Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

DENGAN GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI: ANEMIA

DI YOSEF 3 SURYA KENCANA KAMAR 3304 BED 4

RUMAH SAKIT SANTO BORROMEUS BANDUNG.

I. Pengkajian Keperawatan.
A. Pengumpulan Data.
1. Data Umum
a. Identitas Klien.
Nama : Ny. D
Umur : 47 tahun 3 bulan 23 hari
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : Lain-lain
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Tanggal pengkajian : 3 Juni 2015
Tanggal masuk : 2 Juni 2015
Diagnose medic : Anemia
Alamat : Jl. Puri Asih Perumahan bunga mekar
rt/rw 09/03 Blok D3 No.211
Cihanjuang

b. Identitas keluarga/ Penanggung Jawab.


Nama : Tn. G
Umur : 53 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Guru SMP
Hubungan dengan klien : Suami
Alamat : Jl. Puri Asih Perumahan bunga
mekar rt/rw 09/03 Blok D3
No.211 Cihanjuang

2. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan klien
1) Riwayat kesehatan sekarang
a) Alasan masuk rumah sakit diantar oleh kelurganya
karena pingsan pada saat siang hari setelah beraktifitas
melakukan pekerjaan rumah tangga dirumahnya.
b) Keluhan utama, klien mengatakan bahwa badannya
terasa sangat lemas.
c) Riwayat penyakit sekarang P: klien mengatakan bahwa
badannya terasa sangat lemas, juga kepalanya terasa
sakit. Q: klien mengatakan kepalanya sakit seperti
ditusuk tusuk. R: terasa sakit di area kepla bagian depan
juga kepala bagian bawah belakang.S: 3/10 T: skit
kepala sepanjang hari.
d) Keluhan yang menyertai, klien mengatakan bahwa
selain badannya terasa sangat lemas, kepala nya juga
terasa sakit seperti ditusuk tusuk.
e) Riwayat tindakan konservatif dan pengobatan yang
telah didapat, klien mengatakan sebelumnya tidk
pernah menjalani pengobatan maupun tindakan.
2) Riwayat Kesehatan Masa Lalu.
a) Riwayat penyakit atau rawat inap sebelumnya, klien
mengatakan tidak pernah menjalani rawat inap maupun
pengobatan ke rumah sakit.
b) Riwayat alergi, klien mengatakan bahwa dirinya tidak
mempunyai riwyat alergi makanan maupun obat-
obatan.
c) Riwayat operasi klien mengatakan tidak pernah
mengalami operasi apapun.
d) Riwayat transfuse klien mengatakan tidak pernah
menjalani tranfusi.
e) Riwayat pengobatan keluarga mengatakan bahwa klien
tidak ada riwayat pengobatan dirumahnya sebelumnya.

3) Keadaan perumahan dan sanitasi lingkungan.


Keluarga mengatakan bahwa klien tinggal di perumahan
padat penduduk.

3. Data Biologis.
a. Penampilan umum:
Keadaan umum klien tampak sakit sedang, tidak terpasang
oksigen, terpasang infuse di tangan kiri ringer asetat 20
tetes/menit, tidak terpasang selang NGT maupun Folley
Kateter.
b. Tanda-tanda vital:
Tekanan Darah: 100/50 mmHg di brakhialis.
Suhu 38,8 per axilla
Nadi 100 kali permenit, kuat teratur di arteri radialis.
Pernapasan 20 kuat teratur.
c. Tinggi badan 165 cm
berat badan 54 Kg.
IMT 19, 83 klien dalam kategori normal.
d. Anamnesa dan pemeriksaan fisik per system.
Sistem Respirasi.
Klien mengatakan bahwa klien tidak ada keluhan.
Inspeksi:
Hidung: Pernapasan cuping hidung tidak terlihat, deviasi
septum nasi tidak terlihat , mukosa hidung berwarna merah
muda, secret/lender tidak terlihat, polip tidak terlihat, tidak
terpasang oksigen. Bentik dada simetris, pergerakan dada kiri
dan kanan sama. Deviasi trakea tidak terlihat, retraksi dada
tidak terlihat. Pola irama pernafasan teratur, dyspnea tidak
terlihat.
Palpasi:
Daerah sinus paranasalis tidak ada edema. Vocal/Tactil
fremitus kedua lapang paru sama.
Perkusi:
Terdengar sonor pada seluruh lapang paru. Batas paru ICs 2-
ICs 6.
Auskultasi:
Vesicular, inspirasi lebih panjang daripada ekspirasi.
Bronchial, Inspirasi sama dengan ekspirasi. Bronchovesicular
inspirasi lebih pendek daripada ekspirasi. Suara nafas
tambahan tidak terdengar. Vocal resonans kedua lapang paru
terdengar sama.
Masalah keperawatan:
Tidak ada masalah.
Sistem Kardiovaskuler
Klien mengatakan bahwa klien tidak ada keluhan.
Inspeksi:
Ictus Cordis tidak terlihat, edema tidak terlihat, clubbing of the
finger tidak terlihat, epistaksis tidak terlihat, cyanosis tidak
terlihat.
Palpasi:
Ictus Cordis tidak teraba di apeks jantung thrill systole.
Capillary refill time kembali sebelum 3 detik, edema tidak
teraba.
Perkusi:
Terdengar sonor baik di paru kiri maupun di kanan. Batas-
batas jantung : Atas ICs 2 linea sternalis kanan, Bawah ICs 5,
kiri mid axillaris dan kanan linea sternalis kanan.
Auskultasi:
Bunyi jantung 1 “lub” yakni akibat penutupan katup mitral dan
trikuspidalis yang disebut systole. HR 69 kali permenit, kuat
teratur. Bunyi jantung 2 “dub” yakni akibat penutupan katup
aorta dan pulmonalis yang disebut diastole. Bunyi jantung
tambahan murmur tidak terdengar, irama gallop tidak
terdengar.
Masalah keperawatan: Tidak ada masalah.

System Pencernaan.
Anamnesa:
Klien mengatakan bahwa nafsu makan klien menurun karena
terasa mual dan ingin muntah.
Inspeksi:
Mulut: Bibir terlihat kering, stomatitis tidak terlihat, lidah tidak
terlihat lesi, gingivitis tidak terlihat. Gusi berdarah tidak
terlihat, tonsil T1. Gigi: Caries tidak terlihat, gigi tanggal tidak
terlihat,Abdomen: bentuk abdomen cembung,
bayangan/gambaran bendungan pembuluh darah vena tidak
terlihat, spider naevi tidak terlihat, distensi abdomen tidak
terlihat. Anus: Hemorrhoid tidak terlihat, fissure tidak terlihat,
fistula tidak terlihat, tanda tanda keganasan tidak terlihat.
Auskultasi:
Bising usus 5 kali permenit, tidak teratur.
Palpasi:
Nyeri tekan di region/kuadran tidak ada respon nyeri pada saat
dipalpasi. Nyeri lepas di region/kuadran, tidak ada respon nyeri
pada saat dipalpasi. Massa/benjolan tidak teraba. Nyeri
tekan/lepas titik Mc Burney tidak ada nyeri. Hepar permukaan
rata tidak ada nyeri tekan. Limpa tidak teraba dan juga tidak
ada nyeri tekan.
Perkusi:
Terdengar tympani pada semua kuadran.
Masalah keperawatan:
Ganguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

System perkemihan.
Anamnesa: Kliwn mengatakan bahwa klien tidak ada keluhan.
Inspeksi:
Distensi pada region hipogastrika tidak terlihat , tidak
terpasang kateter urine dan warna urine jernih. Jumlah urine
dalam batas normal
Palpasi:
Nyeri tekan region hipogastrika tidak teraba.
Perkusi:
Region hipogastrika terdengar sonor, nyeri ketuk daerah costo
vertebral angle kanan tidak ada dan kiri juga tidak ada.
Masalah keperawatan: tidak ada masalah.

Sistem Persarafan.
Anamnesa: Klien mengatakan bahwa klien tidak ada keluhan.
Inspeksi:
Bentuk muka simetris, mulut simetris. Parese tidak terlihat.
Sensibilitas ekstremitas atas/baal tidak terlihat. Sensibilitas
ekstremitas bawah/baal tidak terlihat. Pergerakan tidak
terkoordinir tidak terlihat. Tingkat kesadaran kualitatif compos
mentis. Kuantitatif GCS: 15, E:4, M:6, V:5.
Uji saraf cranial:
Nervus I Olfaktorius: Pasien mampu membedakan baubauan
(normosmi).
Nervus II Optikus: Lapang pandang pasien tidak terbatas.
Nervus III Okulomotor: Pupil isokor 2mm.
Nervus IV Troklear: pasien dapat melihat keatas dan kebawah
Nervus V Trigeminus: Pasien mampu mengunyah.
Nervus VI Abdusen: Bola mata klien mampu bergerak keatas
dan kebawah.
Nervus VII Fasialis: Pasien mampu mengerutkan dahi,
tersenyum.
Nervus VIII Vestibulokoklearis:tidak ada lateralisasi telinga
kanan dan kiri.
Nervus IX Glossofaringeus: Dinding faring terangkat simetris.
Nervus X Vagus: Pasien mampu menelan secara perlahan,
artikulasi jelas.
Nervus XI Aksesorius: Pasien mampu menahan tahanan pada
bahunya.
Nervus XII Hipoglosal: Tidak ada deviasi lidah, lesi.
Perkusi:
Refleks Fisiologis: Tendon biseps positif, tendon triceps
positif, tendon Achilles positif, tendon patella positif.
Refleks patologis reflex babinski negative.
Masalah keperawatan: tidak ada masalah.

Sistem Muskuloskeletal.
Anamnesa: Kliwn mengatakan bahwa klien ada kelemahan
ekstremitas bagian kiri.
Inspeksi:
Ekstremitas atas masing-masing nilainya 5 yakni pasien bisa
mengangkat tangannya keatas dengan kekuatan penuh.
Ekstremitas bawah masing-masing nilainya 5 yakni pasien bisa
mengangkat kakinya dengan penuh kekuatan. Atrofi tidak
terlihat. Rentang gerak/range of motion pasien penuh. Nilai
kekuatan otot 20: 5 untuk kaki kanan, 5 untuk kaki kiri, 5
untuk tangan kanan, 5 untuk tangan kiri. Bentuk columna
vertebralis normal. Penggunaan alat/balutan tidak terlihat.
Palpasi:
Nyeri tekan pada prosesus spinosus tidak teraba.
Masalah keperawatan: Intoleransi aktivitas

Sistem panca indra.


Anamnesa:
Penglihatan: klien dapat melihat dengan jelas menggunakan
kacamatana, tidak photopobia maupun diplopia.
Inspeksi:
Penglihatan conjunctiva tidak anemis, sclera ikterik, palpabrae
tidak edema, pupil isokor 2mm kanan dan kiri, reaksi cahaya
(+) kanan dan kiri, diameter 3mm. pendengaran: pinna bersih,
canalis auditorius eksterna tidak ada, reflek cahaya politzer
terlihat pantulan. Membrane thympani utuh, battle signs tidak
ada. Pengeluaran cairan/darah dari telinga tidak ada. Lesi tidak
ada.
Palpasi:
Penglihatan TIO kedua mata sama. Pendengaran: pinna
simetris, tidak ada benjolan.
Masalah keperawatan: Tidak ada masalah.

Sistem Endokrin.
Anamnesa:
Tidak ada nyeri pada saat menelan juga tidak ada riwayat
penyakit turunan seperti diabetes mellitus.
Inspeksi:
Bentuk tubuh gigantisme tidak ada, kretinisme tidak ada.
Pembesaran kelenjar tiroid tidak terlihat. Pembesaran pada
ujung-ujung ekstremitas bawah atau atas tidak terlihat. Lesi
tidak terlihat.
Palpasi:
Kelenjar tiroid tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid.
Maslah keperawatan:
Tidak ada masalah.
Sistem Reproduksi.
Anamnesa: Klien mengatakan bahwa klien tidak ada keluhan.
Inspeksi:
Genetalis eksterna bersih,tidak ada lesi. Pengeluaran
cairan/discharge: jumlah normal, berwarna bening, tidak
berbau. Hipospadia tidak terlihat, edema srotum tidak ada,
massa tidak terlihat, lessi tidak ada.
Palpasi:
Mammae: massa/benjolan tidak teraba adanya massa, lesi tidak
teraba, gynecomastia tidak teraba.
Masalah keperawatan: tidak ada masalah.

Sistem Integumen.
Anamnesa: tidak ada keluhan.
Inspeksi:
Rambut pendek, warna hitam, distribusi merata. Bentuk kuku
tidak ada clubbing of the finger. Kulit sedikit kering. Lesi tidak
terlihat. Ptekieae tidak terlihat, ekimosis tidak terlihat.
Palpasi:
Tekstu kulit lembut, kelembaban lembab, turgor kulit baik,
nyeri tekan tidak ada.
Masalah keperawatan:
Tidak ada masalah.

4. Data Psikologis.
a. Status emosi: Status emosi pasien stabil dan tenang.
b. Konsep diri pasien:
Gambaran diri: Klien adalah seorang ibu rumah tangga
sekligus ibu bagi ketiga anaknya.
Harga Diri: Keluarga mengatakan bahwa klien masih tetap
dibutuhkan dalam keluarganya untuk membimbing dan
merawat ketiga anaknya.
Ideal Diri: Klien adalah seorang istri dan ibu yang sehat untuk
dapat beraktivitas mengurusi keluarga dan membesarkan serta
merawat ketiga anaknya.
Identitas Diri: Keluarga mengatakan bahwa klien menyadari
bahwa dirinya adalah seorang istri sekaligus ibu yang
mempunyai peranan penting dan juga tanggung jawab yang
besar.
Gaya komunikasi pasien: artikulasi jelas, intonasi pasien jelas.
c. Pola interaksi pasien kooperatif , mampu diajak komunikasi
d. Pola mengatasi masalah keluarga mengatakan bahwa pasien
kerap kali shalat 5 waktu dan mengikuti pengajian disekitar
rumahnya.

5. Data Sosio-Spiritual
a. Hubungan Sosial: keluarga mengatakan bahwa pasien tidak
bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga yang mengurus
anaknya dirumah.
b. Kultur yang diikuti: Pasien menganut kultur sunda.
c. Gaya Hidup: klien mengatakan bahwa pasien tidak suka
jajan/makan sembarangan, pola tidur pasien teratur; malam
tidur tidak larut malam.
d. Kegiatan agama dan relasi dengan Tuhan: Segala sesuatu yang
terjadi dalam hidupnya adalah kehendakNya.

6. Persepsi klien terhadap penyakitnya


Klien mengatakan bahwa dirinya belum paham akan penyakit yang
dideritanya karena selama ini pasien tidak pernah mengeluh
tentang kesehatannya juga tidak pernah mengalami perawatan di
rumah sakit dank lien kaget saat dirinya tiba-tiba pingsan dan
dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya.

7. Data penunjang.
a. Laboratorium
Tanggal 3 juni 2015

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan


Hematologi Gambaran
Darah Tepi
Fe serum 59 mg/dL 50-170
Total IBC L 168 mg/dL 250-450

Pemeriksaan Kimia Hasil Nilai rujukan


Klinik
SGOT (AST) 12 U/L <31
SGPT (ALT) 15 U/L <34
Gamma GT 35 U/L 5-39
LDH 419 U/L <480
Ureum Darah 16 mg/dL 15-40
Kreatinin Darah 0,7 mg/dL <0,9
Natrium ( Sodium ) 137 mmol/L 136-145
Kalium (Potassium ) L 3,0 mmol/L 3,5-5,1

Tanggal 4 juni 2015

Pemeriksaan hitung Hasil Nilai rujukan


jenis
Basofil O,0% 0,0-1,0
Eosinofil L 0,0% 2,0-4,0
Neutrofil segmen L 1,0% 50,0-70,0
Limfosit L 13,0 % 20,0-40,0
Monosit H 15,0 % 2,0-8,0
Blast 71 %
Normoblas I /100 leukosit
*normoblast
1/seluruh LPB
Retikulosit 7 o/oo 5-15

Pemeriksaan Hasil
Gambaran Darah Tepi
Morfologi Eritrosit Anisositosis ,normokromasi
Ditemukan normoblast
1/Lpb
Morfologi Leukosit Jumlah sedikit meningkat.
Tamak didominasi sel-sel
monoklear.
Ditemukan sel muda
dengan ukuran besar, inti
besar , sitoplasma sedikit ,
kromatin inti halus dengan
anak inti >=1
Tersangka monoblast =71%
. Ditemukan banyak
smudges cells
Morfologi Trombosit Jumlah berkurang
Ditemukan giant platelet
Kesan tersangka leukimia akut
(suspect AML-M5)
Fe 59 mg/dL 50-170
serum
Total L168 mg/dL 250-450
IBC

Pemeriksaan kimia klinik Hasil Nilai rujukan


Protein Total 6,89 g/dL 6,4 -8,3
Albumin L 3,32 g/dL 3,4-5,0
Globulin 3,57 g/dL 2,5-3,90

b. Terapi Oral
1. Sumagesik 3x1
Golongan : analgetik non narkotik
Dosis : dewasa sehari 3-4 kali 1 tablet, anak-
anak sehari 3-4 kali
Efek samping : definisi belum ada
Indikasi : menyambungkan rasa sakit seperti
sakit kepala, gigi, sakit pada otot dan persendian,
reumatoid artritis, osteoartitis, sakit karena trauma ringan
Kontraindikasi : definisi belum ada
2. Vestein 3x1 cap
Golongan :-
Dosis : Dewasa : 2-3 kali sehari 1 kapsul.
Lama terapi maksimal : 10 hari
Efeksamping : Mual, muntah, nyeri perut, sakit
kepala, ruam kulit, pruritus
Indikasi : Mukolitik untuk gangguan saluran
napas akut dan kronik, memiliki efek sinergis yaitu efek
anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-adhesi bakteri pada
permukaan silia epitel mukosa saluran napas
Kontraindikasi : Gangguan hati berat, hipertiroid,
gastritis, glaukoma, tukak peptik aktif.

c. Diit
Diit Tinggi kalori Tinggi Protein.
d. Acara Infus
Ringer Asetat 20 tetes/menit.
e. Mobilisasi
Bedrest

B. Pengelompokkan Data.

Data Subyektif Data Obyektif


 Klien mengatakan badannya  TD: 100/50 mmHg.
terasa lemas juga kepalanya  Nadi 100 kali permenit.
terasa sakit.  Makan hanya habis ½ porsi
 Klien mengatakan bahwa  Klien tampak bingung ketika
nafsu makannya berkurang, ditanyai apakah pernah
lidah terasa pahit. mengalami gejala anemia
 Klien mengatakan bahwa sebelumnya.
dirinya tidak memahami
tentang penyakitnya dan
heran mengapa dirinya bias
sampai pingsan.

C. Analisis Data
N MASALAH
DATA ETIOLOGI
O KEPERAWATAN
1 DS: Kehilangan sel darah Intoleransi aktivitas
Klien merah berlebihan .
mengatakan
badannnya terasa Produksi sel darah
lemas dan juga merah tidak
kepala nya terasa mencukupi.
sakit
DO: Darah yang
TD: 100/70 membawa nutrisi
mmHG dan oksigen ke
Nadi 100 kali seluruh jaringan
permenit di arteri tubuh mengalami
radialis. penurunan
Sel mengalami
kelaparan nutrisi dan
oksigen

Pembentukan ATP
sebagai sumber
energy berkurang

Tubuh kekurangan
energy sehingga
terasa lemas.
2 DS: Kehilangan sel darah Ganguan kebutuhan
Klien merah berlebihan nutrisi kurang dari
mengatakan kebutuhan tubuh.
bahwa nafsu Produksi sel darah
makannya merah tidak
berkurang dan mencukupi.
lidahnya terasa
pahit. Darah yang
DO: membawa nutrisi
makan klien dan oksigen ke
hanya habis ½ seluruh jaringan
porsi saja. tubuh mengalami
penurunan

Sel mengalami
kelaparan nutrisi dan
oksigen

Pembentukan ATP
sebagai sumber
energy berkurang

Tubuh kekurangan
energy sehingga
terasa lemas.

Supplay oksigen ke
otak juga berkurang

kepala menjadi
pusing

penurunan nafsu
makan.
3 DS: Kurang terpajannya Kurangnya
Klien informasi mengenai pengetahuan
mengatakan penyakit
bahwa dirinya
tidak mengetahui
tentang penyakit
yang
diialaminya.
DO:
Klien Nampak
kebingungan saat
ditanyai tentang
gejala anemia
yang biasanya
sering dirasakan.

II. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah.


1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan kardiak output
sekunder penurunan sirkulasi darah.
2. Ganguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake yang tidak adekuat.
3. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
tentang penatalaksanaan anemia

III. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN.


DIAGNOSA PERENCANAAN
N
TGL KEPERAWAT
O TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
AN
1 3/6/2 Intoleransi Pasien dapat  Jelaskan tentang  pasien
015 aktivitas memenuhi intoleransi memahami
berhubungan kebutuhan aktivitas yang keadaannya
dengan nutrisi.
terjadi dan sehingga lebih
penurunan
kardiak output Kelelahan, tanda-tanda kooperatif
sekunder kelemahan umumnya. dalam
penurunan tidak terjadi perawatan.
sirkulasi darah. lagi.  Kaji  istirahat
kemampuan mengurangi
aktivitas pasien, kerja jantung.
lakukan istirahat
secara berkala.
 Ukur, tekanan  memonitor
darah komplikasi
pernapasan dan selama aktivitas.
nadi sebelum
dan sesudah
aktivitas.
 Berikan diet  meningkatkan
tinggi kalori, kadar Hb.
tinggi protein.
 Memonitor  salah satu
hemoglobin dan indicator
hemotokrit. sirkulasi darah.
 Kolaborasi  meningkatkan
dalam sirkulasi Hb dan
pemberian sirkulasi darah
transfuse darah

2 3/6/2 Gangguan Dalam waktu  Jelaskan tentang  Dengan


015 kebutuhan 3x24 jam manfaat makan pemahaman
nutrisi kurang bila dikaitkan klien akan lebih
terdapat
dari kebutuhan dengan kondisi kooperatif
tubuh peningkatan klien saat ini. mengikuti
berhubungan dalam aturan.
dengan intake  Anjurkan agar  Untuk
pemenuhan
yang tidak klien memakan menghindari
adekuat. nutrisi. makanan yang makanan yang
disedakan justru dapat
rumah sakit mengganggu
proses
penyembuhan
klien.
 Beri makanan  Untuk
dalam keadaan meningkatkan
hangat dan porsi selera dan
kecil serta diet mencegah mual,
tinggi kalori mempercepat
tinggi protein. perbaikan
kondisi, serta
mengurangi
beban kerja
jantung.
 Libatkan  Klien kadang
keluarga dalam kala mempunyai
pemenuhan selera makan
nutrisi yang sudah
tambahan yang terbiasa sejak di
tidak rumah. Dengan
bertentangan bantuan
dengan keluarga dalam
penyakitnya. pemenuhan
nutrisi dengan
tidak
bertentangan
dengan pola diet
akan
meningkatkan
pemenuhan
nutrisi.
 Lakukan dan  hygiene oral
ajarkan yang baik akan
perawatan meningkatkan
mulut sebelum nafsu makan
dan sesudah klien.
makan serta
sebelum dan
sesudah
intervensi/peme
riksaan per oral.
 Beri otivasi dan  meningkatkan
dukungan secara
psikologis. psikologis.
Meningkatkan
pemenuhan
sesuai dengan
kondisi kien.
 Kolaborasi:  memenuhi
dengan nutrisi asupan vitamin
tentang yang kurang
emenuhan diet daru penurunan
klien dan asupan nutrisi
pemberian secara umum
multivitamin. dan
memperbaiki
daya tahan.
3 3/6/2 Kurangnya pasien  Kaji ulang  data dasar
015 pengetahuan mengerti dan pengetahuan dalam
berhubungan memahami pasien tentang perencanaan
dengan tentang anemia. .
kurangnya penyakit,  Jelaskan tentang  meningkatkan
informasi prosedur anemia dan pengetahuan
tentang diagnostic penatalaksanaan pasien tentang
pelaksanaan dan rencana ya. anemia.
anemia. pengobatan.  Berikan  meningkatkan
kesempatan pemahaman
pada pasien pasien.
untuk
menanyakan
hal-hal yang
tidak jelas.
 Berikan respon  pasien merasa
positif terhadap dihargai.
reaksi pasien.
 Berikan pujian  meningkatkan
jika pasien harga diri pasien
merespon
positif

IV. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


TGL JAM NO IMPLEMENTASI NAMA
DK & TTD
3/6/2 08.10  Memandikan pasien dengan posisi tidur diatas
015 tempat tidur dan mengganti alat tenun pasien.
08.35 1  Mengkaji kemampuan aktivitas pasien,
lakukan istirahat secara berkala.
11.05 1  Mengukur, tekanan darah pernapasan dan nadi
sebelum dan sesudah aktivitas.
12.05 2  Menjelaskan tentang manfaat makan bila
dikaitkan dengan kondisi klien saat ini
12.10 2  Menganjurkan agar klien memakan makanan
yang disedakan rumah sakit
12.10 2  Melibatkan keluarga dalam pemenuhan nutrisi
tambahan yang tidak bertentangan dengan
penyakitnya.
12.25 2  Melakukan dan ajarkan perawatan mulut
sebelum dan sesudah makan serta sebelum
dan sesudah intervensi/pemeriksaan per oral
12.30 3
 Memberi otivasi dan dukungan psikologis.
 Mengkaji ulang pengetahuan pasien tentang
12.35 3
anemia.
 Menjelaskan tentang anemia dan
12.35 3
penatalaksanaanya.
 Memberikan kesempatan pada pasien untuk
12.40 3
menanyakan hal-hal yang tidak jelas.
 Memberikan respon positif terhadap reaksi
12.45 3
pasien.
 Memberikan pujian jika pasien merespon
12.45 3
positif
V. EVALUASI KEPERAWATAN
NO. NAMA
TGL EVALUASI
DK & TTD
23/6/ 1 S: Klien mengeluh badannya terasa lemas dan juga
2015 kepalanya terasa sakit.
O: TD: 100/50 mmHg Nadi 100 kali permenit.
A: Masalah sedang diatasi.
P: Intervensi dilanjutkan.

2 S: Klien mengeluh nafsu makannya berkurang dan


lidahnya terasa pahit.
O: Klien hanya makan ½ porsi saja.
A: Masalah sedang diatasi.
P: Intervensi dilanjutkan.

3 S: klien mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui


tentang penyakit yang dialaminya.
O: klien tampak bingung ketika anamnesa.
A: Masalah sedang diatasi.
P: Intervensi dilanjutkan.