.000.000.000,00 (lima puluh
milyar rupiah)
Target pos-pos tertentu lainnya yang disajikan untuk posisi aktual pada akhir
bulan Oktober pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, target akhir bulan
Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR, target 1 (satu) tahun
ke depan yang disajikan secara semesteran, dan target akhir tahun kedua dan
ketiga yang disajikan secara tahunan.
Target rasio-rasio dan pos-pos tertentu lainnya disajikan dengan mengacu
pada Lampiran 5(2).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 26


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 27
Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 28


FORM VI
RENCANA PENGHIMPUN DANA PIHAK KETIGA

Rencana Penghimpunan Dana Pihak Ketiga - 0601 txt


RBBPRK-0601-R-A-20181231-601025-01.txt

Rencana penghimpunan dana paling sedikit meliputi:


a. rencana penghimpunan dana pihak ketiga meliputi rencana
penghimpunan tabungan dan deposito baik dari pihak terkait maupun pihak
tidak terkait, serta informasi mengenai penabung dan deposan inti; dan
b. rencana pendanaan lainnya meliputi antara lain pinjaman dari bank lain
termasuk linkage program dan/atau pinjaman yang tidak berasal dari bank.

Rencana tersebut mencerminkan posisi penghimpunan dana untuk:


a. posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR;
b. proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan rencana bisnis BPR;
dan
c. proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.

Dalam bagian ini diuraikan juga mengenai alasan atau pertimbangan yang
digunakan dalam menyusun rencana dimaksud serta strategi BPR untuk
merealisasikan rencana tersebut.

Informasi mengenai penabung inti merupakan informasi mengenai 25 (dua


puluh lima) data penabung terbesar, sementara deposan inti merupakan
informasi mengenai 25 (dua puluh lima) data deposan terbesar.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 29


Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 30


FORM VII
RENCANA PENDANAAN LAINNYA

Rencana Pendaan Lainnya - 0701 txt


RBBPRK-0701-R-A-20181231-601025-01.txt

Rencana pendanaan lainnya mencakup antara lain pinjaman dari bank lain
dan/atau pinjaman lainnya termasuk linkage program. Rencana tersebut
mencerminkan posisi penghimpunan dana posisi aktual (posisi akhir bulan
Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR) dan rencana
penghimpunan dana untuk periode 1 (satu) tahun ke depan secara
semesteran.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 31


Penjabaran tabel di atas secara naratif / deskriptif termasuk alasan /
pertimbangan penetapan proyeksi

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 32


FORM VIII
PENYALURAN DANA

Rencana penyaluran dana paling sedikit meliputi :

8.1 Rencana Penyaluran Dana Kepada Pihak Terkait


RBBPRK-0801-R-A-20181231-601025-01.txt

Pihak terkait adalah pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan


mengenai batas maksimum pemberian kredit. Rencana penyaluran kredit
kepada pihak terkait disajikan dengan mengacu pada Lampiran 8(1).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 33


8.2. Rencana Penempatan Pada Bank Lain
RBBPRK-0802-R-A-20181231-601025-01.txt

Bagi BPR penempatan pada bank lain dalam bentuk :


1) giro, deposito berjangka sertifikat deposito, dan/atau tabungan
pada bank umum dan/atau bank umum syariah; dan/atau
2) deposito berjangka, dan/atau tabungan pada BPR dan/atau BPRS
Rencana penempatan pada bank lain disajikan dengan mengacu pada
Lampiran 8(2).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 34


8.3.Rencana Penyaluran Kredit Kepada Bank Lain
RBBPRK-0803-R-A-20181231-601025-01.txt

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 35


8.4. Rencana Penyaluran Kredit Kepada Debitur Inti
RBBPRK-0804-R-A-20181231-601025-01.txt
Debitur inti merupakan debitur individual atau debitur grup yang masuk
dalam kategori 25 (dua puluh lima) debitur terbesar pada BPR di luar
pihak terkait.
Informasi mengenai debitur inti merupakan informasi mengenai 25 (dua
puluh lima) data debitur terbesar. Dalam hal pada Laporan Bulanan BPR
hanya terdapat data debitur berdasarkan nomor rekening, BPR dapat

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 36


menggunakan data 25 (dua puluh lima) rekening kredit terbesar untuk
menyajikan informasi mengenai debitur inti.
Rencana penyaluran kredit kepada debitur inti disajikan dengan mengacu
pada Lampiran 8(4).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 37


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 38
8.5.Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Yang Menjadi
Prioritas Dalam Pemberian Kredit.
RBBPRK-0805-R-A-20181231-601025-01.txt

Rencana penyaluran kredit disajikan berdasarkan sektor ekonomi yang


menjadi prioritas dalam pemberian kredit BPR. Sektor eknomi tersebut
adalah 5 (lima) sektor ekonomi dengan persentase pemberian kredit terbesar
dari total portofolio penyaluran kredit BPR. Rincian sektor ekonomi adalah
sebagaimana diatur dalam Pedoman Penyusunan Laporan Bulanan BPR.
Rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi yang menjadi
prioritas dalam pemberian kredit disajikan dengan mengacu pada Lampiran
8(5).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 39


8.6 Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan
RBBPRK-0806-R-A-20181231-601025-01.txt

Rencana penyaluran kredit disajikan berdasarkan jenis penggunaan yang


meliputi kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi sebagaimana
diatur dalam Pedoman Penyusunan Laporan Bulanan BPR. Rencana
penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan disajikan dengan mengacu
pada Lampiran 8(6).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 40


8.7 Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha
RBBPRK-0807-R-A-20181231-601025-01.txt

Debitur yang mencakup usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah.
Pengelompokan usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah mengacu
kepada kriteria usaha berdasarkan Undang-undang mengenai usaha mikro, kecil
dan menengah.
Rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha debitur yang mencakup
usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah disajikan dengan mengacu pada
Lampiran 8(7).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 41


Rencana tersebut mencerminkan posisi penyaluran dana untuk posisi aktual
(posisi akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis BPR) dan rencana
penyaluran dana untuk periode 1 (satu) tahun ke depan secara semesteran.
Dalam bagian ini diuraikan juga mengenai alasan atau pertimbangan yang
digunakan dalam menyusun rencana dimaksud serta strategi BPR untuk
merealisasikan rencana tersebut.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 42


FORM IX
RENCANA PERMODALAN

Rencana permodalan paling kurang meliputi proyeksi Pemenuhan rasio


kewajiban penyediaan modal minimum dan rasio modal inti minimum, rencana
pemenuhan modal inti minimum, dan rencana perubahan modal, sebagai
berikut:

9.1 Rencana Pemenuhan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal


Minimum (KPMM) (untuk pelaporan RB-BPR sampai 2019 yang
dilaporkan 2018)
RBBPRK-0901-R-A-20181231-601025-01.txt

Proyeksi KPMM paling kurang meliputi proyeksi modal, proyeksi Aset


Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan proyeksi rasio KPMM yang
dijelaskan untuk posisi aktual (akhir bulan Oktober penyusunan RBB),
proyeksi akhir bulan Desember pada tahun penyusunan RBB, proyeksi 1
tahun ke depan yang disajikan secara semesteran dan proyeksi tahun
kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.
Proyeksi pemenuhan rasio KPMM mengacu kepada ketentuan Otoritas
Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum BPR.

Proyeksi pemenuhan KPMM ini disajikan dengan mengacu pada Lampiran


9(1).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 43


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 44
9.2.Rencana Pemenuhan Rasio KPMM dan Rasio Modal Inti 20xx
RBBPRK-0901-R-A-20181231-601025-01.txt

Format penyajian rencana pemenuhan rasio KPMM untuk Rencana Bisnis


sejak tahun berlaku peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban
penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum BPR
mengacu pada Lampiran IX.2.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 45


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 46
DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 47
9.3. Rencana Pemenuhan Modal Inti Minimum
RBBPRK-0902-R-A-20181231-601025-01.txt

Rencana pemenuhan modal inti minimum ditujukan bagi BPR yang belum
memenuhi kewajiban pemenuhan modal inti minimum sebagaimana diatur
dalam ketentuan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum dan
pemenuhan modal inti minimum BPR.
Rencana pemenuhan modal inti minimum tersebut disajikan untuk posisi
aktual (akhir bulan Oktober penyusunan RBB), proyeksi akhir bulan
Desember pada tahun penyusunan RBB, proyeksi 1 tahun ke depan yang
disajikan secara semesteran, serta proyeksi tahun kedua, ketiga, keempat, dan
kelima yang disajikan secara tahunan.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 48


Rencana pemenuhan modal inti minimum ini disajikan dengan mengacu pada
Lampiran 9(3).

9.4 Rencana Penambahan Modal


RBBPRK-0903-R-A-20181231-601025-01.txt
Rencana penambahan modal merupakan proyeksi penambahan modal
selama 3 (tiga) tahun mendatang baik terkait struktur maupun jumlah
modal.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 49


Rencana penambahan modal meliputi rencana penambahan modal dari
pemegang saham lama (existing shareholders) dan rencana penambahan
modal lainnya

Rencana penembahan modal ini disajukan dengan mengacu pada Lampiran


9(4).

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 50


FORM X
RENCANA PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pada bagian ini diuraikan informasi mengenai struktur organisasi dan jumlah
SDM terkini, rencana pengembangan organisasi, teknologi informasi dan SDM
yang sedang berlangsung, maupun rencana pengembangan organisasi,
teknologi informasi, dan SDM lainnya paling kurang selama 1 (satu) tahun ke
depan yang antara lain memuat :

Rencana Pengembangan Organisasi


RBBPRK-1001-R-A-20181231-601025-01.pdf

Rencana pengembangan organisasi antara lain mencakup rencana


pembentukan atau perubahan satuan kerja dan/atau komite, yang disesuaikan
dengan ukuran dan kompleksitas usaha BPR dengan mengacu pada ketentuan
mengenai penerapan tata kelola dan manajemen risiko bagi BPR.
Rencana pengembangan organisasi disajikan dengan mengacu pada Lampiran
10.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 51


FORM XI
RENCANA PENGEMBANGAN dan PENGEMBANGAN TEKNOLOGI
INFORMASI YANG BERSIFAT MENDASAR

Rencana Pengembangan Teknologi Informasi


RBBPRK-1101-R-A-20181231-601025-01.pdf

Rencana pengembangan teknologi informasi antara lain mencakup rencana


pengembangan teknologi informasi yang mendukung sistem informasi
manajemen dan pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan pihak terkait
lainnya.
Rencana pengembangan teknologi informasi disajikan dengan mengacu pada
Lampiran 11.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 52


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 53
FORM XII
RENCANA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Rencana Pengembangan SUMBER Daya Manusia


RBBPRK-1201-R-A-20181231-601025-01.pdf

Rencana pengembangan SDM antara lain mencakup pemenuhan SDM


pada BPR, rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan SDM, termasuk
rencana biaya/anggaran pendidikan dan pelatihan sebagaimana diatur dalam
ketentuan yang berlaku.
Rencana pengembangan SDM disajikan dengan mengacu pada Lampiran
12.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 54


FORM XIII
RENCANA PEMANFAATAN TENAGA KERJA AHLI DAYA

Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Ahli Daya


RBBPRK-1301-R-A-20181231-601025-01.pdf

Alih daya adalah penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada


perusahaan penyedia jasa melalui perjanjian pemborongan pekerjaan
dan/atau melalui perjanjian penyediaan jasa tenaga kerja.
Rencana penggunaan tenaga kerja alih daya antara lain mencakup rencana
penggunaan tenaga kerja di luar tenaga kerja tetap, yang meliputi jumlah
maupun bidang kerja penugasan.
Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya disajikan dengan mengacu
pada Lampiran 13.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 55


FORM XIV
RENCANA PELAKSANAN KEGIATAN USAHA BARU

14.1 Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru Yang Memerlukan


Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan
RBBPRK-1401-R-A-20181231-601025-01.pdf

Rencana pelaksanaan kegiatan usaha baru yang wajib dicantumkan


di Rencana Bisnis BPR paling sedikit meliputi rencana pelaksanaan
kegiatan usaha yang memerlukan persetujuan OJK dan rencana
pelaksanaan kegiatan usaha yang harus dilaporkan kepada OJK.
Pada bagian ini diuraikan mengenai rencana pelaksanaan kegiatan usaha
baru paling kurang untuk periode 1 (satu) tahun ke depan. Rencana
pelaksanaan kegiatan usaha baru yang wajib dicantumkan di
Rencana Bisnis BPR adalah kegiatan usaha yang tidak pernah
dilaksanakan sebelumnya oleh BPR yang bersangkutan atau
telah dilaksanakan sebelumnya oleh BPR yang bersangkutan, namun
dilakukan pengembangan yang mengubah risiko tertentu atau
seluruh risiko BPR yang bersangkutan, sebagaimana diatur dalam
ketentuan mengenai kegiatan usaha dan wilayah jaringan kantor BPR
berdasarkan modal inti.
Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru disajikan dengan
mengacu pada Lampiran 14.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 56


14.2. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru Yang Wajib Dilaporkan
Kepada Ototritas Jasa Keuangan
RBBPRK-1402-R-A-20181231-601025-01.pdf

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 57


FORM XV
RENCANA PENGEMBANGAN DAN/ATAU
PERUBAHAN JARINGAN KANTOR

Rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor


RBBPRK-1402-R-A-20181231-601025-01.pdf

Meliputi:
a. Rencana pemindahan alamat kantor pusat;
b. Rencana pembukaan, pemindahan alamat dan/atau penutupan kantor
cabang dan/atau kantor kas;
c. Rencana kegiatan pelayanan kas berupa kas keliling, payment point, dan
perangkat perbankan elektronis;
d. Rencana pemindahan payment point dan lokasi perangkat Automatic Teller
Machine dan/atau Automated Deposit Machine.
Pengertian kantor cabang, kantor kas, dan kegiatan pelayanan kas berupa kas
keliling, payment point, dan perangkat perbankan elektronis mengacu pada
ketentuan mengenai BPR.
Rencana tersebut disajikan untuk periode 1 (satu) tahun ke depan. Rencana
pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor disajikan dengan mengacu
pada Lampiran 15.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 58


DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 59
DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 60
FORM XVI
INFORMASI LAINNYA

Informasi lainnya
RBBPRK-1601-R-A-20181231-601025-01.pdf

Paling sedikit meliputi informasi yang diperkirakan mempengaruhi kegiatan


usaha BPR, namun belum disebutkan dalam cakupan Rencana Bisnis.
Informasi lainnya meliputi hal-hal yang perlu diketahui atau dipantau oleh
Otoritas Jasa Keuangan, mencakup antara lain langkah-langkah penyelesaian
kredit bermasalah (termasuk dengan cara AYDA dan/atau hapus buku),
penyelesaian AYDA dan hapus buku, serta laporan BPR sebagai Penyelenggara
Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku
Pandai).
Pengertian agunan yang diambil alih (AYDA) mengacu pada pengertian AYDA
yang diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penilaian
kualitas aset BPR.

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 61


FORM XVII
LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN KOMISARIS

RBBPRK-1701-R-A-20181231-601025-01.pdf

DR Tatang S Herisman.,SE.,MM.,AK.,CA - Sumber OJK Diolah Kembali Page 62