Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

HAMA PENYAKIT BENIH DAN PASCA PANEN

PREFERENSI MAKAN DAN BERKEMBANGBIAK


SERANGGA HAMA GUDANG

Oleh Kelompok :
Yenny Fitria A24070062
Febri Farhanny A24070170
Miftahul Bakhrir A24070194
Andrixinata B A34070016
Fajar Sidiq A. N A34070072

Dosen pengajar :
Dr. Ir. Idham Sakti Harahap, M.Si

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN


FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hama gudang merupakan hama yang selalu meresahkan manusia. Sebab


hama ini menyerang langsung pada hasil pertanian yang akan berakibat secara
langsung pada komoditas yang merupakan tujuan dari proses pertanian secara
sederhana. Selain itu, hama gudang dapat ditemukan dimana saja, baik di gudang
penyimpanan, di dalam industri pengolahan, maupun dalam proses pengangkutan
hasil-hasil pertanian. Hama-hama ini tersebar di seluruh dunia melalui komoditas
yang didistribusikan atau melalui sarana transportasi. Hama tersebut dengan
mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Oleh sebab itu, berbagai usaha
dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya.

Dari berbagai tempat yang dapat dihuni oleh serangga hama gudang,
gudang tempat penyimpanan merupakan tempat berkembang biak yang sangat
ideal bagi hama. Hal ini dikarenakan di dalam gudang tersedia makanan yang
melimpah, kondisi lingkungan yang kondusif untuk berkembang biak, serta
keadaan musuh alami yang cukup rendah. Oleh sebab itu, induksi beberapa
serangga saja dalam gudang penyimpanan dapat berkembang dengan sangat cepat
dan menimbulkan kerusakan yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat.

Serangga hama gudang yang penting diantaranya adalah Sitophilus


zeamais dan Tribolium castaneum. Sitophilus zeamais merupakan serangga hama
dalam gudang penyimpanan yang paling penting dan banyak menimbulkan
kerusakan dalam jumlah besar pada bahan pangan yang disimpan di dunia.
Aktivitas makan fase larva di dalam butir biji-bijian menyebabkan terbentuknya
lubang besar pada endosperm biji. Serangga Sitophilus zeamais dalam jumlah
besar dapat menimbulkan peningkatan panas dan kadar air sehingga merangsang
pertumbuhan cendawan di dalam gudang penyimpanan.

Kemudian Tribolium castaneum yang merupakan serangga hama yang


sering ditemukan di gudang penyimpanan biji-bijian serealia, khususnya pada
produk olahan seperti tepung dan beras giling. Bahan pangan yang terserang berat
biasanya tercemar oleh benzokuinon ( ekskresi Tribolium castaneum ) sehingga
menyebabkan olahan menjadi tidak layak untuk dikonsumsi.

Tujuan

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berkembang biak


Sitophilus zeamais dan Tribolium castaneum dan mengetahui kesesuaian habitat
bagi kedua hama gudang tersebut.
BAHAN DAN METODE

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah 20 g jagung, 20 g gabah,


20 g beras, 20 g tepung beras, 20 g tepung terigu, dan 20 g tepung tapioka. Selain
itu digunakan hama gudang dengan spesies Sitophilus zeamais dan Tribolium
castaneum. Masing-masing spesies berjumlah 60 ekor. Sedangkan alat yang
digunakan adalah timbangan dan gelas plastik sampel.

Metode

Bahan-bahan untuk uji preferensi ditimbang sebanyak 20 gram. Bahan-


bahan tersebut dimasukkan ke dalam gelas plastik. Setelah itu, dimasukkan 20
ekor Sitophilus zeamais pada masing-masing gelas plastik yang berisi jagung,
gabah, dan beras. Sedangkan Tribolium castaneum sebanyak 20 ekor dimasukkan
ke dalam masing-masing gelas plastik yang berisi tepung beras, tepung terigu, dan
tepung tapioka. Pengamatan dilakukan setelah 1 bulan dan diamati jumlah
individu baru yang muncul dari Sitophilus zeamais dan Tribolium castaneum, baik
larva, pupa, maupun imagonya.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Preferensi makan Sitophilus zeamais

Sitophilus zeamais
No. Jagung Beras Gabah
∑L ∑P ∑I ∑L ∑P ∑I ∑L ∑P ∑I
1 - - 6 - - 8 - - 1
2 - - 8 - - 15 - - 5
3 - - 15 - - 1 - - -
4 24 9 6 - - 2 - - -
5 23 4 14 - - 7 1 - -
6 34 23 17 1 - 16 - - 12
7 - - 8 - - 11 - - 4
rata-rata 11,57 5,14 10,57 0,14 0 8,57 0,14 0 3,14

Tabel 2. Preferensi makan Tribolium castaneum

Tribolium castaneum
No. Tepung terigu Tepung tapioca Tepung beras
∑L ∑P ∑I ∑L ∑P ∑I ∑L ∑P ∑I
1 107 1 7 9 - 10 41 - 10
2 122 3 8 11 - 12 18 - 9
3 238 - 17 38 - 8 92 - 20
4 230 15 11 11 1 10 17 7 15
5 32 2 18 - - 4 39 - 12
6 56 - 8 3 - 11 71 - 12
7 39 - 18 2 - 13 25 - 8
rata-rata 117,7 3 12,43 10,57 0,14 9,71 43,28 1 12,28
Grafik 1. Preferensi makan Sitophilus zeamais
Grafik 2. Preferensi makan Tribolium castaneum
Pembahasan

Berdasarkan data diatas (lihat Grafik 2. Jumlah Rata-Rata Populasi


Sitophilus zeamais).dapat dilihat bahwa dari 20 ekor imago S. zeamais yang diuji
dan diamati, rata-rata 10 ekor masih bertahan hidup dan berkembang biak dalam
biji jagung. Dan di dalam biji jagung ditemukan rata-rata 11 larva dan 5 pupa.
Sedangkan pada beras, sisa imago S. zeamais yang bertahan hidup hanya 8 ekor,
dan hampir tidak ditemukan larva dan pupa. Begitu pula pada gabah, dari 20 ekor
ternyata rata-rata hanya 3 ekor imago saja yang bertahan hidup. Dan di dalam
gabah juga tidak ditemukan larva dan pupa S. zeamais. Berdasarkan data hasil
pengamatan tersebut, terlihat jelas bahwa jumlah kumbang Sitophilus zeamais
yang hidup pada jagung lebih banyak daripada yang hidup pada beras dan gabah
yang berarti bahwa S. zeamais kurang dapat bertahan hidup dan tidak mampu
berkembang biak dalam beras dan gabah.

Berdasarkan data pengamatan sebanyak 7 kali pengulangan pada tepung


terigu yang sebelumnya telah diinfestasikan 20 ekor T. castaneum menunjukkan
rata-rata jumlah Tribolium castaneum sebanyak 117 larva, 3 pupa dan 12 imago
yang hidup. Sedangkan pada tepung tapioca rata-rata jumlah T. castaneum yang
ditemukan hanya 10 larva, 0 pupa dan 9 imago. Lalu pada tepung beras jumlah
yang ditemukan yaitu 43 larva, 1 pupa dan 12 imago. Hal ini menunjukkan bahwa
kumbang T. castaneum lebih menyukai tepung terigu sebagai pakan, habitat hidup
dan berkembangbiaknya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah larva, pupa,
dan imago yang ditemukan pada tepung terigu.

Sitophilus zeamais memiliki sepak terjang yang kuat dalam dunia pertanian
dunia dan Indonesia khususnya. Kumbang ini merupakan hama gudang yang
biasa menyerang komoditas serealia di gudang. Di Indonesia serangga ini banyak
ditemukan menyerang beras di gudang. Menurut Harahap et. al, (2006), Lama
perkembangan serangga ini dari telur hingga dewasa pada kondisi optimum yakni
pada suhu 27oC dan kelembaban 70%, adalah 31- 37 hari pada komoditas jagung.
Hal ini pula lah yang menyebabkan pengamatan percobaan ini dilakukan setelah
satu bulan. Sitophilus zeamais adalah serangga penyimpanan yang paling penting
dan menimbulkan kerusakan pada bahan pangan yang disimpan di dunia. Oleh
karena itulah, banyak ilmuan yang meneliti metode-metode yang mungkin
dilakukan untuk penanggulangan hama ini.

Kemudian Tribolium castaneum yang juga juga merupakan hama yang


menyerang biji-bijian serealia, akan tetapi hama ini umumnya terkhusus pada
produk olahan tepung dan beras giling. Kerusakan yang ditimbulkan selain
mengkonsumsi tepung, serangga hama ini juga mengekskresikan benzokuinon
yang mengotori tepung dan menyebabkan tepung menjadi tidak layak konsumsi
atau bernilai rendah. Menurut Harahap et al, (2006), lama perkembangan serangga
ini sangat bervariasi, antara lain bergantung pada suhu, kelembaban, dan jenis
makanan. Pada kondisi optimum, yakni suhu 35oC dan kelembaban 75%, lama
perkembangan dari telur hingga dewasa mencapai 20 hari.

Invasi kedua serangga ini kedalam gudang penyimpanan akan menimbulkan


dampak kerusakan pada komoditas hasil dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini
disebabkan oleh tingkat dan kecepatan perkembangbiakannya yang tinggi. Oleh
sebab itu perlu adanya pencegahan ataupun pengendalian untuk mencegah
kerusakan tersebut.
PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa Sitophilus zeamais


lebih menyukai jagung sebagai habitat hidup dan berkembang biak daripada beras
dan gabah. Hal ini terlihat dari jumlah larva, pupa, dan imago yang ditemukan.
Sedangkan Tribolium castaneum lebih menyukai tepung terigu sebagai habitat
untuk hidup dan berkembang biak daripada tepung tapioca dan tepung beras.
Lingkungan habitat dan pakan yang sesuai akan meningkatkan kemampuan
perkembangbiakan dari hama gudang S. zeamais dan T. castaneum. Hal ini telah
dibuktikan dengan banyaknya larva dan pupa yang ditemukan dalam jagung dan
tepung terigu.
DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2008. Tesis 5. http://www.scribd.com/doc/8952803/Tesis-5 (akses 19


Desember 2009).

[Anonim]. 2008. Tesis 4. http://www.scribd.com/doc/8952798/Tesis-4 (akses 19


Desember 2009).

[Nay]. 2008. Pengenalan Hama-Hama Pascapanen.


http://naynienay.wordpress.com/2008/01/28/tentang-hama-tumbuhan/.
(akses 17 Desember 2009).

Harahap, I. S., Sunjaya, Dharmaputra S. W., dan Widayanti S. 2006. Buku


Panduan Pengelolaan Hama Gudang Terpadu. Bogor: Kementrian
Lingkungan Hidup.