Anda di halaman 1dari 3

Sejarah

Masa pra-Romawi dan Romawi kuno[


Meskipun angka Romawi ditulis dengan huruf-huruf dari abjad Romawi, angka
Romawi awalnya adalah simbol-simbol yang berdiri sendiri. Etruskan, misalnya,
menggunakan 𐌠, 𐌠, 𐌠, ⋔, 𐌠, dan ⊕ untuk menuliskan I, V, X, L, C, dan M, yang
berarti hanya I dan X merupakan huruf-huruf dalam abjad mereka.
Hipotesis mengenai asal mula angka Romawi[
Tanda talli[
Salah satu hipotesis mengenai asal mula angka Romawi adalah bahwa angka
Romawi Etruskan pada kenyataannya berasal dari torehan-torehan pada tongkat
hitungan, yang digunakan oleh para penggembala Italia dan Dalmasia hingga abad
ke-19.[1]
Oleh karena itu, (I) tidak berasal dari huruf (I), tetapi dari torehan vertikal pada
tongkat hitungan. Setiap torehan kelipatan lima dipotong ganda, misalnya ⋀, ⋁, ⋋, ⋌,
dst., dan setiap kelipatan sepuluh dipotong silang (X), (IIIIΛIIIIXIIIIΛIIIIXII...), lebih
seperti tanda talli Eropa saat ini. Hal ini menghasilkan suatu sistem
posisi: Delapan pada tongkat penghitungan adalah delapan talli, IIIIΛIII. Dengan cara
lain, dapat disingkat menjadi ΛIII (atau VIII), karena kehadiran Λ mengimplikasikan
telah ada empat torehan sebelumnya. Lebih jauh lagi, delapan belas adalah talli
kedelapan setelah sepuluh talli pertama, yang dapat disingkat X, dan menjadi XΛIII.
Demikian pula angka empat pada tongkat adalah torehan I sebelum potongan Λ (V),
sehingga dapat ditulis menjadi IIII atau IΛ (IV). Oleh karena itu, konsep sistem ini
bukan penambahan atau pengurangan, tetapi urutan (ordinal). Ketika talli-talli
tersebut diubah menjadi tulisan, tanda-tanda yang mudah diidentifikasikan dengan
huruf-huruf Romawi saat itu adalah I, V, dan X.
Dalam talli, V atau X yang kesepuluh menerima coretan tambahan. Sehingga, 50
ditulis dengan variasi-variasi seperti N, И, K, Ψ, ⋔, dll., tetapi mungkin yang paling
sering adalah bentuk ceker ayam seperti V dan I yang tumpang tindih: ᗐ. Bentuk itu
kemudian diluruskan menjadi ⊥ (huruf T terbalik) hingga periode
kekuasaan Augustus, dan segera setelah itu diidentifikasi dengan huruf yang secara
grafis menyerupai, yaitu L. Demikian pula, 100 ditulis dalam variasi-variasi Ж, ⋉, ⋈,
H, atau dengan simbol-simbol untuk 50 seperti yang disebutkan di atas ditambah
dengan sebuah coretan ekstra. Bentuk Ж (X dan I yang tumpang tindih) kemudian
menjadi bentuk dominan. Bentuk itu lalu ditulis dengan variasi >I< atau ƆIC,
kemudian disingkat menjadi Ɔ atau C, hingga akhirnya variasi C yang menjadi
pilihan karena C merupakan singkatan dari centum, bahasa Latin untuk "ratus".
Angka Romawi atau Bilangan Romawi adalah sistem penomoran yang berasal
dari Romawi kuno. Sistem penomoran ini memakai huruf Latin untuk melambangkan
angka numerik:
Simbol Hasil

I 1 (satu) (unus)
V 5 (lima) (quinque)
X 10 (sepuluh) (decem)
L 50 (lima puluh) (quinquaginta)
C 100 (seratus) (centum)
D 500 (lima ratus) (quingenti)
M 1.000 (seribu) (mille)

Untuk angka yang lebih besar (≥5.000), sebuah garis ditempatkan di atas simbol
indikator perkalian dengan 1.000.
Simbol Hasil
V 5.000 (lima ribu)
X 10.000 (sepuluh ribu)
L 50.000 (lima puluh ribu)
C 100.000 (seratus ribu)
D 500.000 (lima ratus ribu)
M 1.000.000 (satu juta)

Tabel angka Romawi


Berikut adalah tabel angka Romawi:
Romawi Alternatif Arab Catatan
tidak ada tidak ada 0 Tidak diperlukan.
I Ⅰ 1
II ⅠⅠ (atau Ⅱ) 2
III ⅠⅠⅠ (atau Ⅲ) 3
IV ⅠⅤ (atau Ⅳ) 4 IIII Masih Digunakan Untuk Jam
V Ⅴ 5
VI ⅤⅠ (atau Ⅵ) 6
VII ⅤⅠⅠ (atau Ⅶ) 7
VIII ⅤⅠⅠⅠ (atau Ⅷ) 8
IX ⅠⅩ (atau Ⅸ) 9
X Ⅹ 10
XI ⅩⅠ (atau Ⅺ) 11
XII ⅩⅠⅠ (atau Ⅻ) 12
XIII ⅩⅠⅠⅠ 13
XIV ⅩⅠⅤ 14
XV ⅩⅤ 15
XIX ⅩⅠⅩ 19
XX ⅩⅩ 20
XXX ⅩⅩⅩ 30
XL ⅩⅬ 40
L Ⅼ 50
LX ⅬⅩ 60
LXX ⅬⅩⅩ 70
LXXX ⅬⅩⅩⅩ 80
XC ⅩⅭ 90
C Ⅽ 100
CC ⅭⅭ 200
CD ⅭⅮ 400
D Ⅾ 500
DCLXVI ⅮⅭⅬⅩⅤⅠ 666 Menggunakan setiap simbol utama.
CM ⅭⅯ 900
M Ⅿ 1000
MCMXLV ⅯⅭⅯⅩⅬⅤ 1945
MCMXCIX ⅯⅭⅯⅩⅭⅠⅩ 1999
MM ⅯⅯ 2000
MMM ⅯⅯⅯ 3000
MMMM ⅯⅯⅯⅯ 4000
IƆ Ɔ ⅠƆ Ɔ 5000 I diikuti dengan dua buah C terbalik.

Cara mudah untuk menuliskan angka yang besar dalam angka Romawi ialah dengan
menuliskan ribuan terlebih dahulu, ratusan, puluhan kemudian satuan.
Contoh: angka 1988.
Seribu adalah M, sembilan ratus adalah CM, delapan puluh adalah LXXX, delapan
adalah VIII.
Digabung: MCMLXXXVIII (ⅯⅭⅯⅬⅩⅩⅩⅤⅠⅠⅠ).