Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Belajar dan Pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan, artinya belajar
dan pembelajaran adalah peristiwa yang terikat oleh tujuan, terarah pada tujuan
dan dilaksanakan khusus mencapai tujuan itu. Apabila yang dituju atau yang
akan dicapai ialah titik C, maka dengan sendirinya proses belajar dan
pembelajaran belum dapat dianggap selesai apabila yang dicapai didalam
kenyataan barulah titik A atau B. Dengan kata lain, taraf pencapaian tujuan
belajar dan pembelajaran merupakan petunjuk praktis tentang sejauh manakah
interaksi edukatif itu harus di bawa untuk mencapai tujuan yang terakhir. Hal
ini berlaku umum baik dalam situasi pendidikan keluarga maupun dalam
situasi pendidikan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam organisasi dan
sekolah.
Tujuan umum dari belajar adalah mengarahkan seseorang yang sedang
belajar ke arah kegiatan tertentu yang bersifat positif. Sementara unsur-unsur
dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan
seseorang yang sedang mencapai tujuan belajar. Berdasarkan data yang didapat
dari laporan PISA 2015 –program yang mengurutkan kualitas system
pendidikan di 72 negara,- Indonesia menduduki peringkat 62. Dua tahun
sebelumnya (PISA 2013), Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah
atau peringkat 71.
Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang kurang mampu memikat bagi
siswa sehingga siswa tidak merasakan proses belajar yang baik. Salah satu
faktornya yaitu rendahnya motivasi belajar siswa dalam belajar, bahan ajar
yang tidak menarik dan relevan, suasana belajar yang kurang mendukung
proses belajar, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, salah satu solusinya sebagai calon guru adalah dengan
wajib mengetahui dan mempelajari tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam

[Type text] Page 1


belajar supaya dapat membimbing dan membantu siswa dalam belajar dengan
cara yang tepat dan benar.

2. Rumusan Masalah :
1. Apa yang dimaksud dengan belajar ?
2. Apa yang dimaksud tujuan belajar ?
3. Apa yang menjadi tujuan belajar?
4. Apa yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar ?
5. Apa saja unsur-unsur dinamis yang terkait dalam proses belajar ?

3. Tujuan Penulisan :
1. Agar mahasiswa mengetahui tujuan belajar.
2. Agar mahasiswa mengetahui apa yang menjadi tujuan belajar.
3. Agar mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud unsur-unsur dinamis
dalam belajar.
4. Agar mahasiswa mengetahui unsur unsur dinamis belajar.

[Type text] Page 2


BAB II

ISI

A. Pengertian Belajar

Pengertian dan definisi belajar menurut beberapa ahli yaitu sebagai


berikut:

NASUTION

Belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan

ERNEST H. HILGARD

Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau
bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi
daripada sebelum itu

AHMADI A.

Belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia

OEMAR H.

Belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang
dinyatakan dalam cara-cara berperilaku yang baru berkat pengalaman dan latihan

CRONBACH

Belajar sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu


menggunakan panca indranya

WINKEL

Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi
aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam
pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap

[Type text] Page 3


NOEHI NASUTION

Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu
tingkah laku sebagai hasil terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa
perubahan atau munculnya perilaku baru itu bukan disebabkan oleh adanya
kematangan atau adanya perubahan sementara karena suatu hal

SNELBECKER
Belajar adalah harus mencakup tingkah laku dari tingkat yang paling sederhana
sampai yang kompleks dimana proses perubahan tersebut harus bisa dikontrol
sendiri atau dikontrol oleh faktor-faktor eksternal

Secara umum, belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam


kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk
peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan,
pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan
kemampuan-kemampuan yang lain.

Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku individu kearah yang


positif serta mampu memperkaya atau memperluas wawasan seseorang.

B. Pengertian Tujuan Belajar


Tujuan belajar adalah terjadinya perubahan perilaku dari inividu yang
belajar, dimana perubahan perilaku tersebut bersifat positif. Tujuan belajar itu
sebenarnya sangat banyak dan bervariasi.Tujuan-tujuan belajar yang eksplisit
diusahakan untuk dicapai dengan tindakan instruksional,lazim dinamakan
dengan instructional effects,yang biasa berbentuk pengetahuan dan
keterampilan.Sedangkan tujuan-tujuan yang lebih merupakan hasil sampingan
yaitu : tercapai karena siswa “ menghidupi (to live in )”suatu sistem lingkungan
belajar tertentu seperti contohnya,kemampuan berpikir kritis dan kreatif,sikap
demokrasi dan terbuka,menerima pendapat orang lain.Semua itu lazim diberi
istilah nurturant effects.Jadi guru dalam mengajar,harus sudah memiliki rencana
dan menetapkan strategi belajar-mengajarnya untuk mencapai instructional

[Type text] Page 4


effects,maupun keduanya. Galloway dalam Toeti Soekamto (1992:27)
mengatakan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan,
retensi, pengolahan informasi, emosi dan factor-faktor lain berdasarkan
pengalaman-pengalaman sebelumnya.sedangkan morgan menyebutkan bahwa
suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga ciri-ciri sebagai berikut:
1. Belajar adalah perubahan tingkah laku;
2. Perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman, bukan karna
pertumbuhan;
3. Perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk
waktu yang cukup lama.

Berbicara tentang belajar pada dasarnya berbicara tentang bagaimana


tingkah laku seseorang berubah sebagai akibat pengalaman (Snelbeker 1974
dalam Toeti 1992:10). Agar terjadi proses belajar atau terjadinya perubahan
tingkah laku sebelum kegiatan belajar mengajar di kelas seseorang guru perlu
menyiapkan atau merencanakan berbagai pengalaman belajar tersebut harus sesui
dengan tujuan yang ingin dicapai. Setiap kreativitas manusia, sepanjang aktivitas
tersebut disadari, senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu.
Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar, tentulah
dimaksudkan bagi pencapaian tujuan

Tujuan merupakan satu diantara hal pokok yang harus diketahui dan
disadari betul-betul oleh seorang guru sebelum mulai mengajar. Guru tersebut
harus dapat memberikan penafsiran yang tepat mengenai jenis dan fungsi tujuan
yang akan dicapainya secara kongkrit. Pada proses pembelajaran yang
dilaksanakan oleh guru untuk suatu bidang studi maka si guru hendaknya
merumuskan tujuan instruksionalnya yang mana tujuan ini masih bersifat umum.
Secara kongkrit tujuan ini dapat dicapai dengan merumuskan tujuan instruksional
umum yang kemudian dijabarkan dalam tujuan instruksional khusus. Dengan kata
lain tujuan khusus itu bersumber dari tujuan umum dan juga berarti tujuan khusus
itu adalah bagian dari tujuan umum. Jadi untuk keperluan yang praktis, tujuan
umum itu perlu diurai didalam satu susunan atau sistematika tujuan, sehingga

[Type text] Page 5


mudah bagi mendekati realisasi tujuan umum secara bertingkat atau bertahap
ataupun kadang-kadang secara serempak.

Dilihat dari sudut ini maka tujuan itu dapat dicapai dalam tahap-tahap
kekhususan. Kalau tujuan umum itu hakikatnya adalah tujuan akhir suatu usaha
belajar, tujuan-tujuan lainnya yang mengarah pada perujudan tujuan akhir itu
dapat disebut tujuan khusus/ intermedier, ini terletak didalam kenyataan bahwa
apabila tujuan khusus itu telah tercapai, maka tujuan itu menjadi alat untuk
mencapai tujuan khusus lainnya, dan begitu seterusnya. Tujuan khusus itu tidak
pernah menjadi tujuan yang terakhir. Dengan demikian kalau tujuan umum
dipandang sebagai titik kulminasi maka tujuan khusus adalah titik terminal.
Yang dibutuhkan oleh guru secara praktis ialah perperincian tujuan umum sampai
pada suatu taraf yang sedemnikian rupa sehingga yang diperlukan itu haruslah
sedemikian rupa sehingga mencapai taraf yang dapat diukur dan dinilai. Jadi taraf
kekhususan itu harus memungkinkan seseorang guru mengukur taraf pencapaian
tujuan serta menilai setiap fase perubahan, (kematangan) tingkah laku yang
diharapkan terjadi. Dengan demikian guru dapat lebih mudah menetapkan bentuk
tingkah laku yang khusus akan diukurnya sesuai dengan tujuan yang khusus itui
pula. Karena itu menjadi kewajiban guru untuk dengan sungguh-sungguh
mengadakan analisa dan pengelompokan berdasarkan kategori mengenai susunan
atau taraf tujuan-tujuan khusus. Pengelompokan berdasarkan analisa serupa ini
taxsomi. Hasil-hasil pemikirannya kerap kali dirumuskan dalam disain
instruksional (persiapan pengajaran).

Ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh
pembelajar.

1. Agar ia mempunyai target tertentu setelah mempelajari sesuatu.


2. Agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar.
3. Agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum.
4. Agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar.

[Type text] Page 6


Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan
tingkah laku pada dirinya. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang
pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. Perubahan tingkah laku
dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati. Oleh karena itu, ketika pembelajar
akan mengadakan aktivitas belajar, perlu merumuskan tujuan belajar untuk
dirinya sendiri.

“…Goal setting is an important componentof academic settings both for


instructors and students. Appropriate goal implementation (both instructors and
student set goal) in the classroom encourages to take a more active role in the
learning process. It has fundamental impacts on increasing student motivation,
self-regulation, self-efficacy, and achievement. When they practice goal setting in
different classrooms, student will be able to develop goal setting and flexible
thingking skill that are widely applicable in many areas of their lives. Overall,
goal setting deserves more attention as a technique for improving students
academic achievment and motivition…”

Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung
unsur-unsur sebagai berikut:

1. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri, dan bukan
pengajar).
2. Jelas perubahannya, dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu.
3. Jelas waktunya, yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan
tercapai.
4. Jelas ukuran perubahannya, yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif.
5. Jelas cara menghukumya, yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara
bagaimana.
6. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable).

Menurut suprijono (2009:5), tujuan belajar yang eksplisit diusahakan


untuk dicapai dengan tindakan instruksional yang dinamakan instructional effects,
yang biasanya berbentuk pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan, tujuan

[Type text] Page 7


belajar sebagai hasil yang menyertai tujuan belajar instruksional disebur nurturant
effects. Bentuknya berupa kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sikap terbuka
dan demokratis, menerima orang lain san sebagainya. Tujuan ini merupakan
konsekuensi logis dari peserta didik “menghicupi” (live in) suatu sistem
lingkungan belajar tertentu.

Dengan berpedoman pada taksonomi belajar, Bloom (1956)


mengklasifikasikan beberapa tujuan belajar sebagai berikut :
1. Ranah Kognitif
Ranah kognitif terdiri dari pengetahuan, penerapan, analisis, sintesa
dan evaluasi. Pengetahuan mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari.
Penerapan mencakup kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode
pada suatu kasus konkrit. Analisis mencakup kemampuan untuk merinci suatu
kesatuan kedalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan atau organisasinya
dapat dipahami dengan baik. Sintesa mencakup kemampuan untuk menghubung-
hubungkan segala sesuatu yang pernah dipelajari, dialami atau dilakukan sehingga
mewujudkan suatu pengertian baru. Evaluasi mencakup kemampuan untuk
membentuk suatu pendapat mengenai sesuatu. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh
sesorang jika dia telah memiliki pengetahuan, pengertian dan kemampuan
menganalisis serta mensintesiskan sesuatudalam situasi tertentu yang konkrit.

2. Ranah Afektif
Tahapan perubahan dalam ranah afektif ada lima yang tersusun secara
hirarki yaitu :
a. Tingkat penerimaan yakni tingkatan perubahan sikap yang dicirikan
kemauan menggunakan panca inderanya dalam menerima suatu stimuli.
b. Menanggapi yakni merupakan tingkatan perubahan sikap seseorang yang
menunjuk pada kegiatan aktif yang dimulai memberi reaksi dan menaruh
minat terhadap kegiatan tertentu.
c. Menilai yakni tahapan perubahan sikap yang menyangkut kemampuan
menilai sesuatu masalah dari sederhana sampai kompleks.

[Type text] Page 8


d. Pengaturan yaitu tingkatan perubahan sikap yang dicirikan oleh
pencapaian hasil belajar yang berkaitan dengan konsep nilai-nilai baru secara
konsisten.
e. Penghayatan yakni tingkatan perubahan sikap yang menunjukkan pada
perilaku sesorang yang dapat diukur konsisten sekaligus merupakan gaya
hidupnya.

3. Ranah Psikomotorik
Perubahan perilaku dalam tahapan ini berkenaan dengan keterampilan
sesorang mengerjakan sesuatu. Tahapan perubahan dalam kawasan ini dicirikan
oleh kesadaran sasaran didik terhadap suatu obyek yang dipelajari. Tahapan-
tahapan tersebut adalah :
a. Siap yaitu ditandai dengan adanya kesiapan mental, fisik, dan emosi untuk
bertindak.
b. Respon terkendali, pada tahapan ini ditandai dengan adanya suatu
tindakan yang mulai dilakukan.
c. Gerakan terbiasa, pada tahapan ini mencakup kemampuan untuk
melakukan suatu gerak-gerik dengan lancar karena sudah terlatih secukupnya.
d. Respon nyata yang kompleks mencakup kemampuan untuk melaksanakan
keterampilan yang terjadi dari beberapa komponen dengan lancar, tepat, dan
efisien.

a. Jenis-jenis Tujuan Belajar

Kegiatan belajar adalah suatu proses yang bertujuan dimana antara siswa
dan guru sama-sama mengupayakan agar kegiatan pembelajaran memperoleh
hasil belajar yang maksimal. Dengan demikian tujuan pembelajaran itu terdiri dari
:

1. Tujuan instruksional (tujuan mata pelajaran);


2. Tujuan pembelajaran umum (tujuan umum);
3. Tujuan pembelajaran khusus (sasaan belajar).

[Type text] Page 9


Ketiga jenis tujuan itu mempunyai hirarki yang jelas dimana tujuan
pembelajaran awal dijabarkan melalui tujuan pembelajaran umum, kemudian
masing-masingnya dijabarkan pula menjadi sejumlah tujuan pembelajaran khusus.

Jenis-jenis tujuan belajar yaitu sebagai berikut:

a. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman.

Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman


seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Pemahaman adalah suatu dasar bagi
segala tindakan seseorang yang dapat memberikan kontribusi yang besar bagi
sukses tidaknya seseorang. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari
sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Pemahaman tidak saja mendatangkan
kepuasan bagi pembelajar, melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada
posisi strategik. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri, ia
akan mengetahui apa yang harus ia perbuat dan apa yang tidak ia perbuat.

b. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap.

Dalam belajar, ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada
diri pembelajar. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut, tentu
nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat.

Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal
misalnya adalah: kebenaran, kejujuran, keindahan, kemerdekaan, saling
membantu dan memberi manfaat.

c. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan, keterampilan-


keterampilan personil-sosial, kognitif dan instrumental.

Setiap pembelajar, tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan


pembelajar lain. Oleh karena itu, dalam belajar seorang pembelajar haruslah
mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki dan keterampilan personal
yang dimiliki. Keterampilan personal yang dimiliki oleh pembelajar, haruslah
dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. Dengan cara demikian, maka

[Type text] Page 10


pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau
karakteristik yang ada pada dirinya.

Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara


terus-menerus menimba ilmu pengetahuan, tanpa batas. Keterampilan kognitif
pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap
ilmu pengetahuan. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak
akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian
pesat. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar
memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan.

Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar, mengarahkan


pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang dijalankan. Jika keterampilan
instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar, maka pembelajar punya
kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang
dilaksanakan. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya,
dan tidak sekedar sebagai penonton saja. Kesadaran untuk secara terus menerus
membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat, lingkungan dan
bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini.

Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari


keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan
personal, sosial dan kognitif.

C. Unsur-Unsur Dinamis dalam Belajar


1. Pengertian Unsur-Unsur Dinamis dalam Belajar
Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang dapat
berubah dalam proses belajar. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi:
motivasi, bahan belajar, alat bantu belajar, suasana belajar dan kondisi
subjek pembelajar.

2. Unsur-Unsur Dinamis yang terkait dalam Proses Belajar


Ada bebarapa unsur dinamis yang terkait dalam proses belajar,
diantaranya adalah :

[Type text] Page 11


a. Motivasi (Motivasi Belajar)

Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan,


pengalasan dan motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti
mendorong, menyebabkan merangsang. Motif adalah keadaan dalam diri
seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas
rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984). Secara serupa
Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri
seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu
pula.

Dalam kegiatan belajar mengajar, dikenal adanya motivasi belajar, yaitu


motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah
keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar mengajar. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels,
1987).

Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah,


semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi
tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya
dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi, 1975). Salah satunya
adalah motivasi dalam membaca yang memberikan pengaruh terhadap prestasi
belajar, terutama bagi remaja.Berkaitan dengan itu guru memiliki pengaruh yang
besar terhadap motivasi dalam membaca yang dimiliki oleh siswa.

“…Research has shown that reading motivation is correlated with


achievement. Studying motivation in older students is particularly important as
reading motivation declines over the course of elementary and middle school.
However, current research largely fails to reflect the nuance and complexity of
reading motivation, or its variation within and across contexts. Purpose: This
mixed-methods study investigates whether distinct reading
motivation/achievement profiles exist for adolescents and what key levers foster

[Type text] Page 12


adolescents' motivation to read. This approach was designed to produce more
generalizable results than isolated case studies, while providing a more nuanced
picture than survey research alone. Research Design: Seventh graders (n = 68) at
two diverse public charter schools serving low-income students were surveyed
regarding reading motivation and attitude. A cluster analysis of survey results
and reading achievement data was conducted. One student per cluster was
selected from each school for additional qualitative analysis (n = 8), and students
and teachers (n = 2) were observed and interviewed. In addition, cross-case and
cross-school analyses were conducted to determine key levers which may promote
students' motivation to read. Conclusions: This study suggests that four distinct
reading achievement/motivation profiles may exist. In addition, teachers have
substantial influence on adolescents' motivation to read. Teachers could benefit
from gathering more information about students' reading motivation and from
promoting feelings of autonomy, competence, and relatedness.”

b. Bahan belajar

Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar.
Tanpa ada yang dipelajari, kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. Oleh
karena itu, supaya siswa dapat belajar dengan baik, maka bahan belajar ini harus
tersedia.

Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh
pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. Bahan ini, bisa berasal dari
guru, bisa berasal dari buku-buku teks, paper, makalah, artikel, disamping dapat
berasal dari lapangan objek tertentu.

Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. Pada


siswa yang bertipe auditif, mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan
dengan siswa yang bertipe visual.

c. Alat bantu belajar

[Type text] Page 13


Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar, karena
dapat membantu belajar siswa. Dengan alat bantu, bahan belajar yang tidak
menarik bisa menjadi menarik. Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar
dan piranti belajar.

Contoh alat bantu sederhana adalah pena, pensil, papan tulis, kapur tulis,
penggaris, penghapus. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan
keterampilan tertentu adalah skala, rubrik, jangka, OHP, video, tape recorder, dan
media audiovisual lainnya.

d. Suasana belajar

Suasana belajar penting artinya bagi kegiatan belajar. Karena itu, guru dan
siswa senantiasa dituntut agar menciptakan suasana lingkungan belajar yang baik
dan menyenangkan. Hal ini berarti bahwa suasana belajar turut menentukan
motivasi, kegiatan dan keberhasilan belajar siswa.

e. Kondisi subjek belajar

Kondisi subjek belajar turut menentukan kegiatan dan keberhasilan belajar.


Siswa dapat belajar secara efisien dan efektif apabila berbadan sehat, memiliki
bakat khusus, dan pengalaman yang berkaitan dengan pelajaran, serta memiliki
minat untuk belajar.

Dari segi psikis, kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi:
intelegensinya, bakatnya, militansi kerjanya, motivasi instrinsik atau motivasi
berprestasinya, kematangannya aspirasi dan punya, ambisi-ambisinya.

Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang


berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. Demikian juga yang
mempunyai bakat khusus, yang tinggi militansi kerjanya, yang tinggi motivasi
intrinsiknya, yang besar ambisinya, dan yang lebih stabil emosinya.

Sementara itu, upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan


psikis subjek belajar adalah :

[Type text] Page 14


1. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mungkin baru bagi
mereka.
2. Memelihara keseimbangan emosi mereka, agar secara psikologis mereka
merasa aman.
3. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan.
4. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya
sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkunganya.

Adapun dinamika atau unsure dinamis dalam belajar unruk siswa dan ada
juga dinamika guru dalam pembelajaran yaitu diuraikan dibawah ini:

1. Dinamika Siswa dalam Belajar


Bloom dkk merupakan pelopor yang mengkategorikan perilaku hasil belajar
menjadi 3 yaitu:
a. Ranah kognitif
 Pengetahuan mencakup kemampuan ingatan tentang hal yang telah
dipelajari dan tersimpan dalam ingatan.
 pemahaman mencakup kemampuan menangkap arti dan makna hal yang
dipelajari.
 penerapan mencakup kemampuan menerapkan metode dari kaedah untuk
menghadapi masalah yang nyata dan baru.misalnya menggunakan prinsip.
 Analisis mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru .
 Evaluasi mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa
hal berdasarkan criteria tertentu.
b. Ranah afektif
 Penerimaan mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan
memperhatikan hal tersebut.
 Partisipasi mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan dan berpatisipasi
dalam suatu kegiatan.
 Pemikiran dan penentuan sikap mencakup menerima suatu nilai
menghargai, mengakui dan menentukan sikap.

[Type text] Page 15


 Organisasi mencakup kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai
pedoman dan pegangan hidup.
 Pembentukan pola hidup mencakup kemampuan menghayati nilai dan
membentuknya menjadi pola nilai kehidupan pribadi.
c. Ranah psikomotor
 Persepsi, mencakup kemampuan memilah-milahkan hal-hal secara khas
dan menyadari adanya perbedaan yang khas tersebut.
 Kesiapan, mencakup kemampuan penempatan dari dalam keadaan dimana
akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan.
 Gerakan terbimbing, mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuatu
contoh, atau gerak peniruan.
 Gerakan yang terbiasa, mencakup kemampuan melakukan gerakan-
gerakan tanpa contoh.
 Gerakan kompleks, mencakup kemampuan melakukan gerakan atau
keterampilan yang terdiri dari banyak tahap, secara lancer, efisien, dan
tepat penyesuaian.
 pola gerakan, yang mencakup kemampuan mengadakan perubahan dan
penyesuian pola gerak gerik dengan persyaratan khusus ang berlaku.
 Kreativitas, mencakup kemampuan melahirkan pola-pola gerak-gerik yang
baru atas prakarsa.

2. Dinamika Guru dalam Pembelajaran

Peran guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah relatif tinggi. Peran


guru tersebut terkait dengan peran siswa dalam belajar. Menurut Biggs dan Telfer
diantara motivasi belajar siswa ada yang diperkuat dengan cara-cara
pembelajaran. Motivasi instrumental, motivasi sosial, dan motivasi berprestasi
rendah misalnya dapat dikondisikan secara bersyarat agar terjadi peran belajar
siswa. Junaidi (blogspot.com, 2009) mengemukakan bagaimana cara
pembelajaran yang berpengaruh terhadap belajar siswa, yaitu:

[Type text] Page 16


a. Bahan ajar
Bahan ajar atau bahan belajar sangat berpengaruh terhadap belajar siswa.
Contoh berikan bahan ajar dalam gambar-gambar menarik foto-foto berwarna
atau jika menggunakan OHP atau LCD, dan gunakanlah huruf-huruf yang
indah. Tujuannya hanya satu, yaitu membuat bahan ajar yang akan kita ajar
semenarik mugkin jika dinilai siswa.

b. Suasana belajar
Kondisi gedung sekolah, tata ruang kelas, dan alat-alat belajar berpengaruh
terhadap kegiatan belajar. Disamping kondisi fisik tersebut, suasana
pergaulan di sekolah juga berpengaruh pada kegiatan belajar. Bagaimana
caranya guru memberikan suasana belajar yang kondusif, aman, tentram, dan
nyaman.

c. Media dan sumber belajar


Guru berperan penting dalam menempatkan media dan sumber belajar.
Lingkungan sekolah TV, majalah, surat kabar, dan dunia maya pun bisa
digunakan sebagai media belajar.
d. Guru sebagai subjek pembelajaran
Guru memiliki peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Apabila guru
tidak bisa mengajar dengan baik, maka biasanya murid akan malas dalam
belajar.

Dengan adanya peran-peran tersebut, maka sebagai pengajar guru adalah


pembelajar sepanjang hayart.

[Type text] Page 17


BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

1. Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa
telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi
pengetahuan,keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan
tercapai oleh siswa. tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah
laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses
belajar.
2. Ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh
pembelajar.
 Agar ia mempunyai target tertentu setelah mempelajari sesuatu.
 Agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar.
 Agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum.
 Agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar.
3. Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang dapat berubah
dalam proses belajar. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi, bahan
belajar, alat bantu belajar, suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar.
4. Siswa yang belajar berarti memperbaiki kemampuan-kemampuan kognitif,
afektif, dan psikomotorik. Dengan meningkatnya kemampuan-kemampuan
tersebut maka keinginan, kemauan, dan perhatian pada lingkungan
sekitarnya makin bertambah.
5. Usaha guru untuk menciptakan kedinamisan belajar berkaitan dengan faktor
eksternal yaitu kesiapan guru dalam menata bahan belajar, penciptaan
suasana belajar yang menyenangkan, mengoptimalkan media dan sumber,
memaksimalkan peranan sebagai pembelajar

[Type text] Page 18


DAFTAR PUSTAKA

Nurul. 2017. Makalah Tujuan & Unsur Dinamis Dalam pembelajaran,


https://www.scribd.com/document/347307980/Makalah-Tujuan-Unsur-
Dinamis-Dalam-pembelajaran,
(Diakses Minggu, 11 Februari 2018, pukul 10:15)

Sidharta, Jennifer. 2017. Peringkat Pendidikan Indonesia di Dunia,


https://www.youthcorpsindonesia.org/l/peringkat-pendidikan-indonesia-di-
dunia/
(Diakses Minggu, 11 Februari 2018, pukul 11.35)

Troyer, Margaret. 2017. A Mixed-Methods Study of Adolescents' Motivation to


Read. Teachers College Record, v119 n5,
https://eric.ed.gov/?q=a+mixed+method+study+of+adolescent+motivation
+to+read&id=EJ1144315
(Diakses Minggu, 11 Februari 2018, pukul 13.45)

Turkay, S. 2014. Setting Goals: Who, Why, How?,


Hilt.hardvard.edu/files/hilt/files/settinggoals.pdf
(Diakses Senin, 12 Februari 2018, pukul 13.11)

Warae, Ben. 2017. TUJUAN DAN UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR,


https://ebenfilsafanlaia1.blogspot.co.id/2017/08/tujuan-dan-unsur-dinamis-
dalam-belajar.html,
(Diakses Minggu, 11 Februari 2018, pukul 13.34)

[Type text] Page 19


[Type text] Page 20