Anda di halaman 1dari 70

-2-

Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

  • 3. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 16);

  • 4. Peraturan Presiden Nomor 123 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 364);

  • 5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 881) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 5 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 446).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL PENYELENGGARAAN DANA ALOKASI KHUSUS INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

-3-

Belanja Negara yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional khususnya untuk membiayai kebutuhan prasarana dan sarana Infrastruktur masyarakat yang belum mencapai Standar Pelayanan Minimal dan Norma Standar Pedoman dan Kriteria atau untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

  • 2. Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

  • 3. Kementerian adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

  • 4. Unit Organisasi Teknis adalah Direktorat Jenderal yang menyelenggarakan kegiatan di Bidang Infrastruktur meliputi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan.

  • 5. Organisasi Perangkat Daerah yang mengelola DAK selanjutnya disebut OPD adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari DAK.

  • 6. Penyelenggaraan DAK adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Penerima DAK dalam Tahap Perencanaan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Pasca Pelaksanaan, dan Kegiatan Pembinaan yang dilaksanakan oleh Kementerian.

  • 7. Pembinaan penyelenggaraan DAK meliputi kegiatan pengaturan, pembinaan teknis, dan pengendalian dalam bentuk pendampingan, konsultasi, fasilitasi, pendidikan dan pelatihan pada tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap pasca pelaksanaan.

-4-

9. Kegiatan Penunjang adalah kegiatan non-fisik yang

mendukung pelaksanaan kegiatan fisik.

  • 10. Usulan Rencana Kegiatan yang selanjutnya disebut URK adalah usulan kegiatan DAK yang disusun oleh OPD terkait dan diketahui Kepala Daerah.

  • 11. Rencana Kegiatan yang selanjutnya disebut RK adalah URK yang telah diverifikasi dan disepakati oleh Bappeda Provinsi, Balai Besar/Balai/Satuan Kerja dan Unit Organisasi Teknis terkait.

  • 12. RK Perubahan adalah perubahan terhadap RK yang telah dikonsultasikan kepada Unit Organisasi Teknis dan mendapat persetujuan.

  • 13. Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal.

  • 14. Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria adalah ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai pedoman dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan konkuren yang menjadi kewenangan Pemerintah dan yang menjadi kewenangan Daerah.

  • 15. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan- kegiatan dalam mendukung program prioritas nasional.

  • 16. Keluaran (output) adalah barang/jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan dalam mendukung program prioritas nasional dan arah kebijakan DAK.

  • 17. Efektifitas adalah ukuran yang menunjukkan seberapa jauh program/kegiatan mencapai hasil/manfaat yang diharapkan.

  • 18. Efisiensi adalah derajat hubungan antara barang/jasa yang dihasilkan melalui suatu program/kegiatan dan sumber daya untuk menghasilkan barang/jasa tersebut yang diukur dengan biaya per unit keluaran (output).

-5-

19. Dokumen Rencana Strategis DAK yang selanjutnya disebut Renstra DAK adalah Dokumen Perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang mengacu pada dokumen-dokumen perencanaan di daerah, antara lain Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) OPD, Rencana dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM)/Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I).

  • 20. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda).

  • 21. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Daerah yang selanjutnya disebut DPA Daerah adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

  • 22. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

  • 23. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

  • 24. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) merupakan komitmen dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota penerima DAK, dalam hal ini Kepala Dinas terkait, untuk memenuhi readiness criteria yang diperlukan.

Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Kementerian, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan kegiatan yang dibiayai melalui DAK. (2) Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:

  • a. mewujudkan tertib penyelenggaraan dan pelaporan kegiatan yang didanai DAK;

-6-

 

b.

mewujudkan terlaksananya koordinasi penyelenggaraan dan pelaporan kegiatan yang didanai DAK; dan

c.

mewujudkan keterpaduan peran dan fungsi para pengampu pembinaan pelaksanaan DAK dalam pengaturan, pembinaan, dan pengawasan.

(3)

Lingkup

pengaturan

dalam Peraturan Menteri ini

meliputi:

a.

Perencanaan;

b.

Pemrograman;

c.

Pembinaan Penyelenggaraan; dan

d.

Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan.

 

BAB II PERENCANAAN

 

Pasal 3

(1) Kebijakan penyelenggaraan DAK mengacu pada RPJMN, RPJMD, sebagai upaya mewujudkan Nawacita dan Prioritas Nasional maupun Prioritas Daerah, yang meliputi:

 

a.

bidang irigasi, yaitu mendukung terwujudnya Kedaulatan Pangan;

b.

bidang jalan yaitu meningkatkan konektivitas dalam rangka mewujudkan integrasi fungsi jaringan jalan, meningkatkan akses ke daerah potensial (Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus, Pertanian, Perkebunan), pelabuhan, bandar udara, membuka daerah terisolasi, terpencil, tertinggal, perbatasan serta kawasan pulau kecil dan terluar, transmigrasi, dan pariwisata (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan daerah);

c.

bidang air minum, yaitu dalam rangka mewujudkan 100% akses pelayanan dasar air minum;

d.

bidang sanitasi, yaitu dalam rangka mewujudkan 100% akses pelayanan dasar sanitasi; dan

-7-

  • e. bidang perumahan dan permukiman, yaitu dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Pasal 4 (1) Kementerian menyiapkan pedoman penyusunan dokumen Renstra DAK kurun waktu 5 (lima) tahun untuk Pemerintah Daerah penerima DAK, dengan dikoordinasikan oleh Sekretariat Jenderal. (2) Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota harus menyusun Renstra DAK untuk mensinergikan dan mensinkronisasikan program DAK. (3) Dokumen Renstra DAK dapat ditinjau kembali dan disesuaikan dengan target dan sasaran serta isu strategis yang berkembang. (4) Dokumen Renstra DAK menjadi dasar bagi OPD dalam menyusun Usulan Rencana Tahunan DAK dan usulan perubahannya. (5) Rencana Tahunan DAK diusulkan oleh OPD melalui mekanisme pengusulan yang diatur oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan.

BAB III PEMROGRAMAN

Bagian Kesatu Bidang, Menu Kegiatan, dan Kriteria Teknis

(1)

Pasal 5

DAK Infrastruktur meliputi 5 (lima) bidang, yaitu :

  • a. Bidang Irigasi,

  • b. Bidang Jalan,

  • c. Bidang Air Minum,

  • d. Bidang Sanitasi, dan

  • e. Bidang Perumahan dan Permukiman.

-8-

(2) Setiap Bidang sebagaimana tersebut pada ayat (1) mempunyai menu kegiatan, sebagai berikut:

  • a. Bidang Irigasi:

    • 1. Pembangunan jaringan irigasi;

    • 2. Peningkatan jaringan irigasi; dan

    • 3. Rehabilitasi jaringan irigasi;

  • b. Bidang Jalan:

    • 1. Pembangunan jalan dan jembatan;

    • 2. Peningkatan jalan dan Penggantian jembatan; dan

    • 3. Pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan dan jembatan.

  • c. Bidang Air Minum:

    • 1. Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity SPAM terbangun dari sistem IKK/PDAM/Komunal;

    • 2. Pembangunan SPAM baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum; dan

    • 3. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun.

  • d. Bidang Sanitasi:

    • 1. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat; dan

    • 2. Pengembangan SPALD Setempat.

  • e. Bidang Perumahan dan Permukiman:

    • 1. Subbidang Rumah Swadaya:

      • a) Pembangunan baru (PB);

      • b) Peningkatan kualitas (PK).

    • 2. Subbidang Rumah Khusus:

    Pembangunan rumah khusus yang dilengkapi dengan jalan lingkungan, saluran drainase, sanitasi, air bersih, dan sumber daya listrik. (3) Pemerintah Provinsi dalam penyelenggaraan DAK Bidang Irigasi dan Bidang Jalan harus mengacu pada NSPK di Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan.

    -9-

    (4) Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan DAK Bidang Irigasi, Bidang Jalan, Bidang Air Minum, Bidang Sanitasi, dan/atau Bidang Perumahan dan Permukiman harus mengacu pada SPM dan/atau NSPK di Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan.

    Pasal 6 Dalam rangka menjaga keberlanjutan fungsi infrastruktur yang sudah dibangun, ditingkatkan, dan direhabilitasi melalui DAK, Pemerintah Daerah wajib melakukan Operasi dan Pemeliharaan dengan dana APBD.

    Pasal 7 (1) Salah satu komponen dalam menentukan alokasi DAK adalah Kriteria Teknis yang meliputi:

    • a. kriteria teknis untuk Bidang Irigasi;

    • b. kriteria teknis untuk Bidang Jalan;

    • c. kriteria teknis untuk Bidang Air Minum;

    • d. kriteria teknis untuk Bidang Sanitasi; dan

    • e. kriteria teknis untuk Bidang Perumahan dan

    Permukiman. (2) Kriteria Teknis untuk Bidang Irigasi sebagaimana

    dimaksud pada ayat (1) huruf a dirumuskan melalui indeks teknis dengan mempertimbangkan paling sedikit:

    • a. luas daerah irigasi; dan

    • b. kondisi daerah irigasi.

    (3) Kriteria Teknis untuk Bidang Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dirumuskan melalui indeks teknis dengan mempertimbangkan paling sedikit:

    (4)

    • a. panjang jalan; dan

    • b. kondisi kemantapan jalan.

    Kriteria Teknis untuk Bidang Air Minum sebagaimana

    dimaksud pada ayat (1) huruf c dirumuskan melalui indeks teknis dengan mempertimbangkan paling sedikit:

    • a. capaian akses atau cakupan pelayanan air minum; dan

    • b. kapasitas air minum belum termanfaatkan.

    -10-

    (5) Kriteria Teknis untuk Bidang Sanitasi sebagaimana

    dimaksud pada ayat (1) huruf d dirumuskan melalui indeks teknis dengan mempertimbangkan paling sedikit:

    • a. capaian akses atau cakupan pelayanan sanitasi; dan

    • b. dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK).

    (6) Kriteria Teknis untuk Bidang Perumahan dan Permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dirumuskan melalui indeks teknis dengan diutamakan

    untuk:

    • a. peningkatan kualitas dan pembangunan baru perumahan swadaya yang mempertimbangkan paling sedikit:

    1) jumlah kekurangan rumah atau back log; dan 2) jumlah unit rumah tidak layak huni.

    • b. pembangunan pemenuhan kebutuhan Rumah di lokasi Khusus/tertentu yang mempertimbangkan paling sedikit:

    1) jumlah kepala keluarga yang belum memiliki rumah dilokasi yang diusulkan; dan 2) jumlah unit kebutuhan rumah khusus di daerah tertinggal, perbatasan negara, dan pulau kecil terluar. (7) Unit Organisasi Teknis menyusun Prosedur Operasi Standar tentang penyusunan dan penetapan formula perhitungan indeks teknis sesuai bidang tugasnya. (8) Penghitungan indeks teknis dilakukan oleh Unit Organisasi Teknis sesuai dengan bidang tugasnya, selanjutnya Direktur Jenderal masing-masing Unit Organisasi Teknis menetapkan dan menyampaikan

    kepada Sekretaris Jenderal. (9) Hasil penghitungan dan penetapan Indeks Teknis selanjutnya disampaikan oleh Sekretaris Jenderal kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan sebagai salah satu komponen penentuan alokasi DAK.

    -11-

    Pasal 8 (1) DAK diprioritaskan untuk mendanai kegiatan fisik, namun juga dapat digunakan untuk mendanai kegiatan penunjang. (2) Besaran dana kegiatan penunjang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kegiatan penunjang terdiri atas:

    • a. kegiatan perencanaan;

    • b. kegiatan pengawasan; dan

    • c. kegiatan pengendalian.

    (4) Kegiatan perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat

    (3) huruf a, digunakan untuk:

    • a. desain perencanaan;

    • b. biaya tender;

    • c. perjalanan dinas ke lapangan dalam rangka perencanaan kegiatan; dan

    • d. penguatan database dan survey kondisi.

    (5) Kegiatan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, digunakan untuk:

    • a. perjalanan dinas ke lokasi kegiatan dalam rangka monitoring dan evaluasi;

    • b. supervisi konstruksi;

    • c. penunjukan konsultan individual pengawas kegiatan kontraktual;

    • d. gaji dan operasional Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), khususnya untuk bidang air minum, bidang sanitasi, dan bidang perumahan dan permukiman subbidang rumah swadaya; dan

    • e. penguatan kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), khususnya untuk bidang air minum dan bidang sanitasi.

    (6) Kegiatan pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c, digunakan untuk:

    • a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan DAK;

    • b. honor petugas pelaporan e-Monitoring DAK;

    • c. penyelenggaraan rapat koordinasi; dan

    -12-

    • d. honorarium tim koordinasi.

    Bagian Kedua Tahapan Pemrograman

    Pasal 9 (1) Berdasarkan penetapan alokasi DAK dari Pemerintah, Gubernur/Bupati/Walikota penerima DAK menyusun URK berdasarkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, yang memenuhi kriteria prioritas nasional. (2) Penyusunan URK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu pada proposal yang diusulkan Pemerintah Daerah kepada Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian, serta mengacu hasil sinkronisasi dan harmonisasi usulan DAK. (3) format URK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian

    tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (4) Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota penerima DAK harus mengikuti sosialisasi petunjuk operasional penyelenggaraan DAK dan konsultasi program dalam rangka pembahasan URK yang diselenggarakan oleh Kementerian. (5) Konsultasi Program dalam rangka pembahasan URK meliputi:

    • a. Verifikasi URK oleh Balai Besar/Balai/Satuan Kerja terkait;

    • b. Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a dibahas bersama Unit Organisasi Teknis;

    • c. Hasil pembahasan URK sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b ditetapkan oleh Kepala Daerah menjadi RK berupa rincian kegiatan, lokasi kegiatan, dan target output kegiatan, selanjutnya disampaikan kepada Direktur Jenderal masing-masing Unit Organisasi Teknis paling lambat minggu terakhir bulan Januari tahun anggaran berkenaan.

    -13-

    (6) Direktur Jenderal masing-masing Unit Organisasi Teknis menyampaikan hasil penetapan RK sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf c kepada Sekretaris Jenderal paling lambat minggu pertama bulan Februari tahun anggaran berkenaan. (7) Kepala Daerah dapat mengajukan usulan perubahan atas rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf c dilakukan 1 (satu) kali kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal paling lambat minggu pertama bulan Maret tahun anggaran berkenaan. (8) Sekretaris Jenderal melakukan penelitian dan penyusunan konsep penetapan hasil rekapitulasi dan selanjutnya disampaikan kepada Menteri dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (9) Menteri menetapkan hasil rekapitulasi dan disampaikan kepada Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas paling lambat minggu ketiga bulan Maret tahun berkenaan.

    Bagian Ketiga Perubahan Penggunaan DAK

    Pasal 10

    (1) Dalam hal terjadi bencana alam, Kepala Daerah terkait dapat mengubah penggunaan DAK untuk kegiatan di luar yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan dan Petunjuk Operasional ini.

    (2) Perubahan penggunaan DAK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah Kepala Daerah terkait mengajukan usulan perubahan dan mendapat persetujuan tertulis dari Menteri dan Menteri Keuangan.

    (3)

    Bencana alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan bencana alam yang dinyatakan secara resmi

    -14-

    oleh Kepala Daerah terkait dengan Keputusan Kepala Daerah. (4) Persetujuan Menteri Keuangan dan Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Kepala Daerah yang bersangkutan.

    BAB IV PEMBINAAN PENYELENGGARAAN DAK

    Bagian Kesatu Peran dan Fungsi dalam Pembinaan Penyelenggaraan DAK

    Pasal 11 Peran dan fungsi Pemerintah dalam pembinaan

    penyelenggaraan DAK meliputi:

    (1) Pengaturan yaitu:

    • a. menyusun arah kebijakan penyelenggaraan DAK; dan

    • b. merumuskan kriteria teknis pemanfaatan DAK.

    (2) pembinaan teknis dalam proses perencanaan, pemrograman, dan teknis pelaksanaan dalam bentuk pendampingan, konsultasi, fasilitasi, pendidikan dan

    pelatihan serta penelitian dan pengembangan. (3) Pengendalian yaitu:

    • a. melakukan evaluasi dan sinkronisasi atas usulan RK dan perubahannya, terkait kesesuaiannya dengan prioritas nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1); dan

    • b. melakukan pengawasan dalam pelaksanaan DAK yang meliputi capaian SPM dan NSPK; ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan; akuntabilitas pengelolaan DAK; serta pengawasan teknis dilakukan dalam bentuk reviu, monitoring, evaluasi, pemeriksaan dan bentuk pengawasan lainnya.

    Pasal 12 Menteri melaksanakan peran dan fungsi Pemerintah dalam pembinaan penyelenggaraan DAK.

    -15-

    Pasal 13 Unit Organisasi Teknis menyusun dan menetapkan pedoman teknis pelaksanaan DAK mengacu pada SPM dan atau NSPK.

    Pasal 14 (1) Pembinaan Penyelenggaraan DAK dilaksanakan secara berjenjang, yaitu:

    a.

    Tingkat Provinsi, dilaksanakan oleh Menteri.

    b. Tingkat Kabupaten/Kota, dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk pembinaan teknis. (2) Dalam hal pembinaan penyelenggaraan DAK, Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat belum sepenuhnya melaksanakan, maka Menteri membantu pembinaan

    penyelenggaraan DAK di tingkat Kabupaten/Kota.

    Pasal 15 (1) Pengawasan Teknis untuk Penyelenggaraan DAK Provinsi, dilaksanakan oleh Menteri. (2) Pengawasan Teknis untuk Penyelenggaraan DAK Kabupaten/Kota, dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat. (3) Dalam hal Gubernur belum mampu melakukan pengawasan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang dibuktikan dengan adanya ada surat pernyataan dari Gubernur maka pengawasan Teknis dilaksanakan oleh Menteri.

    Pasal 16 (1) Menteri menugaskan Sekretaris Jenderal selaku Koordinator Tim Koordinasi Pusat untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan penyelenggaraan DAK di tingkat Provinsi.

    (2)

    Koordinasi

    dilakukan

    melalui

    harmonisasi

    jadwal

    pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan DAK berdasarkan prinsip keserasian

    -16-

    dan keterpaduan serta efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya yang tersedia. (3) Sekretariat Jenderal dan Unit Organisasi Teknis mencantumkan program Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan DAK dalam dokumen perencanaan dan penganggaran kementerian. (4) Menteri menugaskan Inspektorat Jenderal dalam hal pengawasan teknis penyelenggaraan DAK, untuk melakukan koordinasi dengan Inspektorat Daerah. (5) Hasil pembinaan oleh Tim Koordinasi Pusat dan hasil pengawasan oleh Inspektorat Jenderal dituangkan dalam bentuk Laporan Hasil Pembinaan dan Pengawasan yang selanjutnya disampaikan kepada Menteri.

    Pasal 17 Peran dan fungsi Pemerintah Provinsi dalam pembinaan penyelenggaraan DAK meliputi:

    • 1. Pembinaan Teknis

    Melakukan pembinaan teknis dalam proses penyusunan proposal DAK Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait dalam bentuk pendampingan dan konsultasi. 2. Pengawasan Melakukan pengawasan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari DAK Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait dari aspek fisik dan keuangan.

    Pasal 18 Gubernur melaksanakan peran dan fungsi Pemerintah Provinsi dalam pembinaan penyelenggaraan DAK.

    Bagian Kedua Tata Kelola Koordinasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah

    Pasal 19 (1) Dalam melaksanakan peran dan fungsi Pemerintah dalam penyelenggaraan DAK, Menteri membentuk Tim

    -17-

    Koordinasi Pusat, yang terdiri dari Unit Organisasi pengampu penyelenggaraan DAK, yang meliputi:

    • a. Sekretariat Jenderal (selaku koordinator);

    • b. Inspektorat Jenderal;

    • c. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air;

    • d. Direktorat Jenderal Bina Marga;

    • e. Direktorat Jenderal Cipta Karya;

    • f. Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan;

    • g. Direktorat Jenderal Bina Konstruksi;

    • h. Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah;

    • i. Badan Penelitian dan Pengembangan; dan

    • j. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

    (2) Tim Koordinasi Pusat mempunyai tugas terkait dengan

    kegiatan pada Tahap Perencanaan, Pelaksanaan serta

    Pasca Pelaksanaan. (3) Tugas dan tanggung jawab Tim Koordinasi Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi

    • a. Tahap Perencanaan, yaitu:

    1. menyusun petunjuk operasional penggunaan

    DAK;

    • 2. menyampaikan usulan menu kegiatan penggunaan DAK;

    • 3. menyusun kriteria teknis dan indeks teknis DAK;

    • 4. melaksanakan sosialisasi kebijakan DAK dan konsultasi program;

    • 5. melaksanakan pembinaan perencanaan kepada daerah yang mendapat DAK;

    • 6. pembinaan perencanaan program secara terintegrasi maupun mandiri dilakukan oleh Sekretariat Jenderal, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, dan Unit Organisasi Teknis.

    • b. Tahap Pelaksanaan, yaitu:

    1. melakukan pemantauan melalui sistem e-Monitoring DAK dan koordinasi ke daerah;

    -18-

    • 2. melakukan koordinasi penyelesaian permasalahan dan percepatan pencapaian progres fisik dan keuangan DAK di daerah.

    • 3. melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kepada daerah yang mendapat DAK;

    • 4. melaksanakan rapat kerja DAK dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan DAK.

    • c. Tahap Pasca Pelaksanaan, yaitu:

    1. melaksanakan evaluasi terhadap

    penyelenggaraan DAK;

    • 2. memberikan saran, masukan, maupun rekomendasi kepada Menteri dalam mengambil kebijakan terkait penyelenggaraan DAK ke depan;

    • 3. menyiapkan laporan akhir tahun Kementerian

    kepada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri terkait penyelenggaraan DAK. (4) Tim Koordinasi Pusat menyusun standar operasional prosedur untuk setiap tahapan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. (5) Dalam pelaksanaan tugasnya Tim Koordinasi Pusat dibantu oleh Tim Teknis penyelenggaraan DAK yang dibentuk oleh Unit Organisasi terkait.

    Pasal 20 (1) Dalam melaksanakan peran dan fungsi Pemerintah Daerah dalam pembinaan pelaksanaan DAK, Gubernur membentuk Tim Koordinasi Daerah, yang terdiri dari unsur Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten/Kota, dinas teknis terkait, dan Balai Besar/Balai/Satuan Kerja Pusat yang ada di daerah terkait. (2) Tim Koordinasi Daerah mempunyai tugas terkait dengan kegiatan pada Tahap Perencanaan, Pelaksanaan dan Pasca Pelaksanaan di Provinsi, Kabupaten, dan Kota terkait.

    -19-

    (3) Tugas dan tanggung jawab Tim Koordinasi Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

    • a. Tahap Perencanaan, yaitu:

    1. melakukan reviu dan verifikasi usulan proposal DAK Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Selanjutnya, usulan proposal DAK Provinsi ditandatangani oleh Gubernur, usulan proposal DAK Kabupaten ditandatangani oleh Bupati dan usulan proposal DAK Kota ditandatangani oleh Walikota;

    • 2. melakukan verifikasi data teknis DAK secara berkala;

    • 3. melakukan fasilitasi penyusunan harga satuan provinsi;

    • 4. membantu pelaksanaan sosialisasi, diseminasi, dan pembinaan pelaksanaan kepada daerah yang mendapat DAK; dan

    • 5. melakukan verifikasi kesesuaian atas usulan RK yang disusun Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota terhadap proposal yang telah ditandatangani oleh Kepala Daerah.

    • b. Tahap Pelaksanaan, yaitu:

    1. melaksanakan pemantauan terhadap

    pelaksanaan DAK oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait; dan

    • 2. melakukan inventarisasi permasalahan terkait pencapaian progres fisik dan keuangan DAK di daerah;

    • 3. menyiapkan laporan triwulan dan tahunan terkait pembinaan pelaksanaan DAK di Provinsi, dan Kabupaten/Kota terkait dan menyampaikan kepada Tim Koordinasi Pusat sebagaimana mekanisme pelaporan dalam Peraturan Menteri ini, dengan tembusan Unit Organisasi terkait; dan

    • 4. melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kepada Pemerintah Daerah yang mendapat DAK untuk dilaporkan pada saat rapat kinerja Kementerian.

    -20-

    • c. Tahap Pasca Pelaksanaan, yaitu:

    1. melaksanakan evaluasi terhadap pembinaan pelaksanaan DAK oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota; dan 2. memberikan saran, masukan, maupun rekomendasi kepada Gubernur terkait pembinaan pelaksanaan DAK ke depan di Provinsi, Kabupaten, dan Kota terkait. (4) Tim Koordinasi Daerah dapat membentuk Kelompok Kerja sesuai dengan bidang DAK dibantu oleh Balai Besar/Balai/Satuan Kerja Pusat terkait. (5) Segala biaya operasional terkait kegiatan Tim Koordinasi Daerah dibebankan pada Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan unit organisasi asal anggota Tim.

    Pasal 21 (1) Bupati/Walikota dapat membentuk Tim Koordinasi di tingkat Kabupaten/Kota yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Kabupaten/Kota, yang terdiri dari unsur OPD terkait apabila diperlukan. (2) Segala biaya operasional terkait kegiatan Tim Koordinasi Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan pada Pemerintah Kabupaten/Kota.

    Pasal 22 Ketentuan mengenai Struktur Organisasi dan Alur Koordinasi Tim Koordinasi Pusat dan Daerah tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

    BAB V Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan

    Bagian Kesatu Pemantauan dan Evaluasi

    (1)

    Menteri

    Pasal 23 melakukan pemantauan dan evaluasi

    pelaksanaan DAK melalui sistem e-Monitoring DAK dan koordinasi ke daerah.

    -21-

    (2) Gubernur/Bupati/Walikota melakukan pemantauan dan

    evaluasi pelaksanaan DAK yang meliputi pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. (3) Kepala Dinas Provinsi, Kabupaten, dan Kota melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK yang meliputi pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. (4) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) dilakukan terhadap:

    • a. kesesuaian RK dengan prioritas nasional;

    • b. kesesuaian RK dengan DPA Daerah;

    • c. kesesuaian RK yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya;

    • d. kesesuaian hasil pelaksanaan kegiatan dengan dokumen kontrak yang telah ditetapkan;

    • e. kesesuaian pencapaian output hasil pelaksanaan kegiatan dengan target RK;

    • f. kesesuaian pencapaian outcome hasil pelaksanaan kegiatan dengan target RK; dan

    • g. kepatuhan dan ketertiban pelaporan.

    Pasal 24 (1) Evaluasi sebagaimana dimaksud Pasal 23 ayat (1) dilakukan terhadap pelaksanaan DAK, paling lambat 31 (tiga puluh satu) hari kalender setelah tahun anggaran berakhir.

    (2)

    Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk menilai kinerja pelaksanaan DAK di Daerah

    (3)

    Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan ke Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Menteri Dalam Negeri.

    (4) Hasil pemantauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) disusun dalam bentuk laporan triwulan.

    -22-

    (1)

    Penilaian

    kinerja

    Pasal 25 pelaksanaan

    DAK

    dilakukan

    berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (4).

    (2) hasil penilaian kinerja pelaksanaan DAK akan dijadikan salah satu pertimbangan dalam usulan pengalokasian DAK pada tahun berikutnya, serta program pembinaan penyelenggaraan DAK.

    Bagian Kedua Pelaporan

    Pasal 26 OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota Penerima harus menyampaikan laporan triwulan DAK. Periode pelaporan triwulan DAK adalah triwulan pertama pada tanggal 31 Maret, triwulan kedua pada tanggal 30 Juni, triwulan ketiga pada tanggal 30 September, triwulan keempat pada tanggal 31 Desember.

    Pasal 27 (1) Kepala Dinas Kabupaten/Kota harus menyusun dan menyampaikan laporan triwulan secara tertulis yang dicetak melalui e-Monitoring DAK dan melaporkan secara elektronik melalui e-Monitoring DAK setiap ada perubahan data dan informasi, dalam rangka pelaksanaan DAK yang dikelolanya. (2) Laporan triwulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir kepada Bupati/Walikota melalui Kepala Bappeda Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kepala Dinas Provinsi dan Balai Besar/Balai/Satker terkait.

    -23-

    Pasal 28 (1) Kepala Bappeda Kabupaten/Kota harus menyusun laporan triwulan Kabupaten/Kota dengan menggunakan laporan triwulan Dinas Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1). (2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh Bupati/Walikota kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda Provinsi selaku Kepala Tim Koordinasi Daerah paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.

    Pasal 29 (1) Khusus untuk Bidang Jalan dan Bidang Irigasi, Kepala Dinas Provinsi harus menyusun dan menyampaikan laporan triwulan secara tertulis yang dicetak melalui e-Monitoring DAK dan melaporkan secara elektronik melalui e-Monitoring DAK setiap ada perubahan data dan informasi, dalam rangka pelaksanaan DAK yang dikelolanya. (2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda Provinsi selaku Kepala Tim Koordinasi Daerah dengan tembusan kepada Kepala Dinas Provinsi dan Balai Besar/Balai/Satker terkait.

    Pasal 30 (1) Kepala Bappeda Provinsi selaku Kepala Tim Koordinasi Daerah menyusun laporan triwulan dengan menggunakan laporan triwulan provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dan laporan triwulan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1). (2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal dengan tembusan Direktur Jenderal

    -24-

    terkait paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.

    Pasal 31 Ketentuan mengenai mekanisme dan Format Laporan pelaksanaan kegiatan OPD Penyelenggaraan DAK, serta Mekanisme pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan OPD Penyelenggaraan DAK sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.

    BAB VI KETENTUAN PENUTUP

    Pasal 32 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 33/PRT/M/2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1941), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

    LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL DANA ALOKASI KHUSUS INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

    FORMAT PENYUSUNAN URK

    Dalam penyusunan URK, setiap Pemerintah Daerah harus mengikuti daftar isi sebagaimana berikut:

    • I. Latar Belakang

    II. Maksud III. Tujuan IV. Tabel Usulan Rencana Kegiatan (URK) Tabel URK sekurang-kurangnya mencakup informasi-informasi sebagai berikut:

    • 1. Rencana Kegiatan;

    • 2. Lokasi Kegiatan;

    • 3. Target Output;

    • 4. Target Outcome;

    • 5. Cara Pengadaan (swakelola/kontrak);

    • 6. Pagu;

    • 7. Jenis DAK.

    • V. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota Penerima DAK

    • A. Tabel URK DAK Bidang Irigasi

    USULAN RENCANA KEGIATAN DAK BIDANG IRIGASI PROVINSI/KABUPATEN/KOTA … .. TAHUN …. Provinsi Kabupaten/Kota : ………………………. (*
    USULAN RENCANA KEGIATAN
    DAK BIDANG IRIGASI PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …
    ..
    TAHUN ….
    Provinsi
    Kabupaten/Kota : ………………………. (* diisi untuk RK Kab./Kota)
    : ……………… ..
    Sasaran
    Sasaran
    Nama
    Harga
    Nama
    Lokasi (Desa,
    JK
    Output
    Outcome
    Alokasi (dalam juta
    Rp.)
    Jenis
    No.
    Daerah
    Satuan (juta
    Ket.
    Kegiatan
    Kecamatan)
    (K/S)
    Vol
    Sat
    Pengadaan
    Irigasi
    Vol. Sat
    DAK
    Pend. Jumlah
    Rp./Ha)
    (m/buah)
    .
    (Ha)
    1
    2 3
    4 5
    6
    7 8
    9 10
    11
    12
    13=12/8
    14 15
    A.
    Pembangunan Jaringan Irigasi
    Pembangunan
    1
    ...................
    JI ............
    2
    ...................
    Sub-Jumlah
    ............
    B.
    Peningkatan Luas Layanan Jaringan Irigasi
    Peningkatan
    1
    ...................
    2
    ...................
    Sub-Jumlah
    Luas Layanan
    JI ............
    ............
    C.
    Peningkatan Kondisi Jaringan Irigasi
    Peningkatan
    1
    ...................
    2
    ...................
    Sub-Jumlah
    Kondisi JI
    ............
    ............
    D.
    1
    Rehabilitasi Jaringan Irigasi
    Rehabilitasi JI
    ............
    ...................
    2
    ...................
    ............
    Sub-Jumlah
    Sasaran Sasaran Nama Harga Nama Lokasi (Desa, JK Output Outcome Alokasi (dalam juta Rp.) Jenis No.
    Sasaran
    Sasaran
    Nama
    Harga
    Nama
    Lokasi (Desa,
    JK
    Output
    Outcome
    Alokasi (dalam juta
    Rp.)
    Jenis
    No.
    Daerah
    Satuan (juta
    Ket.
    Kegiatan
    Kecamatan)
    (K/S)
    Vol
    Sat
    Pengadaan
    Irigasi
    Vol. Sat
    DAK
    Pend. Jumlah
    Rp./Ha)
    (m/buah)
    .
    (Ha)
    1
    2 3
    4 5
    6
    7 8
    9 10
    11
    12
    13=12/8
    14 15
    JUMLAH
    Petugas
    Unsur Pusat
    (Ditjen SDA)
    BBWS/BWS
    Bappeda Provinsi
    Dinas terkait Provinsi
    Dinas Kabupaten/ Kota
    ybs
    Nama
    Jabatan
    Tanggal
    Paraf
    Rekomendasi
    Paraf
    , .................
    -
    Sesuai
    -
    Perlu
    Perbaikan
    Kepala Dinas
    Provinsi/ Kab./Kota
    (ttd dan
    stempel basah)
    *) Agar dilampiri KAK per paket pekerjaan, Peta D I, Lokasi Kegiatan, RAB dan Skema
    Jaringan, Skema Bangunan, Gambar Desain, khusus untuk Pembangunan Baru
    dilampiri Surat Pernyataan Memenuhi Delapan Persyaratan (Format 1).
    **) Bila terjadi perubahan dalam Usulan Rencana Kegiatan, maka harus ada
    persetujuan dari Direktur Jenderal Sumber Daya Air.
    (
    )
    Catatan :
    Kolom 2 : Skema DI harus dilampirkan
    dalam format ini
    Kolom 4 : di isi : Kontrak/Swakelola
    Kolom 14 : di isi : Rehabilitas/
    Peningkatan/ Pembangunan
    Kolom
    Baru
    15 : (1) Mendukung Kinerja Saluran

    Primer (2) Mendukung Kinerja Bangunan Utama (3) Mendukung Kinerja DI

    (4) Menambah Layanan Baru

    • B. Tabel URK DAK Bidang Jalan

    Provinsi

    USULAN RENCANA KEGIATAN DAK BIDANG JALAN PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. TAHUN … .. : ……………………… ..

    Kab./Kota

    : ……………………(*diisi untuk URK Kab./Kota)

         

    ALOKASI (dalam juta Rp)

    Harga

         

    NO & NAMA RUAS

         

    NO.

    JALAN

    VOLUME

    (km/m)

    DAK

    PENDAMPING

    JUMLAH

    Satuan

    (juta Rp)

    Jenis

    Penanganan

    JK

    (K/Sw)

    Keterangan

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7 = 6 / 3

    8

    9

    10

                       
                       
     

    SUB JUMLAH

                   
     

    JUMLAH

                 

    Petugas

    Nama

    Jabatan

    Tanggal

    Paraf

    Unsur Pusat (Ditjen. Bina Marga)

           

    BBPJN/BPJN

           
             

    Bappeda Provinsi Dinas Provinsi/Kab/Kota

           

    Catatan:

    *) Peta lokasi diharuskan dilampirkan dalam form ini.

    Kolom 8: Diisi Pemeliharaan/Peningkatan Kolom 9 (Jenis Kegiatan): Kontrak/Swakelola Kolom 10: Diisi (1) Mendukung jalan status yang lebih tinggi (2) Membuka daerah perbatasan dan terisolir (3) Menunjang daerah potensial (pelabuhan, industri, pertanian, pariwisata)

    .......... Kepala Dinas Provinsi/ Kab./Kota

    , .................

    ttd dan stempel basah

    (……………………………………………)

    NIP.

    • C. Tabel URK DAK Bidang Air Minum

    USULAN RENCANA KEGIATAN DAK BIDANG AIR MINUM KABUPATEN/KOTA …. TAHUN ….

    Provinsi Kabupaten/Kota : ………… (* diisi untuk RK Kab./Kota)

    : ……………

     

    Program/Kegiatan/

    Lokasi

    Target Output

     

    Target Outcome

    Cara

     

    Pagu (Rp 000)

    Keterang

    Jenis Dana

    No

     

    Rencana

    Kegiatan

     

    Satuan

       

    Satuan

    Pengadaan

     

    Pendamping

    Total

    an

    DAK

    Kegiatan/Infrastruktur

    Kuant

    Kuant

    (S/K)

    DAK

    1

     

    2

     

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

     

    10

    11

    12

                             
                             
     

    TOTAL

                       
    Petugas Nama Jabatan Tanggal Paraf Rekomendasi Unsur Pusat (Ditjen CK) SNVT PSPAM Provinsi Bappeda Provinsi Dinas
    Petugas
    Nama
    Jabatan
    Tanggal
    Paraf
    Rekomendasi
    Unsur Pusat (Ditjen CK)
    SNVT PSPAM Provinsi
    Bappeda Provinsi
    Dinas Kabupaten/Kota
     
     

    ,

    .................

     

    Kepala Dinas

    Kabupaten/Kota

    (ttd dan stempel basah) .................................

    (

    )

    NIP ........................

    D. Tabel URK DAK Bidang Sanitasi

    USULAN RENCANA KEGIATAN DAK BIDANG SANITASI KABUPATEN/KOTA …. TAHUN ….

    Provinsi

    : ……………

    Kabupaten/Kota

    : ………… (* diisi untuk RK Kab./Kota)

     

    Program/Kegiatan/

    Lokasi

    Target Output

     

    Target Outcome

    Cara

     

    Pagu (Rp 000)

    Keterang

    Jenis Dana

    No

     

    Rencana

    Kegiatan

           

    Pengadaan

     

    Pendamping

    Total

    an

    DAK

    Kegiatan/Infrastruktur

    Kuant

    Satuan

    Kuant

    Satuan

    (S/K)

    DAK

    1

     

    2

     

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

     

    10

    11

    12

                             
                             
     

    TOTAL

                       
    Petugas Nama Jabatan Tanggal Paraf Rekomendasi Unsur Pusat (Ditjen CK) SNVT PPLP Provinsi Bappeda Provinsi Dinas
    Petugas
    Nama
    Jabatan
    Tanggal
    Paraf
    Rekomendasi
    Unsur Pusat (Ditjen CK)
    SNVT PPLP Provinsi
    Bappeda Provinsi
    Dinas Kabupaten/Kota
     
     

    ,

    .................

     

    Kepala Dinas

    Kabupaten/Kota

    (ttd dan stempel basah) .................................

    (

    )

    NIP ........................

    • E. Tabel URK DAK Bidang Perumahan dan Permukiman - Subbidang Rumah Swadaya

    USULAN RENCANA KEGIATAN DAK BIDANG SANITASI KABUPATEN/KOTA …. TAHUN ….

    Provinsi

    : ……………

    Kabupaten/Kota

    : ………… (* diisi untuk RK Kab./Kota)

    PROGRAM DALAM TARGET OUTPUT VOLUME BIAYA/ NO KEGIATAN SAT RPJMD/ SATUAN TARGET OUTCOME VOLUME SATUAN RUPIAH
    PROGRAM
    DALAM
    TARGET OUTPUT
    VOLUME
    BIAYA/
    NO
    KEGIATAN
    SAT
    RPJMD/
    SATUAN
    TARGET OUTCOME
    VOLUME
    SATUAN
    RUPIAH
    LOKASI
    APBD
    DAK
    UAN
    2017
    2018
    2019
    2017 2018
    2019
    NON DAK
    RKPD
    2017
    Subbidang Rumah Swadaya
    1.
    Pembangunan
    Unit
    KK
    Desa/
    Baru (PB)
    Kelurahan
    Rumah
    Swadaya bagi
    Masyarakat
    Berpenghasilan
    Rendah (MBR)
    2.
    Peningkatan
    Unit
    KK
    Desa/
    Kualitas (PK)
    Kelurahan
    Rumah
    Swadaya bagi
    MBR

    (*) disesuikan dengan usulan

    Petugas

    Nama

    Jabatan

    Tanggal

    Paraf

    Rekomendasi

     

    Paraf

    Unsur Pusat

           
    • - Sesuai

         

    (Ditjen Penyediaan

    • - Perlu

     

    Perbaikan

     

    Perumahan) SNVT PnP Provinsi

             

    Bappeda Provinsi

             

    Dinas Kabupaten/ Kota

             

    ..........

    , .................

    Kepala Dinas Kab./Kota

    (ttd dan

    stempel basah)

    (

    ................................. NIP ........................

    )

    • F. Tabel URK DAK Bidang Perumahan dan Permukiman - Subbidang Rumah Khusus

    USULAN RENCANA KEGIATAN DAK BIDANG SANITASI KABUPATEN/KOTA …. TAHUN ….

    Provinsi

    : ……………

    Kabupaten/Kota

    : ………… (* diisi untuk RK Kab./Kota)

     

    No

    Nama Kegiatan

    Alamat

    TARGET OUTPUT

    TARGET OUTCOME

     

    ALOKASI (dalam ribuan Rp)

     

    KET.

    (Kampung

    (Terbangun)

    (Terhuni pada T+0)

     

    dan Distrik)

    VOL

    SAT.

    VOL

    SAT. (KK)

    DAK

    PENDAMPING

    JUMLAH

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10=9+8

    11

                         
                         

    SUB JUMLAH

                     

    JUMLAH

                     

    Catatan :

       

    *) Agar dilampirkan peta Kabupaten/Kota dan Lokasi kegiatan ybs Kolom 6 & 7 diisi : Outcome dari kegiatan tersebut dalam jumlah (satuan) penduduk (KK) yang

     
     

    ,

    .................

    Petugas Unsur Pusat (Ditjen Penyediaan Nama Jabatan Tanggal Paraf Rekomendasi Paraf - Sesuai - Perlu Perumahan)
    Petugas
    Unsur Pusat
    (Ditjen Penyediaan
    Nama
    Jabatan
    Tanggal
    Paraf
    Rekomendasi
    Paraf
    - Sesuai
    - Perlu
    Perumahan)
    SNVT PnP Provinsi
    Perbaikan
    Bappeda Provinsi
    Dinas Kabupaten/
    Kota
     

    Kepala Dinas Kab./Kota

     
     

    (ttd dan

     
     

    stempel basah)

    (

    )

    LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL DANA ALOKASI KHUSUS INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

    MEKANISME PENETAPAN KEPMEN PUPR TENTANG PENETAPAN RENCANA KEGIATAN (RK)

    LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL

    DIAGRAM ALIR PENETAPAN RENCANA KEGIATAN (RK) MENJADI PENETAPAN KEPUTUSAN MENTER I

    Instansi No Kegiatan Proses Keluaran Waktu Pusat Daerah Mulai Pembahasan Usulan Rencana Kegiatan Unor, OPD Balai/Satker
    Instansi
    No
    Kegiatan
    Proses
    Keluaran
    Waktu
    Pusat
    Daerah
    Mulai
    Pembahasan Usulan
    Rencana Kegiatan
    Unor,
    OPD
    Balai/Satker
    DAK
    Minggu ke-2 bulan
    November
    Pembahasan URK
    Tidak
    Sesuai, tapi tidak
    ada di e-Planning
    Bappenas /
    Bappeda
    1
    menjadi RK melalui
    konsultasi program
    Sesuai
    BPIW
    Provinsi
    Berita
    Sesuai*
    Acara
    Rencana
    Kegiatan
    Minggu ke-4 bulan
    Januari
    (RK)
    Unor /
    Rekapitulasi
    Ditjen
    Pelaporan RK
    2
    Rekapitulasi RK
    per bidang
    Minggu ke-1 bulan
    Februari
    Draft
    Setjen
    Kepmen
    Penetapan
    Menteri
    Rencana Kegiatan
    3
    Penetapan RK
    Keputusan
    Menteri
    Minggu ke-3 bulan
    Maret
    * Keterangan:
    -
    Sesuai dengan e-Planning
    -
    Data pendukung sesuai
    -
    Harga satuan sesuai
    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110.

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL

    Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. Telp 7392681 Faksimili 7243623

    Nomor Lampiran: ....... Sifat

    : .......

    : .......

    Jakarta, ..................

    Hal

    : Penyampaian Hasil Penelitiaan dan Rekapitulasi Rencana Kegiatan DAK Infrastruktur TA ......

    Kepada Yth. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

    di

    tempat

    Sehubungan dengan telah ditetapkannya Perpres

    Nomor

    Tahun

    Tentang .....

    yang memuat Rincian Alokasi DAK Bidang Infrastruktur Tahun

    dan telah

    dilaksanakannya Kegiatan Konsultasi Program DAK Infrastruktur Tahun

    , maka

    bersama ini dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut:

    • 1. Jumlah Penerima DAK .....

    • 2. Pelaksanaan Konsultasi Program ........

    • 3. Hasil Penelitian RK ......

    • 4. Rekapitulasi Rencana Kegiatan (RK) per bidang:

     

    Bidang DAK

     

    Target Output

     

    No

    DAK

    DAK

    DAK

    Keterangan

    Infrastruktur

    Reguler

    Penugasan

    Afimasi

    1.

    Bidang Irigasi

           

    2.

    Bidang Jalan

    3.

    Bidang Air Minum

    4.

    Bidang Sanitasi

    5.

    Bidang Perumahan

     

    Total

           
    • 5. Tindak Lanjut .....

    Demikian disampaikan, atas perhatian dan arahan Bapak selanjutnya diucapkan terima kasih.

    Sekretaris Jenderal,

    ............................................

    NIP.

    .................................

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110.

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL

    Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. Telp 7392681 Faksimili 7243623

    BIDANG IRIGASI

    DAK PENUGASAN

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/

    Target

    Prioritas

    Keterangan

    Menu Kegiatan

    Output

    Nasional

    1

    Provinsi/Kabupaten/Kota .....

    • a. Pembangunan Jaringan Irigasi

         
       
    • b. Peningkatan Jaringan Irigasi

         
       
    • c. Rehabilitasi Jaringan Irigasi

         
     

    Total

         

    Catatan:

    1. Mendukung target RPJMN 2015-2019 untuk 3 juta hektar rehabilitasi jaringan irigasi dan 1 juta hektar pembangunan daerah irigasi baru untuk pemenuhan Kedaulatan Pangan baik skala lokal maupun skala nasional 2. Mendukung Prioritas Nasional bidang Ketahanan Pangan

    Jakarta,

    .............................

    Mengetahui, Direktur Jenderal Sumber Daya Air

    ...................................................... NIP .....................................

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110.

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL

    Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. Telp 7392681 Faksimili 7243623

    BIDANG JALAN

    DAK REGULER

           

    Jenis

     

    No

    Nama Daerah

     

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Keterangan

    1

    Provinsi/Kabupaten/Kota .....

    • a. Pemeliharaan Berkala /

         
     

    Rehabilitasi Jalan

       
    • b. Peningkatan Jalan dan Penggantian Jembatan

         
       
    • c. Penyelesaian Pembangunan Jalan dan

         
     

    Jembatan

     

    Total

         
     

    Catatan:

    1. Meningkatkan kualitas pelayanan transportas

     

    2. Menunjang

    aksesibilitas

    ke

    fasilitas-fasilitas

    pelayanan

    dasar

    dan

    pusat-pusat

    perekonomian daerah

     

    DAK PENUGASAN

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/

    Target

    Prioritas

    Keterangan

     

    Menu Kegiatan

    Output

    Nasional

    1

    Provinsi/Kabupaten/Kota .....

     
    a. Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan b. Peningkatan Jalan dan Penggantian Jembatan c. Penyelesaian Pembangunan Jalan
    a.
    Pemeliharaan
    Berkala /
    Rehabilitasi Jalan
    b.
    Peningkatan Jalan
    dan Penggantian
    Jembatan
    c.
    Penyelesaian
    Pembangunan
    Jalan dan
    Jembatan
    Total

    Catatan:

    1. Mendukung pencapaian Prioritas Nasional 2. Peningkatan konektivitas dan 3. Aksesibilitas masyarakat terhadap kawasan strategis nasional dan mendukung pengembangan wilayah

    Jakarta,

    ...............................

    Mengetahui, Direktur Jenderal Bina Marga

    ...................................................... NIP .....................................

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110.

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL

    Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. Telp 7392681 Faksimili 7243623

    BIDANG AIR MINUM

    DAK REGULER

           

    Jenis

     

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Keterangan

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity SPAM terbangun dari sistem IKK/PDAM/Komunal

         
       
    • b. Pembangunan SPAM baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

         
       
    • c. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun

         
     

    Total

         

    Catatan:

    Ditujukan bagi daerah untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai dengan tingkat cakupan pelayanan air minum

    DAK PENUGASAN

           

    Jenis

       

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Mendukung

    Prioritas

    Keterangan

    1

    Kabupaten/Kota ...

    • a. Perluasan SPAM melalui pemanfaatan

           
     

    idle capacity

    SPAM terbangun dari sistem IKK/PDAM/Ko munal

       
    • b. Pembangunan SPAM baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

           
           

    Jenis

       

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Mendukung

    Prioritas

    Keterangan

       

    c. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun

           
     

    Total

           

    Catatan :

    Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:

    • 1. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

    • 2. Pariwisata

    • 3. Kabupaten/kota yang memiliki SPAM Regional

    • 4. Kota Binaan Kementerian PUPR

    • 5. Kawasan Kumuh

    DAK AFIRMASI

           

    Jenis

       

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Afirmasi

    Keterangan

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity SPAM terbangun dari sistem IKK/PDAM/Komunal

           
       
    • b. Pembangunan SPAM baru bagi daerah yang belum memiliki

           
     

    layanan air minum

       
    • c. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM

           
     

    terbangun

     

    Total

           

    Catatan :

    Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:

    • 1. Daerah Tertinggal

    • 2. Kawasan Perbatasan

    Jakarta,

    .............................

    Mengetahui, Direktur Jenderal Cipta Karya

    ................................................ NIP .....................................

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110.

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL

    Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. Telp 7392681 Faksimili 7243623

    BIDANG SANITASI

    DAK REGULER

           

    Jenis

     

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Keterangan

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Pembangunan baru SPALD Terpusat

         
       
    • b. Pembangunan baru SPALD Setempat

         
     

    Total

         

    Catatan :

    Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki atau sedang menyusun dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).

    DAK PENUGASAN

           

    Jenis

       

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu Kegiatan

    Target

    Output

    Kegiatan

    (K/S)

    Prioritas

    Nasional

    Keterangan

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Pembangunan baru SPALD Terpusat

           
       
    • b. Pembangunan baru SPALD Setempat

           
     

    Total

           

    Catatan:

    Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria

    1.

    2.

    3.

    4.

    Akses sanitasi di bawah rata-rata akses nasional (<67,2%)

    Memiliki atau sedang menyusun dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK

    Memiliki IPLT dan sedang membentuk atau sudah mempunyai sistem pengelolaan lumpur tinja (reguler/on-call basis)

    Lokasi yang telah dinyatakan sebagai kawasan Open Defecation Free (ODF) selama minimal 2 tahun

    DAK AFIRMASI

       

    Ruang Lingkup/

    Target

    Jenis

       

    No

    Nama Daerah

    Menu Kegiatan

    Output

    Kegiatan

    Afirmasi

    Keterangan

    (K/S)

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Pembangunan baru SPALD

           
     

    Terpusat

       
    • b. Pembangunan baru SPALD

           
     

    Setempat

     

    Total

           

    Catatan:

    Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria 1. Daerah Tertinggal 2. Daerah Perbatasan 3. Daerah yang memiliki dokumen SSK/MMS

    Jakarta,

    ................................

    Mengetahui, Direktur Jenderal Cipta Karya

    ..................................................... NIP .....................................

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110.

    KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL

    Jalan Pattimura 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. Telp 7392681 Faksimili 7243623

    BIDANG PERUMAHAN

    DAK REGULER

    No

    Nama Daerah

    Ruang Lingkup/ Menu

    Target

    Keterangan

     

    Kegiatan

    Output

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Pembangunan baru

       
     

    rumah swadaya

       
    • b. Peningkatan kualitas rumah swadaya

       
       
    • c. Pembangunan rumah khusus

       
     

    Total

       

    Catatan :

    Diperuntukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat yang terkena dampak pembangunan infrastruktur publik di kawasan permukiman kumuh dan pencegahan permukiman kumuh perkotaan.

    DAK AFIRMASI

    No

    Nama Daerah

     

    Ruang Lingkup/

    Target

    Afirmasi

    Keterangan

    Menu Kegiatan

    Output

    1

    Kabupaten/Kota .....

    • a. Pembangunan baru rumah swadaya

         
       
    • b. Peningkatan kualitas rumah

         
     

    swadaya

       
    • c. Pembangunan

         
     

    rumah khusus

     

    Total

         

    Catatan:

    Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria 1. Daerah Tertinggal 2. Daerah Perbatasan 3. Daerah yang memiliki dokumen SSK/MMS

    Jakarta,

    ..............................

    Mengetahui, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan

    ................................................ NIP .....................................

    LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL DANA ALOKASI KHUSUS INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

    STRUKTUR ORGANISASI DAN ALUR KOORDINASI TIM KOORDINASI PUSAT

    LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL

    STRUKTUR ORGANISASI DAN ALUR KOORDINASI TIM KOORDINASI DAERAH

    STRUKTUR ORGANISASI DAN ALUR KOORDINASI TIM KOORDINASI DAERAH

    TAHAP PERENCANAAN :

    PROSES PENYUSUNAN USULAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

    TAHAP PERENCANAAN : PROSES PENYUSUNAN USULAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

    TAHAP PELAKSANAAN DAN PASCA PELAKSANAAN:

    PROSES PEMANTAUAN TRIWULANAN DAN EVALUASI TIM KOORDINASI DAERAH

    RAPAT TRIWULANAN TIM KOORDINASI DAERAH Pemantauan Laporan Triwulanan Kegiatan DAK Pelaksanaan Kegiatan Provinsi dan Kab/Kota oleh
    RAPAT TRIWULANAN TIM KOORDINASI DAERAH
    Pemantauan
    Laporan Triwulanan Kegiatan DAK
    Pelaksanaan Kegiatan
    Provinsi dan Kab/Kota
    oleh SKPD dan Balai
    Kinerja
    Tercapai
    Laporan Triwulan:
    Hasil evaluasi (sesuai kriteria)
    Ya
    Y
    Rencana pengendalian
    pelaksanaan proyek;
    Pelaksanaan Kegiatan (tim
    Evaluasi
    lelang+kontrak);
    Tidak
    Tidak
    Progres (Koordinat dan kondisi
    Permasalahan
    0%, 50%, 100%).
    dan tindakan
    perbaikan
    KRITERIA
    Kesesuaian RK dengan prioritas
    nasional;
    Kesesuaian RK dengan DPA
    Daerah;
    Kesesuaian RK yang telah
    ditetapkan dengan
    pelaksanaannya;
    Kesesuaian hasil pelaksanaan
    kegiatan dengan dokumen kontrak
    yang telah ditetapkan;
    Kesesuaian pencapaian output
    hasil pelaksanaan kegiatan dengan
    target RK;
    Kesesuaian pencapaian outcome
    hasil pelaksanaan kegiatan dengan
    target RK; dan
    kepatuhan dan ketertiban
    pelaporan.

    LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL DANA ALOKASI KHUSUS INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

    PELAPORAN DAN FORMAT LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAK SERTA MEKANISME PEMANTAUAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAK

    • I. MEKANISME PELAPORAN Mekanisme Pelaporan disampaikan berjenjang dari tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota disampaikan kepada Pemerintah Provinsi dan selanjutnya diteruskan ke Kementerian. Pelaporan dan Pemantauan DAK Online melalui http://emonitoring.pu.go.id.

    Skema Tim Koordinasi Penyelenggaraan DAK Bidang Infrastruktur (Pelaporan, Pemantauan, dan Evaluasi)

    LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL

    II. MATERI PELAPORAN

    Materi laporan yang disampaikan OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota:

    • a. Data umum dan data dasar Data umum (Form KDU) dan data dasar (Form DD) dilaporkan sekali yaitu pada Triwulan I.

    • b. Data pelaksanaan kegiatan (Form PDU) Data pelaksanaan kegiatan dilaporkan setiap triwulan, terdiri dari kesesuaian program, proses dan pelaksanaan kegiatan, dan peta pelaksanaan kegiatan (koordinat dan kondisi 0%, 50%, 100%).

    PDU-1
    PDU-1

    Form Data Umum Provinsi

    Provinsi

    :

    Tahun

    :

    No

    Kabupaten/Kota

    Luas Wilayah (m²)

    Jumlah Penduduk (jiwa)

    Kontur Tanah

    Potensi

    1

    2

    3

    4

    5

    6

               
               
               
               
               
               
     

    Total

           

    Catatan: Diisi hanya sekali saja, kecuali ada perubahan

     

    Keterangan:

    1

    = No. urut

    2

    = diisi nama kabupaten/kota

    3

    = diisi luas kabupaten/kota

    4

    = diisi jumlah penduduk kabupaten/kota

    5

    = diisi kontour tanah yang dominan di kabupaten/kota (pantai, pegunungan, dataran)

    6

    = diisi potensi daerah kabupaten/kota (perkebunan, pertanian, pertambangan)

    PDU-2
    PDU-2

    DATA SUMBER PENDANAAN

    Provinsi

    :

    Kabupaten / Kota :

    Tahun

    :

    ( dalam juta rupiah)

         

    Sumber Pendanaan

    No

     

    Program Penanganan

    APBD

    DAK

    Sektor (pusat)

    Pinjaman /

    Total

    Hibah

       

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    1

     

    2

         

    34567

     
                 

    1

    Bidang Jalan dan Jembatan

             

    a

    Pemeliharaan Rutin Jalan

             

    b

    Pemeliharaan Berkala Jalan

             

    c

    Peningkatan Jalan

             

    d

    Pembangunan Jalan

             

    e

    Pemeliharaan Rutin jembatan

             

    f

    Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala Jembatan

             

    g

    Penggantian Jembatan

             

    f

    Pembangunan Jembatan

             
     

    Sub Total

             

    2

    Bidang Irigasi

             

    a

    Operasional dan Pemeliharaan saluran irigasi

             

    b

    Operasional dan Pemeliharaan Bangunan

             

    c

    Perbaikan saluran irigasi

             

    d

    Perbaikan Bangunan Prasrana Irigasi

             
     

    Sub Total

             

    3

    Bidang Air Minum

             

    a

    Pemeliharaan sistem penyediaan air minum

             

    b

    Rehabilitasi sistem penyediaan air minum

             

    c

    Peningkatan cakupan sistem penyediaan air

             

    d

    Pembangunan sistem penyediaan air minum

             
     

    Sub Total

             

    4

    Bidang Sanitasi

             

    a

    Pemeliharaan fasilitas sanitasi

             

    b

    Pembangunan fasilitas sanitasi

             
     

    Sub Total

             

    5

    Bidang Perumahan

             

    a

    Pembangunan baru rumah

             

    b

    Peningkatan kualitas rumah

             

    c

    Pembangunan rumah khusus

             
     

    Sub Total

             
                 

    6

    Total dana bidang infrastruktur

             

    Catatan :

    # Data diisi secara lengkap sekali saja (triwulan I), kecuali ada perubahan

    • 1 = No. urut

    • 2 = diisi nama program penanganan tiap sub bidang

    • 3 = diisi alokasi APBD untuk tiap sub bidang

    • 4 = diisi alokasi DAK untuk tiap sub bidang

    • 5 = diisi alokasi dari Pemerintah Pusat (sektor) untuk tiap sub bidang

    • 6 = diisi alokasi yang berasal dari pinjaman/hibah untuk tiap sub bidang

    KDU-1
    KDU-1

    Form Data Umum Kabupaten / Kota

    Provinsi

    :

    Kabupaten/Kota

    :

    Kecamatan

    :

    Tahun

    :

    No

    Kelurahan / Desa

    Luas Wilayah (m²)

    Jumlah Penduduk (jiwa)

    Kontur Tanah

    Potensi

    1

    2

    3

    4

    5

    6

               
               
               
     

    Total

           

    Catatan: Diisi hanya sekali saja, kecuali ada perubahan

    Keterangan:

    1 = No. urut

    • 2 = diisi nama kecamatan

    • 3 = diisi luas wilayah kecamatan

    • 4 = diisi jumlah penduduk kecamatan

    • 5 = diisi kontour tanah yang dominan di kecamatan (pantai, pegunungan, dataran)

    • 6 = diisi potensi daerah kecamatan (perkebunan, pertanian, pertambangan)

    KDU-2
    KDU-2

    DATA SUMBER PENDANAAN

    Provinsi

    :

    Kabupaten / Kota

     

    :

    Tahun

    :

    ( dalam juta rupiah)

         

    Sumber Pendanaan

    No

     

    Program Penanganan

    APBD

    DAK

    Sektor (pusat)

    Pinjaman /

    Total

    Hibah

       

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    1

     

    2

       

    34567

       
                 

    1

    Bidang Jalan dan Jembatan

             

    a

    Pemeliharaan Rutin Jalan

             

    b

    Pemeliharaan Berkala Jalan

             

    c

    Peningkatan Jalan

               

    d

    Pembangunan Jalan

               

    e

    Pemeliharaan Rutin jembatan

             

    f

    Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala Jembatan

             

    g

    Penggantian Jembatan

             

    f

    Pembangunan Jembatan

             
     

    Sub Total

             

    2

    Bidang Irigasi

               

    a

    Operasional dan Pemeliharaan saluran irigasi

             

    b

    Operasional dan Pemeliharaan Bangunan

             

    c

    Perbaikan saluran irigasi

             

    d

    Perbaikan Bangunan Prasrana Irigasi

             
     

    Sub Total

             

    3

    Bidang Air Minum

               

    a

    Pemeliharaan sistem penyediaan air minum

             

    b

    Rehabilitasi sistem penyediaan air minum

             

    c

    Peningkatan cakupan sistem penyediaan air

             

    d

    Pembangunan sistem penyediaan air minum

             
     

    Sub Total

             

    4

    Bidang Sanitasi

               

    a

    Pemeliharaan fasilitas sanitasi

             
     

    Sub Total

             

    5

    Bidang Perumahan

               

    a

    Pembangunan baru rumah

             

    b

    Peningkatan kualitas rumah

             

    c

    Pembangunan rumah khusus

             
     

    Sub Total

             
                 

    6

    Total dana bidang infrastruktur

             

    Catatan :

    # Data diisi secara lengkap sekali saja (triwulan I), kecuali ada perubahan

    • 1 = No. urut

    • 2 = diisi nama program penanganan tiap sub bidang

    • 3 = diisi alokasi APBD untuk tiap sub bidang

    • 4 = diisi alokasi DAK untuk tiap sub bidang

    • 5 = diisi alokasi dari Pemerintah Pusat (sektor) untuk tiap sub bidang

    • 6 = diisi alokasi yang berasal dari pinjaman/hibah untuk tiap sub bidang

    Provinsi

    :

    Kabupaten/Kota :

    Tahun

    :

    DATA SUMBER PENDANAAN

    KDU - 3
    KDU - 3
         

    Sumber Pendanaan

     

    No

    Program Penanganan

    APBD

    DAK

    Sektor (Pusat)

    Pinjaman

    Hibah

    Total

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    (Rp)

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

                   

    1

    Subbidang Jalan dan Jembatan

               

    a

    Pemeliharaan Rutin Jalan

               

    b

    Pemeliharaan Berkala Jalan

               

    c

    Peningkatan Jalan

               

    d

    Pembangunan Jalan

               

    e

    Pemeliharaan Rutin Jembatan

               

    f

    Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala Jembatan

               

    g

    Penggantian Jembatan

               

    h

    Pembangunan Jembatan

               
     

    Sub Total

               
    DD-3
    DD-3

    Data Dasar Prasarana Irigasi Provinsi, Kabupaten / Kota

    Provinsi : Kabupaten / Kota : Tahun : Luas (Ha) Indeks Saluran (m) Kondisi (%) Jml.
    Provinsi
    :
    Kabupaten / Kota :
    Tahun
    :
    Luas (Ha)
    Indeks
    Saluran (m)
    Kondisi (%)
    Jml. Bangunan
    No.
    Nama Daerah
    Pertanaman
    Produksi
    No
    Daerah
    Daerah
    Areal
    Rencana
    Rusak
    Rusak
    Sadap /
    Ket.
    Irigasi
    (IP)
    Primer
    Sekunder
    Tersier
    Baik
    Sedang
    Lainnya
    Irigasi
    Irigasi
    Tanam
    Panen
    Ringan
    Berat
    Bagi
    (%)
    (Ton/Ha/Pane
    1
    2
    3 4
    5
    6
    7
    8 12
    13 14
    9
    10 11
    15 16
    17

    Catatan: Diisi hanya sekali saja pada triwulan I

    Keterangan:

    1

    = No. urut

    2

    = diisi kode daerah irigasi

    3

    = diisi nama Daerah Irigasi ybs

    4

    = diisi luas Daerah Irigasi ybs (dalam Ha)

    5

    = diisi luas areal Tanam ybs (dalam Ha)

    6

    = diisi rencana luas panen (dalam Ha)

    7

    = diisi indeks pertanaman (IP) ybs

    8

    = diisi dengan data produksi padi dari DI ybs

    9-11 = diisi kondisi umum Daerah Irigasi ybs 12-14 = diisi panjang & jumlah jaringan dalam Daerah Irigasi ybs 15-16 = diisi data bangunan pelengkap lainnya, contoh : pintu air dan perlengkapannya, bangunan terjun, pelimpah

    DD-4
    DD-4

    Data Dasar Prasarana Air Minum Kabupaten / Kota

    Provinsi

    :

    Kabupaten / Kota

    :

    Kecamatan

    :

    Tahun

    :

    No

    No. Air Minum

    Desa /

    Jml. Penduduk

    Jml. Penduduk

    Tingkat Pelayanan

    Ket.

    Kelurahan

    (Jiwa)

    Miskin (Jiwa)

    Air Minum (%)

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 

    Catatan: Diisi hanya sekali saja pada triwulan I, kecuali ada perubahan

     

    Keterangan :

    1

    = No. Urut

    2

    = diisi kode air minum dan sanitasi

    3

    = diisi nama desa / kelurahan ybs

    4

    = diisi jumlah penduduk di desa / kelurahan ybs

    5

    = diisi jumlah penduduk miskin di desa / kelurahan ybs

    DD-5
    DD-5

    Data Dasar Prasarana Sanitasi Kabupaten / Kota

    Provinsi

    :

    Kabupaten / Kota

    :

    Kecamatan

    :

    Tahun

    :

    No

    No. Sanitasi

    Desa /

    Jml. Penduduk

    Jml. Penduduk

    Tingkat Pelayanan

    Ket.

    Kelurahan

    (Jiwa)

    Miskin (Jiwa)

    Sanitasi (%)

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 

    Catatan: Diisi hanya sekali saja pada triwulan I, kecuali ada perubahan

     

    Keterangan :

    1

    = No. Urut

    2

    = diisi kode air minum dan sanitasi

    3

    = diisi nama desa / kelurahan ybs

    4

    = diisi jumlah penduduk di desa / kelurahan ybs

    5

    = diisi jumlah penduduk miskin di desa / kelurahan ybs

    DD-6
    DD-6

    Data Dasar Perumahan Kabupaten / Kota

    Provinsi

    :

    Kabupaten / Kota

    :

    Tahun

    :

    No.

    No. Perumahan

    Kecamatan

    Desa / Kelurahan

    Jumlah Rumah

    Jumlah Keluarga

    Jml. Penduduk (Jiwa)

    Jml. Penduduk Miskin

    Jml. RTLH

    Jml. Backlog

    (unit)

    (KK)

    (Jiwa)

    (Unit)

    (Unit)

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
    • 1 = Nomor Urut

    • 2 = Diisi Kode Perumahan

    3 = Diisi nama kecamatan/distrik yang bersangkutan

    • 4 = Diisi nama desa/Kelurahan/Kampung yang bersangkutan

    • 5 = Diisi Jumlah Rumah di Desa/Kelurahan yang bersangkutan

    • 6 = Diisi Jumlah Keluarga di Desa/Kelurahan yang bersangkutan

    • 7 = Diisi Jumlah Penduduk di Desa/Kelurahan yang bersangkutan

    • 8 = Diisi Jumlah Penduduk Miskin di Desa/Kelurahan yang bersangkutan

    III. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PENILAIAN KINERJA

    III.1. Pemantauan pelaksanaan DAK bertujuan untuk memastikan pelaksanaan DAK di daerah tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK dan petunjuk teknis serta mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan dalam rangka perbaikan pelaksanaan DAK tahun berjalan. Pemantauan progress kegiatan DAK untuk Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota harus mengacu pada Form P-0, Form P-1 dan Form P-2. III.2. Evaluasi Pemanfaatan DAK Evaluasi pemanfaatan DAK bertujuan agar terjadi kesesuaian antara masukan (input), proses, keluaran (output), hasil (outcome) dan kemanfaatan (benefit) kegiatan yang dibiayai DAK. Evaluasi pemanfaatan DAK harus memperhatikan kriteria dan indikator yang tertuang dalam Tabel 4.1. III.3. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja pelaksanaan DAK bertujuan untuk mengukur hasil kerja pelaksanaan DAK dan selanjutnya dapat diusulkan untuk pengalokasian DAK pada tahun berikutnya. Penilaian kinerja pelaksanaan DAK mengacu pada Form PEV 1 dan Form PEV

    2.

    Form P-0. Pemantauan Pelaksanaan DAK

    PEMANTAUAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN ............................................. PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA………………… .. BIDANG ……………………

     

    PETA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN LOKASI PROYEK

     

    Form P-1. Pemantauan Kesesuaian Program DAK

    Provinsi:

    Kabupaten / Kota:

         

    Program Prioritas

               

    Nasional Yang

    Kesesuaian RK dengan DPA

    Kesesuaian RK yang telah

    Kesesuaian hasil pelaksanaan

       

    No

    Nama Paket

    Pekerjaan

    Lokasi

    Didukung

    (contoh: KSPN,

    Kesesuaian RK dengan Juknis

    Daerah

    ditetapkan dengan pelaksanaannya

    kegiatan dengan dokumen kontrak yang telah ditetapkan

     

    Kelengkapan Dokumen kontrak

    Keterangan

    KI,KEK,dsb.)

    Ya

    Tidak

    Alasan

    Ya

    Tidak

    Alasan