Anda di halaman 1dari 19

BAB III

BAHAN DAN PERALATAN PROYEK

3.1. Bahan Kontruksi


Pada tahapan pekerjaan suatu proyek konstruksi, dibutuhkan bahan – bahan yang
digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan. Mutu bahan yang digunakan akan mempengaruhi
hasil pekerjaan, sehingga dalam pengadaan bahan bangunan harus memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan. Pada proses pekerjaan Pembangunan Jalan Underpass Mampang-
Kuningan,Jakarta, dibagi kedalam 3 tahap, hal ini mengakibatkan kebutuhan bahan dan
peralatan yang berbeda antara pekerjaan satu dengan pekerjaan yang lainnya.

Berikut ini merupakan uraian secara umum dari setiapan tahapan pekerjaan konstruksi pada
proyek Pembangunan jalan Underpass Mampang-Kuningan diantaranya, pekerjaan tahap
1 merupakan pekerjaan persiapan yang meliputi perencanaan land clearing, pengukuran
titik borrepile, pembersihan lahan, pembuatan pagar proyek, jalan kerja proyek, dan galian
tanah. Selanjutnya pekerjaan tahap 2 merupakan pekerjaan struktur yang meliputi
pekerjaan scant pile, capping beam, Deck Underpass,Saluran Drinase, Rigid Pavetmen,
,wall precast dan yang terakhir pekerjaan tahap 3 merupakan pekerjaan finishing meliputi
pekerjaan trotoar,Pekerjaan Planter Box,, dan Pekerjaan Marka Jalan. Bahan yang
digunakan pada proses pekerjaan konstruksi akan diuraikan sebagai berikut.

3.1.1. Beton Ready Mix


Untuk efektifitas pelaksanaan pengecoran maka digunakan beton ready mix pada
proyek ini. Mutu beton yang digunakan adalah K-350 dan K-175. Pada proyek ini beton
ready mix di distribusi oleh PT. Adhi Mix Beton, beton ready mix dapat di lihat pada
gambar 2.28.

21 | P a g e
Gambar 3.1 Beton Ready Mix

3.1.2. Baja Tulangan


Mutu besi tulangan yang digunakan adalah mutu yang disyaratkan Konsultan
Struktur, sesuai dengan SNI 03-2052-2002. Pada umumnya, sebelum dikirim ke proyek, besi
tulangan ini sudah di uji oleh pihak supplier. Akan tetapi, untuk memastikan kualitas dari
besi tulangan yang akan dipakai, maka kontraktor melakukan uji kembali pada besi
tulangan. Pengujian Besi tulangan ada dua macam, yaitu uji tarik dan uji lengkung.

22 | P a g e
Gambar 3.2 Baja Tulangan

3.1.3. Kawat Bendrat


Kawat bendrat digunakan sebagai pengikat rangkaian tulangan antara satu tulangan
dengan yang lainnya, untuk tulangan pelat, balok, kolom, parapet dan rangkaian tulangan
lainnya sehingga membentuk sutau rangkaian struktur yang siap dicor. Selain itu, kawat ini
juga dapat digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengikatan beton decking pada tulangan
serta mengikat material-material lain, dapat di lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.3 Kawat Bendrat


3.1.4. Beton Decking

Beton decking berfungsi untuk menjaga tulangan agar sesuai dengan posisi yang
diinginkan. Bisa dibilang berfungsi untuk membuat selimut beton sehingga besi tulangan akan

23 | P a g e
selalu diselimuti beton yang cukup, sehingga didapatkan kekuatan maksimal dari bangunan yang
dibuat. Selain itu, selimut beton juga menjaga agar tulangan pada beton tidak berkarat (korosi).
Pada dasarnya decking terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu :

1. Plasting decking, terbuat dari bahan plastik dengan ketebalan 3,5 cm.
2. Concrete decking, terbuat dari campuran beton, berbentuk silinder kecil, dengan diameter
10 cm dan ketebalannya menyesuaikan dengan ketebalan selimut beton yang direncanakan
oleh Konsultan Perencana.

Pada proyek ini di gunakan beton decking jenis Concrete decking dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.

3.2. Peralatan Kerja


Keberhasilan suatu proyek tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan
pelaksanaan yang baik, peran dari peralatan kerja tidak bisa dikesampingkan. Hal ini
dikarenakan dengan kondisi alat yang baik akan meningkatkan produktivitas kerja,
sehingga pekerjaan yang dilakukan akan sesuai dengan perencanaan atau bahkan bisa lebih
cepat dari perencanaan.
Alat kerja membantu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sulit untuk dikerjakan
dengan tenaga manusia. Penggunaan alat kerja dapat mempercepat waktu pelaksanaan,
mempermudah pelaksanaan, dan meningkatkan efektifitas suatu pekerjaan. Oleh karena
itu, perawatan dan pemeliharaan terhadap alat kerja harus diperhatikan agar kerusakan alat
kerja dapat dihindari. Penggunaan peralatan pada proyek Pembangunan Jalan Underpass
Mampang-Kuningan secara umum terdiri dari tiga tahap.
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan tahap 1 yaitu pekerjaan persiapan adalah Total
Station, meteran, theodolith, crane breker, excavator , dump truck, bar tender, bar
cutter,trafo las, Terminal listrik/panel listrik dan peralatan pembantu

24 | P a g e
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan tahap 2 yaitu pekerjaan struktur adalah crane
crawler, concrete mixer truck, concrete vibrator, bekesting, deep boring, modification deep
boring,meteran ,silinder test beton,excavator,pipa termy dan alat bantu lainnya
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan tahap 3 yaitu pekerjaan finishingr adalah
mobile crane,marka equitment,cat,cangkul,palu,dan lain-lain
Berikut ini akan diuraikan beberapa alat yang digunakan pada pekerjaan struktur finishing
yang dikerjakan pada proyek pembangunan jalan underpass mampang-kuningan :

3.2.1 Crane Crawler


Mobile Crane merupakan alat penting dari suatu pembangunan proyek kontruksi yang
memiliki fungsi utama sebagai alat lalu lintas material maupun peralatan kontruksi. mobile
crane diperlukan terutama sebagai pengangkut bahan dan peralatan untuk pekerjaan
struktur seperti pengangkatan besi tulangan, pipa tremy,beton
precast,begisting,compressor,bucket, bar tender,bar cutter dan material lainnya.
Penggunaan mobile crane harus direncanakan dengan baik dari sisi
penempatan,penjadwalan,dan pondasi tanah mobile crane sehingga Crane crawler dapat
terpakai secara maksimal, selain itu agar dapat menjangkau areal proyek kontruksi yang
dikerjakan dengan maneuver yang aman tanpa terhalang. Pengunaan mobile crane tersebut
juga harus memperhitungkan beban maksimum yang mampu diangkat sehinga
perencanaan di awal proyek sangat menentukan jumlah dan kapasitas mobile crane yang
diperlukan. Pada pembangunan jalan Underpass Mampang-Kuningan, digunakan 2 mobile
crane dengan kapasitas alat mencapai 35 Ton untuk pengangkutan pada proyek ini.
Mobile crane dilihat pada gambar dibawah ini :

25 | P a g e
Gambar 3.5 mobile crane

3.2.2. Mixer Truck


Concrete Mixer Truck merupakan truk khusus yang dilengkapi dengan concrete mixer
dengan kapasitas bervariasi, yaitu kapasitas rata-rata 6-7m3. Truck ini mengangkut beton
ready mix dari batching sampai ke lokasi proyek pengecoran. Selama pengangkutan, truck
ini terus berputar searah jarum jam dengan kecepatan 8-12 putaran permenit agar adukan
beton tersebut terus homogen dan tidak mengeras.
Dalam pengangkutan perlu diperhatikan interval waktu, karena bila terlalu lama beton akan
mengeras dalam mixer, sehingga akan menimbulkan kesulitan dan menghambat
kelancaran pelaksanaan pengecoran. Hal ini yang sering disebut dengan setting time, yaitu
interval waktu dimana beton akan mengeras. Setting time berkisar antara 3-4 jam. Oleh
karena itu lokasi proyek dengan batching plan sangat menentukan settingan time beton
ready mix tersebut. Concrete mixer truck yang digunakan pada proyek Underpass
Mampang-Kuningan ini adalah PT. adhimix Pecast Indonesia dan PT. Pjonir Beton dengan
kapasitas maksimum mixer truck tiap unit adalah 7 m3.
Concrete Mixer Truck dapat dilihat di bawah ini.:

26 | P a g e
Gambar 3.6 Mixer Truck

3.2.3. Bekisting
Bekisting merupakan alat yang sering digunakan pada proyek kontruksi bangunan. Alat ini
berfungsi sebagai cetakan untuk pengecoran wall precast ,parapet, dan capping beam.
Sebelum pemasangan bekisting dilaksanakan, terlebih dahulu bikisting diberikan pelumas
pada permukaan bagian dalam dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas beton yang baik
seperti permukaan rata dan tidak kasar.Pada proyek Underpass Mampang-Kuningan,
Jakarta ini, ketinggian rata-rata bekisting capping beam yang digunakan yaitu 1 m, untuk
capping beam. Bekisting ini terbuat dari Baja dapat dilihat dibawah ini:

27 | P a g e
Gambar 3.7 Bikisting Capping Beam
Sementara untuk bikisting parapet :

Gambar 3.8 Bikisting Parapet

3.2.4. Bar Bender

Bar Bender atau alat pembengkok besi maupun besi tulangan adalah alat yanbg digunakan untuk
membengkokkan baja tulangan dalam berbagai semacam sudut sesuai dengan perencanaan. Cara
kerja alat ini yaitu baja yang akan dibengkokkan dimasukkan di antara poros tekan dan poros

28 | P a g e
pembengkok dan diatur sudutnya sesuai dengan sudut bengkok yang diinginkan dan panjang
pembengkokkannya. Ujung tulangan pada poros pembengkok dipegang dengan kunci
pembengkok. Kemudian pedal ditekan sehingga roda pembengkok akan berputar sesuai dengan
sudut dan pembengkokan yang diinginkan. Bar Bender dalam dilihat bawah ini :

Gambar 3.9 Bar Bender

3.2.5. Bar Cutter

Bar cutter atau alat pemotong besi tulangan merupakan alat yang digunakan untuk pemotongan
besi tulangan, besi tulangan dipesan dengan ukutan-ukuran panjang standart, yaitu 12 m. Untuk
keperluan tulangan yang pendek, maka perlu dilakukan pemotongan terhadap tulangan yang ada.
Pada proyek ini digunakan bar cutter listrik, keuntungan dari bar cutter listrik di bandingkan bar
cutter normal adalah bar cutter listrik dapat memotong tulangan dengan diameter besar dengan
mutu baja cukup tinggi, bar cutter ini mempunyai dimensi tulangan maksimal untuk pemotongan
yaitu 32 mm. Bar cutter dapat dilihat dibawah ini :

29 | P a g e
Gambar 3.10 Bar cutter

3.2.6. Crane Breaker

Crabe breaker adalah alat berap yang dioprasikan untuk menghancurkan material yang keras
seperti bagian paling atas jalan dari struktur jalan (Laston). Alat ini juga berguna sebagai
penghancur kepala SecantPile yang nanti akan dilanjutnya pekerjaan Capping Beam. Selain itu
dengan adanya Crane Breaker dapat mempermudah pekerjaan karena hanya menggunakan 1 alat
dan 2 operator. Alat ini sangat berguna dan bekerja maksimal dalam proyek ini. Crane Breaker
dapat dilihat dibawah ini :

30 | P a g e
Gambar 3.11 Crane Breaker

3.2.7. Dump Truck

Dump Truck adalah truck yang digunakan untuk mengangkut bahan material seperti pasir, kerikil
atau tanah. Dump truck dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500
meter – up). Isi muatannya alat berat ini dapat bekerja seendiri dengan mengangkat bagian bak
dengan menggunakan teknologi hidrolik.

Secara umum, dump truck dilengkapi dengan bak terbuka yang dioperasikan dengan bantuan
hidrolik, bagian depan dari bakitu bisa diangkat ke atas dan bagian belakang bak berfungsi sebagai
engel atau sumbu putar. Dump Truck dapat dilihat dibawah ini :

Gambar 3.12 Dump truck

3.2.8. Hydraulic Drilling Rig (Alat bor)

Hydrolic Drilling Rig merupakan alat utama dari pembangunan suatu proyek yang berfungsi
sebagai alat pengebor tanah. Penggunaan alat ini dipilih, karena kondisi lapangan yang diperkotaan
sehingga dapat meminimalisir ganguan lingkungan. Selain itu teknologi ini dapat meminimalisir
terjadinya kelongsoran sehingga aman saat dilakukan untuk kondisi tanah yang beragam sesuai
dengan keadaan lapangan, pada saat melakukan pekerjaan pengeboran lubang bor harus didukung

31 | P a g e
dengan casing baja untuk menstabilkan tanah agar tidak terjadi kelongsoran. Cara ini merupakan
salah satu alternative selain menggunakan betonite. Jumlah Pengunaan Hydrolic Drilling Rig
tersebut perlu diperhatikan untuk menunjang ketepatan pelaksanaan proyek sehingga proyek dapat
berjalan tepat waktu. Pada pembangunan jalan Underpass Mampang-Kuningan Jakarta, digunakan
3 Hydrolic Drilling Rig dengan kapasitas 60 KN yang tersebar di zona masing-masing sehingga
pekerjaan pengeboran dapat berjalan bersamaan. Hydrolic Drilling Rig dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Gambar 3.13 Hydrolic Drilling Rig

3.2.9. Modification Deep Boring

Modification Deep Boring Merupakan alat berat modifikasi dari Hydrolic Drilling Rig. Memiliki
fungsi yang sama hanya saja spesifikasinya berbeda dari dari Hydrolic Drilling Rig dimana
ketinggian alat ini hanya mencapai 5-6 meter. Alat ini digunakan khusus pekerjaan bore dibawah
flyover yang tidak terjangkau olah Hydrolic Drilling Rig. Pada pembangunan jalan Underpass
Mampang-Kuningan Jakarta ini digunakan 1 Modification Deep Boring yang berlokasi di titik

32 | P a g e
flyover Mampang dan dipindahkan di Flyover kuningan. Modification Deep Boring dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.14 Modification Deep Boring

3.2.10. Excavator

Excavator merupakan alat dari pembangunan sebuah proyek yang berfungsi sebagai alat menggali
dan memuat tanah galian. Excavator diperlukan terutama sebagai pengangkut material galian
tanah dan mobilisasi peralatan lain seperti : Bar bender,Bar Cutter,Alat las dan tulangan yang
tingginya hanya 1-4 meter saja. Pengunaan Excavator harus direncanakan dengan baik dari sisi
penempatan pekerjaan karena dapat membahayakan jika saat sedang ber maneuver. Selain itu
penggunaan Excavator harus memperhitungkan beban maksimum yang mampu diangkat,
sehingga perencanaan proyek sangat menentukan jumlah dan kapasitas Excafator yang diperlukan.
Pada pembangunan Underpass Mampang-Kuningan Jakarta, digunakan 4 Excavator dengan
kapasitas 1.94 Ton. Excavator dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

33 | P a g e
Gambar 3.15 Excafator

3.2.11. Pipa tremy

Pipa tremy adalah pipa yang dipasang untuk mengatur tinggi jatuh beton pada saat pengecoran.
Pipa tremy biasa dipasang pada ujung bucket sehingga beton yang keluar dari bucket tidak
langsung jatuh dan menghantam di titik pengecoran. Usahakan sedekat mungkin pipa tremy
dengan permukaan,hal ini dilakukan untuk mengindari agregat kasar, terlepas dari adukan beton.
Dalam proses pengecoran,Ready mix dituangkan melalui backet, panjang pipa tremy bisa
mencapai 6 meter. Sebelum beton ready mix dituangkan bersih kan pipa tremy dari sisa-sisa beton
yang menempel dengan air atau pun di sikat besi. Pengecoran akan dihentikan jika beton sudah
mencapai 300 mm diatas cut off level. Over cast dilakukan untuk menghindari beton yang
bercampur dengan tanah/lumpur sewaktu pencabutan casing. Pipa tremy dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

34 | P a g e
Gambar 3.16 Pipa Tremy

3.2.12. Garpu Tremy

Garpu tremy hanya digunakan pada saat proses pengecoran ready mix. Garpu tremi diletakan
dileher tabung pipa tremy agar pipa tetap stabil dan tidak bergerak pada saat pengecoran. Garpu
tremy dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.17 Garpu Tremy

3.2.13. Kastin Beton

35 | P a g e
Kastin Beton adalah alat bantu yang digunakan sebagai pembatas antara jalan dengan kawasan
proyek. Untuk proyek Underpass Mampang-Kuningan ini berfungsi sebagai pembatas antara jalan
dan proyek, agar keamanan jalan umum dapat dibatasi. Kastin Beton dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Gambar 3.18. Kastin Beton

3.2.14. Lampu HPI-T

Lampu merupakan alat bantu penerangan saat kondisi gelap atau kurang pencahayaan yang cukup.
Lampu ini berfungsi sebagai alat penerangan di tempat-tempat yang sedang dikerjakan pada
malam hari seperti pengecoran capping beam pada malam hari. Lampu yang digunakan dalam
proyek Underpass Mampang-Kuningan yaitu HPI-T. Lampu HPI-T dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

36 | P a g e
Gambar 3.19 Lampu HPI-T

3.2.15. Slinder Test Beton dan Slum Cone

Slinder Test Beton adalah tabung-tabung untuk mencetak sampel beton segar yang baru tiba dari
truck mixer. Beton tersebut akan diberi tanggal dan ditandai, lalu setelah mengeras akan dibawa
ke laboratorium untuk tes uji tekan beton. Hasilnya akan diserahkan lagi kepada Quality Control
sebagai syarat izin Mutu. Silinder ini memiliki diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, Jumlah sampel
yang akan dites tergantung permintaan. Slum Cone adalah alat uji Beton yang berbentuk kerucut
berfungsi sebagai uji Slump Test, pada proyek Underpass ini syarat slum tes harus ±18 cm.
Slinder Test Beton dan Slum Cone dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

37 | P a g e
Gambar 3.20 Slinder Test Beton dan Slum Cone

3.2.16. Trafo Las

Trafo Las merupakan alat yang digunakan untuk pengelasan yaitu menyambung baja dengan
logam unduk atau logam pengisi dengan tekanan tertentu atau membagi tegangan untuk
mendapatkan busur nyala yang memberikan panas untuk mencairkan logam-logam yang di las.
Dalam Proyek ini Trafo Las berfungsi untuk menyambung tulangan bore pile. Hal ini dilakukan
agar tulangan bore pile kokoh pada saat tulang dimasukan ke dalam lubang bore pile. Trafo Las
dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

38 | P a g e
Gambar 3.21 Trafo Las.

3.2.17. Alat Bantu

Alat Bantu terbagi dari beberapa alat yang digunakan untuk mendukung proses pengecoran,
antara lain : Gerobak semen, Sendok semen,sekop,dll

Gambar 3.22 Alat bantu

39 | P a g e