Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARAGA TN. A DI DUSUN V


DESA MUARA PENIMBUNG ULU INDRALAYA OGAN ILIR

Oleh:

MUTIA DWI SAGITA


.........................

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. PENGKAJIAN (Tanggal pengkajian : 15 Januari 2018)

I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga : Tn.A
2. Usia : 64 tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Kuli bangunan
5. Alamat : Dusun V Desa Muara Penimbung Ulu, Indralaya OI
6. Komposisi Anggota Keluarga :
Status
NO Nama Jenis Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan Imunisasi
Kelamin (Tahun)
1 Ny. R P Istri 61 SD IRT Tidak
Lengkap

2 An. K P Anak 25 SMK Tidak Lengkap


Kandung Bekerja

3 Ny. M P Bibi 67 SD Tidak Tidak


Bekerja Lengkap

Genogram:
Keterangan : : Laki-laki : Meninggal laki-laki
: Perempuan : meninggal perempuan

: Menikah : Penyakit hipertensi

: Tinggal serumah : Garis perkawinan

7. Tipe Keluarga:
keluarga Tn. A terdiri dari Ayah, Ibu, Anak dan Bibi yang tinggal bersama setiap
harinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tipe keluarga klien adalah
Extended Family.

8. Suku:
Keluarga berasal dari suku yang sama. Tn.A dan Ny.R berasal dari suku Pegagan.
Dalam kehidupan sehari-hari keluarga mengikuti kebiasaan adat Pegagan dan tidak
ada kebiasaan suku yang merugikan kesehatan.

9. Agama :
Tn. A dan seluruh keluarga beragama Islam. Menurut Tn. A seluruh anggota
keluarganya telah beribadah sesuai dengan agama yang dianut yaitu Sholat sesuai
waktu yang telah ditentukan sekalipun semua belum terlaksanakan. Menurut keluarga
Tn. A tidak ada nilai-nilai keyakinan yang bertentangan dengan kesehatan.

10. Status Sosial Ekonomi :


Jumlah pendapatan Tn. A tidak menentu dalam 1 bulan. Tn. A bekerja sebagai kuli
bangunan dan juga membantu mengurusi sawah, jadi pendapatan Tn. R rata-rata Rp.
500.000. Ny. R bekerja sebagai Ibu rumah tangga, Ny. R mengatakan bahwa
pendapatan Tn. R mencukupi untuk kebutuhan makan sehari-hari saja. Ny. R
mengatakan bahwa tidak memiliki uang simpanan (tabungan) karena pendapatan
mereka hanya cukup-cukup untuk makan saja.
11. Aktifitas Rekreasi Keluarga :
Sehari-hari biasanya keluarga menonton telivisi bersama diruang TV, makan bersama
dirumah, sedangkan rekreasi bersama diluar rumah atau berkunjung ketempat saudara
jarang dilakukan oleh keluarga karena biaya yang tidak mencukupi.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini :
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah tahap perkembangan keluarga dengan
anak dewasa (pelepasan) dengan tugas perkembangan sebagai berikut:
Tugas perkembangan keluarga dengan anak dewasa:
1. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar.
2. Mempertahankan keintiman pasangan.
3. Membantu orang tua yang sedang sakit/memasuki masa tua.
4. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat.
5. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Tn. A dan Ny. R masih belum dapat menyekolahkan anaknya (An. K ) kejenjang yang
lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi. An. K sebelumnya menginkan untuk lanjut
kuliah tetapi kondisi ekonomi keluarga yang tidak mencukupi sehingga An. K
memutuskan untuk di rumah saja bantu-bantu Ny. R mengurus rumah.

3. Riwayat Keluarga Inti :


Tn. A
Tn. A mengatakan bahwa sebelumnya tidak pernah mengalami penyakit yang serius,
paling batuk pilek. Selain dari batuk pilek klien juga memiliki riwayat darah tinggi
sejak lebih kurang 2 tahun yang lalu. Keluarga mengatakan telah berobat dan
menggunakan obat yang didapat dari puskesmas dan juga obat tradisional berupa air
mentimun, rebusan daun muda dari alpokat, tetapi dirasakan tidak berhasil. Saat
ditanyakan tentang apa yang dimaksud darah tinggi keluarga menjawab darah tinggi
ialah tekanan darahnya tinggi, tetapi tidak dapat menyebutkan tingginya seberapa.
Keluarga tidak dapat menyebutkan penyebab darah tinggi, cara perawatan dan
pengendalian tekanan darah tinggi, komplikasi yang dapat terjadi, dan pengobatannya.
Menurut keluarga, darah tinggi klien perlu diobati supaya tidak tinggi. Keluarga tidak
mengetahui lingkungan yang bagaimana yang dapat mendukung pengendalian darah
tinggi.

Ny. R
Ny. R mengatakan sebelumnya tidak pernah mengalami penyakit kronis dan tidak
pernah dirawat dirumah sakit karena penyakit tertentu. Paling penyakit yang pernah
dialami batuk pilek, kepala pusing dan nyeri di kaki dan tangan. Jika sakit Ny. R sering
berobat ke puskesmas. Klien juga mengatakan pernah mengalami nyeri-nyeri di lutut.
Klien mengatakan jika sedang kambuh terasa nyeri di daerah lutut. Saat sedang kambuh
klien mengatakan susah kalau mau berjalan sehingga seringkali pekerjaan rumah tidak
diselesaikan dengan benar. Klien mengatakan pernah mengobati ssakitnya ke
Puskesmas, dan juga klien tidak mengetahui bagaimana lingkungan dapat
mempengaruhi rasa nyeri yang dirasakannya.

An. K
Tidak pernah mengalami penyakit yang serius, hanya penyakit ringan saja seperti batuk
pilek. Jika sakit sering dibawa berobat ke puskes dan langsung sembuh.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya


a. Riwayat penyakit dahulu
Keluarga mengatakan dari garis keturunan Tn. A tidak diketahui apakah
punya sakit tertentu, karena pada zaman dulu tempat untuk periksa kesehatan tidak
banyak. Menurut keluarga, orangtua Tn. A. tidak pernah mengalami sakit keras,
juga saudara-saudaranya.
Riwayat kesehatan dari garis orangtua Ny. R menunjukkan bahwa saudara-
saudara dan orang tuanya tidak pernah menderita sakit keras, hanya masuk angin
dan batuk pilek
b. Penyakit keturunan
Keluarga mengatakan orangtua dan saudara-saudara mereka tidak pernah
mengalami sakit darah tinggi, stroke, asma, kencing manis.
c. Penyakit kronis/menular
Riwayat penyakit TB paru, asma, disangkal oleh keluarga.
d. Kecacatan anggota keluarga
Tidak didapatkan adanya anggota keluarga yang mengalami kececatan.
e. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan
Keluarga Tn. A memanfaatkan pelayanan kesehatan, baik Poskesdes dan
Puskesmas dengan alasan bahwa penglaman yang pernah didapatkan dari fasilitas
tersebut cukup memuaskan. Tn. A bisa mendapatkan obat gratis dari poskesdes
ataupun dari puskesmas saat berobat ke fasilitas kesehatan.
.

III. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Denah rumah

tangga

WC
/km Kamar tidur

Dapur

Kamar tidur

Ruang Sholat

Ruang tamu,ruang nonton

Meja
kursi

tangga

Rumah Tn.S dan Ny.M merupakan rumah yang terbuat dari kayu, ukuran rumah ± 5 x
8 meter. Memiliki dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu dapur, kamar mandi dan
WC terdat diluar rumah. Lantai rumah terbuat dari kayu dan atap rumah terbuat dari
seng tanpa plafon. Sumber air keluarga berasal dari sumur bor, kualitas airnya bersih,
tidak berbau dan tidak bewarna. Jarak rumah dengan sumber air tempa penampungan
kurang dari 10 meter. Untuk air minum keluarga juga menggunakan air dari sumur
yang diendapkan terlebih dahulu sebelum dimasak. Tidak ada tempat pembuangan
sampah khusus, sampah diolah dengan cara dibakar di pekarangan belakang rumah.
Klien memiliki hewan ternak, ada beberapa ekor ayam dan itik yang dibuatkan
kandang di bawah dan di belakang rumah. Sarana penerangan keluarga menggunakan
listrik dari PLN dan di depan rumah terdapat halaman yang ditumbuhi beberapa
tanaman.

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas


Keluarga tinggal dilingkungan yang cukup padat, jarak antara satu rumah dengan
rumah yang lain cukup dekat. Didepan rumah ada 1 pohon sawo dan tanaman
bawang. Lingkungan sekitar rumah terlihat cukup bersih. Terlihat smapah-sampah di
sapu dan dikumpulkan untuk dibakar. Umumnya tetangga adalah suku pegagan dan
bekerja sebagai buruh dan petani. Hubungan dengan tetangga baik dan saling
membantu satu sama lain. Keluarga tidak terlalu aktif dalam mengikuti kegiatan
pengajian, tetapi klien mengatakan ikut serta kegiatan lain yang ada didesa Muara
Penimbung Ulu. Anak Tn. K dan Ny. R bersosialisasi dengan baik dengan teman-
teman dan lingkungan disekitar rumah.

3. Mobilitas Geografis Keluarga


Tn. A sudah tinggal dilingkungan dusun V Desa Muara Penimbung Ulu kurang lebih
28 tahun sehabis menikah. Sebelum menikah Tn. A tinggal di Desa Srijabo
Kecamatan Tanjung Rajo. Sedangkan Ny. R dari kecil sudah tinggal di Desa Muara
Penimbung Ulu. Sebelumnya keluarga tidak pernah berpindah-pindah tempat tinggal.
Sejak saat itu klien terus menetap di Desa Muara Penimbung Ulu hingga saat ini.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Keluarga aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar, tetapi tidak terlalu aktif
mengikuti kegiatan pengajian yang ada di desa.

5. Sistem Pendukung Keluarga


Poskesdes teretak cukup dekat dari rumah keluarga, tetapi Puskesmas terletak cukup
jauh dari rumah keluarga. Kalau sakit keluarga biasa berobat ke Pokesdes dan
Puskesmas. Keluarga tidak memiliki kendaraan pribadi. Untuk pergi ke sarana
pelayanan kesehatan keluarga menggunakan bentor. Keluarga memiliki kartu jaminan
kesehatan.
IV. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Ny. R mengatakan bahwa komunikasi dikeluarganya menekankan keterbukaan dan
jujur. Keluarga menggunakan bahasa daerah Desa Muara Penimbung Ulu dan bahasa
Indonesia. Bila ada masalah dalam keluarga Ny. R mendiskusikannya bersama Tn. A
begitu sebaliknya. Waktu yang biasanya digunakan untuk komunikasi pada saat santai
yaitu malam hari saat kumpul bersama diruang TV, pada saat makan serta saat
sebelum tidur. Biasanya yang dibicarakan adalah tentang masalah ekonomi dan
kejadian yang dialami dalam satu hari tersebut. Jika ingin membeli sesuatu barang
atau ingin memutuskan sesuatu Tn. A akan berdiskusi dengan istrinya, begitu juga
sebaliknya. Menurut Tn. A dirinya dan istrinya akan bergantian mengambil
keputusan, sehingga dirinya bukan satu-satunya orang yang mengambil keputusan
dalam keluarga.

2. Struktur Kekuatan Keluarga


Pemegang keputusan dikeluarga adalah Tn. A sebagai kepala keluarga. Tetapi tidak
menutup kemungkinan suatu ketika Ny. R punya pendapat sendiri dan membuat
keputusan sendiri. Misalnya pada saat membeli keperluan rumah tangga dan mengatur
posisi perabotan rumah tangga. Kadang juga ibu berinisiatif sendiri untuk membawa
anaknya atau anggota keluarga lainnya kepelayanan kesehatan terdekat jika sakit.

3. Struktur Peran
Tn. A saat ini masih berperan sebagai kepala keluarga meskipun terkadang tidak
bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Selain sebagai kepala keluarga klien
juga berperan sebagai orangtua. Klien merasa tidak ada masalah dalam melakukan
peran-peran tersebut. Disaat tidak ada pekerjaan sebagai kuli bangunan Tn. A
membantu mengurusi sawah milik orang tua istrinya, dan terkadang Tn. A juga
membuat jaring-jaring untuk tangkapan ikan disela waktu kosong nya. Kegiatan
bekerja tersebut dilakukan dengan senang sebagai bentuk kegiatan untuk
menyibukkan diri. Ny. R berperan sebagai istri memiliki tugas melakukan kegiatan
rumah tangga misalnya membersihkan rumah, memasak, menyiapkan makanan dan
minuman untuk suaminya. Klien juga berperan sebagai seorang ibu. Klien memiliki
hubungan yang dekat dengan anak dan bibi nya yang saat ini tinggal serumah
dengannya. Klien merasa senang melakukan peran tersebut dan merasa tidak terdapat
masalah dalam pelaksanaannya. An. K tidak bekerja, saat ini An. K membantu Ny. R
dalam membersihkan rumah dan pekerjaan lainnya. Sebagai anggota masyarakat klien
mengikuti kegiatan yang ada di Dusun V Desa Muara Penimbung Ulu.

4. Nilai dan Norma budaya


Ny. R mengatakan bahwa keluarganya menyatakan bahwa kesehatan merupakan hal
yang penting. Keluarga meyakini bahwa untuk menjaga kesehatan dapat dilakukan
dengan bermacam cara, termasuk meminta pertolongan bidan desa ataupun dukun
kampung. Selama pengkajian belum dapat diidentifikasi nilai-nilai tertentu lainnya
yang mempengaruhi praktik kesehatan dalam keluarga.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Bila ada anggota keluarga yang sakit maka Ny. R tidak pernah membiarkan. Ny. R
akan segera berdiskusi untuk dibawa ke bidan desa ataupun membawa berobat ke
puskesmas yang ada di desa talang aur. Keluarga tidak merasakan kekurangan kasih
sayang satu dengan yang lain. Satu dengan yang lain masih saling menyayangi.

2. Fungsi Sosialisasi
Menurut keluarga, dalam keluarga sudah terjalin hubungan yang harmonis, begitu
juga hubungan dengan masyarakat sekitarnya yang sudah saling menghormati dan
membantu. Tn. R dan Ny. S selalu mengajarkan anaknya untuk ramah dan sopan
terhadap tetangga dan setiap orang yang mereka kenal serta menghormati yang lebih
tua dari mereka.

3. Fungsi Ekonomi
Tn. A mengatakan belum mampu memenuhi semua kebutuhan sandang, pangan, dan
papan dari pendapatan Tn. A. Di keluarga Ny. R adalah sebagai pengelola keuangan
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

4. Fungsi Reproduksi
Tn. A dan istri saat ini mempunyai 4 orang anak, 3 orang anak meninggal dan saat ini
tinggal 1 orang anak perempuan yang masih hidup, dan tidak ada rencana untuk
mempunyai anak lagi.

5. Fungsi Perawatan Keluarga


Tn. A saat ini mempunyai penyakit hipertensi. Tn. A telah berobat ke puskesmas dan
telah mendapat obat. Tn. A mengatakan rutin meminum obat hipertensi nya. Pada saat
pengkajian dilakukan pengecekan tekanan darah hasilnya tekanan darah Tn. A masih
sangat tinggi. Keluarga masih belum mampu menyediakan makanan yang bergizi
pada anggota keluarganya, tetapi masih ada beberapa perilaku yang tidak merugikan
kesehatan yaitu jendela di setiap ruangan dibuka sehingga ruangan tidak pengap dan
cahaya maatahari masuk kedalam rumah. Ny. R sering mengalami nyeri pada
persendian kakinya.

VI. Stress dan Koping Keluarga


1. Stressor Jangka Pendek
Kecemasan Tn. A dan Ny. R terhadap kesehatan nya. Keluarga mengatakan untuk
saat ini anak perempuannya belum mendapatkan pekerjaan dan ingin melanjut
sekolah ke jenjang yang lebih tinggi tetapi tidak bisa karena keterbatasan ekonomi
keluarga.

2. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap masalah


Setiap ada masalah dalam keluarga, Tn. A akan mendiskusikannya bersama Ny. R
dan anaknya. Tn. A selalu menekankan keterbukaan kepada anggota keluarganya
tanpa mengurangi rasa rohmat antar anggota keluarga. Menurut Ny. R ia tidak pernah
terlalu memikirkan setiap masalah yang ada dalam keluarga, hingga membuatnya
sangat stres, tidak makan dan tidak tidur. Menurutnya setiapa masalah itu pasti ada
jalan keluarnya dan dapat diselesaikan dengan cara baik-baik. Selain menyelesaikan
masalah yang ada dengan diskusi bersama, keluarga juga menyelesaikannya dengan
menyerahkan kepada Tuhan.
3. Strategi Koping yang Digunakan
Menurut Tn. A jika ada masalah akan diselesaikan dengan secepatnya. Tn. A dan Ny.
R selalu mendukung dan menasehati setiap anak-anaknya agar bagus dalam bekerja
dan bersosialisasi dengan orang lain. Tn. A dan Ny. R juga selalu mendoakan anak-
anaknya.

4. Strategi Adaptasi Disfungsional


Tidak ada kekerasan yang terjadi saat menyelesaikan masalah keluarga. Keluarga
selalu menyelesaikannya dengan demokrasi. Setiap orang memiliki hak untuk
berpendapat.

VII. Pemeriksaan Fisik ( Head to Toe)

No Komponen Tn. A Ny. R An. K Ny. M


1. Keadaan umum
- Tinggi cm cm cm cm
badan 60 kg kg kg kg
- Berat badan
2. Kesadaran Composmentis Composmentis Composmentis Composmentis
3. Tanda-Tanda Vital
- Nadi 75x/menit 80x/menit 84x/menit 80x/menit
- Suhu 34,8 C 36,7 C 36,2 C 36,7 C
- Pernapasan 20x/menit 26x/menit 26x/menit 27x/menit
- Tekanan 200/110 mmHg 110/80 mmHg 120/80 mmHg 130/90 mmHg
darah
4. Kepala Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
ketombe, ketombe, ketombe, ketombe,
simetris, warna simetris, warna simetris, warna simetris, warna
rambut putih, rambut hitam, rambut hitam, rambut putih,
lurus, tipis lurus, tipis lurus, tebal lurus, tipis,
5. Mata
- Konjungtiva Tidak Anemis Tidak Anemis Tidak Anemis Anemis
- Sklera Tidak Ikterik Tidak Ikterik Tidak Ikterik Tidak Ikterik
- Simetris / Simetris Simetris Simetris Simetris
tidak Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
- Cekungan
pada mata
6. Hidung Bersih, Tidak Bersih, Tidak Bersih, Tidak Bersih, Tidak
ada sumbatan, ada sumbatan, ada sumbatan, ada sumbatan,
simetris simetris simetris simetris
7. Telinga Simteris, lubang Simteris, lubang Simteris, lubang Simteris, lubang
telinga bersih, telinga bersih, telinga bersih, telinga terdapat
tidak terdapat tidak terdapat tidak terdapat kotoran.
serumen. serumen serumen.
8. Mulut Simetris, Simetris, Simetris, Simteris,
mukosa mulut mukosa mulut mukosa mulut mukosa mulut
lembab, gigi lembab, gigi lembab, gigi kering dan gigi
sedikit kuning kuning dan gigi kuning dan gigi ompong.
dan terdapat banyak berlubang,
karang gigi berlubang, dan memakai gigi
memakai gigi palsu
palsu.
9. Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar limfe, kelenjar limfe, kelenjar limfe, kelenjar limfe,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
benjolan. benjolan. benjolan. benjolan.
10. Dada/Thorax Simtetris, tidak Simtetris, tidak Simtetris, tidak Simtetris, tidak
ada tanda-tanda ada tanda-tanda ada tanda-tanda ada tanda-tanda
distress distress distress distress
pernapasan, pernapasan, pernapasan, pernapasan,
tidak terdapat tidak terdapat tidak terdapat tidak terdapat
adanya adanya adanya adanya
pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan
11. Abdomen Tidak ada nyeri Tidak ada nyeri Tidak ada nyeri Tidak ada nyeri
tekan, Abdomen tekan, Abdomen tekan, Abdomen tekan, Abdomen
datar, umbilicus datar, umbilicus datar, umbilicus datar, umbilicus
tidak menonjol tidak menonjol tidak menonjol tidak menonjol
dan tidak dan tidak dan tidak dan tidak
terdapat massa- terdapat massa- terdapat massa- terdapat massa-
massa di bagian massa diabagian massa diabagian massa diabagian
abdomen abdomen abdomen abdomen
12. Ekstermitas Rentang gerak Rentang gerak Rentang gerak Rentang gerak
aktif, tidak ada aktif, ada aktif, tidak ada aktif, ada
keluhan keluhan keluhan keluhan

VIII. Harapan Keluarga

Tn. A dan Ny. R berharap semua anggota keluarga sehat dan anaknya memiliki masa
depan yang baik. Tn. A dan Ny. R juga berharap dengan adanya petugas
kesehatan/praktikan yang berkunjung ke keluarga bisa memberikan pengetahuan
kepada keluarga khususnya dan kepada masyarakat Dusun V Desa Muara Penimbung
Ulu pada umumnya melalui penyuluhan-penyuluhan kesehatan agar mereka bisa tetap
hidup sehat.
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA
1. Analisis Dan Sintesis Data serta Perumusan Masalah

ANALISA DATA

No. Data Masalah Penyebab


keperawatan
1 DS : Ketidakmampuan keluarga
- Tn. A mengatakan terkadang Hipertensi untuk mengenal masalah
mengalami pusing kepala dan
sakit pada tengkuk
- Tn. A mengatakan terakhir
periksa dipuskesmas tensinya
190/100

DO :
- Tn. A terlihat memegang
kepala dan tengkuknya
- Saat pengkajian
TD : 200/110 mmhg
2 DS : Ketidakmampuan keluarga
- Ny. R mengatakan sering Nyeri akut untuk mengenal masalah
merasakan nyeri dibagian
persendian kaki
- Ny. R mengatakan nyeri
sering timbul terutama di
malam hari dan dipagi hari
- Ny.R mengatakan terkadang
nyeri timbul membuatnya
susah tidur dimalam hari
DO :
- Saat berkunjung kerumah
terlihat Ny. R memijit-mijit
kakinya.
- TD : 110/80 mmHg
- T : 36,7 C
- HR : 85 x/menit
- RR : 26x/menit
3 DS Nyeri akut Ketidakmampuan anggota
- An. K mengatakan sering keluarga merawat anggota
mengalami sakit perut jika keluarga yang sakit.
telat makan
- An. K mengatakan sudah
lama menderita sakit maag
- An. K mengatakan cemas
terhadap penyakit yang
dideritanya
- An. K mengatakan nyeri
timbul dibagian perut
sebelah kiri
DO :
- TD : 120/80 mmHg
- T : 36,2 C
- HR : 84 x/menit
- RR : 20x/menit
2. Penilaian (skoring) diagnosa keperawatan

PEMBOBOTAN MASALAH
“SKORING”

1. Hipertensi pada Tn. A


No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1 Sifat masalah : 3/3 x 1 1 Masalah sudah terjadi
Actual
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Masalah belum berat, ada
dapat diubah : keinginan dari keluarga
Sebagian
3 Potensial masalah 2/3 x 1 2/3 Sulit menghentikan
untuk dicegah : kebiasaan merokok pada
Cukup Tn. R dan adanya riwayat
hipertensi dari orang tua
4 Menonjolnya masalah : 2/2 x 1 1 Masalah yang dialami oleh
Ada masalah harus Tn. R harus segera diatasi
segera diatasi
Total skor 3 2/3

2. Nyeri akut pada Ny. R


No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1 Sifat masalah : 3/3 x 1 1 Masalah sudah terjadi
Actual
2 Kemungkinan 1/2 x 2 1 Masalah belum berat, ada
masalah dapat diubah keinginan dari keluarga
:
Sebagian
3 Potensial masalah 2/3 x 1 2/3 Menenun songket yang
untuk dicegah : menjadi pekerjaan sehari-
Cukup hari bagi Ny. S
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 ½ Masalah yang dialami oleh
: Ny. S tidak terlalu
Tidak menganggap mengganggu aktivitas
masalah yang perlu
segera diatasi

Total skor 3 1/6


3. Nyeri akut berhubungan dengan Ketidakmampuan anggota keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit.

No Kriteria Bobot Skor Pembenaran


1 Sifat masalah : 3/3 x 1 2/3 An. K mengatakan sudah
Resiko lama menderita sakit maag

2 Kemungkinan 1/2 x 2 1 Masalah dapat diatasi


masalah dapat diubah karena nyeri bersifat akut
: mudah
3 Potensial masalah 3/3 x 1 2/3 Ny.M mengobati dengan
untuk dicegah : obat warung
Tinggu
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 0,5 Nyeri perut Ny.M bersifat
:Ada masalah tetapi akut sehingga dengan
tidak perlu segera istirahat terkadang nyeri
ditangani perut Ny.M hilang
Total skor 5 3,5

Berikut prioritas diagnose keperawatan sesuai hasil skoring tiap masalah :


NO Diagnosa Keperawatan Skor
1 Nyeri akut pada keluarga Tn. R, khususnya Tn. R, berhubungan 3 2/3
dengan ketidakmampuan keluarga untuk mengenal masalah
penyakit hipertensi
2 Nyeri akut pada keluarga Tn.A, khususnya Ny. R, berhubungan 3 1/6
dengan ketidakmampuan keluarga untuk mengenal masalah
penyakit Asam Urat
3 Nyeri akut pada keluarga Tn.A, khususnya An. K berhubungan 2 5/6
dengan Ketidakmampuan anggota keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit.