Anda di halaman 1dari 18

1.

Turbinaria ornata
a) Klasifikasi
 Kingdom : Protista
 Divisi : Phaeophyta
 Kelas : Phaeophyceae
 Ordo : Fucales
 Famili : Sargasseceae
 Genus : Turbinaria
 Spesies : Turbinaria ornata

b) Gambar dan keterangan


Gambar Keterangan

 Berwarna cokelat
 Bentuk tubuhnya
seperti lembaran
 Batang berbentuk
silindris
 Terdapat berkas
percabangan

1. Konseptakel
2. Filoid
3. Cauloid
4. Thalus
5. Rhizoid
1. Konseptakel
2. Filoid
3. Cauloid
4. Thalus
5. Rhizoid

c) Deskripsi
Turbinaria ornata memiliki struktur thalus agak keras atau kaku, tebal, serta
tubuh yang tegak. Perbedaan dengan jenis lainnya, jenis ini memiliki blade yang
umumnya seperti corong dengan pinggir bergerigi. Karakteristik jenis ini adalah pinggir
bladeya membentuk bibir dengan bagian tengah blade melengkung ke dalam. Merupakan
alga yang hidup pada karang Rhizoid pada Turbinaria ornate akan terlihat menyebar
pada permukaan karang di zona intertidal. Dapat hidup dalam kelompok kecil maupun
ada dalam kelompok yang penyebarannya sangat luas. Sebagian besar berwarna cokelat
kekuningan sampai cokelat tua dengan bintik-bintik cokelat tua.
d) Peranan

Turbinaria ornata memiliki banyak peranan antara lain adalah dalam bidang
farmasi alginate digunakan dalam patologi pencernaan. Turbinaria ornata juga
dimanfaatkan untuk bahan cetakan gigi dan bahan pembersih gigi. Alginate yang
terkandung dalam Turbinaria ornata tidak mengandung racun. Jadi biasa digunakan pada
industry makanan seperti pada pembuatan es krim sebagai stabilisator dan mencegah
terjadinya kristal es. Alginate digunakan pada makanan dingin untuk meningkatkan
tekstur selama proses freez-thaw. Alginate juga digunakan sebagai lapisan kertas,
industri kartun tekstil dan cat, keramik, bahan pembuat tablet, alat pengkilap, juga
digunakan dalam plastik, vulcanite fiber, industri kulit imitasi, produk gelas dan industri
(Nybakken, 1992).

2. Rhodymenia palmata

a) Klasifikasi

 Kingdom : Protista
 Divisi : Rhodophyta
 Kelas : Rhodophyceae
 Ordo : Rhodymeniales
 Famili : Rhodymeniaceae
 Genus : Rhodymenia
 Spesies : Rhodymenia palmata

b) Gambar dan keterangan

Gambar Keterangan
 Thallus berbentuk lembaran pipih
 sempit, dan tebal
 Thallusnya memiliki pola
percabangan dikotom
 Alga ini tidak memiliki embelan
pada
 tubuh
 Alga ini mempunyai pigmen warna
merah, tapi walaupun begitu alga
 Alga ini berwarna kehijauan
c) Deskripsi

Spesies ini bercirikan yaitu memiliki thallus berbentuk lembaran pipih


sempit, dan tebal. Thallusnya memiliki pola percabangan dikotom. Berbeda
dengan kebanyakan species yang lain, alga ini tidak memiliki embelan pada
tubuh. Alga ini mempunyai pigmen warna merah, tapi walaupun begitu alga
ini berwarna kehijauan. Rhodymenia sp merupakan salah satu alga memiliki
kandungan zat berupa floridean, yang menghasilkan bahan agar-agar.
d) Peranan

Rhodymenia palmata memiliki banyak peranan antara lain : Dalam bidang


ekonomi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan karena Rhodymenia memiliki
kandungan zat berupa floridean yang menghasilkan bahan agar-agar.

3. Sargassum sp

a) Klasifikasi

 Kingdom : Protista
 Divisi : Phaeophyta
 Kelas : Phaeophyceae
 Ordo : Fucalez
 Family : Sargassaceae
 Genus : Sargassum
 Species : Sargassum sp

b) Gambar dan keterangan

Gambar Keterangan
 Thallus pipih dan licin
 Batang utama bulat agak kasar
 Bagian yang digunakan untuk melekat
berbentuk cakram
 Bentuk daun oval an memanjang
 Habitat di batu karang di daerah
berombak

1. Daun
2. Cryptostomata
3. Recoptakel
4. Air bladder
5. Axis
6. Holdfast
1. Daun
2. Cryptostomata
3. Recoptakel
4. Air bladder
5. Axis
6. Holdfast

c) Deskripsi

Pada bagian morfologi memiliki warna pirang, memiliki thallus yang berbentuk
pita ditengah-tengahnya dan diperkuat oleh suatu rusuk tengah. Terdapat gelembung yang
berfungsi untuk memungkinkan tumbuhan terapung-apung bila terendam pada waktu
pasang. Hidup dalam air, hidupnya sebagai bentos yang melekat pada suatu substrat
dengan benang-benang pendek yang bercabang(Aditia,Lasinrang.2013)

d) Peranan

Rumput laut sargassum telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan
obat. Sebagai sumber gisi, rumput laut memiliki kandungan karbohidrat (gula atau
vegetable-gum), protein, sedikit lemak, dan abu yang sebagian besar merupakan senyawa
garam natrium dan kalium. Selain itu, rumput laut juga mengandung vitamin-vitamin,
seperti A, B1, B2, B6, B12, dan C; beta karoten; serta mineral, seprti kalium, kalsium,
fosfor, natrium, zat besi, dan yodium.

Hidrokoloid dari Rumput laut (Karaginan, Agar dan Alginat) sangat diperlukan
mengingat fungsinya sebagai gelling agent, stabilizer, emulsifier agent, pensuspesi,
pendispersi yang berguna dalam berbagai industri seperti industri makanan, minuman,
farmasi dan kosmetik, maupun industri lainnya seperti cat tekstil, film, makanan ternak,
keramik, kertas, fotografi dan lain- lain. (Jana T.2008)

4. Caulerpa racemosa

a) Klasifikasi

 Kingdom : Protista
 Divisi : Chlorophyta
 Class : Chlorophyceae
 Ordo : Volvocales
 Famili : Volvoceae
 Genus : Caulerpa
 Spesies : Caulerpa racemosa

b) Gambar dan keterangan

Gambar Keterangan
 Berwarna hijau
 Thallus utama tumbuh
menjalar
Tumbuh pada substrat
koral atau pada
substrat pasir-pecahan
karang
1.Rizoma
2.Rhizoid
3.Rachis
4.Fronds
5.Pinnules
5

4
2
1
3

1.Rizoma
2.Rhizoid
3.Rachis
4.Fronds
5.Pinnules

c) Deskripsi
Caulerpa remosa adalah salah satu rumput laut hijau yang tumbuh secara alami di
perairan Indonesia. Caulerpa racemosa ditemukan tumbuh pada substrat koral atau pada
substrat pasir-pecahan karang. Caulerpa racemosa bersifat edible atau dapat dikonsumsi
oleh manusia. Di Indonesia Caulerpa racemosa telah dimanfaatkan sebagai sayuran segar
atau lalap, namun konsumennya masih terbatas pada keluarga nelayan atau masyarakat
pesisir (Novaczek.2001).

d) Peranan
Pemanfaatan Caulerpa saat ini tidak hanya sebagai makanan saja tapi dapat
digunakan sebagai antioksidan. Antioksidan yang terdapat dalam Caulerpa dapat
melawan radikal bebas yang terdapat dalam tubuh. Menurut Amrun., et al. dalam
Rohmatussolihat (2003), antioksidan adalah zat yang dapat melawan pengaruh bahaya
dari radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari
reaksi kimia dan proses metabolis yang terjadi di dalam tubuh. Berbagai bukti ilmiah
menunjukkan bahwa senyawa antioksidan mengurangi risiko terhadap penyakit kronis,
seperti kanker dan penyakit jantung koroner.

5.Halimeda simulans

a)Klasifikasi

 Kingdom : Protista
 Divisi : Chlorophyta
 Class : Chlorophyceae
 Ordo : Caurlepales
 Famili : Halimedaceae
 Genus : Halimeda
 Spesies : Halimeda simulans

b) Gambar dan keterangan

Gambar Keterangan
 Hijau tua agak pudar
 Memiliki banyak daun yang
bentuknya bundar yang melekat pada
ujung ke ujung
 Thallus yang merumpun pada
pangkalnya lalu menyebar pada
ujungnya
 Tubuhnya didominasi oleh blade

1. Thallus
2. Holdfast

2
1. Thallus
2. Holdfast

c) Deskripsi
Halimedasimulans, terlihatbahwa alga ini berwarna hijau tua agak pudar. Warna
ini disebabkan oleh pigmen yang dimiliki alga ini. (MenurutKadi 1988) alga ini
mengandung pigmen fotosintetik antara lain klorifil ada a dan b, karotenoid ,xanthofil
dan lutein. Adanya pigmen klorofil ini yang menyebabkan warna dari alga ini hijau dan
ini juga yang menjadi dasar pengelompokkan Halimedasimulans kedalam Chlorophyta.
Pernyataan lain juga mendukung sebab warna pada halimeda, Tjitrosoepomo (2005)
menyebutkanbahwasel-seldarikelasChlorophyceaemempunyaikloroplasberwarnahijau,
mengandungklorofil-a dan -b serta karotenoid. Jelas sudah bahwa pigmen ini menyebab
kan warna hijau pada Halimedasimulans. Klorofil a dan b pada Halimeda ini juga
menyebabkan dia bias melakukan fotosintesis. Tak seperti alga lain, hasil fotosintesis alga
ini lebih mirip hasil fotosintesis pada tumbuhan tingkat tinggi.

d) Peranan

Makroalga Halimeda simulans memiliki manfaat ekologi sebagai penyaring


sedimen, penstabil siklus nutrient, dan sebagai habitat dari beberapa jenis crustacea,
polychaetes, echinodermata dan gastropoda. Selain itu, makroalga Halimeda simulans
merupakan jenis makroalga yang mengandung kadar kalsium, dimana pada siklus
hidupnya terdapat proses pengapuran yang mampu menenggelamkan CO2 dalam
perairan.

6. Gracilariasalicornia

a) Klasifikasi

 Kingdom : Protista
 Devisi : Phaeophyta
 Kelas : Florideophyceae
 Ordo :Gracilariales
 Famili : Gracilariaceae
 Genus : Gracilaria
 Species : Gracilaria salicornia

b) Gambar dan keterangan


Gambar Keterangan
 Bentuk thallus bercabang
 Bentuk thallus lancip agak transparan
 Dinding thallusnya terdapat lender
 Terdapat seperti sekat di setiap
cabangnya

1. Percabangan
2. Buku
3. Thallus

2
3
1
1. Percabangan
2. Buku
3. Thallus

c) Deskripsi
Berdasarkan hasil pengamatan kami Gracilaria salicornia banyak ditemukan
pada karang, terutama pada daerah pasang surut dan pada permukaan zona
sublateral. Gracilaria salicornia merupakan alga merah yang memiliki thallus berbentuk
lembaran dan tingginyakira-kira 10-20 cm, danlebar kira-kira 2-5 cm. Menurut Aslan
(1993) Gracilaria salicornia memiliki ciri sebagai berikut thallus berbentuk silindris /
gepeng dengan percabangan, mulai dari yang sederhana sampai pada yang rumit dan
rimbun. Thallus memiliki percabangan dikotomi seperti yang terlihat pada gambar
pengamatan. Thallus terlihat lebih kompak dari pada jenis Gracillaria lainnya.
Pada Gracilaria salicornia terlihatadanyastrukturmenyerupai papilla berbintil yang keras.
Papilla inimemenuhiseluruhpermukaan thallus. Bintil-bintiliniberwarnamerahkekuningan

d) Peranan

Belum banyak dimanfaatkan tetapi di negara lain dimakan sebagai lalap/sayuran.


Kandungan koloid berupa agar, di samping komponen kimia lainnya. Mengandung bahan
untuk agar. Untuk Ekspor ke Jepang. Budidaya rumput laut untuk pembuatan agar.

7. Dictyota bartayresiana

a) Klasifikasi
 Kingdom : Protista
 Divisi : Thallophyta
 Kelas : Phaeophyceae
 Ordo : Dictyotales
 Famili : Dictyotaceae
 Genus : Dictyota
 Spesies : Dictyota bartayresiana

b) Gambar dan keterangan


Gambar Keterangan
 Thallus pipih seperti pita
 Pinggirnya rata
 Percabangan dengan ujung
meruncing membentuk rumpun
 Warna thallus coklat tua
 Melekat pada suatu substrat

1. Stipe
2. Cabang

1. Stipe
2. Cabang
c) Deskripsi

Spesies ini berwarna hijau kemerahan dan menyerupai rumput karena alga ini
mempunyai banyak percabangan. Pada setiap ujung thallus terdapat percabangan
dikotomi yaitu tipe percabangan becabang dua yang mudah terlepas untuk membentuk
alga baru yang bebas dalam perkembangbiakan vegetatif. Cabang-cabangnya berupa
lembaran-lembaran yang sangat tipis. Di setiap bagian cabang terdapat stubby spine yang
bentuknya seperti titik-titik yang sangatkecil. Akarnya merupakan akar yang berbentuk
serabut yang disebut holdfast. Dictyota bartayresiana. Beradaptasi terhadap gerakan
ombak pada daerah intertidal dengan holdfast yang melekat kuat pada substrat sehingga
tidak mudah terhempas. Dictyotabartayresiana ini memilik inilaiekonomis tinggi karena
dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, bahan makanan nabati, pupuk dan
sumber algin.

d) Peranan

Dictyota ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan untuk:
bahan makanan ternak, bahan makanan nabati, pupuk dan sumber algin. Dimanfaatkan
sebagai industri makanan atau farmasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat
juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk
mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai
bahan pembuat bahan biomaterial untuk teknik pengobatan (Handayani et al., 2004).
Ganggang laut cokelat (brown seaweed) banyak mengandung vitamin dan mineral
yang seimbang dan bermanfaaat seperti : kalsium, magnesium, iron, copper, mangan, zin,
boron dan iodine, selain itu mengandung serat, asam amino, dan B-komplex. Ganggang
Laut Cokelat (brown seaweed) juga mengandung beberapa zat aktif, yang dapat
mengurangi risiko terkena stroke akibat penyumbatan pembuluh darah
Daftar Rujukan

Aditia,Lasinrang.2013.LaporanPraktikum Taksonomi Tumbuhan Rendah


(Thallophyta).Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Anggadiredja, Jana T.2008.Manfaat Sargassum.Tim RL BPPT

Aslan, L. M. 1991. Budidaya Rumput Laut. Cetakan I. Kanisius. Yogyakarta

Handayani, tri., Sutarno., A.D Setyawan. 2004. Analisis Komposisi Nutrisi Rumput Laut
Sargassum crassifolium J. Agardh. Biofarmasi. 2(2): 45-5

Kadi, &Atmajaya, W. S., 1988. Rumput Laut (Alga), Jenis, Reproduksi, Produksi,
BudidayadanPascaPanen. LIPI. Jakarta.

Tampubolon,Agrialin.2013.Biodiversitas Alga Makro di Lagus Pulau Pasige, Kecamatan


Tagulandang, Kabupaten Sitaro. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. Volume 2 no.1,2013.

Tjitrosoepomo G. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Gadjah Mada Univ.


Press:Yogyakarta.
Lampiran