Anda di halaman 1dari 8

FORMAT PENILAIAN PENAMPILAN KERJA

SOP
ANTROPOMETRI

Nama Mahasiswa :
NIM :
T.A / Semester :

ASPEK KETERAMPILAN YANG DILAKUKAN


DINILAI Tgl: Tgl: Tgl: KET
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Persiapan alat
- Alat pencatat
- Timbangan berat badan
(timbangan bayi untuk anak
sampai 2 tahun, timbangan
injak untuk anak > 2 tahun)
- Alat pengukur panjang/tinggi
badan
- Pita lingkar lengan atas
- Sarung tangan
Persiapan Lingkungan
2. Jaga privasi klien
Persiapan Klien
3. Menyapa dan menjelaskan
tujuan serta prosedur yang
akan dilakukan kepada
keluarga klien
Langkah-Langkah
4. Memperkenalkan diri
5. Beritahu dan jelaskan kepada
pasien mengenai prosedur
yang akan dilakukan dan lihat
respon kien
6. Dekatkan alat ke klien
7. Cuci tangan dan gunakan
sarung tangan
8. Cuci tangan dan dokumentasi
A. Pengukuran berat badan(BB).
1. Klien mengenakan pakaian
biasa (usahakan dengan
pakaian minimal). Klien tidak
menggunakan alas kaki
2. Di pastikan tibangan berada
pada penunjuk skala dengan
angka 0,0
3. Pada bayi cukup ditidurkan
dialat timbang khusu bayi
sedangkan pada anak > 2 tahun
naikkan ke alat timbang
dengan berat badan tersebar
pada kedua kaki dan posisi
kaki tepat ditengah alat
timbang.
4. Pada anak > 2 tahun perlu
diperhatikan posisi kaki tepat
di tenggah alat timbang,
usahakan agar klien tetap
tenang dan kepala tidak
menunduk (memandang lurus
kedepan).
5. Angka di kaca jendela alat
timbang akan muncul dan
ditunggu sampai angka tidak
berubah (statis)
6. Dibaca dan dicatat berat badan
pada tampilan dengan skala
0,1 terdekat.
7. Kemudian klien diminta turun
dari alat timbang jika pada
bayi diangkat dari alat timbang
bayi.
B. Pengukuran Tinggi Badan
1. Klien tidak mengenakan alas
kaki (sandal/sepatu), topi.
Posisikan klien tepat dibawah
microtoise.
2. Klien diminta berdiri tegak,
persis di bawah alat geser.
3. Posisi kepala dan bahu
bagian belakang, lengan,
pantat, dan tumit menempel
pada dinding tempat
microtoise di pasang.
4. Pandangan lurus ke depan
dan tangan posisi tergantung
bebas dan menghadap paha.
5. Minta klien menarik nafas
panjang untuk membantu
menegakkan tulang rusuk dan
usahakan badan tetap santai.
6. Gerakkan alat geser sampai
menyentuh atas kepala klien.
7. Dibaca anka tinggi badan
pada jendela baca kearah
angka yang lebih besar (ke
bawah). Pembcan di lakukan
tepat di depan angka (skala)
pada garis merah sejajar
dengan mata petugas.
8. Apa pengukur lebih rendah
dari yang di ukur maka
pengukur harus berdiri diatas
bangku agar hasil
pembacaannya benar. Catat
tinggi badan pada skala 0,1
terdekat.
C. Pengukuran lingkar perut
1. Meminta dengan santun pada
klien untuk membuka pakian
atas atau menyingkapkan
pakian bagian atas dan raba
tulang rusuk terakhir klien
untuk menetapkan titik ukur.
2. Ditetapkan titik batas tepi
tulang rusuk paling bawah.
3. Ditetapkan titik ujung
lengkung tulang pangkal
paha/pinggul.
4. Tandai titik tengah tersebut
dengan alat tulis.
5. Minta klien untuk berdiri
tegak dan bernafas dengan
normal (respirasi normal).
6. Dilakukan pengukuran
lingkar perut dimulai/diambil
dari titik tengah kemudian
secara sejajar horizontal
melingkari pinggang dan
perut kembali menuju titik
tengah diawal pengukuran.
7. Pengukuran juga dapat
dilakukan pada bagian atas
pusar lalu meletakkan dan
melingkarkan alat ukur secara
horizontal
8. Apabila klien mempunyai
perut buncit ke bawah,
pengukuran mengambil
bagian paling buncit lalu
berakhir pada titik tengah
lagi.
9. Pita pengukur tidak boleh
melipat dan ukur lingkar
pinggang mendekati angka
0,1 cm.
D. Pengukur lingkar lengan atas
(LILA)
1) Penentuan titik Mid Point
pada lengan
a. Klien diminta berdiri
tegak.
b. Minta klien untuk
membuka lengan pakian
yang menutupi lengan.
c. Tekukkan tangan klien
membentuk 900 dengan
telapak tangan
menghadap keatas.
Pengukur berdiri
dibelakang dan
menentukan titik tengah
antara tulang rusuk atas
pada bahu dan siku.
d. Ditandai titik tengah
tersebut dengan pena.
2) Mengukur lingkar lengan atas
(LILA)
a. Dengan tangan
tergantung lepas dan siku
lurus disamping badan,
telapak tangan
menghadap kebawah.
b. Diukur lingkar lengan
atas pada posisi mid point
dengan pita LILA
menempel pada kulit dan
lingkarkan secara
horizontal pada lengan.
Perhatikan jangan sampai
pita menekan kulit atau
ada rongga antara kulit
dan pita.
c. Lingkar lengan atas di
catat pada skala 0,1 cm
terdekat.

E. Penentuan tebal lipatan


kulit (TLK)
1) Petunjuk umum
a. Ibu jari dan jari telunjuk
dari tangan kiri digunakan
untuk mengangkat kedua
sisi kulit dan lemak
subkutan kurang lebih 1 cm
proximal dari daerah dari
daerah yang diukur.
b. Lipatan kulit diangkat pada
jarak kurang lebih 1 cm
tegak lurus arah garis kulit.
c. Lipatan kulit tetap diangkat
sampai pengukuran selesai.
d. Caliper dipegang oleh
tangan kanan.
e. Pengukuran dilakukan
dalam 4 detik setelah
penekanan oleh caliper
dilepas.
2) Pengukuran TLK pada Tricep
a) Responden berdiri tegak
dengan kedua lengan
tergantung bebas pada
kedua sisi tubuh.
b) Pengukuran dilakukan
pada titik mid point (sama
pada LILA).
c) Pengukur berdiri di
belakang responden dan
meletakkan telapak tangan
kirinya pada bagian
lengan ke arah tanda yang
telah dibuat dimana ibu
jari dan telunjuk
menghadap ke bawah.
Tricep skinfold diambil
dengan menarik pada 1 cm
dari proximal tanda titik
tengah tadi.
d) Tricep skinfold diukur
dengan mendekati 0,1
mm.
3) Pengukuran TLK Pada
Subscapular
a) Responden berdiri tegak
dengan kedua lengan
tergantung bebas pada
kedua sisi tubuh.
b) Tangan diletakkan kiri
ke belakang.
c) Untuk mendapatkan
tempat pengukuran,
pemeriksa meraba
scapula dan mencarinya
ke arah bawah lateral
sepanjang batas
vertebrata sampai
menentukan sudut bawah
scapula.
d) Subscapular skinfold
ditarik dalam arah
diagonal (infero-lateral)
kurang lebih 450 ke arah
horizontal garis kulit.
Titik scapula terletak
pada bagian bawah sudut
scapula.
e) Caliper diletakkan 1 cm
infero-lateral dari ibu jari
dan jari telunjuk yang
mengangkat kulit dan
subkutan dan ketebalan
kulit diukur mendekati
0,1 mm.
4) Lingkar Kepala
a) Siapkan pita pengukur
(meteran)
b) Lingkarkan pita
pengukur pada daerah
glabella (frontalis) atau
supra orbita bagian
anterior menuju oksiput
pada bagian posterior.
Kemudian tentukan
hasilnya.
c) Cantumkan hasil
pengukuran pada kurva
lingkar kepala.
5) Lingkar Dada
a) Siapkan pita pengukur
b) Lingkarkan pita
pengukur pada daerah
dada. Lihat hasil.
c) Catat hasil pengukuran
pada KMS.
d) Cuci tangan dan
dokumentasi

Sikap
9. Melakukan tindakan dengan
sistematis
10. Komunikatif dengan klien
11. Percaya diri
Keterangan:
Ya = 1 (Dilakukan dengan benar)
Tidak = 0 (Tidak dilakukan/ dilakukan dengan tidak/kurang benar)

Kriteria Penilaian:
- Baik sekali = 100
- Baik = 81-99
- Kurang = ≤80

Nilai = Jumlah tindakan yang dilakukan(Ya) x 100 =


20

Tgl: Tgl: Tgl:

Nilai Nilai Nilai


Pembimbing Pembimbing Pembimbing
Mahasiswa Mahasiswa Mahasiswa