Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

KOEFISIEN MUAI TERMAL

NAMA : WAHYU ROBI’AH NURALHASANAH


NPM : 16020009
GROUP : K1
DOSEN : ARIEL HAZRIL GURSIDA, S.T., M.I.L.
ASISTEN : HILMAN I. U., S.Pd., M.Si.
PARTNER : REGITA GRANDIS PERMATASARI

POLITEKNIK STTT BANDUNG


2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat banyak sekali hal-hal yang
terjadi berkaitan dengan pemuaian dan pengerutan suatu benda. Misalnya pada suatu
hari yang panas, kawat-kawat listrik atau kawat telepon yang bergantung pada
tiangnya akan bergantung kendur. Tetapi sebaliknya pada hari yang dingin.
Rel kereta api dibangun dengan memberikan sedikit ruang pemisah diantara
sambungan-sambungan antar relnya sehingga rel tersebut tidak akan melengkung
ketika musim panas. Pesawat supersonik Concorde akan bertambah panas selama
melakukan penerbangan kerena adanya gesekan dengan udara, pesawat tersebut akan
bertambah panjang 25 cm. Dan banyak hal lainnya yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari kita. Oleh karena itu, percobaan kali ini mengenai “Muai Panjang Zat
Padat”, untuk dapat memberikan suatu pengetahuan lebih mengenai hal tersebut, dan
dapat kita terapakan dalam kehidupan sehari-hari.

1.2 Tujuan
- Menentukan konstanta muai termal suatu bahan menggunakan percobaan
koefisien muai termal
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Efek-efek yang lazim dari perubahan-perubahan temperatur dan perubahan


keadaan bahan-bahan. Gaya-gaya di antara atom-atom adalah menyerupai gaya-gaya
yang akan dikerahkan oleh sekumpulan pegas yang menghubungkan atom-atom tersebut.
Bila temperatur dinaikkan maka jarak rata-rata di antara atom-atom akan bertambah,
yang mengakibatkan suatu ekspansi dari seluruh benda padat tersebut. Perubahan setiap
dimensi linear dari benda padat tersebut, seperti panjangnya, lebarnya, atas tebalnya,
dinamakan ekspansi linear (Halliday, 1996).
Pemuaian linear benda padat, ketika suatu benda padat mengalami peningkatan
temperatur ∆T, pertambahan panjangnya ∆L hampir sebanding dengan panjang awalnya
L0 dikalikan dengan T. Yaitu
∆L = L0 α ∆T
dimana konstanta perbandingan disebut sebagai koefisien pemuaian linear. Nilai
tergantung pada sifat zat. Untuk berbagai keperluan, kita dapat menganggap α sebagai
konstanta yang sepenuhnya bebas dari T, meskipun hal tersebut jarang benar. Dari
persamaan di atas, α adalah perubahan panjang per satuan panjang awal per derajat
perubahan temperatur. Sebagai contoh, jika kuningan sepangjang 1000.000 cm menjadi
1000.019 cm ketika temperatur dinaikkan 1,0 0C, koefisien pemuaian linear kuningan
adalah
αkuningan= 1,9 x 10-5 oC-1. Contoh lainnya adalah koefisien muai panjang alumunium
αalumunium= 2,4 x 10-5 o -1
C dan koefisien muai panjang tembaga adalah
αtembaga= 1,67 x 10-5 oC-1.

Pemuaian luas, jika luas A0 memuai menjadi A0 + ∆A ketika mengalami kenaikan


temperatur ∆T, yaitu
∆A=A0T
dimana adalah koefisien pemuaian luas. Untuk zat padat isotopik (yang memuai
dengan cara yang sama ke segala arah). Pemuaian volume, jika suatu volume V0 memuai
menjadi V0 + V ketika mengalami kenaikan temperatur, maka
V=𝛾V0∆T
dimana adalah koefisien pemuaian volume. Ini dapat berupa peningkatan atau
pengurangan volume (Bueche, 1999).
Pertambahan ukuran tiap bagian suatu benda untuk suatu bahan temperatur
tertentu sebanding dengan ukuran mula- mula bagian benda itu. Jadi, jika kita naikkan
temperatur suatu penggaris baja, misalnya, pengaruhnya akan serupa dengan oembesaran
fotografis. Garis- garis yang semula berjarak pisah sama akan tetap berjarak sama, tetapi
jika jarak pisahnya lebih besar. Bila penggaris mempunyai lubang, maka lubang akan
menjadi lebih besar, seperti yang terjadi pada pembesaran fotografis. Satuan adalah
kebalikan derajat Celcius (1/0C) atau kebalikan Kelvin (1/K). koefisien muai linier untuk
padatan atau cairan biasanya tidak banyak berubah dengan tekanan, tetapi dapat berubah
dengan temperatur. Koefisien muai linear pada suatu temperatur tertentu T didapat
dengan mengambil limit T mendekati nol: dengan banyak hal, ketelitian yang mencukupi
didapat dengan menggunakan nilai rata-rata untuk rentang temperatur yang lebar (Tipler,
1998).
Benda memuai ketika dipanaskan dan menyusut bila didinginkan. Besar
pemuaian atau pengkerutan berbeda bergantung pada kisaran suhu tinjauan, dan jenis
materi (Kane dan Sternheim, 1997). Pemuaian itu berprosentase kecil dibanding dimensi
bendanya. Namun gaya yang diberikan terlalu besar, sehingga tidak bisa dilawan dan
bisanya hanya dihindari. Ini menyebabkan efek pemuaian benda menempati peran
penting dan selalu diperhitungkan keberadaannya (Irwan, 2004).
BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang dipakai pada eksperimen ini adalah :
 Seperangkat alat koefisien muai panjang
 Batang uji (batang alumunium, tembaga dan kuningan)
 Alat ukur suhu bahan
 Thermometer dan pemanas
 Alat tulis

3.2 Prosedur
1) Dihitung panjang logam awal L0 dan suhu logam awal T0
2) Dipanaskan logam hingga suhu maksimum (dilihat suhu thermometer 100 OC)
dan logam mengalami pertambahan panjang
𝑟
3) Diukur besar pertambahan panjang ∆𝐿 = ∆ℒ
𝑅

4) Dicatat pertambahan panjang ∆𝐿 dan juga pertambahan suhu ∆𝑇 saat suhu


maksimum kemudian diamati penurunan suhu dan penyusutan kembali
panjang
5) Dapat digunakan persamaan (1) untuk menentukan koefisien muai panjang
dengan cara membuat plot grafik
6) Dicobakan untuk jenis batang lain
BAB IV

HASIL
BAB V

PEMBAHASAN
DAFTAR PUSTAKA

Putra, Valentinus Galih Vidia dan Endah Purnomosari. 2015. Pengantar Eksperimen Fisika
(untuk SMA/ S1). Yogyakarta: Mulia Jaya.

Choirunisa, Anna Al. (2011). Percobaan 3 Koefisien Muai Panjang. [online]. Tersedia:
http://choalialmu89.blogspot.co.id/2010/11/percobaan-3-koefisian-muai-panjang.html
[2016, November 30].

ngelica, Putri. Acara III Pemuaian Panjang. [online]. Tersedia:


https://www.academia.edu/5080430/ACARA_III_PEMUAIAN_PANJANG [2016,
November 30]
Hasil Kurva Pertambahan Panjang
Alumunium
0.04

0.035
y = 0,0009x - 0,0097 0.033
R² = 0,9872
0.03
Pertambahan Panjang

0.029
0.025

0.02 0.021

0.015
0.014
0.01
0.007
0.005

0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Perubahan Suhu ( C)

Hasil Kurva Pertambahan Panjang Tembaga


0.025

y = 0,0019x - 0,0101
R² = 0,9951 0.021
0.02
0.018
Pertambahan Panjang

0.015
0.014

0.01

0.007
0.005
0.004

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18
Perubahan Suhu ( C)
Hasil Kurva Pertambahan Panjang Kuningan
0.045
y = 0,0107x + 0,0017
0.04 R² = 0,9705 0.04

0.035
0.033
Pertambahan Panjang

0.03

0.025
0.022
0.02

0.015

0.01 0.01

0.005
0.003
0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
Perubahan Suhu ( C)

Anda mungkin juga menyukai