Anda di halaman 1dari 2

Empat Alasan Mengapa Bekerja Dengan

Orang Lain Tidak Bisa Membuatmu Kaya


Semalam, ada teman datang kerumah, dan terkejut ketika saya asyik membungkusi es lilin
sambil nonton televise. “Mbak Fid bikin es lilin sendiri ya, saya kira orang lain” tanyanya.
“Ia mbak, lumayan hasilnya buat nambah keperluan dapur” Jawaban klise khas emak emak.
Daripada saya bengong, duduk sambil nonton Tipi.kenapa juga tak dibuat aktifitas sekalian,
hiburan dapet duit dapet.

Berceritalah dia sambil menemaniku membungkus es lilin. Umurnya 2 tahun lagi kepala
empat. Kerja sama orang, perusahaan kecil lagi sedangkan gajinya segitu saja padahal sudah
bekerja lebih dari sepuluh tahun . Seringkali dia galau, akankah tetap terus bekerja pada
bosnya sekarang dan sampai umur berapa, ataukah berhenti dan mencari peluang lain. Namun
disisi lain, usianya tak lagi muda. Sudah menjadi rahasia umum. Perusahaan akan lebih
memilih fresh graduate atau pelamar yang masih muda muda, selain lebih energik dan
menarik mereka juga tak rewel, karena mereka butuh pekerjaan. Sedangkan Pingin buka
usaha, tapi usaha apa?

Nah Lho..ribet khan? Sebenarnya jawabannya mudah. Tinggal pilih mana meneruskan atau
berhenti. Dengan konsekuensi masing masing. Meneruskan pekerjaan konsukensinya gajinya
kecil. Berhenti dan mencari peluang lain kemungkinan pendapatan bisa naik dengan catatan
ulet dan tetep konsisten. Hanya saja, tak banyak orang orang yang berani mengambil resiko.
Takut inilah itulah. kebanyakan sih gengsi. Ada juga temen yang ndak mau berhenti bekerja,
karena dapet mobil dinas. “Eman mbak, kalau berhenti” Padahal tiap kali kami ketemu selalu
saja mengeluh kekurangan waktu keluarga. Ya sudah nggak usah complain dong.

Saya dan suami juga begitu awalnya, takut banget. Dan ketakutan itu kami lawan, aslinya sih
bondo nekat. Jalan saja, kalau stuck berhenti atau lewat jalan lain. Kata orang jawa, kami
baru babat alas ( babat hutan) hasilnya belum keliatan. Bila saya konsisten insyaallah akan
indah nantinya.

Dan beneran memiliki usaha sendiri itu lebih enak daripada kerja dengan orang. Alasannya
ini:

Bekerja dengan orang membuat kita terlalu nyaman untuk mengambil resiko. Tiap bulan
kita terima gaji, membayar semua tagihan, keperluan sehari hari,makan, sekolah anak,
hiburan, jalan –jalan dan sisanya bila ada akan di tabung. Itu kalau ada…bisa bisa malah
tak ada. Sangat nyaman. Berbeda bila kita berhenti kerja. Otak kita dipacu untuk berpikir,
bagaimana supaya bisa mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan uang lebih banyak.
Selalu semangat belajar dari kesalahan untuk mencapai impian
Tidak membantu memperkaya orang lain, tapi memperkaya diri sendiri. Bila bekerja untuk
orang lain. Pekerjaan kita focus untuk mereka, nurut apa yang mereka perintahkan. Bila
tidak..siap siap di tendang. Coba kita teliti..mana ada karyawan yang jadi milyuner.
Waktu lebih berharga daripada uang. Uang bisa ditabung, uang juga bisa membeli apa saja
yang kita mau. Sayangnya waktu akan berjalan terus, tidak bisa ditabung apalagi di
rewind seperti kaset. Saat kita bekerja dengan orang lain, waktu kita habis hanya untuk
mereka saja. Berangkat pagi dan pulang malam, belum lagi ada meeting atau acara kantor.
Jarang sekali bisa duduk tenang untuk diri sendiri atau bercengkarama dengan keluarga,
anak dan istri. Banyak waktu yang kita abaikan, anak anak tumbuh pesat, sedangkan kita
masih terus berkutat dengan kesibukan kantor dan permintaan bos yang tiada henti. Kita
tak bisa berbuat apa-apa karena perusahaan yang mengatur kita, kapan waktunya kita
selesai atau lembur, tak peduli kita capek atau ada keluarga yang sakit parah.
Renungkalanlah, bila kita bekerja sendiri, Kita bekerja keras dan mengatur waktu kita
sendiri. Sesuka kita.
Menabung dan Menabung. Setelah memiliki usaha. Mau tak mau kita harus lebih cermat
membelanjakan uang. Tidak bisa sesuka hati, bila mau usaha kita berkembang.
Ayo, tak usah takut, mulai saja bila ada keinginan. Jangan putus asa, bila gagal. Anggap
kegagalan itu pelajaran.