Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KIMIA

POLIMER SINTETIS DAKRON

DISUSUN OLEH :
NOVA YANTI MANURUNG
TETTY NOVRIANI SINURAT

KELAS XII IPA 2

1
GURU PEMBIMBING :
MASMEI SIALLAGAN, M.Pd

SMA NEGERI 1 TORGAMBA


TAHUN AJARAN 2017/2018

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
limpahan berkatNya lah maka Makalah ini bisa terselesaikan.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada semua
pihak yang turut serta berpartisipasi atas terbuatnya makalah ini. Penulis sangat
menyadari bahwa penyusunan Makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik
dan sarannya yang membangun sangat penulis harapkan agar dapat berbuat lebih baik
lagi dimasa yang akan datang.

Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan dapat
memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya.

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. 1

Daftar Isi ......................................................................................................... 2

BAB I (PENDAHULUAN)

A. Latar Belakang .................................................................................... 3


B. Rumusan Masalah .............................................................................. 3
C. Tujuan .................................................................................................. 3

BAB II (PEMBAHASAN)

A. Pengertian Dacron ............................................................................... 4


B. Proses Pembuatan Dacron ................................................................... 6
C. Kegunaan Dacron ................................................................................ 8

BAB III (PENUTUP)

A. Kesimpulan ........................................................................................... 9
B. Saran .................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 10

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Suatu serat poliester sintetik yang banyak digunakan untuk kain, pita
elektronik, dan bahan dasar film potret. Kain dacron digunakan untuk pakaian,
layar, jaring, jok, dan kain penapis. Dacron tahan terhadap bahan kelantang,
sabun, detergen lain, dan kebanyakan pelarut binatu tanpa-air. Dacron juga tak
dipengaruhi oleh jamur, bakteri maupun ngengat. Bahan ini antikusut dan tidak
mulur.
Dacron merupakan kopolimer yang terbuat dari etilena glikol dan dimetil
terftalat. Polimernya disebut polietilena terftalat. Dalam bentuk aslinya, polimer
ini bersifat amorf. Kemudian dibuat benang dengan melelehkan dan memeras ke
luar (ekstrusi) lewat pemintal. Benang itu kemudian diregangkan sampai empat
kali panjang semula. Dengan pengolahan ini molekul-molekul yang mirip rantai
ini akan bersikap sejajar, sehingga diperoleh polimer kristalin.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu dacron?
2. Apa saja manfaat dacron?
3. Bagaimana proses pembuatan dacron?
4. Apa manfaat dan dampak dari penggunaan dacron?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa itu dacron
2. Untuk mengetahui apa saja manfaat dacron
3. Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan dacron
4. Untuk mengetahui apa saja kegunaan dan dampak dari penggunaan dacron

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Dacron
Dacron adalah sebuah bahan sintetis yang sedang populer dalam
kebutuhan tekstile sebagai bahan untuk pengisian boneka, guling dan juga
bantal. Dacron merupakan nama merek dagang dari serat tekstile yang di buat
oleh perusahaan dari inggris sebagai merek dagang , Dacron sendiri memiliki
nama asli yaitu Polietilena tereftalat yaitu suatu resin polimer plastik termoplast
dari kelompok poliester.
Bahan dacron ini tidak mudah kisut, mudah dicuci, cepat kering dan
mempunyai daya serap tinggi. Sebenarnya dacron ini agak keras, tetapi jadinya
bisa membentuk bantal, guling, maupun boneka menjadi lebih berisi dan lebih
terlihat rapi tetapi memiliki bobot ringan dan mengembang dengan baik.
Kelebihan lain dari bahan dacron ini adalah, jika anda press/vakum sedemikian
rupa ketika membawanya, bahan ini akan kembali mengembang ketika press-
nya dilepas.
Boneka yang berisi dacron sangat mudah dirawat, jika kotor, anda dapat
mencucinya dengan tangan. Rendam sebentar dalam air berisi sedikit detergen,
lalu cuci dan segera angin-anginkan.

Perbedaan Dakron dengan Bahan-Bahan yang Lain


Dakron adalah serat-serat yang mempunyai daya kembang yang tinggi.
Dakron mempunyai ciri-ciri yaitu beratnya ringan tetapi sangat mengembang.
Untuk itulah bahan jenis ini sangat nyaman dipakai. Biasanya bahan ini dibuat
untuk bantal dan guling walaupun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan
membuat hal lain, seperti boneka, dan lain sebagainya. Nah untuk Anda yang
masih bingung bagaimana cara untuk membedakan antara satu bahan dengan
bahan yang lain serta kelebihan masing-masing bahan, simak beberapa fakta
berikut ini:
1. Bantal kapuk. Pasti kita juga sudah tidak asing dengan jenis yang satu
ini. dari jaman dahulu, bahan kapuk memang sudah menjadi primadona.

4
Bahan kapuk yang digunakan biasanya berasal dari pohon randu. Pada
awal pemakaian memang rasanya sangat nyaman dan tidak panas, tetapi
seiring dengan berkembangnya waktu, kelenturannya berkurang dan
akan membuat bantal kapuk menjadi kurang nyaman. Dan kelemahan
lainnya adalah bahan kapuk ini sulit untuk dicuci. Jadi untuk merawatnya
kita harus sering-sering menjemurnya padahal hal ini akan mengurangi
kelembabannya. Karena menjemur tidak bisa membersihkan dari
kotoran, maka bantal jenis ini tidak direkomendasikan untuk kesehatan
kulit wajah dan kulit kepala.
2. Bantal busa. Bahan dasar dari bantal busa adalah busa yang dicampur
dengan bahan-bahan sisa potongan kain dan benang. Kelebihan bantal
jenis ini adalah harganya yang murah. Tetapi kekurangannya adalah
terasa keras sehingga kurang nyaman di kepala dan jenis ini tidak bisa
menyerap keringat dengan baik sehingga terasa panas.
3. Bantal dakron. Bantal yang dibuat dari bahan serat sintetis ini bisa
dicuci, baik dicuci langsung dengan sarung atau hanya isinya saja.
Setelah dicuci dan dijemur, bantal dengan bahan dakron ini tidak akan
rusak bahkan akan semakin mengembang maksimal. Jadi, untuk Anda
yang sangat peduli pada kebersihan dan kesehatan, sebaiknya memilih
bantal dari bahan ini. Dakron ini mempunyai sedikit perbedaan dengan
bahan silikon. Jika bahan silikon seratnya lebih halus dan lebih pendek,
maka dakron lebih panjang dan lebih kasar. Walaupun bisa dikatakan
jika silikon adalah dakron dengan kuailtas yang paling baik.

Dakron itu merupakan kopolimer yang terbentuk dari 2 monomer.


Monomer yang digunakan untuk pembentukan dakron adalah etil glikol dan
dimetil tereftalat. Dakron termasuk ke dalam poliester, Dakron memiliki
struktur yang linier dan tidak ada percabangan. Sifat dakron yaitu memiliki
sifat yang tipis, elastis, transparan dan kuat.

5
Dakron itu merupakan polimer termoplastik. Polimer termoplastik
adalah polimer yang memiliki sifat tidak tahan panas. Jika polimer ini
dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan jika di dinginnya maka akan
mengeras. Dakron merupakan polimer yang dibuat dengan cara kondensasi.
Dakron dibuat dengan cara yang sama dengan pembuatan Ester, perbedaannya
adalah pada kedua gugus fungsi yang digunakan dalam pembentukan polimer.
Dakron dibuat dari etilen glikol dan dimetil tereftalat dengan memisahkan
molekul air (-H dari alkohol dan -OH dari Ester).

B. Proses pembuatan dakron :


Proses pembuatan dakron adalah sebgai berikut :
1. Esterifikasi

Esterifikasi merupakan tahap pembentukan monomer. Proses ini


langsung karena gugus karboksil (-COOH-) dari asam tereftalat dapat dengan
mudah bereaksi dengan etilena glikol, sehingga tidak memerlukan katalis reaksi.
Proses esterifikasi diawali dengan pemompaan larutan homogen yang
mengandung asam tereftalat murni, etilena glikol, kobalt asetat, asam fosfit,
diantimontrioksida, dan titaniumoksida ke dalam reaktor. Proses ini berlangsung
selama kurang lebih 45 menit pada reaktor bersuhu proses 10-20OC. Dalam
proses ini akan dihasilkan produk sampingan berupa air yang dapat menghambat
kesetimbangan reaksi dan menghambat hasil, untuk itu air perlu dihilangkan dari
proses dengan dipompa agar dihasilkan berat molekul monomer yang besar,
selain itu juga jumlah pereaksi (etilena glikol) yang ditambahkan harus berlebih

6
10-20% karena etilena glikol akan mengalami banyak kehilangan akibat destilasi
kontinyu selama tahap reaksi.
Proses ini berkahir ketika seluruh air sebagai produk samping dapat di
destilasi seluruhnya dan produk reaksi berupa BHET (bishidroksi etlena
tereftalat) yang kemudian akan dipindahkan ke dalam reaktor polikondensasi
bersuhu 260OC dengan cara didorong menggunakan tekanan gas nitrogen 2,3
kg/cm3 melalui suatu filter untuk menyaring kotoran. Selain air, hasil samping
yang harus dihindari adalah terbentuknya asetaldehida yang terbentuk akibat
terdegradasi suhu yang tinggi, akibatnya akan berpengaruh pada sifat akhir
polimer poliester yang terbentuk.

2. Polikondensasi

Polikondensasi merupakan proses penggabungan monomer-monomer


membentuk suatu polimer. Panjang rantai polimer yang terbentuk dari reaksi ini
dinyatakan dalam derajat polimerisasi yang sangat dipengaruhi oleh suhu dan
lama reaksi melalui putaran pengadukan yang dilakukan secara bertahap. Dalam
proses ini dapat juga terjadi kerusakan rantai polimer yang sudah terbentuk yang
diakibatkan oleh adanya Oksigen, yang berasal dari dalam maupun dari luar
reaktor walaupun jumlahnya sangat sedikit karena terjadinya kerusakan rantai
akan menjadi besar sebab ini terjadi pada waktu proses reaksi penggabungan
monomer
Sifat Poliester atau Polietilenatereftalat yang terbentuk dari hasil reaksi
polimerisasi dipengaruhi oleh jumlah gugus penghubung pada rantai. Misalkan,
adanya senyawa dietilenaglikol (DEG) pada rantai polimer akan meningkatkan
daya serap serat terhadap zat warna tetapi jika terlalu banyak maka akan
menurunkan kekuatan tarik dan menurunkan ketahanan suhu dari serat.
Disamping DEG yang dapat mempengaruhi sifat serat adalah adanya gugus
ujung asam (karboksil) yang terbentuk pada proses polimerisasi, keberadaan
gugus asam yang terlalu banyak mengindikasikan bahwa proses reaksi
polimerisasi belum sempurna atau terjadi kerusakan rantai polimer akibat
fotooksidasi oleh panas atau oksigen sehingga terjadi pemutusan rantai
polietilenatereftalat (PET) sehingga kekuatan serat yang terbentuk menurun.

7
Reaksi Pembentukan Dakron

Beberapa sifat dari polimer termoplastik adalah :

 Berat molekul kecil


 Tidak tahan terhadap panas
 Jika dipanaskan akan melunak
 Jika didinginkan akan mengeras
 Mudah untuk diregangkan
 Fleksibel
 Titik leleh rendah
 Dapat dibentuk ulang/daur ulang
 Mudah larut dalam pelarut yang sesuai
 Memiliki struktur molekul linear/bercabang.

C. Kegunaan Dakron

1. Sebagai serat plastik.


2. Sebagai pita perekam magnetik.
3. Sebagai balon cuaca yang dikirim stratosfir.
4. Sebagai bahan utama dalam pembuatan kerajinan tekstil.
5. Sebagai kemasan minuman
6. Sebagai pembuatan kaca jendela pesawat terbang, lampu belakang mobil

Kelebihan Dacron
Setelah itu kelebihan lain dari bahan dacron bila bahan dacron Anda
press atau vakum maka setelah dilepas akan kembali ke seperti semula. Inilah
mengapa bahan dacron sangat di rekomendasikan oleh berbagai produk bantal,
boneka dan berbagai media yang tadinya berbahan dari bahan dasar kapuk yang
beralih ke bahan dacron.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam kehidupan sehari – hari, dakron dimanfaatkan untuk bahan pita


rekam magnetik. Dakron dipilih karena dakron memiliki sifat yang elastis dan
kuat. Dakron dapat dibuat menjadi lapisan yang tipis dan memiliki kekuatan
yang cukup baik. Untuk merekam suara , dakron dilapisi dengan serbuk besi
oksida (Fe2O3) yang disebarkan di permukaan dakron. Lapisan besi oksida ini
yang akan menyimpan data yang direkam. Pada saat proses perekaman
dilakukan, sinyal suara yang akan direkam diubah menjadi sinyal listrik. Sinyal
listrik yang dihasilkan akan menghasilkan medan magnet yang akan
mempengaruhi susunan dari besi oksida. Sebelum dilakukan perekaman, serbuk
besi yang disebarkan tidak tersusun dengan rapi. Akan tetapi setelah dakron
dilewati oleh medan magnet maka susunan serbuk besi oksida akan tetatur.
Keteraturan dari serbuk besi ini mengikuti suara yang direkam, sehingga saat
diputar kembali maka akan terdengan suara yang sama dengan suara yang
direkam.

B. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya


penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung
jawabkan. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa
untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di
jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada
kesempatan lain akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://elisadwiirvina.wordpress.com/2015/11/03/dakron/
http://arintaddella.blogspot.co.id/2015/11/dakron.html
https://www.kompasiana.com/m_yunus/cara-sepele-pulihkan-bantal-dakron-
kempes_597a89d45cab7e4bcb2161e4

10