Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH PERANCANGAN ALAT BIOPROSES

DISTILASI KOLOM PACKING

KELOMPOK 3

Ahlan Fauzi (1506729613)


Azhar Aditya Rahman (1506675756)
Luki Farhandika (1506724871)
Naufal Hafizh (1506726441)

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI BIOPROSES
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
FEBRUARI 2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ i


DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. ii
BAB 1: LANDASAN TEORI..................................................................................1
BAB 2: PENYELESAIAN MASALAH ................................................................10
BAB 3: ANALISIS ................................................................................................17
BAB 4: KESIMPULAN .........................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................20

i
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Distilasi fraksional pada pengolahan minyak bumi ............................1


Gambar 1.2. Grafik Gilliland ...................................................................................7

ii
BAB 1
LANDASAN TEORI

1.1. Kolom Packing


Packed tower adalah kolom pemisah berupa silinder tegak yang di dalamnya
berisi sejumlah isian (packing) yang digunakan sebagai alat kontak fase gas-cair
atau cair-cair (Samsudin, 2015). Packed tower banyak digunakan sebagai alat
pemisah suatu campuran yang mendasarkan pada operasi difusi, yang melibatkan
kontak antara:
1. Fasa gas dengan fasa cair (Distilasi, Absorpsi, dan Desorpsi).
2. Fasa cair dengan fasa cair (Ekstraksi).
Pemilihan packed tower didasarkan pada parameter-parameter seperti:
1. Packed tower digunakan untuk diameter kolom kurang dari 3 ft.
2. Kolom dioperasikan pada tekanan vakum.
3. Campuran yang akan dipisahkan bersifat:
a. Korosif
b. Membentuk buih
c. Tidak mengandung suspensi padatan
4. Tidak diinginkan hasil samping.
5. Tidak disertai reaksi kimia.

1.1.1. Komponen dalam Kolom Paking


Kolom Paking terdiri dari banyak komponen yang membantu proses distilasi.
Beberapa yang menjadi komponen kunci antara lain dinding kolom, distributor,
redistributor, packing support, packing retainer, entrainment eliminator, dan
packing kolom.
1. Dinding Kolom
Dinding kolom adalah silinder kolom yang membatasi zona dalam kolom
yang mengalami distilasi dengan lingkungan luar. Penampangnya umumnya
berbentuk lingkaran dan terbuat dari metal, plastik, kayu, komposit, ataupun
bahan lainnya sesuai dengan penggunaan kolom.

1
2. Distributor
Distributor membantu mengefisiensikan pemisahan. Distribusi cairan yang
buruk akan menyebabkan penurunan efektivitas dari permukaan paking yang
dibasahi. Seleksi mekanisme distribusi cairan melintang pada permukaan
tumpukan paking, sangat tergantung pada ukuran kolom, tipe paking, dll.
Pada umumnya, diperlukan 5 titik untuk tiap 1 ft2 penampang kolom dengan
diameter lebih besar atau sama dengan 4 ft.

3. Redistributor
Redistributor digunakan untuk setiap ketinggian 3-10 kali diameter kolom.
Pemakaian redistributor bergantung pula pada jenis paking yang digunakan.

4. Packing Support
Packing support adalah alat yang menahan packing di dalam kolom. Packing
support dapat berupa perforated plate ataupun bar-grid.

5. Packing Retainer
Packing retrainer digunakan untuk menahan pengangkatan paking ketika ada
kenaikan laju alir gas yang mendadak. Hal ini berarti penggunaan packing
retrainer terbatas pada kondisi dengan laju alir gas yang tinggi.

6. Entrainment Eliminator
Entrainment adalah kondisi dimana terjadi permukaan tumpukan packing
berupa cairan. Entrainment eliminator adalah alat yang digunakan untuk
mencegah kondisi ini. Tetesan cairan akan tertangkap pada permukaan alat
dan jatuh menetes kembali.

2
Gambar 1.1. Komponen kolom paking dan aliran di dalamnya
(Sumber: Alsyouri, 2015)

1.1.2. Perbandingan dengan Kolom Talam


Perbandingan antara kolom paking dan kolom talam disajikan dalam tabel
berikut.

Tabel 1.1. Perbandingan kolom talam dengan kolom paking


Kolom Talam Kolom Paking
Aliran silang dari dua fase pada Aliran arusbalik dari dua fase
talam
Kolom berdiameter besar dengan Lebih mahal dibanding kolom
equilibrium stage lebih dari 20 dan talam, kecuali untuk kolom
laju alir air yang tinggi berdiameter kecil dan laju alir cair
yang rendah
Talam terbuat dari bahan logam Bisa dibuat dari berbagai macam
dengan berbagai jenis lubang dan material penyusun paking, dan
ukuran susunan paking
Waktu tinggal cairan tinggi Waktu tinggal cairan kecil
Jatuh tekan lebih tinggi Jatuh tekan lebih rendah
Mudah dibersihkan Pembersihan sulit

3
Tabel 1.1. Perbandingan kolom talam dengan kolom paking (cont)
Kolom Talam Kolom Paking
Operasi pemisahan stabil dan Pengelolaan cairan berbusa lebih
tahan terhadap variasi mudah dan peningkatan
penggunaan di sektor lainnya
Kontaktor berupa talam Kontaktor berupa paking (isian)
Perpindahan terjadi di tiap talam Perpindahan terjadi di setiap titik
sepanjang kolom di setiap permukaan bidang basah
dari paking
Keseimbangan dapat terbentuk di Keseimbangan dapat terbentuk
setiap talam sepanjang kolom pada kolom paking setinggi HETP

1.1.3. Masalah yang Dapat Timbul dalam Penggunaan Kolom Paking


1. Channeling
Channeling adalah kondisi dimana aliran mengalir tidak secara seragam
pada semua titik di kolom. Cairan menemukan jalur yang lebih mudah
dilalui, sehingga menyebabkan efektivitas kolom menurun. Kondisi ini
sering terjadi pada kolom regular packed.
2. Flooding
Flooding adalah terakumulasinya lapisan cairan di bagian atas kolom.
3. Loading
Loading adalah terakumulasinya lapisan cairan di bagian tengah kolom.

4
Gambar 1.2. Permasalahan yang terjadi dalam kolom paking
(Sumber: Samsudin, 2015)

1.2. Paking
Packing adalah bahan isian yang digunakan sebagai alat kontak antar fasa
dalam kolom pemisah. Tujuan penggunaan packing adalah menyediakan luas
kontak yang besar antara kedua fase. Sebagai kontaktor, fungsi dari packing adalah:
1. Tempat berlangsungnya proses perpindahan.
2. Tempat terbentuknya keseimbangan.
3. Alat pemisah dua fasa seimbang.

Kriteria pemilihan packing dalam kolom mengacu pada parameter-parameter:


1. Memberikan luas permukaan bidang kontak yang besar per satuan volume.
2. Tumpukan packing dalam kolom harus memberikan rongga yang cukup.
3. Karakteristik pembasahan packing yang baik.
4. Tahan terhadap material korosif.
5. Bulk density rendah.
6. Ringan, kuat, tidak mudah pecah.
7. Murah dan mudah diperoleh.

5
Penyusunan packing dalam kolom dapat dilakukan secara acak (random
packing) maupun secara teratur (regular packing). Penyusunan secara acak berarti
menjatuhkan packing ke dalam kolom secara acak. Penyusunan ini akan
menghasilkan jatuh tekan yang lebih besar, luas permukaan yang lebih besar, dan
biaya yang minim. Penyusunan secara teratur berarti konfigurasi packing
ditentukan sedemikian rupa secara teratur. Penyusunan ini akan menghasilkan jatuh
tekan yang lebih kecil, aliran fluida yang lebih besar, namun menyebabkan biaya
yang lebih besar pula. Karena umumnya regular packing menyebabkan masalah
seperti channeling, maka biasanya lebih dipilih konfigurasi packing secara acak.

1.2.1. Paking Plastik


Paking plastik biasanya menggunakan bahan poliporpilen. Material ini murah
dan memiliki tingkat kekuatan yang cukup. Kelemahannya adalah tingkat
pembasahannya yang rendah, terutama pada kondisi aliran cair yang rendah. Jenis-
jenis paking plastik yang umum digunakan antara lain:
a. Super Intalox Saddles
b. Intalox Snowflake
c. Pall Rings

1.2.2. Paking Keramik


Paking keramik berguna untuk menahan korosi pada temperatur tinggi
dimana penggunaan plastik tidak memungkinkan. Keramik memiliki tingkat
pembasahan yang baik, namun tingkat kekuatan yang lebih rendah dibanding
paking metal. Jenis-jenis paking keramik yang umum digunakan antara lain:
a. Ceramic Intalox Saddles
b. Porcelain, stoneware
c. Cross Partition Rings
d. Ceramic Raschig Rings
e. Super Intalox Saddles

6
1.2.3. Paking Karbon
Paking karbon sangat optimal untuk menahan korosi. Namun paking ini lebih
rapuh dibandingkan paking keramik maupun metal. Jenis-jenis paking karbon yang
umum digunakan adalah Raschig Rings.
1.2.4. Paking Metal
Paking metal adalah paking yang sering digunakan. Hal ini dikarenakan
sifatnya yang sangat kuat dan memiliki tingkat pembasahan yang baik. Jenis-jenis
paking metal yang umum digunakan antara lain:
a. Pall Rings
b. Hy-Pack Packing
c. Raschig Rings

Gambar 1.3. Bentuk paking umum untuk random packing


(Sumber: Seader, 2011)

7
Gambar 1.4. Bentuk paking umum untuk regular packing
(Sumber: Seader, 2011)

1.3. Skema Alat


Prinsip kolom packing sama dengan kolom talam, namun perbedaannya
kolom packing tidak menggunakan talam melainkan menggunakan isian sebagai
alat kontak fase gas-cair atau cair-cair.

8
Gambar 1.5. Skema alat distilasi kolom packing
(Sumber: Perancangan Alat Bioproses, 2018)

1.4. Pemisahan dalam Kolom Paking


Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kolom paking menggunakan isian
paking sebagai kontaktor. Pemisahan berlangsung secara kontinu dan mengacu
pada teori perpindahan massa antarfasa.
Persamaan fluks perpindahan massa antarfasa:
𝑁
= 𝑘𝐺 (𝑦 − 𝑦 ∗ ) = 𝑘𝐿 (𝑥 ∗ − 𝑥) (1)
𝐴
Pemisahan dalam kolom paking mengacu kepada dua kasus, yaitu:
1. Equimolar counter-diffusion antarfasa (untuk alat distilasi)
2. Difusi searah melalui film atau lapisan batas yang stagnan (untuk alat
absorpsi dan stripping)
(𝑘𝐺 )effective = 𝑘𝐺 /(𝑦 − 𝑦 ∗ )log mean (2)
(1 − 𝑦) − (1 − 𝑦 ∗ ) (𝑦 ∗ − 𝑦)
(𝑦 − 𝑦 ∗ )log mean = = (3)
1−𝑦 1−𝑦
ln [1 − 𝑦 ∗ ] ln [1 − 𝑦 ∗ ]

Koefisien perpindahan massa yang digunakan dengan asumsi partikel


berbentuk bola adalah:

9
0.765 0.365 (4)
𝜀𝑗𝑑 = +
𝑅𝑒 0.82 𝑅𝑒 0.386
𝑆ℎ
𝑗𝑑 = 2 (𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝐶ℎ𝑖𝑙𝑡𝑜𝑛 − 𝐶𝑜𝑙𝑏𝑢𝑟𝑛) (5)
𝑅𝑒 𝑆𝑐 3
𝑘𝑑
𝑆ℎ = (𝐵𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑆ℎ𝑒𝑟𝑤𝑜𝑜𝑑) (6)
𝐷
𝜇
𝑆𝑐 = (𝐵𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑆𝑐ℎ𝑚𝑖𝑑𝑡) (7)
𝜌𝐷
𝑑𝑢𝜌 4𝑤
𝑅𝑒 = = (𝐵𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑅𝑒𝑦𝑛𝑜𝑙𝑑𝑠) (8)
𝜇 𝜋𝑑 2 𝜇
dengan:
d = Diameter partikel
D = Difusivitas
k = Koefisien perpindahan massa
u = Kecepatan linear fluida
w = Laju alir massa fluida
𝜀 = Kekosongan fraksional antara
partikel
𝜌 = Densitas fluida
𝜇 = Viskositas fluida

10
1.5. Perhitungan Garis Operasi
Perhitungan garis operasi dapat ditentukan menggunakan grafik McCabe-
Thiele seperti pada gambar berikut:

Gambar 1.6. Grafik McCabe-Thiele


(Sumber: Perancangan Alat Bioproses, 2018)

Keterangan:
R = Rasio refluks
Rm = Refluks minimum
D = Laju alir distilat
B = Laju alir produk bawah
q = Tahanan perpindahan massa pada sisi cair
xF = Komponen feed
xD = Komponen distilat
xB = Komponen produk bawah

1.6. Perhitungan Tinggi Kolom


Tinggi kolom pada kolom packing dapat dihitung dengan rumus

2
(9)

Dengan mencari KLa menggunakan

(10)

Hubungan antara KL dan KG dapat dirumuskan menjadi

(11)

(12)

(13)

Perhitungan tinggi kolom dapat juga dihitung melalui Number of Theoritical-


Tray Unit (NTU) dan Height of Theoritical-Tray Unit (HTU) jika distilasi yang
digunakan adalah distilasi biner.

(14)

(15)

(16)
(17)

(18)

Untuk campuran multikomponen, tinggi kolom dapat dihitung melalui Height


Equivalent to a Theoritical Plate (HETP):

(19)

(20)

(21)

Keterangan:

3
Z = Tinggi kolom
KGa = Koefisien perpindahan massa pada film gas
KLa = Koefisien perpindahan massa pada film cair
a = Luas permukaan antarmuka per satuan volume unggun
Nt = Jumlah tahap teoritis

1.7. Perhitungan Tahanan pada Kedua Fasa


Tahanan pada kedua fasa sama saja dengan HTU keseluruhan, oleh karena itu
rumusnya adalah

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

Keterangan:
Hi = Konstanta hukum Henry
λ = stripping factor

4
BAB 2
PENYELESAIAN MASALAH

Sebuah campuran equimolal pada titik didihnya dipisahkan menjadi 95% dan 5%
komponen ringan di produk atas dan produk bawah. Volatilitas relatif α = 2. Refluks
minimum = 1,714 dan refluks operasi = 20% lebih besar dari refluks minimum.
Koefisien perpindahan massa pada film gas kG = 0,012 kmol/m2.jam, sedangkan
tahanan perpindahan massa pada sisi cair sangat kecil. Paking yang digunakan
adalah berl saddle dengan a = 250m2/m3. Jika laju alir umpan = 1 kmol/m2.jam,
hitung tinggi kolom paking dan tentukan posisi umpan.

Jawab:

Gambar 2.1. Skema Sistem Destilasi

5
Diketahui,
F = 1 kmol/m2.jam
xF = 0,5
q=1
xD = 0,95
xB = 0,05

Berl saddle:
kG = 0,012 kmol/m2.jam
kL >>>> (tidak digunakan)
a = 250 m2/m3
Rm = 1,714
R = 1,2Rm
=2

Asumsi :
1. Constant Molar Overflow
2. Constant Relative Volatility
3. Pemisahan Kontinu

Rasio Refluks = 1,2 × 1,714 = 2,0568


1. Mencari laju alir Distillate dan Bottom menggunakan rumus,
𝐷 𝑋𝑓 − 𝑋𝑏
=
𝐹 𝑋𝑑 − 𝑋𝑏

𝐵 𝑋𝑑 − 𝑋𝑓
=
𝐹 𝑋𝑑 − 𝑋𝑏
0,5 − 0,05
𝐷= × 1 = 0,5 kmol/m2 . jam
0,95 − 0,05
0,95 − 0,5
𝐵= × 1 = 0,5 kmol/m2 . jam
0,95 − 0,05

6
2. Mencari nilai dari Vr dan Vs
Nilai Vr dan Vs dapat diperoleh dengan menggunakan rumus dari operating
line yaitu,
𝑅 1
y𝑟 = ( )𝑋 + ( )𝑋
𝑅+1 𝑅+1 𝑑
y𝑟 = 0,672861 𝑋 + 0,327139 𝑋𝑑
1 𝐷
( ) = = 0,327139
𝑅+1 𝑉

Sehingga dapat diketahui masing masing nilai dari Vr dan Vs, dimana karena
pada sistem ini diasumsikan constant molar overflow menyebabkan nilai
keduanya memiliki nilai yang sama yaitu,
0,5
Vr = Vs = 0,327139 = 1,5284

Vr/s = 1,8431 kmol/m2.jam

3. Mencari titik-titik pada kurva equilibrium dengan rumus,


𝛼𝑋
𝑦=
1 + (𝛼 − 1)𝑋
2𝑋
𝑦=
1+𝑋
Sehingga diperoleh titik titik berupa,

Kurva Kesetimbangan X Y
1.00 0.1 0.181818
0.90 0.2 0.333333
0.80
0.3 0.461538
0.70
0.4 0.571429
0.60
0.50 0.5 0.666667
0.40 0.6 0.75
0.30 0.7 0.823529
0.20
0.8 0.888889
0.10
0.00
0.9 0.947368
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 1 1

7
4. Menghitung Rectifying Operating Line
y𝑟 = 0,672861 𝑋𝑟 + 0,327139 𝑋𝐷
y𝑟 = 0,672861 𝑋𝑟 + 0,327139 (0,95)
y𝑟 = 0,672861 𝑋𝑟 + 0,310783
Saat 𝑋𝑠 = 0 maka diperoleh,
𝑦𝑟 = 0,310783

5. Menghitung Stripping Line


𝑅. 𝐷 + 𝑞. 𝐹 𝐵
𝑦𝑠 = 𝑋𝑠 + 𝑋
𝑅. 𝐷 + 𝑞. 𝐹 − 𝐵 𝑅. 𝐷 + 𝑞. 𝐹 − 𝐵 𝐵
𝑦𝑠 = 1,327139 𝑋𝑠 + 0,016357
Saat 𝑋𝑟 = 0 maka diperoleh,
𝑦𝑟 = 0,016357

6. Menggambar grafik McCabe-Thielle


 Titik x temu Rectifying dan Stripping
0,672861x + 0,310783 = 1,327139x + 0,016357
0,654279x = 0,294426
x = 0,45
 Sudut 45⁰
y=x
 q Line
y = 0,45 (titik temu)

1
1.00

0.90

0.80

0.70

0.60

0.50

0.40

0.30

0.20

0.10

0.00
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

Gambar 2.2. Hasil Penggambaran Grafik McCabe-Thielle


(Sumber: Dokumen Pribadi)

7. Membuat garis garis tahanan antarfasa


Dari grafik McCabe-Thielle di atas lalu dibuat garis garis tahanan
antarfasa dengan menghubungkan garis dari titik equilibrum menuju garis
operasi dengan gradien yang sesuai dimana rumus gradien adalah,

Karena pembuatan garis stripping harus menyentuh garis 45o yaitu di


titik (0.05, 0.05). maka diperoleh persamaan baru, yakni
ys = 1.4089x – 0.0204
dengan begitu dapat diperoleh garis-garis antar fasa sebagai berikut.

2
1.00

0.90

0.80

0.70

0.60

0.50

0.40

0.30

0.20

0.10

0.00
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

dan dengan data sebagai berikut,

y y* 1/(y*-y)
0.050045 0.095238 22.12727
0.12049 0.181818 16.30572
0.190935 0.26087 14.29908
0.26138 0.333333 13.8979
0.331825 0.4 14.66813
0.40227 0.461538 16.87238
0.472715 0.518519 21.83238
0.54316 0.571429 35.37497
0.613605 0.62069 141.1501
0.647213 0.666667 51.40359
0.680856 0.709677 34.69617
0.714499 0.75 28.16808
0.748142 0.787879 25.1655
0.781785 0.823529 23.95523
0.815428 0.857143 23.97222

3
y y* 1/(y*-y)
0.849071 0.888889 25.11429
0.882714 0.918919 27.62052
0.916357 0.947368 32.24616

150
140
130
120
110
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.85 0.9 0.95 1

Gambar 2.3. Grafik 1/(y*-y) vs y

8. Mencari Nilai NTU


Nilai NTU dicari dengan cara mencari luas di bawah kurva dengan
menggunakan Excel dengan rumusnya menggunakan rumus trapesium
berupa,
(𝑌1 + 𝑌2 )(𝑋2 − 𝑋1 )
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑘𝑢𝑟𝑣𝑎 = ∑
2
Dengan menggunakan excel diperoleh,
No x (y) y (1/(y*-y)) Area
1 0.050045 22.12727397
2 0.12049 16.30571738 1.353706
3 0.190935 14.29908082 1.077978

4
No x (y) y (1/(y*-y)) Area
4 0.26138 13.89789678 0.993168
5 0.331825 14.66813348 1.006167
6 0.40227 16.87237991 1.110936
7 0.472715 21.83238389 1.363279
8 0.54316 35.37497473 2.014986
9 0.613605 141.1501302 6.217656
10 0.647213 51.40358744 3.235651
11 0.680856 34.69617305 1.448328
12 0.714499 28.16807962 1.057472
13 0.748142 25.16550079 0.897151
14 0.781785 23.95522938 0.826285
15 0.815428 23.972216 0.806212
16 0.849071 25.11429197 0.825709
17 0.882714 27.62051753 0.887079
18 0.916357 32.24615795 1.007048
∑ 26.12881

Dari hasil pengintegralan diperoleh,


 Luas area di bawah kurva = 26,12881 (NTUG)
 Luas zona stripping = 15,13787 (NTUGs)
No x (y) y (1/(y*-y)) Area
1 0.050045 22.12727
2 0.12049 16.30572 1.353706
3 0.190935 14.29908 1.077978
4 0.26138 13.8979 0.993168
5 0.331825 14.66813 1.006167
6 0.40227 16.87238 1.110936
7 0.472715 21.83238 1.363279
8 0.54316 35.37497 2.014986
9 0.613605 141.1501 6.217656
∑ 15.13787

5
 Luas zona rectifying = 26,12881 – 15,13787
= 10,99094 (NTUGr)

9. Menghitung Nilai HTUG


Nilai dari HTUG dapat dicari dengan menggunakan rumus,
𝐺
𝐻𝑇𝑈G =
𝑘G 𝑎
𝑉
 Zona stripping: 𝐻𝑇𝑈Gs = 𝑘 s𝑎 = 0,509467
G

𝑉
 Zona rectifying: 𝐻𝑇𝑈Gr = 𝑘 r𝑎 = 0,509467
G

10. Mencari Besar Tinggi Unggun Paking dan Letak Posisi Umpan
Untuk mencari tinggi unggun paking dapat digunakan rumus,
𝑍 = 𝐻𝑇𝑈𝐺 𝑁𝑇𝑈G
 Tinggi unggun paking zona stripping:
𝑍s = 𝐻𝑇𝑈Gs 𝑁𝑇𝑈Gs = 7,712242 m
 Tinggi unggun paking zona rectifying:
𝑍r = 𝐻𝑇𝑈Gr 𝑁𝑇𝑈Gr = 5,599516 m
 Tinggi Unggun
Zs + Zr = 7,712242 + 5,599516 = 13,31176 m
 Posisi Umpan = 5,599516 m dari atas

6
BAB 4
ANALISIS

Pada permasalahan yang diberikan, diketahui sebuah campuran equimolal


pada titik didihnya dipisahkan menjadi 95% dan 5% komponen ringan di produk
atas dan produk bawah dengan volatilitas relatif α = 2 yang berarti cairan mudah
didistilasi dengan diuapkan. Refluks minimum = 1,714 dan refluks operasi = 20%
lebih besar dari refluks minimum yang berarti refluks operasinya sebesar 2,0568.
Koefisien perpindahan massa pada film gas kG = 0,012 kmol/m2.jam, sedangkan
tahanan perpindahan massa pada sisi cair diasumsikan sangat kecil. Paking yang
digunakan adalah berl saddle dengan a = 250m2/m3 dan laju alir umpan = 1
kmol/m2.jam. Untuk mempermudah perhitungan, diasumsikan kondisi distilasi
pada kondisi constant molar overflow, constant relative volatility, dan pemisahan
dilakukan secara kontinu (karena pemisahan dengan kolom paking memang
dilakukan secara kontinu sehingga cairan dan gas selalu berkontak dan bereaksi
satu sama lain).
Perhitungan diawali dengan menghitung laju alir pada produk distilat dan
produk bawah dan didapat laju alir pada produk distilat dan produk bawah sama-
sama sebesar 0,5 kmol/m2.jam. Selanjutnya, nilai Vr dan Vs diperoleh melalui
rumus dari operating line yakni
𝑅 1
V𝑟 = ( )𝑋 + ( ) 𝑋𝑑
𝑅+1 𝑅+1
karena pada sistem ini diasumsikan constant molar overflow menyebabkan nilai
keduanya memiliki nilai yang sama yaitu, Vr = Vs = 1,8431 kmol/m2.jam
Langkah selanjutnya, pembuatan grafik McCabe-Thielle diawali dengan
membuat kurva kesetimbangan melalui rumus
𝛼𝑋
𝑦=
1 + (𝛼 − 1)𝑋
Selanjutnya, garis operasi rectifying (ROL) dan garis operasi stripping (SOL)
dibuat dan didapat titik perpotongan di antara keduanya dengan rumus persamaan
garisnya adalah
𝑅 1
𝑦r = 𝑥r + 𝑥
𝑅+1 𝑅+1 D

7
𝑅𝐷 + 𝑞𝐹 𝐵
𝑦s = 𝑥s + 𝑥
𝑅𝐷 + 𝑞𝐹 − 𝐵 𝑅𝐷 + 𝑞𝐹 − 𝐵 B
Kemudian, q-line digambarkan dengan tegak lurus sumbu x karena q = 1.
Setelah membuat grafik McCabe-Thiele lengkap dengan garis operasi
rectifying (ROL) dan garis operasi stripping (SOL), langkah selanjutnya adalah
dengan menentukan garis tahanan antarfasa yang nantinya dapat digunakan untuk
menentukan dimanakah zona rectifying dan stripping. Garis tahanan antarfasa
dibuat sebanyak mungkin dengan menghubungkan ROL maupun SOL dengan
kurva kesetimbangan untuk mendapatkan hasil yang representatif terhadap grafik
tahanan antarfasa nantinya. Grafik tahanan antarfasa dibentuk dengan memplot
grafik 1/(y* - y) terhadap y.
Perhitungan Number of Theoritical-Tray Unit (NTU) didapat dengan
menghitung luas area di bawah kurva antara zona rectifying, zona stripping, dan
gabungan keduanya untuk mendapatkan nilai HTU nantinya. Penghitungan luas
area di bawah kurva dilakukan dengan menggunakan metode trapesium untuk
mempermudah perhitungan. Kemudian, didapat nilai NTU pada zona stripping
yakni 15,13787 sementara pada zona rectifying yakni 10,99094, sehingga nilai
NTU total yakni 26,12881. Lalu, nilai Height of Theoritical-Tray Unit (HTU) dicari
dengan rumus
𝐺
𝐻𝑇𝑈G =
𝑘G 𝑎
dan didapat bahwa nilai HTU baik pada zona zona rectifying dan stripping sebesar
0,509467.
Dari hasil perhitungan, selanjutnya didapat bahwa tinggi kolom paking pada
zona stripping yakni 7,712242 m sementara pada zona rectifying yakni 5,599516
m, sehingga tinggi kolom paking total yakni 13,31176 m. Dari hasil tersebut, dapat
diindikasikan bahwa umpan dimasukkan di atas zona rectifying atau dengan kata
lain, umpan dimasukkan pada 5,599516 m dari atas kolom paking.

8
BAB 5
KESIMPULAN

Dari permasalahan yang telah diberikan, dapat disimpulkan:


 Tinggi kolom paking pada zona stripping yakni 7,712242 m sementara pada
zona rectifying yakni 5,599516 m, sehingga tinggi kolom paking total yakni
13,31176 m.
 Pemberian umpan diposisikan di 5,599516 m dari atas kolom paking.

9
DAFTAR PUSTAKA

Alsyouri, H. (2015). Heat and Mass Transfer Operations: Introduction to Design


of Packed Columns. Amman: University of Jordan.
Perry, Robert H. and Green, Don W. (1984). Perry's Chemical Engineers'
Handbook (Edisi ke-6). McGraw-Hill.
Samsudin, A. (2015). Perancangan Alat Proses: Pemilihan Tipe Kolom Pemisah.
Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada.
Seader, J. (2011). Separation Process Principles. 3rd ed. Hoboken: John Wiley &
Sons.

10